Institut Teknologi Nasional: Jurnal Itenas Online
Not a member yet
1717 research outputs found
Sort by
REKLAMASI LAHAN BEKAS PENAMBANGAN BATU PASIR
 AbstrakCV. BS melakukan penambangan batu pasir yang menyisakan lahan tidak rata dan tandus. Penelitian ini bertujuan: 1) mendapatkan rona awal lahan pertambangan: peruntukan lahan, kelandaian topografi, elevasi, 2)  menentukan rona akhir lahan penambangan: bentuk lahan pasca penambangan, 3) rancangan teknis reklamasi: luas lahan reklamasi, waktu reklamasi, penatagunaan lahan, bentuk penampang dan dimensi saluran drainase, revegetasi, pemeliharaan. Metode yang digunakan adalah pengamatan, wawancara, pengumpulan data sekunder dan perhitungan matematis dengan bantuan tools software. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) rona awal area pertambangan berupa pertanian lahan kering dengan vegetasi: rumput liar, kelandaian topografi: 10o – 20o,dan ketinggian elevasi: 41 – 61 mdpl, 2) rona akhir area pertambangan berupa lahan dengan satu jenjang dengan ketinggian 8 m dan kemiringan 60o, 3) luas area reklamasi sebesar 4,42 Ha; penimbunan lahan untuk membentuk teras bangku, selanjutnya dilakukan penebaran tanah pucuk setebal 40 cm atau 17.680 m3, penampang saluran drainase berbentuk trapesium dengan kedalaman (h) 0,5 m, lebar bawah (B) 0,3 m, koefisien dinding saluran (n) 0,03, dan sudut kemiringan (Ɵ) 60o; revegetasi membutuhkan bibit  pohon sengon: 1770 buah dan kacang ruji: 13,26 kg; pemeliharaan membutuhkan pupuk urea: 354 kg dan pupuk kandang: 885 kg.Kata kunci: batu pasir, reklamasi, sengon.AbstractCV. BS carries out sandstone mining which leaves uneven and barren land. This research aims to: 1) obtain the initial baseline of mining land: land use, topographic slope, elevation, 2) determine the final baseline of mining land: post-mining land form, 3) reclamation technical design: area of reclaimed land, reclamation time, land use, shape cross-section and dimensions of drainage channels, revegetation, maintenance. The methods used are observation, interviews, secondary data collection and mathematical calculations with the help of software tools. The research results show that: 1) the initial baseline of the mining area is dry land farming with vegetation: wild grass, topographic slope: 10o – 20o, and elevation height: 41 – 61 meters above sea level, 2) the final baseline of the mining area is land with one level of elevation. 8 m and a slope of 60o, 3) the reclamation area is 4.42 Ha; filling the land to form a bench terrace, then spreading top soil 40 cm thick or 17,680 m3, the cross-section of the drainage channel is trapezoidal with a depth (h) of 0.5 m, bottom width (B) 0.3 m, channel wall coefficient (n) 0.03, and tilt angle (Ɵ) 60o; revegetation requires sengon tree seeds: 1770 fruits and ruji nuts: 13.26 kg; maintenance requires urea fertilizer: 354 kg and manure: 885 kg.Keywords: sandstone, reclamation, sengon
Analisis Kinerja Jaringan 5G dengan Pengkodean QC-LDPC dan Polar
ABSTRAKJaringan 5G telah menjadi penanda penting dalam evolusi teknologi nirkabel yang menawarkan kecepatan dan kinerja yang luar biasa untuk memenuhi kebutuhan konektivitas yang semakin meningkat. Dalam jaringan 5G, pengkodean kanal merupakan elemen penting dalam memastikan pengiriman data yang handal dan efisien. Penelitian ini mengkaji sistem 5G pada frekuensi 26 GHz dan bandwidth 200 MHz menggunakan Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) dengan ukuran Fast Fourier Transform (FFT) sebesar 256 dan modulasi Binary Phase Shift Keying (BPSK). Penelitian ini mengevaluasi perbandingan penambahan channel coding yaitu QC-LDPC dan polar codes. Performansi QC-LDPC codes pada BER sebesar 10-4 dapat dicapai dengan SNR 𛾠= 17 ð‘‘ðµ untuk kode QC-LDPC dan SNR 𛾠= 15 ð‘‘ðµ untuk polar codes. Hasil menunjukkan bahwa penambahan channel coding mampu menangkap diversity order kedua dan performansi polar codes lebih baik dibandingkan dengan QC-LDPC.Kata kunci: 5G, BPSK, OFDM, Polar, QC-LDPC ABSTRACTThe 5G network has become a significant milestone in the evolution of wireless technology, offering remarkable speed and performance to meet the growing demands of connectivity. In the 5G network, channel coding is a crucial element to ensure reliable and efficient data transmission. This research evaluate the 5G network operating at a frequency of 26 GHz and a bandwidth of 200 MHz, utilizing Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) with an Fast Fourier Transform (FFT) size of 256 and Binary Phase Shift Keying (BPSK) modulation. The research evaluates the comparison of adding channel coding using QC-LDPC and polar codes. The performance of QC-LDPC codes at a bit error rate (BER) of 10-4 can be achieved with an SNR of 𛾠= 17 ð‘‘ðµ for QC-LDPC codes and an SNR of 𛾠= 15 ð‘‘ðµ for polar codes. The results shows the addition of channel coding is capable of capturing second-order diversity, and polar codes outperforms QC-LDPC in terms of performances.Keywords: 5G, BPSK, OFDM, Polar, QC-LDP
