Institut Teknologi Nasional: Jurnal Itenas Online
Not a member yet
    1717 research outputs found

    Penetapan Tarif Kereta Api Cepat Jakarta - Bandung

    Get PDF
    ABSTRAKJumlah pergerakan orang antara Jakarta – Bandung bisa dikatagorikan tinggi setiap harinya. Akibatnya timbul masalah kemacetan di jaringan jalan karena penggunaan kendaraan pribadi. Keretra Api Cepat Jakarta Bandung merupakan salah satu usaha untuk mengatasinya. Jarak Kereta Api Cepat Jakarta Bandung sejauh 143 km. Permasalahan lain yaitu penetapan tarif Kereta Api Cepat tersebut. Hal ini merupakan faktor sensitifitas seberapa banyak penumpang mau menggunakannya. Metoda penetapan tarif menggunakan Kemampuan Membayar (Ability to Pay, ATP) dan Kemauan Membayar (Willingness to Pay, WTP). Pengumpulan data dengan melakukan survei terhadap pengguna kendaraan pribadi Jalan Tol Padaleunyi menggunakan metode stated preference. Hasil penelitian yaitu ATP sebesar Rp319.772,00 dan WTP untuk tarif sebesar Rp210.347,00.Kata kunci: ATP, WTP, tarif kereta depat ABSTRACTJakarta is one of the largest cities in Indonesia and has transportation problems that can be categorized as quite complex problems, including traffic congestion. To overcome the traffic congestion problem, a high-speed rail was built in Indonesia which connected the city of Jakarta and Bandung in West Java province, with a distance of 143 km. To find out the ability to pay and willingness to pay of prospective users of the Jakarta Bandung high speed rail mode of transportation, this research was conducted. The data collection method is by surveying private vehicle users located in the Rest Area KM 97 Padaleunyi Toll Road using the stated preference method. The results of the study are ATP is IDR319.772,00 and WTP is IDR210.347,00.Keywords: ATP, WTP, High Speed Rail Fare

    Analisis Potensi Sampah Organik Pasar Sentral Kota Gorontalo sebagai Bahan Baku Energi Biogas

    Get PDF
    ABSTRAKPasar tradisional masih menjadi salah satu faktor penggerak ekonomi masyarakat di tengah-tengah maraknya sistem jual-beli online, tumbuhnya pasar modern, dan juga gerai waralaba. Penelitian ini dilakukan dalam rangka solusi penanganan masalah sampah organik yang dihasilkan dari transaksi jual-beli di pasar tradisional. Pendekatan yang dilakukan adalah memanfaatkan sampah organik sebagai sumber energi alternatif melalui proses fermentasi untuk menghasilkan gas metan. Metodologi gabungan (mix methode) digunakan dalam penelitian ini yakni pendekatan kuantitatif melalui pengukuran langsung di lapangan berdasarkan SNI Persampahan 19-3964-1994 dan pendekatan kualitatif digunakan untuk menganalisis kelayakan potensi sampah organik berdasarkan data kuantitatif. Hasil Penelitian didapatkan bahwa persentase timbulan sampah organik Pasar Sentral Kota Gorontalo adalah 74,23% sampah sayuran, 17,12% sampah buah dan 8,65% sampah ikan/daging yang dapat menghasilkan Biogas sebesar 838,60 m3 per bulan yang setara dengan energi listrik sebesar 5.115,84 kwh per bulan.Kata kunci: biogas, energi terbarukan, potensi, sampah pasar ABSTRACTTraditional markets are still one of the factors driving the community's economy in the midst of the rise of online buying and selling systems, the growth of modern markets, and franchise outlets. This research was conducted in order to solve the problem of handling organic waste generated from buying and selling transactions in traditional markets. The approach taken is to utilize organic waste as an alternative energy source through a fermentation process to produce methane gas. The combined methodology (mix method) used in this research is a quantitative approach through direct measurements in the field based on SNI for Solid Waste 19-3964-1994 and a qualitative approach is used to analyze the feasibility of potential organic waste based on quantitative data. The results showed that the percentage of organic waste generated at the Central Market of Gorontalo City is 74.23% vegetable waste, 17.12% fruit waste and 8.65% fish/meat waste which can produce 838.60 m3 of biogas per month which is equivalent to energy. electricity of 5,115.84 kwh per month. Keywords: biogas, market trash, potency, renewable energ

