Institut Teknologi Nasional: Jurnal Itenas Online
Not a member yet
1717 research outputs found
Sort by
Desain Generator Tegangan Tinggi Impuls 31,4 kV menggunakan Ignition Coil
ABSTRAKPeralatan pembangkitan tegangan tinggi yang ada sejauh ini masih memerlukan perangkat-perangkat besar dan kompleks. Pada penelitian ini dihasilkan suatu alat pembangkit tegangan tinggi impuls yang menjawab persoalan dimensi dan kompleksitas. Metode pembangkitan tegangan tinggi impuls yang digunakan berbasis pada pemanfaatan ignition coil. Ignition coil diberi masukan berupa gelombang kotak. Gelombang kotak memicu proses switching pada komponen SSR (solid state relay) sehingga tegangan masukan yang berupa gelombang kotak dapat dinaikkan menjadi gelombang impuls bertegangan tinggi. Pengujian dilakukan dengan menerapkan tegangan masukan DC sebesar 1 – 12 V dan mengamati hasilnya dengan pengambilan 5 sampel spektrum pada osiloskop dan pengamatan fisis. Tegangan tinggi impuls mulai dapat dihasilkan pada variasi tegangan masukan 3 V. Secara fisis, tegangan tinggi impuls dapat diamati dengan munculnya bunga api ujung elektroda. Rata-rata tegangan tinggi impuls 31,4 kV tercapai pada tegangan masukan 7 V.Kata kunci: bunga api, ignition coil, impuls, pembangkit, tegangan tinggi ABSTRACTThe equipment of high voltage generating which so far still requires large and complex devices. In this research a high voltage impulse generator device was produced which answered the dimensional and complexity issues. The method of high voltage impulse generation is based on the utilization of the ignition coil. The ignition coil is given input in the form of a square wave. The square wave triggers the switching process on the SSR (solid state relay) component so that the input voltage in the form of a square wave can be increased into a high-voltage impulse wave. The test was carried out by applying a DC input voltage of 1 – 12 V and observing the results by taking 5 spectrum samples on an oscilloscope and physical observations. High voltage impulses can be generated at variations in the input voltage of 3 V. Physically, high voltage impulse can be observed by the appearance of a spark at the tip of the electrode. The average high voltage impulse of 31.4 kV is achieved at an input voltage of 7 V.Keywords: spark, ignition coil, impulse, generator, high voltag
Penggunaan GPS pada Smartphone untuk Menghasilkan Data Profil Kecepatan dalam Waktu-Nyata
ABSTRAKAngkutan berbasis rel menjadi angkutan umum yang dinilai efektif dan efisien karena dapat mempersingkat waktu tempuh. Di kawasan perkotaan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), angkutan berbasis rel hampir semuanya menggunakan Kereta rel Listrik (KRL) sebagai angkutan komuter. Pada kasus ini diambil rute Manggarai – Jatinegara dengan jarak tempuh 2652 meter, dengan stasiun antara yaitu stasiun Matraman yang berjarak 1387.49 meter dari stasiun Manggarai, dan berjarak 1309.75 dari stasiun Jatinegara. Dengan jarak tempuh tersebut, waktu tempuh KRL dari Manggarai ke Matraman sebesar 185 detik, dan dari Matraman ke Jatinegara sebesar 168 detik. Selama jarak tempuh dan waktu tempuh tersebut, pergerakan KRL akan mengalami tiga kondisi, yaitu percepatan (acceleration), coasting, dan perlambatan (deceleration) atau pengereman (braking). Data kecepatan, jarak tempuh, dan waktu tempuh kereta diperoleh dengan sensor GPS pada Smartphone melalui aplikasi Phyphox.Kata kunci: Phyphox, python, profil kecepatan, driving cycle ABSTRACTRail-based transportation is public transportation that is considered effective and efficient because it can shorten travel time. In the Greater Jakarta areas (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), almost all rail-based transportation uses Commuter Electric Railway or Kereta Rel Listrik (KRL) as a commuter transportation. In this case, the Manggarai – Jatinegara route is taken with a distance of 2652 meters, with the intermediate station, Matraman station, which is 1387.49 meters from Manggarai station, and a distance of 1387.49 meters from Manggarai station.1309.75 from Jatinegara station. With this distance, the KRL travel time from Manggarai to Matraman is 185 seconds, and from Matraman to Jatinegara is 168 seconds. During the mileage and travel time, the movement of the KRL will experience three conditions, there are: acceleration, coasting, and deceleration or braking. Train speed, time, and distance data will be recorded by GPS sensor on smartphone through Phyphox app.Keywords: Phyhpox, Python, speed profile, driving cycl
Perubahan Morfologi Koridor Jalan dan Pengaruhnya Terhadap Aktivitas Komersial di Jalan Lawu Karanganyar