Komunikasi Cahaya Tampak untuk Model Sistem Pintu Otomatis Berbasis Internet of Things
ABSTRAKKomunikasi cahaya tampak (Visible Light Communication) merupakan solusi untuk komunikasi berkecepatan tinggi pada sistem berbasis Internet of Things. Model pintu otomatis berbasis IoT menggunakan komunikasi cahaya tampak berhasil dibuat untuk keamanan rumah. Komunikasi tersebut dengan panjang gelombang 650 nm berwarna merah diujicobakan untuk jarak 20 cm. Penerima fotodioda mengaktifkan motor servo untuk membuka pintu dengan maksimal sudut rotasi 120 derajat. Ada enam macam kondisi pintu terbuka yang ditampilkan di LCD dan dikirimkan melalui internet ke website. Secara keseluruhan sistem berjalan dengan baik. Komunikasi cahaya tampak juga diujicobakan sebagai sinyal pembawa dengan mendeteksi tegangan yang dikirimkan oleh laser di fotodioda. Berdasarkan ujicoba didapatkan data yang dikirimkan dapat diterima dengan baik, walaupun perubahan tegangan turun sampai dengan 1.5% di fotodioda.Kata kunci: komunikasi cahaya tampak (Visible Light Communication), Internet of Things, pintu otomatis, keamanan, sinyal pembawa ABSTRACTVisible Light Communication (VLC) is a solution for high-speed communication that can be utilized for Internet of Things (IoT) systems. An automatic door model based on IoT using VLC has been successfully assembled for user security at home. This communication, with a wavelength of 650 nm in red light, was tested for 20 cm. The photodiode receiver activates the servo motor to open the door with a maximum rotation angle of 120 degrees. The open door process consists of 6 different conditions displayed on the LCD and transmitted via the internet to the website. In a comprehensive evaluation, the system operates optimally. In addition, VLC was also tested as a carrier signal to examine the voltage sent by the laser. Based on the experiment, the data sent can still be received well, even though there is a voltage change up to 1.5% at the photodiode receiver.Keywords: Visible Light Communications (VLC), Internet of Things, automatic door, security, carrier signa
Analisis Pengaruh Noise pada Performa K-Nearest Neighbors Algorithm dengan Variasi Jarak untuk klasifikasi Beban Listrik
ABSTRAK Teknik Non-Intrusive Load Monitoring (NILM) digunakan dalam pemantauan konsumsi energi. Variabel pengukuran yang digunakan yaitu Real Power dan Reactive Power. klasifikasi beban listrik menjadi acuan dalam mengurangi tagihan energi. Namun, data pengukuran sering kali terpengaruh oleh noise. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh noise terhadap performa algoritma k-Nearest Neighbors (k-NN) dalam klasifikasi beban listrik. Berbagai tingkat noise secara rundom diberikan pada data pengukuran yang diperoleh. Selanjutnya, model k-NN dilatih dan dievaluasi dengan nilai k = 1 sampai 9 dan 15 tipe jarak. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa penambahan noise pada data pengukuran secara signifikan mempengaruhi performa algoritma k-NN dalam mengklasifikasikan beban listrik. Pengaruh ini terlihat pada nilai akurasi tertinggi mayoritas pada k = 3 dan Tipe jarak Cambera menghasilkan nilai akurasi di atas rata-rata. Kata kunci: NILM, Real Power, Reactive Power, noise, k-NN ABSTRACT The Non-Intrusive Load Monitoring (NILM) technique is used in monitoring energy consumption. The measurement variables used are Real Power and Reactive Power. Electric load classification serves as a reference in reducing energy bills. However, measurement data is often affected by noise. This study aims to analyze the influence of noise on the performance of the k-Nearest Neighbors (k-NN) algorithm in electric load classification. Various levels of noise are randomly added to the obtained measurement data. Subsequently, the k-NN model is trained and evaluated with values of k = 1 to 9 and 15 distance types. The experimental results show that the addition of noise to the measurement data significantly affects the performance of the k-NN algorithm in classifying electric loads. This influence is observed in the highest accuracy values, mostly at k = 3, and the Canberra distance type yields accuracy values above average. Keywords: NILM, Real Power, Reactive Power, noise, k-N
