Institut Teknologi Nasional: Jurnal Itenas Online
Not a member yet
1717 research outputs found
Sort by
Pengembangan Prototipe Pesawat Udara Tanpa Awak Jenis Fixed Wing VTOL
ABSTRAK Pesawat udaramembutuhkan landasan pacu untuk dapat lepas landas maupun untuk mendarat, hal yang sama juga berlaku untuk Pesawat udara tanpa awak(Fixed Wings Drone). Penelitian ini bertujuan merancang dan membuat Pesawat Udara Tanpa Awak yang di persiapkan untuk dapat Lepas landas dan mendarat secara vertikal. Agar dapat Lepas landas dan mendarat secara vertikal tanpa butuh landasan pacu pada pesawat di tambahkan empat rotor vertikal yang berfungsi mengambil alih gerakan saat pesawat Lepas landas dan mendarat secara vertikal. Ide perancangan berasaldari inventarisasi prinsip kerja pesawat sejenis yang telah ada, dilakukan optimalisasi bentuk dan dimensi pesawat,kemudian dibuat dalam bentuk gambar teknik untukproses pembuatan pesawat, akhirnya dilakukan pengujian. Jenis pesawat yang dibuat adalah tipe Twin Boom yang ditambahkan empat propeler dengan bentang sayap pesawat 160cm dan panjang pesawat sekitar 105cm dengan bobot total sekitar 1,5 kg. Setelah dilakukan uji statis dan uji dinamis, pesawat tanpa awakyang di buat dapat terbang dan bermanuver dengan baik. Kata kunci: Pesawat Tanpa Awak, Fixed Wings, Vertikal Takeoff and landing. ABSTRACT An aircraft requires a runway both take-off and landing, the same can also be stated for unmanned aerial vehicles (Fixed Wings Drone). This research was done with the purpose of designing and developing unmanned aerial vehicles with the capability of taking off and landing in a vertical manner without a runway. In order to achieve this, four vertical rotors were added to the plane body to help control its motion. The main idea of the research comes from the working principles of similar aircraft designs, developing optimization on the shape and the dimension of the plane, developing the engineering drawings for those designs, and then testing the designs. The type of aircraft designed was a Twin Boom design with the addition of four propellers. The plane has a total width of 160 cm and length of 105 cm, with a total weight of 1.5 kg. After dynamic testing, the aircraft managed to achieve flight and good maneuvering capabilities. Keywords: Unmanned Aerial Vehicle, Fixed Wings, Vertical Take-off and landing.Â
Perancangan Media Kampanye Cegah Katarak Senilis untuk Wilayah Jawa Timur Usia 30-50 Tahun
Katarak adalah penyebab kebutaan tertinggi di Indonesia. Penyebab katarak terbanyak disebabkan oleh usia yaitu disebut katarak senilis dengan kasus tertinggi di wilayah Jawa Timur. Setiap tahun masyarakat mengalami peningkatan awareness terkait katarak, namun hal tersebut tidak signifikan terhadap penurunan kasus katarak dari tahun ke tahun. Selain itu, dominasi katarak di Jawa Timur disebabkan oleh faktor penyebabnya, yaitu sinar UV, kebiasaan merokok dan diabetes. Oleh karena itu, penulis merancang perancangan kampanye Cegah Katarak untuk ajakan mencegah terjadinya katarak. Dalam perancangan ini, metode yang digunakan adalah depth interview, kuesioner, observasi, studi literature, studi eksisting, riset eksperimental, dan user testing. Perancangan ini menghasilkan output media, yaitu video iklan layanan masyarakat, video teaser, media sosial, website, media cetak, TVC, dan billboard yang diletakkan di berbagai titik strategis di kota-kota wilayah Jawa Timur.Kata kunci: Kampanye, Katarak, Pencegahan, Media Kampanye------A cataract is the leading cause of blindness in Indonesia. The most common cause of cataracts is age, which is called senile cataract with the highest cases in East Java. Every year the community experiences an increase in awareness regarding cataracts, but this is not significant for the decrease in cataract cases from year to year. In addition, the dominance of cataracts in East Java is caused by the causative factors, namely UV rays, smoking habits and diabetes. Therefore, the authors designed the Prevent Cataract campaign design to invite the prevention of cataracts. In this design, the methods used are depth interviews, questionnaires, observation, literature studies, existing studies, experimental research, and user testing. This design produces media outputs, namely public service advertisement videos, teaser videos, social media, websites, print media, TVC, and billboards placed at various strategic points in cities in East Java.Keywords: Campaign, Cataract, Prevention, Campaign MediaÂ
