Institut Teknologi Nasional: Jurnal Itenas Online
Not a member yet
1717 research outputs found
Sort by
PERANCANGAN INTERIOR RUMAH TINGGAL TIGA LANTAI DENGAN PENDEKATAN MODERN INDUSTRIAL
Perancangan interior rumah tinggal pada lahan terbatas memerlukan pendekatan desain yang efisien dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan merancang interior rumah tinggal tiga lantai berukuran 7,9 × 11,7 meter di Lombok dengan pendekatan modern industrial untuk menjawab kebutuhan ruang keluarga dengan dua anak laki-laki. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif melalui studi literatur, observasi tapak, wawancara, sketsa tangan, dan pemodelan 3D. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan gaya industrial modern dengan penekanan pada efisiensi tata letak, pencahayaan alami, dan sirkulasi vertikal mampu menghasilkan hunian yang fungsional, nyaman, dan memiliki identitas visual yang kuat
Work-Life Balance di Industri Konstruksi dan Pelajaran Untuk Indonesia: Tinjauan Literatur Sistematis
ABSTRAKAdanya isu terhadap kesehatan mental pekerja di industri konstruksi, menjadikan Work-Life Balance (WLB) relevan dewasa ini. Karakteristik industri konstruksi Indonesia yang padat karya, membuat isu WLB menjadi penting untuk ditinjau karena masifnya keterlibatan manusia. Melalui tinjauan pustaka sistematis berdasarkan pedoman analisis bibliometrik, penelitian memberikan gambaran mengenai: perkembangan, tren, situasi dan peluang terkait WLB di industri konstruksi saat ini, baik di Indonesia maupun luar negeri. Hasilnya mengindikasikan bahwa fokus area WLB saat ini membahas mengenai hubungan dengan manajemen konstruksi, kesehatan mental, kesejahteraan pekerja, dan keberhasilan proyek atau perusahaan konstruksi. Praktik dominan negara maju seperti Australia dan Britania Raya adalah fleksibilitas dalam bekerja. Sementara Indonesia menghadapi hambatan dalam penerapan praktik WLB, seperti budaya jam kerja berlebih, kurangnya kepekaan manajemen, kurangnya bukti keberhasilan WLB, dan sulitnya manajemen melihat kebutuhan pekerja. Negara berkembang seperti Indonesia perlu membuat praktik WLB yang menstimulasi permintaan dan tantangan yang dihadapi karyawan terkait konflik WLB pekerja.Kata kunci: work-life balance, konstruksi, pekerja konstruksi, tinjauan literatur ABSTRACTThe issue of workers' mental health in the construction industry makes Work-Life Balance (WLB) relevant today. The characteristics of the Indonesia’s construction industry, which is labor-intensive, makes the issue of WLB important to review, due to the massive human involvement. Through a Systematic Literature Review based on bibliometric analysis, this research provides an overview of: research development, trends, situations and opportunities on WLB in the construction industry, both in Indonesia and abroad. The results indicate that the current focus areas of WLB address the relationship with construction management, workers' mental health, well-being, and the success of construction projects and companies. The dominant practice of WLB in developed countries such as Australia and United Kingdom is working flexibility. Meanwhile Indonesia faces a barrier to implementing WLB practices, such as culture excessive working hours, lack of management awareness, lack of evidence of WLB success, and difficulty for management to see the needs of workers on WLB conflict. Developing countries such as Indonesia need to create WLB practices that stimulate demand and challenges faced by employees regarding worker WLB conflicts.Keywords: work-life balance, construction, construction worker, literature review
Jarak Optimum Tie Constraint at Screws pada Cold-Formed Steel Built-Up Box Beams dengan Four-Point Flexural Loading
