Institut Teknologi Nasional: Jurnal Itenas Online
Not a member yet
1717 research outputs found
Sort by
Optimasi Economic Emission Dispatch menggunakan Whale Optimization Algorithm untuk Penentuan Biaya Reduksi Emisi
ABSTRAKPembangkit Listrik Tenaga Uap Batu bara menghasilkan zat SO2, CO2, NO2, dan partikel yang merupakan emisi dari proses pembakarannya. Emisi tersebut menyebabkan peningkatan efek pemanasan global, kerusakan lingkungan, dan merusak kesehatan. Dikarenakan pembangkit batu bara masih banyak digunakan di Indonesia maka Economic Emission Dispatch yang dikombinasikan dengan algoritma Whale Optimization Algorithm menjadi solusi dalam pengurangan emisi pembangkit listrik. Dengan cara memasukkan nilai weighted sum pada fungsi biaya dan emisi agar dapat dilihat pembangkit mana yang memiliki kadar emisi lebih rendah untuk memenuhi beban listrik yang dibutuhkan. Pada simulasi tersebut didapatkan pengurangan kadar emisi sebesar 12,73% dibandingkan tanpa menggunakan weighted sum dengan algortima WOA. Hal ini mampu untuk membantu program pemerintah dalam mengurangi emisi karbon agar tidak melebihi standar emisi yang telah ditetapkan sesuai dengan Peraturan Menteri Nomor P.15/MENLHK/SETJEN/KUM.1/4/2019.Kata kunci: PLTU batu bara, emisi, EED, WOA, weighted sum ABSTRACTCoal-fired power plants produce SO2, CO2, NO2, and particulate matter as emissions from the combustion process. These emissions cause increased global warming effects, environmental damage, and damage to health. coal plants are still widely used in Indonesia, Economic Emission Dispatch combined with the Whale Optimization Algorithm is a solution for reducing power plant emissions. By entering the weighted sum value in the cost and emission functions, it can be seen which plants have lower emission levels to meet the required electricity load. The simulation obtained a reduction in emission levels of 12.73% compared to not using weighted sum with the WOA algorithm. This method is able to help government programs in reducing carbon emissions so as not to exceed the emission standards that have been set in accordance with Peraturan Menteri Nomor P.15/MENLHK/SETJEN/ KUM.1/4/2019.Keywords: coal power plant, emission, EED, WOA, weighted su
Mitigasi Blackout Akibat Overload melalui Implementasi Prioritas Beban dalam Skema Overload Shedding
ABSTRAKGangguan kontingensi sistem tenaga listrik dapat menyebabkan overload yang berpotensi memicu blackout masal jika tidak ditangani dengan tepat. Penelitian ini mengusulkan desain skema overload shedding untuk Subsistem Pedan 3,4 yang mempertimbangkan prioritas beban. Simulasi dilakukan pada tiga skenario gangguan kontingensi N-1 dan N-1-1 meliputi trip pada Interbus Transformer (IBT), PLTU Pacitan 1, serta kombinasi keduanya. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada kasus gangguan IBT dan kombinasi IBT-PLTU, skema overload shedding yang diusulkan berhasil mencegah blackout dengan melakukan pelepasan beban bertahap sesuai prioritas. Namun, pada kasus trip PLTU saja, tidak diperlukan pelepasan beban karena pembebanan IBT masih aman. Dengan demikian skema overload shedding ini terbukti efektif dalam menjaga keandalan sistem tenaga listrik saat menghadapi gangguan kontingensi, mencegah blackout masal dan meminimalkan dampak pada area non-kritis.Kata kunci: load shedding, overload, kontingensi, prioritas beban, DIgSILENT ABSTRACTPower system contingency disturbances can cause overloads that have the potential to trigger mass blackouts if not handled appropriately. This study proposes an overload shedding scheme design for Pedan 3,4 Subsystem that considers load prioritization. Simulations were conducted on three N-1 and N-1-1 contingency fault scenarios including trips to the Interbus Transformer (IBT), Pacitan 1 PLTU, and a combination of both. The simulation results show that in the case of IBT fault and IBT-PLTU combination, the proposed overload shedding scheme successfully prevents blackout by performing gradual load shedding according to priority. However, in the case of PLTU trip only, no load shedding is required because the IBT loading is still safe. Thus this overload shedding scheme is proven effective in maintaining power system reliability when facing contingency disturbances, preventing mass blackouts and minimizing the impact on non-critical areas.Keywords: load shedding, overload, contingency, load priority, DIgSILEN
