Institut Teknologi Nasional: Jurnal Itenas Online
Not a member yet
1717 research outputs found
Sort by
Eksplorasi Posisi Sambungan dan Penambahan Elemen Pengaku Untuk Meningkatkan Kekakuan pada Balok RISHA
ABSTRAKRangkaian panel RISHA menciptakan ruangan maksimal 3 m x 3 m. Beberapa penelitian yang dilakukan membuktikan ukuran tersebut belum nyaman jika digunakan sebagai rumah tinggal Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Pada perkembangannya, teknologi RISHA digunakan untuk bangunan dengan bentang balok yang lebih lebar, sehingga kekakuan balok harus ditingkatkan, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi posisi sambungan dan penambahan elemen pengaku dalam upaya meningkatkan kekakuan pada sambungan antar panel struktur RISHA. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode pengumpulan data menggunakan simulasi software beam calculator untuk mendapatkan uji gaya momen, gaya geser, dan defleksi. Analisis menggunakan metode weighted product (WP) untuk mendapatkan posisi sambungan dan elemen pengaku terbaik. Simulasi dilakukan dengan eksplorasi posisi sambungan dan elemen pengaku untuk meningkatkan kekakuan pada sambungan antar panel struktur RISHA. Hasil pengujian menunjukan balok yang terdiri dari tiga panel memiliki kekakuan yang lebih besar dari dua panel dan elemen pengaku splice lebih unggul dibandingkan corbel, maka penambahan elemen pengaku terbukti dapat meningkatkan kekakuan pada sambungan antar panel struktur RISHA.Kata kunci: RISHA, kekakuan, corbel, splice, momen, gaya geser ABSTRACTThe RISHA series of panels creates a room of up to 3 m x 3 m. Several studies have been conducted to prove that this size is not comfortable when used as a low-income community residence. In its development, RISHA technology is used for buildings with wider span beams, so that beam stiffness must be increased, therefore this study aims to review the position of joints and the addition of stiffener elements to increase stiffness in joints between RISHA structural panels. This research was conducted using a quantitative approach. The data collection method uses beam calculator software simulation to obtain moment force, shear, and deflection tests. The analysis uses the weighted product (WP) method to get the best joints and stiffener elements. The simulation was carried out by exploring the position of the joints and the stiffening of the elements to increase the stiffness of the joints between the RISHA structural panels. The test results show that the beam consisting of three panels has greater stiffness than the two panels and the splice stiffener element is more than the corbel, so the addition of the stiffener element is proven to increase the elasticity at the joints between the RISHA structural panels.Keywords: RISHA, stiffener, corbel, splice, moment, shear forc
Penerapan Sistem Elektronik Keamanan Lingkungan Berbasis Internet of Things Menggunakan Modul LoRa Garuda
ABSTRAKKeamanan lingkungan merupakan isu penting yang mempengaruhi kehidupan manusia. Salah satu bentuk kegiatan masyarakat untuk menjaga keamanan pada lingkungan adalah Ronda Malam. Meskipun kegiatan ronda sudah berjalan rutin, kasus pencurian masih saja kerap terjadi. Selain itu kegiatan patroli kamling yang dilakukan kurang maksimal. Hal tersebut merupakan suatu celah untuk para pelaku tindakan kriminal. Dari permasalah tersebut, penulis memiliki inovasi sistem elektronik keamanan lingkungan menggunakan Internet of Things. Untuk jadwal patroli akan ditentukan oleh sistem berdasarkan 25 area titik yang sudah ditentukan dan akan di acak setiap harinya, dimulai pada pukul 12 malam hingga pukul 5 pagi. Proses verifikasi patroli menggunakan RFID yang di scan pada perangkat IoT, data hasil scan RFID akan dikirimkan ke server melalui modul lora garuda. Dari hasil pengujian yang dilakukan menunjukan bahwa perangkat LoRa Garuda dapat terkoneksi dengan baik pada jaringan Lorawan Antares dan dapat mengirmkan data hasil scan pada setiap area titik.Kata kunci: Keamanan, Lingkungan, IoT, Lora Garuda, Ronda MalamABSTRACTEnvironmental safety is one of the important things that has an influence on people's lives. One form of community activity to maintain security in the environment is night patrol. Although patrol activities have been running regularly, theft cases still often occur. In addition, the kamling patrol activities carried out are not optimal. This is a loophole for perpetrators of criminal acts. From these problems, author has developed an innovation for environmental security electronic systems using the Internet of Things. Patrol schedule will be determined by system based on 25 predetermined point areas and that will be random every day, starting at 12 pm to 5 am. Patrol verification process uses RFID scanning on IoT devices, RFID scanned data will be sent to server via Lora Garuda module. From the results of the testing carried out, it shows that the LoRa Garuda device can be well connected to the Lorawan Antares network and can send scan data at each point area.Keywords: : Security, Environment, IoT, Lora Garuda, Night Patro