Evaluasi Aplikasi Aksara Sunda Mobile menggunakan API Gesture
ABSTRAKAksara sunda merupakan kebudayaan yang hampir terlupakan di kalangan anak-anak ataupun remaja milenial dan generasi Z, belum banyaknya media interaktif yang menjadi trigger dalam belajar aksara, sehingga aksara Sunda kurang diminati, sehingga objek yang diangkat dalam penelitian adalah aksara sunda. Pemanfaatan API Gesture dengan media android dalam aplikasi aksara sunda menjembatani pembelajaran yang interaktif dan komunikatif sehingga menjadi daya tarik bagi pengguna khususnya usia sekolah. Materi pada aplikasi menampilkan sejarah dan filosofi aksara Sunda, aksara ngalagena, rarangken, swara, aksara rekaan, angka, serta evaluasi. Secara keseluruhan menyatakan rata-rata kualitas aplikasi adalah 3.59 point atau sebesar 89.83% yang memenuhi aspek uji kehandalan sebesar 91.67%, uji kebergunaan sebesar 88.33%, uji efisiensi sebesar 90.83%, uji fungsionalitas sebesar 85.25% dan uji umum sebesar 92.50%.Kata Kunci: aksara sunda, API gesture, interaktif, polaABSTRACTThe Sundanese script is a culture that has been almost forgotten among millennial and generation Z children or youth, not many interactive media have become triggers in learning the script, so that the Sundanese script is less attractive, so the object raised in this research is the Sundanese script. Utilization of the Gesture API with Android media in the Sundanese script application bridges interactive and communicative learning so that it becomes an attraction for users, especially school age. The material in the application displays the history and philosophy of the Sundanese script, the ngalagena script, rarangken, swara, fictional script, numbers, and evaluation. Overall stated that the average application quality is 3.59 points or 89.83% which fulfills the reliability test aspect of 91.67%, the usability test is 88.33%, the efficiency test is 90.83%, the functionality test is 85.25% and the general test is 92.50%.Keywords: sundanese script, API gesture, interactive, patter
Strategi Optimalisasi Kecepatan dan Torka pada SRM Berbasis Deteksi Rotary Encoder dan FPGA
ABSTRAKSwitched Reluctance Motor (SRM) banyak digunakan pada dunia industri saat ini karena memiliki kelebihan, faktor kelebihan SRM yaitu magnet permanen yang digantikan oleh rotor inti besi dan stator berupa belitan sehingga lebih efisien dalam perawatannya. Tujuan penelitian ini untuk memaksimalkan kinerja SRM dengan meningkatkan kecepatan, meningkatkan kepresisian pada sudut penyalaan, meningkatkan torka, menghaluskan bentuk gelombang tegangan dan arus. Metode yang digunakan adalah perangkat kontrol jenis Field Programmable Gate Array (FPGA), sensor hall effect dan rotary encoder digunakan untuk mendeteksi posisi rotor, informasi posisi rotor digunakan sebagai pedoman penentuan sudut penyalaan oleh FPGA. Hasil pengujian pertama, sensor hall effect menghasilkan kecepatan 1935 RPM, pengujian kedua yang menggunakan rotary encoder menghasilkan performa lebih baik pada kecepatan 2210 RPM. Gelombang osiloskop yang dihasilkan oleh rotary encoder juga menunjukkan hasil lebih presisi dibandingkan dengan hall effect, dapat disimpulkan bahwa strategi optimalisasi SRM lebih optimal menggunakan rotary encoder.Kata kunci: FPGA, Hall Effect, Rotary Encoder, Switched Reluctance Motor, Torka ABSTRACTSwitched Reluctance Motor (SRM) is widely used in the industrial world today because it has advantages. The aim of this research is to maximize SRM performance by increasing speed, increasing precision at ignition angle, increasing torque, smoothing voltage and current waveforms. The method used is a Field Programmable Gate Array (FPGA) type control device, a hall effect sensor and a rotary encoder are used to detect the rotor position, the rotor position information is used to determine the ignition angle by the FPGA. The results of the first test, the hall effect sensor produces a speed of 1935 RPM, the second test using a rotary encoder produces better performance at a speed of 2210 RPM. The oscilloscope waveform produced by the rotary encoder also shows more precise results than the hall effect, it can be concluded that the SRM optimization strategy is more optimal using a rotary encoder.Keywords: FPGA, Hall Effect, Rotary Encoder, Switched Reluctance Motor, Torqu