Konsep Informal Memorial sebagai Strategi Desain Pengembangan Kampung Lengkong Kyai
Kampung Lengkong Kyai merupakan kampung bersejarah dengan adanya Taman Makam Pangeran Aria Wangsakara di dalamnya. Kampung bersejarah ini terletak di tengah-tengah pembangunan masif kawasan perumahan di Tangerang. Pada saat ini aktivitas di Lengkong Kyai tersegregasi antara aktivitas hunian perkampungan dan area memorial di Taman Makam Pahlawan. Kawasan Lengkong Kyai memiliki potensi untuk penggabungan aktivitas yang membuat kawasan ini lebih hidup serta memberikan benefit bagi warga kampung. Konsep informal memorial merupakan salah satu bentuk penggabungan antara ruang memorial dan ruang publik. Penggabungan aktivitas memberikan peluang untuk masyarakat Kampung Lengkong Kyai secara aktif menggunakan ruang publik yang terintegrasi dengan ruang memorial. Hasil penelitian menunjukkan adanya potensi untuk penggabungan aktivitas dengan menggunakan konsep informal memorial di kawasan Lengkong Kyai. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur, pemetaan dan observasi guna mengetahui peluang penggabungan aktivitas ruang memorial dan ruang publik. Hasil penelitian menunjukkan adanya beberapa konsep yang bisa diterapkan pada layout kawasan. Konektivitas merupakan salah satu kunci untuk mengintegrasikan ruang memorial dan ruang publik di Kampung Lengkong Kyai. Kesimpulan akhir dari penelitian menemukan beberapa strategi desain yang dapat dikembangkan untuk merancang integrasi ruang memorial dan ruang publik di Kampung Lengkong Kyai
Implementasi Arsitektur Neo Vernakular Sunda di Wisata Edukasi Pawon Historical Area
AbstrakSeiring perkembangan zaman generasi sekarang cenderung makin kurang tertarik untuk mengenal budaya asli daerah di Indonesia. Fenomena ini makin bertambah dangan adanya pandemi COVID-19 yang telah memberi dampak signifikan terhadap penurunan kunjungan ke tempat wisata budaya. Dampak pandemi ini adalah terpaksa harus ditutup sementara atau diberlakukan pembatasan jumlah pengunjung ke tempat-tempat pariwisata. Dengan adanya pengaruh asing pada gaya hidup maka sudut pandang terhadap pentingnya nilai sejarah juga menjadi memudar. UNESCO menyatakan bahwa dari peninggalan bersejarah yang langka di situs arkeologi Goa Pawon Kabupaten Bandung Barat maka kawasan tersebut layak untuk dijadikan cagar alam. Hal ini menjadikan Goa Pawon memiliki potensi untuk diolah sebagai tempat wisata yang informatif dan menarik. Melalui analisis deskriptif kualitatif dilakukan proses desain kawasan wisata edukasi Pawon Historical Area yang menerapkan tema neo vernakular Sunda, dengan bangunan utama berupa museum berisi ruang pamer, perpustakaan, dan pottery workshop, serta visitor centre. Konsep perancangan tapak dan seluruh bangunan kawasan wisata ini mengacu pada adat istiadat dan filosofi arsitektur Sunda di Kampung Tonggoh, tetapi diselesaikan dengan penggunaan material dan konstruksi modern termasuk adanya sentuhan teknologi pada fasilitas untuk pengunjung di ruang pamer museum dan perpustakaan. Berdasarkan fungsinya yang penting diharapkan Pawon Historical Area dapat mendukung pelestarian budaya asli Sunda dan menjadi model perencanaan kawasan wisata edukasi lainnya di Indonesia.Kata kunci: Arsitektur sunda, Goa pawon, Neo vernakular, Wisata edukasi AbstractAlong with the times, the current generation tends to be less and less interested in getting to know the indigenous culture of the region in Indonesia. This phenomenon has been exacerbated by the COVID-19 pandemic, which has significantly impacted the decline in visits to cultural tourism sites because they were forced to be temporarily closed or restrictions imposed on the number of visitors. With foreign influences on lifestyles, the perspective on the importance of historical values also fades. UNESCO states that from the rare historical heritage in the archaeological site of Goa Pawon, West Bandung Regency, the area is worthy of being used as a nature reserve, so it has the potential to be processed as an informative and interesting tourist spot. Through qualitative descriptive analysis, the design process of the Pawon Historical Area educational tourism area applies the neo-vernacular Sundanese theme, with the