Institut Teknologi Nasional: Jurnal Itenas Online
Not a member yet
    1717 research outputs found

    Analisis Dampak Kebijakan Implementasi PLTS Atap pada Gedung Pemerintah menggunakan Skenario Proyeksi

    Get PDF
    ABSTRAKPemerintah masih tetap akan melakukan implementasi PLTS Atap pada 30% dari luas atap bangunan/gedung pemerintah sedangkan implementasi peraturan Menteri ESDM tentang PLTS Atap yang masih tertunda atau tidak maksimal dikarenakan ketidakpastian yang tinggi dari dampak implementasinya atas demand PLN. Terkait itu perlu dilakukan analisis skenario proyeksi pertumbuhan PLTS Atap pada Gedung pemerintah menggunakan pendekatan pertumbuhan PLTS Atap di Asia menjadi empat skenario proyeksi dengan kombinasi tahun awal implementasi (laju pertumbuhan) yaitu : 2026 (8,88%), 2031 (26,91%), 2032 (13,11%) dan 2022 (mengikuti pertumbuhan pelanggan). Dari hasil perhitungan potensi untuk pelanggan PLN P1 mulai dari 2.567,32 MWh hingga 757.816,08 MWh dan Pelanggan PLN P2 sebesar 884,82 MWh hingga 20.331,10 MWh. Dampak terhadap demand PLN khususnya pelanggan P1 dan P2, dari seluruh skenario mengakibatkan pelanggan dapat memenuhi kebutuhan listriknya secara mandiri pada beberapa tahun setelah implementasi sebelum tahun 2050 kecuali pelanggan P1 untuk skenario 3.Kata kunci: Demand, Gedung Pemerintah, PLTS Atap, Skenario Proyeksi ABSTRACTThe government plans to install Rooftop Solar PV on 30% of government buildings' roof areas, but the implementation of regulations by the Minister of Energy and Mineral Resources is delayed, leading to uncertainty about its impact on PLN's electricity demand. Therefore, an analysis of Rooftop Solar PV growth scenarios is necessary. Four projection scenarios are considered: 2026 (8.88% growth rate), 2031 (26.91% growth rate), 2032 (13.11% growth rate), and 2022 (following customer growth). Calculations indicate the potential Rooftop Solar PV capacity in government buildings for PLN P1 customers ranges from 2,567.32 MWh to 757,816.08 MWh, and for PLN P2 customers, it ranges from 884.82 MWh to 20,331.10 MWh. The impact on PLN's demand, particularly for P1 and P2 customers, suggests that they will be able to meet their electricity needs independently for several years after implementation, except for P1 customers in scenario 3, until 2050.Keywords: Demand, Government Building, PV Rooftop, Projection ScenarioÂ

    Evaluasi Struktur Rangka Kuda-Kuda Atap Baja Canai Dingin Wisma Perhutani Jakarta Selatan Berdasarkan SNI 7971:2013

    Get PDF
    ABSTRAKDi Indonesia, material baja canai dingin seringkali diaplikasikan terutama struktur rangka kuda-kuda atap pada konstruksi gedung dewasa ini karena harga yang terjangkau dan mudah dalam pemasangan. Pada penelitian ini dilakukan evaluasi kembali terhadap struktur rangka kuda-kuda atap Wisma Perhutani Jakarta Selatan berdasarkan SNI 7971:2013 yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan material baja canai dingin profil kanal dengan dimensi C75x35x0,75. Analisis profil kanal menggunakan metode LRFD berdasarkan SNI 7971:2013 dengan melakukan pemodelan pada software SAP2000 sebagai struktur rangka 2D statis tertentu. Dari hasil analisis, didapatkan 5 batang tekan melebihi rasio kapasitas penampang dengan nilai rasio terbesar sebesar 1,638. Sementara itu, lendutan yang terjadi sebesar 4,653 mm masih memenuhi nilai lendutan izin. Oleh karena itu, didapatkan simpulan bahwa struktur rangka kuda-kuda atap Wisma Perhutani Jakarta Selatan tidak dapat menahan kombinasi beban luar berdasarkan peraturan SNI 1727:2020, karena terdapat batang yang tidak memenuhi syarat rasio kapasitas penampang.Kata kunci: rangka kuda-kuda atap, baja canai dingin, rasio kapasitas penampang, deformasi ABSTRACTIn Indonesia, nowadays cold-formed steel material is often applied in building construction as roof truss frame structures, because of its affordable price and easy installation. In this research, a re-evaluation was carried out of Wisma Perhutani South Jakarta’s roof truss structure based on SNI 7971:2013 which aims to determine the effectiveness of using channel profile cold formed steel material with dimensions of C75x35x0.75. Channel profile analysis uses the LRFD method based on SNI 7971:2013 by modeling in SAP2000 software as a certain statistical 2D frame structure. From the analysis results, there are 5 compresision members exceeded its maximum capacity ratio as 1.638. Meanwhile, deflection that occurs is 4.653 mm below the allowable deflection. Therefore, it could be concluded that Wisma Perhutani South Jakarta’s roof truss structure could not restrain load combinations based on SNI 1727:2020, because of some members exceeded the allowable capacity ratio.Keywords: roof truss, cold-formed steel, cross-sectional capacity ratio, deflectio

