Institut Teknologi Nasional: Jurnal Itenas Online
Not a member yet
    1717 research outputs found

    Implementasi Single-Hop Wireless Sensor Network pada Lintasan Mobil Remote Control

    Get PDF
    ABSTRAKPenerapan teknologi dalam sistem pemantauan dapat mengatasi kelemahan pada pemantauan secara manual. Untuk meningkatkan kualitas pemantauan, diperlukan suatu sistem yang dapat memantau mobil remote control yang berada di lintasan. Wireless Sensor Network (WSN) merupakan teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi pemantauan secara otomatis pada area tertentu. WSN pada lintasan menerapkan sistem komunikasi Single-Hop. Sistem Single-Hop menggunakan sensor node (obstacle infrared) untuk mendeteksi mobil di area lintasan, lalu dikirim langsung oleh sink node ke server dengan menggunakan ESP8266-01. Arsitektur WSN menggunakan Topologi Point to Point terhubung langsung antara sensor node dengan Access Point. Metode pengiriman Single-Hop menggunakan Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP). Hasil pengujian TCP/IP berdasarkan jarak baca sensor menggunakan parameter Quality of Service (QoS) meliputi parameter Delay, Jitter, Throughput, Packet loss, menghasilkan delay, jitter dan throughput yang sangat baik dan stabil, dan paket loss 0%. Kemudian TCP/IP menguji tingkat akurasi pengiriman data ke server sebanyak 400 kali menghasilkan tingkat akurasi 100%.Kata kunci: lintasan mobil remote control, single-hop wireless sensor network ABSTRACTApplication of technology in monitoring system can overcome weaknesses in manual monitoring. To improve quality of monitoring, need system that can monitor remote control cars on track. Wireless Sensor Network (WSN) is technology that can increase monitoring efficiency automatically in certain areas. WSN on track implements Single-Hop communication system. Single-Hop system uses sensor node (obstacle infrared) to detect cars in the track area, then sent directly by sink node to server using ESP8266-01. WSN architecture uses  Point to Point topology connected directly between  sensor nodes and Access Point. Single-Hop delivery method uses Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP). TCP/IP test results based on sensor reading distance using Quality of Service (QoS) parameters including Delay, Jitter, Throughput, Packet loss parameters, resulting in excellent and stable delay, jitter and throughput, and 0% packet loss. Then TCP/IP tests the accuracy of sending data to server 400 times resulting in an accuracy rate of 100%.Keywords: remote control car track, single-hop wireless sensor networ

    Komparasi Metode Multi Layer Perceptron (MLP) dan Support Vector Machine (SVM) untuk Klasifikasi Kanker Payudara

    Get PDF
    ABSTRAKPenyebab kematian utama saat ini di dunia salah satunya dikarenakan oleh penyakit kanker. Menurut data Globocan 2018, dengan tingkat kematian rerata 17 per 100.000 jiwa dan insiden sebanyak 2,1 per 100.000 jiwa untuk kanker payudara yang menyerang wanita di Indonesia. Hal ini menjadikan Indonesia menempati peringkat ke-23 di Asia dan ke-8 di Asia Tenggara. Seiring perkembangan teknologi, sistem berbantuan komputer telah membantu orang di berbagai bidang misalnya di bidang medis. Penentuan jenis kanker payudara menggunakan mechine learning dapat membantu ahli patologi melakukan pemeriksaan secara lebih konsisten dan efisien. Pada penelitian ini, akan dilakukan komparasi metode Multi Layer Perceptron (MLP) dan Support Vector Machine (SVM) untuk klasifikasi kanker payudara. Adapun hasil yang didapatkan menunjukan bahwa, dalam klasifikasi metode Multi Layer Perceptron (MLP) dengan fungsi aktivasi Logistic dan fungsi optimisasi Adam memberikan nilai accuracy, precision dan recall terbaik dibandingkan Support Vector Machine yaitu sebesar 97.7%.Kata kunci: Multi Layer Perceptron (MLP), Aktivasi Logistic, Optimisasi Adam, Support Vector Machine (SVM), Kanker PayudaraABSTRACTThe leading cause of death today in the world is due to cancer. According to Globocan 2018 data, with an average mortality rate of 17 per 100,000 people and an incidence of 2.1 per 100,000 people for breast cancer that affects women in Indonesia. This makes Indonesia ranked 23rd in Asia and 8th in Southeast Asia. As technology has evolved, computer-aided systems have helped people in various fields such as in the medical field. Determination of the type of breast cancer using mechine learning can help pathologists perform examinations more consistently and efficiently. In this study, a comparison of the Multi Layer Perceptron (MLP) and Support Vector Machine (SVM) methods will be carried out for breast cancer classification. The results obtained showed that, in the classification of multi layer perceptron (MLP) methods with logistic activation function and Adam optimization function provides the best accuracy, precision and recall value compared to Support Vector Machine which is 97.7%.Keywords: Multi Layer Perceptron (MLP), Logistic Activation, Adam Optimization, Support Vector Machine (SVM), Breast Cance