ABSTRAKCold-formed steel (CFS) memiliki sejumlah keunggulan: antara lain kekuatan tinggi, ringan, pemasangan cepat dan praktis, tahan terhadap kebakaran, daya tahan yang baik, serta dapat didaur ulang. Namun, balok dengan penampang terbuka yang umum digunakan pada konstruksi rentan terhadap ketidakstabilan akibat ketidaksamaan letak titik geser dan titik berat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, salah satu solusi yang banyak digunakan adalah penggunaan balok dengan built-up section. Penelitian ini menyajikan studi eksperimental mengenai pengaruh variasi jarak tie constraint at screws pada CFS built-up box beams terhadap pembebanan lentur empat titik. Enam spesimen balok dengan bentang 1.300 mm diproduksi dari profil C75×35 dengan tebal 0,75 mm; kemudian dirakit secara berhadapan menjadi penampang kotak dengan menggunakan self-drilling screw yang dipasang sepanjang sayap untuk berfungsi sebagai tie constraint at screws. Tiga konfigurasi jarak sekrup digunakan, yaitu H; 2H; dan 5,5H; dengan H adalah tinggi penampang. Semua pengujian dilakukan pada kondisi tumpuan sederhana. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variasi jarak tie constraint at screws berpengaruh signifikan terhadap perilaku lentur CFS built-up box beams. Berdasarkan hasil yang diperoleh, jarak sekrup 5,5H direkomendasikan untuk aplikasi desain pada kondisi pembebanan lentur empat titik.Kata kunci: cold-formed steel, built-up box beams, jarak tie constraint at screws, eksperimental ABSTRACKCold-formed steel (CFS) has many advantages, including high strength, lightweight, fast and practical installation, durability, recyclable, non-combustibility, and simple manufacturing procedures. However, since the shear center and the centroid of the cross-section do not coincide, open-section beams are prone to instability modes. To address this issue, researchers have used doubly symmetric built-up sections or built-up closed sections beams. This study presents an experimental investigation on CFS built-up box beams with varying screw spacing arrangements. Six beam specimens; each with a span of 1,300 mm; were subjected to four-point bending tests. The beams were fabricated from C75×35 profiles with a thickness of 0.75 mm, assembled face-to-face into built-up box sections using self-drilling screws positioned along the flanges to act as tie constraint at screws. Three screw spacing configurations were considered—H, 2H, and 5.5H—where H denotes the section depth. All tests were conducted under simple support conditions. Findings indicate that screw spacing significantly influences the flexural behavior of CFS built-up box beams. Based on the outcomes, a screw spacing of 5.5H is recommended for design applications under four-point bending conditions.Keywords: cold-formed steel, built-up box beams, tie constraint at screws spacing, experimen
Analisis Pengaruh Penambahan Crumb Rubber dan Filler Abu Tempurung Kelapa Terhadap Nilai Karakteristik Marshall pada Campuran Aspal Lapis Aus (AC-WC)
ABSTRAKLapis aus merupakan lapisan perkerasan jalan yang rentan mengalami kerusakan seperti retak (cracking) dan deformasi permanen, sehingga diperlukan inovasi pada campuran material. Penelitian ini bertujuan menentukan kadar aspal optimum (KAO) menggunakan aspal penetrasi 60/70 dengan penambahan crumb rubber (2,5%, 3%, 3,5%) sebagai aditif serta abu tempurung kelapa sebagai filler. Pengujian Marshall digunakan untuk mengevaluasi karakteristik campuran. Hasil penelitian menunjukkan penambahan crumb rubber dan filler berpengaruh signifikan terhadap sifat campuran. Pada kadar 3,5% crumb rubber diperoleh kepadatan 2,514 t/m³ dan VFA 78,038%, sedangkan