    Pembangkit Listrik Tenaga Angin untuk Aplikasi Mikropower menggunakan Mikroturbin Generator

    Get PDF
    ABSTRAKPotensi energi di Indonesia sangat besar dan berlimpah. Terletak di antara dua Samudra dan benua merupakan keuntungan sendiri. Disamping letak startegis, garis katulistiwa membuat iklim menjadi tropis. Salah satu potensi tersebut adalah energi angin, yang selalu ada dan merupakan energi bersih. Ketersediaannya yang melimpah membuat energi ini dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik. Penelitian ini berkonsentrasi membuat pembangkit listrik tenaga angin dengan menggunakan kincir angin untuk memutar generator DC, dengan konfigurasi lima buah blade dengan Panjang 75 cm, menggunakan fan belt sehingga putaran generator dapat semakin cepat. Hasil pengujian pertama didapatkan, dengan ketinggian 1,46 m didapatkan tegangan 12,1 V daya 60,5 W kecepatan angin untuk memutar kincir adalah 4 m/s. Hasil percobaan kedua didapatkan daya 133 W, pada kelajuan angin 8 m/s dan ketinggian 4 m.Kata kunci: potensi angin, mikro generator, turbin angin ABSTRACTEnergy potential in Indonesia is very large and abundant. Located between two oceans and a continent is an advantage in itself. Besides the strategic location, the equator makes the climate tropical. One such potential is wind energy, which is always present and is clean energy. Its abundant availability makes this energy usable to generate electricity. This research concentrates on making wind power plants by using a windmill to rotate a DC generator, with a configuration of 5 blades with a length of 75 cm, using a fan belt so that the generator spins faster. The results of the first test were obtained, with a height of 1.46 m, a voltage of 12.1 V, a power of 60.5 W, the wind speed to turn the wheel was 4 m/s. The results of the second experiment obtained a power of 133 W, at a wind speed of 8 m/s and a height of 4 m.Keywords: wind energy, micro generator, wind turbin

    Pemodelan Active Front End Converter (AFE) Tiga-Fasa Tiga-Kaki menggunakan Kendali Model Predictive Control (MPC)

    Get PDF
    ABSTRAKPenelitian ini membahas Active Front End Converter (AFE) tiga-fasa tiga-kaki menggunakan kendali Model Predictive Control (MPC) pada pensakelaran converter yang dapat mengurangi nilai harmonisa dan memperbaiki faktor daya pada jaringan. Kendali MPC digunakan untuk melakukan prediksi tegangan dan arus AFE dengan cara memasukkan vektor tegangan yang dihasilkan oleh sakelar konverter ke dalam model state-space diskrit dan dievaluasi menggunakan cost function. Simulasi model dilakukan pada beberapa kondisi, yaitu simulasi beban resistif, beban induktif, beban kapasitif, beban nonlinear, dan variable frequency drive (VFD) dengan motor induksi. Simulasi beban resistif, THDv dan THDi secara berurutan nilai rata-ratanya sebesar 0.02% dan 0.45%, beban induktif, 0.01% dan 1.92%, beban kapasitif, 0.01% dan 1.92%, beban nonlinear, 0.03% dan 1.23%, dan beban VFD dengan motor induksi sebesar 0.04% dan 1.18%. Faktor daya pada simulasi beban bervariasi menghasilkan unity. Dari hasil simulasi didapatkan kesimpulan kendali MPC pada AFE mampu meningkatkan kualitas daya listrik.Kata kunci: Harmonisa, Faktor Daya, AFE, MPC, Model Vektor Ruang ABSTRACTThis study discusses a three-phase three-leg Active Front End Converter (AFE) using Model Predictive Control (MPC) which controls converter switching to reduce harmonic values and improve the power factor on the network. MPC is used to predict the AFE voltage and current by entering the voltage vector generated by the converter switch into a discrete state-space model and evaluated using a cost function. The simulations of the model have been done under several conditions, resistive loads, inductive loads, capacitive loads, nonlinear loads, and variable frequency drive (VFD) with an induction motor. Resistive load simulations, THDv and THDi respectively, the average values are 0.02% and 0.45%, inductive load, 0.01% and 1.92%, capacitive load, 0.01% and 1.92%, nonlinear load, 0.03% and 1.23%, and load VFD with induction motor is 0.04% and 1.18%. The power factor in the varying load simulation results is unity. From the simulation results, it can be concluded that MPC control on AFE can improve electrical power quality. Keywords: Harmonics, Power Factor, AFE, MPC, Space Vector Mode

