Jurnal Pendidikan (JP) : Riset dan Konseptual (Universitas Nahdlatul Ulama Blitar)
Not a member yet
677 research outputs found
Sort by
P Penerapan Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi Untuk Mengukur Perbedaan Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas X: Penerapan Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi Untuk Mengukur Perbedaan Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas X
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh
adanya variasi minat belajar siswa terhadap mata
pelajaran Pendidikan Pancasila kelas X. Salah
satu cara untuk mengamati perbedaan ini adalah
dengan menerapkan strategi pembelajaran
berdiferensiasi. Penelitian ini menggunakan dua
metode pendekatan. Pendekatan pertama adalah
deskriptif kualitatif, digunakan untuk
menjelaskan proses pembelajaran berdiferensiasi
menggunakan modul ajar dan lembar
pelaksanaan pembelajaran. Pendekatan kedua
adalah kuantitatif, digunakan untuk mengukur
perbedaan minat belajar siswa terhadap mata
pelajaran Pendidikan Pancasila. Penelitian ini
merupakan penelitian eksperimen dengan tujuan
untuk mengetahui proses strategi pembelajaran
berdiferensiasi pada mata pelajaran Pendidikan
Pancasila kelas X serta untuk mengetahui
perbedaan minat belajar siswa dengan
menggunakan strategi tersebut. Subjek penelitian terdiri dari kelas X Teknik Sepeda Motor (TSM)
2 sebagai kelompok kontrol dan kelas X Teknik Sepeda Motor (TSM) 4 sebagai kelompok
eksperimen.
Pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran,
angket minat belajar, dan dokumentasi, dengan teknik pengolahan data termasuk uji validitas,
reliabilitas, normalitas, homogenitas, dan uji independent sample test. Hasil analisis menggunakan
uji independent sample test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam minat
belajar siswa antara kelompok kontrol (mean 54,1750, standar deviasi 4,59033) dan kelompok
eksperimen (mean 67,4500, standar deviasi 4,30235), dengan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar
0,001 < 0,05. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar 13.345 lebih besar dari
ttabel yang bernilai 1.990, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Karena thitung melebihi ttabel, ini
menandakan adanya perbedaan signifikan dalam minat belajar siswa yang menggunakan strategi
pembelajaran berdiferensiasi. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat
perbedaan minat belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas X menggunakan
penerapan strategi pembelajaran berdiferensiasi di SMK Islam 1 Kota Blitar
Analisis Psikologi Tokoh Utama dalam Novel Ke Mana Kau Pergi, Bernadette? Karya Maria Semple
Metode yang digunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi dokumenter. Data penelitian diambil dari teks novel yang berkaitan dengan kepribadian tokoh utama. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, ditemukan adanya aspek kepribadian id, ego, dan superego dalam tokoh utama Bernedette. Aspek id meliputi memikirkan keresahan, menghindari situasi buruk, menghindari pertemuan, takut kehilangan, bersifat amoral, refleks membuat orang menebak- nebak, pemenuhan kebutuhan dasar, ketergantungan, perasaan yang terluka, rasa malu, kecemasan, menyerang tetangga, mengealak, dan kaharuan yang indah. Aspek ego meliputi pengambilan keputusan, proyeksi, merendahkan, membeli rompi, rasionalisasi, berusaha, menemukan hal-hal baru, penyayang, tenang, menyelesaikan konflik, keinginan untuk memperbaiki keadaan, memendam kesedihan, mempertimbangkan keputusan, dan mencari solusi. Aspek superego meliputi menyalahkan diri sendiri, meminta maaf, kepercayaan dan harapan, merasa bersalah, penyesalan, perhatian dengan orang lain, dan rasa bangga. Penelitian ini juga mengembangkan modul ajar yang memanfaatkan novel Ke Mana Kau Pergi karya Maria semple untuk pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas XII yang bertujuan untuk mengintegrasikan analisis psikologi karakter dalam pembelajaran sastra.Metode yang digunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi dokumenter. Data penelitian diambil dari teks novel yang berkaitan dengan kepribadian tokoh utama. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, ditemukan adanya aspek kepribadian id, ego, dan superego dalam tokoh utama Bernedette. Aspek id meliputi memikirkan keresahan, menghindari situasi buruk, menghindari pertemuan, takut kehilangan, bersifat amoral, refleks membuat orang menebak- nebak, pemenuhan kebutuhan dasar, ketergantungan, perasaan yang terluka, rasa malu, kecemasan, menyerang tetangga, mengealak, dan kaharuan yang indah. Aspek ego meliputi pengambilan keputusan, proyeksi, merendahkan, membeli rompi, rasionalisasi, berusaha, menemukan hal-hal baru, penyayang, tenang, menyelesaikan konflik, keinginan untuk memperbaiki keadaan, memendam kesedihan, mempertimbangkan keputusan, dan mencari solusi. Aspek superego meliputi menyalahkan diri sendiri, meminta maaf, kepercayaan dan harapan, merasa bersalah, penyesalan, perhatian dengan orang lain, dan rasa bangga. Penelitian ini juga mengembangkan modul ajar yang memanfaatkan novel Ke Mana Kau Pergi karya Maria semple untuk pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas XII yang bertujuan untuk mengintegrasikan analisis psikologi karakter dalam pembelajaran sastra
Pengaruh Model Case Based Learning Berbantuan Padlet terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI Fase F pada Materi Pelestarian Keanekaragaman Hayati di SMA
Model Case Based Learning merupakan model pembelajaran yang berfokus pada analisis pemecahan masalah sehingga keterampilan berpikir kritis siswa dapat ditingkatkan Tujuan Penelitian ini adalah : 1) Untuk menganalisis respon siswa terhadap model Case Based Learning berbantuan padlet terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas XI Fase F di SMA Negeri 21 Surabaya, 2) Untuk menganalisis hubungan model Case Based Learning berbantuan padlet terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas XI Fase F di SMA Negeri 21 Surabaya.Jenis penelitian ini menggunakan Quasi Experiment. Teknik pengambilan sampling menggunakan Purposive Sampling karena dipilih berdasarkan rata-rata hasil belajar kognitif yang cenderung sama. Teknik pengumpulan data menggunakan instrument tes berupa soal HOTS (High Order Thinking Skills) untuk menguji keterampilan berpikir kritis siswa dan menggunakan instrument non-tes berupa angket untuk menganalisis respon siswa terhadap model Case Based Learning. Teknik analisis data menggunakan Uji Normalitas, Uji Homogenitas, dan Uji Non Parametrik Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan respon siswa kelas kontrol sebesar 1.539 dan kelas eksperimen sebesar 1.527 sehingga tingkat respon siswa berada dalam kategori sangat baik. Hasil analisis Uji Non Parametrik Mann Whitney menunjukkan bahwa nilai Sig (2-tailed) 0,311 > 0,05 sehingga tidak ada perbedaan nilai rata-rata antara kelas kontrol dan kelas eksperimen dalam menerapkan model Case Based Learning terhadap keterampilan berpikir kritis siswa.Case Based Learning is a learning model that focuses on analyzing problem solving so that students' critical thinking skills can be improved. The purpose of this research are: 1) To analyze student responses to the Case Based Learning model assisted by padlet on critical thinking skills of students in class XI Phase F at SMA Negeri 21 Surabaya, 2) To analyze the relationship of Case Based Learning model assisted by padlet to critical thinking skills of students in class XI Phase F at SMA Negeri 21 Surabaya.This type of research uses Quasi Experiment. The sampling technique used Purposive Sampling because it was selected based on the average cognitive learning outcomes that tend to be the same. The data collection technique used a test instrument in the form of HOTS (High Order Thinking Skills) questions to test students' critical thinking skills and used a non-test instrument in the form of a questionnaire to analyze students' responses to the Case Based Learning model. Data analysis techniques used Normality Test, Homogeneity Test, and Mann Whitney Non-Parametric Test. The results showed that the response of control class students was 1.539 and the experimental class was 1.527 so that the level of student response was in the very good category. The results of the Mann Whitney Non Parametric. Test analysis show that the Sig (2-tailed) value is 0.311> 0.05 so that there is no difference in the average value between the control class and the experimental class in applying the Case Based Learning model to students' critical thinking skills
