Institut Teknologi Nasional: Jurnal Itenas Online
Not a member yet
    1717 research outputs found

    Penentuan Kriteria Kapasitas Transformator Berdasarkan Proyeksi Kebutuhan Energi secara Mikrospasial

    Get PDF
    ABSTRAKProyeksi energi memiliki peran penting dalam perencanaan pengembangan sistem distribusi listrik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lokasi, jumlah dan penambahan kapasitas transformator yang diperlukan di area jaringan Tangerang. Metode prakiraan proyeksi energi dilakukan secara mikrospasial dengan membagi area layananan dalam bentuk grid – grid yang kecil (kelurahan). Selanjutnya pengelompokan (clustering) dilakukan berdasar karakteristik geografis, demografi, ekonomi dan kelistrikan wilayah untuk memperkirakan kerapatan beban. Hasil clustering yang terdiri dari 100 kelurahan, terkelompok menjadi 5 cluster dengan pertumbuhan beban per cluster rata-rata sebesar 8,4 %. Hasil perhitungan kapasitas transformator untuk wilayah Tangerang untuk 10 tahun adalah 250 kVA, 630 kVA, 1000 kVA dan 1250 kVA, dengan asumsi pembebanan transformator maksimal 80 %. Disamping itu prakiraan beban pada tingkatan transformator distribusi mengalami penambahan 3.064 unit gardu distribusi.Kata kunci: Prakiraan Beban, Transformator , Micro-spatial, Cluster, Tangerang ABSTRACTEnergy projection has important role in the planning of electricity distribution systems development. This study set out to investigate location, number and capacity of the transformers in Tangerang network area. A microspatial energy projection forecasting method was used by dividing the service area into small grids. Furthermore, clustering is carried out based on geographical, demographic, economic and electrical characteristics of the region to predict the load density. The clustering results consist of 100 grids grouped into 5 clusters with an average load growth 8.4% per cluster. As the result, the transformers capacity for the Tangerang area for the next 10 years are 250 kVA, 630 kVA, 1000 kVA and 1250 kVA, with the assumption that the maximum transformer loading is 80%. In addition, the estimated load at the distribution transformer level has an additional 3,064 distribution substations.Keywords: Load Forecasting, Transformer, Micro-spatial, Cluster, Tangeran

    Analisis Fitur Domain Waktu ECG Heart Rate Variability Berdasarkan Gain Informasi

    Get PDF
    ABSTRAKSalah satu analisis yang sering digunakan untuk mendeteksi berbagai penyakit yang terkait fungsi jantung adalah dengan menghitung rasio tidur dan terjaganya seseorang saat tidur pada malam hari. Namun dalam praktiknya sering ditemukan kendala baik pada saat akuisisi data ataupun pada saat pemrosesan data untuk menyimpulkan sebuah hasil analisis. Salah satu penyebabnya adalah kurang tepatnya dalam pemilihan fitur ECG untuk proses implementasi. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan seleksi fitur ECG pada domain waktu dan klasifikasi kondisi tidur dan terjaga dari 10 subjek berdasarkan fitur Heart Rate Variability (HRV) dengan menggunakan algoritma random forest. Wavelet digunakan untuk mendapatkan komponen sinyal ECG yang tepat sedangkan gain informasi digunakan untuk memilih fitur ECG yang dominan. Hasil akhir dari implementasi menunjukkan nilai akurasi rata-rata sebesar 80,26 % dengan fitur terbaik adalah median nearest neighbor index.Kata kunci: ECG wavelet, HRV, domain waktu, gain informasi, akurasi  ABSTRACTOne of the most frequent methods to detect heart-related diseases is by calculating the ratio of total sleep and awake of someone during night sleep. However, it is often encountered problems either in data acquisition or data processing to output the results of the analysis. One of the reasons is selecting ECG features improperly during implementation. Therefore, this study has been conducted ECG features selection in the time domain and classification of sleep and awake states across 10 subjects based on Heart Rate Variability (HRV) features obtained using a random forest algorithm. Wavelet was used to get the proper ECG signal components while information gain was used to select the dominant ECG features. The implementation results showed an average accuracy of 80.26 % with the median nearest neighbor index as the best feature.Keywords: ECG, wavelet, HRV, time-domain, information gain, accuracyÂ

