Institut Teknologi Nasional: Jurnal Itenas Online
Not a member yet
1717 research outputs found
Sort by
Workshop Eksplorasi Smartphone dalam Pembuatan Foto Profesional untuk Produk dan Jasa UMKM Komunitas Le93nd di Bandung
ABSTRAKBanyaknya usaha rumahan yang tumbuh pesat di tengah pandemik menyebabkan banyaknya usaha untuk menyajikan promosi yang efektif, bagus serta tepat sasaran sehingga menarik calon pembelinya. Salah satu cara yang mudah dilakukan untuk mempromosikan dagangan serta jasa yang ditawarkan adalah melalui media sosial, namun tampilan dan performa visual yang ditampilkan masih kurang representatif dan terkesan masih dibuat asal-asalan. Foto produk bisa dihasilkan dengan menggunakan fotografi smartphone, namun pelatihan khusus perlu diberikan kepada para pelaku usaha yang akan membuat foto produknya sendiri. Kegiatan Workshop eksplorasi Smartphone dalam pembuatan foto profesional untuk produk dan Jasa di Komunitas Le93nd Bandung diselenggrakan dengan cara pelatihan langsung menggunakan model pembelajaran Learning by Doing Tipe DORA (Doing, Observation, Reflection, Application) ini bisa meningkatkan kemampuan para anggota Le93nd khususnya para anggota di divisi Usaha dan Dagang yang memiliki usaha menengah / UMKM bisa memiliki bekal kemampuan untuk bisa membuat output foto jualan layaknya seperti tampilan professional dengan gawai/ smartphone yang mereka miliki. Dari workshop yang sudah dilaksanakan kepada 30 peserta, 28 di antaranya sudah bisa membuat foto produk menggunakan smartphone dengan cukup representatif. Mereka sudah mengunggah foto di medsos yang biasa mereka unggah dalam menjajakan hasil produknya. Hasil kuesioner dari 28 peserta yang mengisi, 21 peserta mengakui bahwa unggahan dengan foto hasil workshop lebih banyak mendapatkan respon dari orang yang melihat dan juga meningkatkan omset jualannya, yang tentunya pasti foto-foto produknya memiliki tampilan lebih baik daripada sebelum mereka mendapatkan pelatihan. ABSTRACT The significant growth of home business during the pandemic situation causes the owners to do various efforts to promote its products effectively. The effective promotion is hoped to be right on target and can attract the buyers to buy their products. One of the easy ways to do related to this case is by promoting the offered products through the social media. But the problem is the visual performance of the shown products is not representative enough and poorly designed. The pictures of the products actually can be taken by using the smartphone camera and edited through the available applications in it. To be able to help the owners of the home business create their own excellent product photos, they need to join special workshop related to the smartphone exploration in designing professional product and service photos. The workshop of smartphone exploration in designing professional product and service photos in Le93nd community Bandung will be held by conducting direct training. The direct training is applied through Learning by Doing with DORA (Doing, Observation, Reflection, Application) method. This training is hoped to help Le93nd members, especially those who are in Business and Trading division and own micro and medium enterprises, to acquire some skills that can be used to create the photos that show their products and services like the photos that are produced by professionals by using their smartphone. The workshop was then conducted. There were 30 participants who joined. 28 of them have been able to produce some photos that are representative enough to be able to be shown on their product or service photo galleries on their social media. The 21 of 28 people who participated in filling the given questionnaire related to this event admit that they get more responses from the people who look at their products on their photo galleries which they put on their social media than usual. They also admit that their income is better after they show those photos, and certainly their product and service photos are better in performance than before they joined the workshop.Â
