Institut Teknologi Nasional: Jurnal Itenas Online
Not a member yet
1717 research outputs found
Sort by
Comparison of Buck and Synchronous Buck Converters for ANFIS-Controlled Li-Ion Fast Charging
The research discusses the implementation of a fast charging system on Lithium-Ion batteries by comparing the performance of conventional Buck Converters and Synchronous Buck Converters. Charging is carried out using constant current (CC) and constant voltage (CV) methods with set points of 4A and 16.8V as the targets used, and is equipped with sensors to monitor voltage and current during the charging process. The system is controlled by the Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS) which is useful for maintaining charging stability at one battery specification with a full capacity of 4.2V voltage and 4A current. Test results show that ANFIS is able to maintain filling parameters within safe limits. In addition, the Synchronous Buck Converter provides better efficiency than conventional Buck Converters in terms of efficiency and controlling voltage fluctuations, so it is more optimal for use in Lithium-Ion battery fast charging systems
Packaging InnoPackaging Innovation as an Effort to Increase the Selling Value of Bu Gan's Frozen Food MSME Productsvation as an Effort to Increase the Selling Value of Bu Gan's Frozen Food MSME Products
This community service program was conducted at UMKM Bu Gan, located in Mergan Village, Malang City, with the objective of improving the quality and competitiveness of its frozen food products through the provision of a vacuum sealer machine. The partner’s main challenge was limited packaging capabilities, as the products were previously wrapped using simple plastic packaging, resulting in low durability and anunattractive product appearance. To address this issue, the service team provided training on the importance of hygienic, informative, and appealing packaging, along with hands-on demonstration of the vacuum sealer machine’s operation. The results indicate that UMKM Bu Gan is now able to operate the machine independently, producing neater and more professional packaging with extended shelf life. The application of this simple technology is expected to strengthen consumer trust, expand marketing opportunities both offline and online, and increase the overall selling value of frozen food products
AIoT-Based Soil Moisture Monitoring System for Precision Agriculture and Energy Efficiency in Rural Smart Villages
Alamendah Village is a horticultural area where irrigation and energy use are still managed manually, leading to water inefficiency and unmonitored electricity consumption. This study developed an AIoT-based system using ESP32 microcontrollers and soil moisture sensors to support precision irrigation and energy monitoring. The system design included sensor calibration to convert ADC values into moisture percentages, threshold-based irrigation recommendations, and a placement formula to determine sensor deployment. Field testing in strawberry plots demonstrated that soil moisture often dropped below the 40% threshold, triggering timely irrigation alerts. The dashboard provided real-time data visualization and revealed peak electricity demand in the evening at the village hall. The results indicated that the system enhanced irrigation accuracy, provided a baseline for monitoring energy consumption, and increased community awareness of sustainable resource management. The project offers a replicable model for integrating smart agriculture and energy monitoring in rural areas
Disaster Mitigation Strategies to Enhance Community Preparedness for Earthquake Hazards in Liang Village, Salahutu District, Central Maluku
The initiative to promote earthquake disaster mitigation strategies in Liang Village is designed to enhance the community's awareness and readiness in the face of potential earthquakes. This effort is crucial due to Maluku's earthquake-prone geographical characteristics, underscoring the need to equip residents with essential knowledge and mitigation skills. The approach includes socialization, engaging discussions, and training in using basic technologies like the Avenza Maps and INATEW. Residents from various hamlets participated, with support from the Maluku Provincial BPBD. The outcomes reveal a notable improvement in participants' comprehension, as shown by the increase in pretest and posttest scores. Furthermore, the community's active involvement in establishing disaster preparedness groups reflects heightened collective awareness. The use of simple technology also enhances residents' capability to map their surroundings. This initiative has effectively become an educational, practical, and innovative model for community-based disaster risk reduction