    Penerapan Arsitektur Ekologi Pada Perancangan Ekowisata Gunung Halu

    Get PDF
    ABSTRAK Wisata Alam Mount Halu memiliki banyak potensi sebagai destinasi wisata karena lokasinya di perdesaan dan memiliki pemandangan alam yang indah.  Dengan pertumbuhan tren pariwisata di seluruh dunia, ekowisata telah menjadi salah satu jenis wisata yang semakin diminati karena memiliki kemampuan untuk mendorong pelestarian budaya dan lingkungan serta memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.  Untuk menemukan prospek, masalah, dan kebutuhan area, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data literatur serta observasi langsung di lapangan.  Selama proses perancangan, prinsip-prinsip arsitektur ekologi digunakan untuk menanggapi bagaimana sumber daya alam terbatas dan bagaimana menjaga lingkungan secara berkelanjutan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggabungan potensi tapak seperti iklim mikro, kontur, dan vegetasi dengan penggunaan material lokal dapat mengurangi kerusakan lingkungan.  Penggunaan bambu gombong sebagai lapisan kedua di bangunan, penerapan sirkulasi yang ramah lingkungan, dan pembatasan perkerasan di daerah tertentu adalah contoh implementasi desain berkelanjutan.  Hasilnya menunjukkan bahwa memasukkan prinsip ekologi ke dalam desain ecotourism Mount Halu dapat memperkuat karakter tempat itu sekaligus mengoptimalkan manfaat lingkungan sekitar. Kata kunci: arsitektur ekologi, ekowisata, gunung halu  ABSTRACT Mount Halu Nature Tourism possesses significant potential as a tourist destination due to its rural setting and scenic natural landscape. In line with global tourism trends, ecotourism has become increasingly popular for its capacity to encourage environmental and cultural conservation while generating positive impacts for surrounding communities. This study employs a qualitative approach by collecting data through literature review and direct field observation to identify the prospects, challenges, and needs of the area. During the design process, principles of ecological architecture are applied to address the limitations of natural resources and to promote environmental sustainability. The findings indicate that integrating site potentials—such as microclimate conditions, contour characteristics, and existing vegetation—with the use of local materials can effectively reduce environmental degradation. Examples of sustainable design implementation include the use of bambu gombong as a secondary skin for buildings, environmentally responsive circulation systems, and the restriction of hardscape areas in selected zones. Overall, the results demonstrate that incorporating ecological principles into the design of Mount Halu Ecotourism strengthens the character of the site while optimizing its environmental benefits. Keywords: ecological architecture, ecotourism, gunung hal

    Studi Perbandingan Sifat Mekanis Vulkanisat Karet Menggunakan Plasticizer Minyak Jelantah Epoksi Dan Komersil

