Institut Teknologi Nasional: Jurnal Itenas Online
Not a member yet
1717 research outputs found
Sort by
Aplikasi Material Metal pada Desain Elemen Taman ditinjau dari Aspek Keamanan Manusia di Alun-alun Cicendo Bandung
Abstrak Material bangunan merupakan salah satu unsur yang ada dalam sebuah karya arsitektur. Pemilihan material sangat penting dan harus diperhitungkan sebagai nilai suatu karya. Hasil desain yang baik didasari pengetahuan mengenai sifat-sifat bahan bangunan yang akan digunakan untuk mengetahui berbahaya atau tidaknya bagi manusia. Pemilihan material metal didasari oleh banyaknya penduduk lokal Cicendo yang berprofesi sebagai pengrajin besi, sehingga dapat dijadikan peluang untuk menjadikan Taman Alun-alun Cicendo sebagai ikon daerah tersebut. Aplikasi metal pada taman ini dapat dilihat pada setiap fungsi taman yang dirancang seperti bukit pada Area Patung, area Kolam dan Canyon, Amphitheater dan berpusat pada Paviliun ditengahnya. Pembahasan material metal dilihat dari segi visual dan fisik keseluruhan taman yang ditinjau dari aspek keamanaan manusia. Tujuan penelitian ini yaitu agar masyarakat dapat melihat pentingnya visual sebagai nilai estetika apabila disempurnakan dengan keamanan yang terjamin agar tidak membahayakan manusia. Kata kunci: Material Metal, Elemen Taman, Konstruksi, Keamanan Manusi
Long Range Electricity Control System for Post- Paid Electricity Meter with Power Line Carrier Communication
ABSTRAKPelanggan yang menunggak tagihan listrik berkali-kali akan diberikan tindakan disiplin oleh penyedia jasa kelistrikan berupa pemutusan aliran listrik. Maka dari itu dibutuhkan sistem pemutusan listrik contactless jarak jauh. Pada penelitian ini dirancang suatu sistem kendali listrik dari jarak jauh dengan menggunakan komunikasi power line carrier (PLC). Realisasi pengujian pada sistem ini telah berhasil pada 3 rumah dalam topologi jalur bus. Proses komunikasi antar muka untuk mengirimkan data perintah kontrol adalah dengan menggunakan aplikasi mobile yang terhubung secara nirkabel ke master device. Proses pengendalian berhasil dilakukan pada electricity meter jenis analog dan digital. Pemutus electricity meter yang disabotase dapat diidentifikasi melalui pembacaan tegangan umpan balik. Delay tersingkat adalah 7.74 detik dengan panjang konduktor 5.9 meter, sedangkan delay terlama adalah 8.16 detik dengan panjang konduktor 310 meter.Kata kunci: pemutusan listrik, nirkontak, jarak jauh, pembawa saluran listrik, topologi bus. ABSTRACTMultiple time electricity bill arrears customer will be given disciplinary act by the electrical service provider in form of disconnection of the electricity. The solution to overcome this problem is a long-range contactless electricity disconnection system. This study proposes an electricity control system using power line carrier communication method. Overall results on this system have been successful on three houses in bus line topology. Proposed interface communication process to send a control command data is by using the mobile application via Bluetooth to the master. A sabotaged electricity meter breaker can be identified by means of a feedback voltage reading. The shortest delay is 7.74 seconds with a conductor length of 5.9 meters, while the longest delay is 8.16 seconds with a conductor length of 310 meters.Keywords: electricity disconnection, contactless, long-range, power line carrier, bus topology
Optimization Placement and Sizing of Static Synchronous Compensator
ABSTRAKPertumbuhan ekonomi di indonesia berbanding lurus dengan permintaan energi listrik di masyarakat yang terus meningkat. Dampaknya adalah sistem tenaga listrik akan menimbulkan berbagai masalah dalam penyaluran energi listrik, seperti drop tegangan diluar batas yang diijinkan, dan rugi rugi daya bertambah besar pada saluran. Salah satu solusi yang dapat dilaksankan untuk mengurangi masalah rugi rugi daya pada saluran dan memperbaiki profil tegangan adalah menggunakan Flexible AC Transmission System (FACTS) devices. Penelitian ini melakukan analisis Static Synchronous Compensator (STATCOM) sebagai salah satu jenis FACTS yang akan diimplementasikan pada sistem tenaga listrik Sumatera Bagian Utara (SUMBAGUT) 150 kV tahun 2020 untuk memperbaruhi profil tegangan dan meminimalisir rugi daya dengan menggunakan metode optimasi Artificial Bee Colony Hasil simulasi diperoleh bahwa pemasangan satu buah STATCOM dapat memperbaiki profil tegangan sistem yang awalnya terdapat 18 bus diluar batas yang diijinkan SPLN menjadi 5 bus. Selain itu, terjadi penurunan rugi daya aktif dari 131,40 MW menjadi 121,56 MW.Kata kunci: ABC algorithm, STATCOM, SUMBAGUT, FACTS, rugi-rugi daya, profil tegangan ABSTRACTIndonesia's economic growth is directly proportional to the increasing demand for electrical energy in society. The electric power system causes various electrical energy distribution