AbstrakPerubahan morfologi jalan akibat proyek jalan berdampak terhadap aktivitas ekonomi pada ruang samping kanan dan jalan kiri. Adanya perubahan dimensi pada elemen ruang jalan mengakibatkan perubahan pola aktivitas komersial yang mendekati koridor jalan. Penelitian ini menjelaskan secara teoritik tentang perubahan morfologi ruang jalan dan pengaruhnya terhadap aktivitas komersial di Jalan Lawu. Metode penelitian ini adalah metode deduktif kualitatif dengan pendekatan teorisasi deduktif untuk menguji variabel yang telah dideduksi dari kajian teori dengan elemen tetap, semi tetap, tidak tetap dan variabelnya yaitu badan Jalan Lawu, jalur pejalan kaki dan jalan bersama, bangunan komersial permanen dan non permanen , street furniture, area parkir dan vegetasi, aktivitas rutin dan insidental. Pengambilan data untuk variabel tersebut dengan teknik time sampling saat weekday dan weekend pada waktu pagi, siang, malam. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi perubahan penggunaan lahan dan morfologi koridor Jalan Lawu periode tahun 2011 hingga 2016 (sebelum perubahan) dan tahun 2016 hingga 2022 (setelah perubahan), intensitas kepadatan dan pola sebaran aktivitas komersial, lalu permintaan variabel perubahan yang signifikan. Hasil penelitian ini yaitu pengaruh perubahan morfologi koridor jalan dengan perubahan aktivitas komersial pada koridor Jalan Lawu yaitu adanya aksesibilitas koridor jalan baru seperti jalur pejalan kaki dan jalan bersama. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi perubahan penggunaan lahan dan morfologi koridor Jalan Lawu periode tahun 2011 hingga 2016 (sebelum perubahan) dan tahun 2016 hingga 2022 (setelah perubahan), intensitas kepadatan dan pola sebaran aktivitas komersial, lalu permintaan variabel perubahan yang signifikan. Hasil penelitian ini yaitu pengaruh perubahan morfologi koridor jalan dengan perubahan aktivitas komersial pada koridor Jalan Lawu yaitu adanya aksesibilitas koridor jalan baru seperti jalur pejalan kaki dan jalan bersama. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi perubahan penggunaan lahan dan morfologi koridor Jalan Lawu periode tahun 2011 hingga 2016 (sebelum perubahan) dan tahun 2016 hingga 2022 (setelah perubahan), intensitas kepadatan dan pola sebaran aktivitas komersial, lalu permintaan variabel perubahan yang signifikan. Hasil penelitian ini yaitu pengaruh perubahan morfologi koridor jalan dengan perubahan aktivitas komersial pada koridor Jalan Lawu yaitu adanya aksesibilitas koridor jalan baru seperti jalur pejalan kaki dan jalan bersama.Kata kunci : morfologi jalan, aktivitas komersial, pengaruh perubaha
Study of Layout, Circulation, and Ornaments in Temple Building (Case Study: Satya Budhi Temple, Bandung)
The existence of temple buildings in Indonesia is part of the acculturation of Chinese culture that develops time by time. The temple, which is functionally used as a place of worship, has a unique role in historical developments in Indonesia, especially in Bandung. Satya Budhi Temple is one of the temple buildings in Bandung, which is more than 50 years old and is the oldest temple in this city. This building is part of the cultural heritage of Bandung, whose sustainability should be studied in terms of architecture. This research seeks to dig deeper into how the temple building's layout, circulation flow, and ornaments manifest the values of the Chinese philosophy of life, society, and culture. The research method uses a qualitative descriptive method accompanied by sketches of the elements forming space and circulation. The findings in this study show that the architecture of the temple has a distinctive spatial layout accompanied by a linear circulation which represents the journey towards the profane-sacred transition of humans towards God. From the findings of this study, it is hoped that cultural heritage buildings with a typology of worship places can continue to be preserved through preservation and revitalization efforts so that their historical value is well maintained.Keywords: Layout, Circulation flow, Ornament, Temple building, Cultural heritage buildin
Kajian dan Penelitian Canva Sebagai Aplikasi Desain Pilihan Mahasiswa Seni
Di era pembelajaran yang serba digital ini, berbagai macam kebutuhan dalam kegiatan pembelajaran atau karya yang dirancang khusus oleh mahasiswa seni menjadi fenomena tingginya permintaan dan minat mahasiswa untuk dapat menyajikan atau menyajikan tugas perkuliahan dengan baik. Mahasiswa seni adalah mahasiswa yang bekerja di bidang seni dan budaya, serta mempunyai kecenderungan melaksanakan kegiatan perkuliahan dengan kompetensi dan keterampilan yang fokus pada seni. Artikel ini berjudul Studi dan Riset Canva sebagai aplikasi desain pilihan bagi mahasiswa Seni. Penelitian jenis kuantitatif yang digunakan dalam artikel ini, menggunakan kuesioner dengan 2 populasi dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Objek penelitian adalah mahasiswa seni ISI Surakarta. Pada penelitian ini ditemukan separuh populasi mahasiswa merasa memilih menggunakan aplikasi Canva sebagai aplikasi desain pilihan, dan merasa Canva terbantu dalam menjalankan tugas perkuliahan sebagai mahasiswa.Kata kunci: Canva, aplikasi desain, mahasiswa seni ABSTRACTIn this all-digital learning era, various kinds of needs in learning activities or work