Jurnal Pendidikan (JP) : Riset dan Konseptual (Universitas Nahdlatul Ulama Blitar)
Not a member yet
677 research outputs found
Sort by
Analisis Tindak Tutur Direktif dan Ekspresif pada Artikel Rubrik dalam Surat Kabar Daring Kompas.Id Edisi Tahun 2020 dan Rekomendasinya pada Pembelajaran Bahasa Indonesia
The research "Analysis of Directive and Expressive Speech Acts in Section Articles on Kompas.id Online Newspaper Edition 2020 and Its Recommendations for Indonesian Language Learning" aims to investigate and gather information regarding directive and expressive speech acts in section articles on the Kompas.id online newspaper edition of 2020, and their recommendations for Indonesian language learning. Directive speech acts include: (1) advising, (2) requesting, (3) commanding, (4) suggesting, (5) challenging, (6) urging, (7) inviting, (8) asking. Meanwhile, expressive speech acts include: (1) criticizing, (2) praising, (3) complaining, (4) congratulating, (5) expressing gratitude, (6) blaming, (7) apologizing. Through directive and expressive speech acts, the author hopes that teachers can utilize these speech acts in classroom learning interactions. This research aims to explain the types of directive and expressive speech acts used by teachers and student
PENERAPAN PUZZLE PETA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SPATIAL THINKING DAN CRITICAL THINKING
This study aims to apply the Map Puzzle learning method in order to improve students' spatial thinking and critical thinking skills. The method used in this research is an experimental method with a research design involving two groups, namely the experimental group and the control group. The experimental group will receive treatment in the form of applying map puzzle learning media in geography learning, while the control group will follow conventional learning without using media. The research subjects were students of SMP Cendikia class 9A with 30 students and 9B with 30 students. The instrument used to measure students' spatial thinking and critical thinking skills consists of 30 multiple choice questions. This test will be given before (pretest) and after (posttest) applying map puzzle media. The results showed that the application of the Map Puzzle method can significantly improve the spatial thinking and critical thinking skills of students. Learners are more actively involved in the learning process, and the use of map puzzles provides variations in learning methods that can motivate learners to think more critically and understand spatial concepts better. Map Puzzle learning media is effectively used as a learning strategy in developing spatial and critical thinking skills.Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode pembelajaran Puzzle Peta dalam rangka meningkatkan kemampuan spatial thinking dan critical thinking peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode eksperimen dengan desain penelitian yang melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen akan menerima perlakuan berupa penerapan media pembelajaran puzzle peta dalam pembelajaran geografi, sementara kelompok kontrol akan mengikuti pembelajaran konvensional tanpa menggunakan media. Subjek penelitian adalah peserta didik SMP Cendikia kelas 9A dengan jumlah 30 peserta didik dan 9B dengan jumlah 30 peserta didik. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan spatial thinking dan critical thinking peserta didik terdiri dari 30 soal pilihan ganda. Tes ini akan diberikan sebelum (pretest) dan setelah (posttest) menerapkan media puzzle peta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Puzzle Peta secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan spatial thinking dan critical thinking peserta didik. Peserta didik lebih aktif terlibat dalam proses pembelajaran, dan penggunaan puzzle peta memberikan variasi dalam metode pembelajaran yang dapat memotivasi peserta didik untuk berpikir lebih kritis dan memahami konsep spasial dengan lebih baik. Media pembelajaran Puzzle Peta efektif digunakan sebagai strategi pembelajaran dalam mengembangkan keterampilan berpikir spasial dan kritis
INOVASI TINDAK TUTUR ILOKUSI: MENINGKATKAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS VIII SMP NABAWI MAFTAHUL ULUUM TULISKRIYO
Penelitian ini menganalisis tuturan ilokusif kegiatan belajar mengajar (KBM) mata pelajaran Bina tingkat 8 Sekolah Menengah Pertama Nabawi Maftahul Uluum Tuliskriyo. Melalui ancangan qualitative, riil objektif data-data didapatkan melalui kegiatan pengamatan mendalam, kritisi, yang diperkuat dengan tindakan interview narasumber terpilih, guru serta siswa. Analisis menyimpulkan data temuan bahwa tindak tutur ilokusif, seperti meminta, menawarkan, dan memberi penjelasan, berperan penting dalam meningkatkan interaksi dan pemahaman materi. Penelitian ini mengungkapkan bahwa penggunaan strategi komunikasi yang tepat dapat memfasilitasi KBM lebih menunjukkan efektivitas tinggi, serta menciptakan ekosistem belajar-pembelajaran berpartisipasi aktif siswa. Temuan ini diharapkan memberikan kontribusi bagi pengembangan metode pengajaran Bahasa Indonesia