stabilitas tertinggi 1.572,082 kg dan flow 4,490 mm terjadi pada kadar 3%. Nilai kepadatan dan VFA tinggi menunjukkan rongga udara kecil yang berpotensi menimbulkan bleeding dan rutting. Sebaliknya, kombinasi crumb rubber dan abu tempurung kelapa menurunkan kepadatan serta stabilitas, tetapi meningkatkan VIM 4,998% dan VMA 18,051%, sehingga campuran lebih fleksibel namun berisiko stripping.Kata kunci: crumb rubber, abu tempurung kelapa, ac-wc, marshall test, aditif ABSTRACTThe surface layer is a layer of road pavement that is prone to damage such as cracking and permanent deformation, necessitating innovation in material mixtures. This study aims to determine the optimum asphalt content (OAC) using 60/70 penetration asphalt with the addition of crumb rubber (2.5%, 3%, 3.5%) as an additive and coconut shell ash as a filler. Marshall testing was used to evaluate the characteristics of the mixture. The results show that the addition of crumb rubber and filler significantly affects the properties of the mixture. At a crumb rubber content of 3.5%, a density of 2.514 t/m³ and VFA of 78.038% were obtained, while the highest stability of 1,572.082 kg and flow of 4.490 mm occurred at a content of 3%. The high density and VFA values indicate small air voids that could potentially lead to bleeding and rutting. Conversely, the combination of crumb rubber and coconut shell ash reduces density and stability but increases VIM to 4.998% and VMA 18,051%, making the mixture more flexible but at risk of stripping.Keywords: crumb, rubber, coconut shell ash, ac-wc, marshall test, aditif
PENGARUH FAKTOR PERSONAL, MANAJEMEN, DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP PERILAKU KESELAMATAN PADA PROYEK PEMBANGUNAN BSI ACEH
Pekerjaan konstruksi memiliki resiko kecelakaan yang tinggi, dimana perilaku tidak aman merupakan penyebab sebagian besar dari kecelakaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh faktor personal, manajemen, dan dukungan sosial terhadap perilaku keselamatan. Pengambilan data melalui penyebaran kuesioner terhadap 122 pekerja yang terlibat dalam pembangunan Gedung BSI Aceh dengan penentuan sampel responden menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data menggunakan Structural Equation Model – Partial Least Squared (SEM-PLS) dengan perangkat lunak SmartPLS versi 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor personal memiliki pengaruh langsung terhadap perilaku keselamatan, dengan nilai t statistik 3.130 > 1.96 dan P value 0.002 1.96 dan P value 0.046 1.96 dan P value 0.006 <0.05. Namun, faktor personal tidak memiliki efek mediasi antara praktik manajemen dan dukungan sosial terhadap perilaku keselamatan. Diperlukan strategi yang tepat bagi manajemen agar meningkatkan perilaku keselamatan pekerja dengan meningkatkan motivasi melalui penghargaan dan pemberian hadiah, meningkatkan pengetahuan melalui pelatihan rutin dan pelatihan tambahan, serta meningkatkan praktik-praktik manajemen sehingga faktor tersebut bisa meningkatkan safety culture dan mengurangi kecelakaan kerja.Kata kunci: Faktor personal, dukungan sosial, praktik manajemen, perilaku keselamatan
PERANCANGAN AKTIVASI BRAND WISATA KAMPUNG BUDAYA PADI PANDANWANGI, CIANJUR