Semiotika: Analisis Gaya Bahasa Lirik Tembang “Salahmu Sendiri†Cipta Faisal Assahan
Kajian qualitative deskriftive berupaya mengungkap style berbahasa, fungsi, dan kegunaan teks "Salahmu Sendiri", sebuah lirik lagu ciptaan Faisal Asahan. Penggunaan kata-kata, frasa, atau elemen lain dalam lirik lagu yang memiliki makna lebih dalam dan tidak secara langsung menyampaikan pesan. Simbolismen semiotikan menunjukkan bahwa lirik-lirik tembang tersebut menggunakan beberapa jenis majas, seperti metafora, simbol, dan personifikasi. Fungsi dan kegunaan teks pada lirik lagu tersebut untuk mengungkapkan perasaan kesal dan kecewa, serta untuk membangkitkan emosi pendengar. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pemahaman tentang peran majas dalam teks lirik lagu dan pengaruhnya terhadap pendengar
Menulis Caption sebagai Strategi Branding Digital: Studi Kasus UMKM di Desa Ngoran, Blitar
Di era digital, pelaku UMKM dituntut mampu memanfaatkan media sosial sebagai alat strategis untuk membangun citra merek. Salah satu elemen kunci dalam proses ini adalah penulisan caption yang tidak hanya informatif, tetapi juga menarik dan persuasif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran seni menulis caption dalam membentuk branding UMKM di Desa Ngoran, Blitar. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian melibatkan 20 pelaku UMKM aktif di media sosial. Data dikumpulkan melalui observasi unggahan, wawancara mendalam, dan analisis konten caption yang telah dipublikasikan. Proses analisis dilakukan dalam tiga tahap, yakni identifikasi pola penulisan, analisis strategi komunikasi, dan interpretasi dampak caption terhadap persepsi audiens yang memuat elemen storytelling, bahasa persuasif, dan konsistensi gaya visual mampu meningkatkan keterlibatan audiens serta memperkuat citra merek. Penelitian ini menegaskan bahwa penulisan caption bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan strategi komunikasi yang krusial dalam praktik branding digital. Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi hubungan antara efektivitas caption dengan metrik performa digital yang lebih luas, seperti konversi penjualan dan pertumbuhan pengikut, guna memberikan gambaran yang lebih menyeluruh terhadap dampak branding melalui media sosial.Di era digital, pelaku UMKM dituntut mampu memanfaatkan media sosial sebagai alat strategis untuk membangun citra merek. Salah satu elemen kunci dalam proses ini adalah penulisan caption yang tidak hanya informatif, tetapi juga menarik dan persuasif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran seni menulis caption dalam membentuk branding UMKM di Desa Ngoran, Blitar. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian melibatkan 20 pelaku UMKM aktif di media sosial. Data dikumpulkan melalui observasi unggahan, wawancara mendalam, dan analisis konten caption yang telah dipublikasikan. Proses analisis dilakukan dalam tiga tahap, yakni identifikasi
pola penulisan, analisis strategi komunikasi, dan interpretasi dampak caption terhadap persepsi audiens yang memuat elemen storytelling, bahasa persuasif, dan konsistensi gaya visual mampu meningkatkan keterlibatan audiens serta memperkuat citra merek. Penelitian ini menegaskan bahwa penulisan caption bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan strategi komunikasi yang krusial dalam praktik branding digital. Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi hubungan antara efektivitas caption dengan metrik performa digital yang lebih luas, seperti konversi penjualan dan pertumbuhan pengikut, guna memberikan gambaran yang lebih menyeluruh terhadap dampak branding melalui media sosial
Pemanfaatan Media Visual untuk Pembelajaran Puisi pada Siswa SMKN 1 Panggungrejo