    Perbandingan Algoritma YOLOv4 dan Scaled YOLOv4 untuk Deteksi Objek pada Citra Termal

    Get PDF
    ABSTRAKMinimnya visibilitas pejalan kaki dan pengendara pada malam hari karena kurangnya pencahayaan pada lampu jalan menyebabkan kecelakaan rentan terjadi pada rentang waktu tersebut. Sistem penglihatan komputer berbeda dengan manusia, semua objek dengan suhu di atas nol dapat memancarkan radiasi inframerah jika direkam menggunakan kamera termal. Dalam penelitian ini penulis mengidentifikasi citra termal dalam bentuk citra RGB dengan algoritma YOLOv4 dan Scaled YOLOv4 sebagai deteksi objek. Performa sistem diukur berdasarkan nilai presisi, recall, f1-score, dan mAP. Eksperimen dilakukan pada dataset citra termal dengan objek manusia. Skenario yang digunakan adalah mendeteksi objek dengan jarak 5m, 10m, 15m, dan 20m. Hasil deteksi didapatkan algoritma Scaled YOLOv4 CSP lebih unggul dengan nilai pengujian precision 94,3%, recall 83,8%, f1-Score 88,7%, dan mAP 86,9%. Hasil tersebut dipengaruhi oleh ukuran citra dan jumlah dataset dari citra training, citra validation, dan citra uji.Kata kunci: Citra Termal, YOLO, YOLOv4, Scaled-YOLOv4, Deteksi ObjekABSTRACTThe lack of visibility of pedestrians and drivers at night due to lack of lighting in street lights makes accidents prone to occur during this time. The computer vision system is different from the humans, any object with a temperature above zero can emit infrared radiation when using a thermal camera. In this study, the authors identify thermal images in RGB using YOLOv4 and Scaled YOLOv4 as object detection algorithms. System performance is measured based on the value of precision, recall, f1-score, and mAP. Experiments were carried out on a thermal image dataset with human objects. The scenario used was to detect objects at a distance of 5m, 10m, 15m, and 20m. The detection results show that Scaled YOLOv4 CSP algorithms is the best, based on the test value of 94.3% precision, 83.8% recall, 88.7% f1-Score, and 86.9% mAP. These results are influenced by the size of the image and the number of datasets from training images, validation images, and test images.Keywords: Thermal Image, YOLO, YOLOv4, Scaled-YOLOv4, Object Detectio

    Eksistensi Pola Geometrik, Organik, & Superimposisi Dalam Arsitektur Pada Kawasan Summarecon Bekasi

