Jurnal Pendidikan (JP) : Riset dan Konseptual (Universitas Nahdlatul Ulama Blitar)
Not a member yet
    677 research outputs found

    Model Regresi Dummy dalam Memprediksi Variabel yang Mempengaruhi IPK Mahasiswa UNU Blitar

    Full text link
    IPK lulusan (output) juga dapat menggambarkan performansi dari suatu Perguruan Tinggi, karena IPK merupakan hasil komponen pendidikan yang diperoleh mahasiswa selama menempuh jenjang perkuliahan. Kualitas output mahasiswa tidak terlepas dari kualitas input mahasiswa yang masuk ke dalam suatu program studi. Rata-rata IPK yang diperoleh mahasiswa pada semester ganjil tahun akademik 2023/2024 yaitu 3,28 dari skala 4,00. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan model dari regresi dummy yang menggambarkan faktor-faktor yang mempengaruhi Indeks Prestasi Akademik (IPK) mahasiswa Program Studi Matematika Universitas Nahdlatul Ulama Blitar. Penelitian ini menggunakan 1 variabel terikat 𑌠yaitu IPK dan 3 variabel bebas ð‘‹ yaitu jenis kelamin (ð‘‹1), asal sekolah (ð‘‹2), dan jarak rumah (ð‘‹3).  Model regresi yang dihasilkan adalah 𑌠= 3,174 + 0,144 ð‘‹1+ 0,054 ð‘‹2 + 0,004 ð‘‹3.IPK lulusan (output) juga dapat menggambarkan performansi dari suatu Perguruan Tinggi, karena IPK merupakan hasil komponen pendidikan yang diperoleh mahasiswa selama menempuh jenjang perkuliahan. Kualitas output mahasiswa tidak terlepas dari kualitas input mahasiswa yang masuk ke dalam suatu program studi. Rata-rata IPK yang diperoleh mahasiswa pada semester ganjil tahun akademik 2023/2024 yaitu 3,28 dari skala 4,00. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan model dari regresi dummy yang menggambarkan faktor-faktor yang mempengaruhi Indeks Prestasi Akademik (IPK) mahasiswa Program Studi Matematika Universitas Nahdlatul Ulama Blitar. Penelitian ini menggunakan 1 variabel terikat 𑌠yaitu IPK dan 3 variabel bebas ð‘‹ yaitu jenis kelamin (ð‘‹1), asal sekolah (ð‘‹2), dan jarak rumah (ð‘‹3).  Model regresi yang dihasilkan adalah 𑌠= 3,174 + 0,144 ð‘‹1+ 0,054 ð‘‹2 + 0,004 ð‘‹3

    Pengaruh Kesiapan Guru terhadap Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar

    Full text link
    Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari penyebaran kuisioner pada Guru Di SMP Negeri 8 Gorontalo. Jumlah penarikan sampel dalam penelitian ini sebesar 40 responden. Teknik analisis data menggunakan regresi linear sederhana. Hasil analisis, nilai t-hitung untuk variabel penerapan kurikulum merdeka adalah 8,134. Untuk menentukan apakah Ho diterima atau ditolak, nilai t-tabel dihitung dengan tingkat signifikansi statistik 5%. Nilai t-tabel yang diperoleh adalah 1,686. Perbandingan menunjukkan bahwa nilai t-hitung lebih besar daripada nilai t-tabel. Hal ini menyiratkan adanya pengaruh yang signifikan antara penerapan kurikulum merdeka terhadap kesiapan guru

    Perbedaan Hasil Belajar IPA Kompetensi Pembiasan Cahaya antara Metode Inkuiri Terbimbing dan Metode Demonstrasi