Pengembangan dan Inovasi Desain Berbasis Bambu di Desa Mandalagiri Leuwisari Tasikmalaya
ABSTRAKIndustri kriya berbahan anyaman bambu merupakan keunggulan khas yang dari segi desain masih dapat terus dikembangkan karena memiliki potensi yang tidak terbatas. Termasuk perluasan penggunaan anyaman bambu ke dalam perlengkapan interior. Program PkM diselenggarakan di sentra anyaman bambu kampung Paniis Desa Mandalagiri Kecamatan Sukawarna kabupaten Tasikmalaya Berbagai elemen interior yang dapat menggunakan material anyaman bambu antara lain, partisi, plafon, lighting, furnitur dan objek lain yang bersifat komponen atau asesoris interior.ABSTRACTThe handicraft industry made from woven bamboo is a distinctive advantage which in terms of design can still be developed because it has unlimited potential. Including the expansion of the use of woven bamboo into interior fixtures. The Community Service Program is held at the center of woven bamboo, Paniis Village, Mandalagiri Village, Sukawarna District, Tasikmalaya Regency. Various interior elements that can use woven bamboo materials include partitions, ceilings, lighting, furniture and other objects that are interior component or accessories
Visualisasi Re-Desain Gedung SMA Negeri 1 Terbanggi Besar di Kabupaten Lampung Tengah, Propinsi Lampung
ABSTRAKSMAN 1 Terbanggi Besar merupakan salah satu sekolah menengah atas favorit di Lampung Tengah dengan segudang prestasi akademik dan non akademik sejak tahun 1965. Namun seiring berjalannya waktu pihak SMAN 1 Terbanggi Besar berencana untuk melakukan peremajaan gedung, penambahan dan perbaikan fasilitas fisik sekolah yang termasuk dalam program kerja tahunan SMAN 1 Terbanggi Besar. Kepala Sekolah kemudian menggandeng Tim Pengabdian dari Institut Teknologi Sumatera yang dalam hal ini sebagai penyedia tenaga ahli desain bangunan (Arsitek) untuk membantu percepatan program pembangunan gedung baru di SMAN 1 Terbanggi Besar. Menggunakan metode serta tahapan kegiatan berupa kegiatan observasi dan pengumpulan data/informasi, analisis data dan perencanaan, proses desain hingga pertanggungjawaban hasil kegiatan dalam bentuk luaran yaitu jasa konsultasi desain dengan tenaga ahli Arsitek, produk desain yang berupa hasil desain gambar 2-dimensi (2D), 3-dimensi (3D) dan video visualisasi serta publikasi media massa elektronik. Hasil luaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dimanfaatkan tidak hanya sebagai bagian dari percepatan pembangunan sekolah, namun juga untuk perbaikan tampilan web sekolah yang sudah lama terbengkalai dengan menampilkan visualisasi video 3 dimensi gedung SMAN 1 Terbanggi Besar, sehingga menjadi motivasi dan semangat baru bagi siswa-siswi SMAN 1 Terbanggi Besar untuk lebih percaya diri dalam berprestasi ABSTRACTSMAN 1 Terbanggi Besar was established in 1965 and has become one of the favourite high schools in Central Lampung with a lot of academic and non-academic achievements. With current development, SMAN 1 Terbanggi Besar are planning to renovate buildings, add facilities and repair the school's physical facilities which are included in the annual work program of SMAN 1 Terbanggi Besar. The school Principal collaborates with the team from the Institute Technology of Sumatera, which provide building design experts (Architects) to help accelerate the school program for the construction of a new building at SMAN 1 Terbanggi Besar. The methods used in this process are site observation and data/information collection activities, data analysis and planning, and also the design process. The design processes are including design consulting services with Architect experts, design products in the form of 2-dimensional (2D), 3-dimensional (3D) images, and visualization videos also electronic mass media publications. The outputs of this activity are used not only as part of accelerating school development but also to improve the school's web that has been neglected for a long time. The new website will be displaying a 3-dimensional video visualization of the SMAN 1 Terbanggi Besar building so that it becomes a new motivation and enthusiasm for the students of SMAN 1 Terbanggi Besar to be more confident
