Institut Teknologi Nasional: Jurnal Itenas Online
Not a member yet
    1717 research outputs found

    Analisis Fleksibilitas Sistem Tenaga Listrik Jawa, Madura, dan Bali karena Integrasi yang Masif dari Pembangkit VRE

    Get PDF
    ABSTRAKIntegrasi Variable Renewable Energy (VRE), dengan karakteristik intermittent dan ketidakpastian yang tinggi, yang masif ke sistem JAMALI berpotensi mengganggu keandalan dan meningkatkan kompleksitas operasional sistem tenaga listrik. Kendala-kendala tersebut dapat dimitigasi apabila sistem memiliki fleksibilitas yang memadai. Analisis fleksibilitas, dengan bantuan IRENA FlexTool, dilakukan untuk mengkaji fleksibilitas sistem akibat meningkatnya bauran VRE di sistem JAMALI yang dilakukan secara bertahap, yaitu 5% di tahun 2030, 37% di tahun 2040, dan 52% di tahun 2050. Dari hasil analisis, semakin besar bauran VRE dalam sistem JAMALI, kemampuan fleksibilitas sistem semakin menurun. Hal ini ditandai dengan kapabilitas upward ramping yang cenderung turun dari 28,78 GW/jam di tahun 2030 menjadi 25,87 GW/jam di tahun 2050. Serta, terjadinya pembatasan VRE sebesar 706,62 MW dan kehilangan beban hingga 109,79 TWh di tahun 2050.Kata kunci: fleksibilitas, jamali, kehilangan beban, pembatasan, sistem tenaga listrik, variable renewable energy ABSTRACTThe integration of Variable Renewable Energy (VRE) into the JAMALI power system, characterized by intermittency and high uncertainty, has the potential to disrupt reliability and increase the operational complexity of the power system. These challenges can be mitigated if the power systems possess adequate flexibility. A flexibility analysis, with the assistance of the IRENA FlexTool, was carried out to to assess the system flexibility due to the increasing share of VRE in the JAMALI power system, phased as follows 5% in 2030, 37% in 2040, and 52% in 2050. Based on the analysis results, it is observed that the greater the share of VRE in the JAMALI power system the lower the power system’s flexibility. This is evidenced by an upward ramping capability which tends to decrease from 28.78 GW/hour in 2030 to 25.87 GW/hour in 2050. Also, there is a VRE curtailment of 706.62 MW and a loss of load of up to 109.79 TWh in 2050.Keywords: curtailment, flexibility, jamali, loss of load, power system, variable renewable energ

    Identifikasi Penyakit Katarak berdasarkan Citra Fundus menggunakan Siamese Convolutional Neural Network

    Get PDF
    ABSTRAKKatarak merupakan penyakit yang dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu seperti usia, aktivitas dan penderita penyakit genetik seperti diabetes, hipertensi, asam urat serta riwayat keluarga katarak. Diagnosis penyakit katarak ini dapat dipengaruhi oleh faktor subyektif seperti pengalaman dan keahlian dokter. Untuk mengatasi hal tersebut dan menurunkan tingkat subyektivitas diperlukan pendekatan yang akurat dan konsisten yaitu sistem identifikasi penyakit katarak terbantukan komputer. Penelitian ini bertujuan sebagai deteksi dini katarak. Metode SCNN digunakan untuk mengidentifikasi citra fundus mata katarak. Fine tuning parameter SCNN memberikan performa yang baik pada proses pelatihan dan pengujian yaitu 100 epoch, optimizer : RMS Prop dan loss function Binary Crossentropy. Performansi yang diberikan yaitu akurasi 91,25%, kepresisian 91%.Kata kunci: penyakit katarak, siamese convolutional neural network, citra fundus. ABSTRACTThe cataract is a disease that influenced by certain factors such as age, activity and people with genetic disease such as diabetes, hypertension, uric acid and family history of cataract. The diagnosis of cataracts based on opthamologist experience and expertise which signifies a level of a diagnostic subjectivities. In order to overcome that problem and reduce the level of subjectivity, the need for an accurate and consistent computer aided identification for cataract disease is inevitable. This research aims to as an early detection of cataracts. The SCNN is applied for identify the cataract disease based on eye fundus image. Fine tuning SCNN parameters which provide good performances in the training and testing process with 100 epochs, RMSProp optimizer, Binary Crossentropy Loss function.This system gives promising result with the accuracy 91,25% , precision level is 91%.Keywords: cataract disease, siamese convolutional neural network, fundus image

