Jurnal Sains Teknologi Akuakultur
Not a member yet
    44 research outputs found

    Efisiensi Pemanfaatan Pakan dan Pertumbuhan Udang Windu (Penaeus monodon) pada Media Bioflok dengan C/N Ratio Berbeda

    Get PDF
    Udang merupakan salah satu komoditas yang di andalkan dalam peningkatan devisa negara dari sektor non migas. Udang mampu berkembang dengan pesat bila dibudidayakan secara baik, terpenuhi segala kebutuhan hidupnya dan tidak ada gangguan lingkungan. Pakan merupakan komponen budidaya yang menyerap biaya paling besar  sampai 80%. Teknologi bioflok  merupakan salah  satu  alternatif penyediaan pakan  tambahan berprotein untuk kultivan sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi pakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan sistem bioflok dengan sumber C/N yang berbeda terhadap efisiensi pakan dan pertumbuhan udang windu dan mengetahui ratio C/N yang menghasilkan efisiensi pakan dan pertumbuhan udang windu yang terbaik. Parameter variable bebas yang dikaji meliputi pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik (SGR), tingkat konsumsi pakan (TKP), efesiensi pemanfaatan pakan (EPP) dan kelulushidupan (SR). Rancangan percobaan penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu perlakuan A (C/N ratio 12), perlakuan B (C/N ratio 18), dan perlakuan C (C/N ratio 24). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah karbon yang berbeda memberikan pengaruh yang sangat nyata (P0,05) terhadap kelulushidupan (SR). Ratio C/N yang memberikan efisiensi pemanfaatan pakan dan pertumbuhan terbaik adalah 24,  dengan nilai SGR 1,08±0,079%; EPP 72,32±6,17g; T KP  39,27±1,58; SR 90,00±10,00 dan kualitas air masih dalam kisaran layak untuk kehidupan udang windu (Penaeus monodon)

    Efisiensi Pemanfaatan Pakan dan Pertumbuhan Benih Ikan Lele (Clarias sp.) dengan Penambahan Tepung Alga Coklat (Sargassum sp.) dalam Pakan

    Get PDF
    oai:ojs.jmai.aquasiana.org:article/6Pakan merupakan salah satu faktor yang dapat menunjang perkembangan budidaya ikan. Pakan yang sesuai  dengan  tingkat  kebutuhan  nutrisi  dan  memiliki  nilai  kecernaan  yang  tinggi  dapat  mendukung pertumbuhan maksimal ikan. Alga coklat (Sargassum sp.) memiliki material imunostimulan yang dapat digunakan sebagai feed supplement untuk pakan ikan karena memiliki kandungan nutrisi seperti protein, vitamin, karbohidrat, serat kasar, lipid dan mineral. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan tepung alga coklat (Sargassum sp.) dalam pakan terhadap pertumbuhan dan efisiensi pemanfaatan pakan benih lele (Clarias sp.). Variabel yang dikaji meliputi nilai efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), protein efisiensi rasio (PER), pertumbuhan mutlak (G), laju pertumbuhan spesifik (SGR), dan kelulushidupan (SR). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan yaitu perlakuan A (tepung Sargassum sp. dosis 0%), B (tepung Sargassum sp. dosis 1%), C (tepung Sargassum sp. dosis 2%), D (tepung Sargassum sp.  dosis  3%)  dan  E  (tepung  Sargassum sp.  dosis  4%).  Hasil  penelitian  menunjukkan bahwa penambahan tepung alga coklat (Sargassum sp.) dalam pakan berpengaruh (P0,05). Perlakuan D dan E memberikan nilai EPP, PER, G dan SGR tertinggi (P<0,05), yaitu masing-masing sebesar (78,83-81,04%), (2,00-2,04), (100,39-103,53 g) dan (2,66-2,70%/hari). Berdasarkan pada hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung alga coklat (Sargassum sp.) dalam pakan mampu meningkatkan nilai EPP, PER, dan Pertumbuhan pada benih lele (Clarias sp.)