    Full text link
    Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif yang menggunakan pengukuran data statistik objektif melalui perhitungan ilmiah berdasarkan sampel dan populasi pada beberapa sekolah dasar di wilayah Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri. Sedangkan desain penelitian dalam penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen semu (kuasi eksperimen) didefinisikan sebagai eksperimen yang memiliki perlakuan atau pengukuran dampak, kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diseleksi tanpa prosedur penempatan acak (without random assigment). Hasil dari penelitian ini dapat dilihat jika Fhitung untuk indeks prestasi ialah 0,38 dengan probabilitas 0,847. Oleh karena probabilitas 0,847 > 0,05 , maka Ho diterima, maka dapat disimpulkan bahwa rata-rata indeks prestasi antara kelas kontrol dan kelas eksperiment adalah terdapat perbedaan hasil postest antara kelas kontrol dan kelas eksperiment. Hasil postest kelas eksperimen dengan menggunakan metode inquiry terbimbing dinyatakan lebih baik daripada hasil postest kelas kontrol dengan menggunakan metode demontrasi

    Meningkatkan Kemampuan Kemandirian Belajar Siswa Kelas VIII Melalui Pembelajaran Berbasis Problem Based Learning Berbantuan Film Pendek

    Full text link
    Rendahnya kemandirian belajar siswa merupakan tantangan utama dalam pembelajaran abad ke-21, dimana peserta didik dituntut menjadi pembelajar aktif dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa kelas VIII-F SMP Negeri 4 Surabaya melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) yang dipadukan dengan media film pendek. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrumen pengumpulan data berupa lembar observasi dan angket kemandirian belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemandirian belajar siswa; pada siklus I sebagian besar siswa berada dalam kategori Kurang Mandiri, sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan hingga 69% siswa berada pada kategori Mandiri dan Sangat Mandiri. Penerapan PBL berbantuan film pendek terbukti efektif menciptakan suasana belajar yang interaktif, kontekstual, dan memotivasi siswa untuk belajar secara mandiri.Rendahnya kemandirian belajar siswa merupakan tantangan utama dalam pembelajaran abad ke-21, dimana peserta didik dituntut menjadi pembelajar aktif dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa kelas VIII-F SMP Negeri 4 Surabaya melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) yang dipadukan dengan media film pendek. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrumen pengumpulan data berupa lembar observasi dan angket kemandirian belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemandirian belajar siswa; pada siklus I sebagian besar siswa berada dalam kategori Kurang Mandiri, sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan hingga 69% siswa berada pada kategori Mandiri dan Sangat Mandiri. Penerapan PBL berbantuan film pendek terbukti efektif menciptakan suasana belajar yang interaktif, kontekstual, dan memotivasi siswa untuk belajar secara mandiri

    PENERAPAN KAMUS GEOGRAFI BERBASIS BOT TELEGRAM UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SISWA DALAM MEMAHAMI MATERI FENOMENA GEOSFER SUB BAB LITOSFER

    Full text link
    This study aims to develop and assess the effectiveness of implementing a Telegram Bot-based Geography Dictionary in enhancing students' geographical literacy, specifically in understanding Lithosphere material. The method used was a quasi-experimental design with a non-equivalent control group, involving two groups: an experimental group that utilized the Telegram Bot as a learning medium and a control group that used PowerPoint as a medium. The research results indicate that the application of the Telegram Bot as an interactive learning medium significantly improved students' geographical literacy. In the pre-test, the experimental group obtained an average score of 59.11%, while the control group scored 58.63%. However, after the implementation of the Telegram Bot medium, the experimental group experienced a higher increase, with post-test scores reaching 76.56%, whereas the control group only recorded a score of 67.89%. An independent T-test revealed a significant difference between the two groups (p < 0.05), confirming that the use of the Telegram Bot had a greater impact on improving students' geographical literacy. Media validation results by material experts and media experts also showed that this medium is highly suitable for use in the geography learning process. Based on these findings, it can be concluded that the Telegram Bot-based Geography Dictionary is an effective and viable medium for enhancing students' understanding of Lithosphere material and can be implemented in geography learning in secondary schools.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menilai efektivitas penerapan Kamus Geografi berbasis Bot Telegram dalam meningkatkan literasi geografi siswa, khususnya dalam pemahaman materi Litosfer. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain kelompok kontrol nonekuivalen, yang melibatkan dua kelompok: kelompok eksperimen yang memanfaatkan Bot Telegram sebagai media pembelajaran dan kelompok kontrol yang menggunakan media PowerPoint. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Bot Telegram sebagai media pembelajaran yang interaktif mampu memberikan peningkatan signifikan pada literasi geografi siswa. Pada pre-test, kelompok eksperimen memperoleh skor rata-rata 59,11%, sementara kelompok kontrol memperoleh 58,63%. Namun, setelah penerapan media Bot Telegram, kelompok eksperimen mengalami peningkatan yang lebih tinggi, dengan skor post-test mencapai 76,56%, sedangkan kelompok kontrol hanya mencatatkan skor 67,89%. Uji T independen mengungkapkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p < 0,05), yang menegaskan bahwa penggunaan Bot Telegram memberikan dampak yang lebih besar terhadap peningkatan literasi geografi siswa. Hasil validasi media oleh ahli materi dan ahli media juga menunjukkan bahwa media ini sangat layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran geografi. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa Kamus Geografi berbasis Bot Telegram merupakan media yang efektif dan layak digunakan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi Litosfer dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran geografi di sekolah menengah

