Institut Teknologi Nasional: Jurnal Itenas Online
Not a member yet
1717 research outputs found
Sort by
PENGARUH WAKTU FLOKULASI PADA PROSES KOAGULASI FLOKULASI DENGAN BIOKOAGULAN KELOR UNTUK MENYISIHKAN KADAR BESI AIR SUMUR
Salah satu sumber air baku air minum yang sering digunakan adalah air sumur. Air sumur pada umumnya mempunyai kualitas yang lebih baik dibanding air permukaan. Masalah yang sering ditemui pada air sumur adalah airnya terkadang mengandung logam besi (Fe) yang tinggi. Fe yang tinggi dapat menimbulkan gangguan kesehatan, menimbulkan bau yang menyengat dan gangguan estetika akibat perubahan warna air. Dalam penelitian ini digunakan proses koagulasi flokulasi untuk menurunkan kandungan Fe di dalam air sumur dengan menggunakan biji kelor sebagai biokoagulan. Percobaan ini menggunakan variabel utama waktu flokulasi dengan rentang 10-30 menit dengan interval 2 menit. Pengaruh waktu flokulasi pada penyisihan Fe juga dikaji pada variabel yang ikut mempengaruhi penyisihan Fe seperti  ukuran flok, C-organik air hasil koagulasi dan kadar air dalam flok. Waktu koagulasi yang digunakan adalah selama 1 menit dengan kecepatan 100 rpm, kecepatan flokulasi 40 rpm, waktu pengendapan 60 menit, dan dosis kelor yang digunakan 33 mg/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu flokulasi optimum penyisihan Fe adalah 18 menit
Klasifikasi Kanker Kulit menggunakan Metode Convolutional Neural Network dengan Arsitektur VGG-16
ABSTRAKKanker kulit merupakan penyakit yang ditimbulkan oleh perubahan karakteristik sel penyusun kulit dari normal menjadi ganas, yang menyebabkan sel tersebut membelah secara tidak terkendali dan merusak DNA. Deteksi dini dan diagnosis yang akurat diperlukan untuk membantu masyarakat mengindentifikasi apakah kanker kulit atau hanya kelainan kulit biasa. Pada studi ini, dirancang sebuah sistem yang dapat mengklasifikasi kanker kulit dengan memanfaatkan citra kulit pasien yang kemudian diolah menggunakan metode Convolutional Neural Network (CNN) arsitektur VGG-16. Dataset yang digunakan berupa citra jaringan kanker sebanyak 4000 gambar. Proses diawali dengan input citra, pre-processing, pelatihan model dan pengujian sistem. Hasil terbaik diperoleh pada pengujian tanpa pre-processing CLAHE dan Gaussian filter, dengan menggunakan hyperparameter optimizer SGD, learning rate 0,001, epoch 50 dan batch size 32. Akurasi yang diperoleh sebesar 99,70%, loss 0,0055, presisi 0,9975, recall 0,9975 dan f1-score 0,9950.Kata kunci: Kanker kulit, CNN, VGG-16 ABSTRACTSkin cancer is a disease caused by changes in the characteristics of skin cells from normal to malignant, which causes the cells to divide uncontrollably and damage DNA. Early detection and accurate diagnosis are necessary to help the public identify whether skin cancer or just a common skin disorder. In this study, a system was designed that can classify skin cancer by utilizing images of patients' skin which is then processed using the Convolutional Neural Network (CNN) method of VGG-16 architecture. Dataset used in the form of cancer tissue imagery as many as 4000 images. The process begins with image input, pre-processing, model training and system testing. The best results were obtained on testing without pre-processing CLAHE and Gaussian filters, using hyperparameters, SGD optimizer, learning rate 0.001, epoch 50 and batch size 32. Accuracy obtained by 99.70%, loss 0.0055, precision 0.9975, recall 0.9975 and f1-score 0.9950.Keywords: Skin cancer, CNN, VGG-1