    Pertumbuhan Benih Ikan Gabus Channa striata dengan Pakan Cacing Darah Beku

    Get PDF
    Ikan gabus Channa striata merupakan ikan air tawar yang secara tradisonal ditangkap dan dikonsumsi oleh masyarakat asli Sulawesi Tengah, namun saat ini populasinya di alam cenderung mengalami penurunan. Eksploitasi ikan gabus yang terus meningkat disebabkan oleh kesukaan konsumen terhadap dagingnya yang lezat dan gizinya yang tinggi serta kandungan albuminnya yang tinggi mengakibatkan permintaan ikan gabus sebagai makanan kesehatan dan bahan baku industri farmasi semakin meningkat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah penurunan populasi ikan gabus di alam adalah dengan melakukan pembesaran benih ikan gabus, namun hal ini terkendala pada ketersediaan pakan, khususnya pada tahap awal pembesaran yang merupakan fase kritis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh feeding rate terhadap pertumbuhan dan sintasan benih ikan gabus yang diberi pakan cacing darah beku. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Benih ikan gabus (bobot tubuh 0.17±0.10 dan panjang total 2.5±0.5 cm) diberi pakan cacing darah (tiga kali sehari) dengan lima rasio pakan/bobot tubuh yaitu: P1=6,5%, P2=8,0%, C=9.5%, D=11,0% and E=12,5%. Benih dipelihara dalam wadah terkontrol berisi tujuh liter air dengan kepadatan penebaran sebesar satu ekor/liter. Parameter yang diukur adalah pertumbuhan mutlak (bobot tubuh dan panjang total) serta sintasan. Perlakuan pakan 12,5% /bobot tubuh ikan memberi hasil terbaik dengan pertumbuhan mutlak bobot tubuh benih ikan gabus yang secara nyata lebih tinggi jika dibandingkan dengan keempat perlakuan lainnya

    Potensi Penggunaan Media Teknis sebagai Pengganti Media Sea Water Complete (SWC) untuk Mendukung Pertumbuhan Bakteri Bacillus sp. D2.2

    Get PDF
    Media merupakan substrat yang berguna untuk menumbuhkan dan mengembangbiakan bakteri. Media yang selama ini digunakan untuk menumbuhkan bakteri merupakan media komersil yang penggunaannya terbatas pada skala laboratorium karena harganya yang relatif mahal. Penggunaan media teknis berupa campuran tepung ikan tepung kedelai, dan NaHCO3 dinilai mampu untuk menggantikan media analis Sea Water Complete (SWC) karena harganya yang relatif murah. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi media teknis tersebut terhadap pertumbuhan bakteri Bacillus sp D2.2, kemudian hasilnya akan dibandingkan dengan media SWC. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari tiga taraf untuk masing-masing faktor (33) dan tiga kali pengulangan. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah tidak ada interaksi dari penggunaan media teknis terhadap pertumbuhan bakteri Bacillus sp. D2.2, namun hanya faktor mandiri berupa tepung ikan dan tepung kedelai saja yang mampu menunjang pertumbuhan bakteri Bacillus sp. D2.2. Selain itu, jika dibandingkan dengan media SWC maka diketahui bahwa fase eksponensial pada media media teknis terjadi lebih cepat, yakni 18 jam sedangkan pada media SWC fase eksponensial terjadi selama 23 jam

    Efektivitas Penambahan Bakteri Probiotik dengan Dosis Berbeda dalam pakan terhadap Efisiensi Pemanfaatan Pakan, Pertumbuhan dan Kelulushidupan Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus)