    Get PDF
    Eksistensi sebuah pola dalam kota ataupun kawasan di dalam kota sangatlah penting dalam membantu pengaturan hubungan aktivitas, tata bangunan, jaringan jalan, ruang terbuka, dan sistem kota lainnya, pola tersebut akan ada yang muncul secara alami atau juga dengan disengaja dan diantaranya akan ada yang lebih dominan dibanding satu sama lainnya. Untuk bisa merencanakan sebuah sistem kawasan yang efektif maka haruslah diidentifikasikan terlebih dahulu pola dasar kawasan tersebut seperti padahalnya kawasan Summarecon Bekasi dimana akan ada pola dominan didalam kawasan tersebut yang bisa membantu dalam pertumbuhan kawasannya baik dari penambahan bangunan baru, pembaharuan jaringan jalan, dan lainnya. Hasil penelitian ini akan menunjukan ke eksistensian pola-pola di dalam kawasan Summarecon Bekasi baik yang alami dan yang disengaja dan pola mana saja yang lebih dominan dibanding dengan yang lainnya agar bisa menjadi acuan dalam pengambangan kawasan dimasa depan baik dari perkembangan fisik dan juga sosial

    Tingkat Kenyamanan Pejalan Kaki dan Pesepeda Pada Kawasan Pembangunan Berorientasi Transit Dukuh Atas

    Get PDF
    AbstrakPembangunan pedestrian yang terintegrasi dengan sistem transportasi publik diusung sebagai salah satu upaya pengendalian kemacetan lalu lintas di DKI Jakarta. Dalam membuat konsep pembangunan kota yang memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pengguna jalan di Kawasan Dukuh Atas, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 107 Tahun 2020 tentang Panduan Rancang Kota Kawasan Pembangunan Berorientasi Transit Dukuh Atas. Kajian tingkat kenyamanan pejalan kaki dan pesepeda pada pengembangan kawasan pembangunan berorientasi transit dukuh atas penting karena kawasan ini berlokasi di pusat kota Jakarta yang berpotensi menjadi preseden bagi kawasan ramah pejalan kaki dan pesepeda di ruas-ruas jalan lainnya di Jakarta. Pengumpulan data menggunakan data sekunder dan observasi yang dilakukan melalui Google Streetview. Parameter yang bersumber dari modifikasi Global Walkability Index (GWI) dengan parameter yang digunakan yaitu kenyamanan, keamanan, keselamatan, disabilitas dan jalur sepeda. Penilaian menggunakan Skala Likert dari angka 1 sampai 10 yang diberikan kepada setiap indikator yang kemudian dikelompokkan berdasarkan tipe kawasan dengan bobot tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kenyamanan pejalan kaki dan pesepeda pada Kawasan Pembangunan Berorientasi Transit Dukuh Atas dengan radius 350 meter dari Stasiun MRT Dukuh Atas sebagai titik pusat pengembangan memiliki angka walkability index sebesar 48,39 (empat puluh delapan koma tiga sembilan).Kata kunci: dukuh atas, kondisi jalan, pejalan kaki, pesepeda, walkability index AbstractPedestrian development that is integrated with the public transportation system is one of the obstacles to public traffic jams in DKI Jakarta. In making the concept of city development that provides convenience and comfort for road users in the Dukuh Atas area, the Government has issued Gubernatorial Decree No. 107/2020 concerning Urban Design Guidelines (UDGL) for the Dukuh Atas Transit-Oriented Development (TOD). The study of the comfort level of pedestrians and cyclists in the development of the Dukuh Atas TOD area is important because this area is located in the center of Jakarta, which may set a precedent for pedestrian and cyclist-friendly areas on other roads in Jakarta. Data collection uses secondary data and observations made through Google Streetview. Parameters sourced from the modification of the Global Walkability Index (GWI) with the parameters used are security, safety, disability, and bicycle paths. The assessment uses a Likert Scale from numbers 1 to 10 which is given to each indicator which is then built based on the type of area with a certain weight. The results showed that the comfort level of pedestrians and cyclists in the Dukuh Atas TOD Area with a radius of 350 meters from the Dukuh Atas MRT Station as the development center point had a walkability index of 48.39 (forty-eight point three nine).Keywords: cyclist, dukuh atas, pedestrian, road condition, walkability index

    TRANSFORMASI BANGUNAN CAGAR BUDAYA DI SEPANJANG JALAN BRAGA SEGMEN PERSIMPANGAN JALAN NARIPAN-PERSIMPANGAN JALAN ASIA AFRIKA