Pendekatan penelitian adalah mixed method. Mixed methods research design (rancangan penelitian metode campuran). Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah the exploratory sequential design. Informan penelitian secara purposive, dalam penelitian ini terdiri dari tiga guru bahasa Indonesia.. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Teknik anaisis data kualitatif menggunakan model miles and huberman, selanjutnya data kuantitatif menggunakan analisis kuantitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa guru-guru Bahasa Indonesia di sekolah tersebut menggunakan media visual seperti gambar alam, foto kehidupan sehari-hari, dan gambar yang menggambarkan perasaan/emosi untuk membantu siswa memahami puisi. Media visual ini mempermudah siswa dalam mengaitkan konsep puisi dengan dunia nyata, sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik dan mudah dipahami. Selain itu, guru juga merencanakan dan memilih media visual dengan mempertimbangkan karakteristik siswa, yang meningkatkan pemahaman dan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa mayoritas siswa merasa terbantu oleh penggunaan media visual dalam pembelajaran menulis puisi. Media visual meningkatkan pemahaman mereka terhadap elemen-elemen puisi, seperti tema dan makna
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Direct Learning terhadap Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Kelas IX SMP
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran Direct Learning terhadap peningkatan motivasi belajar siswa. Metodologi penelitian yang digunakan adalah quasi-experimental dengan rancangan pre-test and post-test control group design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelompok: kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran langsung dan kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran tradisional. Data dikumpulkan melalui kuesioner motivasi belajar yang diberikan kepada siswa sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar siswa secara signifikan pada kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol. Skor motivasi akademik rata-rata siswa di kelas eksperimen meningkat dari 65 menjadi 85, sementara di kelas kontrol hanya meningkat dari 66 menjadi 70. Temuan ini membuktikan bahwa model pembelajaran Direct Learning dapat secara efektif meningkatkan motivasi belajar siswa. Selain itu, model ini juga berkontribusi pada peningkatan hasil belajar secara keseluruhan. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran Direct Learning direkomendasikan kepada para pendidik untuk menciptakan suasana pembelajaran yang lebih interaktif, menarik, dan efektif. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan strategi pembelajaran yang dapat mendukung keberhasilan akademik siswa di berbagai jenjang pendidikan
Budaya Hierarki pada Pembentukan Karakter Disiplin Siswa Kelas X B di MA Al Mawaddah
Telaah kajian bertujuan mengeksplorasi dampak ditetapkannya budayaisme hierarki sebagai fundamental terbentuknya karakteristik kedisiplinan peserta didik lembaga pendidikan MA Al Mawaddah. Tinjaun merujuk kurang tertib lemahnya kedisiplinan anak didik, sehingga dinilai memiliki karakter disiplin kurang. Diperlukan tindakan efektif untuk meningkatkan karakter disiplin siswa. Riset qualitative-descriptive, pengamatan subjek, pencarian data melalui interview/dialog narasumber, evaluasi data selaras tujuan riset. Tinjauan akhir budaya hierarki mampu mendorong sikap perilaku positif, self-efficacy menginkat karakteristik kedisiplinan meningkat, siswa semakin memahami peran dan tanggung jawabnya, secara mandiri berkemauan mengembangkan keterampilan dan kemampuan mereka dalam menghadapi tantangan dan membuat keputusan.Telaah kajian bertujuan mengeksplorasi dampak ditetapkannya budayaisme hierarki sebagai fundamental terbentuknya karakteristik kedisiplinan peserta didik lembaga pendidikan MA Al Mawaddah. Tinjaun merujuk kurang tertib lemahnya kedisiplinan anak didik, sehingga dinilai memiliki karakter disiplin kurang. Diperlukan tindakan efektif untuk meningkatkan karakter disiplin siswa. Riset qualitative-descriptive, pengamatan subjek, pencarian data melalui interview/dialog narasumber, evaluasi data selaras tujuan riset. Tinjauan akhir budaya hierarki mampu mendorong sikap perilaku positif, self-efficacy menginkat karakteristik kedisiplinan meningkat, siswa semakin memahami peran dan tanggung jawabnya, secara mandiri berkemauan mengembangkan keterampilan dan kemampuan mereka dalam menghadapi tantangan dan membuat keputusan
