Institut Teknologi Nasional: Jurnal Itenas Online
Not a member yet
    1717 research outputs found

    Kualitas Akustik pada Auditorium dengan Konsep Arsitektur Biomimikri Contoh Kasus: Teater IMAX Keong Emas

    Get PDF
    AbstrakMelalui penerapan konsep arsitektur biomimikri, gubahan massa bangunan dan ruang di dalam ruang auditorium dapat berbentuk dinamis sehingga dapat mempengaruhi perolehan kualitas akustik termasuk visualnya. Teater IMAX Keong Emas yang berlokasi di kawasan wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta adalah auditorium pemutaran film edukasi berteknologi IMAX yang menerapkan konsep arsitektur biomimikri dengan meniru hewan keong sawah. Dengan keunikannya maka bangunan teater ini perlu untuk dianalisis bagaimana keberhasilan desain terkait fungsinya sebagai ruang bagi audiens untuk mendengar dan menonton pertunjukan. Analisis penelitian dilakukan baik secara kuantitatif dan kualitatif berdasarkan data primer dari lapangan yang telah diolah, mencakup foto lapangan, hasil pengukuran lapangan, dan hasil wawancara internal dengan pihak manajemen Teater IMAX Keong Emas. Variabel penelitian mencakup konsep bentuk serta dimensi dan proporsi bangunan; bentuk serta dimensi dan proporsi ruang teater; pengaturan kursi, sudut pandang, dan kemiringan lantai audiens; desain plafon; juga material akustik interior. Tujuan penelitian adalah diperolehnya pemahaman bagaimana kualitas akustik juga kualitas visual dari auditorium pada bangunan dengan konsep arsitektur biomimikri. Berdasarkan analisis diperoleh nilai kebaruan di antaranya bahwa arsitektur biomimikri dapat diterapkan pada bangunan auditorium, serta plafon tidak harus berfungsi sebagai reflector pada auditorium bila telah menerapkan sistem tata suara yang sangat baik.Kata kunci: Auditorium, Biomimikri, Kualitas Akustik, Sudut Pandang AbstraCTThrough the application of the biomimicry architectural concept, the composition of the building mass and space in the auditorium can be dynamically shaped so that it can affect the acquisition of acoustic quality, including visuals. The Keong Emas IMAX Theater, located in the Taman Mini Indonesia Indah (TMII) tourist area, Jakarta, is an auditorium for the screening of eduactional films with IMAX technology that applies the biomimicry architectural concept by imitating rice snail. With its uniqueness, this theater building needs to be analyzed how the success of the design is related to its function as a space for the audience to hear and watch performances. Research analysis was carried out both quantitatively and qualitatively based on primary data from the field that had been processed, including field photos, results of field measurements, and results of internal interviews with the management of the Keong Emas IMAX Theater. The research variables include the concept of shape as well as the dimensions and proportions of the building; the shape as well as dimensions and proportions of the theater space; seat layout, viewing angles, and audience floor slope; ceiling design; also interior acoustic materials. The purpose of this research is to gain an understanding of the acoustic quality as well as the visual quality of the auditorium in a building with the biomimicry architectural concept. Based on the analysis obtained novelty values including that biomimicry architecture can be applied to the auditorium building, and the ceiling does not have to function as a reflector in an auditorium if it has implemented a very good sound system.Keywords: Acoustic Quality, Auditorium, Biomimicry Viewing Angle

