Institut Teknologi Nasional: Jurnal Itenas Online
Not a member yet
1717 research outputs found
Sort by
Lithium-ion Battery Charger for BEV Applications Based on MF Full-bridge DC-DC Converter
ABSTRAKArtikel ini memaparkan rancang bangun suatu alat pengisi muatan baterai (battery charger) kendaraan listrik jenis lithium-ion. Baterai yang digunakan berkapasitas 20-Ah dengan tegangan pengenal 48-V. Rangkaian battery charger menggunakan susunan kombinasi dari konverter AC-DC topologi penyearah satufasa jembatan dioda dan konverter DC-DC topologi jembatan-penuh yang dioperasikan pada frekuensi menengah (MF) yaitu sebesar 1 kHz. Rangkaian konverter jembatan-penuh dikendalikan oleh IC SG3526 yang mengatur lebar pulsa sinyal PWM yang diberikan kepada keempat MOSFET yang menyusun konverter tersebut. Karena dioperasikan pada frekuensi 1 kHz, konverter jembatan-penuh dapat menggunakan transformator yang intinya berbahan baja silikon berbentuk pelat tipis terlaminasi atau lebih dikenal dengan inti pelat E-I. Pengujian fungsional alat dilakukan dengan mengisi muatan baterai pada keadaan kapasitas awal 50% hingga penuh, menggunakan metode arus pengisian tetap sebesar 5-A. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa diperlukan waktu 80 menit untuk mengisi baterai hingga penuh pada kondisi tersebut.Kata kunci: alat pengisi muatan baterai lithium-ion, kendaraan listrik, full-bridge DC-DC converter, frekuensi menengah, transformator inti baja silikon ABSTRACTThis manuscript describes the designing and making of a lithium-ion battery charger for battery electric vehicle applications. The battery has a capacity of 20-Ah with 48-V nominal voltage. The battery charger circuit uses the combination of an AC-DC converter in the form of a single-phase diode bridge rectifier and a full-bridge DC-DC converter, operating in medium frequency (MF) at 1 kHz. The full-bridge converter is controlled by a PWM controller SG3526 that sends its output to the 4 MOSFETs that built the converter. Due to operation at frequency of 1 kHz, the transformer’s core can use the laminated silicon steel sheet that is known as the E-I core. The battery is charged using the constant-current method by maintaining the charging current at a constant value. The functional test of the battery shows that by using 5-A constant current charging, the battery takes 80 minutes to its full condition from 50% capacity at the beginning.Keywords: lithium-ion battery charger, battery electric vehicles, medium frequency full-bridge DC-DC converter, silicon steel-core transforme
Penambahan Parameter PM2.5 dalam Prediksi Kualitas Udara : Long Short Term Memory
AbstrakKualitas udara yang buruk menjadi masalah serius yang mempengaruhi kesehatan manusia dan lingkungan. Penyebabnya bervariasi, termasuk polusi udara, emisi industri, dan aktivitas manusia. Masalah yang dibahas adalah bagaimana menggunakan metode Long Short-Term Memory untuk memprediksi kualitas udara. Data kualitas udara yang mencakup parameter yang digunakan yaitu Partikel Kasar (PM10), Sulfur dioksida (SO), Karbon monoksida (CO), Ozon (O3) Nitrogen dioksida (NO2) serta penambahan Partikel Halus (PM2.5) yang belum terdapat pada penelitian sebelumnya. Penggunaan metode LSTM jenis khusus dari model Recurrent Neural Network (RNN), yang dirancang untuk mengatasi masalah "vanishing gradient" yang sering muncul dalam pelatihan RNN tradisional. Salah satu keunggulan LSTM adalah kemampuannya untuk menangkap dependensi jarak jauh dalam data berurutan, yang berarti dapat "mengingat" informasi dalam jangka waktu yang lama. Dengan melakukan evaluasi data pengujian menggunakan metrik evaluasi Root Mean Squared Error dengan hasil 4.0279.Kata kunci: LSTM, RNN, Kualitas Udara, Prediksi, PM2.5AbstractPoor air quality is a serious problem affecting human health and the environment. The causes are varied, including air pollution, industrial emissions, and human activities. The problem discussed is how to use the Long Short-Term Memory method to predict air quality. Air quality data which includes the parameters used are Coarse Particles (PM10), Sulfur dioxide (SO), Carbon monoxide (CO), Ozone (O3) Nitrogen dioxide (NO2) and the addition of Fine Particles (PM2.5) which have not been found in research previously. The use of the LSTM method is a special type of Recurrent Neural Network (RNN) model, which is designed to overcome the "vanishing gradient" problem that often arises in traditional RNN training. One advantage of LSTM is its ability to capture remote dependencies in sequential data, meaning it can "remember" information over long periods of time. By evaluating the test data using the evaluation metric Root Mean Squared Error with a result of 4.0279.Keyword: LSTM, RNN, Air Quality, Prediction, PM2.