    Pengaruh Nilai PIR dan Penggantian Elemen Resistor dengan DISP Aluminium terhadap GCB 420 KV

    Get PDF
    ABSTRAKPenggunaan PIR pada GCB single phase dirancang sesuai klasifikasi kelas tegangannya, maka nilai PIR didesain berdasarkan desain GCB. Studi kasus yang dilakukan di PT XYZ yaitu nilai PIR di luar batas toleransi. Tujuan studi kasus ini untuk mengetahui pengaruh PIR terhadap GCB dengan nilai PIR yang tidak memenuhi kriteria, mengetahui elemen resistor diganti DISP dapat dijadikan solusi alternatif yang tepat, dan mengetahui nilai PIR dapat bertambah sehingga melebihi batas toleransi. Pengaruh nilai PIR sesuai kriteria dan melebihi kriteria memiliki perbedaan nilai berdasarkan simulasi PSCAD yaitu arus puncak dengan nilai PIR 417 Ω sebesar 1.1782kA, sedangkan nilai PIR 425 Ω sebesar 1.1589kA saat switch PIR menutup (0.0801s). Penggunaan DISP dapat dijadikan alternatif untuk mengurangi nilai PIR. Nilai PIR yang melebihi kriteria dipengaruhi faktor proses powder metallurgy, pemasangan, dan pengukuran PIR.Kata kunci: Aplikasi PSCAD, DISP Aluminium, GCB, PIR, dan Powder Metallurgy ABSTRACTThe utilization of PIR in the single phase GCB designed according to its voltage classification, therfore the value of PIR is related to the GCB design. A case study observed in XYZ company focused on the out of tolerance PIR value. The main purpose of this observation is to discover the out of criteria PIR value related to the behaviour of the GCB, to find out if the resistor element could be changed with DISP so that it is able to be an alternative solution, and also increase of the PIR value caused out of tolerance after being set. Based on PSCAD simulation, the effect of PIR value according to and out of criteria shown the different result in its peak current between 417Ω and 425Ω, those are 1.1782kA and 1.1589kA respectively when the PIR switch is closed (0.0801s). Utilization of DISP is mostlikely able to be an alternative to reduce the PIR value. The out of criteria PIR value can be influenced by an amount of factor, such as powder metallurgy process, installation, and measurement.Keywords: PSCAD Software, DISP Aluminium, GCB, PIR, and Powder Metallurg

    Analisis Frekuensi Sampah Domestik Mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