Kampung Budaya Padi Pandanwangi yang berada di Cianjur merupakan destinasi wisata yang memadukan nilai budaya, edukasi, dan keindahan alam. namun keberadaannya masih kurang dikenal masyarakat luas. Dengan latar belakang bahwa pariwisata dapat menjadi sarana pemerataan kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat, potensi wisata berbasis padi lokal unggulan ini perlu dioptimalkan melalui strategi aktivasi merek (brand activation). perancangan ini menggunakan metode kualitatif melalui penyebaran kuesioner kepada masyarakat untuk mengetahui tingkat kesadaran dan minat mereka, wawancara dengan pengelola untuk menggali potensi dan tantangan, serta observasi langsung ke lokasi wisata untuk memahami daya tarik dan pengalaman yang ditawarkan. Manfaat yang diharapkan dari perancangan ini adalah pembentukan citra destinasi wisata yang kuat, peningkatan kesadaran terhadap nilai budaya lokal, serta berkontribusi dalam membangun loyalitas pengunjung di masa depan dan menjadikan Kampung Budaya Padi Pandanwangi sebagai pusat edukasi utama untuk mempelajari padi pandanwangi. Kata kunci: pariwisata, padi, pandanwangi, aktivasi bran
Kajian Komparatif Ekonomi Perkerasan Lentur dan Kaku dengan Metode MDPJ 2017, Studi Kasus: Rekonstruksi Jalan Jampang Tengah-Kiara Dua
ABSTRAKRuas Jalan Jampang Tengah-Kiara Dua adalah jalan nasional antar Kota Sukabumi dan Sukabumi Selatan. Jalan ini mempunyai lebar 5 m dan panjang 10,40 km, serta tingkat kerusakan yang cukup parah, sehingga memerlukan perbaikan. Tujuan penelitian ini ialah mengevaluasi berdasarkan jenis perkerasan jalan yang kemudian ditinjau berdasarkan anggaran ekonomis untuk jalan tersebut. Dari perencanaan perkerasan lentur dan kaku menggunakan metode MDPJ 2017, diperoleh perkerasan lentur yaitu AC-WC setebal 4 cm, AC-BC setebal 6 cm, LFA Kelas A setebal 40 cm. Untuk perkerasan kaku, tebal pelat beton ialah 28,5 cm, lapis LMC setebal 10 cm, lapis drainase setebal 15 cm, lapis stabilisasi 30 cm, dowel D 36 sepanjang 450 mm, dan jarak 300 mm, lalu tie bars D 16 sepanjang 810 mm, dan spasi 750 mm. Dari hasil perhitungan ekonomi menggunakan metode Annual Worth didapat biaya untuk pembangunan dan pemeliharaan selama 40 tahun. Untuk Perkerasan Lentur Rp50.216.997.833 dan Perkerasan Kaku Rp48.641.598.628 dapat disimpulkan dari segi biaya konstruksi awal perkerasan lentur lebih ekonomis tetapi setelah adanya pemeliharaan pekerasan kaku lebih ekonomis dibandingkan perkerasan lentur.Kata kunci: annual worth analysis, MDPJ 2017, NPV, perkerasan kaku, perkerasan lentur ABSTRACTThe Jampang Tengah-Kiara Dua road section is a national road between Sukabumi City and South Sukabumi. This road is 5 m wide with a length of 10.40 km and has a fairly severe level of damage so that the road needs to be reconstructed. The study was aimed to check and re-evaluating based on the type of road pavement that is appropriate in terms of budget and is more economical for the road. Using the MDPJ 2017 method, the flexible pavement thickness resulted with AC-WC 4 cm, AC-BC 6 cm, LFA Class A 40 cm. While for the rigid pavement, the concrete slab thickness is 28.5 cm, LMC layer 10 cm, drainage layer 15 cm, stabilization layer 30 cm, dowel D 36 length 450 mm, with in-between space of 300 mm, then tie bars D 16 length 810 mm, with in-between space of 750 mm. In terms of economic calculations using the Annual Worth method, the costs for construction process and maintenance for 40 years for Flexible Pavement Rp50,216,997,833 and Rigid Pavement Rp48,641,598,628. The study concluded that in terms of initial construction costs, flexible pavement is more economical, but after maintenance, rigid pavement is more economical than flexible pavement.Keywords: annual worth analysis, MDPJ 2017, NPV, rigid pavement, flexible pavement
Integrasi Logika Fuzzy dengan Teknologi Cerdas: Tinjauan Sistematis atas Peluang, Tantangan, dan Arah Masa Depan
