Institut Teknologi Nasional: Jurnal Itenas Online
Not a member yet
1717 research outputs found
Sort by
Bentuk Gubahan Massa Terhadap Tatanan Ruang Dalam Hotel
Abstrak Hotel U Janevalla merupakan hunian vertikal yang terletak di Jalan Aceh No. 65, Bandung. Berbeda dengan tipologi hotel lainnya, U Janevalla memiliki gubahan massa yang dinamis sehingga memiliki konsekuensi bentuk yang memengaruhi tatanan ruang dalam terkait kenyamanan spasial dan aktivitas pengguna di dalam bangunan. Perencanaan desain perancang memengaruhi bentuk gubahan massa. Tujuan dari kajian ini adalah mengamati bentuk gubahan massa terhadap tatanan ruang dalam Hotel U Janevalla terkait penerapan persyaratan terhadap kenyamanan spasial. Perencanaan desain meliputi konsep desain, transformasi bentuk, proporsi, dan skala sehingga berpengaruh pada desain ruang kamar, restoran, dan lobi hotel dilihat dari spesifikasi, standar, serta desain furnitur, saniter, dan aksesori ditinjau berdasarkan standar, dimensi, proporsi dan skala, tata letak, dan kelengkapan. Metoda analisis yang digunakan meliputi analisis dengan pendekatan secara kuantitatif, kualitatif, dan mixing method. Hasil akhir pendekataan analisis merupakan pembobotan terhadap tiga pendekatan yaitu data kualitatif, kuantitatif, dan mixing method kemudian diharapkan dapat menunjukkan bagaimana konsekuensi bentuk gubahan massa yang memengaruhi tatanan ruang dalam Hotel U Janevalla serta dijadikan rujukan dalam mendesain gubahan massa agar dapat mengoptimalkan penggunaan ruang dalam hotel. Kata kunci: gubahan massa, tatanan ruang
Kritik Normatif - Sistematik Bangunan Mesjid Al-Irsyad
AbstrakMasjid adalah tempat penting bagi umat islam karena disanalah aktivitas ibadah dan penyebaran agama islam berlangsung. Masjid menjadi tempat utama untuk melakukan kegiatan yang berhubungan dengan ibadah dan keagamaan, kegiatan yang sering dilakukan adalah sholat berjamaah untuk orang yang beragam muslim namun seiring berjalan waktu masjid menjadi tempat sarana bersosialisasi baik secara vertikal maupun horizontal. Tetapi terdapat banyak masjid yang memiliki fasilitas yang diluar dari fungsi kegiatan keagamaan seperti kegaiatan belajar yang dilakukan didalam satu bangunan yang menjadi fungsi masjid. Di Indonesia masjid menjadi sebuah simbol daerah terutama di Pulau Jawa. Masjid menjadi bangunan utama bagi daerah seperti alun-alun yang menjadi titik pusat dari aktivitas kegiatan masyarakat sebuah kota yang berada di daerah Pulau Jawa, karena alun alun menjadi pusat dari aktivitas masyarakat keagamaan maupun aktivitas lainya. Masjid Agung yang mejadi sebagai alun-alun sebuah daerah memiliki fungsi tambahan dari sebuah perkembangan zaman yang terjadi pada saat ini. Masjid Agung menjadi contoh yang nyata bahwa masjid dapat memiliki fungsi yang diluar keagamaan seperti hal nya masjid Al-Irsyard yang menjadi masjid utama di Kota Baru Parahyangan yang berfungsi juga sebagai tempat sekolah islam yang berafiliasi di Singapura sebagai sekolah internasional. Masjid pada jaman sekarang dapat memiliki fungsi ganda selain tempat beribadah karena perkembangan jaman dan budaya yang terus berkembang sehingga masjid menjadi sebuah tempat yang memiliki multi fungsi seperti masjid Al-Irsyard yang digabungkan dengan sebuah sekolah islam internasional. Nilai yang berkembang dengan penambahan fasilitas menjadikan sebuah masjid menjadi tempat yang nyata sebagai aktivitas bersosialisasi secara vertikal maupun horizontal.Kata kunci: Alun-alun kota, islam, mesjid, penyebaran agam
Analisis dan Karakterisasi Potensi Pozzolan Sebagai Sumber Silika (SiO2) Untuk Meningkatkan Nilai Sumber Daya Lokal
ABSTRAKKabupaten Padang Pariaman memiliki sumber daya pozzolan yang belum termanfaatkan secara optimal. Pozzolan adalah bahan yang mengandung senyawa silika dan alumina. Untuk pemanfaatan yang optimal dilakukan analisis dan karakterisasi potensi pozzolan sebagai sumber silika. Silika bisa dimanfaatkan untuk bahan baku utama diberbagai industri, seperti industri gelas, keramik, katalis, pertanian dan untuk pengolahan limbah. Untuk mengetahui potensi pozzolan sebagai sumber silika dilakukan analisis kualitatif dan kuantitaif menggunakan XRD dan XRF. Berdasarkan hasil analisis pola difraksi sinar-X dengan measurement program PANalitycal ditemukan senyawa SiO2 yang tertinggi teramati pada posisi 2θ sebesar 20o