Transformasi Kebiasaan Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Menuju Budaya Perilaku Baik Pemilahan Sampah
ABSTRAKPermasalahan sampah yang meningkat setiap tahun menjadi tantangan serius bagi masyarakat, terutama di lingkungan perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami transformasi kebiasaan masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui program edukasi pemilahan sampah yang dilaksanakan di Bank Sampah Kappsa, RW 17 Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi pemilahan sampah yang melibatkan berbagai pihak, seperti karang taruna, civitas akademika Direktorat Vokasi, Perangkat desa, dan TJSL PT PLN Enjiniring, berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memilah sampah dan membentuk kebiasaan baru yang mendukung budaya perilaku baik. Temuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antar- stakeholder dalam membangun budaya lingkungan yang berkelanjutan dan berperilaku positif terhadap pengelolaan sampah. Edukasi yang berkelanjutan terbukti efektif dalam menciptakan perubahan perilaku jangka panjang dalam pengelolaan sampah di tingkat komunitas.Kata kunci: Pengelolaan sampah, edukasi pemilahan sampah, bank sampah, kesadaran lingkungan, Masyaraka
Perancangan Brand Identity Homestay Guha Pawon Institut Teknologi Nasional Bandung
ABSTRAKBrand Identity adalah wajah dari sebuah Brand. Brand adalah konsep emosional dan filosofis, dan Brand Identity adalah komponen visual dari suatu merek yang mewakili ide-ide yang lebih besar tersebut, seperti kumpulan semua elemen yang dibuat perusahaan untuk menggambarkan citra yang tepat bagi konsumennya. Brand Identity mencakup latar belakang, visi, misi, logo, tipografi, warna, target audiens, pengemasan dan pengiriman pesan, serta melengkapi dan memperkuat reputasi Brand yang sudah ada. Proyek desain yang tim kami buat adalah pembuatan sebuah Brand Identity untuk Homestay Guha Pawon. Tujuan dari pembuatan Brand Identity ini adalah menciptakan image yang baru dan menetap di benak masyarakat sekitar ataupun khalayak umum sehingga penyebutan homestay Guha Pawon ini tidak bermacam-macam. Dalam prosesnya, metodologi desain yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder yang diperoleh secara langsung dari narasumber dan platform online. Brand Identity yang dibuat tersebut mempresentasikan latar belakang homestay Guha Pawon tersebut. Luaran yang ditawarkan untuk Homestay Guha Pawon ini adalah pembuatan Logo, Tagline, Typefaces, dan Supergraphic.Kata kunci: Identitas Brand, Homestay, Guha Pawon ABSTRACTBrand Identity is the face of a brand. A brand is an emotional and philosophical concept, and Brand Identity is the visual component of a brand that represents those larger ideas, such as a collection of all the elements created by a company to portray the right image to its consumers. Brand Identity encompasses background, vision, mission, logo, typography, colors, target audience, packaging and message delivery, as well as complementing and strengthening an existing brand's reputation. The design project our team has undertaken is the creation of a Brand Identity for Homestay Guha Pawon. The objective of developing this Brand Identity is to create a new image that firmly establishes itself in the minds of the local community and the general public, ensuring consistent references to Homestay Guha Pawon. In the process, we utilized a qualitative design methodology with interview techniques. The data sources used include primary and secondary data obtained directly from interviewees and online platforms. The resulting Brand Identity presents the background of Homestay Guha Pawon. The deliverables offered for Homestay Guha Pawon include the creation of a Logo, Tagline, Typefaces, and Supergraphic. Kata kunci: Brand Identity, Homestay, Pawon Cav
Pemberdayaan Masyarakat Desa Kutamaneuh Melalui Pelatihan Gizi Seimbang