specially designed by art students have become a phenomenon of high demand and interest for students to be able to present or present lecture assignments properly. Art students are students who work in the field of arts and culture, and who have a tendency to carry out lecture activities with competencies and skills that focus on the arts. This article is titled Canva Study and Research as the design app of choice for Art students. Quantitative type research was used in this article, using a questionnaire with 2 populations with a total sample of 30 respondents. The object of research was art students at ISI Surakarta. In this study, it was found that half of the student population felt that they chose to use the Canva application as the preferred design application, and felt that Canva was assisted in carrying out lecture assignments as a student.Keywords: Canva, design application, art studen
Sistem Verifikasi Kekerabatan berbasis 3D ResNet-18 menggunakan Jetson Nano
ABSTRAKVerifikasi kekerabatan berbasis citra wajah merupakan salah satu penerapan sistem Artificial Intelligence yang berguna dalam kehidupan, misalnya untuk penyelidikan kriminal, analisis silsilah, dan lainnya. Perancangan sistem pengenalan wajah pada verifikasi kekerabatan dapat dilakukan menggunakan salah satu algoritma deep learning yaitu metode Convolutional Neural Network. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kinerja dari 3D ResNet-18 pada verifikasi kekerabatan berdasarkan sistem pengenalan wajah dan mengetahui kinerja 3D ResNet-18 saat menggunakan embedded system secara real time. Hasil penelitian kinerja ResNet-18 tanpa embedded system memperoleh nilai akurasi training sebesar 0,9771 menggunakan optimizer RMSprop dengan epoch 30 dan batch size 25. Pada pengujian kinerja real time ResNet-18, optimizer SGD berhasil pada ukuran batch size 10, 15, dan 25. Namun untuk pengujian pada perangkat Jetson Nano, optimizer RMSprop gagal akibat ukuran model yang terlalu besar.Kata kunci: embedded sistem, CNN, 3D Resnet18, RMSprop, kekerabatan ABSTRACTFace-based kinship verification is one of the applications of artificial intelligence systems that are useful in various aspects of life, such as criminal investigations, pedigree analysis, and more. The design of a face recognition system for kinship verification can be done using one of the deep learning algorithms, namely the convolutional neural network method. This research was conducted with the aim of determining the performance of 3D ResNet-18 in kinship verification based on face recognition systems and assessing the performance of 3D ResNet-18 when using an embedded system in real time. The results of the ResNet-18 performance research without an embedded system obtained a training accuracy of 0.9771 using the RMSprop optimizer with 30 epochs and a batch size of 25. In real-time performance testing of ResNet-18, the SGD optimizer succeeded with batch sizes of 10, 15, and 25. However, during testing on the Jetson Nano device, the RMSprop optimizer failed due to the size of the model being too large.Keywords: Embedded System, CNN, 3D Resnet-18, RMSprop, Kinshi
Between Architecture, Story, and Place Identity: A Narrative Approach for Creative Placemaking in Museum Design
Museum architecture is required to tell a story more than just the physical building to be able to convey the knowledge and messages it carries. When architecture can be enjoyed physically and psychologically, architecture can be more memorable, easier to understand and appreciated by its users. How people value a place can be influenced by a narrative that gives character or identity to that place. Therefore, stories play a crucial role in making a place and shaping its identity. Placemaking concept has several types of approaches to transform spaces and enhance their significance. In particular, this study explored how to use narratives for creative placemaking in museum design, using a qualitative descriptive method that refers to the design process. Using narratives in architectural design has been well-known as storytelling architecture involving two techniques that are ‘storytelling as a metaphor’ and ‘storytelling through sequencing’. The results indicated that these techniques play a part in creative placemaking application which has three design principles, particularly in museum design. By incorporating storytelling techniques, architects and designers can create spaces that evoke emotions, foster connections, and enhance the overall experience of a place
Technopreneur Training through Internet of Things-based Smart Energy System Application for Students