dan 26o. Sedangkan analisis XRF dilakukan untuk mendapatkan informasi jumlah elemen dan oksida logam yang terkandung pada pozzolan. Hasil analisi XRF menunjukkan bahwa kadar SiO2 yang terdapat pada pozzolan adalah sejumalh 62,56%. Senyawa lain yang ditemukan pada pozzolan diantaranya Al2O3, SiO2, P2O5, K2O, CaO dan Fe2O3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pozzolan sangat berpotensi untuk dijadikan sumber silika.ABSTRACTPadang Pariaman regency has pozzolanic resources that have not been utilized optimally. Pozzolan is a material containing silica and alumina. For optimal utilization, analysis and characterization of the potential of pozzolan as a source of silica have been done. Silica can be used as a raw material in several industries, for example, glass, ceramic, catalyst industry, farm, and waste treatment. Qualitative and quantitative analyses by XRD and XRF were carried out to investigate pozzolan as a source of silica. Based on x-ray diffraction pattern with measurement of PANalitycal program was found SiO2 compound on 2θ position, 20o dan 26odegree. XRF analysis is used to get information chemical composition of pozzolan. XRF analysis found silica composition is 62,56%. Other compounds also found in pozzolans such as Al2O3, SiO2, P2O5, K2O, CaO, and Fe2O3. The result shows that pozzolan in Padang Pariaman Regency has the potential as a source of silica
Pedoman Perancangan Pusat Informasi Wissata dengan Pendekatan Arsitektur Kontekstual
Sebagai salah satu destinasi wisata yang sudah lama dikenal oleh masyarakat dan wisatawan, Pantai Karang Hawu juga memiliki peran penting dalam upaya mengembangkan pariwisata di Kabupaten Sukabumi. Dengan adanya program-program yang dicanangkan oleh pemerintah untuk lebih mengembangkan sektor pariwisata maka diperlukan beberapa fasilitas penunjang wisata. Salah satunya adalah wadah untuk mencari informasi wisata yaitu dengan adanya Pusat Informasi Wisata pada objek wisata Pantai Karang Hawu. Perencanaan Pusat Informasi Wisata Pantai Karang Hawu ini hanya difokuskan pada objek wisata tersebut. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk menghasilkan pedoman atau kriteria rancangan sebuah Pusat Informasi Wisata yang ada pada suatu objek wisata. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu (1) teori mengenai objek wisata, (2) teori mengenai pusat informasi wisata, dan (3) teori mengenai arsitektur kontekstual. Selain itu, metoda yang dipakai dalam penulisan ini berupa metoda kualitatif yang bersifat deskriptif untuk menguraikan narasi dengan jelas dan komparatif untuk membandingkan antara objek dan kasus studi. Kemudian hasil analisis dari studi preseden terhadap teori menghasilkan suatu pedoman preancangan. Manfaat dari dilakukannya penelitian ini adalah memberikan pedoman perancangan kepada praktisi dalam merencanakan bangunan pusat informasi dalam skala kecil sesuai dengan standar, juga memberikan kontribusi ba gi para akademisi dalam pengembangan ilmu arsitektur.Kata kunci: Pusat Informasi Wisata, arsitektur kontekstual, Pantai Karang Haw
Development of an Omni Directional based Mobile Robot Navigation System using Optimized-Fuzzy Social Force Model
ABSTRAKMembangun sebuah sistem navigasi pada mobile robot yang bergerak di ruang sosial perlu memperhatikan beberapa aspek krusial, seperti menghindari rintangan, menjaga arah hadap robot ke tujuan, dan mencapai tujuan dengan cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem navigasi pada Omnidirectional mobile robot menggunakan Fuzzy-Social Force Model (FSFM). Social Force Model (SFM) mampu menggerakan robot ke tujuan sambil menghindari rintangan. Fuzzy Inference System (FIS) digunakan untuk menghasilkan gain adaptif sebagai salah satu parameter SFM agar respon SFM sesuai dengan masukan dari sensor lidar. Aturan FIS dioptimasi agar mendapatkan nilai optimal menggunakan Particle Swarm Optimization (PSO). Dari hasil percobaan, mobile robot mencapai tujuan lebih cepat dengan selisih 1.59 s dan nilai error heading robot lebih kecil 0.9261 dibandingkan FSFM tanpa optimasi.Kata kunci: Sistem Navigasi, Mobile Robot, Fuzzy-Social Force Model, Optimasi, Particle Swarm Optimization ABSTRACTBuilding a navigation system on a mobile robot moves in social space needs to consider several crucial aspects, such as avoiding obstacles, keeping the robot facing the