problems, such as voltage drops outside the allowable limits, greater power losses on the line, and even unbalanced loads. One solution to the problem of power losses and improving the voltage profile is to use Flexible AC Transmission System (FACTS) devices. In this research, an analysis of Static Synchronous Compensator (STATCOM) is implemented in the 150 kV North Sumatera (SUMBAGUT) electric power system to improve the voltage profile and minimize power loss by using the Artificial Bee Colony optimization method (ABC) Algorithm. The simulation results show that installing one STATCOM can improve the system voltage profile. In addition, there was a decrease in active power loss from 131.40 MW to 121.56 MW.Keywords: ABC algorithm, STATCOM, SUMBAGUT, FACTS, power losses, voltage profile
Computational Thinking and Coding for Kids Training for Elementary School Teachers
Computational thinking and coding are thinking skills that are recently expected to be acquired by elementary school children as the era of the industrial revolution 4.0 requires students to be familiar with the use of technology. In some developed countries, the two skills have been included in elementary school curriculum. However, the situation is different in the context of Indonesia since teachers or instructors who are able to provide these skills are inadequate. Therefore, this training was intended to socialize and educate the application of coding and computational thinking, especially to elementary school teachers so that they have the ability to equip their students with those skills. The participants of this training were teachers of Labschool UPI Purwakarta. The training was conducted in one day containing the concepts and practices of ICT and computational thinking as well as coding for kids. The result of satisfaction questionnaire distributed to the participants after the training shows a good level of satisfaction in terms of training materials, delivery of materials, and the usefulness of activities as much as 71,4%, 57,1% and 92,9% consecutively. The teachers hope that follow-up trainings are carried out to increase their knowledge and ability in developing technology-based learning
The Training of Making Graphical User Interface (GUI) Using Python for Teachers and Students of Engineering Vocational School in Purwakarta
The purpose of this community service activity is to introduce the Python programming language to teachers and students of vocational school in Purwakarta exploiting an application to create a simple graphical user interface (GUI). Python is a programming language that is currently trending. The training was carried out in 3 stages, namely preparation, implementation and evaluation. As a result, participants were able to follow this training well and were able to create their own version of a simple GUI. Participants were also able to integrate their GUI with Arduino. After this activity, participants are expected to be able to explore how to make simple GUI using the modules that have been given
Adaptive Reuse pada Bangunan The Centrum Bandung Ditinjau dari Nilai Arsitektural
ABSTRAK
Bangunan The Centrum merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang harus dilestarikan. Salah satu upaya pelestarian bangunan cagar budaya adalah konservasi dengan cara adaptive reuse. Cara ini diterapkan pada bangunan The Centrum Bandung yang sebelumnya berfungsi sebagai kolam renang lalu berubah fungsi menjadi restoran dan wedding venue.
Objek studi dalam analisa ini adalah penerapan adaptive reuse pada bangunan The Centrum Bandung yang dikaji menggunakan metode deskriptif komparatif, yaitu dengan membandingkan teori adaptive reuse dengan perubahan yang terjadi pada bangunan The Centrum Bandung. Lingkup dari analisa ini diambil berdasarkan teori adaptive reuse yang ditekankan pada perubahan arsitektural dan peraturan daerah tentang bangunan cagar budaya.
Hasil dari analisa ini disajikan dalam bentuk tabel perbandingan antara bangunan lama dengan bangunan yang sudah dilakukan penerapan adaptive reuse, dan hasil perbandingan tersebut dikaji dengan regulasi.
Kata kunci: Bangunan Cagar Budaya, Konservasi, Adaptive Reuse, Regulasi.
ABSTRACT
The Centrum is one of cultural heritage building that must be preserved. One method to preserve cultural heritage building by using Adaptive Reuse. Adaptive Reuse is a method that applied to The Centrum that functined previously as a swimming pool and changed function into a restaurant and wedding venue.
The object study in this analysis is the application of Adaptive Reuse in The Centrum by using comparative descriptive method, through comparing the Adaptive Reuse theory with the Changes that occur in The Centrum. The scope of this analysis is based on the adaptive reuse theory that emphasizes the architectural changes and regulations of cultural heritage buildings.
