Jurnal Pendidikan (JP) : Riset dan Konseptual (Universitas Nahdlatul Ulama Blitar)
Not a member yet
677 research outputs found
Sort by
The Influence of Material Mastery and Self Efficacy on The Practical Ability of Electronic Ignition Systems
The goal of the research This is to understand how the Department of Vehicle Engineering Light Automotive at SMKN 1 Semen Kediri's mastering material and self-efficacy affect ability practice system ignition electronic students. Examine This was completed using an instrument questionnaire and method survey. 102 students in class XI majoring in TKRO SMKN 1 Semen Kediri make up the research sample. Multiple linear regression analysis was used to examine the collected data. The findings of the study indicate that mastery content and self-efficacy have a favorable and significant impact on students' capacity to utilize the system ignition electronic at SMKN 1 Semen Kediri's TKRO department. In addition, there is a relationship between students' self-efficacy and their mastery of the subject regarding ability practice, indicating that students who possess both of these traits are more practiced in understanding and mastering system ignition electronic. Examine This helps students grasp the aspects that influence their ability to comprehend and manage the electronic ignition system. The results of this research can potentially be used as input by educators and educational institutions to design curriculum and learning initiatives within the TKRO department
Pengembangan Booklet Keanekaragaman Burung Famili Alcedinidae di Tepi Sungai Mangkusip Sebagai Suplemen Pembelajaran Keanekaragaman Hayati
Burung air adalah jenis burung yang seluruh hidupnya berkaitan dengan daerah perairan dalam mendapatkan sumber daya makanan. Salah satu pengembangan Booklet berbasis potensi lokal yang dapat dikembangkan ialah keragaman famili Alcedinidae. Salah satu materi mata pelajaran Biologi yang dapat diaplikasikan dengan potensi lokal yaitu materi keanekaragaman hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keragaman famili Alcedinidae di tepi sungai Mangkusip, mendeskripsikan validitas Booklet yang dikembangkan tentang keragaman famili Alcedinidae di tepi Sungai Mangkusip Desa Tanta Kabupaten Tabalong sebagai suplemen pembelajaran Keanekaragaman Hayati di SMA, dan mendeskripsikan kepraktisan Booklet yang dikembangkan tentang keragaman famili Alcedinidae di tepi Sungai Mangkusip Desa Tanta Kabupaten Tabalong sebagai suplemen pembelajaran Keanekaragaman Hayati di SMA. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research Development) yang pada mengacu pada pengembangan model Plomp (1997) yang terdiri atas 5 fase. Hasil uji validitas memperoleh hasil Sangat valid, hasil uji kepraktisan mendapatkan hasil sangat baik, berdasarkan hal tersebut maka Booklet dapat digunakan sebagai suplemen pembelajaran
Pengembangan E-Booklet Konsep Pengantar Bioteknologi untuk Peserta Didik Fase E
Pembelajaran dalam penerapan Kurikulum Merdeka menuntut penggunaan bahan ajar yang kreatif dan inovatif. Konsep Pengantar Bioteknologi pada fase E memerlukan penyajian contoh praktis yang berkaitan dengan kehidupan nyata. E-Booklet merupakan bahan ajar elektronik yang dapat memfasilitasi penyajian informasi, gambar dan proses yang nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesesuaian, kelayakan, dan keterbacaan terhadap hasil Pengembangan E-Booklet Konsep Pengantar Bioteknologi Untuk Peserta Didik Fase E. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan model 4D (Thiagarajan et al., 1974). Tahap Disseminate dalam penelitian dilakukan terbatas hanya di sekolah uji dan publikasi artikel ilmiah. Pengumpulan data penelitian menggunakan instrumen 1) kesesuaian, 2) kelayakan, dan 3) keterbacaan. Validasi data dilakukan oleh 3 orang validator dan 12 orang peserta didik kelas XI MIA 2 SMA Negeri 4 Banjarbaru. Pengembangan E-Booklet Konsep Pengantar Bioteknologi Untuk Peserta Didik Fase E menunjukkan hasil 1) kesesuaian mendapatkan rerata nilai 4,48 (sangat sesuai), 2) kelayakan mendapatkan rerata nilai 4,44 (sangat layak), dan 3) keterbacaan rerata nilai 4,69 (sangat baik). Hal ini menunjukkan bahwa E-Booklet yang dikembangkan sangat sesuai dengan tujuan pembelajaran, bahasa, format, dan media, sangat layak secara teknis untuk digunakan sebagai bahan ajar pembelajaran biologi, dan sangat aksesibel dalam hal keterbacaan dan pemahaman peserta didik