Providing technopreneurship training through Internet of Things-based Smart Energy System Applications is part of our commitment to community service, with the aim of developing entrepreneurial and technological skills among students. This program was designed to provide a deep understanding of the concepts and applications of the Internet of Things (IoT) in smart energy systems, while preparing students to become technopreneurs in the digital era. Evaluation assessments were conducted by measuring training satisfaction through a post-training questionnaire, and the results indicate that, overall, participants expressed satisfaction and derived benefits from this training. The hope is that this training will serve as a strong starting point for students as they embark on their journey as technopreneurs, drive innovation in smart energy systems and contribute to the future development of the digital economy
DESAIN INTERIOR BEAUTY AND TRAINING CENTER DENGAN GAYA FUTURISTIK
Alat kecantikan khususnya makeup sudah mulai menjadi kebutuhan penting bagi wanita belakangan ini. Perkembangan gaya hidup masyarakat terutama masyarakat perkotaan memberikan pengaruh yang sangat besar pada bidang kecantikan. Aktivitas di bidang kecantikan ini tidak hanya terpaku pada kegiatan perawatan atau merias wajah saja; maraknya pusat kecantikan yang berkembang pesat pada saat ini diiringi pula dengan timbulnya minat sebagian besar orang untuk mempelajarinya. Oleh karena itu dibutuhkan wadah sebagai tempat untuk merawat kecantikan serta tempat belajar untuk merawat kecantikan yang nyaman dan estetik. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam perancangan ini antara lain observasi, wawancara, dan literatur. Sedangkan tahapan desainnya yaitu dari skema metode dari David K. Ballast dalam Mulyadi: programming, skematik, pengembangan desain, dan presentasi. Solusi yang ditawarkan adalah gaya futuristik. Pemilihan gaya futuristik diambil karena gaya futuristik adalah salah satu gaya yang desainnya yang unik dan bersih, hal tersebut sangat sesuai dengan image beauty center yang bersih dan mahal.Kata kunci: Desain Interior, Beauty Center, Training Center, Futuristik
Penguatan Literasi dan Numerasi Serta Pengenalan Teknologi di SD Negeri 392 Tabuyung
ABSTRAKProgram kampus mengajar yang dilalui mahasiswa merupakan bentuk latihan sebagai agen perubahan untuk tantangan pendidikan Indonesia, yaitu dari 23 februari 2022 hingga 29 juni 2022. Program ini berupa eksistensi mengajar untuk memberdayakan mahasiswa dalam membantu proses pembelajaran di SD dan SMP berbagai desa atau kota, Salah satunya adalah SD Negeri 392 Tabuyung, kec. Muara Batang Gadis, Kab. Mandailing Natal, Sumatera Utara. Pada program kampus mengajar ini mahasiswa memiliki tanggung jawab dalam membantu pihak sekolah yaitu sebagai mitra guru untuk berinovasi dalam pembelajaran literasi, numerasi, administrasi serta adaptasi teknologi dan juga sebagai media untuk mengasah keterampilan sosial bersama siswa SD Negeri 392 Tabuyung, memperbaiki karakter siswa serta meningkatkan minat belajar siswa selama masa pandemi ini. Hasil dari program ini yakni sebagai penanaman empati dan kepekaan sosial diri mahasiswa terhadap permasalahan kehidupan masyarakat yang ada di sekitarnya, mengasah keterampilan berpikir dalam bekerja bersama lintas bidang ilmu dan ragam asal mahasiswa dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. Laporan ini merupakan catatan laporan keseluruhan sepanjang mahasiswa menjalankan program kampus mengajar. Laporan ini merupakan salah satu yang harus dikerjakan mahasiswa setelah melaksanakan program kampus mengajar. Laporan-laporan mingguan yaitu laporan tentang kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan oleh mahasiswa semasa menjalani program kampus mengajar seperti mengajar pembelajaran literasi dan numerisasi, adaptasi teknologi, dan administrasi. ABSTRACTprogram that students go through is a form of training as agents of change for Indonesia's educational challenges, from 23 February 2022 to 29 June 2022. This program is in the form of teaching existence to empower students in helping the learning process in elementary and junior high schools in various villages or cities, one of which is SD Negeri 392 Tabuyung, kec. Muara Batang Gadis, Kab. Mandailing Natal, North Sumatra. In this teaching campus program, students have a responsibility to help the school as partners of teachers to innovate in learning literacy, numeracy, administration and adaptation of technology and also as a medium to hone social skills with SD Negeri 392 Tabuyung students and improve student character and increase interest student learning during this pandemic. The results of this program are as an inculcation of students' empathy and social sensitivity to the problems of community life around them; hone thinking skills in working together across various fields of science and student origin in solving the problems they face. This report is a record of the overall report as long as students run the campus teaching program. This report is one that students must do after carrying out the campus teaching program, weekly reports, namely reports on activities that have been carried out by students during the campus teaching program such as teaching literacy and numerization learning, technology adaptation, and administration.Â