Model Proses Pengolahan Air Laut Metode Reverse Osmosis memanfaatkan Sumber Energi Sinar Surya
ABSTRAKTeknologi membrane Cellulose Triacetate (CTA), Hollow Fiber (HF) dan Sel Surya Perovskite. Kemampuan membrane mereduksi air garam dan Perovskite mengonversi sinar surya. Model proses pemurnian air laut Reverse Osmosis (RO) menjadi air bersih di mana kebutuhan energi spesifik ditekan menggunakan Energi Dukung Turbin (EDT). Produksi air bersih kapasitas 3000 m3 per jam dengan kebutuhan energi spesifik (KES) 43,589.7 kWh. Efisiensi 50% KES kontribusi dari EDT dan membrane meredusi garam 99,5%. Kombinasi RO dan Perovskite serta didukung EDT efisiensi tinggi diperoleh dan dapat menurunkan tingkat gas emisi setara 1,547,048 ton CO2e per tahun.Kata kunci: air bersih, CO2, membrane, reverse osmosis, sel surya ABSTRACTTechnology of membrane is Cellulose Triacetate (CTA), Hollow Fiber (HF) and Perovskite Solar Cell. Membrane performance is to reduce of salt substance and Perovskite to convert irradiance. Model seawater purification process Reverse Osmosis (RO) converts into clean water however the requirement of specific energy is reduced which utilize of Energy Recovery Turbin (EDT). Production of clean water capacity 3000 m3 per hour require Specific Energy Consumtion (KES) 43,589.7 kWh of electrical energy. Efficiency 50% of KES is constribution of EDT and performance of membrane to reduce salt substance 99,5 %. The combination of RO and Perovskite as well as EDT has reached significant efficiency and the gas emissions is reduced to aproximatly 1,547,048 ton CO2e per year.Keywords: clean water, CO2, membrane, reverse osmosis, solar cel
Kajian Gaya Arsitektur Tradisional Jawa pada Villa So Long
Sebagai tempat peristirahatan, villa harus mempertimbangkan kenyamanan pengunjung, selain kenyamanan, villa juga harus memperhatikan keindahan arsitektur pada bangunannya. Banyak bangunan villa yang gaya arsitekturnya diadaptasi dari lokasi maupun alam disekitarnya, selain menjadi ciri khas juga sebagai bentuk pelestarian terhadap arsitektur setempat, salah satu contohnya adalah Villa So Long yang terletak di kabupaten Banyuwangi menggunakan gaya arsitektur tradisional Jawa. Penerapan gaya arsitektur tradisional Jawa terlihat pada tampak bangunan meliputi atap, dinding, bukaan, ornamen, bentuk, pemilihan jenis material, warna serta interior. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan melihat objek studi pada bangunan Villa So Long, untuk pengumpulan dan analisis data yaitu mengumpulkan informasi dan mengembangkan suatu teori yang sesuai terhadap tampilan bangunan Villa So Long. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk melihat gaya arsitektur tradisional Jawa pada Villa So Long. Kemudian diperoleh hasil dan kesimpulan dari penelitian ini yaitu villa So Long banyak mengadaptasi gaya arsitektur tradisional Jawa bukan hanya pada tampilan tetapi juga pada interior bangunan. Dengan adanya kajian ini diharapkan dapat digunakan sebagai referensi untuk merancang bangunan yang mengusung gaya arsitektur tradisional Jawa, sehingga selain untuk melestarikannya namun juga untuk memperkenalkan arsitektur tradisional kepada seluruh penjuru dunia. Kata kunci: arsitektur, tradisional, vill
Kajian Pengalaman Estetis Pengunjung pada Terrassen Tea House and Eatery Yogyakarta
