Institut Teknologi Nasional: Jurnal Itenas Online
Not a member yet
1717 research outputs found
Sort by
Pengaruh Contact Angle Terhadap Pembentukan Droplet dengan Menggunakan Simulasi CFD
ABSTRAK Penelitian mengenai pembentukan droplet merupakan salah satu topik penting dan dalam 10 tahun terakhir mengalami perkembangan yang cukup pesat pada penelitian ini, dilakukan simulasi dengan menggunakan model volume of fluid (VOF) untuk menganalisis pengaruh sudut kontak terhadap pembentukan droplet. Geometri yang digunakan adalah tipe T-Junction dengan menggunakan fluida air dan oli. Melalui variasi kontak sudut maka diperoleh hasil dengan kondisi kecepatan air 0.001 m/s dan oli sebesar 0.0002 m/s, droplet terbentuk pada kondisi sudut kontak sebesar 135°, hal ini dikarenakan air memasuki saluran oli sehingga menyebabkan lapisan oli menjadi tipis pada bagian percabangan dan seiring berjalanya waktu lapisan tersebut putus dan menghasilkan droplet. Mekanisme pembentukan droplet adalah pemisahan fase, pembentukan droplet, dan pelepasan droplet. Kata kunci: droplet, CFD, Microfluidic, T-Junction ABSTRACT Research on droplet formation is one of the important topics and in the last 10 years has developed quite rapidly in this study, simulations were carried out using the volume of fluid (VOF) model to analyze the effect of contact angle on droplet formation. The geometry used is the T-Junction type using water and oil fluids. Through variations in contact angle, the results obtained under the condition of water velocity of 0.001 m/s and oil of 0.0002 m/s, droplets are formed at a contact angle of 135°, this is because water enters the oil channel causing the oil layer to become thin in the branching section and over time the layer breaks up and produces droplets. The mechanism of droplet formation is phase separation, droplet formation, and droplet release. Key words: droplet, CFD, Microfluidic, T-Junction
POTENSI BAKTERI SEDIMEN MANGROVE DALAM MENDEGRADASI PLASTIK MENGGUNAKAN METODE KOLOM WINOGRADSKY
Plastik merupakan suatu material industri dengan banyak kelebihan ekonomis sehingga diproduksi dan digunakan meluas hampir di seluruh aspek kehidupan manusia. Namun, plastik memiliki kekurangan yaitu sulit terurai di lingkungan karena ikatan rantai karbon yang panjang. Akibatnya, diperlukan lebih dari satu dekade agar plastik terdegradasi dan termineralisasi ke lingkungan. Peningkatan jumlah konsumsi plastik tentu menambah dampak akibat sampah plastik yang dibuang ke lingkungan. Biodegradasi adalah salah satu upaya untuk mengelola sampah plastik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis potensi bakteri yang diisolasi dari sedimen Mangrove Wonorejo Surabaya dalam mendegradasi plastik Polyethylene, Polypropylene, dan Polystyrene menggunakan metode Kolom Winogradsky. Substrat yang digunakan adalah pasir dan tanah, dengan Bushnell-Haas broth sebagai media tumbuh bakteri, dan plastik uji ukuran 10x3 cm. Besar persen degradasi dihitung berdasarkan selisih berat kering sebelum dan sesudah masa inkubasi selama 12 minggu. Sebanyak 17 isolat bakteri berhasil diisolasi dari masing-masing sumber sampel. Persen degradasi terbesar ditemukan pada sampel sedimen mangrove titik 3 substrat pasir sebesar 82.3% pada plastik PP. Sedangkan plastik PS diperoleh persen degradasi sebesar 34.1% pada sedimen mangrove titik 5 substrat tanah
Sistem Monitoring Persawahan terhadap Pencemaran Limbah Pabrik berbasis Internet of Things
ABSTRAKSektor pertanian merupakan salah satu tulang punggung perekonomian di Indonesia. Terdapat suatu tantangan dalam mengelola infrastruktur pertanian yakni lahan sawah yang masih tercemar limbah pabrik. Oleh sebab itu, dibutuhkan suatu sistem untuk memantau kualitas air dan udara serta sistem proteksi persawahan. Dalam penelitian ini, sistem monitoring berbasis Internet of Things dan prototipe sistem proteksi persawahan dirancang secara komprehensif. Parameter yang dipantau adalah pH air irigasi menggunakan sensor pH V2 electrode probe dan konsentrasi gas CO dengan sensor MQ7. Mikrokontroler NodeMCU ESP32 dihubungkan dengan sensor-sensor dan diproses untuk mengendalikan pintu air irigasi sebagai sistem proteksi persawahan. Jika terdeteksi adanya limbah cair, maka pintu irigasi akan otomatis tertutup. Data yang diperoleh dikirim ke server dan dapat diakses melalui aplikasi dan web Blynk. Waktu respons sensor dan kerja aktuator motor stepper adalah 25,8 detik.Kata kunci: pencemaran, monitoring, sensor