Jurnal Pendidikan (JP) : Riset dan Konseptual (Universitas Nahdlatul Ulama Blitar)
Not a member yet
    677 research outputs found

    Pengaruh Metode Discovery Learning dan Gaya Belajar terhadap Hasil Belajar Matematika pada Siswa SD Kelas V

    Full text link
    kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen. Temuan yang diperoleh dari penelitian ini adalah dampak pendekatan pembelajaran discovery learning   terhadap prestasi akademik matematika siswa kelas V di SDN Wonojoyo 2, yang terletak di Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Analisis statistik sampel berpasangan menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar matematika pra-tes siswa di kelas kontrol adalah 68,2500, sedangkan rata-rata hasil pasca-tes untuk kelompok yang sama mencapai skor 69,7000. Hubungan yang diamati antara skor pra-tes dan pasca-tes di kelas kontrol terukur sebesar 0,737. Menunjukkan nilai penting sebesar 0,000. Jumlah di kelas kontrol tercatat sebesar 0,622, disertai dengan nilai signifikansi sebesar 0,622. Di kelas eksperimen, siswa menunjukkan rata-rata hasil belajar matematika pra-tes sebesar 67,0500, yang meningkat menjadi rata-rata hasil pasca-tes sebesar 81,4000. Hubungan antara nilai pre-test dan post-test pada kelas eksperimen diperoleh sebesar 0,340 dengan nilai signifikansi sebesar 0,142. Nilai Thitung pada kelas eksperimen tercatat sebesar -5,792 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Hal ini mengarah pada kesimpulan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar post-test antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, dengan siswa yang mengikuti metode discovery learning memperoleh nilai lebih tinggi dibandingkan dengan siswa pada kelompok konvensional. Hasil analisis data statistik menunjukkan bahwa uji signifikansi gaya belajar terhadap hasil belajar matematika menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,81 yang berarti nilai signifikansinya kurang dari 0,05. Dapat disimpulkan bahwa gaya belajar berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar matematika. Pengaruh pendekatan discovery learning dan gaya belajar individual terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas V SDN Wonojoyo 2 Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri

    Pengembangan Media Google Site Dalam Meningkatkan Berfikir Spasial Pada Mata Pelajaran Geografi Materi Desa Kota Di MA Roudlotul Hikmah Gresik

    Full text link
    This research develops a Google Site-based learning media to enhance students' spatial thinking abilities in geography subject, specifically on rural-urban material at MA Roudlotul Hikmah Gresik. Using R&D method with ADDIE model involving 30 grade XII social science students, the media was developed with interactive digital maps, timeline simulations, and interactive quizzes. Results show the media is highly valid (score 4.35/5.00), practical with positive responses from teachers (87.5%) and students (89.3%), and effective in improving spatial thinking abilities with N-Gain 0.49. Student activities also significantly increased in questioning, discussion, and concept explanation. Google Site proved effective in transforming learning from teacher-centered to student-centered approachPenelitian ini mengembangkan media pembelajaran berbasis Google Site untuk meningkatkan kemampuan berpikir spasial siswa MA pada mata pelajaran geografi materi desa-kota. Menggunakan metode R&D model ADDIE dengan 30 siswa kelas XII IPS, media dikembangkan dengan fitur peta digital interaktif, simulasi timeline, dan quiz interaktif. Hasil menunjukkan media sangat valid (skor 4,35/5,00), praktis dengan respon positif guru (87,5%) dan siswa (89,3%), serta efektif meningkatkan kemampuan berpikir spasial dengan N-Gain 0,49. Aktivitas siswa juga meningkat signifikan dalam bertanya, diskusi, dan menjelaskan konsep. Google Site terbukti efektif mentransformasi pembelajaran dari teacher-centered menjadi student-centere

    Persepsi Guru Madrasah Ibtidaiyah Terhadap Konsep dan Penerapan Kebijakan Kurikulum Merdeka di Provinsi Banten