    Analisis Harmonik dan Perbaikan Nilai THD Arus dengan Perancangan Filter Pasif Single-Tuned

    Get PDF
    ABSTRAKSistem elektrifikasi kereta rel listrik (KRL) Jogja-Solo mempunyai tegangan nominal 1.500 Volt DC yang disuplai dari PLN 20 kV AC melalui gardu traksi untuk mengonversinya dengan komponen silicon rectifier yang bersifat sebagai beban non-linier. Beban tersebut menyebabkan harmonik, karena memiliki karakteristik menyuntikkan arus balik menuju sumber sehingga dapat menimbulkan distorsi pada gelombang arus. Penelitian ini bertujuan menganalisis harmonik dan memperbaiki nilai THD arus dengan merancang filter pasif untuk mereduksi gangguan tersebut pada panel outgoing RTR cubicle switchgear 20 kV di Gardu Traksi Purwosari. Pengukuran dengan power analyzer DW-6095 menunjukkan indeks harmonik yang melampaui standar IEEE Std 519TM-2014, sebesar 27,4%. Filter harmonik dirancang melalui pemodelan dan simulasi menggunakan software ETAP. Hasil yang paling optimal yaitu pemasangan tiga filter harmonik (orde 11, 13, dan 23) di dekat rectifier. Saat sistem disimulasikan dengan beban, nilai THD-I menurun secara signifikan hingga 0,97%.Kata kunci: beban non-linear, ETAP, filter pasif, gardu traksi, harmonik ABSTRACTThe electrification system of the Jogja-Solo electric rail train (KRL) has a nominal voltage of 1,500 Volt DC supplied from PLN 20 kV AC through a traction substation to convert it with silicon rectifier component which is a non-linear load. The load causes harmonics, because they have the characteristic of injecting reverse current towards the source so that they can cause distortion in current waves. This study aims to analyze harmonics and improve the THD value of current by designing a passive filter to reduce the distortion on the outgoing RTR cubicle switchgear panel of 20 kV at the Purwosari Traction Substation. Measurements with the DW-6095 power analyzer showed a harmonic index that exceeded the IEEE Std 519TM-2014 standard, by 27.4%. The harmonic filters were designed through modeling and simulation using ETAP software. The most optimal result is installation of three harmonic filters (order 11, 13, and 23) near the rectifier. When the system is simulated with a load, THD-I value decreases significantly to 0.97%.Keywords: non-linear loads, ETAP, passive filter, traction substation, harmoni

    Phishing Website Detection Using Ensemble Algorithm Convolutional Neural Network and Bidirectional LSTM

    Get PDF
    This study focuses on phishing website detection by leveraging an ensemble of Convolutional Neural Network (CNN) and Bidirectional Long Short-Term Memory (BiLSTM) models. Phishing is a type of cyber attack where attackers disguise themselves as legitimate entities to trick individuals into providing sensitive information such as usernames, passwords, and credit card details. Given the escalating threat of phishing attacks and the limitations of traditional detection methods, this research explores the potential of machine learning techniques to enhance detection accuracy and robustness. By integrating CNN and BiLSTM models within an ensemble framework, the study demonstrates improved performance in identifying phishing websites through real-time analysis. The ensemble model benefits from the strengths of both CNN and BiLSTM architectures. CNNs are effective in feature extraction from input data, and capturing spatial hierarchies, while BiLSTMs excel at understanding sequential dependencies. The model achieves an accuracy of 89.5%, with training and validation accuracies converging to high values, and exhibits a consistent decrease in both training and validation losses, indicating robust performance without overfitting

    Adaptasi Perumahan terhadap Kebutuhan Generasi Milenial Pasca Pandemi COVID-19 di Indonesia