    Get PDF
    Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan dan mengoptimalkan kualitas benih ikan nila yaitu dengan meningkatkan kualitas nutrisi pakan induk. Unsur nutrien yang harus ada dalam pakan induk ikan antara lain asam lemak esensial dan vitamin E yang dibutuhkan untuk meningkatkan produksi benih yang berkualitas. Penelitian ini menambahkan suplemen pakan yaitu omega-3 dan klorofil dengan menambahkannya pada  pakan  induk  ikan  nila.  Kombinasi  bahan  tersebut  diharapkan  meningkatkan  fekunditas  dan  derajat penetasan ikan nila. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian omega-3 dan klorofil ke dalam pakan induk terhadap fekunditas dan derajat penetasan ikan nila. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 taraf perlakuan dan masing-masing terdiri dari 3 ulangan. Perlakuan uji adalah A (tanpa kombinasi omega-3 dan klorofil ke dalam pakan), B (Kombinasi 2,5 mL omega-3 dan 2,5 mL klorofil/kg pakan), C (kombinasi 1,7 mL omega-3 dan 3,3 mL klorofil/kg pakan) dan D (kombinasi 3,3 mL omega-3 dan 1,7 mL klorofil/kg pakan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian omega-3 dan klorofil tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap fekunditas dan derajat penetasan. Nilai fekunditas   pada perlakuan A, B, C, dan D masing-masing adalah 4878; 5168; 6248; dan 6910 butir/kg. Nilai derajat penetasan pada perlakuan A, B, C, dan D masing-masing adalah 81,38; 81,59; 82,18; dan 86,39%. Berdasarkan hasil penelitian pemberian omega-3 dan klorofil dalam pakan belum dapat meningkatkan nilai fekunditas dan derajat penetasan benih ikan nila.

    Pengaruh Perendaman Benih Ikan Baung (Hemibagrus nemurus) pada Umur yang Berbeda dalam Hormon Pertumbuhan Rekombinan (Rgh) dengan Dosis yang berbeda terhadap Petumbuhan dan Kelulushidupan

    Get PDF
    Ikan baung (Hemibagrus nemurus) merupakan ikan asli perairan Indonesia. Ikan baung hanya terdapat di perairan-perairan tertentu di Pulau Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Lambatnya pertumbuhan dan kelulushidupan yang rendah menyebabkan rendahnya produksi ikan baung Penggunaan teknik rekayasa hormonal merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan dan kelulushidupan. Tujuan dilakuannya penelitan ini adalah untuk mengetahui pengaruh perendaman larva ikan baung dalam hormon pertumbuhan rekombinan (rGH) pada umur berbeda dengan dosis yang beda. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAL) dengan kelompok umur 6, 12, dan 18 hari dan (kontrol) dosis 0 mg/L, 1 mg/L, 2mg/L, 4 mg/L. Dengan lama perendaman selama 30 menit yang sebelumnya di lakukan kejut salinitas (15 ppt) selama 2 menit. Hasil penelitian parameter pertumbuhan ( berat mutlak dan laju pertumbuhan harian ) pada kelompok umur 6, 12, dan 18 hari dengan perendaman rGH menunjukan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol (0 mg/L) (P0,05). Dengan demikian perendaman larva ikan baung dalam rGH pada umur berbeda dengan dosis yang beda dapat meningkatkan pertumbuhan dan aplikasi teknologi ini dapat berguna untuk meningkatkan produksi budidaya ikan baung

    Pengaruh Penambahan Vitamin C dan Probiotik pada Pakan terhadap Efisiensi Pemanfaatan Pakan, Pertumbuhan dan Kelulushidupan Ikan Patin (Pangasius hypopthalmus)

