Institut Teknologi Nasional: Jurnal Itenas Online
Not a member yet
    1717 research outputs found

    Analisis Sistem Proteksi Kebakaran Hotel Santika Kota Pekalongan

    Full text link
    ABSTRAKKebakaran menggambarkan masalah yang kerap kali dialami oleh Indonesia dan di kota lainya. Seiring dengan modernisasi kehidupan perkotaan di Kota Pekalongan, peluang terjadinya kebakaran semakin meluas. Gedung-gedung seperti hotel, yang memiliki aktivitas tinggi rentan terhadap risiko kebakaran. Oleh karena itu, penting untuk menyediakan sistem proteksi kebakaran yang memadai pada bangunan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi pada bangunan dan menilai komponen sistem proteksi kebakaran di Hotel Santika Kota Pekalongan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan wawancara dan check list untuk mengumpulkan data dari pihak terkait serta observasi untuk mengamati kondisi bangunan. Hasil menunjukkan bahwa penerapan sistem proteksi kebakaran Hotel Santika Kota Pekalongan dengan nilai kondisi 16,75% (CUKUP) untuk sistem kelengkapan tapak, nilai 23,175% (BAIK) untuk sistem sarana penyelamatan, nilai 23,448% (BAIK) untuk sistem proteksi aktif serta nilai kondisi sistem sarana pasif 22,672% (BAIK). Secara keseluruhan, sistem keselamatan bangunan mendapatkan nilai 86,045% yang menunjukkan nilai kondisi (BAIK) pada bangunan Hotel Santika Kota Pekalongan.Kata kunci: gedung hotel, proteksi kebakaran, sistem proteksi aktif ABSTRACTWith the modernization of urban life in Pekalongan City, the risk of fires has increased. Buildings such as hotels, which have high levels of activity, are particularly vulnerable to fire risks. Therefore, it is essential to provide adequate fire protection systems in these buildings. This study aims to analyze the condition of the building and assess the fire protection system components at Santika Hotel in Pekalongan City. The method used was descriptive qualitative, employing interviews and checklists to collect data from relevant parties, along with observations to evaluate the building's condition. The results show that the implementation of the fire protection system at Hotel Santika Kota Pekalongan has a condition value of 16.75% (ENOUGH) for the site completeness system, 23.175% (GOOD) for the rescue facility system, 23.448% (GOOD) for the active protection system, and 22.672% (GOOD) for the passive facility system. Overall, the building safety system received a score of 86.045%, indicating a condition value of (GOOD) for the Santika Hotel Pekalongan City building.Keywords: hotel building, fire protection, active protection system 

    Work Posture Analysis Using Rula Method To Minimize Musculoskeletal Disorders Complaints Among Doctors At Pt Rusunda Medika Abadi

    Full text link
    In the current industrial era, Indonesia is experiencing significant developments in the competition of goods and services. Business actors compete with each other to dominate market share, which drives them to develop innovations and improve productivity. The human factor is a key element in enhancing company performance, where effective management can improve efficiency and productivity. This research focuses on PT Rusunda Medika Abadi, a healthcare company specializing in male circumcision. The company faces challenges related to poor posture among doctors during procedures, caused by the use of manual techniques, which can lead to fatigue and musculoskeletal issues, ultimately affecting performance and workplace safety. This activity poses a risk of causing musculoskeletal disorders complaints among the workforce. Therefore, a posture analysis of the doctor was conducted to identify those risks and provide improvement suggestions. The Rapid Upper Limb Assessment (RULA). methods is used to assess the workers' posture during activities. The research results are expected to provide improvement recommendations in accordance with ergonomic and biomechanical principles, thereby enhancing worker performance and health as well as reducing the risk of injury

    Pengujian Model Klasifikasi Kesegaran Daging Sapi Berbasis GLCM (Gray Level Co-occurrence Matrix) dan Algoritma Machine Learning

    Full text link
    AbstrakDaging sapi merupakan sumber hewani yang penting, namun konsumsi masyarakat Indonesia masih rendah dan harga yang terus meningkat mendorong adanya praktik curang, seperti mencampur daging segar dan tidak segar. Hal ini berdampak pada kesehatan karena daging sapi tidak segar mengandung bakteri berbahaya. Penelitian ini dilakukan untuk mengklasifikasikan kesegaran daging sapi dengan memanfaatkan metode ekstraksi fitur Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM) dan algoritma Random Forest serta Decision Tree. Penelitian ini menggunakan 400 data citra augmentasi dan dibagi menjadi 238 data latih dan 160 data uji atau dengan rasio 60:40. Hasil penelitian ini menunjukkan Accuracy sebesar 93% untuk Random Forest dan 88% untuk Decision Tree.Kata kunci: Daging Sapi, Klasifikasi Citra, Gray Level Co-ccurrence Matrix (GLCM), Random Forest, Decision TreeAbstractBeef is a vital source of animal protein. However, its consumption in Indonesia remains relatively low. The continuous increase in beef prices has led to fraudulent practices, such as mixing fresh and non-fresh meat, which poses serious health risks due to the presence of harmful bacteria in spoiled meat. This research aims to classify the freshness level of beef using feature extraction techniques through the Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM) and the Random Forest Algorithm. The study uses 400 augmented image data, divided into 238 training data and 160 testing data with a 60:40 ratio. The results show that the Random Forest algorithm achieved an Accuracy of 93%, while the Decision Tree reached 88%.Keywords: Beef, Image Classification, Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM), Random Forest, Decision Tre