    Get PDF
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan dan adaptasi perumahan dalam menghadapi Pandemi COVID-19. Penelitian ini berfokus pada persepsi generasi milenial terhadap ruang di tempat tinggal yang kemudian dievaluasi kualitas ruang berdasarkan persepsi responden. Subyek ini dipilih karena kelompok usia ini mendominasi demografi, sehingga generasi millenial adalah target pasar utama perumahan. Penting bagi penyedia perumahan, baik lembaga perumahan swasta maupun negara, untuk beradaptasi terhadap perubahan-perubahan ini, terutama setelah Pandemi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini melibatkan total 113 responden yang sebagian besar berdomisili di Pulau Jawa. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dan pertanyaan terbuka dalam survei. Data kuantitatif diperoleh melalui dua kali survei dan kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif-kuantitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun tingkat kepuasan penghuni cukup memuaskan (71%), namun kualitas ruang di rumah tinggal belum mencukupi kebutuhannya yang semakin meningkat. Banyak dari generasi milenial yang sebagian besar bekerja di rumah, tidak memiliki ruangan yang layak, furnitur yang ergonomis, pencahayaan yang memadai, dan ventilasi udara untuk bekerja. Sebagian besar rumah mereka juga kekurangan ruang yang dibutuhkan setelah Pandemi, seperti beranda, musala, dan sensor tanpa sentuhan. Masukan ini akan membantu penyedia perumahan membangun rumah yang beradaptasi dengan meningkatnya kebutuhan generasi milenial setelah Pandemi.Kata kunci: Adaptasi Perumahan, Milenial, Pandemi, Persepsi RuangABSTRACTThe study aims to discover housing adaptability in the face of the COVID-19 Pandemic. It focuses on Millennials' perception of the spaces at their home, then evaluating the quality of space based on their perception. The subject was chosen as the people in this age bracket dominate the demography, meaning millennials are the primary target market for housing. It is essential for housing providers, both private and state housing agencies, to adapt to these changes, especially after the Pandemic. The study uses both qualitative and quantitative approaches. The study included a total of 113 respondents who reside mainly in Java Island. The qualitative data is obtained through in-depth interviews and open questions in a survey. The quantitative data is obtained through two surveys and then analyzed using the descriptive-quantitative method. The result shows that even though the residents' satisfaction level is quite satisfactory (71%), the quality of space in their home is not sufficient for their growing needs. Many of these millennials, which work primarily at home, do not have a proper space, ergonomic furniture, adequate lighting, and air ventilation for working. Most of their homes also lack few spaces needed after the Pandemic, such as porch, prayer room, and no-touch censor. This input would help the housing providers build houses that adapt to the growing needs of millennials after the Pandemic.Keywords: Housing Adaptability, Millennials, Pandemic, Perception of Spac

    Analisis Penggunaan Limbah Resin Coated Sand sebagai Substitusi pada Cetakan Greensand Terhadap Karakteristik Pengecoran Logam Aluminium

    Get PDF
    Resin Coated Sand atau RCS  salah satu jenis cetakan yang digunakan untuk proses pengecoran logam dan menghasilkan limbah yang mengandung resin. Sebagian besar limbah RCS  masih dapat  didaur ulang, karena masih mengandung pasir silika dan berukuran lebih kecil dibandingkan pasir silika untuk cetakan greensand. Cetakan greensand terdiri dari pasir silika dengan pengikat merupakan cetakan pasir yang sering digunakan pada industri pengecoran logam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penambahan limbah pasir RCS pada cetakan greensand terhadap karakteristik kekerasan dan struktur mikro pada peleburan ulang aluminium-silikon. Penelitian ini dilaksanakan untuk mendapatkan data pada komposisi limbah cetakan pasir RCS dengan presentase 0%, 20%, dan 40% terhadap pasir baru grendsand, sedangkan material logam aluminium yang digunakan pada penelitian ini mengunakan limbah sepatu rem tromol sepeda motor. Hasil pengecoran logam didapat spesimen logam aluminium yang diuji kekerasan dan metalografi. Pada penambahan RCS 20% menunjukkan nilai kekerasan yang cenderung sama pada penambahan 0%, namun nilai kekerasan akan naik 2,4 kali pada penambahan RCS 40%. Berdasarkan pengujian metalografi penambahan RCS 40% menunjukkan struktur fasa Si yang cenderung lebih meluas dibandingkan pada penambahan 0% dan 20%