    Rekontekstualisasi Kontemporer Arsitektur Vernakular Di Studio Akanoma

    Get PDF
    AbstrakIndonesia sebagai negara kepulauan terdiri dari berbagai masyarakat yang masing-masing memiliki tradisi yang berbeda-beda. Masing-masing tradisi mempunyai ciri khas dan keunikan yang terermin pada gaya arisitektur bangunannya. Bangunan-bangunan tradisional ini dikenal sebagai bangunan vernakular yang memadukan antara budaya masyarakat dengan unsur alam. Saat ini banyak dilakukan penggalian mengenai manfaat dan keindahan ragam tradisi. Keragaman tradisi vernakular dinilai dapat menjadi sumber gagasan atau ide dalam perancngan yang kemudian diproses dan diinterpretasikan kembali sebagai sebuah solusi arsitektural pada konteks kontemporer, salah satunya di lakukan pada disain Studio Akanoma. Tulisan ini bertujuan mengupas bagaimana khasanah arsitektur vernakular diterapkan pada Studio Akanoma direkontekstualisasi dalam dimensi waktu dan tempat yang berbeda. Paparan dilakukan dengan metoda deskriptif eksploratif. Studio Akanoma diidentifikasi melakukan proses transformasi dalam perancangan dengan meminjam dan mengkombinasikan konsep tradisi Indonesia dalam menyelesaikan isu kontemporer yang relevan. Hal ini dapat menjadi sebuah solusi disain yang baik yang dapat diikuti terutama oleh para Arsitek muda dengan mengangkat potensi dan keindahan dari beragam tradisi Indonesia serta menggabungkannya dengan gaya-gaya kontemporer kekinian. Diharapkan dengan penerapan konsep ini dapat menghasilkan disain yang menampilkan ciri khas spesific yang hanya dimiliki oleh para arsitek Indonesia sesuai dengan daerah asalnya.Kata kunci: arsitektur kontemporer, arsitektur vernakular, rekontekstual, transformasi. AbstraCTIndonesia as an archipelagic country consists of various communities, each of which has different traditions. Each tradition has its characteristics and uniqueness which is reflected in the architectural style of the building. These traditional buildings are known as vernacular buildings that combine community culture with natural elements. Currently, many excavations are carried out regarding the benefits and beauty of various traditions. The diversity of vernacular traditions is considered to be a source of ideas or ideas in designs which are then processed and reinterpreted as an architectural solution in a contemporary context, one of which is done in the design of Studio Akanoma. This paper aims to explore how the repertoire of vernacular architecture applied to Studio Akanoma is recontextualized in different dimensions of time and place. Exposure is done by using the descriptive exploratory method. Studio Akanoma is identified as carrying out a transformation process in its design by borrowing and combining traditional Indonesian concepts in solving relevant contemporary issues. This can be a good design solution that can be followed, especially by young architects by highlighting the potential and beauty of various Indonesian traditions and combining them with contemporary styles. It is hoped that the application of this concept can produce designs that display specific characteristics that are only owned by Indonesian architects according to their area of origin.Keywords: contemporary architecture, recontextual, transformation, vernacular architecture

    Revitalisasi Gedung ‘Sarinah’ Di Kawasan Konservasi Jalan Braga Bandung

    No full text
    Kota Bandung merupakan sebuah kota yang memiliki cukup banyak bangunan cagar budaya yang tersebar di enam kawasan cagar budaya, salah satunya adalah di Jalan Braga. Jalan Braga terletak di jantung Kota Bandung dan sangat legendaris dengan bangunan bergaya art decco yang didirikan pada masa pemerintah Kolonial Belanda. Salah satu dari bangunan itu adalah Onderling Belang, sebuah semtral mode cabamg dari kota Amsterdam, Negeri Belanda yang pada tahun 1960 berubah menjadi Sarinah, sebuah department store, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi upaya revitalisasi yang dilakukan pada Gedung Sarinah sehingga bangunan tersebut masih bertahan hingga saat ini meskipun sempat terbengkalai selama 10 tahunan. Untuk mengidentifikasi kondisi saat ini dilakukan observasi ke lapangan sedangkan kondisi di masa lalu diperoleh dari buku sejarah Bandung dan kawasan Braga. Hasil observvasi menunjukkan bahwa perubahan yang terjadi pada ruang dalam cukup significant tetapi tidak demikian dengan façade dan bentuk bangunannya. Transformasi ini merubah kategori tingkat cagar budaya Gedung Sarinah dari A menjadi C. Meskipun demikian revitalisasi yang dilakukan pada Gedung Sarinah dinilai sukses dan diharapkan dapat dilakukan pada bangunan cagar budaya lain sehingga bangunan cagar budaya sebagai warisan budaya dapat dilestarikan. Upaya revitalisasi diharapkan tidak hanya menghidupkan bangunan dan kawasan tetapi juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.  Kata kunci: bangunan cagar budaya, jalan Braga, revitalisasi, Gedung Sarinah, transformasi