Analisis Kegunaan Ruang Kreatif bagi Komunitas Lokal di Daerah 3T
Saat ini ruang kreatif sebagai media berkarya sudah banyak diterapkan di beberapa kota besar semenjak Era Reformasi. Ruang kreatif berdiri dengan beragam bentuk dan fokus yang dikembangkannya, bukan hanya pada bidang kreatif saja, namun juga pada bidang budaya, teknologi, sosial, dan bisnis. Berdirinya ruang kreatif (creative space) memberikan wadah atau tempat bernaung bagi insan kreatif untuk saling berbagi informasi satu sama lain. Di Indonesia sendiri, semangat berkreasi ini sudah semakin menyebar termasuk ke daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang masih ada. Walaupun minim akan sarana dan prasarana, umumnya ruang kreatif yang ada di daerah 3T masih sarat akan budaya lokal yang menjadi keunikan tersendiri pada komunitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan ruang kreatif sebagai media pengembangan individu di daerah 3T dan menjelaskan tentang bagaimana ruang kreatif tersebut mampu mempengaruhi kegiatan yang terdapat di daerah yang akan diteliti yaitu di komunitas Lakoat Kujawas yang berada di Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur.Kata kunci: ruang kreatif, daerah 3T, kegiatan kreatif, peranan ruang
Kajian Penerapan Carbon Tax pada Industri Konstruksi di Singapura dan Indonesia
ABSTRAKPerumahan Tataka Puri merupakan salah satu kawasan berkembang di Kabupaten Tangerang. Perlu diperhatikan masalah hidrologi yang mungkin akan terjadi dikarenakan pada awalnya daerah ini merupakan daerah resapan air, sehingga dibutuhkan perencanaan yang baik untuk sistem drainasenya. Untuk itu akan direncanakan konsep zero delta run off dengan teknologi ekodrainase, agar tidak menambah beban drainase menuju outlet. Dicobakan 5 skenario sistem drainase pada penelitian ini, skenario 1 (saluran drainase konvensional), skenario 2 (saluran drainase dengan kolam retensi), skenario 3 (saluran drainase dengan bioretensi), skenario 4 (saluran resapan) dan skenario 5 (kombinasi bioretensi dan kolam retensi). Dengan acuan debit banjir 5 tahun sebelum kawasan terbangun sebesar 0,331 m3/detik, dari 5 skenario yang diteliti terdapat 2 skenario yang memenuhi konsep zero delta run off, yaitu skenario 2 dan skenario 5 dengan debit banjir 5 tahun pada perumahan dapat ditampung seluruhnya dengan teknologi ekodrainase sehingga tidak ada debit banjir menuju outlet.Kata kunci: kebijakan pajak karbon, emisi karbon, carbon tax ABSTRACTA carbon tax is a policy scheme to support carbon emission reduction. Since 2019, Singapore has implemented a policy of carbon pricing. Currently, Indonesia is in the early stages of implementing the policy, which is planned to be effective in 2022. However, several things eed to be carefully prepared. This research aims to study the implementation of carbon tax policies in Singapore and Indonesia through literature review and interviews. Furthermore, a comparative analysis was carried out to identify the potential implementation of Indonesia's carbon tax policy in the future, particularly in the construction industry. It is due to its significant impact on carbon emissions in Indonesia. Several parameters that need to be immediately regulated by Indonesia are the limit/cap, carbon exchange, reporting system, and responsible institutions. In addition, the determination of the threshold value, the exchange of carbon emissions including the reporting system, the qualifications of the experts involved, as well as the integration between the ministries responsible for the carbon tax in Indonesia also need to be well planned.Keywords: carbon tax policy, carbon emissions, carbon ta
Penerapan Konsep Zero Delta Run-Off pada Perumahan Tataka Puri, Kabupaten Tangerang