Kelayakan Finansial Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid Di Sanggar Kota Batu, Jawa Timur
ABSTRAKIndonesia masih bergantung pada energi fosil untuk sumber pembangkit listrik. Mengingat, bahan bakar fosil terbatas, upaya melakukan peralihan ke energi terbarukan dan ramah lingkungan semakin digiatkan. Studi kasus penelitian dilakukan di Sanggar Latar di Batu dengan melakukan analisa kelayakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Phikohidro dan Pembangkit Lisrik Tenaga Surya. Analisa yang digunakan untuk melihat layak dan tidaknya proyek dengan menghitung selisih kas masuk dan keluar (NPV), tingkat pengembalian yang diharapkan dari proyek (IRR), serta total manfaat yang diperoleh beserta pengeluaran biaya yang dilakukan. Menggunakan asumsi investasi selama 25 tahun dan suku bunga 6 %, diperoleh besar selisih kas sebesar Rp 86.158.036,-, Tingkat pengembalian (IRR) 47%, dengan total manfaat sebesar (BCR) 4,10. Waktu yang dibutuhkan untuk pengembalian investasi selama 2,33 tahun artinya pembangunan pembangkit listrik tenaga hybrid dapat direalisasikan.Kata kunci: analisis investasi, kelayakan proyek, pembangkit listrik tenaga hibrid ABSTRACTIndonesia still relies on fossil energy as a power plant. Knowing that fossil fuels are limited, the efforts of new and environmentally friendly energy resources are being intensified. A case study conducted at Sanggar Latar in Batu, using the analysis of the feasability of establishing both a biomass power plant (PLTPh) and a solar power plant (PLST). The analysis that is used to the project on worthy or not with calculating differences of cash in and out (NPV), the level of returning that is hoped from the project (IRR), and the total of benefits received with the expenses that is done. Using investment assumption for 25 years and interest rate 6%, a large differences was obtained with Rp 86.158.036,-, cash, level of return (IRR) 47%, and the benefit total (BCR) 4,10. Time needed for the investment return is 2,33 years that is the development of hybrid power plant can be realized.Keywords: investment analysis, project feasibility, hybrid power plan
Analisis Limbah Minyak Jelantah Hasil Penggorengan Pelaku UMKM di Kelurahan Gegerkalong Kota Bandung
AbstrakMinyak goreng telah menjadi kebutuhan sehari-hari, namun sisa minyak jelantah mempunyai dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi dampak tersebut dengan menganalisis limbah minyak jelantah hasil penggorengan pada UMKM di Desa Gegerkaron Kota Bandung. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, tinjauan pustaka, dan angket yang dibagikan kepada pemangku kepentingan UMKM, masyarakat, dan mahasiswa dengan teknik pengambilan dengan purposive sampling. Teknik analisis data dengan triangulasi yang terdiri dari pengumpulan data, analisis data, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 83,33% usaha kecil dan menengah memproduksi minyak jelantah tanpa mengetahui cara membuangnya, dan sisanya sebesar 16,67% tidak memahami bahayanya. Kondisi sungai-sungai di sekitarnya seperti Sungai Cibereum tercemar menjadi indikasi kuat ancaman limbah minyak jelantah. Solusi dari penelitian ini antara lain edukasi yaitu dukungan dan inovasi untuk mengolah minyak jelantah menjadi sabun ramah lingkungan sehingga mengurangi polusi dan dapat memberikan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.Kata kunci: Minyak Jelantah, UMKM, Kelurahan Gegerkalong.AbstractCooking oil has become a daily necessity, but the remaining used cooking oil has a negative impact on health and the environment. This study aims to reduce these impacts by analyzing used cooking oil waste from frying in MSMEs in Gegerkaron Village, Bandung City. Using a qualitative approach, data were collected through observation, semi-structured interviews, literature review, and questionnaires distributed to UMKM stakeholders, the community, and students with purposive sampling techniques. Data analysis techniques with