    Get PDF
    Ikan patin merupakan salah satu komoditas air tawar yang mempunyai prospek yang baik karena mempunyai nilai jual yang cukup tinggi serta cara budidaya yang tidak sulit. Masalah utama yang dihadapi dalam produksi budidaya ikan patin adalah pertumbuhan dan efisiensi pemanfaatan pakan. Pertumbuhan dan efisiensi pemanfaatan pakan yang baik diharapkan akan dapat meningkatkan profit pembudidaya ikan. Penambahan vitamin C dan probiotik dalam pakan menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi pemanfaatan pakan ikan patin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahiui pengaruh dan interaksi yang mempengaruhi nilai total konsumsi pakan, efisiensi pemanfaatan pakan, pertumbuhan dan kelulushidupan ikan patin. Ikan uji yang digunakan adalah ikan patin dengan bobot individu rata-rata 7,44±0,28 g/ekor. Pemberian pakan yaitu pada pukul 08.00, 12.00 dan 16.00 secara at satiation.  Ikan uji dipelihara dengan padat penebaran 1 ekor/2L selama 42 hari. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan dua faktor (ordo 2x3) dengan 3 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah penambahan vitamin C pada pakan  dengan dosis 500 mg/kg, dan 1000 mg/kg dan penambahan probiotik dengan dosis 105,106, dan 107 CFU/mL.  Data yang diamati meliputi total konsumsi pakan (TKP), efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), laju pertumbuhan relatif (RGR), kelulushidupan (SR) dan kualitas air.  Perlakuan dengan penambahan vitamin C 1000 mg/kg pakan dan probiotik 107 CFU/mL  menghasilkan EPP sebesar 69,35%, dan  LPH sebesar 230 mg/hari. Kualitas air pada media pemeliharaan terdapat pada kisaran yang layak untuk pemeliharaan ikan uji. Kesimpulan dari penelitian ini adalah vitamin C dan probiotik memberikan pengaruh yang nyata (P0,05) terhadap nilai total konsumsi pakan dan kelulushidupan

    Pemanfaatan Omega-3 dan Klorofil sebagai Feed additive terhadap Fekuinditas dan Derajat Penetasan Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus)

    Get PDF
    Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan dan mengoptimalkan kualitas benih ikan nila yaitu dengan meningkatkan kualitas nutrisi pakan induk. Unsur nutrien yang harus ada dalam pakan induk ikan antara lain asam lemak esensial dan vitamin E yang dibutuhkan untuk meningkatkan produksi benih yang berkualitas. Penelitian ini menambahkan suplemen pakan yaitu omega-3 dan klorofil dengan menambahkannya pada  pakan  induk  ikan  nila.  Kombinasi  bahan  tersebut  diharapkan  meningkatkan  fekunditas  dan  derajat penetasan ikan nila. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian omega-3 dan klorofil ke dalam pakan induk terhadap fekunditas dan derajat penetasan ikan nila. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 taraf perlakuan dan masing-masing terdiri dari 3 ulangan. Perlakuan uji adalah A (tanpa kombinasi omega-3 dan klorofil ke dalam pakan), B (Kombinasi 2,5 mL omega-3 dan 2,5 mL klorofil/kg pakan), C (kombinasi 1,7 mL omega-3 dan 3,3 mL klorofil/kg pakan) dan D (kombinasi 3,3 mL omega-3 dan 1,7 mL klorofil/kg pakan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian omega-3 dan klorofil tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap fekunditas dan derajat penetasan. Nilai fekunditas   pada perlakuan A, B, C, dan D masing-masing adalah 4878; 5168; 6248; dan 6910 butir/kg. Nilai derajat penetasan pada perlakuan A, B, C, dan D masing-masing adalah 81,38; 81,59; 82,18; dan 86,39%. Berdasarkan hasil penelitian pemberian omega-3 dan klorofil dalam pakan belum dapat meningkatkan nilai fekunditas dan derajat penetasan benih ikan nila

    Evaluasi Substitusi Tepung Ikan dengan Tepung Kepala Lele dalam Pakan terhadap Pertumbuhan dan Efisiensi Pemanfaatan Pakan Juvenil Udang Vaname (Litopenaeus vannamei)