PELATIHAN CARA MEMBUAT VIDEO PEMBELAJARAN YANG INTERAKTIF DAN KONSTRUKTIF UNTUK GURU MATEMATIKA SMP YAPIS TIMIKA
ABSTRAKTujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah untuk melatih guru-guru matematika SMP Yapis Timika agar dapat membuat dan mengembangkan video pembelajaran matematika yang interaktif dan konstruktif. Berdasarkan hasil suvei awal diperoleh bahwa masih sedikit guru matematika yang belum memanfaatkan dan mengembangkan video pembelajaran sebagai media pembelajaran yang interaktif dan konstruktif. Metode yang digunakan pada kegiatan PKM ini adalah pelatihan yang dilaksanakan secara tatap muka dan secara online melalui aplikasi Google Meet. Pertemuan I dilaksanakan secara tatap muka pada tanggal 12 Januari 2021 di SMP Yapis Timik. Pertemuan II, III dan IV dilaksanakan secara online pada 15, 18 dan 29 Januari 2021. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah guru mampu membuat dan mengembangkan media pembelajaran matematika dengan menggunakan salah satu aplikasi Ms. Power Point, merekam media pembelajaran tersebut dengan menggunakan aplikasi, menambahkan intro video pembelajaran dengan menggunakan aplikasi Intro Maker, dan menggabungkannya dengan menggunakan aplikasi Bandi Cut sehingga menjadi salah satu video pembelajaran matematika yang interaktif dan konstruktif. Kesimpulan dari kegiatan pelatihan ini adalah guru dapat membuat dan mengembangkan video pembelajaran matematika yang interaktif dan konstruktif dengan baik.Kata kunci: interaktif; konstruktif; pelatihan; video pembelajaranABSTRACTThe purpose of this community service activity is to train mathematics teachers at Yapis Timika Middle School, so that they can create and develop interactive and constructive mathematics learning videos. Based on the results of the initial survey, it was found that there are still a few mathematics teachers who have not utilized and developed learning videos as interactive and constructive learning media. The method used in this service activity is training which is carried out face-to-face and online through the Google Meet application. The first meeting was held face-to-face on January 12, 2021 at Yapis Timik Middle School. Meetings II, III and IV were held online on 15, 18 and 29 January 2021. The result of this service activity was that teachers were able to create and develop mathematics learning media using one of the Ms. Power Point, recording the learning media using an application, adding a learning video intro using the Intro Maker application, and combining it using the Bandi Cut application so that it becomes one of the interactive and constructive math learning videos. The conclusion of this training activity is that teachers can make and develop interactive and constructive mathematics learning videos well.Keywords: interactive; constructive; training; tutorial vide
Karakteristik Fisik Hunian Permukiman Bantaran Sungai Lasolo
AbstrakKota Kendari merupakan salah satu Kota perdagangan dan jasa yang berkembang pesat sehingga menimbulkan daya tarik bagi masyarakat luar untuk urbanisasi sehingga menimbulkan kepadatan penduduk. Salah satu permukiman yang memiliki kepadatan hunian yang tinggi yakni di bantaran Sungai Lasolo. Fenomena yang berkembang pada kawasan permukiman ini yakni adanya bangunan yang berdiri di tepian tanggul sungai padahal hal tersebut bertentangan dengan regulasi yang ditetapkan, Keberadaan permukiman pada daerah tepian tanggul membahayakan penghuni dan mengganggu ekologi tepian sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskriptifkan karakteristik bentuk hunian di Bantaran Sungai Lasolo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi sebagai upaya memaknai suatu fenomena dengan menganalisis data berdasarkan indikator keteraturaan bangunan, kualitas bangunan, dan kepadatan bangunan. Metode pengambilan data dilakukan dengan observasi sample