destination, and reaching the destination quickly. This study aims to develop a navigation system on an Omnidirectional mobile robot using the Fuzzy-Social Force Model (FSFM). The Social Force Model (SFM) guides the mobile robot to its destination while avoiding obstacles. The Fuzzy Inference System (FIS) produces adaptive gain as one of the SFM parameters so that the response of the SFM matches the data of the lidar sensor. The rule base of FIS is optimized to get the optimal value using Particle Swarm Optimization (PSO). From the experimental results, mobile robots reach the destination faster with a difference of 1.59 s and a minor error in robot heading of 0.9261 compared to FSFM without optimization.Keywords: Navigation System, Mobile Robot, Fuzzy-Social Force Model, Optimization, Particle Swarm Optimizatio
Deteksi Glaukoma pada Citra Fundus Retina menggunakan Metode Local Binary Pattern dan Support Vector Machine
ABSTRAKGlaukoma merupakan sebuah penyakit yang menyerang indera penglihatan dan dapat mengakibatkan kebutaan yang bersifat permanen. Meskipun penyakit ini tidak bisa disembuhkan, tetapi gejala kerusakannya dapat diminimalkan dengan melakukan pendeteksian secara dini. Deteksi glaukoma dapat dilakukan secara manual oleh oftalmologis, tetapi metode ini terbilang subyektif sebab hasil pengamatannya bergantung pada domain pengetahuan dokter, sementara di sisi lain teknik pencitraan medis modern, seperti OCT, CSLO, dan HRT berbiaya tinggi dan ketersediaan perangkatnya relatif terbatas. Pada penelitian ini, sebuah sistem berbasis machine learning untuk mendeteksi glaukoma pada citra fundus retina telah dirancang melalui proses pengolahan citra digital menggunakan metode Local Binary Pattern dan Support Vector Machine. Performansi sistem diuji pada 146 citra fundus yang terdiri dari citra fundus sehat dan glaukoma. Dengan menggunakan metode yang diusulkan, sistem mampu memberikan tingkat akurasi terbaik pada 93.15%, sensitivitas 92.30%, dan spesifisitas 93.61%.Kata kunci: Glaukoma, Local Binary Pattern, Support Vector Machine ABSTRACTGlaucoma is a disease that attacks the sense of sight and can lead to permanent blindness. Although this disease cannot be cured, the symptoms of the damage can be minimized by early detection. Glaucoma detection can be done manually by an ophthalmologist, but this method is somewhat subjective because the results of the observations depend on the domain of the doctor’s knowledge, whereas onthe other hand, modern medical imaging techniques, such as OCT, CSLO, and HRT, are high in cost and the availability of devices is relatively limited. This research proposed a machine learning-based system to detect glaucoma in retinal fundus images through digital image processing using the Local Binary Pattern and Support Vector Machine methods. The performance of the system was tested on 146 fundus images consisting of healthy fundus images and glaucoma. By using the proposed method, the system provide the best accuracy rate at 93.15%, sensitivity 92.30%, and specificity 93.61%.Keyword: Glaucoma, Local Binary Pattern, Support Vector Machin
Perancangan, Optimasi dan Analisis High Isolation Dual-Band MIMO 5G Antena untuk Implementasi pada Smartphone
ABSTRAKPemerintah telah menyiapkan kandidat spektrum frekuensi 700 MHz, 2,3 GHz dan 26 GHz/28 GHz untuk teknologi 5G di Indonesia. Dibutuhkan desain antena dengan isolasi tinggi, mampu bekerja secara MIMO dengan struktur yang ringkas agar tidak menghabiskan ruang yang besar pada sirkuit smartphone. Pada penelitian ini dilakukan perancangan dan optimasi elemen antena folded monopole meander line dengan dimensi 31,5 x 16 mm yang dapat bekerja secara dual-band yaitu pada frekuensi 700 MHz dan 2,3 GHz. Kemudian diimplementasikan dalam dua rancangan konfigurasi 8 ports MIMO antena yang berbeda posisi penempatan portnya. Hasil simulasi menunjukkan konfigurasi 1 memiliki isolasi tinggi dan kinerja lebih optimal dibandingkan dengan konfigurasi 2, di mana RL 20,64 dB dan >16,94 dB pada frekuensi 700 MHz dan 2,3 GHz secara berurutan, ECC20.64 dB and >16.94 dB and antenna efficiency reached 71.4% and 84.6% at frequency 700 MHz and 2.3 GHz, respectively.Keywords: 5G, MIMO, dual-band, 700 MHz, 2.3 GHz, high isolatio
Implementation of Meeting Minutes, Neofeeder and SISTER at STT Humble and STT Berea
