Institut Teknologi Nasional: Jurnal Itenas Online
Not a member yet
1717 research outputs found
Sort by
Penerapan Motif Batik Jawa Barat Berbasis Teknologi sebagai Elemen Estetis pada Perancangan Interior Lobby Grand Pasundan Convention Hotel
Batik merupakan salah satu ragam hias tradisional di Indonesia yang diterapkan pada kain. Motif batik di setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing termasuk motif batik khas Jawa Barat. Di era milenial ini penerapan motif batik sebagai elemen estetis pada interior seperti pada dinding, plafon lain-lain masih langka ditemukan. Di samping itu perkembangan teknologi yang semakin maju seharusnya dapat menjadi salah satu jembatan bagi peningkatan nilai dan kualitas motif batik Jawa Barat. Penelitian ini akan membahas mengenai penerapan motif batik Jawa Barat pada elemen interior lobby Grand Pasundan Convention Hotel Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai simulasi bagaimana teknologi dapat memberi inovasi baru terhadap motif batik yang ditransformasikan ke dalam desain interior tanpa menghilangkan nilai-nilai yang sudah ada.Kata kunci: batik, motif, teknologgi, penerapan
PEMANFAATAN CAHAYA ALAMI PADA RUANG BACA DAN RUANG KOLEKSI PERPUSTAKAAN SOEMAN HS PAKANBARU RIAU
Pemanfataan cahaya alami pada gedung Perpustakaan Soeman HS Pakanbaru Riau yang terletak di daerah tropis dengan cahaya matahari yang terik namun didukung dengan arsitektural bangunan yang menggunakan dinding kaca dan atap overstek untuk meminimalisasi cahaya langsung yang berlebih. Dengan mempertimbangkan aktivitas yang ada di dalam gedung sehingga pengguna tetap nyaman beraktivitas dengan pencahayaan alami. Penelitian ini fokus pada aktivitas membaca dan penyimpanan buku koleksi, oleh karena itu penelitian ini menitikberatkan pada area baca dan area koleksi. Untuk mendukung kegiatan diatas, hal lain yang menjadi pembahasan adalah arah cahaya alami dan peletakan furnitur pada dua area tersebut. Data yang diperoleh untuk penelitian ini adalah dengan dengan melakukan observasi dan wawancara, kemudian disajikan dengan menggunakan metode deskriptif.Kata kunci: cahaya matahari, area baca, area koleksi, peletakan furnitur
Sistem Multi Agen untuk Pelayanan Drone pada Groundbase Docking Station
ABSTRAKMulti-Agent System (MAS) diajukan sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan pada groundbase sebuah DDS, di mana pada groundbase terdapat AGV yang bertugas untuk membantu Drone beraktifitas di DDS hingga kemudian berangkat kembali menuju DDS lain. Metode auction serta contract antar agent digunakan dalam pemrosesan request dari Drone dan pembagian sumber daya. Pada MAS diterapkan algoritma prioritas sebagai solusi apabila terjadi konflik antar agen. Pengujian dengan simulasi pada CoppeliaSim dan ROS (Robot Operating System) menunjukkan bahwa penggunaan algoritma prioritas berdampak positif pada MAS yang dibuat. Pada DDS dengan skenario 11 AGV, terjadi peningkatan kemampuan DDS dalam menerima dan memproses request yang datang dari 57.9% menjadi 100%, serta pemecahan deadlock yang terjadi pada DDS dari 10 menjadi 0 sehingga seluruh request dapat terselesaikan.Kata kunci: Multi-Agent System, Algoritma Prioritas, Drone Docking Station, AGVÂ ABSTRACTThe Multi-Agent System (MAS) was proposed as a solution to overcome problems in the groundbase of a DDS, where on the groundbase there is an AGV whose job is to help drones carry out activities in DDS and then depart for another DDS. Auction methods and contracts between agents are used in processing requests from drones and sharing resources. In MAS, a priority algorithm is applied as a solution in the event of a conflict between agents. Tests with simulations on CoppeliaSim and ROS (Robot Operating System) show that the use of priority algorithms has a positive impact on the created MAS. In DDS with 11 AGV scenario, there is an increase in DDS ability to receive and process incoming requests from 57.9% to 100%, as well as solving deadlocks that occur in DDS from 10 to 0 so that all requests can be resolved.Keywords: Multi-Agent System, Priority Algorithm, Drone Docking Station, AG