    Seleksi Fitur Aroma Teh Kombucha menggunakan ANN untuk Optimasi Kinerja Sistem E-nose

    Get PDF
    ABSTRAKTeh kombucha merupakan hasil fermentasi antara teh manis dengan mikroba yang memiliki khasiat baik bagi kesehatan tubuh. Waktu yang dibutuhkan untuk fermentasi teh ini adalah 7 hingga maksimal 12 hari. Penentuan siap konsumsi dari hasil fermentasi biasanya mengacu dari umur fermentasi dan uji coba rasa oleh human tester. Selain menggunakan 2 cara tersebut, pemanfaatan sistem Electronic Nose (e-nose) dapat digunakan juga untuk melakukan identifikasi terhadap aroma teh kombucha selama proses fermentasi untuk mengetahui matang atau tidaknya. Akan tetapi timbul masalah yaitu hasil pembacaan e-nose menghasilkan data yang cukup banyak sehingga kurang efektif dan dapat menurunkan kinerja sistem, solusinya dapat diterapkan seleksi fitur menggunakan Artificial Neural Network berdasarkan dari Sum of Absolute Errors. Hasil dari penelitian ini mendapatkan 6 fitur terbaik dengan peningkatan nilai akurasi sebesar 97,22%, presisi sebesar 94,74%, dan sensitivitas sebesar 100,00%.Kata kunci: Teh Kombucha, Seleksi Fitur, E-nose, Artificial Neural Network, Sum of Absolutes Errors ABSTRACTKombucha tea is a fermented product of sweet tea with microbes that have good health benefits. The time required to ferment this tea is 7 to a maximum of 12 days. Determination of ready-to-consumption of fermented products usually refers to the age of fermentation and taste testing by a human tester. In addition to using these 2 methods, the use of the Electronic Nose (e-nose) system can also be used to identify the aroma of kombucha tea during the fermentation process to determine whether it is ripe or not. Problems that arise from reading e-nose produce quite a lot of data so that it is less effective and can reduce system performance, the solution can be applied to feature selection using an Artificial Neural Network based on the Sum of Absolute Errors. The results of this study get the best 6 features with an increase in accuracy of 97.22%, precision of 94.74%, and sensitivity of 100.00%.Keywords: Kombucha Tea, E-nose, Feature Selection, Artificial Neural Network, Sum of Absolute Error

    Analisis Pengaruh Pengunaan Ulstein X-Bow pada Kapal Perintis Type 750 DWT Terhadap Nilai Hambatan dengan Metode Computational Fluid Dynamics

    Get PDF
    ABSTRAKHambatan merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan dalam mendesain sebuah kapal. Salah satu upaya untuk mengurangi hambatan adalah memodifikasi bentuk haluan kapal dengan menggunakan Ulstein X-Bow. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan Ulstein X-Bow serta mencari nilai hambatan, trim dan sinkage terkecil dengan menggunakan metode CFD (Computational Fluid Dynamics) dengan teknik overset mesh. Penerapan variasi Froude Number, Stem Angle, Flare Bow, serta kondisi perairan (deep water dan medium shallow water) dilakukan untuk mendapatkan bentuk desain yang paling optimal. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Kapal Perintis 750 DWT dengan penggunaan Ulstein X-Bow pada kondisi perairan dalam (deep water) h/t = 19.3, dapat mengurangai nilai hambatan sebesar 4.85%, trim sebesar 2.32% dan sinkage sebesar 0.40% yang terdapat pada Model 4 dibandingkan dengan Model 1 pada Froude Number (Fn = 0.24), sedangkan pada kondisi perairan medium (medium shallow water) h/t = 4.0, nilai hambatan, trim dan sinkage terkecil terjadi pada Kapal Perintis 750 DWT tanpa penggunaan Ulstein X-Bow pada Froude Number (Fn = 0.24).Kata kunci: Hambatan, Ulstein X-Bow, Kapal Perintis 750 DWT, Computational Fluid Dynamics ABSTRACTResistance is an important aspect that needs to be considered when designing a ship. One of the ways to reduce the resistance value is to modify the shape of the ship's bow using the Ulstein X-Bow. The main objective of this research is to find out the Effectiveness of using Ulstein X-Bow and to find the smallest resistance, trim and sinkage values using the CFD (Computational Fluid Dynamics) method with mesh overset techniques. The application of variations in Froude Number, Stem Angle, Flare Bow, and water conditions (deep water and medium shallow water) is done to get the most optimal design shape.The results of this study showed that in deep water conditions (h/t = 19.3), Perintis 750 DWT using Ulstein X-Bow can reduce the resistance value by 4.85%, trim by 2.32% and sinkage by 0.40% that can be found in model 4 compared to model 1 on Froude Number (Fn = 0.24). while in medium shallow water conditions h/t = 4.0, the smallest resistance, trim and sinkage values occur on the Perintis 750 DWT ship without using Ulstein X-Bow at Froude Number (Fn = 0.24).Keywords: Resistance, Ulstein X-Bow, Perintis 750 DWT Ship, Computational Fluid Dynami