triangulation consisting of data collection, data analysis, verification, and conclusion drawing. The results showed that 83.33% of small and medium enterprises produced used cooking oil without knowing how to dispose of it, and the remaining 16.67% did not understand the dangers. The condition of the surrounding rivers, such as the polluted Cibereum River, is a strong indication of the threat of used cooking oil waste. Solutions from this research include education, namely support and innovation to process used cooking oil into environmentally friendly soap so as to reduce pollution and can provide sustainable community empowerment. Keywords: Used Cooking Oil, UMKM, Gegerkalong Neighborhood
Identifikasi Potensi Material Alam Pada Kawasan Merangin Jambi UNESCO Global Geopark
Merangin Jambi UNESCO Global Geopark merupakan suatu kawasan yang memiliki arti sebagai sebuah warisan alam (geologi), berupa peninggalan kuno. Kawasan ini memiliki daya tarik berupa fosil flora berusia 350 juta tahun yang terdapat pada wilayahnya. Kawasan ini juga memiliki banyak keanekaragaman pesona alam, mulai dari gunung, kawah, lembah, air terjun, sungai, danau hingga goa yang menjadi tempat tinggal lebih dari 4.000 macam tanaman dan 372 spesies fauna. Dengan adanya keanekaragaman sumber daya alam tersebut, mengakibatkan Merangin Jambi UNESCO Global Geopark ini memiliki banyak potensi material yang dapat dieksplor dan dicari tahu manfaat nya sebagai komponen penunjang Arsitektur ataupun Interior. Namun, harus diketahui bahwa beberapa dari material tersebut merupakan warisan yang menjadi konservasi oleh pemerintah sehingga keberadaannya terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi material alam apa saja yang terdapat pada kawasan Merangin Jambi UNESCO Global Geopark yang memiliki kemungkinan untuk diterapkan pada sektor arsitektur atau interior dan ketersediaannya di lapangan
Sistem Monitoring Hidroponik Indoor berbasis Wick menggunakan HOPONIC (Home Pot Hidroponic)
ABSTRAKPermasalah bagi penggiat berkebun bertempat tinggal diperkotaan terkendala oleh kesibukan lain. Maka dari itu tujuan dari penelitian ini dikembangkannya sistem IOT dan aplikasi Android untuk memonitoring hidroponik tanaman pakcoy secara indoor. HOPONIC (Home Pot Hidroponic) merupakan prototipe sistem monitoring hidroponik dengan metode wick yang berlokasi di dalam ruangan atau indoor, dan aplikasi Android yang dikembangkan dengan menggunakan framework Flutter. Notifikasi aplikasi Android memberitahu perubahan pH, suhu, ketinggian, dan larutan nutrisi oleh sistem HOPONIC. Persentase keberhasilan dari pembacaan nilai node sensor pada sistem HOPONIC adalah pH 96,09%, kadar larutan nutrisi 97,11%, suhu 91,68%, ketinggian atau debit 99,84%, intensitas cahaya 88,17%. Dengan HOPONIC pertumbuhan tinggi tanaman sayur pakcoy lebih unggul sebesar 0,43 cm, sedangkan untuk pertumbuhan daun tanaman pakoy lebih unggul dengan menggunakan HOPONIC sebesar 1,7 Lembar Daun.Kata kunci: IoT, Hidroponik, Pakcoy, Arduino, ESP32Â ABSTRACTThe problem for gardening activists living in urban areas is that they are hampered by other activities. Therefore, this research aims to develop an IoT system and Android application for indoor hydroponic monitoring of pakcoy plants. HOPONIC (Home Pot Hydroponic) is a prototype hydroponic monitoring system with a wick method located indoors, and an Android application developed using the Flutter framework. Android application notifications notify changes in pH, temperature, altitude, and nutrient solution by the HOPONIC system. The percentage of successful reading of sensor node values in the HOPONIC system is pH 96.09%, nutrient solution content 97.11%, temperature 91.68%, height or discharge 99.84%, and light intensity 88.17%. With HOPONIC, the height growth of Pakcoy vegetable plants is superior at 0.43 cm, while for leaf growth, Pakoy plants are superior when using HOPONIC at 1.7 leaves.Keywords: IoT, Hydroponics, Pakcoy, Arduino, ESP3
Rancang Bangun Matched Mixer sebagai Komponen Penyusun IQ Mixer pada Aplikasi Synthetic Aperture Radar