PENGEMBANGAN BUKU AJAR GEOGRAFI BERBASIS MICROLEARNING UNTUK MENINGKATKAN LITERASI MATERI LINGKUNGAN PADA PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 1 SUMBERREJO
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas penggunaan google earth dalam meningkatkan kemampuan berpikir spasial dan mendeskripsikan keaktifan belajar siswa pada materi hidrosfer kelas X di SMAN 1 Balen Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen antara kelas esperimen dan kelas kontrol. Kemampuan berpikir spasial dilihat dari membandingkan pretest dan posttest. Keaktifan belajar dari lembar observasi pembelajaran. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penggunaan google earth secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir spasial siswa dibandingkan pembelajaran konvensional. Keaktifan belajar siswa pada partisipasi dan sekap siswa di kelas eksperimen juga lebih tinggi daripada kelas kontrol. Kata kunci: Google Earth, berpikir spasial, keaktifan belajar, hidrosfer.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas penggunaan google earth dalam meningkatkan kemampuan berpikir spasial dan mendeskripsikan keaktifan belajar siswa pada materi hidrosfer kelas X di SMAN 1 Balen Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen antara kelas esperimen dan kelas kontrol. Kemampuan berpikir spasial dilihat dari membandingkan pretest dan posttest. Keaktifan belajar dari lembar observasi pembelajaran. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penggunaan google earth secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir spasial siswa dibandingkan pembelajaran konvensional. Keaktifan belajar siswa pada partisipasi dan sekap siswa di kelas eksperimen juga lebih tinggi daripada kelas kontrol. Kata kunci: Google Earth, berpikir spasial, keaktifan belajar, hidrosfer
Pengembangan LKPD Interaktif Liveworksheet untuk Meningkatkan Hasil Belajari IPA Materi Rantai Makanan Siswa Kelas V
Tujuan dari penelitian ini adalah merancang dan mengembangkan LKPD interaktif berbasis Liveworksheet guna meningkatkan prestasi belajar IPA pada materi rantai makanan bagi siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan dengan metode Research and Development (R&D) menggunakan model ADDIE yang terdiri dari tahapan Analisis, Perancangan, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Subjek penelitian adalah 80 siswa dari tiga SD di Kabupaten Banyuwangi yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui validasi ahli, angket respon siswa dan guru, serta tes hasil belajar (pre-test dan post-test). Hasil validasi menunjukkan tingkat kelayakan LKPD sebesar 89,2% (kategori sangat valid). Kepraktisan menurut siswa mencapai 88,12% dan guru 89,61% (kategori sangat praktis). Nilai N-Gain berkisar 0,68–0,79 yang termasuk kategori sedang hingga tinggi, menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman konsep. Dengan demikian, LKPD interaktif berbasis Liveworksheet layak, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran IPA.The purpose of this study is to design and develop an interactive student worksheet (LKPD) based on Liveworksheet to improve science learning achievement on the food chain topic for fifth-grade elementary school students. This research employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which consists of the stages of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The research subjects were 80 students from three elementary schools in Banyuwangi Regency, selected through purposive sampling. Data were collected through expert validation, student and teacher response questionnaires, as well as learning achievement tests (pre-test and post-test). The validation results indicated that the LKPD achieved a feasibility level of 89.2% (categorized as very valid). The practicality level was 88.12% according to students and 89.61% according to teachers (categorized as very practical). The N-Gain values ranged from 0.68 to 0.79, which fall into the moderate to high category, indicating a significant improvement in concept understanding. Therefore, the interactive LKPD based on Liveworksheet is feasible, practical, and effective for use in science learning