Deteksi Seksisme Online menggunakan Support Vector Machine dan Naïve Bayes
AbstrakSeksisme online menjadi topik penting di media sosial yang mempengaruhi perkembangan internet, menimbulkan efek negatif dan menjadi ancaman serius bagi wanita yang menjadi target. Penelitian ini menggunakan machine learning untuk mendeteksi seksisme pada kalimat bahasa Inggris. Algoritma yang digunakan adalah Support Vector Machine dan Naive Bayes. Grid search diterapkan pada model untuk mencari kombinasi hyperparameter terbaik sehingga menghasilkan skor terbaik. Pelatihan dibagi menjadi dua tugas, yaitu (1) pelatihan model menggunakan data tanpa penanganan imbalanced dan (2) pelatihan model menggunakan data yang telah dilakukan SMOTE. Hasil dari pelatihan model menunjukkan model SVM+SMOTE menghasilkan rata-rata skor F1 terbaik paling tinggi yaitu sebesar 0,96. Pengujian menggunakan data uji menunjukkan model SVM+SMOTE menghasilkan skor F1 tertinggi, yaitu sebesar 0,90 dengan 1467 kalimat diklasifikasikan benar 'not sexist’, 47 kalimat ‘not sexist’ diklasifikasikan sebagai ‘sexist’, 189 kalimat ‘sexist’ diklasifikasikan benar dan 297 kalimat ‘sexist’ diklasifikasikan sebagai ‘not sexist’.Kata kunci: Seksisme, Deteksi, SVM, Naive Bayes, SMOTEAbstractOnline sexism has become a significant issue on social media, impacting internet progress and posing a serious threat to targeted women. This research uses machine learning to detect sexism in English sentences. The algorithms used are Support Vector Machine and Naive Bayes. Grid search is applied in the model to find the best combination of hyperparameters to produce the best score. The training is divided into two tasks: (1) training the model using unhandle the imbalanced data and (2) training the model using data with SMOTE. The training results show that the SVM+SMOTE model produces the highest average best F1 score is 0.96. The testing results show that the SVM+SMOTE model produces the highest F1 score is 0.90 with 1467 sentences correctly classified as 'not sexist', 47 'not sexist' sentences classified as 'sexist', 189 sentences classified as 'sexist' correctly and 297 'sexist' sentences were classified as 'not sexist'.Keywords: Sexism, Detection, SVM, Naive Bayes, SMOT
Evolusi Peran Arsitek di Era Artificial Intelligence dan Teknologi Berbasis Data
AbstrakMeningkatnya kompleksitas dunia menimbulkan tantangan yang signifikan bagi lingkungan binaan, dan arsitek memainkan peran penting dalam menerjemahkan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang menjadi solusi yang berkelanjutan. Dengan isu-isu mendesak seperti krisis iklim, urbanisasi, dan kekurangan perumahan, industri arsitektur harus beradaptasi, berevolusi, dan berinovasi untuk memenuhi tuntutan tersebut. Data dan teknologi telah muncul sebagai alat yang ampuh dalam transformasi ini, hal ini memungkinkan arsitek untuk memberikan proyek berorientasi pengguna yang terintegrasi secara komprehensif dengan lingkungan mereka. Penelitian ini mengeksplorasi persimpangan desain berbasis data, kecerdasan buatan (AI), dan arsitektur, termasuk peran data dalam membentuk industri, mulai dari penerapan Building Information Modelling (BIM) hingga solusi berbasis cloud yang memfasilitasi kolaborasi antar pemangku kepentingan. Analisis data menggunakan literature review mencakup artikel dengan fokus pada artificial intelligence, data driven technology, dan building information modelling (BIM) dalam arsitektur. Sintesis menunjukkan integrasi AI dalam arsitektur memberdayakan para profesional untuk menggali potensi desain berbasis data dan AI sebagai kekuatan transformatif dalam industri arsitektur, serta menciptakan solusi yang lebih baik dan efisiensi dalam pengambilan keputusan yang terinformasi di seluruh desain, konstruksi, dan pengoperasian bangunan.Â
Implementation of Water Level Measuring Instruments as Flood Indicator in the Rice Fields of Teluklada Village
Flooding in rice fields often occurs as a result of overflowing rainwater or overflowing river water. In addition, irrigation also often overflows and inundates farmers' fields. The way that is often done to overcome this is usually done every few minutes to the fields. An automatic tool is needed that can be used to be able to monitor water level activities that occur in rice fields. In that case farmers can make the best and timely decisions when rice fields will be flooded. The design process of this tool is carried out in 2 stages, namely the area analysis stage and the design of the tool design which will be carried out with the characteristics of rice fields in Teluklada village. The Water Level Measuring Tool as a Flood Indicator in Rice Fields is designed as a flood indicator by utilizing the HCSR04 sensor work function to detect water rise that occurs. Residents who received the notification message were surprised when they first received the flood warning message and felt helped by the presence of this water level measuring instrument because it can monitor rice fields remotely