    Konfigurasi Optimum pada Susunan Linear Antena MIMO Mikrostrip Polarisasi Sirkular

    Get PDF
    ABSTRAKUntuk memastikan sistem antena MIMO memiliki kapasitas kanal yang diharapkan, maka rancangan antenanya harus memenuhi indikator kinerja optimum, yang ditentukan oleh karakteristik dari elemen penyusun dan konfigurasi susunan antena MIMO. Polarisasi antena merupakan aspek yang mempengaruhi mutual coupling antar elemen antena pada MIMO. Sebagai salah satu parameter penting, maka konfigurasi polarisasi elemen antena pada proses desain harus dikaji dengan baik. Pada paper ini sebagai kontribusi penelitian, dilakukan kajian secara mendalam mengenai susunan linear elemen mikrostrip dengan polarisasi sirkular untuk antena MIMO pada frekuensi sub-6 GHz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konfigurasi B dan C yang merupakan konfigurasi polarisasi silang yang memiliki rentang frekuensi 2,04 x dan 2,08 x lebih lebar dibandingkan konfigurasi A, yang memiliki rentang frekuensi terendah berdasarkan Envelope Cross Correlation (ECC), dan memiliki rentang frekuensi 3,9 x dan 3,87 x lebih lebar dibandingkan konfigurasi E yang memiliki rentang frekuensi terendah berdasarkan Diversity Gain (DG).Kata kunci: MIMO, antena, polarisasi sirkular, konfigurasi. ABSTRACTTo ensure MIMO antenna system has the expected channel capacity, antenna design needs to meet the requirement of MIMO antenna optimal performance indicators, that are determined by the characteristics of the constituent elements and the configuration of the MIMO antenna array. Antenna polarization is a feature that affects the mutual coupling between antenna elements in MIMO. Therefore, the configuration of antenna element polarization in the design process needs to be well studied. Our research contribution in this paper is an in-depth study of the linear arrangement of circularly polarized microstrip elements for MIMO antennas at sub-6 GHz frequencies. The simulation results show that B and C configuration as cross-polarizing configuration have 2,04 x and 2,08 x wider bandwidth than A configuration, that has narrowest bandwidth based on Envelope Cross Correlation (ECC), and have 3,9 x and 3,87 x wider bandwidth than E configuration, that having narrowest bandwidth based on Diversity Gain (DG).Keywords: MIMO, antenna, circular polarization, configuration

    Evaluasi Coded Random Access untuk Visible Light Communication pada Model Kanal Non-Line Of Sight

    Get PDF
    ABSTRAKPenggunaan Non-Orthogonal Multiple Access (NOMA) pada sistem komunikasi dapat memberi kebebasan bagi user untuk mengirimkan informasi secara bersamaan tanpa harus memperebutkan timeslot ataupun frekuensi. Coded Random Access (CRA) adalah salah satu bagian dari Coded Comain-NOMA (CDNOMA) yang menggunakan kode tanpa ortogonal untuk komunikasi uplink. Terinspirasi dari Additive Links On Line Hawaii Area (ALOHA), kami menggunakan metode Irregular Repetition Slotted ALOHA (IRSA) dengan tiga jumlah slot node dan sembilan degree distribution pada model kanal Line Of Sight (LOS) dan Non-LOS (NLOS). Kami menggunakan metrik pengukuran berupa throughput dan Packet Loss Ratio (PLR) untuk memperoleh hasil simulasi. Dari simulasi yang ekstensif, kami membuktikan bahwa IRSA stabil pada jumlah slot node yaitu 75, 150 dan 300 yang memperoleh throughput di sekitar 0.75 paket/slot.Kata kunci: Coded Random Access, Non-Orthogonal Multiple Access, Slotted ALOHA, Successive Interference Cancellation ABSTRACTThe use of Non-Orthogonal Multiple Access (NOMA) in communication systems can provide users the freedom to transmit information simultaneously without having to fight over timeslots or frequencies. Coded Random Access (CRA) is a part of Coded Domain-NOMA (CD-NOMA) that uses orthogonal code for uplink communication. Inspired by the Additive Links On Line Hawaii Area (ALOHA), we use the Irregular Repetition Slotted ALOHA (IRSA) method with three number of node slots and nine degree distributions on the Line Of Sight (LOS) and Non-LOS (NLOS) channel models. We use measurements in the form of throughput and Packet Loss Ratio (PLR) to obtain simulation results. From extensive simulations, we prove that IRSA is stable on a wide number of node slots of 75, 150 and 300 that acquire throughput in about 0.75 packets/slot.Keywords: Coded Random Access, Non-Orthogonal Multiple Access, Slotted ALOHA, Successive Interference Cancellatio