hunian di permukiman RT.002/RW.001 Kelurahan Sanua, kemudian dianalisis berdasarkan indikator tersebut. Hasil penelitian pada zona 1 diketahui bahwa tampilan bangunan secara visual tidak beraturan karena dipengaruhi arah aliran sungai sehingga berpola linear memanjang dengan komposisi kepadatan bangunan yang besar. Dari segi material didominasi oleh bahan dasar kayu serta penempatan ruang lebih bersifat terbuka, Beberapa hunian berada pada daerah sempadan sungai dengan orientasi bangunan yang menghadap kearah sungai.Kata Kunci: Bantaran Sungai Lasolo, Bentuk hunian, Karakteristik, Permukiman,FenomenologiAbstractKendari City is one of the cities of trade and services that is growing rapidly so that it attracts outsiders to urbanize, causing population density. One of the settlements that has a high residential density is on the banks of the Lasolo River. The phenomenon that develops in this residential area is the existence of buildings that stand on the banks of river embankments even though this is contrary to established regulations. This study aims to describe the characteristics of residential forms on the Lasolo Riverbank. This study uses a qualitative descriptive method with a phenomenological approach as an effort to interpret a phenomenon by analyzing data based on indicators of building regularity, building quality, and building density. The data collection method was carried out by observing the residential sample in the settlements of RT.002/RW.001, Sanua Village, then analyzed based on these indicators. The results of the research in zone 1 show that the visual appearance of the building is irregular because it is influenced by the direction of the river flow so that it has an elongated linear pattern with a large composition of building density. In terms of material, it is dominated by wood base material and the placement of the space is more open. Some of the dwellings are located on the river border area with the orientation of the building facing the river.Keywords: Lasolo Riverbank, Residential form, Characteristics, Settlement, Phenomenolog
Desain Bangunan dan Tapak Bandung Creative Hub (BCH) Ditinjau dari Peraturan Bangunan Gedung Hijau
Abstrak Pada desain sebuah bangunan gedung diperlukan peraturan bangunan gedung hijau dalam proses perencanaan. Langkah kerja yang dilakukan adalah memperhatikan orientasi bangunan gedung, area Ruang Terbuka Hijau (RTH), jalur pedestrian bagi pengguna gedung, pengelolaan tapak besmen, penyediaan lahan parkir dengan memperhatikan batasan KDB, selubung bangunan, penyediaan sistem ventilasi, pengondisian udara dan sistem pencahayaan. Peraturan yang dibuat pemerintah menjadi acuan seorang arsitek dalam mendesain bangunan gedung hijau, pada era modern hal tersebut menjadi poin yang diperhatikan. Kajian ini akan membahas bangunan Bandung Creative Hub (BCH) yang berfungsi sebagai sarana penunjang bagi masyarakat untuk menyalurkan kreativitas dan ide kreatif. Aspek yang diutamakan adalah desain bangunan BCH dan tapaknya ditinjau dari peraturan bangunan gedung hijau. Kajian ini diharapkan dapat menjadi rujukan pada saat mendesain bangunan gedung publik pada umumnya, khususnya dapat digunakan sebagai rujukan untuk pertimbangan dalam mendesain bangunan yang sesuai dengan peraturan bangunan gedung hijau. Kata kunci: Desain Bangunan, Desain Tapak, Peraturan Bangunan Gedung Hijau
Langgam Art Deco Pada Desain Eksterior Dan Interior Tower Merdeka Hotel Prama Grand Preanger Bandung
Abstrak Paris Van Java merupakan julukan bagi kota Bandung karena suasana kota yang sangat menarik wisatawan, serta gaya arsitektural Belanda yang masih di pertahankan dari masa kolonial hingga saat ini. Salah satunya adalah Hotel Prama Grand Preanger yang terletak di Jalan Asia Afrika. Bangunan inidulunya adalah sebuah toko dan mengalami kebangkrutan, sehingga pada tahun 1897 oleh seorang Belanda bernama W.H.C Van Deteerkom toko ini diubah menjadi sebuah hotel dan diberi nama Hotel Preanger. Hotel ini menjadi salah satu hotel primadona dan memiliki citra yang baik pada jamannya dan menjadi landmark kota Bandung sampai saat ini, terutama karena masih mempertahankan gaya Art Deco baik pada eksterior maupun interior bangunan. Meskipun sarat dengan kesan bangunan kuno, Hotel Prama Grand Preanger masih tetap memikat para wisatawan untuk datang menginap. Sementara fungsi asli bangunan tetap dipertahankan, seiring dengan perkembangan zaman, Hotel Prama Grand Preanger telah sedikit banyak mengalami perubahan, terutama dalam wujud dan bentuk fisik bangunan. Oleh karenanya, dalam jurnal ini akan ditelusuri lebih jauh tentang prosentase langgam Art Deco pada tower baru bangunan hotel ini. Kata Kunci : Art Deco, Sejarah, Eksterior Interior, Bandun
