Institut Teknologi Nasional: Jurnal Itenas Online
Not a member yet
1717 research outputs found
Sort by
Pengaruh Jenis Adsorben pada Proses Bleaching di Pemurnian Crude Palm Oil (CPO) sebagai Bahan Baku pada Proses Green Fuel
ABSTRAKTeknologi green fuel adalah teknologi produksi bahan bakar hijau dengan merekayasa produk sehingga menghasilkan green diesel, green avtur dan green gasoline. Bahan baku yang digunakan pada teknologi green fuel yaitu minyak nabati dari sawit (CPO) yang sudah memenuhi spesifikasi yang ditentukan. Untuk mendapatkan spesifikasi minyak nabati tersebut harus melalui proses pemurnian antara lain dengan proses degumming dan bleaching menggunakan adsorben tongkol jagung dan zeolit. Tujuan pada penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh jenis adsorben pada proses bleaching dengan menggunakan adsorben tongkol jagung dan zeolit dengan ukuran mesh 170/200 serta mengetahui kualitas CPO hasil pemurnian tersebut untuk dibandingkan dengan standar CPO umpan ke proses green fuel. Berdasarkan hasil penelitian proses bleaching dengan menggunakan jenis adsorben organik (tongkol jagung) dan anorganik (zeolit) dengan ukuran mesh 170/200, CPO hasil pemurnian memiliki warna jingga kemerahan, kadar air (0,24-0,30)%, densitas (0,912)g/ml, Asam lemak bebas (ALB) (0,19)%, bilangan asam (0,42)mgKOH/gr dan viskositas (29-32)cSt.Kata Kunci: Adsorben, Bleaching, Crude Palm Oil, Degumming, Green fuelABSTRACTGreen fuel technology is a green fuel production technology by engineering products so as to produce green diesel, green avtur and green gasoline. The raw material used in green fuel technology is vegetable oil from palm oil (CPO) that has met the specified specifications. To get the specifications of the vegetable oil, it must go through a refining process, including the degumming and bleaching process using corn cob adsorbent and zeolite. The purpose of this study is to determine the influence of the type of adsorbent on the bleaching process using corn cob adsorbent and zeolite with a mesh size of 170/200 and find out the quality of the refined CPO to be compared with the feed CPO standard to the green fuel process. Based on the results of the bleaching process research using organic adsorbent (corn cobs) and inorganic (zeolite) types with a mesh size of 170/200, the refined CPO has a reddish-orange color, moisture content (0.24-0.30)%, density (0.912)g/ml, free fatty acids (ALB) (0.19)%, acid number (0.42)mgKOH/gr and viscosity (29-32)cSt.Keywords: Greenfuel, Adsorbent, Bleaching, Crude Palm Oil (CPO), Degummin
Identifikasi Ornamen Art Deco Pada Eksterior Gedung Merdeka Bandung
Cagar budaya adalah harta kekayaan budaya suatu bangsa yang menggambarkan pemikiran dan perilaku kehidupan manusia yang memiliki nilai penting bagi pemahaman dan pengembangan sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan dalam kehidupan bermasyarakat suatu bangsa. Cagar budaya dapat berupa benda, bangunan, struktur, situs, dan kawasan yang perlu dikelola oleh pemerintah dan pemerintah daerah dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam upaya melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan kekayaan cagar budaya tersebut. Bangunan Gedung Merdeka yang berlokasi di pusat Kota Bandung menjadi salah satu bagian dari bentuk bangunan cagar budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ornamen Art Deco yang ada pada bangunan Gedung Merdeka. Tujuan penelitian  ini adalah untuk memperkuat eksistensi objek penelitian sebagai salah satu bagian dari warisan budaya yang dilindungi. Metode studi yang dilakukan untuk mengetahui sejarah, implementasi, dan perbedaan unsur cagar budaya adalah dengan mengumpulkan data primer dan sekunder serta observasi lapangan. Metode