Penelitian ini berangkat dari menjamurnya bisnis kuliner berupa cafe dan restoran di Yogyakarta. Untuk bersaing, cafe maupun restoran berusaha menonjolkan keunikannya agar dapat menarik minat pengunjung. Salah satunya adalah Terrassen Tea House and Eatery Yogya. Subjek dan objek estetis memiliki hubungan erat. Elemen interior akan menjadi sebuah objek estetis ketika subyek estetis atau pengunjungnya berusaha mengapreasiasi dan menikmati objek estetis. Salah satu tujuan pengunjung mendatangi cafe atau restoran adalah mencari suasana baru. Suasana pada ruang dapat dibangun dengan menerapkan elemen dasar desain interior. Pengunjung yang merasakan, mengamati, dan menikmati suasana ruang dapat mengalami pengalaman estetis akan ruang interior Terrassen. Penelitian ini bertujuan membahas mengenai elemen dasar desain apa yang dapat membangkitkan pengalaman estetis pengunjung dan pengalaman estetis apa yang didapatkan ketika berada di Terrassen. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif. Hasil temuan yang didapat oleh penulis adalah elemen warna hijau pada dekorasi tanaman dapat membangkitkan pengalaman estetis pengunjung berupa perasaan relaksasi, segar dan nyamanKata kunci: objek estetis, elemen interior, suasana interior, pengalaman estetis
Desain Pola Sirkulasi dan Tatanan Massa pada Kawasan Resort Glamping Lakeside Rancabali Ciwidey
ABSTRAK
Sirkulasi menggambarkan sebuah pola pergerakan baik kendaraan maupun manusia disekitar tapak atau bidang yang bisa mempengaruhi pergerakan atau kegiatan disekitarnya. Massa sebagai elemen site yang dapat tersusun dari massa berbentuk bangunan dan vegetasi, kedua-duanya baik secara individual maupun kelompok menjadi unsur pembentuk ruang outdoor. Ruang luar adalah sebuah ruang yang terbentuk oleh batas horizontal (bawah bentang alam) dan batas vertical (massa bangunan atau vegetasi).
Glamping Lakeside merupakan sebuah kawasan resort dengan beberapa macam fungsi yang tersedia di dalamnya. Pola sirkulasi pada kawasan resort Glamping Lakeside Rancabali terbentuk dari pembukaan lahan perkebunan teh. Pola sirkulasi pada kawasan ini memperlihatkan keunikan dalam segi bentuk maupun material yang digunakan. Massa bangunan terletak di sepanjang jalan atau jalur sirkulasi di dalam kawasan Glamping Lakeside Rancabali. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metoda deskriptif kualitatif yaitu untuk mendapatkan teori yang digunakan dan metoda kuantitatif untuk menunjukkan perbandingan yang ada pada studi literatur dan data objektif yang didapat dari kawasan yang diteliti.
Kata kunci: sirkulasi, tatanan massa, resort, Glamping Lakeside Rancabali
ABSTRACT
Circulation describes a movement of a pattern both vehicle or human around the field that affect the movement or activity around it. Mass as a site element that composed by building mass and vegetation, both of them individually or group become the form element of outdoor space. Outdoor space is a space that formed by horizontal border (below the landscape) and vertical border (building mass or vegetation).
Glamping Lakeside is a resort area with various function inside. Circulation pattern of Glamping Lakeside Rancabali Resort Area formed by opened the tea plantation. The pattern shows the unique side as well as the used of the material. The building mass is located along the way or the circulation path inside Glamping Lakeside Rancabali Resort Area. The research use qualitative method to get the theory and quantitative method to compare the literature and the objective data from the research area.