ANALISIS KESALAHAN TANDA BACA LEMBAR JAWAB KUIS ACADEMIC WRITING SKILLS MAHASISWA PS PBI/FIPS UNU BLITAR
Riset berupaya menganalisis ketidaktepatan/kesalahan penanda bacaan pada lembar jawab kuis mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia dalam mata kuliah keterampilan menulis. Ancangan riset mengimplementasikan descrptive qualitative, analisis isi dipergunakan untuk mengumpulkan bukti/dokumen yang dibutuhkan. Hasil riset mengidentifikasi bahwa kesalahan paling signifikan terjadi pada penggunaan tanda (.), akronim, kapital, (,), (/), (?), dan ejaan. Temuan ini menunjukkan perlunya perbaikan dalam pengajaran keterampilan menulis, agar mahasiswa dapat menggunakan tanda baca dengan benar. Rekomendasi yang diberikan mencakup peningkatan frekuensi pembelajaran tanda baca serta penyediaan umpan balik yang konstruktif untuk mendukung perkembangan kemampuan mahasiswa
Membaca Penguatan dalam Diam: Eksplorasi Praktik Natural Positive Reinforcement oleh Dosen Fisika
This study aims to explore naturally occurring practices of positive reinforcement in the learning process of Mathematical Physics 2 and their impact on students' motivation and understanding. The study employed a descriptive qualitative approach, with data collected through classroom observations, interviews with the lecturer, and student questionnaires. The results show that the most frequently appearing forms of reinforcement included verbal praise, the awarding of additional points, and constructive feedback. Student responses indicate that these reinforcements had a positive effect on their enthusiasm for learning and classroom engagement. However, students also emphasized the importance of transparency and fairness in the distribution of reinforcement. This study provides an initial contribution to understanding naturally emerging reinforcement strategies and their relevance for further development as systematic instructional approaches in higher education.Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi praktik reinforcement positif yang muncul secara alami dalam pembelajaran Fisika Matematika 2 dan dampaknya terhadap motivasi serta pemahaman mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara dosen, dan angket mahasiswa. Hasil menunjukkan bahwa reinforcement yang paling banyak muncul berupa pujian verbal, pemberian poin tambahan, dan umpan balik yang membangun. Respons mahasiswa menunjukkan bahwa reinforcement tersebut berdampak positif terhadap semangat belajar dan keterlibatan mereka, namun mereka juga menyoroti pentingnya transparansi dan pemerataan pemberian reinforcement. Studi ini memberikan kontribusi awal dalam memahami strategi penguatan yang muncul secara natural dan relevansinya untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai strategi pembelajaran sistematis di pendidikan tinggi
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas VI SD Negeri Sidosermo I Surabaya
Salah satu hal yang menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa kelas VI IPAS SDN Sidosermo I/427 Surabaya adalah masih digunakannya metode pembelajaran tradisional. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas VI tentang rangka tubuh manusia melalui penggunaan teknik pembelajaran kooperatif tipe STAD. Penelitian kelas ini menggunakan dua siklus. Dalam proses pengumpulan data digunakan tes dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian, siklus I memperoleh rata-rata 46 dengan daya serap 46%, sedangkan siklus II memperoleh rata-rata 82 dengan daya serap 82%. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman siswa terhadap materi Rangka tubuh Manusia mengalami peningkatan. Dengan demikian, pada kelas VI SD Negeri Sidosermo I/427 Surabaya, penerapan pendekatan pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi IPAS yang dibuktikan dengan meningkatnya hasil belajar siswa.
 
A Penggunaan Aplikasi RKAS dalam Sistem Administrasi Penyaluran Dana BOS pada Sekolah Dasar Dinas Pendidikan kota Blitar: Aplikasi RKAS dalam Sistem Administrasi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) dalam sistem administrasi penyaluran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada Sekolah Dasar di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Blitar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada beberapa sekolah dasar yang telah menerapkan aplikasi RKAS. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi RKAS telah memberikan beberapa manfaat signifikan dalam administrasi penyaluran Dana BOS, antara lain peningkatan transparansi dan akuntabilitas, kemudahan dalam pelaporan keuangan, serta efisiensi waktu dan biaya. Namun, beberapa tantangan juga dihadapi, seperti keterbatasan kemampuan teknis dari sebagian staf administrasi dan kebutuhan akan pelatihan berkelanjutan.