Development of Technoprenuer Education and Training Model through Internet of Things (IoT) Based Smart Transportation System Application for UPI Students
Technology-based entrepreneurial (Technoprenuer) trainings aim at increasing the interest of students and university graduates to become Technoprenuer actors as part of reducing the number of educated unemployment rate. On the other hand, based on the continuously development of transportation technology, smart transportation utilizing the Internet of Things (IoT) is expected to help many parties in the field of supervision and enforcementas as well as the community as it can improve safety and reduce the level of accidents on the road. Therefore, this training provided material on technoprenership and IoT implementation to gain those two benefits. The training was held for 2 weeks, 2 days of which were synchronous and the rest were asynchronous. The trainees consisted of 15 UPI students and they were expected to be able to build prototypes in the end of the training. As the result, 60% of the participants were able to realize their business ideas until the prototype stage
Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Desa Cikiray Kab. Sukabumi
ABSTRAKDesa Cikiray belum mempunyai tempat pembuangan akhir sampah sehingga masyarakatnya membuang sampah rumah tangga ke sungai, lembah maupun dibakar di tempat-tempat terbuka. Hal tersebut mengakibatkan pencemaran lingkungan. Untuk itu masyarakat Desa Cikiray perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan mengenai pengelolaan sampah rumah tangga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga kepada masyarakat Desa Cikiray serta membuat mesin press untuk memadatkan sampah non organik yang akan dijual ke pengepul. Peserta kegiatan ini adalah ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan staf Desa Cikiray. Selain teori, pada pelatihan ini juga dilakukan praktek pengolahan sampah rumah tangga. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Cikiray dalam pengelolaan sampah rumah tangga.Kata Kunci: Desa Cikiray, sampah rumah tangga, mesin press ABSTRACTIn general, household waste produced by people in rural areas is disposed of in rivers and valleys or burned in open areas, creating environmental pollution problems. Waste management is a problem often found in villages that do not have a landfill, one of which is Cikiray Village, Sukabumi Regency. It is important to provide waste management training and a press machine for managing waste in order to separate organic and non-organic waste in Cikaray Village. This activity's participants came from Family Welfare Programme and Cikaray Village staff. This training provided theoretical aspects and carried out the practice of processing household waste. The result showed an increase in the knowledge and skills of the people in Cikaray Village in managing household waste.Keywords: Cikiray Village, household waste, garbage machin
Penerapan Konsep Rasionalisme Pada Rancangan Arsitektur Bangunan Masjid Salman Bandung
ABSTRAK