    Penilaian Sumber Dan Siklus Material Arsitektural Dalam GBCI Pada Gedung Kuliah Bersama Institut Pertanian Bogor (IPB)

    Get PDF
    AbstrakPermasalahan lingkungan dan krisis energi merupakan persoalan dunia dan isu utama yang dihadapi oleh manusia saat ini. Di beberapa negara maju dibidang industri konstruksi menghabiskan sekitar 30% energi yang berdampak negatif terhadap lingkungan sekitar. Untuk mengurangi konsumsi energi dalam bidang konstruksi maka bangunan hijau dinilai sebagai sebuah upaya untuk mereduksii dampak negatif pada lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi serta menilai Gedung Kuliah Bersama Institut Pertanian Bogor berdasarkan dua kriteria, yaitu Sumber serta Siklus Material pada Greenship versi 1.2 GBCI atau Green Building Council Indonesia. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan menganalisis data hasil survey ke objek studi dengan beberapa sumber yang berkaitan. Studi literature dilakukan di awal untuk mencari teori dan literatur yang relevan dengan pembahasan prinsip bangunan hijau yang ramah terhadap lingkungan yang mendukung analisa dalam penelitian ini. Analisis mengacu pada enam kriteria Sumber dan Siklus Material berdasarkan ketentuan Greenship GBCI. Berdasarkan hasil analisa dapat disimpulkan bahwa Gedung Kuliah Bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) masih belum memenuhi persyaratan Bangunan Hijau dengan total presentase sebesar 21,4% berdasarkan penilaian dua kriteria, yaitu: Sumber dan Siklus Material pada Greenship GBCI.Kata kunci: Bangunan hijau, Greenship,GBCI, Institut Pertanian Bogor (IPB) ABSTRACTEnvironmental problems and energy crises are world problems and the main issues faced by humans today. In some developed countries, the construction industry consumes about 30% of energy which has a negative impact on the surrounding environment.  To reduce energy consumption in the construction sector, green buildings are considered as an effort to reduce negative impacts on the surrounding environment.  The purpose of this research was to identify and assess the Gedung Kuliah Bersama Institut Pertanian Bogor based on the criteria of Source and Material Cycle in Greenship version 1.2 Green Building Council Indonesia (GBCI). This research applies a qualitative method by analyzing survey object’s data with several related sources. The literature study was carried out at the beginning to find theories and literature relevant to the discussion of the principles of green buildings that are friendly to the environment that support the analysis in this study. The analysis carried out refers to the six criteria of the Source and Material Cycle according to the Greenship GBCI. Based on the results of the analysis, it can be concluded that Gedung Kuliah Bersama the Bogor Agricultural University (IPB) still does not meet the Green Building requirements with a total percentage of 21.4% based on the assessment of two criteria, namely: Source and Cycle of Materials in the GBCI Greenship. Keywords: Green Building, Greenship, GBCI, Bogor Agricultural University (IPB

    Kenyamanan Visual Melalui Pencahayaan Alami Ditinjau dari Desain Bukaan Pada Mall 23 Paskal