pH, sensor gas CO, IoTÂ ABSTRACTThe agricultural sector is one of the backbones of the economy in Indonesia. There are challenges in managing agricultural infrastructure such as rice fields which are still polluted by factory waste.Therefore, a system is needed to combine air and air quality and a rice field protection system. In this research, an Internet of Things-based monitoring system and a rice field protection system prototype were designed comprehensively. The parameters detected are the pH of the irrigation water using the V2 pH sensor electrode probe and the CO gas concentration using the MQ7 sensor. The NodeMCU ESP32 microcontroller is connected to sensors and processed to control irrigation water gates as a rice field protection system. If liquid waste is detected, the irrigation door will automatically close. The data obtained is sent to the server and can be accessed via the Blynk application and web. The sensor response time and stepper motor actuator work is 25.8 seconds.Keywords: pollution, monitoring pH sensor, CO gas sensor, Io
Pola Pengelompokan dan Pencegahan Public Honeypot menggunakan Teknik K-Means dan Automation Shell-Script
ABSTRAKMakalah ini mengimplementasikan sistem log honeypot untuk menganalisis eksploitasi dari global internet berupa kategori serangan Statistical Traffic Analysis, Top Targeted Attack Sources and Destination, Penetration Analysis dan Infection Pattern Analysis serta Intrusion Detection System (IDS). Pengelompokan level kategori serangan adalah low, medium, dan high, dengan Teknik K-Means dan menerapkan rule filtering IPTables Automation yang digunakan untuk teknik mitigasi pada perangkat farm server dan virtual router public. Hasil attribute yang di cluster mendapatkan jumlah kuadrat jarak cluster ke pusat cluster terdekat, ditimbang dengan bobot nilai μi dan persentase jumlah serangan sebesar 64% untuk kategori High, 36% medium dan Low dengan jumlah tahapan clustering sebanyak 3 tahapan iterasi untuk mendapatkan cluster yang sesuai. Iterasi hasil Rule Firewall IPTables, untuk perangkat vRouter menghasilkan history beban kerja CPU berkurang menjadi 28%, dan memory 39%. vFarm Server menunjukkan beban kerja CPU pada masing-masing vServer berkurang menjadi 43% dan Memory (RAM) menjadi menjadi 21%.Kata kunci: Machine Learning, Cyber Security, Honeypot, K-Means, Firewall IPTables ABSTRACTThis paper implements a honeypot log system to analyze exploitation of the global internet in the form of Statistical Traffic Analysis attack categories, Top Targeted Attack Sources and Destinations, Penetration Analysis and Infection Pattern Analysis and Intrusion Detection System (IDS). The grouping of attack category levels is low, medium, and high, using the K-Means technique and applying the IPTables Automation filtering rule used for mitigation techniques on server farm devices and public virtual router. The results of the clustering attribute get the mean of the squares of the cluster distance to the nearest cluster center, weighted by the weight of the μi value and the percentage of the number of attacks is 64% for the High, 36% medium and Low with a number of clustering stages of 3 iteration stages to get the appropriate cluster. Iteration of the results of the IPTables Firewall Rule, for vRouter devices, results in a history of CPU workload being reduced to 28%, and memory to 39%. vFarm Server shows the CPU workload on each vServer is reduced to 43% and RAM to 21%.Keywords: Machine Learning, Cyber Security, Honeypot, K-Means, Firewall IPTable
Efek Jumlah Ridge terhadap Performansi Antena Horn untuk Aplikasi Tomografi
ABSTRAKPaper ini membahas pengaruh jumlah profil ridge terhadap performansi antena horn untuk aplikasi tomografi. Penelitian ini mengobservasi dua variasi jumlah ridge, yaitu dua ridge dan empat ridge. Untuk mengevaluasi pengaruh jumlah ridge terhadap kinerja antena horn, maka didesain tiga jenis antena horn yang berbeda: antena horn tanpa ridge (horn konvensional), antena horn dengan penambahan dua ridge (DRHA), dan antena horn dengan penambahan empat ridge (QRHA). Ketiga jenis antena difabrikasi dengan menggunakan teknik CNC milling dengan bahan dasar aluminium. Kinerja antena kemudian dikarakterisasi melalui eksperimen yang bertujuan untuk mengamati pengaruh jumlah ridge terhadap parameter-parameter antena, yaitu koefisien refleksi, gain, dan pola radiasi. Hasil dari karakterisasi eksperimen menunjukkan bahwa QRHA, yaitu antena horn dengan penambahan