analisis yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif yang menyajikan hasil yang lebih mendalam dan menyeluruh mengenai bangunan cagar budaya yang diteliti. Hasil kajian menunjukan bahwa penerapan penerapan elemen-elemen art deco yang terdapat di berbagai bagian Gedung Merdeka menunjukkan keahlian dalam menggabungkan bentuk, hiasan, dan ciri khas gaya arsitektur, sehingga menciptakan bangunan yang menjadi ikon dan identitas khas Kota Bandung. Kajian ini dilakukan dengan harapan dapat bermanfaat menjadi pengetahuan dan digunakan sebagai acuan bagi para arsitek, penggiat budaya, dan masyarakat luas dalam mengapresiasi serta melestarikan warisan budaya arsitektur Art Deco
Identifikasi Kondisi Perkerasan Kaku Menggunakan Pedoman Indeks Kondisi Perkerasan (IKP) Pd-01-2016-B (Studi Kasus: Ruas Jalan Cangkorah, Kabupaten Bandung Barat)
ABSTRAKPengukuran kondisi perkerasan dapat dilakukan dengan cara melakukan survei langsung dilapangan secara visual. Salah satu pedoman yang digunakan untuk mengindentifikasi kondisi perkerasan ialah menggunakan Indeks Kondisi Perkerasan (IKP) Pd-01-2016-B. Indentifikasi kondisi perkerasan dilakukan di ruas jalan Cangkorah Kabupaten Bandung Barat dengan jenis perkerasan ialah perkerasan kaku dengan panjang jalan 1 km. Metodologi diawali dengan melakukan survei lapangan dengan membagi perkerasan menjadi 20 unit sampel masing-masing per 50 meter, menganalisis hasil survei menggunakan pedoman Pd-01-2016-B, menentukan nilai rata-rata IKP yang menunjukkan skala kondisi perkerasan kaku. Hasil pengukuran kondisi perkerasan dilapangan dapat dijadikan sebagai acuan untuk melakukan penanganan yang tepat pada kerusakan jalan. Dari hasil survei dan analisis menggunakan pedoman IKP didapatkan rata-rata nilai IKP perkerasan kaku ialah 51 yang menunjukan skala kondisi jelek dimana presentase kondisi perkerasan 10% sangat baik, 15% baik, 20% sedang, 20% jelek, 20% parah serta 15% sangat parah sehingga direkomendasikan penanganan 55% rekonstruksi, 20% peningkatan struktural, 15% pemeliharaan berkala, dan 10% pemeliharaan rutin atau dapat direkomendasikan secara umum penanganan yang tepat untuk perkerasan kaku sepanjang 1 km di jalan Cangkoarah ialah rekonstruksi.Kata kunci: kondisi perkerasan, perkerasan kaku, IKP, rekonstruksi ABSRACTThe measurement of Pavement condition can be visually assessed through field surveys. Pavement Condition Index (IKP) Pd-01-2016-B was used as national guideline in identifying the pavement condition. It was determined that Cangkorah Street in Kabupaten Bandung Barat has a rigid pavement, extending for a length of 1 km. The following steps were carried out to assess the pavement condition, road condition survey, segmentation of the road into 50-meter segments, data collection and analysis based on Pd-01-2016-B, and the calculation of the average value of IKP, which represents the scale of the rigid pavement condition. Based on the IKP result, the pavement condition on Cangkorah Street is 10% good, 15% satisfactory, 20% fair, 20% poor, 20% very poor, and 15% in serious condition. The average IKP value for the rigid pavement is 51 which shows that the road is in poor condition that need to be improved by reconstructing the road along 1 Km. The needed improvement could also classify with 55% reconstruction, 20% structural improvement, 15% periodic maintenance, and 10% routine maintenance.Keywords: pavement condition, rigid pavement, IKP, reconstructio
Analisis Prinsip Gestalt Pada Pola Monogram Brand Goyard Dalam Membentuk Persepsi Visual