    Efektivitas E-Book Mitigasi Bencana Gempa Bumi Guna Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan serta efektivitas e-book mitigasi bencana gempa bumi sebagai media pembelajaran geografi di tingkat SMA. Hasil validasi dari ahli media, ahli materi, serta validator instrumen menunjukkan bahwa e-book tersebut sangat layak digunakan, dengan skor kelayakan masing-masing sebesar 90%, 93,33%, dan 91,67%. E-book ini dirancang dengan penyajian visual yang menarik, navigasi yang mudah, serta konten yang sistematis dan komunikatif, yang mendorong aktivitas reflektif dan berpikir kritis siswa. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa penggunaan e-book secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik, dengan rata-rata peningkatan nilai sebesar 6,84 poin dan perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol. E-book ini juga efektif dalam mengakomodasi indikator kemampuan berpikir kritis, seperti analisis peta bencana, evaluasi kesiapsiagaan, dan perancangan solusi mitigasi. Oleh karena itu, e-book mitigasi bencana gempa bumi terbukti sebagai media pembelajaran yang relevan untuk mendukung pembelajaran abad ke-21. Penelitian ini merekomendasikan pemanfaatan e-book oleh guru, pengembangan lebih lanjut oleh desainer media pembelajaran, serta dukungan infrastruktur digital dari sekolah dan institusi pendidikan.Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pola non-equivalent pretest-posttest control group design yang melibatkan 66 siswa kelas XI SMA Sejahtera Surabaya (33 siswa kelompok eksperimen dan 33 siswa kelompok kontrol). Data dikumpulkan melalui validasi ahli, tes kemampuan berpikir kritis, dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa lembar validasi media dan materi, serta soal tes berpikir kritis berbasis HOTS (C4-C6) yang mengacu pada taksonomi Ennis. Analisis data menggunakan uji validitas, reliabilitas (Cronbach's Alpha), normalitas (Shapiro-Wilk), homogenitas (Levene), independent sample t-test, dan paired sample t-test dengan bantuan SPSS 26. Hasil validasi menunjukkan e-book memiliki kelayakan sangat tinggi dengan persentase 90% (ahli media), 93,33% (ahli materi), dan 91,67% (validator instrumen). E-book dirancang dengan visualisasi menarik berupa infografis interaktif, peta zona rawan gempa digital, video simulasi, dan fitur self-assessment yang mendorong pembelajaran aktif. Uji paired sample t-test menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan berpikir kritis pada kelompok eksperimen dengan rata-rata kenaikan 6,84 poin (p = 0,000 < 0,05) dan effect size Cohen's d = 1,23 (kategori besar). Uji independent sample t-test mengonfirmasi perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol pada posttest (p = 0,028 < 0,05) dengan selisih rata-rata 4,43 poin. E-book terbukti efektif dalam mengembangkan indikator berpikir kritis meliputi interpretasi data geospasial (73%), evaluasi strategi mitigasi (68%), analisis penyebab-dampak (65%), inferensi solusi (62%), dan eksplanasi rencana tanggap darurat (59%).