main building as a museum containing a showroom, library, pottery workshop, and visitor center. The design concept of the site and the entire building of this tourist area refers to the customs and philosophy of Sundanese architecture in Tonggoh Village but is completed with modern materials and construction, including a touch of technology in the facilities for visitors in the museum and library showrooms. Based on its important function, it is hoped that the Pawon Historical Area can support the preservation of Sundanese indigenous culture and become a model for planning other educational tourism areas in Indonesia.Keywords: Sundanese architecture, Pawon cave, Neo vernacular, Educational touris
Penerapan Prinsip Akustik Ruang Auditorium (Studi Kasus: Auditorium Gedung Kuliah Umum 1 Institut Teknologi Sumatera)
Auditorium pada umumnya digunakan untuk mengadakan pertemuan, pertunjukan, dan kegiatan lainnya dengan jumlah tertentu. Salah satu faktor yang menunjang kenyamanan sebuah auditorium adalah bunyi (akustik). Pada ruang Auditorium Gedung Kuliah Umum 1 Institut Teknologi Sumatera (GKU 1 ITERA) akan dilakukan studi kasus untuk melihat kualitas suara yang ada di auditorium ini. Dalam kenyamanan suara pada sebuah auditorium, tentunya terdapat beberapa elemen yang harus diperhatikan seperti material yang dipilih serta mebel yang ada pada auditorium. Selain itu, tinggi dan panjang bangunan akan mempengaruhi kualitas akustik suatu ruangan dikarenakan persebaran suaranya harus merata. Hal tersebut juga dapat dipertimbangkan untuk peletakan posisi pengeras suara pada ruangan. Data penelitian diambil menggunakan metode pengamatan langsung. Pengamatan tersebut meliputi jenis material yang digunakan, pengukuran dimensi dan jarak menggunakan laser meter, Â elemen arsitektur di dalamnya isinya melingkupi elemen dinding, lantai, plafon, jendela, dan furnitur. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk meningkatkan kualitas suara pada auditorium, antara lain jumlah pengeras suara untuk peningkatan intensitas suara, penambahan bahan peredam agar tidak ada gema yang berlebihan, penempatan mebel yang harus dikoordinasikan lebih awal kepada pihak stakeholder yang terkait, dan juga perlu dilakukan simulasi akustik sehingga diperoleh waktu dengung yang sesuai standar untuk fungsi auditorium
Pengaruh Serat Polypropylene pada Beton
ABSTRAKPenelitian ini melakukan pengujian pada campuran PFRSCC dan beton kontrol untuk mengetahui sifat mekanis beton tersebut. Komposisi campuran PFRSCC dan beton kontrol merujuk kepada penelitian Hafizhul (2023), melakukan penelitian terhadap UHPC (ultra high performance concrete) dengan menggunakan material lokal, yaitu pasir alam dan batu pecah lolos saringan 4,75mm. Komposisi PFRSCC dan beton kontrol menggunakan semen jenis Portland Slag Cement (PSC); 1% superplaticizer dari total binder; 30% Silica Fume dari total binder; serat Polypropylene sebesar 1% dari volume beton total; rasio pasir alam terhadap batu pecah 45%: 55%; rasio w/b sebesar 0,23. Namun demikian, campuran beton kontrol tidak mengandung serat PP. Hasil pengujian beton segar dengan flow table dicapai 250 mm dengan w/b 0,23. Hasil pengujian sifat mekanis PFRSCC pada umur 28 hari menunjukan kuat tekan sebesar 42,73 MPa; kuat tarik sebesar 4,33 MPa; kuat lentur sebesar 8,98 MPa; serta modulus elastisitas sebesar 45,51 GPa. Sedangkan, hasil pengujian sifat mekanik beton kontrol pada umur 28 hari menunjukan kuat tekan sebesar 47,66 MPa; kuat tarik sebesar 1,95 MPa; kuat lentur sebesar 6,29 MPa; serta modulus elastisitas sebesar 38,79 GPa. Apabila dibandingkan sifat mekanis PFRSCC terhadap beton kontrol, maka serat PP memberikan pengaruh dalam meningkatkan kuat tarik sebesar 2,38 MPa (122,05%), kuat lentur sebesar 2,67 MPa (42,77%), dan modulus elastisitas beton sebesar 6,67 GPa (17,32%). Namun, 1% serat PP menurunkan kuat tekan, lebih rendah 4,93 (10,34%) dibandingkan terhadap beton kontrol.Kata kunci: SCC, PFRSCC, Polypropylene, sifat mekanis ABSTRACTThis study conducted tests on a mixture of PFRSCC and control concrete to determine the mechanical properties of the concrete. The composition of the mixed PFRSCC and control concrete refers to Hafizhul's research (2023), research on UHPC (ultra high-performance concrete) using local materials, namely natural