ABSTRAKPerumahan Tataka Puri merupakan salah satu kawasan berkembang di Kabupaten Tangerang. Perlu diperhatikan masalah hidrologi yang mungkin akan terjadi dikarenakan pada awalnya daerah ini merupakan daerah resapan air, sehingga dibutuhkan perencanaan yang baik untuk sistem drainasenya. Untuk itu akan direncanakan konsep zero delta run off dengan teknologi ekodrainase, agar tidak menambah beban drainase menuju outlet. Dicobakan 5 skenario sistem drainase pada penelitian ini, skenario 1 (saluran drainase konvensional), skenario 2 (saluran drainase dengan kolam retensi), skenario 3 (saluran drainase dengan bioretensi), skenario 4 (saluran resapan) dan skenario 5 (kombinasi bioretensi dan kolam retensi). Dengan acuan debit banjir 5 tahun sebelum kawasan terbangun sebesar 0,331 m3/detik, dari 5 skenario yang diteliti terdapat 2 skenario yang memenuhi konsep zero delta run off, yaitu skenario 2 dan skenario 5 dengan debit banjir 5 tahun pada perumahan dapat ditampung seluruhnya dengan teknologi ekodrainase sehingga tidak ada debit banjir menuju outlet.Kata kunci: zero delta run off, ekodrainase, debit banjir kawasan ABSTRACTTataka Puri Housing is one of the developing areas in Tangerang Regency. It is necessary to pay attention to hydrological problems that may occur because initially this area was a water catchment area in the form of rice fields and gardens, so good planning for the drainage system is needed. For this reason, a zero delta run off concept will be planned, so as not to increase the drainage load to the outlet. 5 scenarios of the drainage system were tested in this study, scenario 1 (conventional drainage channels), scenario 2 (drainage canals with retention ponds), scenario 3 (drainage canals with bioretention), scenario 4 (infiltration canals) and scenario 5 (combination of bioretention and ponds). retention). With reference to the 5-year flood discharge before the built-up area was 0.331 m3/second, from the 5 scenarios studied there were 2 scenarios that met the zero delta run off concept, scenario 2 and scenario 5 with 5-year flood discharge in housing that could be accommodated entirely with ecodrainage technology so there is no flood discharge to the outlet.Keywords: zero delta run off, ecodrainage, area flood discharg
PEMANFAATAN KITOSAN DAN KARBON AKTIF DARI AMPAS TEH DALAM MENURUNKAN LOGAM KADMIUM DAN ARSEN PADA LIMBAH INDUSTRI PT X
Industri tekstil sebagai salah satu komoditas unggulan industri di Indonesia, yang dalam proses produksinya menggunakan bahan pewarna berupa dyes berpotensi menyebarkan logam berat yang terkandung dalam limbahnya apabila limbah cair hasil produksi industri tekstil tidak diolah dengan baik. Salah satu metode penghilangan logam berat pada limbah yaitu menggunakan metode adsorpsi menggunakan biosorben. Pada penelitian ini telah berhasil disintesis adsorben hasil kombinasi kitosan dan karbon aktif dari ampas teh. Hasil karakterisasi diperoleh kadar karbon terikat sebesar 78,09%. Tahap awal dilakukan pengujian kandungan logam berat pada PT X dan diperoleh kandungan awal logam kadmium (Cd) sebesar 1,15 mg/L dan logam arsen (As) sebesar 5,74 mg/L. Biosorben kombinasi kitosan dan karbon aktif dari ampas teh diaplikasikan sebagai adsorben dalam penghilangan logam berat kadmium (Cd) dan arsen (As) pada limbah industri tekstil PT X dengan variasi massa adsorben. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penambahan karbon aktif sebesar 1,4 gr menghasilkan persen efektivitas tertinggi dalam penghilangan logam berat kadmium (Cd) sebesar 92,50% dan arsen (As) sebesar 85,32%
Sistem Monitoring Kelembaban Tanaman Cabai Rawit menggunakan Irigasi Tetes Gravitasi berbasis Internet Of Things (IoT)