    Penerapan Metode Bermain Peran Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak TK DWP 3 Ampelgading Kabupaten Malang

    No full text
    This self-confidence is an important foundation for children in facing life's challenges and fostering a strong sense of self-confidence. The problem encountered in this study was low self-confidence in children, as evidenced by their lack of participation in storytelling activities in front of their peers. This study aimed to increase children's self-confidence through the application of role-playing. This study used a Classroom Action Research (CAR) approach and was conducted in two cycles. The subjects were 15 children in Group B at Dharma Wanita Persatuan 3 Kindergarten, Ampelgading. The results of Cycle I were 53.3%. Therefore, in Cycle II, the role-playing topic was changed to "I Am a Trader," giving children the freedom to organize the space, assign roles, and carry out activities. Observations showed an increase in completion rate to 80%. This study proves that role-playing is effective in increasing children's self-confidence by strengthening social interactions and providing enjoyable experiences tailored to their interests.Kepercayaan diri ini menjadi fondasi penting bagi anak dalam menghadapi tantangan kehidupan dan menumbuhkan rasa percaya diri yang kokoh dalam diri. Tidak Masalah yang dihadapi dalam penelitian ini adalah rendahnya kepercayaan diri anak, yang terlihat dari kurangnya partisipasi anak dalam kegiatan bercerita di depan teman-temannya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri anak melalui penerapan metode bermain peran. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subyek penelitian adalah anak kelompok B di TK Dharma Wanita Persatuan 3 Ampelgading yang berjumlah 15 anak. Hasil Tindakan siklus I sebesar 53,3%. Oleh karena itu, pada Siklus II, topik bermain peran diubah menjadi "Aku Seorang Pedagang", dengan memberikan anak kebebasan untuk mengatur ruang, membagi peran, dan menjalankan kegiatan. Hasil observasi menunjukkan peningkatan ketuntasan menjadi 80%. Penelitian ini membuktikan bahwa metode bermain peran efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri anak dengan cara memperkuat interaksi sosial dan memberikan pengalaman yang menyenangkan sesuai mina

    Pengembangan LKPD Berbasis Deep Learning untuk Meningkatkan Literasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas VII pada Materi Pemanfaatan dan Pelestarian Sumber Daya Alam

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis deep learning untuk meningkatkan literasi dan hasil belajar siswa pada materi pemanfaatan dan pelestarian sumber daya alam di kelas VIII SMPN 1 Modo Lamongan. Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE dengan desain quasi experiment non equivalent control group design. Subjek penelitian adalah 54 siswa kelas VIII yang terbagi menjadi kelompok eksperimen (27 siswa) dan kelompok kontrol (27 siswa). Instrumen penelitian meliputi lembar validasi, soal pretest-posttest, lembar observasi literasi, dan angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan: (1) LKPD berbasis deep learning sangat layak digunakan dengan skor validasi rata-rata 91,97%; (2) kemampuan literasi siswa meningkat signifikan dengan 70,4% siswa mencapai kategori tinggi pada pertemuan ketiga; (3) hasil belajar kelas eksperimen meningkat 27,41 poin (ketuntasan klasikal 88,9%) dibandingkan kelas kontrol yang hanya meningkat 15,55 poin (ketuntasan klasikal 59,3%) dengan p-value 0,000 < 0,05; dan (4) respon siswa sangat positif dengan rata-rata 95,9%. Penelitian ini membuktikan bahwa LKPD berbasis deep learning efektif meningkatkan literasi dan hasil belajar siswa IPS melalui pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan sesuai dengan prinsip pembelajaran mendalam Kurikulum Merdeka.Abstract: This study aims to develop a deep learning-based Student Worksheet (LKPD) to improve students' literacy and learning outcomes on the topic of natural resource utilization and conservation in grade VIII at SMPN 1 Modo Lamongan. This development research uses the ADDIE model with a quasi-experimental non-equivalent control group design. The research subjects were 54 grade VIII students divided into an experimental group (27 students) and a control group (27 students). Research instruments included validation sheets, pretest-posttest questions, literacy observation sheets, and student response questionnaires. The results show: (1) the deep learning-based LKPD is highly suitable for use with an average validation score of 91.97%; (2) students' literacy skills increased significantly with 70.4% of students reaching the high category in the third meeting; (3) learning outcomes of the experimental class increased by 27.41 points (classical completeness 88.9%) compared to the control class which only increased by 15.55 points (classical completeness 59.3%) with p-value 0.000 < 0.05; and (4) student responses were very positive with an average of 95.9%. This study proves that deep learning-based LKPD effectively improves students' literacy and social studies learning outcomes through mindful, meaningful, and joyful learning in accordance with the deep learning principles of the Merdeka Curriculum. Keywords: Student Worksheet, deep learning, literacy, learning outcomes, natural resources                   &nbsp