    Get PDF
    ABSTRAK Jalan Braga cukup dikenal sejak masa pemerintahan Hindia-Belanda. Di sisi kanan kiri Jalan Braga terdapat komplek pertokoan yang memiliki arsitektur yang tetap mempertahankan ciri arsitektur lama pada masa Hindia Belanda. Seiring dengan berjalannya waktu perubahan pada bangunan tidak dapat dihindarkan sehingga saat ini terdapat beberapa bangunan yang mengalami perubahan fungsi dan bentuk massa. Dengan adanya bangunan-bangunan baru dan perubahan bentuk massa bangunan yang terjadi di sana, Kawasan Jalan Braga masih memiliki identitasnya sebagai satu kawasan ikonik di kota Bandung meski fungsi bangunan yang telah berubah. Metode yang dilakukan dalam penyelesaian masalah adalah secara deskriptif analitis meliputi metode kualitatif dan kuantitatif serta observasi secara langsung. Kata Kunci : Transformasi, Kawasan Braga, Peralihan Fungsi, Bentuk Fisik, Bangunan Cagar Budaya ABSTRACT Braga street is well known since the reign of the Dutch East Indies. On side of Braga street there is a complex of shops that have an architecture that retains the old architectural features of the Dutch East Indies. Along with the passage of time changes in buildings can not be avoided so that now there are some buildings that have changed the function and form of mass. With the new buildings and changes in the mass of buildings that occur there, Braga Road Area still has its identity as an iconic area in the city of Bandung despite the building's function has changed. The method used in solving the problem is descriptive analytical methods include qualitative and quantitative as well as direct observation. Keywords: Transformation, Braga Area, Functional Transition, Physical Form, Heritage Buildin

    PENERAPAN KONSEP HYBRID WORKING OFFICE LAYOUT PADA PERANCANGAN INTERIOR KANTOR GOOGLE INDONESIA

    No full text
    Seiring dengan berkembangnya teknologi, perkantoran pun membutuhkan konsep yang baru   dan maju. Banyak perkantoran yang sudah menggunakan konsep yang simpel dan modern, namun tetap monoton seperti kantor pada umumnya. Saat ini, para pekerja membutuhkan tempat untuk bersantai dan beristirahat yang baik dan nyaman di dalam kantor agar para pekerja terus berinovasi dalam kemajuan perusahaan. Sama halnya dengan Kantor Google Indonesia yang dituntut untuk memberikan pelayanan yang terbaik pada seluruh pegawai/pekerja yang ada di dalam gedung dengan menggunakan sistem Hybrid Working Layout Office pada interior kantor Google Indonesia.Kata kunci: bekerja secara hybrid, konsep simpel dan modern, Kantor Google

    Tinjauan Usaha Optimalisasi Ruang Kerja Mahasiswa Desain Interior di Masa Pandemik (Studi Kasus: Mahasiswa Program Studi Desain Interior Itenas Angkatan 2020)

    Get PDF
    Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana optimalisasi ruang yang digunakan mahasiswa Desain Interior Institut Teknologi Nasional 2020 selama Study From Home (SFH). Penelitian ini dilakukan menggunakan metode photovoice dan menggunakan data hasil survey yang didapatkan dari kuisioner yang dibagikan melalui online di platform Google Form. Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan, mampu menggambarkan kondisi ruang kerja bagi mahasiswa Desain Interior Institut Teknologi Nasional Angkatan 2020. Selama SFH para mahasiswa cenderung menggunakan ruangan yang ada. Maka dari itu, Penggunaan ruang yang ada menjadikan para mahasiswa harus mengoptimalkan ruangan kerja yang mereka gunakan agar ruangan kerja menjadi nyaman. Ditemukan juga beberapa masalah terkait aspek interior seperti aspek akustik serta aspek ergonomis pada furnitur yang digunakan yang berpengaruh terhadap kenyamanan di ruang kerja yang dapat membuat para mahasiswa mampu meningkatkan produktivitasnya selama pandemi. Kesimpulan yang bisa didapat adalah luas ruang, akustik dan ergonomik berpengaruh terhadap produktivitas kerja selama SFH.Kata kunci: Studi From Home (SFH), optimalisasi ruang, prpduktivitas, pandemik, Covid-10