ABSTRAKTanaman cabai rawit dapat tumbuh optimal pada kelembaban tanah 60%-80% dengan suhu udara rata-rata 18 – 30 derajat celcius. Penyiraman yang ada saat ini masih menggunakan sistem manual yang akan membuat kerugian dalam waktu dan tenaga. Selain itu penyiraman secara manual juga memboroskan air dan dapat membuat tanaman layu. Pada studi ini diusulkan sebuah sistem untuk membantu menjaga kelembaban tanaman cabai dengan menggunakan teknik irigasi tetes gravitasi yang dapat dipantau secara online dan realtime pada sebuah aplikasi android dan google spreadsheet. Hasil pengujian menunjukan bahwa sistem ini mampu menjaga kelembaban tanah pada nilai 60%-80% dengan volume air yang digunakan sebanyak 26,67 mililiter/menit. Hasil rata-rata seluruh pengujian akurasi sensor dan motor servo menghasilkan nilai yang cukup baik dengan ratarata error sebesar 1,96% dan akurasi sebesar 98,04%. Selanjutnya hasil pengujian QoS untuk delay masuk pada kategori bagus dengan rata-rata 177,99 ms dan packet loss masuk kategori sangat bagus dengan nilai sebesar 0,02%.Kata kunci: Irigasi Tetes, Kelembaban, IoT, Firebase, Spreadsheet ABSTRACTCayenne pepper plants can grow optimally at 60%-80% soil moisture with an average air temperature of 18 – 30 degree celcius. The current watering still uses a manual system which will result in a loss of time and effort. In addition, manual watering also wastes water and can make plants wither. In this study, a system is proposed to help maintain the humidity of chili plants by using gravity drip irrigation techniques that can be monitored online and in real time on an android application and google spreadsheet. The test results show that this system is able to maintain soil moisture at a value of 60%-80% with the volume of water used as much as 26.67 milliliters/minute. The average results of all sensor and servo motor accuracy tests produce a fairly good value with an average error of 1.96% and an accuracy of 98.04%. Furthermore, the QoS test results for delay are in the good category with an average of 177.99 ms and packet loss is in the very good category with a value of 0.02%.Keywords: Drip Irrigation, Humidity, IoT, Firebase, Spreadshee
Rancang Bangun Instalasi Uji Akurasi Meter Air untuk Studi Pengaruh Tekanan Air
ABSTRAKPada distribusi air bersih kepada konsumen, tekanan permulaan biasanya dibuat lebih tinggi dan sering berubah pada saat aliran. Kondisi ini dapat mempengaruhi akurasi meter air, meskipun alat ini didesain untuk dapat beroperasi pada rentang tekanan lebar. Oleh karenanya, pada penelitian ini, prototipe instalasi uji dibuat untuk mempelajari pengaruh tekanan air pada akurasi meter air secara bersamaan. Prototipe ini terdiri dari dua pompa yang mampu menghasilkan tekanan air tinggi, sensor tekanan posisi hulu dan hilir, pengatur aliran, sensor aliran, meter air, sensor suhu, dan sebuah sistem akuisisi data nirkabel dengan perhitungan otomatis. Hasil kalibrasi menunjukan bahwa semua sensor memiliki rata-rata akurasi 99,4% dan presisi 99,7%. Hasil pengujian akurasi meter air pada kenaikan tekanan dari 0,5 bar ke 4,5 bar menunjukan nilai kesalahan meter air yang semakin meningkat dari 5,1% menjadi 7,2%, sehingga pada studi ini dapat dilakukan pengujian akurasi meter air pada tekanan air yang lebih tinggi dibandingkan dengan penelitian sebelumnya.Kata kunci: tekanan, akurasi, instalasi uji, perhitungan otomatis ABSTRACTIn the water distribution, the starting pressure is usually made higher and frequently changes during the flow. This condition can affect the accuracy of water meter, though it was designed to be operated at a wider pressure range. Therefore, a prototype of testing installation is assembled to study the effect of the water pressure to the water meter accuracy simultaneously. It consists of two pumps which able to generate high water pressure, pressure sensor (upstream and downstream), flow regulator, flowmeter sensor, water meter, temperature sensor, and wireless data acquisition system with automatic calculation. Calibration results show that all sensors have average accuracy of 99.4% and precision of 99.7%. Water meter accuracy testing results at the increasing pressure from 0,5 bar to 4,5 bar show that water meter error values increase from 5,1% to 7,2%, so this study can perform accuracy test at a higher water pressure as compared to the previous research.Keywords: pressure, accuracy, testing installation, automatic calculatio