Pola monogram termasuk salah satu elemen kunci dari luxury brand. Monogram didesain secara khusus sebagai identitas mereka. Penggunaannya memberikan elemen visual yang unik dan bisa dikenali dengan mudah oleh konsumen. Dengan memadukan huruf atau simbol merek dalam desain unik dapat memberikan identitas yang khas dan mudah dikenali. Brand mewah seringkali mengkaitkan diri dengan sejarah, warisan dan tradisi sebagai dasar dari pola monogram pada identitasnya. Goyard, sebagai salah satu merek mewah terkenal, menggunakan monogram khasnya sebagai elemen identitas visual yang mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip-prinsip Gestalt pada pola monogram Goyard dan dampaknya terhadap persepsi visual. Dengan merinci elemen-elemen seperti kesatuan, keterpisahan, simetri, dan kesinambungan dalam pola monogram, penelitian ini mengeksplorasi cara brand Goyard memanfaatkan prinsip-prinsip Gestalt untuk menciptakan kesan visual yang unik dan memikat. Analisis ini dapat memberikan wawasan yang mendalam tentang bagaimana desain monogram berkontribusi pada pembentukan persepsi konsumen terhadap suatu brandKata kunci: Brand Goyard, prinsip Gestalt, persepsi visualABSTRACTThe monogram pattern is one of the key elements of luxury brands. Monograms are specifically designed as their identity. Its use provides a unique visual element that can be easily recognized by consumers. By combining brand letters or symbols in a unique design, it can provide a distinctive and recognizable identity. Luxury brands often associate themselves with history, heritage and tradition as the basis of the monogram pattern in their identity. Goyard, as one of the well-known luxury brands, uses its signature monogram as a profound visual identity element. This research aims to analyze the application of Gestalt principles to Goyard's monogram pattern and its impact on visual perception. By detailing elements such as unity, separateness, symmetry, and continuity in the monogram pattern, this research explores how the Goyard brand utilizes Gestalt principles to create a unique and compelling visual impression. This analysis can provide deep insights into how monogram design contributes to the formation of consumer perceptions of a brand.Keywords: Goyard brand, gestalt principles, visual perceptio
STUDI REMEDIASI TANAH TERCEMAR LOGAM MERKURI (Hg) MENGGUNAKAN TUMBUHAN TEKI (Cyperus rotundus)
ABSTRAKFitoremediasi merupakan metode remediasi yang menggunakan tumbuhan untuk mengurangi konsentrasi logam berat merkuri (Hg) dalam sampel tanah yang diambil dari Desa Wotay Kecamatan Teon Nila Serua Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sejauh mana tumbuhan teki (C. rotundus) dapat menyerap dan mengalihkan logam berat merkuri. Proses kontak logam merkuri dengan tanah dan tumbuhan teki dalam rumah kaca dilakukan selama 14 hari (reaktor 1) dan 28 hari (reaktor 2). Sampel diuji menggunakan Mercury Analyzer dengan panjang gelombang 253,7 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi merkuri (Hg) yang diserap oleh tumbuhan terdapat pada akar sebesar 0,32 ppm dan daun sebesar 0,35 ppm untuk reaktor uji satu, serta pada akar sebesar 0,91 ppm dan daun sebesar 0,16 ppm untuk reaktor uji dua. Berdasarkan perhitungan, faktor biokonsentrasi (BCF) adalah 0,451 (BCF ˂ 1) untuk reaktor uji satu dan 0,568 (BCF ˂ 1) untuk reaktor uji dua. Sementara itu, faktor translokasi (TF) adalah 1,50 (TF > 1) untuk reaktor uji satu dan 0,163 (TF ˂ 1) untuk reaktor uji dua. Oleh karena itu, tumbuhan teki (C. rotundus) dapat diklasifikasikan sebagai tumbuhan eksklunder (dengan nilai BCF ˂ 1), namun masih mengikuti mekanisme fitoekstraksi karena nilai TF > 1.Kata kunci: fitoremediasi, merkuri, C. rotundus, excluder, fitoekstraksi.                                                            