empat ridge, memberikan kinerja terbaik dalam hal bandwidth, beamwidth, dan gain.Kata kunci: antena horn; frekuensi cut-off; tomografi; double-ridge, quad-ridge. ABSTRACTThis paper discusses the effect of ridge number on the horn antenna performance for tomography application. The study observes two variations in the number of ridges: two ridges and four ridges. To evaluate the impact of the number of ridges on the horn antenna's performance, three different types of horn antennas were designed: horn antenna without ridge (conventional horn antenna); horn antenna with two addition ridges (DRHA); horn antenna with four addition ridges (QRHA). The antennas were fabricated using CNC milling technique with aluminum as the base material. The antenna performance was then characterized through experiments aimed at observing the influence of the number of ridges on antenna parameters in term of reflection coefficient, gain, and radiation pattern. The results of the experimental characterization indicated that QRHA, the horn antenna with the addition of four ridges, exhibited the best performance in terms of bandwidth, beamwidth, and gain.Keywords: horn antenna,cut-off frequency,tomography,double-ridge,quad-ridge
Gemeente Semarang 1906 – 1942: Sebuah Riwayat Tata Kota Kolonial
Sebelum menjadi gemeente, kondisi sosial, ekonomi, tata kelola air, dan sebagainya berada di bawah kontrol langsung dari pemerintah koloni dengan model yang sama seperti kota-kota di Eropa. Namun semenjak desentralisasi diterapkan, Semarang berubah secara cepat, menjadi kota dengan fasilitas yang memadai dan dengan infrastruktur yang berkesinmabungan. Permasalahan yang dibahas dalam riset ini adalah bagaimana pemerintah Hindia-Belanda mengatur kota semarang yang tadinya sangat Eropa-sentris, menjadi kota yang disesuaikan bagi penduduk pribumi. Urgensi / tujuan penulisan artikel ini ialah untuk mengungkap kronologi dan proses awal pengesahan Gemeente Semarang hingga pembangunan berbagai fasilitas publik di sebagian besar bidang, yaitu artitektur kota, dinamika pelabuhan, eksistensi pasar, “kampongverbetering†(perbaikan kampung) dan dinamika Burgerlijke Openbare Werken di Kota semarang dalam merekonstruksi kota ini dalam bentuk Gemeente. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sejarah yang meliputi empat tahap: Heuristik, Verifikasi, Interpretasi, Historiografi. Hasil yang didapat adalah bahwa dilakukan sebuah “verbetering†atau perbaikan terhadap kampung-kampung di kota Semarang. Sementara dari segi pelabuhan, Semarang pada masa seelum desentralisasi telah dilakukan sebuah modernisasi oleh rezim Daendels.Dari segi arsitektur kota, sebelum dilakukan desentralisasi, model kota semarang hampir sama dengan Batavia yang mana, sungai merupakan urat nadi penting perekonomian masyarakat
Optimalisasi Termal Pada Perancangan Bangunan Creative Hub di Kota Medan dengan Plug-in Sefaira
Pada pertemuan Friends Of Creative Industries (FEC) bulan November 2020, dikatakan ekonomi kreatif merupakan bagian penting dari pemulihan ekonomi global. Data dari Bekraf menunjukan bahwa Sumatera Utara memiliki ketertarikan pada industri kreatif, dengan subsektor musik, kuliner dan seni pertunjukan yang paling diminati. Oleh karena itu, dibutuhkan creative hub untuk mewadahi industri kreatif ini. Selain itu, banyak masyarakat mulai sadar akan perubahan iklim karena kualitas lingkungan saat ini semakin menurun karena faktor alam itu sendiri maupun makhluk hidup. Berawal dari kesadaran ini, para arsitek mulai mencari solusi untuk mengatasi masalah iklim dengan menggunakan pendekatan desain yang meningkatkan kinerja termal bangunan dan mampu mengurangi emisi gas rumah kaca pada atmosfer bumi sehingga meminimalkan pemanasan global. Penggunaan software Sefaira harus digunakan sebagai alat tambahan untuk membantu mengoptimalkan penerapan sustainable architecture. Setelah menentukan lokasi perancangan, orientasi bangunan, serta kebutuhan bangunan yang digunakan pada bangunan, Sefaira akan memberikan informasi hasil dari simulasi desain bangunan seperti nilai peak loads, free area serta comfort berdasarkan tiga indikator seperti dry bulb temperature, operating temperatur dan ASHRAE 55. Dengan demikian, simulasi Sefaira ini akan memungkinkan bangunan untuk memaksimalkan tingkat kenyamanan dan mempermudah perancangan untuk mendesain bangunan yang sustainable dengan mengoptimalkan perancangan melalui rekomendasi yang diberikan oleh software Sefaira