    Get PDF
    ABSTRAKTingginya jumlah minyak jelantah yang tersedia sebagai limbah menjadi tantangan terbesar. Asam lemak tak jenuh yang terdapat dalam minyak jelantah memiliki potensi sebagai bahan baku pembuatan plasticizer minyak epoksi. Di sisi lain, pengembangan plasticizer terbarukan berbasis bahan alam untuk menggantikan plasticizer fosil telah menjadi perhatian banyak peneliti karena isu menipisnya bahan baku minyak bumi, masalah lingkungan, hingga isu kesehatan yang ditimbulkan oleh plasticizer fosil. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perbandingan sifat mekanis vulkanisat karet yang menggunakan plasticizer minyak jelantah epoksi terhadap plasticizer komersil (minyak parafinik dan minyak kedelai epoksi). Minyak jelantah yang masih mengandung asam lemak tak jenuh diproses epoksidasi dengan metode refluks (60oC selama 4 jam) menggunakan pelarut n-heksane, katalis asam asetat glasial dan resin amberlit IR-120, dan oksigen donor hidrogen peroksida. Minyak jelantah epoksi dikarakterisasi gugus oksiran menggunakan spektrofotometer FTIR dan bilangan oksiran menggunakan metode titrasi. Plasticizer minyak jelantah epoksi, minyak parafinik, dan minyak kedelai epoksi diaplikasikan pada kompon karet dan diuji sifat mekanis vulkanisat karet menggunakan mesin universal testing machine. Hasil penelitian menunjukkan spektra FTIR minyak jelantah epoksi memperlihatkan keberadaan vibrasi peregangan gugus epoksi (C-O-C) pada puncak 1240 cm-1 dan bilangan oksiran 2,24%. Hasil pengujian vulkanisat menggunakan plasticizer minyak jelantah epoksi (EUCO) memiliki nilai kekuatan tarik, kekuatan sobek, dan ketahanan kikis yang lebih unggul dibandingkan vulkanisat menggunakan plasticizer minyak parafinik (PO). Hal tersebut menunjukkan bahwa minyak jelantah epoksi mampu menggantikan plasticizer berbasis minyak bumi, seperti minyak parafinik (PO). Kekuatan sobek dan ketahanan kikis vulkanisat yang menggunakan EUCO lebih tinggi dibandingkan vulkanisat yang menggunakan minyak kedelai epoksi (ESO), meskipun kekuatan tariknya lebih rendah, sehingga mengindikasikan bahwa minyak jelantah epoksi yang disintesis dapat memberikan kinerja yang cukup baik sebagai plasticizer karet, sebanding dengan minyak epoksi komersial, seperti minyak kedelai epoksi.Kata kunci: Minyak jelantah epoksi, Plasticizer komersil, Sifat mekanis, Vulkanisat.ABSTRACTThe high volume of waste cooking oil is one of the biggest obstacles. Unsaturated fatty acids in waste cooking oil have the potential as a raw material for producing plasticizer of epoxy oil. The development of renewable plasticizers based on natural materials to replace petroleum plasticizers has become the concern of many researchers due to the issue of depletion of petroleum raw materials, environmental problems, and health issues caused by petroleum plasticizers. This research aims to study the comparison of mechanical properties of vulcanizated rubber using plasticizer of epoxy waste cooking oil to commercial plasticizers (paraffinic oil and epoxy soybean oil). Waste cooking oil containing unsaturated fatty acids was epoxidized by reflux method (60oC for 4 hours) using n-hexane as solvent, glacial acetic acid and IR-120 amberlite resin as catalyst, and hydrogen peroxide as oxygen donor. The epoxy cooking oil was characterized for oxirane groups using FTIR spectrophotometer and oxirane number using titration method. Epoxy waste cooking oil, paraffinic oil, and epoxy soybean oil were applied to rubber compounds and tested for mechanical properties of vulcanizatesd rubber using a universal testing machine. The results showed that the FTIR spectra of epoxy waste cooking oil showed the presence of epoxy group stretching vibrations (C-O-C) at a peak of 1240 cm-1 and an oxirane number of 2.24%. The test results of vulcanizates using epoxy waste cooking oil (EUCO) have superior tensile strength, tear strength, and scrape resistance values compared to vulcanizates using paraffinic oil (PO). This shows that epoxy waste cooking oil can replace petroleum-based plasticizers, such as paraffinic oil (PO). The tear strength and scrape resistance of the vulcanizates using EUCO were higher than those using epoxy soybean oil (ESO), although the tensile strength was lower, thus indicating that the synthesized epoxy waste cooking oil can provide quite good performance as a rubber plasticizer, comparable to commercial epoxy oils, such as epoxy soybean oil.Keyword: Commercial plasticizer, Epoxy waste cooking oil, Mechanical properties, Vulcanized rubber