ABSTRACTPhytoremediation is a remediation method that uses plants to reduce the concentration of the heavy metal mercury (hg) in the soil samples taken from wotay vilage teon nila serua district, central maluku regency. this study aims to determine the extent to which the nut plant (c. rotundus) can absorb and transfer the heavy metal mercury. the process of contacting mercury metal with soil and sedge plants in the greenhouse was carried out for 14 days (reactor 1) and 28 days (reactor 2). samples were tested using a mercury analyzer with a wavelength of 253.7 nm. the results showed that the concentration of mercury (hg) absorbed by plants was 0.32 ppm in the roots and 0.35 ppm in the leaves for the first test reactor, and 0.91 ppm in the roots and 0.16 ppm in the leaves for the reactor. test two. based on calculations, the bioconcentration factor (bcf) is 0.451 (bcf ˂ 1) for test reactor one and 0.568 (bcf ˂ 1) for test reactor two. meanwhile, the translocation factor (tf) was 1.50 (tf > 1) for test reactor one and 0.163 (tf ˂ 1) for test reactor two. therefore, the nut plant (c. rotundus) can be classified as an exclunder plant (with a bcf value of ˂ 1), but still follows the phytoextraction mechanism because the tf value is > 1.Keywords: phytoremediation, mercury, c. rotundus, excluder, phytoextraction
Pemberdayaan Home Industri Desa Moiso, Jailolo Selatan, Halmahera Barat, Maluku Utara dengan Pendampingan Pengurusan PIRT Produk Virgin Coconut Oil (VCO)
ABSTRAKHome Industri Desa Moiso merupakan mitra binaan Prodi THP, Faperta, Universitas Khairun. Home industri ini menghasilkan produk virgin coconut oil (VCO). Namun produk tersebut belum memiliki izin edar (nomor P-IRT) sehingga pemasarannya masih terbatas. Yang menjadi permasalahan adalah ibu-ibu pengelola home industry di Moiso belum mengetahui prosedur pengurusan nomor P-IRT disamping belum memahami desain kemasan yang sesuai dengan persyaratan pengurusan nomor P-IRT. Untuk itu kegiatan ini dilakukan dengan dua tahap, yaitu (1) Memberikan pelatihan tentang prosedur dan persyaratan pengurusan nomor P-IRT dan (2) Memberikan pendampingan pengurusan P-IRT produk VCO. Hasil Pelaksanaan kegiatan memberikan sejumlah perubahan kepada pengelola home industry dengan penggunaan label kemasan yang memenuhi persyaratan label kemasan produk pangan dan telah dimilikinya nomor P-IRT dari VCO yang dihasilkan oleh home industry desa Moiso.Kata kunci: pendampingan, P-IRT, home industri, VCO, MoisoABSTRACTMoiso Village Home Industry is a fostered partner of the THP Study Program, Faperta, Khairun University. This home industry produces virgin coconut oil (VCO) products. However, the product does not yet have a distribution permit (P-IRT number), so its marketing is still limited. The problem is that the home industry managers in Moiso do not know the procedures for obtaining P-IRT numbers, besides not understanding the packaging design that complies with the requirements for obtaining P-IRT numbers. For this reason, this activity was carried out in two stages, namely (1) Providing training on procedures and requirements for managing P-IRT numbers and (2) Providing assistance in managing P-IRT VCO products. Results The implementation of the activity provided a number of changes to home industry managers by using packaging labels that met the requirements for food product packaging labels and already had a P-IRT number from the VCO produced by the Moiso village home industry. Keywords: assistance, P-IRT, home industry, VCO, Mois
Penerapan Arsitektur Neo Vernakular pada Rancangan Sambas Islamic Centre di Kabupaten Sambas