The results of this analysis presented in comparison table of previous building and the building that had been implemented adaptive reuse and the results of the comparison are reviewed by regulation.
Keyword: Cultural Heritage Building, Conservation, Adaptive Reuse, Regulatio
ASPEK PELESTARIAN CAGAR BUDAYA PADA PROYEK RENOVASI BANGUNAN CAGAR BUDAYA STADION UTAMA GELORA BUNG KARNO
Lingkup penelitian mencangkup segala item cagar budaya yang berada di bangunan Stadion Utama Gelora Bung Karno dengan menggunakan metoda observasi, literatur, dan wawancara. Penelitian dengan metoda observasi akan dilakukan penulis dengan melakukan kajian secara langsung terhadap objek observasi yang dikaitkan dengan teori literature yang berkaitan dengan cagar budaya dan juga stadion. Data-data pelengkap akan didapatkan dari wawancara dengan narasumber yang terkait dengan proyek renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno. Lingkup dari analisa ini yang secara keseluruhan ditekankan pada perubahan-perubahan yang terjadi pada renovasi bangunan Stadion Utama Gelora Bung Karno dan di sangkutpautkan pada peraturan UU tentang Bangunan Cagar Budaya.
Dari hasil pengamatan dari 80 item cagar budaya, terdapat 20 item cagar budaya (25%) mengalami pemugaran tanpa adanya perubahan, terdapat 17 item cagar budaya (21,25%) yang mengalami perubahan secara signifikan atas persetujuan Tim Sidang Pemugaran (TSP), dan terdapat 3 item cagar budaya (3,75%) yang masih dalam status bersyarat sampai peresmian tanggal 14 Januari 2018.
Kata kunci: Stadion, Stadion Gelora Bung Karno, Pemugaran, Cagar Budaya
ABSTRACT
The scope of the research includes all cultural heritage items located in the building of Bung Karno Main Stadium using observation method literature, and interview. Research with observation method will be conducted by the author using directly study to object of observation related to literature theory with cultural heritage and also the stadium. Supporting data will be obtained from interviewing with resource persons related to renovation project of Gelora Bung Karno Stadium. The Scope of this analyisis is overall emphasized on the changes that occur in the renovation of the building of SUGBK and in conjunction with the Law about Heritage Buildings.
The result from this 80 items of cultural heritage observation, there’s 20 items of cultural heritage (25%) experiencing refurbishment without additions, 17 items of cultural heritage (21,25%) which changed significantly by permission from Team Restoration Session (TRS), and 3 items of cultural heritage (3,75) which still in a conditional status until the inauguration of January, 14 2018.
Kata kunci: Haritage Building, Renovation, Internasional Stadium, Gelora Bung Karno Main Stadium
Penerapan Material Expanded Polistyrene pada Fasad Bangunan Ditinjau dari Aspek Estetika dan Konstruksi
ABSTRAK
Perkembangan teknologi berpengaruh terhadap semua bidang, salah satunya dibidang pembangunan sehingga memacu berbagai inovasi material yang mendukung proses pembangunan serta memudahkan dalam proses produksi hingga tahap konstruksi. Expanded Polystyrene Panel (EPS) adalah salah satu material bangunan yang merupakan terobosan terbaru material bangunan yang menggunakan bahan dasar dominan EPS sebagai bahan pengisi material. EPS ini dapat diaplikasikan pada dinding, lantai, tangga, dan pada fasade bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan penerapan material Expanded Polystirene fasad bangunan Masjid Al- Multazam, Hotel Moxy, dan Gallery Maja House, ditinjau dari aspek estetika dan konstruksi. Penelitian dilakukan dengan mengkaji proses pembuatan material EPS, aspekaspek estetika pada bangunan masjid, hotel dan galeri, serta konstruksi system fasad pada bangunan Masjid Al- Multazam, Hotel Moxy, dan Gallery Maja House. Teknik pengumpulan data didasarkan pada proses observasi. Observasi dilakukan untuk mengidentifikasi bangunan yang akan diteliti. Data yang terkumpul kemudian dikaji ulang dengan perbandingan data lapangan dengan teori mengenai estetika dan yang dijelaskan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Kata kunci: Expanded Polystirene, Material, Estetika, Konsttruksi, EPS.