Keywords: circulation, mass building, resort, Glamping Lakeside Rancabal
Optimasi Penempatan Tower Crane terhadap Waktu Siklus pada Proyek X
ABSTRAKKegiatan konstruksi adalah suatu rangkaian kegiatan yang saling berkaitan dan mempunyai tujuan tertentu. Tujuan dari proyek konstruksi adalah mampu merealisasikan kegiatan proyek secara efektif dan efisien dengan batasan biaya, mutu dan waktu. Untuk mencapai tujuan tersebut, tentunya diperlukan keefektifan dari masing-masing komponen kegiatan di dalamnya. Salah satu kegiatan yang sangat berperan menjamin keberlangsungan proyek konstruksi adalah kinerja alat berat Tower Crane. Tower Crane akan efektif apabila penempatannya optimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mencari posisi optimal agar Tower Crane dapat bekerja secara efektif dan efisien. Dengan melakukan pendekatan permodelan skenario penempatan Tower Crane, juga hasil wawancara dan studi literatur, maka akan memperoleh hasil yaitu dua titik optimal di masing-masing Tower Crane berdasarkan perbandingan waktu siklus dan produktivitas di posisi eksistingnya.Kata kunci: permodelan skenario, produktivitas, proyek konstruksi, tower crane, waktu siklus ABSTRACTConstruction activities are a series of activities that are interrelated and have a specific purpose. The purpose of a construction project is to be able to realize project activities effectively and efficiently within the constraints of cost, quality and time. To achieve this goal, of course, the effectiveness of each component of the activities in it is needed. One of the activities that play a very important role in ensuring the sustainability of construction projects is the performance of Tower Crane. Tower Crane will be effective if the placement is optimal. Therefore, this research aims to find out the optimal position so that the Tower Crane can work effectively and efficiently. By approaching the Tower Crane placement scenario modeling, also the results of interviews and literature studies, it will obtain the results of two optimal points in each Tower Crane based on the comparison of productivity in its existing position.Keywords: bottom ash, cement mortar, substitute for fine aggregat
Visual Storytelling dalam mengenalkan Gangguan Sleep Paralysis melalui picture book untuk anak (Studi Kasus Buku “Berpetualang ke Dunia Tidur bersama Molly dan Peri Lunora)
Sleep paralysis adalah kondisi dimana kita mengalami kelumpuhan pada saat tidur. Tubuh menjadi tidak mampu bergerak Ketika sedang tidur ataupun Ketika hendak bangun tidur. Sleep Paralysis biasanya sering diikuti dengan halusinasi seram atau mimpi buruk, kondisi seperti ini terkadang disebut juga dengan tidur belum sempurna karena siklus tidurnya terganggu. Pada umumnya halusinasi seram itu sendiri menyebabkan persepsi di masyarakat bahwa ini terjadi karena gangguan makhluk halus bukan karena kondisi kesehatan. Informasi seperti tentu saja akan ada dimana-mana tanpa terkecuali pada anak. Oleh karena itu bagian dari upaya untuk mengedukasi anak mengenai sleep paralysis ini adalah melalui buku cerita bergambar. Dimana konten yang disajikan harus sesuai dengan karakter pembaca anak. Oleh karena itu pertimbangan visual storytelling pada buku tersebut menjadi bagian yang penting untuk bisa menyampaikan dengan cara yang tepat pada anak.Kata kunci: Buku cerita bergambar, visual storytelling, sleep paralysis, anak-----Sleep paralysis is a condition where we experience paralysis during sleep. The body becomes unable to move when it is sleeping or when it is about to wake up. Sleep paralysis is usually often followed by scary hallucinations or nightmares, this condition is sometimes called imperfect sleep because the sleep cycle is disrupted. In general, the spooky hallucinations themselves lead to the perception in society that these are caused by disturbances from spirits, not health conditions. Such information, of course, will be everywhere, without exception for children. Therefore part of the effort to educate children about sleep paralysis is through picture story books. Where the content presented must be in accordance with the character of the child reader. Therefore, consideration of visual storytelling in the book is an important part of being able to convey it in the right way to children. Keywords: Picture story books, visual storytelling, sleep paralysis, childrenÂ