    Melestarikan Permainan Tradisional Gasing Sunda dalam Buku Cerita Bergambar

    Get PDF
    Berbagai manfaat positif bagi tumbuh kembang anak bisa didapatkan dari permainan tradisional, namun sayangnya arus perkembangan kemajuan zaman semakin menyisihkan keberadaannya. Anak-anak yang biasanya berperan sebagai pemain kini sudah jarang memainkan permainan tradisional. Perubahan pola bermain anak-anak didasari berbagai faktor pendukung seperti sedikit tersedianya informasi, sarana maupun pra-sarana untuk kegiatan bermain. Permainan tradisional Gasing Sunda merupakan salah satu kekayaan budaya yang dimiliki oleh Rakyat Sunda di Jawa Barat, dalam hal ini perancangan buku cerita bergambar permainan tradisional Gasing Sunda diharapkan menjadi media autentik yang dapat disimak secara informatif oleh anak-anak. Dengan adanya buku ini diharapkan mampu menginformasikan kepada anak-anak untuk memahami permainan Gasing sebagai salah satu bagian budaya bangsa Indonesia yang perlu untuk dilestarikan.Kata kunci: Permainan tradisional, Gasing sunda, Buku Cerita bergambarABSTRACTVarious positive benefits for the growth and development of children can be obtained from traditional games; however, unfortunately, the current trend of technological advancement is gradually sidelining their existence. Children, who used to play the roles of players in traditional games, are now rarely engaging in them. Changes in children's play patterns are influenced by various supporting factors such as the limited availability of information, facilities, and preconditions for play activities. The traditional game of Gasing Sunda is one of the cultural treasures owned by the Sundanese people in West Java. In this regard, the design of an illustrated storybook featuring the traditional game of Gasing Sunda is expected to serve as an authentic medium that can be informatively appreciated by children. Through this book, it is hoped that children will be informed and gain an understanding of Gasing as one of the cultural aspects of the Indonesian nation that needs to be preserved.Keywords: Traditional games, Gasing Sunda, Illustrated storyboo

    Estimasi State of Charge pada Baterai Lead Acid menggunakan Elman Recurrent Neural Network

    Get PDF
    ABSTRAKPenggunaan panel surya sebagai sumber energi terbarukan membutuhkan baterai sebagai tempat penyimpanan energi. Penggunaan baterai secara terus menerus, dapat menyebabkan pengurangan kapasitas dan penurunan performa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan sistem estimasi nilai State of Charge (SOC) pada baterai yang berfungsi untuk mengontrol kondisi charge, agar performa baterai tetap optimal. Pada penelitian dikembangan suatu sistem estimasi SOC pada baterai jenis lead acid, dengan metode algoritma Elman Recurrent Neural Network (ERNN). Keunggulan yang terkait dengan metode ERNN meliputi proses iterasi menjadi lebih cepat, peningkatan kecepatan pembaruan parameter, dan pencapaian konvergensi yang lebih cepat. Hasil dari penelitian estimasi SOC pada baterai lead acid 12V, 12Ah dengan menggunakan algoritma ERNN sebesar 0.101% sedangkan dengan algoritma Feedforward Backpropagation sebesar 0.767%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa algoritma ERNN lebih efisien dalam mengestimasi nilai SOC pada baterai lead acid.Kata kunci: Baterai, Elman Recurrent Neural Network, Panel Surya, State of Charge; Lead Acid ABSTRACTUsing solar panels as a renewable energy source requires batteries as energy storage. Continuous use of batteries can result in reduced capacity and performance degradation. Based on these problems, a State of Charge (SOC) estimation system is needed for the battery to control charge conditions so that battery performance remains optimal. In this research, a SOC estimation system was developed for lead acid battery using the Elman Recurrent Neural Network (ERNN) algorithm. The advantage of the ERNN method is that the iteration process is faster, the parameter update speed is increased, and convergence is faster. The results of the SOC estimation for a 12V, 12Ah lead acid battery using the ERNN algorithm were 0.101%, while the Feedforward Backpropagation algorithm resulted in 0.767%. The ERNN algorithm is more efficient in estimating the SOC value of a lead acid battery.Keywords: Battery, Elman Recurrent Neural Network, Solar Panel, State of Charge, Lead Aci