sand and crushed stone passing a 4.75mm filter. The composition of PFRSCC and control concrete uses Portland Slag Cement (PSC); 1% superplasticizer of total binder; 30% Silica Fume from total binder; Polypropylene fiber of 1% of the total concrete volume; ratio of natural sand to crushed stone 45%: 55%; w/b ratio of 0.23. However, the control concrete mix did not contain PP fiber. The results of testing fresh concrete with a flow table reached 250 mm with w/b ratio of 0.23. The results of testing the mechanical properties of PFRSCC at the age of 28 days showed a compressive strength of 42.73 MPa; tensile strength of 4.33 MPa; flexural strength of 8.98 MPa; and a modulus of elasticity of 45.51 GPa. Meanwhile, the results of testing the mechanical properties of the control concrete at the age of 28 days showed a compressive strength of 47.66 MPa; tensile strength of 1.95 MPa; flexural strength of 6.29 MPa; and a modulus of elasticity of 38.79 GPa. When compared to the mechanical properties of PFRSCC on control concrete, PP fiber has an influence in increasing the tensile strength of 2.38 MPa (122.05%), flexural strength of 2.67 MPa (42.77%), and the elastic modulus of concrete is 6.67 GPa (17.32%). However, 1% PP fiber decreased the compressive strength, 4.93 (10.34%) lower than the control concrete.Keywords: SCC, PFRSCC, Polypropylene, sifat mekanis
Pengembangan dan Evaluasi Agen Virtual dengan Model Generasi Gestur berbasis Aturan Sederhana
ABSTRAKStudi pengembangan gestur sebelumnya telah menyoroti manfaat pendekatan berbasis deep learning untuk menghasilkan gerakan yang mirip manusia, namun, pendekatan tersebut memerlukan dastaset besar dan komputasi intensif. Model milik penulis membedakan antara dialog pendek dan panjang, menghasilkan gerakan spesifik konteks untuk percapakan pendek (salam, perpisahan, persetujuan/tidak setuju) dan gerakan berbasis emosi untuk dialog yang lebih panjang (netral, bahagia, agresif). Penulis membandingkan kinerja sistem dengan ground truth gestures, random gestures, dan idling gestures, menggunakan metrik dari GENEA Challenge. Pendekatan ini bertujuan untuk memberikan alternatif yang lebih efisien dibandingkan model deep learning. Temuan penulis diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan generasi gestur yang menarik meningkatkan pemahaman pengguna dalam interaksi manusia-komputer.Kata kunci: Generasi Gestur, Interaksi Manusia-Komputer, Ukuran Dialog ABSTRACTWhile previous gesture generation studies have highlighted the benefits of deep learning-based approaches for generating human-like gestures, these often require large datasets and intensive computation. Our model differentiates between short and long dialogues, generating context-specific gestures for short exchanges (e.g., greetings, farewells, agreement/disagreement) and emotionbased gestures for longer dialogues (neutral, happy, aggressive). We compare the system's performance against ground truth gestures, random gestures, and idling gestures using metrics from the GENEA Challenge. This approach aims to provide a more efficient alternative to deep learning models. Our findings are expected to contribute to the development of more engaging, responsive virtual assistants, improving user comprehension in human-computer interaction.Keywords: Gesture Generation, Human-Computer Interaction, Dialogue Siz
Teknik Pengiriman File Audio Berbasis Software Defined Radio pada Kanal Komunikasi dalam Ruangan dengan Multicarrier OFDM
ABSTRAKTransmisi audio pada kanal indoor dipengaruhi oleh efek multipath fading yang dapat mengganggu kualitas sinyal. Multicarrier OFDM digunakan sebagai solusi untuk mengatasi fenomena ini. Penelitian ini mengkaji tentang karakteristik kanal indoor dan transmisi audio dengan multicarrier OFDM berbasis SDR. Simulasi menggunakan NI-USRP2920, RTL2832U, GNU Radio dan Matlab pada kondisi NLOS dan LOS. Analisa kanal berdasarkan parameter CCDF menunjukkan daya sinyal maksimum pada kondisi NLOS (0,535 dB) lebih rendah dibandingkan LOS (1,214 dB), menandakan multipath fading yang lebih signifikan. Transmisi audio dengan modulasi BPSK, QPSK, 16-QAM pada kondisi NLOS menunjukkan nilai BER secara berurutan 0.26880, 0.37976, 0.49522. Sementara untuk kondisi LOS, secara berurutan 0, 0, 0.00020. Hasil ini menunjukkan modulasi yang lebih