    Analisis Ruang Kumpul Out Door Mahasiswa Kampus Itenas

    Get PDF
    ABSTRAK Ruang kerja luar ruangan, juga dikenal sebagai ruang kumpul terbuka, adalah komponen penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, fleksibel, dan kondusif di lingkungan perguruan tinggi.  Di kampus Itenas Bandung, ada banyak ruang terbuka dan titik kumpul yang masih terbatas, dan semuanya belum digunakan atau dirawat dengan baik.  Meskipun demikian, ruang komunal seperti taman kampus, area rooftop, dan zona kerja luar ruang memiliki potensi besar untuk mendukung aktivitas akademik, meningkatkan kenyamanan belajar, dan meningkatkan interaksi sosial antar mahasiswa.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ketersediaan dan kondisi Meeting Point dan Ruang Kerja Luar Ruangan di Kampus Itenas serta bagaimana mereka dapat digunakan sebagai tempat belajar alternatif.  Penelitian ini dilakukan dengan melakukan observasi lapangan dan memberikan kuesioner kepada siswa untuk mendapatkan data langsung tentang persepsi, kebutuhan, dan cara menggunakan ruang luar.  Hasil penelitian ini digunakan sebagai dasar untuk menciptakan standar dan pertimbangan untuk perencanaan titik kumpul yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas ruang terbuka di kampus. Kata kunci: kampus, ruang terbuka, titik kumpul, outdoor.  ABSTRACT Outdoor working spaces, also referred to as open gathering areas, are essential components in fostering an inclusive, flexible, and conducive learning environment within higher education settings. At the Itenas Bandung campus, the availability of open spaces and communal gathering points remains limited, and many existing areas are either underutilized or inadequately maintained. Nevertheless, communal outdoor environments—such as campus gardens, rooftop areas, and other outdoor working zones—offer significant potential to support academic activities, enhance learning comfort, and strengthen social interaction among students. The aim of this study is to examine the availability and conditions of meeting points and outdoor working spaces at the Itenas campus, as well as their potential use as alternative learning environments. The research was conducted through field observations and the administration of questionnaires to students to obtain direct data regarding their perceptions, needs, and patterns of outdoor space utilization. The findings of this study serve as a basis for formulating standards and considerations for planning potential gathering points that can contribute to improving the quality and functionality of open spaces on campus. Keywords: campus, outdoor space, meeting point, outdoo

    Analisis Perubahan Karakteristik pH, Suhu dan COD Pada Air Limbah Rumah Sakit Terhadap Perubahan Jumlah Dan Kapasitas Kegiatannya

    Get PDF
    AbstrakAmerican Hospital Association menyatakan bahwa rumah sakit adalah lembaga yang mencakup tenaga medis profesional dan fasilitas kesehatan tetap yang mengelola berbagai layanan kesehatan, termasuk pemeriksaan, diagnosis, dan pengobatan. Aktifitas rumah sakit berpotensi menghasilkan limbah cair, padat, dan gas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi hubungan antara aktivitas rumah sakit dan karakteristik pH, suhu, serta COD dalam limbah yang dihasilkan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik secara deskriptif, menggunakan uji korelasi Pearson untuk menganalisis hubungan antara variabel-variabel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH memiliki hubungan signifikan dengan jumlah pasien rawat inap (r = -0,840, p = 0,018). Karakteristik suhu tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan variabel lain, sementara COD menunjukkan hubungan signifikan dengan jumlah karyawan (r = -0,905, p = 0,005), yang berarti peningkatan jumlah karyawan berkorelasi dengan penurunan COD. Kata Kunci : air limbah rumah sakit, korelasi , pH, suhu, COD  AbstractThe American Hospital Association defines hospitals as institutions comprising medical professionals and fixed health facilities that manage various health services, including examination, diagnosis, and treatment. Hospital operations have the potential to generate liquid, solid, and gaseous waste. This study aimed to evaluate the relationship between hospital activities and pH, temperature, and COD characteristics in the waste produced. The research employed a descriptive-analytical observational approach, utilizing the Pearson correlation test to analyze the relationships between these variables. The findings revealed that pH had a significant relationship with the number of inpatients (r = -0.840, p = 0.018). Temperature characteristics showed no significant relationship with other variables. Meanwhile, COD demonstrated a significant relationship with the number of employees (r = -0.905, p = 0.005), indicating that an employee increase correlates with decreased COD levels. Keywords: hospital wastewater, correlation, pH, temperature, COD             

    Perancangan Sistem Kontrol Mesin Packing Buncis Otomatis Berbasis Programmable Logic Controller (PLC) Di Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Lembang Agri