Pengukuran Kinerja Sistem Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru Menggunakan GTMetrix, WebAIM dan LoadView
ABSTRAKPerforma website ditandai dengan durasi load dan respon time yang cepat serta kestabilan dari website ketika melayani banyak request dari pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi tingkat kualitas website berdasarkan PageSpeed dan YSlow menggunakan automated software testing GTmetrix. Metode load view menjadi standard penguji kesetabilan web server dan kecepatan akses website yang diukur dengan bantuan aplikasi berbasis cloud dengan cara kerja yang realtime. Hasil dari penelitian ini, pengujian GTMatrix diperoleh pagespeed dengan Grade D (65%). Namun di Yslow Score mempunyai hasil yang lebih baik dengan Grade C (73%) dengan fully Load 7.2 s dan total page 2.49 MB jumlah request 26. Penyebab kurang maksimalnya PageSpeed dikarenakan Serve Scaled Image, Optimize Image dan Laverage Browser Cache. Sedangkan hasil dari analisis load view bahwa penyebab lambat nya load adalah gambar dengan ukuran yang besar berformat png.Kata kunci: GTMetrix, LoadView, WebAIM, PagespeedABSTRACTWebsite performance is characterized by fast load duration and response time as well as stability of the website when serving many requests from users. This study aims to determine and evaluate the quality level of websites based on PageSpeed and YSlow using GTmetrix automated software testing. The load view method is the standard for testing web server stability and website access speed which is measured with the help of cloud-based applications in a real-time way. The results of this study, the GTMatrix test obtained pagespeed with Grade D (65%). However, the Yslow Score has better results with Grade C (73%) with a full load of 7.2 s and a total page of 2.49 MB, the number of requests is 26. The reason for the lack of maximum PageSpeed is due to Serve Scaled Image, Optimize Image and Leverage Browser Cache. While the results of the load view analysis show that the cause of the slow loading is images with large sizes in png format.Keywords: GTMetrix, LoadView, WebAIM, Pagespee
Faktor Shared street Yang Mempengaruhi Urban Livability di Koridor Jalan Jenderal Sudirman, Bantul
Koridor Jalan Jenderal Sudirman merupakan jalan protokol di Kabupaten Bantul yang direvitalisasi dengan konsep yang bisa diarahkan ke konsep shared street. Proyek revitalisasi tersebut meliputi pembangunan ruas jalan menjadi dua lajur. Kondisi eksisting koridor Jalan Sudirman pada tahun 2018 terdapat median jalan berupa taman linear dan jalur pejalan kaki dengan ketinggian yang berbeda dengan jalan raya di kedua sisinya. Penemuan di lapangan menunjukkan adanya dominasi ruang jalan oleh kendaraan bermotor yang mengakibatkan pejalan kaki, difabel dan pengguna kendaraan tidak bermotor mulai tersisihkan dalam memanfaatkan ruang jalan. Akibatnya livabilitas ruang menjadi menurun dikarenakan pergerakan pengguna dan pencapaian ruangnya terganggu oleh dominasi kendaraan bermotor. Shared street sangat memprioritaskan kepentingan pejalan kaki daripada pengguna lain sehingga dianggap dapat menyelesaikan permasalahan dominasi ruang jalan oleh kendaraan bermotor. Tujuan penelitian adalah mencari faktor shared street yang berpengaruh pada livabilitas di koridor Jalan Jenderal Sudirman yang sesuai agar dapat memaksimalkan pemanfaatan ruang di koridor tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deduktif kualitatif yaitu metode yang menemukan permasalahan di lapangan kemudian diolah untuk menentukan hasil yang kualitatif. Urban livability akan mempengaruhi perkembangan kota yang layak huni, tentang bagaimana ruang kota mampu memberikan kualitas hidup yang baik dan dapat memenuhi harapan penduduknya akan kesejahteraan.Kata kunci: shared street, koridor jalan, livabilita
Analysis of Architectural Needs for Passive Low-Tech Fog and Dew Collector Building Design: A Narrative Literature Review