sederhana pada multicarrier OFDM meningkatkan ketahanan terhadap multipath fading.Kata kunci: Audio, Kanal Indoor, Multicarrier OFDM, Multipath Fading, SDRABSTRACTAudio transmission on indoor channels is affected by the effect of multipath fading which can interfere with signal quality. Multicarrier OFDM is used as a solution to overcome this phenomenon. This study examines the characteristics of indoor channels and audio transmission with SDR-based OFDM multicarrier. The simulation uses NI-USRP2920, RTL2832U, GNU Radio and Matlab under NLOS and LOS conditions. Channel analysis based on CCDF parameters showed that the maximum signal power under NLOS conditions (0.535 dB) was lower than that of LOS (1.214 dB), indicating a more significant multipath fading. Audio transmission with BPSK, QPSK, 16-QAM modulation under NLOS conditions showed BER values of 0.26880, 0.37976, 0.49522 respectively. Meanwhile, for LOS conditions, 0, 0, 0.00020 respectively. These results show that simpler modulation of OFDM multicarriers improves resistance to multipath fading.Keywords: Audio, Indoor Channel, Multicarrier OFDM, Multipath Fading, SD
Advancing Local Potential by Developing a Digital Marketing and Digital Personal Branding Application for Local Economic Growth Through Bamboo-Based Innovation
This personal branding and digital marketing application was developed to address the challenge of promoting bamboo-based products and increasing market visibility for PT. Bintang Mitra Kencana. The company faced difficulties in building a strong market identity and reaching a wider audience. To address these challenges, the application emphasizes the benefits of bamboo products, the company’s commitment to sustainability, and the distinctiveness of its raw materials. Through interactive features such as a product catalog and direct purchasing options, users can easily explore, select, and purchase products. By enhancing user engagement through an intuitive digital experience, this solution supports PT. Bintang Mitra Kencana in increasing brand awareness and significantly expanding its market reach. In the long term, this digital initiative is expected to drive consistent sales growth and positively contribute to the local economy by creating greater demand for eco-friendly bamboo products
Fine-Tuning LLaMA-2-Chat untuk ChatBot Penerjemah Bahasa Gaul menggunakan LoRA dan QLoRA
AbstrakBahasa gaul, yang berkembang pesat di kalangan generasi Z dan Alpha, sering kali sulit dipahami oleh generasi lain atau dalam konteks formal. Bahasa ini memiliki variasi yang tidak terstruktur dan terus berubah, memerlukan model bahasa yang adaptif untuk memahaminya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kualitas hasil terjemahan fine-tuning model LLaMA-2 dalam menerjemahkan bahasa gaul ke bahasa formal, dengan menggunakan metrik evaluasi BLEU Score sebagai alat utama. Selain itu, pendekatan LoRA dan QLoRA digunakan untuk meningkatkan efisiensi fine-tuning dengan mengurangi kebutuhan komputasi dan memori. Dataset yang digunakan terdiri dari data media sosial dan data buatan yang diformat dalam bentuk percakapan untuk menangkap konteks secara lebih baik. Hasil evaluasi menunjukkan skor BLEU terbaik sebesar 0.0369, yang menegaskan bahwa model masih perlu disempurnakan untuk menghasilkan terjemahan bahasa gaul yang optimal.Kata kunci: bahasa gaul, LLaMA-2, LoRA, QLoRAAbstractSlang, which is growing rapidly among generations Z and Alpha, is often difficult for other generations to understand or in formal contexts. This language has unstructured variations and is constantly changing, requiring adaptive language models to understand it. This research aims to measure the quality of the translation results of fine-tuning the LLaMA-2 model in translating slang into formal language, using the BLEU Score evaluation metric as the main tool. Additionally, LoRA and QLoRA approaches are used to improve fine-tuning efficiency by reducing computing and memory requirements. The dataset used consists of social media data and artificial data formatted in conversational form to better capture context. The evaluation results show the best BLEU score of 0.0369, which confirms that the model still needs to be refined to produce optimal slang translations.Kata Kunci: slang language, LLaMA-2, LoRA, QloR