    An Ethnographic Study of Teaching Methods Used by English Teachers

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metode pengajaran yang digunakan oleh guru bahasa Inggris di SMK Darul Falah untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris siswa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara dengan guru, dan kuesioner umpan balik siswa. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa dua metode pengajaran utama—Metode Langsung (Direct Method) dan Metode Penerjemahan Tata Bahasa (Grammar Translation Method/GTM)—digunakan, dengan tambahan teknik inovatif dan aktivitas di luar kelas.Metode Langsung berfokus pada penggunaan bahasa secara imersif melalui kegiatan berbicara dan mendengarkan, role-play, serta pembelajaran kontekstual yang menekankan penerapan di dunia nyata. Sementara itu, GTM memprioritaskan ketepatan tata bahasa dan keterampilan penerjemahan melalui pengajaran tata bahasa yang sistematis dan analisis teks. Di luar kelas, integrasi teknologi, pembelajaran berbasis proyek, imersi budaya, dan konsumsi media semakin memperkuat pengalaman belajar bahasa siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan menunjukkan adaptabilitas metode tradisional ketika dikombinasikan dengan pendekatan inovatif, sehingga tetap relevan di era digital. Penelitian ini juga menyoroti strategi untuk mengatasi tantangan, seperti menangani kesenjangan dalam keterampilan komunikasi lisan dalam GTM. Temuan ini memberikan wawasan praktis bagi pendidik yang ingin menciptakan lingkungan pembelajaran bahasa yang seimbang, efektif, dan menarik

    Metode Dongeng: Peningkatan Keterampilan Berbahasa melalui Storytelling Abu Nawas di TK IT Auladi Islami

    Full text link
    Observasi menunjukkan kecakapan anak-anak yang belajar di TK IT Auladi Islami Kec. Rajeg belum mumpuni dalam pengenalan huruf-huruf yang sekaligus penguasaan kosakat rendah, serta minim motivasi belajar. Menimbang bahwa semakin banyak anak menguasai kosakata maka semakin cerdas keterampilan wicaranya, dan semakin anak banyak mengenal huruf, akan mempercepat kemampuan menulisnya. Metode mendongeng menjadi pilihan mengenalkan multi kosakata yang sederhana efektif dan menceritakan kembali menjadi alternatif tujuan riset yakni upaya meningkatkan keterampilan berbahsa sesuai fase pertumbuhan dan perkembangan kemampuan anak. Jenis PTK, dua siklus, 4 tahapan (rencanakan, laksanakan, amati, merefleksi), subjek 13 anak, hasil menunjukkan keterampilan berbahasa anak

    558

    full texts

    677

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pendidikan (JP) : Riset dan Konseptual (Universitas Nahdlatul Ulama Blitar)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