Global warming and climate change have negative effects on life on earth. One of the consequences is a water crisis or water scarcity, both in quantity and quality. Indonesia also cannot avoid this problem. Therefore it is necessary to prepare an alternative water supply solution, one of which is from water vapor (atmospheric water), especially in the form of dew and fog. This study aimed to formulate the design requirements for passive low-tech dew and fog collector building by comparing several technologies and projects in the world that have been realized recently that have a relationship with architectural science. This research used qualitative research with a narrative literature review approach. This research produced design requirements in the form of principles and technical requirements in designing and realizing dew and fog collector building, especially in terms of function, construction, and appearance.Keywords: dew collector, fog collector, low-tech, water scarcity, architectur
PID Controller Simulation on Single Axis Solar Tracking System
ABSTRAKEfisiensi yang rendah pada solar cell dipengaruhi oleh beberapa factor yaitu tingkat radiasi, suhu, dan sudut instalasi. Penelitian ini membahas upaya meningkatkan performa solar panel yaitu dengan menggunakan sistem pelacak surya sumbu tunggal. Dalam penelitian sistem pelacak surya sumbu tunggal ini dimodelkan dengan menggunakan PID controller pada software Matlab Simulink. Dalam metode tracking system, solar cell disimulasikan pada sumbu tunggal yang berorientasi pada sudut elevasi, sebagai masukan dan pengoptimasian kontrol posisi yang tepat terhadap arah pergerakan matahari pada pukul 07.00 – 17.00 wib. Hasil simulasi didapatkan penggunan kontrol PID pada perancangan single axis solar tracking system menunjukkan hasil yang baik, dimana kontroler yang dirancang dapat mendeteksi arah pergerakan matahari dengan cukup akurat. Sudut elevasi terendah yaitu 1,7 derajat dan tertinggi 68,21 derajat. Solar tracking system memiliki potensi menyerap lebih banyak radiasi matahari untuk mendapatkan output lebih baik yang dihasilkan dari solar cell.Kata kunci: solar cell, sumbu tunggal, tracking system, PID controller, Simulink Matlab ABSTRACTThe low efficiency of the solar cell is influenced by several aspect, namely radiation levels, temperature, and tilt angle. This research discusses improving solar panels' performance using a single-axis tracking system. This research modelled a singleaxis of solar cell tracking system using a PID controller in Matlab Simulink software. In the tracking system method, the solar cell is simulated on a single axis oriented to elevation angle as input and optimization of precise position control to direct the sun's movement at 07.00 – 17.00 WIB. The simulation results shown that using a PID control in designing a single-axis of solar cell tracking system shows significant results, where the controller design can accurately detect the direction of the sun's movement. Furthermore, the lowest elevation angle is 1.7 degrees, and the highest is 68.21 degrees. Furthermore, solar tracking systems have the potential to absorb more radiation for a greater output of solar cells.Keywords: solar cells, single axis, tracking system, PID controller, Simulink Matla
Training For Selection of Internet of Things Devices as A Media For Remote Information Sender For Vocational School Teachers and Students
Selection of devices for IoT needs can be determined based on the range from the shortest to the furthest, and on the internet access or Wi-Fi availability, which can be considered in advance and adjusted to the needs. In line with this, a training was carried out at SMKN 1 Cimahi, involving several groups of experts in the Electrical Engineering familyto open insight and understanding regarding the needs of devices that can be used to build internet-based or IoT systems. This training also introduced several observation schemes with various platforms, that are available in both free and paid choices. The training activities were carried out for 16 hours face-to-face, and 16 hours of independent projects that consisted of 10 modules. Out of these activities, it is expected that the participants can improve their thinking skills and carry out system programming processes according to needs and readiness
IDENTIFIKASI TIMBULAN DAN NILAI EKONOMI LIMBAH ELEKTRONIK (E-WASTE) RUMAH TANGGA DI KOTA PONTIANAK
Limbah elektronik mengalami penambahan jumlah yang cukup signifikan setiap tahunnya di Indonesia. Pada tahun 2019, Indonesia menghasilkan 1,6 Mt limbah elektronik, yang menjadikan Indonesia termasuk dalam sepuluh negara penghasil limbah elektronik terbanyak di dunia. Limbah elektronik memiliki potensi ekonomi karena mengandung logam berharga, seperti emas, alumunium, dan tembaga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kategori dan timbulan limbah elektronik rumah tangga di Kota Pontianak dan menganalisis potensi ekonomi dari limbah elektronik tersebut. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan jumlah responden sebanyak 163 KK. Setiap responden didata jumlah dan perlakuan dari limbah elektronik yang dihasilkan serta dihitung timbulan limbah elektroniknya menggunakan metode consumption and use. Hasil dari penelitian menunjukkan  kategori Small Equipment menjadi kategori limbah elektronik yang paling banyak dihasilkan yaitu sebesar 42 %, sedangkan Lamps sebesar 19%; Small IT 17%; Screens and Monitors 9%; Temperature Equipment 8%; dan Large Equipment 5%. Pada tahun 2021, rata-rata timbulan limbah elektronik yang dihasilkan Kota Pontianak dari sektor rumah tangga mencapai 492476,53 kg/tahun dan memiliki potensi ekonomi dari nilai jual sebesar Rp. 957.652.484,62