    Get PDF
    Industri pengolahan ikan lele dapat menghasilkan produk hasil samping   (kepala lele) yang dapat dibuat tepung  sebagai  pengganti bahan  baku  protein  utama  dalam pakan. Tepung kepala  lele  digunakan untuk menggantikan tepungikan dalam pembuatan pakan buatan untuk juvenil udang vaname (Litopenaeus vannamei). Penelitian ini dirancang untuk mengetahui pengaruh penggantian tepung ikan dengan tepung kepala lele dalam pakan terhadap efisiensi pemanfaatan pakan dan pertumbuhan juvenil udang vaname dalam skala laboratorium. Perlakuan yang diujikan adalah penggantian tepung ikan dengan tepung kepala lele sebesar 0% (A), 25% (B), 50% (C), 75% (D) dan 100% (E). Juvenil udang vaname  (2,47±0,07g) dipelihara dengan kep adatan 10 ekor perwadah (10 L) dan diberi pakan buatan tiga kali sehari pada pagi (07.00), siang (12.00) dan sore hari (17.00) secara ad libitum mengikuti kebutuhan jumlah pakannya. Juvenil udang vaname dipelihara selama 42 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung kepala lele mampu menggantikan tepung ikan hingga 50% dan tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap efisiensi pemanfaatan pakan (25,59-29,64), protein efisiensi rasio (0,89-0,98) dan laju pertumbuhan spesifik (1,69-1,85%bobot/hari) juvenil udang vaname. Penggantian tepung ikan hingga 100% dengan tepung kepala lele tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap kelulushidupan juvenil udang vaname. Penelitian ini membuktikan bahwa tepung kepala lele dapat menggantikan tepung ikan dalam ransum pakan buatan, sampai dengan penggantian 50% tanpa mempengaruhi efisiensi pemanfaatan pakan dan pertumbuhan juvenil udang vaname

    Pengaruh Pemberian Ekstrak Nanas pada Pakan dan Probiotik pada Media Pemeliharaan terhadap Efisiensi Pemanfaatan Pakan dan Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticus)

    Get PDF
    Pakan merupakan aspek utama dalam kegiatan budidaya karena 40-70% biaya produksi digunakan untuk pakan maka perlu adanya upaya untuk meningkatkan efisiensi pakan.  Salah satu enzim yang dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi protein adalah enzim bromelin yang bisa didapatkan pada ekstrak nanas.  Bromelin memiliki kemampuan untuk menghidrolisis ikatan peptida pada protein atau polipeptida menjadi molekul yang lebih kecil adalah asam amino.  Kualitas air juga menjadi faktor penting keberhasilan, bakteri probiotik dapat menguraikan bahan organik atau bahan beracun di dalam air sehingga meningkatkan kualitas air.  Pendekatan penggunaan ekstrak nanas pada pakan dan probiotik pada media diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pakan, pertumbuhan dan kualitas air.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh dan interaksi penambahan kombinasi ekstrak nanas pada pakan dan probiotik pada media pemeliharaan terhadap efisiensi pemanfaatan pakan dan pertumbuhan serta mengetahui dosis terbaik.  Rancangan percobaaan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial.  Percobaan yang dilakukan adalah dengan 2 faktor dengan masing-masing 3 taraf (3x2x3) dan masing-masing diulang sebanyak 3 kali.  Faktor pertama adalah pemberian ekstrak nanas dengan dosis 0,75% (A1), 1,5%  (A2) dan 2,25% (A3). Faktor kedua adalah dengan pemberian probiotik dengan dosis 1 mL/L (B1) dan 1,5 mL/L (B2).  Ikan uji yang digunakan adalah nila merah dengan berat rata-rata 5,6±0,6 g. Ikan dipelihara pada bak kapasitas 20 L dengan padat tebar 20 ekor/wadah dengan masa pemeliharaan 42 hari.  Hasil menunjukkan faktor A (ekstrak nanas) dan B (probiotik) memberikan pengaruh yang berbeda nyata dan adanya interaksi (P0,05) terhadap kelulushidupan ikan nila (O. niloticus).  Kualitas air selama penelitian masih optimal untuk pemeliharaan ikan nila.  Hasil terbaik pada penelitian ini didapatkan dari perlakuan A3B1 dengan EPP tertinggi (90,91%), PER (2,46) dan SGR (2,21%/hari). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pada perlakuan A3B1 (pemberian 2,25% ekstrak nanas pada pakan dan 1 mL/L probiotik pada media pemeliharaan) memberikan hasil tertinggi pada EPP, PER dan SGR

    40

    full texts

    44

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains Teknologi Akuakultur
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