    Adaptive Solar Panel in Wiyata Tech Village, Towards Energy Independence

    Full text link
    Nighttime illumination in Wiyata Tech Village, Kutamanah, Sukasari District, Purwakarta, has been limited due to the reliance on low-capacity lamps. To address this issue, solar panels were deployed to provide public street lighting (PSL), aiming to enhance energy autonomy and utilize renewable energy resources. The village, covering an area of 30.1 square kilometers, is part of Sukasari District, which spans 92.01 square kilometers and includes five villages. This community service project involved the installation of solar panels in Desa Kutamanah, with a participatory approach fostering local empowerment and technology adoption. A satisfaction survey conducted one month after installation revealed overwhelmingly positive feedback from residents, who noted significant improvements in lighting and community impact. The program successfully demonstrated the effectiveness of solar panels in improving street lighting, fostering energy independence, and encouraging sustainable use of renewable resources

    Analisis Perubahan Tutupan Lahan Menggunakan Algoritma CART untuk Evaluasi Kesesuaian Lahan Terhadap RTRW Kabupaten Tangerang

    Full text link
    ABSTRAKKabupaten Tangerang mengalami pertumbuhan penduduk pesat yang mendorong perubahan tutupan lahan. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2020 digunakan sebagai panduan pemanfaatan lahan, dengan klasifikasi utama: lahan terbangun, badan air, vegetasi, dan lahan terbuka. Penelitian ini menganalisis perubahan tutupan lahan menggunakan algoritma Classification and Regression Trees (CART) pada citra Sentinel-2A tahun 2019 dan 2023 di Google Earth Engine. Hasil menunjukkan peningkatan luas bangunan dan lahan terbuka masing-masing 19,866 km² dan 17,877 km², sementara vegetasi dan badan air menurun 33,446 km² dan 4,297 km². Akurasi klasifikasi mendapatkan 89,36% (2019) dan 90,29% (2023). Selain itu, kesesuaian tutupan lahan dengan RTRW meningkat 36,71 km² atau 4%. Hasil ini menunjukkan efektivitas metode CART dalam memantau perubahan tutupan lahan serta relevansinya dengan kebijakan tata ruang di Kabupaten Tangerang.Kata Kunci : Tutupan lahan; Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Google Earth Engine (GEE),Classification and Regression Trees (CART), Penginderaan jauh.ABSTRACTTangerang Regency is experiencing rapid population growth that is driving land cover change. The 2020 Regional Spatial Plan (RTRW) is used as a guide for land use, with the main classifications: built-up land, water bodies, vegetation, and open land. This study analyzed land cover change using the Classification and Regression Trees (CART) algorithm on 2019 and 2023 Sentinel-2A images in Google Earth Engine. The results showed an increase in building area and open land of 19.866 km² and 17.877 km² respectively, while vegetation and water bodies decreased by 33.446 km² and 4.297 km². The classification accuracy was 89.36% (2019) and 90.29% (2023). In addition, land cover conformity with the RTRW increased by 36.71 km² or 4%. These results demonstrate the effectiveness of the CART method in monitoring land cover change and its relevance to spatial policy in Tangerang District.Keywords: Land cover, Regional Spatial Plan (RTRW), Supervised Classification, Google Earth Engine (GEE), Classification and Regression Trees (CART), Remote sensin

    Pengaruh Jenis Sambungan Jari dan Sambungan Miring pada Balok Laminasi Galar Bambu Petung Terhadap Keruntuhan Geser