Increasing the Potential of MSMEs through Increasing Capabilities in Building Business Identity
The aim of this service activity is to help MSMEs in preparing a good and professional company profile so that MSMEs can increase their competitiveness in the current era of globalization. The problem faced by partners is a lack of knowledge and skills in creating a good and professional company profile. The method used in this activity is in the form of training which is divided into 3 stages, namely preparation, delivery of material and training and discussion. The material presented in this activity is the concept of a company profile, the function of a company profile and how to prepare a company profile. The results of the training activities carried out show that there has been an increase in the knowledge and skills of MSME managers in developing MSMEs
Workshop on Environmental Compassion and Energy-Saving Character Development
The cultivation of strong character in schools can be achieved through character education. One promising approach to cultivating a deep affection for the environment is through the Workshop on Environmental Compassion and Energy Savings Character Development. Hence, it is essential to educate individuals about the implementation of the 4R (Reduce, Reuse, Repair, Recycle) principles and minimize energy when utilizing electronic devices in households and schools. By nurturing a foundational awareness of energy conservation and environmental consciousness at Bruder Melati Pontianak Elementary School, it is expected that the teachers will be able to impart this knowledge. Through the implementation of dissemination, school citizens gain a greater comprehension and consciousness of the 4R movement and the more prudent utilization of electricity by 94.4%. Furthermore, they acquire fresh perspectives concerning the energy-saving patterns of daily electrical energy use, thereby contributing to the betterment of society as a whole
Pengaruh Temperatur Terhadap Kinerja Sel Pembangkit Listrik Direct Methanol (DMFC)
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menjelaskan prinsip-prinsip termodinamika-elektrokimia pada sel pembangkit listrik Direct Methanol Fuel Cell (DMFC). Investigasi parametrik Fuel Cell dilakukan untuk mensimulasikan perilaku kinerja sel dalam berbagai temperatur operasi. Sistem ini dimodelkan secara matematika dan disimulasikan serta hasilnya divalidasi dengan hasil teoritis dan eksperimental dari literatur. Hasil simulasi menunjukkan bahwa dengan meningkatnya temperatur operasi sel pembangkit listrik akan menurunkan energi bebas Gibbs. Hal ini sesuai dengan persamaan termodinamika tentang energi Gibbs. Sedangkan kenaikan temperatur sel akan menaikkan tegangan reversibel dan output cell voltage serta akan menurunkan batas efisiensi maksimum fuel cell. Model yang dihasilkan juga menggambarkan adanya hubungan antara tegangan sel dengan energi bebas Gibbs. Berdasarkan hasil simulasi diperoleh sel pembangkit listrik yang digunakan memliki tegangan cell reversibel maksimum adalah sekitar 1,2 V pada 25OC dan batas efisiensi maksimum 96,6% pada 25OC dan minimum 95,2% pada 100OC.Kata kunci: fuel cell, sel pembangkit listirk direct methanol, temperatur fuel cell, energi bebas Gibbs, tegangan reversibel, batas efisiensi maksimum ABSTRACTThe purpose of this study is to explain the principles of thermodynamicselectrochemistry in Direct Methanol (DMFC) power generation. Fuel Cell parametric investigations were carried out to simulate the performance of cells under various operating temperatures. The system was modeled and simulated and then the results were validated with theoretical and experimental results from the literature. The simulation results show that with an increase in the operating temperature of the fuel cell will reduce Gibbs' free energy. This corresponds to Gibbs' energy thermodynamics equation. Meanwhile, an increase in the temperature of the cell will increase the reversible voltage and output cell voltage and will lower the maximum efficiency limit of the fuel cell. The resulting model also illustrates the relationship between cell voltage and Gibbs' free energy. Based on the simulation results, the maximum reversible cell voltage used is about 1.2 V at 25OC and the maximum efficiency limit is 96.6% at 25OC and minimum 95.2% at 100OC.Keywords: fuel cell, direct methanol fuel cell, temperature of fuel cell, Gibbs free energy, reversible voltage, maximum efficiency limi