Aplikasi Perencanaan Event Organizer berbasis Website Untuk Meningkatkan Proses Pengelolaan Pelanggan
ABSTRAK Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah aplikasi perencanaan event organizer berbasis website yang efisien dan terorganisir. Aplikasi ini dirancang untuk membantu event organizer dalam mengelola proses perencanaan acara secara efektif. Fitur-fitur utama aplikasi mencakup manajemen anggaran, penjadwalan, manajemen vendor, manajemen tamu, dan pelacakan tugas. Perancangan sistem dilakukan berdasarkan kebutuhan yang diidentifikasi. Tahap implementasi melibatkan pengembangan aplikasi menggunakan teknologi web seperti HTML, CSS, dan JavaScript. Aplikasi diuji untuk memastikan fungsionalitas yang baik, dan pemeliharaan rutin dilakukan untuk perbaikan bug dan peningkatan kinerja. Hasil Kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah aplikasi perencanaan event organizer berbasis website yang meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam industri tersebut. Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk mengelola acara secara terorganisir, mengurangi kesalahan manusia, meningkatkan koordinasi tim, dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya. Antarmuka yang responsif dan user-friendly memberikan pengalaman pengguna yang mudah digunakan dan intuitif. Kata kunci: Aplikasi Web, Perencanaan Event Organizer, Manajemen Acara, SDLC, Efisiensi ABSTRACT These project aims to develop an efficient and organized web-based event organizer planning application. The application was designed to assist event organizers in effectively managing the event planning process. The key features of the application include budget management, scheduling, vendor management, guest management, and task tracking. System design was then carried out based on the identified requirements. The implementation phase involves developing the application using web technologies such as HTML, CSS, and JavaScript. The application was tested to ensure proper functionality, and regular maintenance was performed to address bugs and improve performance. The project’s outcome was a web-based event organizer planning application that enhances efficiency and productivity within the industry. The application enables users to manage events in an organized manner, reducing human errors, improving team coordination, and optimizing resource utilization. The responsive and user-friendly interface provides users with an intuitive and easy-to-use experience. Keywords: Web Application, Event Organizer Planning, Event Management, SDLC, EfficiencyÂ
Distribution Transformer Secondary Bushing Temperature Detection Device using Feed Forward Neural Network
ABSTRAKTransformator distribusi mengubah tegangan listrik tinggi menjadi rendah. Pada sekunder transformator, tegangan dan arus listrik cukup besar sehingga terjadi disipasi panas berlebihan karena timbulnya tahanan listrik pada titik koneksi sekunder transformator dengan kabel keluaran. Hal ini menyebabkan unbalance current dan overheat sehingga terjadi lost contact yang mengganggu pasokan listrik serta drop tegangan. Sayangnya pemeriksaan di lapangan dilakukan tiap enam bulan sekali padahal lost contact dapat terjadi sewaktu-waktu. Sehingga kami mengusulkan pengembangan alat deteksi overheat real-time pada bushing sekunder menggunakan metode klasifikasi suhu berbasis Feed Forward Neural Network (FFNN) yang dilengkapi dengan Internet of Things. FFNN berhasil mengklasifikasikan suhu dengan nilai 0 untuk suhu 30˚C-50˚C, nilai 0 untuk suhu 51˚C-90˚C yang memerlukan perbaikan, dan nilai satu untuk suhu di atas 90˚C dengan relay memutus, kemudian sistem mengirimkan notifikasi lost contact realtime. Sehingga alat ini meningkatkan keefektifan pemeriksaan dan dapat diterapkan guna mengurangi tindakan pemeriksaan secara langsung.Kata kunci: Transformator Distribusi, Lost Contact, Internet of Things, Feed Forward Neural Network ABSTRACTThe distribution transformer turns high voltage into low voltage. On the secondary transformator, the voltage and current are sufficiently large that excessive heat dissipation occurs due to the appearance of electric retention at the point of secondary connection of the transformator to the output cable. This causes current imbalance and overheating, resulting in lost contact that disrupts power supply and voltage drop. Unfortunately, field inspections are carried out every six months and lost contact can occur at any time. So we suggested developing a real-time overheat detection tool on secondary bushing using a temperature classification method based on the Feed Forward Neural Network (FFNN) equipped with the Internet of Things. With FFNN, the system successfully classifies the temperature with a value of 0 for a temperature of 30 ̊ C-50 ̊ C, a value 0 for the temperature of 51°C-90 ̊ C that requires repair, and a value 1 for a temperatur above 90 ̊ C with a relay disconnect, then the system sends a real-time lost contact notification. Thus this tool increases the effectiveness of inspection and can be applied to reduce inspection actions directly.Keywords: Distribution Transformer, Lost Contact, Internet of Things, Feed Forward Neural Networ