ABSTRACT
Technological developments affect all areas, one of them in the field of development so as to spur various material innovations that support the development process and facilitate in the production process until the construction phase. Expanded Polystyrene Panel (EPS) is one of the building materials which is the latest breakthrough building material using the dominant base material of EPS as material filler material. This EPS can be applied to walls, floors, stairs, and on the facade of the building. This research aims to describe the application of Expanded Polystirene material facade of Al-Multazam Mosque, Hotel Moxy, and Gallery Maja House, in terms of aesthetics and construction aspects. The study was conducted by examining the process of making EPS material, aesthetic aspects of mosque building, hotel and gallery, and construction of facade system in AlMultazam Mosque building, Hotel Moxy, and Gallery Maja House. Data collection techniques are based on the process of observation. Observations were made to identify the buildings to be studied. The collected data is then reviewed by comparison of field data with the theory of aesthetics and which is described descriptively quantitatively and qualitatively.
Keywords: Expanded Polystyrene, Material, Aesthetics, Construction, EPS
Perubahan Pola Sirkulasi Pedestrian Terhadap Fungsi Ruang Luar Area Balai Kota Bandung
ABSTRAK
Balai Kota merupakan bangunan administratif utama bagi pemerintahan kota dan biasanya memuat dewan kota, departemen terkait dan para pegawainya. Balai Kota kini bukan lagi hanya sebagai kantor administrasi kota, tapi juga menjadi tempat wisata keluarga. Dengan adanya perubahan yang terjadi pada Balai Kota mengakibatkan adanya perubahan pola sirkulasi ruang luar Balai Kota. Adapun metoda yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif karena pada penelitian ini dimulai dari mencari data dan fakta di lapangan lalu menganalisis dan menafsirkan pengaruh perubahan fungsi bangunan terhadap sirkulasi pendestrian di area Balai Kota Bandung .Dan Pendekatan Induktif mendorong kami untuk melakukan pengamatan secara langsung dengan kasus yang akan dijadikan studi, dalam kasus ini pengaruh perubahan fungsi bangunan terhadap sirkulasi pendestrian di area Balai Kota Bandung , Jawa Barat. Dapat disimpulkan bahwa adanya area perubahan yang terjadi dari kawasan bangunan pemerintahan yang dominan private kini setelah dilakukan renovasi kawasan Balai Kota Bandung menjadi lebih terbuka dan sifatnya menjadi dominan area publik, namun masih terdapat batasan area yang jelas bagi area publik dan private.
Kata kunci: Balai Kota, Sirkulasi, Ruang Luar, Perubahan.
ABSTRACT
City Hall is main of administrative buildings for city government and ordinarily accomodate City council, relevant departement and employees. Now City Hall not anymore as city administration office, but also make family attractions. As is changes that occur at City Hall rusulting in a change circulation patterns of City Hall open space. As for the method used in this research is qualitative because in this research starting from looking for data and facts in the area then analyze and interpreting of building function change effects to pedestrian circulation in Bandung City Hall area. And study, inductive approach encourage us to make directly observations with case to be made, In the case building function change effects in Bandung City Hall area, West Java. Can be said that zone arrangement as a result function changes very important in Government area because it affects flow of circulation that goes on to society as well government employees.
Keywords: City Hall, Circulation, Open Space, Chamg
Perancangan Kampanye Sosial Pengelolaan Kebiasaan Media Sosial yang Sehat pada Remaja Usia 15-18 Tahun
Penggunaan media sosial dan kesehatan jiwa memiliki korelasi yang kuat. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa lama waktu penggunaan media sosial dapat mempengaruhi kualitas kesehatan jiwa individu. Kecanduan menjadi salah satu permasalahan yang muncul selain efek psikologis lainnya yang diakibatkan oleh penggunaan media sosial. Remaja yang berada di fase perkembangan psikologis, menjadi penyumbang terbesar pengguna media sosial. Minimnya edukasi mengenai penggunaan media sosial yang sehat menyebabkan kecanduan semakin meningkat. Berangkat dari masalah tersebut, dirancang sebuah kampanye pengelolaan kebiasaan media sosial yang sehat dengan mengangkat isu kecanduan media sosial. Dengan dirancangnya kampanye tersebut, diharapkan dapat memberi wawasan dan dorongan kepada remaja untuk menerapkan penggunaan media sosial yang sehat dan seimbang.Kata kunci: Kampanye, Kecanduan, Media Sosial, Remaja----- The use of social media and mental health has a strong correlation. Recent research shows that the time spent on social media affects the quality of mental health. Addiction is one of the most common problem that arise in addition to other psychological effects caused by the use of social media. Teenagers who are in the phase of psychological development are the biggest contributors to social media users. The lack of education about healthy use of social media causes addiction to increase. Based on this problem, a campaign for managing healthy social media habits was designed by raising the issue of social media addiction. With this campaign, it is hoped that it can provide insight and encouragement to teenagers to implement a healthy and balanced use of social media.Keywords: Campaign, Social Media, Addiction, Teenage