Arsitektur rasionalisme merupakan gaya arsitektur yang terbentuk pada awal abad ke-20 dengan memandang keindahan dari suatu bangunan akan timbul dari fungsi elemen-elemen dari bangunan tersebut, bukan dari pola keindahan arsitektur itu sendiri. Dalam artian, gaya ini lebih pada pemikiran yang logis (rasional) sehingga akan terbentuk suatu bangunan murni tanpa unsur-unsur hiasan, estetika, ataupun ornamen-ornamen seperti berbentuk komposisi balok, kubus dan sebagainya. Pada tahun 1960-an, literatur barat mulai masuk ke dunia pendidikan arsitektur di Indonesia. Karya-karya dan pemikiran-pemikiran para arsitek terkemuka seperti Walter Gropius, Frank Llyod Wright, dan Le Corbusier menjadi referensi normatif dalam diskusi di kelas dan latihan di studio, sehingga karakter pendidikannya menjadi lebih akademis. Hal ini menimbulkan munculnya gaya-gaya baru dalam dunia arsitektur di Indonesia, salah satunya dalam arsitektur masjid. Gaya tersebut terus berkembang dan muncul pula gaya kontemporer. Masjid Salman Bandung merupakan masjid kontemporer pertama di Indonesia yang dibangun pada tahun 1963. Masjid ini dibangun dengan konsep arsitektur yang berani tampil beda dalam arti mampu melepaskan diri dari unsur-unsur yang biasanya sebuah bangunan masjid identik dengan penggunaan kubah. Penerapan konsep rasionalisme pada Masjid Salman Bandung ini diteliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dan rasionalistik melalui observasi secara langsung terhadap objek studi dan studi literatur yang berhubungan dengan objek studi. Analisis dilakukan mengacu pada data-data hasil observasi lapangan berdasarkan aspek arsitektural berupa bentuk dan elemen arsitektur. Hasil penelitian pun menunjukkan bahwa penerapan konsep rasionalisme pada rancangan arsitektur bangunan MAsjid Salman diterapkan dengan baik. Salah satunya adalah kesederhanaan bentuk Masjid Salman yang memiliki atap datar dengan material beton yang di ekspose.
Kata kunci: arsitektur rasionalisme, elemen bangunan, arsitektur masjid, gaya kontemporer.
ABSTRACT
The architecture of rationalism is an architectural style that was formed in the early 20th century by looking at the beauty of a building that will arise from the function of the elements of the building, not from the pattern of the beauty of the architecture itself. In a sense, this style is more on logical (rational) thinking so that a pure building will be formed without ornamental, aesthetic, or ornamental elements such as beam composition, cube and so on. In the 1960s, western literature began to enter the world of architectural education in Indonesia. The works and thoughts of prominent architects such as Walter Gropius, Frank Llyod Wright, and Le Corbusier became normative references in class discussions and exercises in the studio, so that the character of his education became more academic. This raises the emergence of new styles in the world of architecture in Indonesia, one of which is in the architecture of the mosque. The style continues to grow and contemporary styles emerge. Salman Mosque Bandung is the first contemporary mosque in Indonesia which was built in 1963. This mosque was built with an architectural concept that dared to appear different in the sense that it was able to escape from the elements that usually a mosque building is identical to the use of domes. The application of the concept of rationalism to the Salman Mosque in Bandung was examined using descriptive qualitative and rationalistic methods through direct observation of the object of study and study of literature related to the object of study. The analysis is carried out referring to data from field observations based on architectural aspects in the form of architectural forms and elements. The results of the study also showed that the application of the concept of rationalism to the architectural design of the mosque of Masjid Salman was well applied. One of them is the simplicity of form from the Salman Mosque which has a flat roof with exposed concrete material.