    Pengaruh Jenis Restraint pada Kekuatan Mekanik Support Untai FASSIP 03 NT

    Get PDF
    ABSTRAKKegiatan penelitian yang dilakukan dilatarbelakangi oleh kejadian kecelakaan pada PLTN Fukushima Dai-Ichi Jepang. Untai Fasilitas Simulasi Sistem Pasif-03 Nanobubbles Transparent (FASSIP 03 NT) menggunakan fluida Nanobubbles sebagai fluida kerja. Support untai FASSIP 03 NT merupakan salah satu komponen di untai FASSIP-03 NT, berfungsi sebagai penopang seluruh komponen untai FASSIP 03 NT sehingga perlu diketahui kekuatan mekaniknya meliputi tegangan mekanik dan translational displacementnya. Metode pengujian dilakukan secara simulasi menggunakan software CATIA yang merekomendasikan penggunaan restraint jenis slider pada keempat kaki support untai FASSIP 03 NT. Dengan adanya penelitian sistem pasif ini maka kondisi ketiadaan catu daya listrik bagi pompa pendingin teras reaktor PLTN tidak berakibat fatal, karena sistem pendingin pasif dapat mengambil alih fungsi pendinginan pada teras reaktor.Kata kunci: FASSIP 03 NT, tegangan mekanik, translasional displacement, restraint, clamp, slider  ABSTRACTThe research activity was carried out against the background of an accident at the Fukushima Dai-Ichi Nuclear Power Plant in Japan. Passive System Simulation Facility Strand-03 Nanobubbles Transparent (FASSIP 03 NT) uses Nanobubbles fluid as the working fluid. The FASSIP 03 NT strand support is one of the components in the FASSIP-03 NT strand, it functions as a support for all FASSIP 03 NT strand components so it is necessary to know its mechanical strength including mechanical stress and translational displacement. Methodology has been done through simulation testing using CATIA software, it is recommended to use a slider type restraint on the four legs of the FASSIP 03 NT strand support. With this passive system research, the condition of the absence of an electric power supply for the nuclear power plant reactor core cooling pump is not fatal, because the passive cooling system can take over the cooling function in the reactor core.Keywords: FASSIP 03 NT, mechanical stress, translational displacement, restraint, clamp, slide

    Tinjauan Kenyamanan Akustik Pada Kamar Hotel The Papandayan Bandung

    Get PDF
    The Papandayan Hotel adalah hotel terkemuka di Bandung yang termasuk memiliki tingkat okupasi tinggi. Sejak kurang lebih sepuluh tahun yang lalu Papandayan belum kembali melakukan renovasi, baik arsitektur maupun interuirnya. Kondisi eksisting sekarang ini apakah masih memberikan kenyamanan yang memuaskan pengunjung ataukah sudah perlu ada perbaikan adalah pertanyaan yang menjadi landasan penelitian ini. Penelitian difokuskan dalam meninjau kenyamanan  akustik yang terdapat pada kamar Hotel Papandayan. Menurut survey yang didapat dari ulasan pengunjung pada media online, kamar hotel yang  mereka gunakan mengalami kebocoran suara atau noise yang berasal dari kebisingan di jalan raya. Hal tersebut tentunya sangat mengganggu kenyamanan pengunjung yang menginap. Penelitian ini dilakukan dengan metode case studies yaitu dengan mengeksplorasi masalah akustik pada kamar hotel melalui berbagai sumber data untuk mengungkapkan beberapa aspek terkait masalah tersebut. Untuk itu, didapatkan gambaran yang jelas untuk upaya meningkatkan kenyamanan akustik dalam sebuah kamar hotel. Dari hasil penelitian, didapat pemahaman dan bagaimanan menerapkan metode kedap-suara dapat membantu dalam mengatasi noise yang masuk ke dalam kamar hotel.Kata kunci: kenyamanan akustik, kedap suara, kebisingan, interior kamar