    Masjid Al-Irsyad Kota Baru Parahyangan Ditinjau dari Teori-Teori Arsitektur Modern

    No full text
    Abstrak Bangunan Masjid Al-Irsyad Kota Baru Parahyangan merupakan bangunan yang berfungsi sebagai tempat beribadah umat muslim di Kota Baru Parahyangan, Bandung. Masjid Al-Irsyad ini direncanakan dan dibangun oleh Arsitek Ridwan Kamil. Bangunan tersebut dibangun untuk menambah sarana peribadahan untuk masyarakat muslim di perumahan Kota Baru Parahyangan untuk beribadah dalam kesehariannya. Maka dari itu dibangunlah bangunan Masjid Al-Irsyad dengan keunikan desain gaya arsitektur bangunan. Setelah dibangun bangunan Masjid Al-Irsyad, sebagian masyarakat sekitar, masyarakat dari dalam dan dari luar kawasan memberi kesan pada bangunan dan menyebutkan bahwa Masjid Al-Irsyad merupakan bangunan dengan gaya arsitektur futuristik, dengan bentuk bangunan yang unik dengan konsep desain idealis dan bentuk bangunan baru. Metode yang dilakukan dalam pengamatan dan penelitian bangunan adalah secara deskriptif analitis meliputi metode kualitatif, observasi secara langsung dan wawancara. Diharapkan hasil pengamatan dan penelitian bangunan dapat menjadi kiasan bagi karya seni arsitektural bangunan yang berorientasi terhadap konsep desain aristektur gaya baru, agar para arsitek dapat memahami maksud dan pola pemikiran dan perasaan desain arsitektur gaya baru pada bangunan.  Kata Kunci : Gaya Arsitektur Bangunan, Futuristik, Masjid Al-Irsya

    Analisis ELCB Sebagai Proteksi Tegangan Sentuh pada Pembumian Sistem TT

    Get PDF
    ABSTRAKBahaya tegangan sentuh bisa terjadi apabila manusia menyentuh bagian yang bertegangan secara langsung maupun tidak langsung. Sentuhan langsung terjadi apabila manusia menyentuh secara langsung bagian aktif, sedangkan sentuhan tidak langsung bisa terjadi bila manusia menyentuh bagian konduktif terbuka (BKT) dari peralatan yang bertegangan karena adanya arus bocor. Manusia tentunya tidak tahu bahwa bagian aktif maupun BKT dari peralatan tersebut bertegangan dan manusia menyentuh bagian tersebut secara sengaja maupun tidak sengaja. Oleh karena itu perlu adanya proteksi terhadap tegangan sentuh langsung dan tidak langsung. Proteksi yang biasa digunakan pada instalasi listrik adalah ELCB dengan rating arus 30 mA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa proteksi tegangan sentuh langsung dan tidak langsung menggunakan ELCB pada pembumian sistem TT (Terre-Terre) dimana pembumian titik netral trafo dan pembumian peralatan dipasang secara terpisah. Penelitian ini bisa membuktikan bahwa ELCB bisa digunakan sebagai tegangan sentuh langsung dan tidak langsung denga waktu kerja instanataneous.ABSTRACTDangers of touch voltage can occur if humans touch the live parts directly or indirectly. Direct touch occur when humans touch the active part directly, while indirect touch can occur when humans touch the bare conductive part (BKT) of the equipment with voltage due to leakage current. Humans certainly don't know that the active or BKT of the equipment are live and than humans touch these parts intentionally or unintentionally. Therefore, there is a need for protection against direct and indirect touch voltages. The armature commonly used in electrical installations is an ELCB with a current rating of 30 mA. This study aims to analyze direct and indirect touch voltage protection using ELCB on TT (Terre-Terre) sistem earthing where the transformer neutral point grounding and equipment grounding are Installed separately. This research can prove that ELCB can utilized as direct and indirect touch voltage with instantaneous working time

    1,600

    full texts

    1,717

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institut Teknologi Nasional: Jurnal Itenas Online
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