ABSTRAKPengembangan sistem logika fuzzy telah mengalami kemajuan pesat sejak awal diperkenalkan. Studi ini menyajikan tinjauan literatur untuk mengeksplorasi berbagai metodologi logika fuzzy dan aplikasi di berbagai sektor, seperti sistem kontrol, prediksi cuaca, diagnosa medis, dan lainnya. Kajian ini juga mencakup integrasi fuzzy dengan teknologi modern seperti IoT, Big Data, dan kecerdasan buatan (AI), yang telah mendorong penerapan lebih luas dan efisien. Selain menyoroti pencapaian, makalah ini membahas tantangan dalam interpretabilitas, efisiensi komputasi, dan adaptabilitas metode fuzzy dalam menghadapi kompleksitas teknologi dan data modern. Studi ini mengkaji pentingnya pengembangan lebih lanjut terhadap integrasi dengan AI untuk memastikan relevansi dan kontribusi logika fuzzy terhadap solusi cerdas di masa depan. Dengan demikian, penelitian ini menyediakan arah yang strategis untuk eksplorasi lebih lanjut, terutama terkait tantangan teknis dan peluang inovasi dalam domain ini.Kata kunci: AI, Big Data, IoT, Logika Fuzzy, Tantangan TeknologiABSTRACTThe development of fuzzy logic systems has progressed rapidly since its introduction. This study presents a review of recent literature to explore various fuzzy logic methodologies and applications in various sectors, such as control systems, weather prediction, medical diagnosis, and others. The review also covers the integration of fuzzy with modern technologies such as IoT, Big Data, and AI, which has driven wider and more efficient applications. In addition to highlighting achievements, the paper discusses challenges in computational efficiency, and adaptability of fuzzy methods in the face of modern technological and data complexity. The study emphasises the importance of further development towards interpretability and integration with AI to ensure the relevance and contribution of fuzzy logic to future intelligent solutions. Thus, this research provides a strategic direction for further exploration, especially regarding technical challenges and innovation opportunities in this domain.Keywords: AI, Big data, Fuzzy Logic, IoT, Technology Challenge
Sarana Pelaporan Angka Bebas Jentik dan Deteksi Jentik Nyamuk menggunakan Deep Learning
AbstrakDemam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Kabupaten Jember mencatat 1.627 kasus pada tahun 2024, dengan Angka Bebas Jentik (ABJ) hanya mencapai rata-rata 92%, di bawah standar nasional >95%. Penelitian ini mengembangkan sistem deteksi jentik nyamuk otomatis menggunakan metode Deep Learning berbasis CNN dan GRU. Fitur visual diekstraksi melalui model InceptionV3, kemudian dianalisis secara sekuensial oleh GRU untuk klasifikasi larva. Hasil menunjukkan model mencapai akurasi pelatihan dan pengujian dengan performa optimal pada epoch ke-20 sebesar 99.19%, loss 0.0419. Jika dibandingkan dengan metode sebelumnya (AOA) yang hanya mencapai 84%, pendekatan ini terbukti lebih akurat dan tahan terhadap variasi kondisi data.Kata kunci: Demam Berdarah Dengue, Aedes aegypti, Angka Bebas Jentik, Deep Learning, Gated Recurrent Unit, Deteksi OtomatisAbstractDengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a major public health issue in Indonesia. In 2024, Jember Regency recorded 1,627 cases, with the Larvae Free Index (LFI) averaging only 92%, below the national standard of >95%. This study developed an automatic mosquito larvae detection system using a Deep Learning approach based on CNN and GRU. Visual features were extracted using the InceptionV3 model and then analyzed sequentially by the GRU for larval classification. The results showed that the model achieved optimal training and testing performance at the 20th epoch with 99.19% accuracy and a loss of 0.0419. Compared to the previous method AOA, which achieved only 84% accuracy, this approach proved to be more accurate and robust against variations in data conditions.Keywords: Dengue Hemorrhagic Fever, Aedes aegypti, Larvae-Free Rate, Deep Learning, Gated Recurrent Unit, Automated Detectio