Kolaborasi antara Peran Pendidik di Rumah dan Pendidik di Sekolah dalam Membimbing Cara Bergaul dengan Teman Sebaya (Fase 7 Tahun Kedua)
Peran orangtua dalam mendidik anak sangatlah penting. Pendidikan yang baik mampu membekali anak dalam menghadapi kehidupannya di masa mendatang.Termasuk mengajari bagaimana cara bergaul dengan Teman-Temanya yang sebaya maupun tidak. Setiap orangtua wajib mempelajari seni mengasuh dan mendidik anak apalagi di era modern saat ini dengan tantangan dan ujian yang luar biasa. Salah satu contoh memberikan pendidikan yang baik pada anak adalah dengan memasukan anak ke sekolah-sekolah yang baik yang mengajarkan agama, adab dan lain-lain. Sebagai orangtua kita tidak boleh melepaskan penuh pendidikan kepada guru-guru yang ada di sekolah. Bukan berarti memasukan anak ke sekolah yang bagus sudah memenuhi kebutuhan pendidikan yang baik bagi anak. Orangtua dan Guru harus berkolaborasi dalam mendidik, supaya keseimbangan terjadi dan mendapatkan hasil yang baik. Apalagi saat anak memasuki fase baligh yang ada di fase tujuh tahun kedua. Tidak bisa semua di serahkan kepada guru yang ada di sekolah, dan juga belum tentu orangtua memiliki pengetahuan yang luas dalam mendidik di fase ini. Maka itu diperlukan kolaborasi antara guru dan orangtua
Analisa Kebutuhan Pengembangan Media Pembelajaran Shalat Sunnah dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik
Penelitian ini bertujuan untuk pertama mengetahui bagaimana proses pembelajaran yang berlangsung di Sekolah SDIT Al-Ikhlas, kedua menganalisis kebutuhan pengembangan bahan atau media pembelajaran pada mata pelajaran fiqh. Penelitian yang terdapat dalam artikel ini menggunakan pendekatan penelitian analisa deskriptif. Metode penelitian kualitatif. Proses pengambilan data pada penelitian ini dengan cara wawancara mendalam dan observasi. Berdasarkan hasil analisa kebutuhan yang telah dilakukan terdapat masalah yang dialami guru dalam proses pembelajatn yaitu guru sering mengalami kurangnya kefokusan peserta didik sehingga suasana kelas tidak kondusif.Oleh sebab itu peneliti menyarankan untuk pengembangan media pembelajaran berbasis e-komik
Hubungan Kondisi Sosial Ekonomi dan Peran Teman Sebaya Dengan Minat Studi Lanjut ke Perguruan Tinggi Siswa Kelas XI SMKN 1 Boyolali Jurusan Akuntansi
Penelitian ini bertujuan untuk menguji (1) hubungan antara kondisi sosial ekonomi dengan minat studi lanjut siswa kelas XI SMKN 1 Boyolali Jurusan Akuntansi; (2) hubungan antara peran teman sebaya dengan minat studi lanjut siswa kelas XI SMKN 1 Boyolali Jurusan Akuntansi; (3) hubungan antara kondisi sosial ekonomi dan peran teman sebaya dengan minat studi lanjut siswa kelas XI SMKN 1 Boyolali Jurusan Akuntansi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan korelasional. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI di SMKN 1 Boyolali. Sampel penelitian adalah jurusan Akuntansi sejumlah 105 siswa. Teknik pengambilan sampel adalah cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket atau kuesioner. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif, korelasi sederhana dan korelasi ganda. Uji prasyarat analisis penelitian ini adalah uji normalitas, uji linearitas, uji multikolinieritas, dan uji heterokedastisitas. Hasil dari penelitian ini adalah (1) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kondisi sosial ekonomi dengan minat studi lanjut ke perguruan tinggi siswa kelas XI di SMKN 1 Boyolali jurusan Akuntansi. (2) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara peran teman sebaya dengan minat studi lanjut ke perguruan tinggi siswa kelas XI di SMKN 1 Boyolali jurusan Akuntansi. (3) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kondisi sosial ekonomi dan peran teman sebaya dengan minat studi lanjut ke perguruan tinggi siswa kelas XI di SMKN 1 Boyolali jurusan Akuntansi. Model hubungan ketiga variabel tersebut adalah Y = 29,037 + 1,073 XI + 0,747 X2