High Schools of Technology or abbreviated as STT Humble and STT Berea, are two institutions that are under the Director General of Christian Guidance in monitoring and reporting but must be integrated with the Ministry of Education and Culture through a Neofeeder. So far, the existence of STT Humble in Bengkayang Regency and STT Berea in Ansang, Darit, Landak Regency has become the prima donna for undergraduate higher education for prospective Christian teachers and prospective ministers such as missionaries and pastors. However, in practice, the limitations of information technology-based services in both STTs make it very difficult to see the unavailability of IT personnel. For example, the need to coordinate with each other is not documented in meeting minutes until the existence of the Pddikti feeder application, which has turned into a Neofeeder through monthly updates and a SISTER service for BKD services for each lecturer. Through this community service, the implementation of digital-based meeting minutes for STT Humble, and an online cloud for neo feeder, to the management of VMware-based SISTERs for STT Berea were designed
Penerapan Filosofi Islam Dalam Rancangan Arsitektur Masjid Agung Trans Studio Bandung
Abstrak Penelitian ini berupaya mengupas penerapan filosofi Islam yang terdapat pada rancangan arsitektur bangunan Masjid Agung Trans Studio Bandung. Untuk memahami rancangan arsitektur bangunan masjid tersebut, maka di sini dilakukan metode kualitatif berdasarkan observasi langsung pada Masjid Agung Trans Studio Bandung dan wawancara kepada Projek Manager masjid tersebut mengenai informasi-informasi terkait masjid. Penelitian ini tidak bermaksud untuk memberikan suatu penelitian (Judgement) yang bersifat subjektif, tetapi merupakan suatu usaha untuk dapat memahami suatu proses perancangan arsitektur masjid berdasarkan filosofi serta kaidah-kaidah Islam yang terkandung di dalam Al-Quran dan Sunnah Nabi. Lingkup studi penelitian ini mencakup penerapan filosofi Islam yang di uraikan berdasarkan orientasi bangunan, bentuk bangunan, fasade bangunan, zoning, dan interior bangunan dilengkapi oleh informasi-informasi terkait filosofi Islam, sehingga memudahkan para pembaca memahami apa saja filosofi ataupun kaidah-kaidah Islam terkait perancangan suatu masjid. Landasan filosofi Islam yang ada menjadi rujukan bagi para arsitek untuk merancang sebuah tempat ibadah. Tahap selanjutnya arsitek dapat memadupadankan filosofi Islam tersebut dengan perkembangan teknologi dan trend arsitektur saat ini, serta dengan olahan imajinasi yang terbentuk dalam memori masyarakat secara umum. Kata Kunci : Filosofi Islam, Masjid Agung Trans Studio Bandung
Upaya Pelestarian Bangunan Cagar Budaya pada Gedung Negara-Cirebon
AbstrakKota Cirebon merupakan kota yang memegang peran penting dalam bidang perdagangan di masa kerajaan maupun era kolonial Belanda, sehingga menjadi pertimbangan Belanda untuk mendirikan keresidenan. Kawasan Kejaksan dipilih sebagai pusat aktivitas masyarakat Belanda, oleh karenanya hingga saat ini banyak ditemukan bangunan dengan gaya kolonial. Sejalan dengan berkembangnya teknologi, ekonomi dan pengetahuan maka banyak bangunan bersejarah terlupakan, salah satunya adalah Gedung Negara yang telah dinyatakan sebagai bangunan cagar budaya. Penelitan ini bertujuan untuk mengobservasi bagaimana adaptasi Gedung Negara terhadap fungsi baru terkait beberapa kali mengalami perubahan fungsi sejak diserahkan kepada Pemerintah Indonesia hingga saat ini. Penelitian ini dimulai dengan membaca berbagai buku mengenai sejarah Gedung Negara dan melakukan observasi ke lapangan untuk memperoleh data yang kemudian dianalisis secara kualitatif dengan metoda deskriptif komparatif yang membandingkan antar teori adaptive reuse dan alih fungsi pada Gedung Negara. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa penambahan dan perubahan terjadi hanya pada ruang dalam sedangkan keaslian facade dan bentuk tetap terjaga sesuai dengan ketentuan bangunan cagar budaya kelas B. Diharapkan alih fungsi yang telah dilakukan pada Gedung Negara dapat ditiru oleh gedung-gedung cagar budaya lainnya baik di kota Cirebon maupun di kota-kota lain sehingga dengan alih fungsi bangunan cagar budaya sebagai warisan budaya bangsa dapat dilestarikan.Kata kunci: Bangunan Cagar Budaya, Adaptive re-use, Bangunan Warisan Kolonial, Gedung Negar