    Transformasi Bangunan dan Perubahan Pola Sirkulasi Kendaraan di Kawasan Balai Kota Bandung

    Get PDF
    ABSTRAK Perkembangan kota dapat dilihat dari berbagai perubahan yang terjadi. Perubahan yang mudah diamati adalah perubahan yang terjadi pada bangunannya, baik  gaya maupun bentuk fisiknya. Perubahan ini akan terlihat lebih significant terlihat di kawasan cagar budaya. Makalah ini akan memaparkan kaitan antara perubahan bangunan dan pola sirkulasi kendaraan di kawasan Balai Kota Bandung, sebuah kawasan yang dinyatakan sebagai kawasan cagar budaya di kota Bandung. Dengan menggunakan metoda deskriptif dan melakukan observasi di lapangan penelitian ini menitik beratkan pada bangunan-bangunan yang berada di empat persimpangan jalan yang mengelilingi kantor Walikota Bandung. Dari empat persimpangan jalan yang diamati perubahan sirkulasi jalan meninggalkan ruang jalan yang menjadi tidak dilalui kendaraan. Kreatifitas dari Walikota merubah ruang tersebut menjadi taman yang banyak menarik pengunjung. Dapat disimpulkan bahwa transformasi yang terjadi pada bangunan-bangunan di persimpangan tidak berkaitan dengan perubahan sirkulasi tetapi transformasi pada ruang jalan memberikan dampak terhadap bangunan-bangunan cagar budaya di sekitarnya. Diharapkan kelestarian bangunan-bangunan cagar budaya di kawasan ini dapat dipertahankan sebagai warisan budaya masyarakat kota Bandung. Kata kunci: Perubahan sirkulasi kendaraan, persimpangan jalan, bangunan cagar budaya   ABSTRACT Development of The city can be seen from many changes that happens. The easiest changes we can observed is the change of the building, both the style and the physical form. These changes more significantly visible in the heritage area. This study will explain about relation between changes in circulation patterns of buildings and vehicles in the area of ​​Bandung City Hall, which it declared as heritage area in the city of Bandung. By using descriptive method and observation, this study focuses on buildings on the four intersections around Bandung Mayor’s office. From the four intersections that have been observed circulation changes leave space which not passable by vehicles. Creativity of Bandung's Mayor transform the space into a park that attract many visitors. It can be concluded that the transformations of the buildings at the intersection is not related to the changes of circulation but the transformations of the space on the streethave an impact on cultural heritage buildings around it. we are expecting preservation of cultural heritage buildings in this area may be preserved as cultural heritage of the city of Bandung. Keywords: Changes in circulation, intersection, building conservation. Â

    Kapasitas Lahan Parkir Fungsi Bangunan (Simpang Hariangbanga-Simpang Wastukencana) Pada Koridor Jalan Taman Sari