Desain dan Implementasi Modul Bipolar Third Harmonic Injection Pulse Width Modulation (THPWM) untuk Inverter Tiga Fasa
ABSTRAKPemanfaatan sumber energi terbarukan sedang dimaksimalkan penggunaannya dalam rangka menjaga ketersediaan energi listrik. Berdasarkan bentuk gelombangnya energi yang dihasilkan salah satunya berupa tegangan arus searah (DC). Sedangkan penggunaan energi listrik baik skala rumah tangga maupun industri menggunakan tegangan DC atau arus bulak-balik (AC). Tegangan DC tersebut dapat dikonversi menjadi tegangan AC menggunakan inverter. Penggunan inverter menyebabkan nilai harmonisa tegangan yang tinggi pada jaringan listrik. Teknik switching yang tepat dapat mengurangi nilai harmonisa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul yang dapat mengeluarkan sinyal untukmemicu inverter tiga fasa. Metode switching yang digunakan yaitu THPWM. Pembuatan desain hingga pengimplementasian modul THPWM dilakuakan dengan cara pengolahan sinyal analog. THPWM tersebut bekerja dengan cara membandingkan sinyal carrier dan referensi. Sinyal referensi dibentuk seperti sinyal fundamental dan memiliki frekuensi lebih besar tiga kali dari sinyal fundamentalnya. Pada penelitian ini dihasilkan modul THPWM untuk inverter 3 fasa, memiliki output 6 sinyal THPWM, dengan frekuensi sinyal referensi dan carrier yang dapat divariasikan dengan eror < 5%, sinyal THPWM yang dihasilkan dapat diatur dari 50-1500 Hz dengan tegangan kerja 12 Volt DC.Kata kunci: Frekuensi, Inverter, Polaritas, THPWM, ABSTRACTUtilization of renewable energy sources is being maximized in order to maintain the availability of electrical energy. Based on the waveform, the energy produced is one of them in the form of direct current (DC) voltage. While the use of electrical energy both on a household and industrial scale uses DC voltage or alternating current (AC). This DC voltage can be converted to AC voltage using an inverter. The use of inverters causes high voltage harmonic values in the power grid. Appropriate switching techniques can reduce the value of these harmonics. This study aims to produce a module that can output a signal to trigger a three-phase inverter. The switching method used is THPWM. Making the design to implementing the THPWM module is done by means of analog signal processing. The THPWM works by comparing carrier and reference signals. The reference signal is formed like a fundamental signal and has a frequency three times greater than the fundamental signal. In this study, a THPWM module was produced for a 3-phase inverter, which has an output of 6 THPWM signals, with a reference and carrier signal frequency that can be varied with an error < 5%, the resulting THPWM signal can be adjusted from 50-1500 Hz with a working voltage of 12 Volt DC.Keywords: Frequency, Inverter, Polarity, THIPW
Kajian Ikonografi Masjid Al Ahdhar Bekasi
Al Ahdhar Mosque is a modern mosque that has a different shape than other mosques. This results in various public perceptions of the shape of the mosque, both positive and negative. To find out the meaning behind these forms, a study was conducted to determine the factual meaning of the visible icons in the architecture and interior of the Al Ahdhar Mosque. This research uses a descriptive qualitative method with Erwin Panofsky's iconographic approach. Data collection techniques were carried out through interviews, observations, and literature studies. Based on the research that has been done, the results showed that there is a meaning behind the icons in the architecture and interior of the mosque related to the green concept and Islamic teachings. In mosque architecture, the asymmetrical shape is an analogy of prostration in prayer, while the large opening in the interior is a manifestation of the implementation of an open concept. Based on the presentation of the mosque's visuals and the meaning behind it, the Al Ahdhar Mosque uses a contemporary modern style
Penerapan Konsep Tropis Bali pada Desain Interior Lobby Hotel Resort di Nusa Dua Bali
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi korelasi antara gaya tradisional Bali dengan konsep tropis yang akan diterapkan ke dalam perancangan interior lobby hotel. Konsep yang dihasilkan adalah perancangan tropis bali yang mana bentuk adaptasi rancangan terhadap kondisi iklim dengan sentuhan warisan tradisional dan seni budaya Bali. Budaya dan tradisi masyarakat Bali memberikan pengaruh terhadap gaya bangunan dan interior seperti atap bale (Balinese pavilion), kesatuan antara alam atau lingkungan dengan manusia, dan karya seni rupa