    Get PDF
    ABSTRAKSampah akan ada selama manusia ada dan akan bertambah jika jumlah manusia juga bertambah. Sampah terbagi menjadi organik dan anorganik. Permasalahan sampah merupakan permasalahan lingkungan hidup di Indonesia, pada penelitian ini akan membahas sampah di Kabupaten Serang. Penelitian bertujuan memberikan informasi mengenai frekuensi sampah organik dan anorganik yang digunakan oleh mahasiswa semester 5 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang tempat tinggal di Kabupaten Serang, keberadaan Tempat Pembuangan Sampah, proses akhir dari sampah,, dan dampak sampah bagi kesehatan. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif deskriptif menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan data dari mahasiswa. Data dikelola dengan mengelompokkan data untuk dianalisis jumlah frekuensi dari hasil pengisian kuesioner. Didapatkan frekuensi sampah terbanyak yaitu sampah organik 1.050 gr dan anorganik 4.050 gr Asrama Putri Kampus Sindangsari. Kemudian, sampah organik 27 gr dan anorganik 25 gr Waringin Kurung merupakan frekuensi paling sedikit. Keberadaan Tempat Pembuangan Sampah di tempat tinggal sangat penting. Pengolahan sampah dengan baik akan mengurangi permasalahan sampah.Kata kunci: Limbah, pengelolaan, pengumpulan sampah, jenis sampahABSTRACTWaste will exist as long as humans exist and will increase if the number of humans also increases. Waste is divided into organic and inorganic. The problem of waste is an environmental problem in Indonesia, this research will discuss waste in Serang Regency. The research aims to provide information about the frequency of organic and inorganic waste used by 5th semester students of Sultan Ageng Tirtayasa University who are domiciled in Serang Regency, the existence of landfills, the final process of waste, and the impact of waste on health. This type of research is descriptive quantitative research using a questionnaire to collect data from students. Data is managed by grouping data to analyze the number of frequencies from the results of filling out the questionnaire. The highest frequency of waste was obtained, namely 1,050 gr of organic waste and 4,050 gr of inorganic waste at the Sindangsari Campus Girls Dormitory. Then, 27 grams of organic waste and 25 grams of inorganic waste Waringin Kurung is the least frequency. The existence of a landfill in the residence is very important. Processing waste properly will reduce waste problems.Keywords: Waste, management, collection of waste, types of wast

    Edukasi Peningkatan Nilai Ekonomis Limbah Minyak Jelantah Melalui Pembuatan Sabun dan Lilin Aromaterapi di Desa Panjalu

    Get PDF
    ABSTRAKPemanfaatan minyak goreng dalam proses penggorengan comet di desa Panjalu tentu tidak dapat dipakai secara terus menerus dan tidak pada frekuensi yang melebihi batas aturan. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya pemanfaatan minyak jelantah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan meminimalisir limbah yang dihasilkan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini yaitu meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap dampak penggunaan dan pembuangan minyak jelantah bagi kesehatan tubuh dan lingkungan melalui suatu sosialisasi pembuatan sabun dan lilin aromaterapi dengan memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan dasarnya. Jenis metode yang dilakukan yaitu dengan memberikan penyuluhan dalam bentuk sosialisasi dan penjabaran informasi mengenai minyak jelantah. Berdasarkan hasil sosialisasi, terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat akan dampak penggunaan dan pembuangan minyak jelantah serta peningkatan keterampilan dalam pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk yaitu sabun dan lilin aromaterapi. Pemanfaatan minyak jelantah tidak hanya menyelamatkan lingkungan tetapi juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat jika dikelola dengan baik.Kata Kunci: Minyak Goreng, Limbah, Sabun, Lilin Aromaterapi.ABSTRACTThe use of cooking oil in the comet frying process in Panjalu village certainly cannot be used continuously and not at a frequency that exceeds the regulatory limit. Therefore, it is necessary to make efforts to utilize used cooking oil into something useful and minimize the waste generated. The purpose of this service activity is to increase public knowledge about the impact of using and disposing of used cooking oil on the health of the body and the environment through a socialization of making aromatherapy soap and candles using used cooking oil as a basic ingredient. The type of method used is by providing counseling in the form of socialization and elaboration of information about used cooking oil. Based on the results of the socialization, there was an increase in public knowledge about the impact of the use and disposal of used cooking oil as well as an increase in skills in the use of used cooking oil into products, namely soap and aromatherapy candles. The use of used cooking oil not only saves the environment but can also improve the community's economy if it is managed properly.Keywords: Cooking Oil, Waste, Soap, Aromatherapy Candle