ABSTRAKMasalah gizi di wilayah pedesaan Indonesia, seperti Desa Kutamaneuh, masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Rendahnya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pola makan sehat dan seimbang menjadi faktor utama tingginya risiko stunting dan kekurangan zat gizi mikro. Untuk menjawab tantangan ini, dilakukan pelatihan gizi seimbang berbasis komunitas yang berfokus pada pemberdayaan perempuan. Kegiatan pelatihan dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu Training of Trainers (ToT) dan replikasi oleh fasilitator lokal. Metodologi pelatihan bersifat partisipatif, menggunakan pendekatan diskusi interaktif, visualisasi, praktik langsung, serta pengukuran kepuasan peserta melalui survei dan observasi partisipatif. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap prinsip gizi seimbang, antusiasme untuk menerapkan perubahan konsumsi rumah tangga, serta terbentuknya kader edukasi lokal. Pelatihan ini terbukti efektif dalam mendorong transformasi perilaku gizi berbasis masyarakat secara berkelanjutan.Kata kunci: Gizi seimbang, pemberdayaan perempuan, pelatihan berbasis komunitas, partisipati
Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Bokashi dalam Meningkatkan Produktivitas Tanaman Anggur di Desa Wanaraja Garut
ABSTRAK Indonesia ialah daerah yang beriklim tropis. Dimana kondisi ini menjadikan tanah Indonesia jadi tanah yang produktif atau subur yang sering kali diistilahkan tanah surga. Berkenaan dengan tanah yang produktif/subur maksudnya berkaitan dengan bidang pertanian. Desa Wanaraja merupakan salah satu Desa yang berada di Kabupaten Garut yang terbilang memiliki tanah pertanian dan perkebunan yang subur. Namun, tanah yang subur saja tidak cukup untuk tanaman, perlu adanya tambahan nutrisi atau pupuk sebagai penambah unsur hara dalam meningkatkan produktivitas pemanenan. Seperti halnya dalam kegiatan budidaya Anggur di Desa Wanaraja harus didukung penuh dengan pupuk bokashi agar penanaman anggur bisa berjalan dengan baik. Metode yang digunakan adalah dengan cara edukasi sekaligus praktek mengenai teknik pembuatan pupuk bokashi yang langsung dari pakarnya. Hasil dari pengabdian ini adanya pembuatan dan penebaran pupuk organik atau pupuk bokashi untuk tanaman anggur di Desa Wanaraja yang dikelola oleh anggota Kelompok Wati Tani Sarinah. Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik ini sangat bermanfaat bagi tanaman anggur itu sendiri dan juga bagi masyarakat Desa Wanaraja tersebut. Implikasi dari pengabdian ini mampu meringankan biaya pupuk kimia dan meningkatkan kualitas pemanenan. Kata kunci: Pelatihan, Pupuk Bokashi, Produktivitas, Kelompok Wanita Tani, Budidaya Anggu
Paradigma Resort Bali: Tradisi dan Modernisme dalam Hotel Tandjung Sari Sanur
Hotel Tandjung Sari di Sanur, berdiri sejak 1960-an, menjadi tonggak awal paradigma resort di Bali. Sebagai boutique hotel pertama, ia memadukan tradisi lokal dengan modernisme, menawarkan arah baru bagi arsitektur tropis berbasis budaya. Identitas arsitekturalnya terwujud melalui atap tradisional, material alami seperti batu, kayu, bambu, serta tata ruang terbuka yang menyatu dengan lanskap. Penelitian ini menelaah bagaimana Tandjung Sari mengintegrasikan nilai-nilai harmoni Bali dengan estetika modern yang sederhana dan humanis. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, kajian ini menelusuri sejarah, strategi desain, serta hubungan emosional antara pemilik, tamu, dan lingkungan. Hasil studi menunjukkan bahwa keberhasilan hotel ini terletak pada kemampuannya merintis Bali Style—gaya resort tropis yang kontekstual, berkelanjutan, sekaligus relevan hingga kini. Lebih dari sekadar penginapan, Tandjung Sari tampil sebagai simbol resistensi terhadap homogenisasi desain global dan menjadi model penting dalam memahami transformasi arsitektur resort di Bali yang tetap berakar pada identitas budaya loka
Arsitektur Taman Kerajaan Karangasem sebagai Simbol Representasi Kekuasaan
Penelitian ini membahas arsitektur Taman Tirta Gangga dan Taman Ujung di Karangasem, Bali, sebagai medium visual yang merepresentasikan kekuasaan, identitas, dan negosiasi budaya dalam konteks kolonial. Melalui pendekatan semiotika dan teori postkolonial, khususnya konsep hibriditas Homi Bhabha, kajian ini menelaah bagaimana perpaduan antara elemen arsitektur lokal Bali dan gaya kolonial Belanda menciptakan ruang-ruang yang tidak hanya estetis, tetapi juga politis. Taman Ujung menampilkan dominasi bentuk kolonial yang dikombinasikan dengan simbol-simbol lokal sebagai strategi kerajaan Karangasem dalam merespons tekanan kekuasaan asing. Sementara itu, Taman Tirta Gangga mencerminkan keseimbangan yang lebih kuat antara nilai lokal dan pengaruh luar, yang menunjukkan bentuk adaptasi dan resistensi budaya. Temuan ini menunjukkan bahwa arsitektur taman kerajaan di Karangasem merupakan bentuk representasi visual dari negosiasi kuasa dan upaya pelestarian identitas lokal di tengah arus kolonialisme