    Get PDF
    ABSTRAK Pusat perbelanjaan merupakan sarana komersial dimana berbagai aktivitas banyak terjadi di dalamnya, sehingga harus diperhatikan kenyamanan visual bagi para penggunanya. Untuk mencapai kenyamanan visual ini, bangunan Mall 23 Paskal harus memiliki pencahayaan alami yang sesuai dengan SNI – 2396 - 2001 yang dapat dihitung dengan menggunakan alat lux meter dan simulasi software ecotect. Kenyamanan visual dapat dipengaruhi oleh berbagai konsep desain bukaan bangunan, diantaranya adalah orientasi bangunan, dimensi bukaan, kedalaman ruang, dan kualitas penerangan yang meliputi jenis material, warna material, tingkat penerangan dan tingkat penyilauan sehingga dapat menciptakan kenyamanan visual di dalam bangunan. Pada penelitian ini, ruangan-ruangan yang diteliti adalah Ruang Atrium, Tenant Starbucks, Tenant Sephora, dan Tenant Foodmarket. Dari segi orientasi bangunan dan dimensi bukaan, pencahayaan alami pada tenant-tenant yang diteliti sudah memenuhi standar. Dari segi kedalaman ruang, sebagian tenant yang diteliti sudah memenuhi standar. Dari segi kualitas penerangan, sebagian ruangan yang diteliti memiliki tingkat penerangan yang cukup tinggi sehingga telah memenuhi standar, namun Ruang Atrium belum memenuhi standar dikarenakan kondisi cuaca yang berawan saat melakukan pengukuran. Dari hasil analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa ruang-ruang yang diteliti pada Mall 23 Paskal telah memiliki kenyamanan visual yang cukup baik melalui pencahayaan alami yang diterima bangunan. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi rujukan atau referensi dalam mendesain pusat perbelanjaan dengan desain bukaan yang dapat memenuhi standar kenyamanan visual. Kata kunci: desain bukaan, ecotect, kenyamanan visual, lux meter, pencahayaan alami. ABSTRACT Shopping center is a commercial place where a lot of activities to take place, so it needs visual comfort for the sake of building users. To achieve this visual comfort, a 23 Paskal Mall building should be able to receive natural lighting that compatible with SNI – 2396 – 2001 which can be measured by a lux meter and a simulation software namedly ecotect. Visual comfort can be affected by design concepts of building opening, such as building orientation, opening dimension, depth of space, and lighting quality including the types and the colors the materials used, illuminance, and glare. In this study, the measured spaces are Event Hall, Starbucks, Sephora, and Foodmarket. In terms of building orientation and opening dimension, the natural lighting of the measured tenants have met the standard. In terms of depth of space, most of the measured tenants have met the standard. In terms of lighting quality, the measured tenants have high levels of illuminance, except for the Event Hall whose lighting quality haven’t met the standard due to the cloudy weather on the day of measurement. Based on the analysis done in this study, it can be concluded that the measured spaces of 23 Paskal Mall have relatively good visual comfort by an abundant amount of natural lighting received by the building. The result of this study is expected to be a reference in designing a shopping center with building openings that can meet the standard of visual comfort. Keywords: ecotect, lux meter, natural lighting, opening design, visual comfort

    Revitalisasi Bangunan Cagar Budaya: Kontekstualisme Arsitektur Cina pada Kompleks Gedung Permaba, Bandung