ABSTRAKIQ Mixer adalah komponen yang penting pada subsistem RF Synthtetic Aperture Radar (SAR) karena berperan untuk melakukan proses Single Side Band (SSB) modulation antara sinyal qudrature base chirp (IF) dengan sinyal carrier (LO), sehingga mampu menurunkan beban kerja Field Programmable Gate Arrays (FPGA) dan meningkatkan resolusi sistem SAR. IQ Mixer tersusun dari satu Quadrature LO Phase Shifter, dua Matched Mixer dan satu Power Combiner-Splitter. Pada penelitian ini dipaparkan mengenai perancangan Matched Mixer yang dibuat dengan menggunakan anti-phase coupler dan konfigurasi double balanced mixer. Anti-phase coupler yang digunakan merupakan modifikasi dari qudrature coupler dengan tujuan untuk menghindari interferensi karena adanya saluran transmisi yang saling menyilang. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa anti-phase coupler memiliki nilai phase unbalance dibawah 1°, amplitude unbalance dibawah 0,6 dB dan untuk double balanced mixer memiliki nilai conversion loss (CL) sebesar 9,58 dB.Kata kunci: Coupler, Matched Mixer, IQ Mixer, Synthetic Aperture Radar ABSTRACTIQ Mixer is an important component in the RF Synthetic Aperture Radar (SAR) subsystem that plays a role in carrying out the single side band modulation process between the quadrature base chirp (IF) signal and the carrier (LO) signal, thereby reducing the workload of the Field Programmable Gate Arrays (FPGA) and increasing the resolution of SAR systems. IQ Mixer is composed of a Quadrature LO Phase Shifter, two Matched Mixers, and a Power Combiner-splitter. This research describes the process of designing a matched mixer, which is made using an anti-phase coupler and a double-balanced mixer configuration. The anti-phase coupler is a modified version of the quadrature coupler to avoid interference due to crossing transmission lines. The measurement results show that the anti-phase coupler has a phase unbalance value below 1°, an amplitude unbalance below 0.6 dB, and the double-balanced mixer has a conversion loss value of 9.58 dB. Keywords: Coupler, Matched Mixer, IQ Mixer, Synthetic Aperture Rada
Implementasi Konsep Kota Spons dalam Pengelolaan Air Perkotaan: Evaluasi Efektivitas Melalui Studi Literatur pada Beberapa Kota di Cina
ABSTRAKBanjir perkotaan merupakan permasalahan utama di seluruh dunia. Urbanisasi di Cina meningkatkan intensitas hujan dan efek pulau panas perkotaan, yang mengubah hidrologi regional dan meningkatkan risiko banjir. Pada 2013, Cina meluncurkan program 30 Kota Spons untuk mengurangi genangan air, memanfaatkan air hujan, mengendalikan aliran air, dan meningkatkan lingkungan air perkotaan. Konsep Kota Spons menekankan konservasi, restorasi, dan rehabilitasi ekosistem, menciptakan kota yang tangguh dan mampu mempertahankan hidrologi alami. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas manajemen air hujan perkotaan dengan menggunakan indeks Kota Spons di Cina berdasarkan studi literatur. Hasilnya menunjukan keberhasilan signifikan Kota Spons dalam penanganan air hujan, menghilangkan polutan, dan meredakan efek pulau panas perkotaan. Selain itu, artikel ini memberikan wawasan tentang tantangan, regulasi, serta skema pembiayaan yang digunakan di Cina untuk mengeksplorasi kemungkinan kebijakan masa depan yang dapat diadopsi oleh kota-kota di Indonesia Dengan menerapkan konsep Kota Spons, diharapkan dapat mengurangi risiko banjir dan meningkatkan ketahanan air di kota-kota Indonesia.Kata kunci: Kota Spons, pengelolaan limpasan air, infrastruktur hijauABSTRACTUrban flooding is a major issue worldwide. Urbanization in China has increased the intensity of rainfall and the urban heat island effect, altering regional hydrology and increasing flood risks. In 2013, China launched the Sponge City program to reduce waterlogging, utilize rainwater, control runoff, and improve urban water environments. The Sponge City concept emphasizes the conservation, restoration, and rehabilitation of ecosystems, creating resilient cities capable of maintaining natural hydrology. This research evaluates the effectiveness of urban rainwater management in China using the Sponge City index based on literature studies. The results show the significant success of Sponge Cities in managing rainwater, removing pollutants, and alleviating the urban heat island effect. Additionally, this article provides insights into the challenges, regulations, and financing schemes used in China to explore future policy possibilities that could be adopted by cities in Indonesia. By implementing the Sponge City concept, it is hoped that flood risks can be reduced and water resilience can be improved in Indonesian cities.Keywords: Sponge City, water runoff management, green infrastructur