Indonesia adalah negara yang mempunyai budaya dengan keanekaragaman. Salah satu budaya yang dimiliki Indonesia, yaitu rumah adat. Di Kalimantan Barat terdapat rumah adat Suku Dayak yang bernama Rumah Radakng. Namun, di zaman sekarang, rumah adat yang memiliki gaya arsitektur vernakular mulai tenggelam dikarenakan masyarakat yang lebih tertarik oleh bentuk yang lebih modern. Maka dari itu, bangunan Sambas Islamic Centre ini akan menerapkan tema Neo Vernakular pada bangunan. Arsitektur Neo Vernakular sendiri adalah penggabungan gaya arsitektur vernakular dan arsitektur modern. Bentuk bangunan ini nantinya akan mengadopsi bentuk rumah adat Kalimantan Barat, yaitu Rumah Radakng yang akan dimodifikasi menjadi bentuk vernakular yang lebih modern dengan material modern. Dengan material yang mencerminkan Arsitektur Neo Vernakular akan diterapkan pada bagian eksterior bangunan, interior bangunan, dan ornamen-ornamen. Penggunaan tema ini dapat menghasilkan sebuah desain bangunan yang memiliki ciri khas budaya setempat dengan unsur vernakular yang dapat bersaing di zaman ini dengan adanya unsur modern pada desain bangunan
Safety Design using ATS by Identifying Voltage Interference based on Fuzzy Logic
ABSTRAKSumber energi listrik PLN merupakan sumber utama bagi masyarakat. Namun kenyataan saat ini PLN masih belum maksimal dalam menyalurkan energi seperti dapat terjadi pemadaman, dan fluktuasi tegangan yang merupakan gangguan tegangan AC. Gangguan tegangan sendiri dapat menyebabkan kerusakan pada beban rumah tangga. Oleh karena itu, dalam jurnal ini membuat suatu inovasi dengan memanfaatkan sumber dari Baterai yang berfungsi untuk membackup ketika sumber PLN mengalami pemadaman dan gangguan. Dengan mengembangkan sistem yaitu automatic transfer switch (ATS) yang dapat membuat beban dalam kondisi aman dan mendapatkan aliran energi dari sumber cadangan. Sistem ini bekerja dengan mendeteksi 6 gangguan tegangan AC dengan metode fuzzy logic. Gangguan tersebut antara lain Interruption, Sag, Swell, Sustained Interruption, Undervoltage, dan Overvoltage. Dan sistem ATS bekerja saat jenis gangguan Durasi Panjang yaitu Sustained Interruption, Undervoltage, dan Overvoltage. Sistem automatic transfer switch ini mampu melakukan perpindahan sumber dalam waktu 5ms.Kata kunci: Automatic Transfer switch, Fuzzy Logic, Gangguan AC, PLN ABSTRACTThe primary source of electricity is PLN. However, the current situation shows that PLN is still not doing its best to distribute energy, as seen by blackouts and voltage fluctuations, which are disturbances of the AC voltage. Household loads can damaged by voltage disruptions. As a result, an innovation is made in this journal by utilizing the battery source, which serves as a backup when the PLN source encounters a blackout and other disruption. By developing a system, namely an automated transfer switch (ATS), that can maintain loads in a safe condition and allow energy to flow from backup sources The fuzzy logic method is used to identify six AC voltage disturbances in this system. There are six of AC voltage disturbances: interruption, sag, swell, sustained interruption, undervoltage, and overvoltage. The ATS system functions when there is a long duration disturbance, such as a sustained interruption, undervoltage, or overvoltage. This automatic transfer switch system has a switching time of 5 milliseconds.Keywords: Automatic Transfer switch, Fuzzy Logic, Voltage Disruption, PL
Implementasi ShuffleNet V2 Pada Klasifikasi Penyakit Kulit Benign dan Malignant