    Get PDF
    ABSTRAK Kota selalu mengalami perubahan dari masa ke masa yang dapat dikenal dari berbagai peninggalan yang tersisa, baik situs, bangunan, maupun kawasan. Kawasan peninggalan dapat dikenali dari bentuk dan gaya bangunannya yang mencerminkan masyarakatnya, salah satunya adalah Pecinan. Kawasan ini identik dengan kawasan perdagangan yang mudah dikenali dari tipologi bangunan rumah-toko bergaya arsitektur Cina dan Kelenteng. Pesatnya perkembangan perekonomian kota mendorong terjadinya berbagai perubahan, baik ekonomi, sosial, maupun budaya. Saat ini rumah-toko bergaya arsitektur Cina sudah langka ditemukan berganti dengan rumah-toko dan bangunan komersil lain berlantai banyak bergaya modern. Apakah kawasan ini masih dapat disebut Pecinan? Bagaimana mengembalikan kawasan Pecinan sebagai bagian dari sejarah pembentukan kota Bandung? Makalah ini akan membahas upaya revitalisasi pada bangunan cagar budaya eks-bioskop milik Permaba (Persatuan Masyarakat Bandung) di kawasan Pecinan. Kontekstual terhadap bangunan cagar budaya Kelenteng diterapkan pada kompleks perbelanjaan dan kuliner yang dibangun baru berlokasi dibelakang gedung Permaba. Metoda observasi dan wawancara digunakan untuk mengidentifikasi kandungan terapan gaya arsitektur Cina pada kompleks ini sehingga terlihat konteks dengan bangunan Kelenteng. Dapatkah kawasan ini menjadi ciri kawasan Pecinan yang sudah hampir tidak dapat dikenali lagi? Diharapkan upaya revitalisasi bangunan Permaba dapat sejalan dengan tujuan Pemerintah Kota menghidupkan kembali kawasan Pecinan di kota Bandung. Kata kunci: Kontekstual, Arsitektur Cina, Revitalisasi Bangunan Permaba. ABSTRACT City always changes through time, it can be known from various remaining heritage, site, building, and area. Heritage area can be known from it shape and builduing site that reflected its society, Pecinan for example. This areas are identical with tradement area that are easy to identify from Chinese style shophouse building tipology and temple. High city development inisiate various changes, its economic, sosial, and culture. Nowadays, Chinese style shophouses are rarely seen, it changes to modern style shophouses and middle rise bulidng. Are these area still can be called Pecinan? How to restore Pecinan area as part of Bandung city formation. This research encompass revitalization efforts on cultural conserved ex-cinema building owned by Permaba (Persatuan Masyarakat Bandung) in Pecinan. Contextualism towards cultural conserved temple were implied in new shopping and food complex building located at the back of the Permaba building. Observation and interview methods were used to identify Chinese architecture impliment in the complex on suiting temple contextual. Could this area become the Pecinan characterisitc area that can’t be identified no longer? Hope that Permaba builidng revitalization efforts can parallel with City Council goals to restore Pecinan area in Bandung city. Keywords: Contextual, Chinese Architecture, Permaba Building Revitalizatio

    Perancangan Media Promosi Waduk Jatigede Melalui Video

    Get PDF
    Perancangan media promosi Waduk Jatigede melalui video promosi adalah penelitian tentang perancangan media promosi berbagai potensi wisata yang ada di Waduk Jatigede. Tujuan Penelitian ini adalah untuk memajukan kawasan wisata di daerah Waduk Jatigede agar masyarakat lokal mengetahui bahwa Waduk Jatigede tidak hanya sekedar bendungan terbesar kedua di Indonesia namun Waduk Jatigede pun memiliki potensi wisata yang cukup banyak. Kurangnya media promosi merupakan faktor kurangnya penyampaian Waduk Jatigede kepada masyarakat luas melalui media terbuka. Metode yang digunakan adalah metode kuliatatif berdasarkan fakta data dilapangan. Penulis akan mencari informasi melalui penyebaran kuisioner kepada target dan menganalisis berdasarkan beberapa sumber seperti jurnal, buku, penelitian terdahulu serta wawancara kepada instansi yang terkait, pelaku usaha pariwisata dan penggiat wisata. Data dalam penelitian ini adalah wisata yang ada di Waduk Jatigede. Hasil penelitian menunjukkan di Waduk Jatigede terdapat beberapa kawasan wisata yang berpotensi baik dan sangat menjual untuk wisatawan priangan dan hasil penelitianpun ternyata memang masih banyaknya masyrakat luas belum mengenal apaitu Waduk Jatigede dan wisata yang berada di Kawasan tersebut. Kata kunci: Pariwisata, Media Promosi, Waduk Jatigede------This study, entitled "The design of the Jatigede Reservoir promotional media through promotional videos" is a research on the design of the tourism promotion media in the Jatigede Reservoir. The purpose of this study is to advance the tourism area in the Jatigede Reservoir area so that local people know that Jatigede Reservoir is not only the second largest dam in Indonesia but Jatigedepun Reservoir has quite a lot of tourism potential. The lack of promotional media is a factor in the lack of delivery of Jatigede Reservoir to the wider community through open media. The method used is a qualitative method based on factual data in the field. The author will seek information through distributing questionnaires to targets and analyzing based on several sources such as journals, books, previous research and interviews with related agencies, tourism business actors and tourism activists. The data in this study are tourism in Jatigede Reservoir. The results showed that in Jatigede Reservoir there are several tourist areas that have good potential and are very selling for priangan tourists and the results of the research show that there are still many people who do not know what Jatigede Reservoir and tourism in the area.  Keywords: tourism, commercial media, Waduk JatigedeÂ