    Classification of Nutrient Deficiencies Based on Leaf Image in Hydroponic Lettuce using MobileNet Architecture

    Get PDF
    ABSTRAKSaat ini sektor industri di Indonesia tumbuh semakin pesat yang menggeser lahan pertanian menjadi sempit. Hal tersebut mengakibatkan para petani perlu mencari lahan lain untuk tetap dapat memproduksi bahan pangannya. Hidroponik merupakan teknik bertanam menggunakan media air yang memanfaatkan lahan sempit. Salah satu tanaman yang sering diterapkan ialah tanaman selada. Namun, dengan penerapan teknik hidroponik ini masih terdapat kualitas tanaman selada yang kurang baik karena kurang memperhatikan pemeliharaannya sehingga mengakibatkan kurangnya nutrisi pada tanaman selada. Maka dari itu, pada penelitian ini akan membuat sistem klasifikasi defisiensi nutrisi pada tanaman hidroponik selada melalui citra daun dengan menggunakan Convolutional Neural Network (CNN) berbasis arsitektur MobileNetV2. Hasil dalam skenario uji penelitian ini memperoleh akurasi sebesar 88%. Dengan begitu, diharapkan dapat membantu para petani untuk mengetahui defisiensi nutrisi pada tanaman selada agar tetap dapat menjaga kualitas produksi tanaman selada.Kata kunci: CNN, hidroponik, MobileNetV2, nutrisi, selada ABSTRACTCurrently the industrial sector in Indonesia is growing rapidly which shifts agricultural land to narrow. This resulted in farmers needing to look for other land to continue to be able to produce their food. Hydroponics is a farming technique using water media that utilizes narrow land. One of the plants that is often used is lettuce. However, with the application of this hydroponic technique, the quality of lettuce plants is still not good due to lack of attention to maintenance, resulting in a lack of nutrition in lettuce plants. Therefore, this research will create a nutritional deficiency classification system in hydroponic lettuce through leaf images using a Convolutional Neural Network (CNN) based on the MobileNetV2 architecture. The results in this research test scenario obtained an accuracy of 88%. That way, it is hoped that it can help farmers to find out nutritional deficiencies in  lettuce plants so that they can maintain the quality of lettuce production.Keywords: CNN, hydroponic, lettuce, MobileNetV2, nutritio

    Design Construction and Training on Making Electric Wheelchairs for Instructors at SLB-D YPAC Bandung City to Improve the Mobility Orientation Ability of Physically Impaired Students

    Get PDF
    Paralympic students in grades 1 to 12 with permanent disabilities in the movement organs (bones, joints, muscles) in the Special School category D (SLB-D) YPAC Bandung City have been equipped with basic Mobility Orientation (OM) technical skills to be able to carry out activities and mobility. Independent. One of the OM techniques taught to people with quadriplegia in the categories of Paraplegia (abnormalities in both legs and feet) and Diplegia (abnormalities in both hands or paralyzed legs) is the use of a manual wheelchair. Even though all quadriplegic students already have OM abilities. However, many students are reluctant to use manual wheelchairs independently. The problem is because it is considered to drain stamina, difficulty controlling it, and fear of using it on uphill/downhill/sloping/potholed roads. So it was proposed that the mobile electric wheelchair be controlled by the physically disabled via a manual button, and as a safety measure, it is equipped with an anti-crash sensor. Anti-crash sensors help the wheelchair move automatically (slow down, stop) if an object is in the way. In implementing this PKM, the team carried out knowledge and technology transfer to Instructors/Teachers/Parents of Students and testing for the Physically Impaired. The results of this activity are in the form of electric wheelchairs that have been tested

    Pengaruh Desain dan Pola Roster terhadap Simulasi Penghawaan Alami pada Fasad Bangunan