    Studi Perbandingan Respon Struktur pada Gedung Menggunakan Profil Baja Kastela dan WF

    Get PDF
    ABSTRAKPenggunaan material beton bertulang sebagai material konstruksi struktur gedung masih sangat populer khususnya pada bangunan tinggi. Namun saat ini, material baja sudah tidak asing di dunia konstruksi karena kekuatan tarik dan tekan yang cukup tinggi dibandingkan beton bertulang. Adapun inovasi dari baja profil salah satunya adalah baja kastela. Baja kastela dapat menambah kapasitas kekuatan penampang tanpa menambah berat sendirinya. Penelitian ini mengkaji respons struktur dari 3 model gedung 9 lantai berupa struktur eksisting menggunakan material beton bertulang, struktur gedung dengan material baja dan struktur gedung baja yang menggunakan balok dari baja kastela. Berdasarkan hasil analisis didapatkan kesimpulan bahwa dari ketiga variasi model struktur, gedung dengan menggunakan baja kastela pada elemen balok menghasilkan periode serta simpangan antar lantai yang lebih kecil di segala arah dibandingkan dengan bangunan dari struktur beton bertulang dan struktur baja.Kata kunci: beton bertulang, baja, baja kastela ABSTRACTThe use of reinforced concrete as a construction material for building structures is still very popular, especially in high rise building. However, currently, steel material is also common to use because its tensile and compressive strength is quite high compare to reinforced concrete. One of the innovations in steel profile is castellated steel. Castellated steel can increase the strength capacity especially in bending strength without increasing its own weight. This research examines the structural response of three models of 9 story buildings in the form of existing structure using reinforced concrete material, building structure using steel material and steel building with the use of castellated beam. Based on the result of the analysis, it was concluded that of the three structural model variations, building using castellated beam produced period of structure and story drift that smaller in all direction compared to buildings using reinforced concrete and steel structures.Keywords: reinforced concrete, steel, castellated stee

    UJI TOKSISITAS AIR LINDI (LEACHATE) TPA BATU LAYANG, KOTA PONTIANAK TERHADAP IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) DENGAN METODE UJI RENEWAL TEST

    Get PDF
    AbstrakAir lindi dapat mencemari lingkungan sekitar Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) apabila tidak diolah dengan baik, sehingga dapat berpotensi bahaya terhadap makhluk hidup diperairan. Instalasi Pengolahan Lindi dapat mengatasi semua jenis polutan tetapi tidak tingkat toksisitasnya dan akan memperburuk masalah  pencemaran, sehingga perlu dilakukan uji toksisitas dengan metode renewal test pengujian toksisitas dengan pergantian larutan uji setiap 24 jam sekali selama 96 jamdan hewan uji yang digunakan yaitu ikan nila (Oreochromis niloticus). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik air lindi, menghitung nilai LC50 dan menganalisa morfologi ikan nila setelah terpapar air lindi. Penelitian ini dilakukan dari pengambilan sampel limbah, aklimatisasi hewan uji, uji pendahuluan, uji toksisitas, dan analisis probit. Hasil karakteristik air lindi yaitu pH sebesar 8,3,nilai Biological Oxygen Demand (BOD) sebesar 377 mg/l, nilai Chemical Oxygen Demand (COD) sebesar 1646 mg/l, TSS sebesar 740 mg/l, N Total sebesar 794 mg/l, Merkuri <0,0008 mg/l, Kadmium <0,001 mg/l, hanya BOD, COD, TSS, N Total yang melewati ambang batas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No.59 Tahun 2016. Nilai LC50 yang didapatkan adalah 2,260% dan nilai Toxic Unit acute (TUa) adalah 44,248% termasuk kedalam kategori High Acute Toxicity. Ikan nila yang terpapar mengalami perubahan warna tubuh dan insang menjadi pucat, mengeluarkan lendir, hilangnya organ ikan bagian mata dan perubahan tingkah laku gerak.Kata kunci: Ikan nila (Oreocromis niloticus), LC50, Renewal Test, Uji Toksisitas.AbstractLeachate can contaminate the environment around the Open Dumping Landfill if it is not treated properly, so it can be potentially harmful to living things in the waters. The Leachate Treatment Plant can handle all types of pollutants but not the level of toxicity that will exacerbate the problem of pollution, so it is necessary to carry out a toxicity test using the renewal test method for toxicity by changing the test solution once every 24 hours for 96 hours. Using tilapia (Oreocromis niloticus) test animals. The purpose of this study was to determine the characteristics of leachate, calculate the LC50 value and analyze the morphology of tilapia after being exposed to leachate. This research was conducted from waste sampling, acclimatization of test animals, preliminary tests, toxicity tests, and probit analysis. The results of the leachate characteristics were pH 8.3, BOD 377 mg/l, COD 1646 mg/l, TSS 740 mg/l, Total N 794 mg/l, Mercury <0.0008 mg/l, Cadmium <0.001 mg/l, only BOD, COD, TSS, N Total which exceeds the threshold of PERMEN LH No. 59 of 2016. The LC50 value obtained is 2.260% and the Toxic Unit Acute (TUa) value is 44.248% included in the High Acute category Toxicity. Exposed tilapia experience changes in body color and gills to become pale, secrete mucus, loss of fish organs in the eye area, and changes in movement behavior.Keywords: Tilapia (Oreochromis niloticus), LC50, Renewal Tes, Toxicity Test