    Perancangan Video Dokumenter “Urban Cycling Culture†Untuk Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Dalam Memilih Sepeda Sebagai Alat Transportasi

    Get PDF
    Saat ini sepeda menjadi moda transportasi yang popular di berbagai kota di negara maju, seperti Amsterdam, Paris, Barcelona, Jerman, dan London. Berbagai upaya dan fasilitas khusus mulai disediakan di berbagai kota di Indonesia untuk mendukung budaya bersepeda, misalnya dengan penyediaan jalur khusus sepeda (bike lane), dan penerapan program Car Free Day. Ada beberapa alasan mengapa kita harus mulai menggunakan sepeda sebagai alat transportasi antara lain, Berguna bagi kesehatan, dan yang paling penting adalah mengurangi polusi serta kemacetan. Pada masa kini di Indonesia, bersepeda dipandang sebagai sebuah hobi dan mungkin untuk Sebagian orang masih tabu, tabu dalam artian berpergian atau menggunakan sepeda sebagai alat transportasi utama merupakan hal yang mustahil, karena mereka nilai kurang efektif dan buang buang tenaga. Dengan dibuatnya video dokumenter tentang “Urban Cycling Culture†diharapkan agar ini menjadi solusi, dan mempersuasi masyarakat di Indonesia agar dapat beralih untuk bertransportasi menggunakkan sepeda, serta dapat memperkenalkan ada hal hal apa saja di dalam skena ini sebenarnya kepada khalayak masyarakat, agar masyarakat tau dan teredukasi dengan adanya penelitian ini.Kata kunci: sepeda, video, dokumenter, media, transportasi------Currently bicycles are a popular mode of transportation in various cities in developed countries, such as Amsterdam, Paris, Barcelona, Germany and London. Various efforts and special facilities have begun to be provided in various cities in Indonesia to support the culture of cycling, for example by providing special bicycle lanes and implementing the Car Free Day program. There are several reasons why we should start using bicycles as a means of transportation, among others, it is useful for health, and the most important is the reduction of pollution and congestion. At present in Indonesia, cycling is seen as a hobby and maybe for some people who are still taboo, taboo in the art of traveling or using bicycles as the main means of transportation is impossible, because their value is ineffective and a waste of energy. With the making of a documentary video about "Urban Cycling Culture" it is hoped that this will become a solution, and persuade the people inIndonesia to be able to switch to transportation using bicycles, and be able to introduce anything in this scene to the public, so that people know and. educated by the existence of this research.Keyword: bicyle, video documentary, media, transportatio

    Broadcast Studio Development for Supporting Online Learning and Community Counselling

    Get PDF
    Universities have a role and function to educate the community in addition to conducting lectures. One form of activities from this role is to provide information to the community in the form of providing guidance, sharing knowledge or training. With the advancement of internet technology today, this can be done through online platform. However, this must be supported by qualified equipment in order to gain interesting and acceptable outcomes for the community as well as students. In this service, a studio that can be used to support teaching activities and community counselling for academic community in Politeknik Negeri Bandung is created. The making of this broadcast studio is divided into three stages. The first is the making of a three-dimensional model of the room using 3D modelling software. The second stage is the civil work to build a broadcast studio. The last stage is the completion of the broadcast studio with supporting equipment for video content creation. The results obtained are quite satisfactory. From the majority of answers obtained from the survey, students find this studio useful, quite comfortable to use and worthy of creating video content. For the audio section, the correspondents believe that this aspect still needs to be improved, while the room layout and visual equipment are considered good and attractive

    1,600

    full texts

    1,717

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institut Teknologi Nasional: Jurnal Itenas Online
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