Implementasi Arsitektur InceptionResNet-v2 dan Squared Hinge Loss (Studi Kasus Klasifikasi Pose Yoga)
ABSTRAKAplikasi computer vision dapat digunakan untuk mengurangi kecelakaan yang terjadi ketika melakukan yoga akibat postur tubuh saat melakukan yoga yang tidak tepat. Pada penelitian, dilakukan sebagai langkah awal dalam penentuan model klasifikasi yang digunakan pada aplikasi yang dapat melakukan koreksi postur tubuh saat yoga. Penelitian dilakukan dengan mengklasifikasikan 11 studi kasus pose yoga dengan mengimplementasikan arsitektur InceptionResnet-v2 dan Squared Hinge Loss. Pada hasil yang didapatkan, model dengan kinerja terbaik diperoleh pada learning rate 0.0001, epoch 200, scaling residual InceptionResnet blok A 0.15, blok B 0.1, dan blok C 0.2, serta blok InceptionResnet 5 iterasi, B 10 iterasi, dan C 5 iterasi dengan kinerja arsitektur berdasarkan hasil evaluasi performa model didapatkan 89.98% accuracy, 90.38% precision, 89.79% recall, 89.83% F1 score, and 99% specificity pada pengujian 888 data uji dengan 11 pose yoga berbeda. Rata-rata pengujian waktu klasifikasi 1.301s dan loss 0.9494.Kata kunci: CNN, InceptionResnet-v2, Klasifikasi Citra, Squared Hinge Loss, YogaABSTRACTComputer vision applications can be used to reduce accidents caused by improper posture while doing yoga. In this study, it was carried out as a first step in determining the classification model used in applications that can make corrections to a body posture while doing yoga. The research was conducted to classify 11 case studies of yoga poses by implementing the InceptionResnet-v2 architecture and Squared Hinge Loss. In the results, the model with the best performance was obtained at a learning rate of 0.0001, epoch 200, scaling residual InceptionResnet block A 0.15, block B 0.1, and block C 0.2, and 5 iteration of InceptionResnet block A, 10 iterations of block B, and 5 iterations of block C. The results of the model performance evaluation obtained 89.98% accuracy, 90.38% precision, 89.79% recall, 89.83% F1 score, and 99% specificity in the test of 888 test data with 11 different yoga poses and 1.301s average testing time of the classification model and loss 0.9494.Keywords: CNN, Image Classification, InceptionResnet-v2, Squared Hinge Loss, Yog
ADISI MASSA BARU SECARA KONTEKSTUAL PADA MUSEUM TAI KWUN
Adisi massa pada suatu kawasan terkadang dibutuhkan dalam pemenuhan kebutuhan maupun tujuan tertentu dari suatu tempat misalnya untuk pemeliharaan, redesain, pengembangan kawasan dan sebagainya. Akan tetapi penambahan massa terkadang dilakukan semena-mena padahal memiliki caranya tersendiri untuk beradaptasi pada sekitarnya sehingga lingkungan disekelilingnya memiliki transisi yang lebih halus dan sesuai dengan tema yang ada. Maka dari itu dibutuhkan suatu pendekatan dan ketentuan untuk menjadi pedoman dalam melakukan penambahan dalam kawasan yang dibungkus dalam konsep kontekstualitas. Kajian ini dapat dikatakan penting karena sedikitnya pembahasan mengenai adisi yang sesuai konteks terutama pada obyek museum Tai Kwun. Karya tulis ini merupakan contoh penerapan adisi pada suatu kawasan dengan berlandaskan kontekstualisme dari suatu tempat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adisi pada bangunan dapat menambah fungsi akan tetapi tetap menyesuaikan tema dari bangunan lama yang ada. Diharapkan kajian ini dapat memberikan contoh pendekatan analisis deskriptif yang kualitatif dalam kaitannya dengan perancangan arsitektur dan menjadi acuan dalam proses mendesain dalam penambahan bangunan yang berlandaskan kontekstualisme tempatnya