    Get PDF
    ABSTRAK Tingginya kebutuhan ekspor sayuran buncis kenya, membuat para petani Lembang Agri harus menjaga kualitas dan kuantitas dari produk yang di ekspor. Oleh karena itu para petani membutuhkan mesin yang dapat membantu proses packing sayuran buncis secara otomatis. Dengan adanya mesin packing sayuran buncis otomatis diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, safety, dan meningkatkan kualitas produk. Mesin packing buncis kenya otomatis yang dirancang menggunakan Programmable Logic Controller (PLC). PLC berperan dalam sistem kendali jalannya konveyor dan aktuator. Caranya dengan mengatur massa buncis yang akan di input pada sensor loadcell, bobot buncis yang akan ditimbang yaitu 250gr dan 350gr. Oleh karena itu dalam penelitian ini dibahas mengenai sistem kontrol mesin packing buncis otomatis yang berbasis kendali Programmable Logic Controller (PLC) menggunakan Software Automation Studio dan Software Zelio Soft. Dari Software yang digunakan menghasilkan Program ladder yang siap di upload ke PLC dengan 2 bobot massa yang berbeda, skema input output PLC dan wiring diagram. Kata kunci : Mesin Packing, Buncis Kenya, PLC,  Automation Studio, Zelio Soft. ABSTRACT  The high export needs of Kenyan beans, make Lembang agri farmers must maintain the quality and quantity of products exported. Therefore, farmers need a machine that can help the packing process of beans automatically. With the automatic packing machine, green beans are expected to increase productivity, safety, and improve product quality. One of them is the use of automatic kenya bean packing machines based on Programmable Logic Controller (PLC). PLC plays a role in the control system of conveyors and actuators. The trick is to adjust the mass of beans that will be input to the load cell sensor, the weight of the beans to be weighed is 250gr and 350gr. Therefore, this research discusses the automatic bean packing machine control system based on Programmable Logic Controller (PLC) control using Automation Studio Software and Zelio Soft Software. The software used produces a ladder program that is ready to be uploaded to the PLC with 2 different mass weights, a PLC input output scheme and a wiring diagram. Key words : Packing Machine, Beans kenya, PLC, Automation Studio, Zelio Soft

    Kajian Risiko dan Pencegahan Kebakaran pada Laboratorium Bahan Berbahaya dan Beracun, Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor

    Get PDF
    ABSTRAKPenelitian ini mengevaluasi risiko bencana kebakaran di Laboratorium Bahan Berbahaya dan Beracun, Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor. Data diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara dengan petugas laboratorium untuk menilai dimensi ruangan, okupansi, inventarisasi peralatan keselamatan kebakaran, dan jenis kegiatan yang dilakukan. Metode analisis risiko meningkuti AS/NZS 4360:2004, mengkategorikan risiko berdasarkan probabilitas dan tingkat keparahan. Hasil menunjukkan laboratorium memiliki infrastruktur keselamatan kebakaran yang memadai, termasuk APAR yang ditempatkan secara srategis, kotak P3K, dan sistem exhaust. Penilaian risiko mengidentifikasi bahaya dengan tingkat risiko rendah, sedang, dan tinggi pada beberapa pekerjaan laboratorium. Oleh karena itu, langkah pencegahan diperlukan untuk mengurangi risiko, termasuk pemahaman yang lebih baik akan prosedur keselamatan, penggunaan alat pelindung diri, dan evaluasi ulang protokol yang lebih aman. Analisis lintasan APAR mengacu pada Permen PU No. 26/PRT/M/2008 tentang Persyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Lingkungan untuk kebakaran kelas B yaitu kurang dari 15 m.Kata kunci: kebakaran, keparahan, laboratorium, proteksi, risikoABSTRACKThis study evaluates the risk of fire disaster in the Laboratory of Hazardous and Toxic Materials, Department of Civil and Environmental Engineering, Bogor Agricultural University. Data were obtained through direct observation and interviews with laboratory staff to assess room dimensions, occupancy, fire safety equipment inventory, and types of activities performed. The risk analysis method follows AS/NZS 4360:2004, categorizing risks based on probability and severity. Results showed that the laboratory had adequate fire safety infrastructure, including strategically placed fire extinguishers, first aid kits, and exhaust systems. The risk assessment identified some laboratory work hazards with low, medium, and high-risk levels. Therefore, preventive measures are needed to reduce risks, including a better understanding of safety procedures, use of personal protective equipment, and re-evaluating safer protocols. The APAR trajectory analysis refers to Permen PU No. 26/PRT/M/2008 concerning Technical Requirements for Fire Protection Systems in Buildings and Environments for class B fires, which are less than 15 m.Keywords: fire, laboratory, protection, risk, severit

    1,600

    full texts

    1,717

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institut Teknologi Nasional: Jurnal Itenas Online
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