    Get PDF
    Abstrak Roster atau kerawang telah lama dikenal dan digunakan oleh masyarakat sebagai elemen bangunan. Karakternya yang tampak seperti tertutup namun masih memiliki kesinambungan visual menjadikan roster tidak hanya difungsikan sebagai ventilasi namun dapat juga difungsikan sebagai pembatas untuk menutup daerah atau bagian yang tidak ingin terlihat secara langsung. Akhir-akhir ini roster kembali menjadi alternatif material untuk fasad bangunan agar terlihat unik dan berbeda karakternya. Desain atau pola roster pun banyak berkembang dan tidak tampil monoton seperti dulu lagi. Beberapa pola roster dapat dikombinasikan dengan pola lainnya agar desain fasad tampil lebih menarik lagi. Banyak arsitek yang mengklaim bahwa pemilihan roster agar dapat menyalurkan angin ke dalam bangunan yang menggunakan ventilasi alami. Permasalahannya adalah seberapa jauh sebenarnya roster dapat berfungsi sebagai penerus angin agar dapat tetap mengalir ke dalam ruangan dengan pola serta penempatan yang berbeda dengan dahulu. Penelitian ini mencoba mengungkap permasalahan tersebut lewat simulasi perangkat lunak berbasis Building Information Modelling (BIM). Desain roster yang ada disusun dan dibuatkan beberapa pola alternatif untuk dilihat sejauh mana elemen bangunan tersebut dapat bekerja secara optimal dalam menyalurkan angin ke dalam sebuah ruangan.Kata kunci: arsitektur, roster, simulasi, ventilasi, visualAbstract Ventilation block has been known and used as a building element. Its character which looks like it is an enclosed but still has visual continuity makes its function not only as ventilation but also as a barrier to cover areas or parts of the building that do not want to be seen directly. Recently, ventilation block has become an alternative material for building facades to make it look unique and have a different character. Ventilation block designs or patterns have also developed a lot and don't appear monotonous like they used to. Several ventilation block patterns can be combined with other patterns to make the facade design even more attractive. Many architects claim that the selection of , ventilation block is so that it can channel wind into buildings that use natural ventilation. The problem is how far the rooster can actually function as a successor to the wind so that it can continue to flow into the room with a different pattern and placement than before. This study tries to uncover these problems through software simulations based on Building Information Modeling (BIM). The existing roster design is compiled and several alternative patterns are made to see how far these building elements can work optimally in channeling wind into a room. Keywords: architecture, simulation, ventilation block, visua

    Perancangan Desain Karakter Bum dan Mun Sebagai Tokoh dalam Ensiklopedia Mini Bertema Astronomi

    Get PDF
    AbstrakAdanya ilustrasi berupa karakter tokoh pada ensiklopedia, diharapkan menarik minat baca anak, dan akan memiliki gambaran isi pengetahuan lebih jelas. Berbagai jenis desain karakter telah banyak bermunculan baik itu dalam sebuah film animasi, buku cerita bergambar, komik, dan lainnya. Pemilihan karakter pada ensiklopedia mini bertema astronomi disesuaikan dengan kebutuhan cerita, yaitu menggambarkan sifat penuh semangat akan petualangan, dan juga dilihat dari segi kostum yang dipakai. Pembuatan desain karater menggunakan metode practice led research yaitu melalui taha persiapan, mengimajinasi, pengembangn imajinasi, serta hasil akhir. Desain karakter Bum dan Mun disesuaikan dengan tema cerita dalam buku yang diangkat yaitu petualangan luar angkasa.Kata kunci: Ensiklopedia, Desain Karakter, AnimasiAbstractThe existence of illustrations in the form of characters in the encyclopedia, is expected to attract children's reading interest, and will have a clearer picture of the content of knowledge. Various types of character designs have sprung up in animated films, picture books, comics, and more. The selection of characters in the astronomy-themed mini-encyclopedia is adapted to the needs of the story, namely to describe the passionate nature of adventure, and also in terms of the costumes worn. Making character designs using the practice led research method, namely through the stages of preparation, imagination, development of imagination, and the final result. The character designs of Bum and Mun are adapted to the theme of the story in the book, which is space adventure.Keywords: Encyclopedia, Character Design, Animatio

    1,600

    full texts

    1,717

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institut Teknologi Nasional: Jurnal Itenas Online
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