Pengendalian Arus pada Inverter Lima Tingkat Penaik dan Penurun Tegangan
ABSTRAKPenggunaan inverter terkendali arus pada sistem integrasi dengan jala-jala memiliki beberapa kendala seperti nilai tegangan masukan inverter harus melebihi tegangan pada jala-jala, ditambah lagi terdapat gangguan harmonisa pada frekuensi pensaklaran inverter yang dapat menginterferensi jala-jala. Penggunaan inverter lima tingkat yang digabung dengan AC-AC boost diajukan pada makalah ini untuk mengeliminasi gangguan harmonisa dan mampu menghasilkan nilai tegangan yang lebih tinggi dari pada nilai tegangan masukan. Dengan begitu konverter yang diajukan mampu bekerja sebagai penaik dan penurun tegangan. Konverter yang diajukan menggunakan satu buah sumber DC dan menerapkan metode arus keluaran yang terkendali sebagai dasar dalam penyuntikan arus ke jala-jala untuk riset ke depan. Konverter yang diajukan mampu menghasilkan nilai Total Harmonic Distortion (THD) sebesar 2,6% dan memenuhi standar IEEE Std 519-2014 yaitu kurang dari 5%.Kata kunci: inverter lima tingkat , kendali arus, penaik dan penurun tegangan, THD, penyuntikan arus ke jala-jala ABSTRACTThe use of grid connected current-controlled inverters has several constraints such as the input voltage value of the inverter must exceed the voltage on the grid, plus there are harmonic disturbances at the inverter switching frequency which can interfere with the grid. The use of a five-level inverter combined with AC-AC boost is proposed in this article to eliminate harmonic disturbances and be able to produce a higher voltage value than the input voltage value. Thus the proposed converter is able to work as a buck and boost voltage. The proposed converter uses a single DC source and applies a controlled output current method as a basis for injecting current into the grid for future research. The proposed converter is capable of producing a Total Harmonic Distortion (THD) value of 2.6% and meets the IEEE Std 519-2014 standard, which is less than 5%.Keywords: five-level inverter, current controlled, buck-boost inverter, THD, current injectio
Perbandingan Torka Cogging Generator Integral dan Fractional untuk Pembangkit Listrik Tenaga Tenaga Angin
ABSTRAKPenelitian ini membahas penurunan torka cogging pada generator sinkron magnet permanen untuk untuk aplikasi pada pembangkit listrik tenaga angin. Untuk meminimalkan nilai torka cogging, dapat dilakukan berbagai teknik, salah satunya adalah kombinasi teknik pangkasan magnet dan alur tiruan pada inti jangkar. Teknik ini diterapkan terhadap generator sinkron magnet permanen tipe integral slot dengan jumlah gigi alur 30 dan kutub 10 dan tipe fractional slot number dengan jumlah gigi alur 24 dan kutub 10. Berdasarkan hasil analisis menggunakan metode elemen hingga, didapatkan bahwa tipe fractional slot number memiliki penurunan torka cogging sebesar 98.51 % dari torka berbebannya, sedangkan penurunan torka cogging pada generator tipe integral slot number sebesar 75 % dari torka berbeban.Kata kunci: Generator sinkron magnet permanen, torka cogging, fractional slot number, integral slot number, pangkasan magnet, alur tiruan ABSTRACTThis research discusses the reduction of cogging torque on a permanent magnet synchronous generator for applications in wind power plants. To minimize the value of the cogging torque, various techniques can be carried out, one of which is a combination of magnet trimming techniques and artificial grooves on the anchor core. This technique is applied to an integral slot type permanent magnet synchronous generator with 30 grooved teeth and 10 poles and a fractional slot number type with 24 grooved teeth and 10 poles. Based on the results of analysis using the finite element method, it was found that the fractional slot number type has a torque reduction. cogging of 98.51% of the loaded torque meanwhile the decrease in cogging torque on the integral slot number type generator is 75% of the loaded torque.Keywords: Permanent Magnet Synchronous Generator, cogging torque, fractional slot number, integral slot number, magnet shaping, artificial groov