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru terhadap pelaksanaan konsep kurikulum merdeka di madarasah Ibtidaiyah Provinsi Banten. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di MIN 2 Kabupaten Serang dengan melibatkan guru kelas I dan kelas IV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidik dalam penerapan konsep dan kebijakan kurikulum merdeka memiliki persepi baik. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan banyaknya ungkapan yang mendukung terhadap penerapan kurikulum merdeka seperti pada aspek mengurangi beban guru, menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, penyederhanaan rencana pelaksanaan pembelajaran, bebas berekspresi dan kompetesi guru yaitu meningkatkan kompetensi, dan mendukung inovasi guru dalam mengajar dengan kategori baik. Persepsi baik dan satu hal yang mendukung terkait dengan pengetahuan guru MI terkait konsep dan kebijakan pada penerapan kurikulum merdeka di Provinsi Banten khususnya sekolah MI menunjukan oleh hasil wawancara yang selama kegiatan wawancara banyak memberikan pendapat yang positif terkait pengetahuan mulai dari pengertian, tujuan dan pengaruh positifnya, serta pengetahuan para guru MI sangat baik

    Improving Spatial Thinking Skills Through A Digital Interactive Learning Platform Based on Google Sites

    No full text
    Abstract: Spatial thinking ability has a fundamental role in geographical understanding, yet it is often neglected in educational curriculum. This study aims to explore the effectiveness of the Google Sites platform in improving the spatial thinking skills of students in class VIII SMP Negeri 48 Surabaya. The research used a quasi-experimental design with a nonequivalent control group design approach, involving 34 students in experimental and control classes. The research instruments included media validation, material validation, student response questionnaire, and spatial thinking ability test based on eight indicators: comparison, aura, region, hierarchy, transition, analogy, pattern, and association. Data analysis was conducted through an independent sample t-test with a significance criterion of p < 0.05. The results showed a significant difference with an asymp.sig (2-tailed) coefficient of 0.000, proving an increase in spatial thinking ability. The percentage of students in the high category increased from 35% to 50%, while 76% of students rated the Google Sites platform as influential in developing spatial thinking skills. This research confirms the potential of digital platforms in transforming the learning process and developing complex thinking skills

    Implementasi Pemanfaatan Teknologi untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di KB TK Santa Maria Surabaya

    Full text link
    Implementasi teknologi pendidikan di KB TK Santa Maria Surabaya menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Fasilitas teknologi seperti smartboard, aplikasi pembelajaran, dan multimedia interaktif telah digunakan untuk memperkaya pengalaman belajar siswa. Namun, pemanfaatan teknologi ini menghadapi tantangan, termasuk keterbatasan waktu guru, kendala teknis, dan kesenjangan kompetensi antara guru senior dan muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi teknologi, mengidentifikasi tantangan, dan merumuskan strategi optimalisasi. Data diperoleh melalui kuesioner, wawancara, dan observasi, dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi dapat meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa, meski penggunaannya masih belum merata. Strategi seperti pelatihan spesifik, mentoring, dan kolaborasi antar guru diusulkan untuk mengatasi tantangan. Dengan dukungan yang memadai, teknologi dapat diintegrasikan secara optimal untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan relevan. Kesimpulannya, teknologi pendidikan berperan penting dalam membangun pengalaman belajar yang menarik dan bermakna bagi siswa di era digital.Implementasi teknologi pendidikan di KB TK Santa Maria Surabaya menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Fasilitas teknologi seperti smartboard, aplikasi pembelajaran, dan multimedia interaktif telah digunakan untuk memperkaya pengalaman belajar siswa. Namun, pemanfaatan teknologi ini menghadapi tantangan, termasuk keterbatasan waktu guru, kendala teknis, dan kesenjangan kompetensi antara guru senior dan muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi teknologi, mengidentifikasi tantangan, dan merumuskan strategi optimalisasi. Data diperoleh melalui kuesioner, wawancara, dan observasi, dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi dapat meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa, meski penggunaannya masih belum merata. Strategi seperti pelatihan spesifik, mentoring, dan kolaborasi antar guru diusulkan untuk mengatasi tantangan. Dengan dukungan yang memadai, teknologi dapat diintegrasikan secara optimal untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan relevan. Kesimpulannya, teknologi pendidikan berperan penting dalam membangun pengalaman belajar yang menarik dan bermakna bagi siswa di era digital

    PENGGUNAAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VIII.5 UPTD SMP NEGERI 1 BARRU: PENGGUNAAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VIII.5 UPTD SMP NEGERI 1 BARRU

    No full text
    This research is to increase students' creativity in the material of recognizing advertisements through the Problem Based Learning (PBL) learning model. The research was conducted at UPTD SMP Negeri 1 Barru in the odd semester of the 2024/2025 academic year. The discussion of this research is recognizing advertisements. This research is a Classroom Action Research (PTK) which is divided into two learning cycles. Each cycle includes planning,  and reflecting. The research subjects were 30 students of class VIII UPTD SMP Negeri 1 Barru. Data obtained from the results of test scores and observations on student learning outcomes. Qualitative description data analysis technique. In the results of the study it was stated that the learning process students experienced an increase from cycle 1 to cycle 2. The percentage of students' creativity in cycle 1 was. Thepercentage increased in cycle 2 to. That is, the application of the Problem Based Learning model can improve the classical completeness of students in class VIII.5 UPTD SMP negeri 1 Barru.Penelitian ini untuk meningkatkan kreativitaspeserta didik pada materi mengenal iklan melalui model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Peneletiandilaksanakan di UPTD SMP Negeri 1 Barru pada semester ganjil tahun ajar 2024/2025. Pembahasanpenelitian ini adalah mengenal iklan. Penelitian inimerupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terbagi menjadi dua siklus pembelajaran. Masing-masing siklus meliputi prencanaan (planning), pelaksanaan(acting), pengamatan (observasing), dan repleksi(reflecting). Subjek penelitian adalah 30 siswa kelasVIII.5 UPTD SMP Negeri 1 Barru. Data diperoleh darihasil nilai tes dan observasi pada hasil belajar siswa. Teknik analisis data deskripsi kualitatif. Dalam hasilpenelitian di kemukakan bahwa siswa proses belajarmengalami peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2. Persentase kreativitas peserta didik pada siklus 1 yaitu. Persentase meningkat pada siklus 2 menjadi. Artinya, penerapan model Problem Based Learning dapatmeningkatkan ketuntasan klasikal siswa kelas VIII.5 UPTD SMP Negeri 1 Barru

    Pengaruh Model Pembelajaran Experiential Learning terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas X Mata Pelajaran Geografi Materi Batuan dan Tanah

    Full text link
    Pembelajaran geografi di tingkat SMA, khususnya pada materi abstrak seperti litosfer dan batuan, sering mengalami kendala akibat pendekatan konvensional yang minim pengalaman langsung. Penelitian ini mengkaji pengaruh model pembelajaran experiential learning terhadap hasil belajar peserta didik kelas X di SMAN 16 Surabaya melalui kegiatan praktikum batuan yang mengikuti empat tahapan pembelajaran Kolb: pengalaman konkret, refleksi, konseptualisasi, dan eksperimen aktif. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen semu, hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan antara nilai pretest dan posttest. Peserta didik dengan gaya belajar converging dan assimilating mengalami peningkatan yang lebih tinggi dibanding gaya lainnya. Selain meningkatkan pemahaman konseptual, model ini juga mendorong keterlibatan aktif dan koneksi materi dengan kehidupan nyata.Pembelajaran geografi di tingkat SMA, khususnya pada materi abstrak seperti litosfer dan batuan, sering mengalami kendala akibat pendekatan konvensional yang minim pengalaman langsung. Penelitian ini mengkaji dampak penerapan pendekatan experiential learning pada prestasi akademik siswa tingkat X di SMAN 16 Surabaya melalui kegiatan praktikum batuan yang mengikuti empat tahapan pembelajaran Kolb: pengalaman konkret, refleksi, konseptualisasi, dan eksperimen aktif. Melalui pendekatan kuantitatif dengan rancangan quasi-experimental, temuan riset memperlihatkan kenaikan yang bermakna statistik antara skor tes awal dan tes akhir. Peserta didik dengan gaya belajar converging dan assimilating mengalami peningkatan yang lebih tinggi dibanding gaya lainnya. Selain meningkatkan pemahaman konseptual, model ini juga mendorong keterlibatan aktif dan koneksi materi dengan kehidupan nyata