Pengaruh Media Card Sort terhadap Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas 1
Penelitian ini dilaksanakan di SDN Cigoong 3 yang bertujuan untuk melihat pengaruh media Card Sort terhadap kemampuan membaca peserta didik pemula. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra-eksperimental dengan jenis one group pretest posttest design. Penelitian ini melibatkan dua kelas yang terdiri dari kelas IA sebagai kelas eksperimen yang diberikan perlakuan dan kelas IB kelas kontrol yang tidak diberikan perlakuan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa instrumen tes lisan kemampuan membaca permulaan. Hasil penelitian memberikan kesimpulan bahwa adanya pengaruh media Card Sort terhadap peningkatan kemampuan membaca peserta pemula didik. Dari hasil analisis rata-rata nilai tes akhir kemampuan membaca pemula pada kelas 1A sebesar 77,3 lebih tinggi dan nilai rata-rata pada kelas 1 B sebesar 68,4, hal ini menunjukkan bahwa kelas yang diberikan perlakuan dengan media Card Sort lebih baik dibandingkan dengan kelas yang menggunakan metode konvensional. Maka dapat disimpulkan bahwa media Card Sort berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan
A Aplikasi Media Kit Seri Kebhinekaan dalam Meningkatkan Pemahaman Kearifan Lokal Indonesia pada Mata Pelajaran PPKn: Media Kit Seri Kebhinekaan
Saat ini, Kurikulum 13 disempurnakan atau dibuat menjadi Kurikulum Merdeka yang merupakan gagasan dalam menciptakan pendidikan generasi muda yang unggul di Indonesia. Dengan adanya pemerintahan yang baru dalam penyempurnaan Kurikulum karena adanya suatu tuntutan di masa kini bahwa integrasi teknologi dalam pendidikan sejak dilanda pandemi Covid-19 agar tidak tertinggal. Kurikulum Merdeka terbentuk dari gagasan pemerintah baru oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Tekonologi (Mendikbudristek). Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) adalah salah satu mata pelajaran wajib yang ada di setiap jenjang pendidikan tentang materi nilai-nilai Pancasila dan pentingnya siswa untuk mempelajari materi PPKn untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan patriotisme, rasa penuh gotong royong dan toleransi. Dengan belajar PPKn dapat menumbuhkan generasi muda sebagai penerus bangsa yang berkarakter Pancasila. Penelitian mengenai media kit seri kebhinekaan dalam meningkatkan pemahaman kearifan lokal Indonesia pada mata pelajaran PPKn, peneliti menggunakan beberapa teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah triangulasi. Adapun penggunaan triangulasi dengan sumber, peneliti melakukan perbandingan atas hasil wawancara yang telah peneliti peroleh melalui proses wawancara dengan informan sebagai pembanding dalam mengecek kebenaran informasi yang telah diperoleh dalam penelitian. Selanjutnya peneliti melakukan pengecekan derajat kepercayaan dengan triangulasi dengan metode. Metode ini dilakukan dengan melakukan pengecekan hasil penelitian dengan teknik pengumpulan data yang telah diperoleh melalui kegiatan observasi di SMA kota Blitar. produk yang dihasilkan adalah media yang berbentuk kartu Kit Seri Kebhinnekaan untuk pembelajaran PPKn kelas X SMA pada materi Kearifan lokal. Hasil dari kelas kecil dengan metode wawancara mendalam, media Kit Seri bisa diterima dan siswa sangat antusian sehingga media Kit seri masuk kategori sangat baik diterapkan dalam pembelajaran
Implementasi Kompetensi Manajerial dan Supervisi Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru
Penelitian ini mengkaji implementasi kompetensi manajerial dan supervisi kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SMK Swasta Gerung Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data dari dua sekolah, SMK Islam Manbaul Ulum dan SMK NW Dasan Tapen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah memainkan peran strategis dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program peningkatan kinerja guru, serta dalam menyusun perangkat pembelajaran dan mendukung pelatihan profesional bagi guru. Kepala sekolah juga berperan dalam mengesahkan silabus, menyusun jadwal, mengawasi proses belajar-mengajar, dan menyelesaikan masalah yang muncul. Selain itu, monitoring dan evaluasi kinerja guru dilakukan secara berkala untuk memastikan peningkatan kualitas pengajaran. Implementasi kompetensi manajerial kepala sekolah yang efektif terbukti meningkatkan kinerja guru dan mendukung tercapainya tujuan pendidikan yang berkualitas
Penerapan Pendekatan Culturally Responsive Teaching untuk Meningkatkan Kemampuan Analisis Kondisi Geografis pada Pembelajaran IPS
Permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran IPS kelas VIII yaitu masih rendahnya kemampuan peserta didik dalam menganalisis materi kondisi geografis. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kurangnya partisipasi aktif peserta didik dalam proses pembelajaran dan kurangnya bahan ajar yang menghubungkan materi dengan latar belakang budaya peserta didik. Hal tersebut dapat menghambat proses pencapaian hasil pembelajaran secara maksimal. Artikel ini bertujuan untuk mengungkap penerapan CRT dalam meningkatkan kemampuan analisis peserta didik. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaboratif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan capaian kemampuan analisis kondisi geografis dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I hasil kemampuan analisis geografis kurang optimal terlihat dari masih banyak peserta didik yang mencapai tingkatan “cukup†dan “kurang†sedangkan di siklus II hasil kemampuan analisis geografis mengalami peningkatan pada kategori “sangat baik†dan “baik†serta terjadi penurunan pada kategori “cukup†dan “kurangâ€. Peningkatan juga terlihat dari nilai rata-rata hasil belajar, jumlah peserta didik yang tuntas, dan persentase ketuntasan. Peningkatan ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran dengan menerapkan pendekatan Culturally Responsive Teaching terbukti meningkatkan kemampuan analisis kondisi geografis.The problem faced in class VIII social studies learning is that students' ability to analyze geographical conditions is still low. This is caused by several factors, including the lack of active participation of students in the learning process and the lack of teaching materials that link the material to the students' cultural background. This can hinder the process of achieving maximum learning outcomes. This article aims to reveal the application of CRT in improving students' analytical skills. This type of research is collaborative classroom action research. The results of the research showed that there was an increase in the ability to analyze geographical conditions from cycle I to cycle II. In cycle I, the results of geographic analysis skills were less than optimal, as can be seen from the fact that there were still many students who reached "sufficient" and "poor" levels, while in cycle II the results of geographic analysis skills increased in the "very good" and "good" categories and there was a decrease in the "very good" and "good" categories. “enough†and “not enoughâ€. The increase can also be seen from the average value of learning outcomes, the number of students who complete, and the percentage of completion. This increase shows that the learning process by applying the Culturally Responsive Teaching approach has been proven to improve the ability to analyze geographical conditions