Keywords: architectural rationalism, building elements, mosque architecture, contemporary styl
Penerapan Bangunan Masjid Terhadap Tipologi Arsitektur Modern Pada Studi Kasus Masjid Jammi Al-Multazam Cherry Field Bandung
Abstrak Agama Islam adalah kepercayaan yang dianut oleh mayoritas penduduk di Indonesia. Berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil tahun 2017, di Kota Bandung umat Islam berjumlah 2.214.320 orang.Prinsip desain awal masjid pada jaman dahulu berbentuk seperti Masjid Jammi Al Multazam yang memiliki bentuk dasar bangunan kubus yang sederhana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Metoda Primer yang dilakukan untuk memperoleh data secara langsung dan sesuai dengan kondisi sebenarnya dengan cara observasi dan wawancara. Metode Sekunder ini dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai bangunan yang menjadi studi kasus. Analisis dilakukan berdasarkan aspek asitektur modern yang mengacu pada data observasi dilapangan. Data analisis tersebut dapat menyimpulkan bahwa Masjid Jammi Al Multazam ini dapat dikategorikan ke dalam bangunan dengan konsep Arsitektur Modern yang berdasarkan pada Tipologi Arsitektur Modern, karena bangunan ini memenuhi kriteria pada konsep Cubism, De Stijl, Functionalism, Rationalism, dan International Style. Kata kunci : Masjid, Tipologi, Arsitektur Modern
Kritik Deskriptif - Rumah Dome Hunian Pasca Bencana
AbstrakHunian pasca bencana yang berada di D.I. Yogyakarta ini sering disebut dengan Rumah Dome. Rumah Dome dibangun atas bantuan LSM non-pemerintah yaitu WANGO yang bekerjasama dengan DFTW setelah terjadinya bencana alam yaitu gempa bumi pada 27 Mei 2006. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui lebih dalam mengenai hunian unik pasca bencana yang berbentuk igloo, serta menganalisis faktor kenyamanan yanga ada pada bangunan, tipologi penambahan ruang serta perbandingan kondisi dulu dengan kondisi yang sekarang. Metodologi yang digunakan adalah metode deskriptif. Dimana data-data yang digunakan adalah data sekunder.Data yang didapatkan lalu dianalisis dan diolah kembali serta dijabarkan sehingga menghasilkan sebuah jurnal penelitian. Hasil yang diperoleh yaitu penambahan fungsi bangunan yang terjadi pada Rumah Dome didasari oleh kebutuhan penghuni yang semakin lama semakin banyak dan harus berkembang, hanya saja menjadikannya kurang teratur seperti sedia kala. Diharapkan pengelolaan Rumah Dome akan terus ditingkatkan, dimana sekarang juga termasuk kedalam desa wisata dengan banyak pengunjung. Kata kunci: rumah dome, pasca bencana, hunian, penambahan ruang
Desain Golf Clubhouse Ditinjau Dari Ruang Dan Fasilitasnya, Studi Kasus: Mountain View Golf Club
Abstrak Mountain View Golf Club merupakan bangunan golf clubhouse yang terletak di Jl. Dago Pakar Raya, Bandung. Bangunan tersebut dirancang dan didesain menyesuaikan dengan fungsinya sebagai golf clubhouse sehingga dapat memenuhi kebutuhan para pemain golf. Kota Bandung memiliki jumlah lapangan golf yang terus bertambah karena peminatnya yang kian meningkat. Meski olahraga golf meningkat di kota besar termasuk Bandung, publikasi atau penelitian tentang golf clubhouse di Bandung ditinjau dari arsitekturnya belum banyak, sehingga topik ini perlu diteliti. Bangunan golf club memiliki standar dan kriteria khusus untuk desain bangunan serta fasilitas-fasilitas didalamnya. Mountain View Golf Club merupakan bangunan golf clubhouse dengan 18 holes dan memiliki berbagai fasilitas yang cukup lengkap. Perancangnya adalah Peter Thompson, 5 kali menjuarai turnamen golf dunia dan arsitek golf terkenal Ross Perrett, sehingga bangunan ini cukup representatif untuk menjadi objek studi kasus penelitian. Tujuan kajian ini adalah memahami desain bangunan Mountain View Golf Club ditinjau dari desain ruang luar (tapak), desain ruang dalam dan fasilitasnya, serta kesesuaiannya menurut standar golf clubhouse berdasarkan studi pustaka. Metoda analisis yang digunakan merupakan metode kualitatif, yaitu berupa deskripsi yang menjelaskan studi kasus dan menjelaskan data-data yang dianalisis untuk memperoleh tujuan penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara terbuka dengan pengelola clubhouse, survey, dokumentasi, serta studi literatur untuk mengumpulkan data tentang clubhouse. Hasil penelitian menunjukan bahwa Mountain View Golf Club sesuai dengan standar bangunan golf clubhouse, pengolahan desain ruang luar dan ruang dalamnya cukup baik, serta fasilitasnya yang cukup lengkap sehingga dapat memenuhi kebutuhan pemain golf. Kata kunci: Ruang luar, ruang dalam, fasilita