Secara keseluruhan, penerapan aplikasi RKAS dinilai efektif dalam mendukung sistem administrasi penyaluran Dana BOS di Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Blitar, meskipun masih memerlukan beberapa perbaikan dan dukungan lebih lanjut untuk mengatasi kendala yang ada
Supervisi Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Kompetensi Guru Madrasah Aliyah
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan supervisi oleh kepala madrasah dalam meningkatkan kompetensi guru di Madrasah Aliyah Swasta (MAS) di Kecamatan Narmada. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi yang dilakukan kepala madrasah memiliki dampak positif dalam meningkatkan kompetensi pedagogis, kepribadian, sosial, dan profesional guru. Namun, implementasi supervisi ini masih menghadapi berbagai kendala, seperti kurangnya waktu yang tersedia, keterbatasan sumber daya, dan resistensi dari sebagian guru. Kendala tersebut menyebabkan pelaksanaan supervisi belum optimal. Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan kapasitas kepala madrasah dalam melakukan supervisi, serta penyediaan dukungan yang memadai, baik dari segi waktu maupun sumber daya. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dengan menyoroti peran strategis supervisi kepala madrasah dalam pengembangan kompetensi guru, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan di madrasa
Analisis Jenis dan Tingkat Kesulitan Belajar Dalam Pelajaran Tajwid Siswa MTs Qurrotu’ain Al Maaliki
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan tingkat kesulitan belajar siswa MTs Quratu’ain Al Maaliki Bogor tahun pelajaran 2023/ 2024 pada pelajaran tajwid dengan menggunakan tes diagnostik two tier multiple choice. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan non eksperimen yang berlokasi di MTs Qurrotu’ain Al Maaliki Bogor. Pemilihan sampel penelitian ini dengan memilih seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX MTs Qurrotu’ain Al Maaliki Bogor tahun pelajaran 2023/2024. Teknik pengumpulan data peneliti gunakan adalah angket tes hasil belajar diagnostik. Instrumen yang dikembangkan merupakan modifikasi dari indikator pemahaman konsep menurut Benyamin S. Bloom. Hasil dari tes diagnostik dianalisis menggunakan analisis kombinasi jawaban dan ditentukan persentase kesulitan belajar yang dialami oleh siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, jenis kesulitan siswa dalam memahami konsep dan tujuan ilmu tajwid dengan tingkat kategori kesulitan rendah (8,69%,). Jenis kesulitan belajar siswa pada indikator menentukan contoh relevan dengan tingkat kategori sedang (41,74%). Jenis kesulitan belajar siswa dalam menyimpulkan konsep tajwid dengan tingkat kategori tinggi (66,95%)
Implementasi Media Anak Tangga pada Pelajaran Matematika Kelas III di SD Mundurejo 02 Jember
This study aims to determine how the process of implementing mathematics learning using ladder media, especially unit length material, knowing the role given by ladder media in learning mathematics, and knowing the inhibiting and supporting factors of the application of this learning media. This research was conducted on third grade students of Mundurejo 02 Jember Elementary School. The type of research conducted is qualitative by collecting data through observation, interviews, and supporting documentation. The results of the study stated that the learning process of using the stairs media in learning mathematics begins with directions from the teacher and the division of groups. Then proceed each group to do the task by using the stairs media according to the teacher's direction. The role of this staircase media is to attract students in math lessons. The obstacles encountered in the application of this media are related to the duration of time wasted to coordinate students.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pelaksanaan pembelajaran matematika menggunakan media anak tangga khususnya materi satuan panjang, mengethui peran yang diberikan media anak tangga pada pembelajaran matematika, dan mengetahui faktor penghambat maupun pendukung dari penerapan media pembelajaran ini. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas III SD Mundurejo 02 Jember. Jenis penelitian yang dilakukan yaitu kualitatif ddengan mengumpulkan data-data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pendukung penelitian. Hasil penelitian menyebutkan bahwa proses pembelajaran menggunakan media anak tangga dalam pembelajaran matematika dengan diawali arahan dari guru dan pembagian kelompok. Kemudian dilanjutkan tiap kelompok mengerjakan tugas dengan menggunakan media anak tangga tersebut sesuai arahan guru. Peran media anak tangga ini yaitu menjadi daya tarik bagi peserta didik dalam pelajaran matematika. Kendala yang ditemui dalam penerapan media ini yaitu terkait durasi waktu banyak terbuang untuk mengkoordinasikan peserta didi