    Antena Mikrostrip Multilayer Parasitik pada Frekuensi C Band Radar Cuaca

    Get PDF
    ABSTRAKRadio Detection and Ranging (RADAR) merupakan teknologi yang berfungsi untuk mendeteksi, mengukur jarak dan memetakan objek. Salah satu jenis sistem radar adalah sistem radar cuaca yang mempunyai frekuensi C band dengan rentang 5.250 – 5.725 GHz. Komponen utama dalam sistem radar adalah antena. Antena mikrostrip memiliki ukuran kecil, tipis dan mudah diintegrasikan. Namun memiliki masalah bandwidth yang rendah yaitu sebesar 3-5%. Untuk meningkatkan bandwidth antena mikrostrip ini digunakan metode multilayer parasitik. Pada penelitian ini berhasil diperoleh peningkatan bandwidth pada hasil simulasi sebesar 7.1%. Sedangkan setelah realisasi diperoleh peningkatan bandwidth sebesar 39.6%. Pada hasil realisasi antena mikrostrip multilayer parasitik pada frekuensi C band radar cuaca diperoleh hasil pengukuran band frekuensi 5.187 – 5.912 GHz, bandwidth 725.8 MHz, gain 6.99 dB dan pola radiasi unidireksional.Kata kunci: Antena Mikrostrip, C Band, Multilayer, Parasitik, Radar Cuaca ABSTRACTRadio Detection and Ranging (RADAR) is a technology that functions to detect, measure distance and map objects. One type of radar system is a weather radar system that has a C band frequency with a range of 5,250 - 5,725 GHz. The main component in a radar system is the antenna. Microstrip antennas are small, thin and easy to integrate. However, it has a low bandwidth problem of 3-5%. To increase the bandwidth of this microstrip antenna, the parasitic multilayer method is used. In this study, an increase in bandwidth was successfully obtained in simulation results of 7.1%. Meanwhile, after realization, an increase in bandwidth of 39.6% was obtained. In the realization of the parasitic multilayer microstrip antenna at the C band frequency of the weather radar, the measurement results of the frequency band 5.187 - 5.912 GHz, bandwidth 725.8 MHz, gain 6.99 dB and unidirectional radiation pattern were obtained.Keywords: Microstrip Antenna, C Band, Multilayer, Parasitic, Weather Rada

    1,600

    full texts

    1,717

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institut Teknologi Nasional: Jurnal Itenas Online
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