REMEDIASI AIR TERCEMAR MERKURI MENGGUNAKAN PURUN TIKUS (ELEOCHARIS DULCIS) METODE LAHAN BASAH BUATAN
Kegiatan penambangan emas menyebabkan tercemarnya air sungai yang diakibatkan oleh pembuangan tailing pengolahan emas secara amalgamasi. Hg yang digunakan untuk mengikat dan memisahkan biji emas dari pasir atau lumpur, merupakan logam berat yang sangat toksik dan reaktif. Hg memiliki sifat bioakumulasi dan biomagnifikasi di dalam sel, sehingga manusia berpotensi memiliki akumulasi Hg di dalam sel tubuhnya. Penelitian ini menggunakan purun tikus (Eleocharis dulcis) merupakan tanaman yang tumbuh liar di tanah sulfat masam, dengan metode lahan basah buatan (constructed wetland) sistem tetap/batch. Metode lahan basah buatan dirancang dengan reaktor berukuran 60 cm x 30 cm, air limbah yang digunakan sebanyak 19 liter, dengan media berupa tanah dan kerikil ketebalan masing-masing media 5 cm untuk setiap lapisan. Penelitian ini dilakukan selama 20 hari menggunakan Hg artifisial konsentrasi 1 ppm, 5 ppm dan 10 ppm. Penyerapan Hg oleh tanaman purun tikus (Eleocharis dulcis) untuk masing konsentrasi 1 ppm, 5 ppm dan 10 ppm sebesar 96%, 16% dan 4%. Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa tanaman purun tikus (Eleocharis dulcis) efektif mengurangi konsentrasi Hg rendah yaitu 1 ppm.Kata kunci: Lahan Basah Buatan, Merkuri (Hg), Purun Tikus dan Sistem Batch
Penerapan Data Standardization dan Multilayer Perceptron pada Identifikasi Website Phishing
AbstrakWebsite phishing adalah salah satu masalah utama dalam bidang keamanan website. Website phishing dibuat oleh orang yang tidak bertanggungjawab untuk mengambil informasi pribadi seseorang contohnya seorang hacker atau cracker. Teknik umum yang digunakan pada phishing yaitu manipulasi Uniform Resource Locator (URL), pemalsuan halaman situs web, dan pop up window. Pada tahun 2019, APWG (Anti-Phishing Working Group) mendeteksi kasus phishing sebanyak 162.155 kasus di dunia. Pada penelitian ini, melakukan eksperimen dengan menerapkan metode Data Standardization dan Multilayer Perceptron (MLP) untuk mendeteksi website phishing. Eksperimen dilakukan menggunakan 2 model yaitu model A dan model B. Untuk melihat performa dari model MLP yang dihasilkan dapat dilihat menggunakan tingkat accuracy, recall, precision, f1-score dan specificity. Selain itu juga dapat dilihat menggunakan confusion matrix untuk melihat kinerja pada model MLP. Pada penelitian ini menghasilkan bahwa model B merupakan model terbaik dengan mendapatkan tingkat accuracy 95.7% , recall 97.3%, precision 94.0%, f1-score 95.6% dan specificity 97.3%.Kata kunci: multilayer perceptron, data standardization, website phishingAbstractPhishing websites are one of the main problems in the field of website security. Phishing websites are created by people who are not responsible for taking someone's personal information. Common techniques used in phishing are Uniform Resource Locator (URL) manipulation, website page spoofing, and pop up windows. In 2019, APWG (Anti-Phishing Working Group) detected 162,155 cases of phishing in the world. In this study, conducting experiments by using Data Standardization and Multilayer Perceptron (MLP) methods to detect phishing websites. Experiments were carried out using 2 models, namely model A and B. To see the performance of MLP model, it can be seen using score of accuracy, recall, precision, f1-score and specificity. In addition, it can also be seen using the confusion matrix to see the performance of the MLP model. This research shows that model B is the best model with 95.7% accuracy, 97.3% recall, 94.0% precision, 95.6% f1-score and 97.3% specificity.Keywords: multilayer perceptron, data standardization, website phishin