    Full text link
    ABSTRAKKebutuhan kayu sebagai bahan konstruksi yang semakin meningkat tidak seimbang dengan ketersediaan bahan baku kayu yang memadai, sehingga pemanfaatan bambu sebagai alternatif harus lebih dioptimalkan. Salah satu upaya untuk mengoptimalkan pemanfaatan bambu yaitu dengan teknik laminasi, sehingga dengan dapat diperoleh balok sesuai dengan dimensi yang diinginkan. Akan tetapi penggunaan sambungan sulit dihindarkan pada struktur bentang panjang sehingga diperlukan jenis sambungan yang paling optimum antara sambungan jari (finger joint) dengan sambungan miring (scarf joint). Bambu yang digunakan adalah bambu petung yang dibentuk galar. Benda uji terdiri 3 variasi meliputi balok tanpa sambungan dari bahan galar (BLP-G), balok dengan sambungan jari (BLP-GJ), serta balok dengan sambungan miring (BLP-GM). Aplikasi sambungan pada balok laminasi memberikan pengaruh terhadap penurunan kekuatan balok. Penurunan kekuatan balok masing-masing sebesar 17,863% untuk sambungan jari (BLP-GJ), 66,119% untuk sambungan miring (BLP-GM). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa balok BLP-GJ memiliki kekuatan dalam memikul beban yang lebih tinggi dibandingkan balok BLP-GM. Hal ini disebabkan aplikasi sambungan jari memiliki sifat saling mengunci dibanding sambungan miring yang memiliki kekuatan pada bidang perekat dan kemiringan sambungan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa aplikasi sambungan jari lebih kuat dibanding sambungan miring untuk aplikasi sambungan pada balok laminasi.Kata kunci: balok laminasi bambu, finger joint, scarf joint ABSTRACKThe utilization of wood as a building material has indicated an increasing whether of structural and nonstructural elements. The necessity of wood could not be fulfilled due to the lack of wood with a large diameter. On the other hand, the utilization of bamboo has not been optimal so far because of its short durability of bamboo and the limited dimension of bamboo. The problem can be solved by laminating and joining. The research was conducted to optimize the joint type of finger joint and scarf joint. The bamboo used in this research was bamboo Petung (Dendrocalamus asper). Specimens of laminated beams were made in 3 variations. Beams were made without joint (BLP-G), beams with finger joint (BLP-GJ), and beams with scarf joint (BLP-GM). Each variation consists of 3 samples. Application joint at laminated beam influenced degradation of the strength of the laminated beam. The strength of beam degradation is 17,863 % (BLP-GJ), and 66,119 % (BLP-GM). The result of the experiment showed that BLP-GJ beams were stronger than BLP-GM beams because the application finger joint had better interlocking than the scarf joint. Based on the experimental result, it could be concluded that the application finger joint was stronger than the scarf joint.Keywords: bamboo laminated beam, finger joint, scarf join

    Klasifikasi Kelembapan Tanah Berbasis Data Sensor IoT Menggunakan Support Vector Machine (SVM)

    Full text link
    AbstrakPenerapan teknologi Internet of Things (IoT) dalam pertanian presisi menawarkan peluang signifikan untuk meningkatkan literasi ilmiah sekaligus efisiensi penggunaan sumber daya. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem klasifikasi kebutuhan penyiraman tanaman berbasis data sensor IoT dengan algoritma Support Vector Machine (SVM). Sistem dirancang menggunakan sensor suhu dan kelembapan (DHT11) serta sensor kelembapan tanah yang dihubungkan dengan mikrokontroler ESP8266. Data dikirim secara berkala ke platform digital dan dianalisis menggunakan metode pembelajaran mesin. Evaluasi kinerja dilakukan melalui metrik akurasi, presisi, recall, dan F1-score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SVM dengan kernel Radial Basis Function (RBF) mampu mencapai akurasi hingga 97%. Temuan ini membuktikan bahwa integrasi IoT dapat meningkatkan efisiensi pertanian presisi.Kata kunci: IoT, klasifikasi, Support Vector Machine, machine learning, pertanian presisiAbstractThe application of Internet of Things (IoT) technology in precision agriculture offers significant opportunities to improve scientific literacy and resource use efficiency. This study aims to develop a system for classifying plant watering needs based on IoT sensor data using the Support Vector Machine (SVM) algorithm. The system is designed using temperature and humidity sensors (DHT11) and soil moisture sensors connected to an ESP8266 microcontroller. Data is sent periodically to a digital platform and analyzed using machine learning methods. Performance evaluation was conducted using accuracy, precision, recall, and F1-score metrics. The results showed that SVM with Radial Basis Function (RBF) kernel was able to achieve an accuracy of up to 97%. These findings prove that IoT integration can improve precision agriculture efficiency.Keywords: IoT, classification, Support Vector Machines, machine learning, precision agricultur

    PERANCANGAN ENVIRONMENTAL GRAPHIC DESIGN DI KAWASAN KAMPUNG WISATA KREATIF CIGADUNG

    Full text link
    Creative tourism is one of the main strategies for developing sustainable tourist destinations by emphasizing creativity, culture, and local activities as its main attractions. This village boasts 69 tourism potentials, including fashion, crafts, culinary, lodging accommodations, and cultural arts sectors. However, only six destinations have been fully prepared and agreed upon for development: Rumah Batik Komar, RCK, Saung Kasep, Studio Rosyid, Batik Cigadung, and Batik Hasan. his research aims to design Environmental Graphic Design (EGD) in the KWK Cigadung area as a solution to the lack of clear information systems, such as location directions and other essential details. The data collection method employs a qualitative approach through literature studies and observations. This EGD design is expected to provide an integrated, easy-to-understand, and functional information system, enabling tourists to navigate and explore other destinations within the area more efficiently