ABSTRAKPenyakit kulit atau kanker kulit disebabkan oleh adanya pertumbuhan abnormal sel kulit. Kanker kulit dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori yaitu tumor kulit benign (jinak) atau malignant (tumor ganas) dengan karakteristik yang hampir sama. Beberapa metode telah dilakukan untuk membantu deteksi penyakit kulit salah satunya menggunakan computer vision. Pada penelitian ini, dirancang sebuah sistem yang dapat mengklasifikasi penyakit kulit benign dan malignant pada citra dermoskopi dengan menggunakan arsitektur ShuffleNet V2. Eksperimen dilakukan menggunakan 5 varian model ShuffleNet V2 berbeda dengan hyperparameter yaitu optimizer adam, learning rate 0.0001, batch size 16 dan epoch 40. Penelitian ini menunjukkan bahwa model ShuffleNetV2_1.0_1_373 menunjukkan performa terbaik dibandingkan dengan varian model lainnya berdasarkan hasil evaluasi accuracy, precision, recall dan f1-score dengan mencapai skor masing-masing sebesar 87,2%, 87,5%, 87,0%, dan 87,2%.Kata kunci: CNN, Lightweight CNN, ShuffleNet V2, Kanker Kulit, benign, malignantABSTRACTSkin disease, or skin cancer, is caused by the abnormal growth of skin cells. Skin cancer can be classified into two categories, namely benign (benign) or malignant (malignant tumor) skin tumors, with almost the same characteristics. With it, early detection and accurate diagnosis are needed to help identify benign and malignant skin cancer. Several methods have been developed to aid in the detection of skin diseases, one of which is the use of computer vision. In this study, a system was designed that could classify skin diseases on dermoscopy images using the ShuffleNet V2 architecture. In the experimental results, 5 variants of the ShuffleNet V2 model were tested using hyperparameters such as adam optimizer with a learning rate of 0.0001, batch size of 16, and epoch 40. The model with the best performance based on the evaluation results was the ShuffleNetV2_1.0_1_373 model, which obtained 87.2% accuracy, 87.5% precision, 87.0% recalls, and an 87.2% F1 score.Keywords: CNN, Lightweight CNN, ShuffleNet V2, Skin Cancer, benign, malignan
Teknik SMOTE Sebagai Solusi Imbalance Class dalam Model Deteksi Intrusi DDoS dengan Metode PCA-Random Forest
ABSTRAKKeamanan sistem informasi adalah faktor yang harus diperhatikan. Keamanan sistem informasi mampu mendeteksi serangan yang terjadi pada sistem informasi. Salah satunya adalah serangan DDoS. Hal ini disebabkan DDoS dapat menimbulkan ancaman dalam jumlah besar yang dapat menganggu sistem. Serangan DDoS di dunia meningkat 6% setiap tahunnya. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan penelitian dengan pendekatan machine learning. Dataset yang digunakan adalah CICDDos 2017 dan CICDDoS 2019 dari University of New Brunswick. Untuk menghasilkan data yang baik, dilakukan SMOTE untuk mengatasi imbalance class, dan feature selection menggunakan PCA sehingga menghasilkan 15 fitur pilihan. Kemudian dilakukan pemodelan menggunakan Random Forest Classifier. Hasil penelitian ini adalah nilai akurasi sebesar 99.94%, presisi sebesar 99.90%, recall sebesar 99.97%, dan f1-score sebesar 99.94%. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan teknik PCA-Random Forest dapat mendeteksi serangan DDoS dengan baik.Kata kunci: DDoS, SMOTE, PCA-Random ForestABSTRACTInformation system security is a factor that must be considered. Information system security is able to detect attacks that occur on information systems. One of them is a DDoS attack. This is because DDoS can cause a large number of threats that can disrupt the system. DDoS attacks in the world are increasing 6% every year. To overcome this, we conducted research using a machine learning approach. The dataset used is CICDDoS 2017 and CICDDoS 2019 from the University of New Brunswick. To produce good data, SMOTE is performed to overcome class imbalance, and feature selection uses PCA to produce 15 selected features. Then modeling is done using the Random Forest Classifier. The results of this study are 99.94% accuracy, 99.90% precision, 99.97% recall, and 99.94% f1-score. From these results, it can be concluded that the PCA-Random Forest technique can detect DDoS attacks properly.Keywords: DDoS, SMOTE, PCA-Random Fores