    Get PDF
    ABSTRAK Seiring dengan perkembangan jumlah penduduk dan kemajuan teknologi, perkembangan kota juga berjalan sesuai dengan kebutuhannya yang makin berkembang. Perkembangan suatu kota dengan aktivitas kegiatan manusia membuat fungsi-fungsi elemen kota, sarana transportasi maupun parkir mempunyai kedudukan penting, sehingga menyebabkan koridor jalan digunakan sebagai parkir kendaraan bermotor (on street parking). Kawasan Taman Sari (Simpang Hariangbanga – Simpang Wastukencana) merupakan kawasan pendidikan, perniagaan, juga perkantoran. Fungsi-fungsi tersebut menimbulkan konflik keruangan khususnya area parkir pada koridor jalan (on street parking). Objek Studi dalam analisa ini adalah kapasitas parkir pada setiap fungsi bangunan yang berada disepanjang jalan Taman Sari (Simpang Hariangbanga – Simpang Wastukencana) yang dikaji menggunakan metoda deskriptif meliputi metoda kuantitatif dan kualitatif yaitu dengan cara wawancara, observasi kajian secara langsung, dan pembahasan teori-teori berdasarkan studi pustaka atau literatur. Hasil dari Analisa ini disajikan dalam bentuk tabel perbandingan antara teori dengan data lapangan, dan hasil perbandingan tersebut dapat menunjukkan fungsi bangunan yang paling berpengaruh terhadap koridor jalan. Kata kunci: parkir, koridor jalan. ABSTRACT Along with the development of population and technological progress, the city also develops as the growth of the needs. The development of the city with its human activities, it makes some functions of urban elements, transportation and even parking space have important positions, since transportation facilities have the essential hierarchy, city's corridors used as vehicle's parking area. Taman Sari (intersection of Hariangbanga until intersection of Wastukencana) is an area of education, commercial and office. Those functions make some of the conflicts, one of the conflicts is city's corridors used as vehicle's parking area. The object of study in this analysis is about parking capacity in every each of its buildings along the path of Taman Sari (intersection of Hariangbanga until intersection of Wastukencana) assessed by using descriptive methode, included with quantitative and qualitative methods that is gone through by an interview, the direct observation of the theories were based on the literature studies. The result of this analysis is presented in the form of comparison table between theory and data field, and the result of comparison showed off if the function of the building itself has the effects to the corridor of the street. Keywords: parking, corridor of the stree

    Rancangan Bangunan Kantor Pos Besar Kota Bandung Ditinjau Dari Langgam Arsitektur Art Deco

    Get PDF
    Abstrak Kota Bandung sebagai sebagai salah satu kota yang memiliki banyak peninggalan bangunan bersejarah, menyimpan nilai dan informasi yang penting dari generasi ke generasi. Namun, pembahasan tentang arsitektur yang berlatarbelakang bangunan heritage belum banyak dikupas secara lebih detail berdasarkan elemen-elemen pendukungnya. Kantor Pos Besar Kota Bandung merupakan salah satu bangunan berlanggam Art Deco yang dilindungi oleh pemerintah dan dikategorikan dalam bangunan cagar budaya golongan A, sehingga bangunan ini tidak pernah mengalami perubahan bentuk sejak pertama dibangun (1931). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis langgam arsitektur Art Deco pada bangunan Kantor Pos Besar Kota Bandung. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dan deskiptif dengan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa bangunan Kantor Pos Besar Kota Bandung menggunakan langgam arsitektur Art Deco sebesar 82%, sedangkan 18% lainnya merupakan langgam Klasik. Jenis langgam Art Deco yang digunakan termasuk kedalam Streamline Deco, karena lebih menekankan pada penggunaan bentuk-bentuk geometris seperti persegi, persegi panjang, segitiga, dan garis-garis vertikal dan horizontal pada fasade dan ornamen di dalamnya. Kata kunci : langgam arsitektur, art deco, kantor pos besar kota Bandung   AbstraCT Bandung is one of cities which has many heritage buildings and have values and important information from generation to generation. However, the study of architecture heritage buildings background has not been discussed in more detail based on their supporting elements. Kantor Pos Besar in Bandung is one of buildings which uses Art Deco style and is protected by the goverment and be categorized into heritage buldings class A, so the building is never renovated since the first time it was built (1931). This study aim to analyze Art Deco architectural style of Kantor Pos Besar Kota Bandung. This study uses qualitative and descriptive method approach with case studies. The data were collected through the observation and documentation. The result of this study show that Kantor Pos Besar Kota Bandung building uses Art Deco architectural style in amount of 82% while the 18% is classic style. The type of Art Deco style, which is used by Kantor Pos Besar Kota Bandung, is included in Streamline Deco, because it emphasizes more on the use of geometric forms such as square, rectangle, triangle, and vertical and horizontal lines on facade and ornament in it. Keywords: architecture style, art deco, kantor pos besar in Bandun

    1,600

    full texts

    1,717

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institut Teknologi Nasional: Jurnal Itenas Online
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