    KINERJA BLACK SOLDIER FLY LARVAES (BSFL), HERMETIA ILLUCENS L., DALAM PENGOLAHAN LUMPUR TINJA DENGAN PENCAMPURAN SAMPAH PERIKANAN DAN SAMPAH BUAH PIDADA

    Full text link
    Sanitasi di Muara Gembong tergolong ‘belum layak’ karena toilet tidak terhubung dengan sistem pembuangan yang memadai, dan unit pengumpulan desentralisasi tidak sesuai standar nasional. Oleh karena itu, pengolahan lumpur tinja setempat dari sumbernya penting untuk meningkatkan akses sanitasi layak. Penggunaan Black Soldier Fly Larvaes (BSFL) untuk mengolah lumpur tinja merupakan pendekatan inovatif guna mengurangi volume lumpur tinja dan menghasilkan produk yang tinggi protein sebagai pakan ternak. Namun, lumpur tinja sebagai substrat BSFL tidak mendukung pertumbuhan optimal larva karena kandungan nutrisinya rendah. Untuk meningkatkan nutrisi, co-substrate berupa limbah perikanan (IKN) dan buah pidada (PDD) ditambahkan. Tujuh variasi substrat diformulasikan, dan sekitar 100 mg substrat/larva/hari diberikan selama 12 hari. Kinerja BSFL dipantau melalui survival rate (SR), waste reduction rate (WR), dan biomass conversion rate (BCR). Hasil menunjukkan penambahan IKN secara signifikan meningkatkan kinerja BSFL (P < 0,05), dengan substrat 50% lumpur tinja + 50% IKN memberikan nilai SR, WR, dan BCR tertinggi. Sebaliknya, penambahan PDD menurunkan SR dan WR, terutama pada varian 50% lumpur tinja + 50% PDD (F1-S1)

    Penerapan Desain Kontemporer Pada Fasad Perancangan Mall Sport Gear Di Segitiga Emas Kosambi Bandung

    Full text link
    ABSTRAK Perancangan fasad Mall Sport Gear di Segitiga Emas Kosambi Bandung bertujuan untuk menciptakan identitas arsitektural yang modern dan menarik, sekaligus mencerminkan konsep kontemporer dalam desainnya. Fasad berperan penting dalam menentukan karakter bangunan serta memberikan pengalaman visual yang berkesan bagi pengguna. Penelitian ini menyoroti penerapan elemen-elemen desain kontemporer pada fasad, seperti penggunaan material inovatif, permainan bentuk dan tekstur, serta integrasi pencahayaan alami yang optimal. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, analisis kontekstual lokasi, serta analisis desain yang fokus pada kenyamanan dan ketahanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan material ramah lingkungan, desain fasad yang responsif terhadap iklim, serta penggunaan elemen transparansi dapat meningkatkan estetika sekaligus kenyamanan pengguna. Selain itu, penerapan teknologi smart fasad berkontribusi dalam mengoptimalkan efisiensi energi dan mendukung konsep bangunan hijau. Dengan demikian, desain fasad ini diharapkan dapat menjadi ikon arsitektur kontemporer yang tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi minat lingkungan perkotaan dan daya tarik komersial mall tersebut. Kata kunci: desain kontemporer, fasad, mall sport gear, segitiga emas kosambi, smart facade  ABSTRACT The façade design of the Mall Sport Gear in Segitiga Emas Kosambi Bandung aims to create a modern and attractive architectural identity while reflecting contemporary design concepts. The façade plays a crucial role in defining the building's character and providing a memorable visual experience for users. This study highlights the application of contemporary design elements in the façade, such as the use of innovative materials, the interplay of forms and textures, and the integration of optimal natural lighting. The methods used include literature studies, contextual site analysis, and design analysis focusing on comfort and resilience. The findings indicate that the use of environmentally friendly materials, a climate-responsive façade design, and the incorporation of transparency elements can enhance both aesthetics and user comfort. Additionally, the implementation of smart façade technology contributes to optimizing energy efficiency and supporting the green building concept. Thus, this façade design is expected to become a contemporary architectural icon that not only serves as an aesthetic element but also adds value to urban sustainability and the commercial appeal of the mall. Keywords: Contemporary Design, façade, mall sport gear, segitiga emas kosambi, smart facad

    1,600

    full texts

    1,717

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institut Teknologi Nasional: Jurnal Itenas Online
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