    Penerapan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa dalam Pembelajaran IPS di Sekolah Menengah Pertama

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan kreativitas siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas VIII di SMPN 1 Ajung tahun pelajaran 2024/2025. Kreativitas merupakan salah satu keterampilan penting abad 21 yang perlu dikembangkan dalam proses pembelajaran di sekolah. Pembelajaran IPS yang umumnya bersifat teoritis seringkali kurang mampu menggali potensi kreatif siswa jika tidak didukung oleh metode yang interaktif dan kontekstual. Oleh karena itu, penerapan model PjBL menjadi alternatif yang relevan karena menekankan pada proses pembelajaran yang berbasis proyek, partisipatif, dan kolaboratif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 32 siswa kelas VIII. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penilaian terhadap hasil proyek siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kreativitas siswa dalam beberapa indikator utama, yaitu orisinalitas (originality), keluwesan (flexibility), kelancaran (fluency), dan elaborasi ide. Siswa terlihat lebih aktif, percaya diri, dan antusias dalam setiap tahapan proyek, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga presentasi hasil. Model ini juga mendorong siswa untuk berpikir kritis dan menghasilkan karya yang relevan dengan isu-isu sosial di lingkungan sekitar mereka. Dengan demikian, penerapan model Project Based Learning terbukti efektif dalam meningkatkan kreativitas siswa dalam pembelajaran IPS di tingkat SMP.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 32 siswa kelas VIII. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penilaian terhadap hasil proyek siswa. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara kualitatif dengan langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis ini digunakan untuk menafsirkan perkembangan kreativitas siswa berdasarkan empat indikator utama, yaitu orisinalitas (originality), keluwesan (flexibility), kelancaran (fluency), dan elaborasi ide. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kreativitas siswa dalam beberapa indikator tersebut. Siswa terlihat lebih aktif, percaya diri, dan antusias dalam setiap tahapan proyek, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga presentasi hasil. Model ini juga mendorong siswa untuk berpikir kritis dan menghasilkan karya yang relevan dengan isu-isu sosial di lingkungan sekitar mereka. Dengan demikian, penerapan model Project Based Learning terbukti efektif dalam meningkatkan kreativitas siswa dalam pembelajaran IPS di tingkat SMP

    Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Pesantren

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi manajemen sumber daya manusia (SDM) di Pondok Pesantren Darul Yatama Wal Masakin dan pengaruhnya terhadap mutu pendidikan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi, wawancara semistruktur, dan dokumentasi di lokasi penelitian. Sumber data primer diperoleh dari wawancara dengan Ketua Yayasan dan Kiai, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen yayasan dan tenaga pendidik. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman, melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan manajemen SDM berfokus pada optimalisasi kinerja untuk meningkatkan mutu pendidikan. Langkah-langkah yang diambil mencakup analisis kebutuhan SDM, rekrutmen yang terencana, pengembangan kompetensi guru, dan mendorong peran aktif seluruh SDM dalam mencapai tujuan pendidikan. Proses analisis kebutuhan SDM dilakukan dengan mempertimbangkan visi, misi, dan tujuan yayasan, serta analisis SWOT untuk menentukan kebutuhan SDM yang tepat. Rekrutmen dilakukan secara terbuka dengan seleksi ketat untuk memastikan kualitas pengajar, diikuti dengan pelatihan berkelanjutan untuk mengembangkan empat kompetensi utama guru. Kontribusi penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan berharga dalam pengembangan manajemen pendidikan di pesantren, serta menjadi referensi bagi lembaga pendidikan Islam lainnya dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Penelitian ini menekankan pentingnya manajemen SDM yang efektif dalam menciptakan lulusan yang kompetitif dan mampu beradaptasi dengan tuntutan zaman

    Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Matematika Ditinjau dari Tipe Kepribadian Keirsey di Fase E

    Full text link
    Berpikir kritis matematis adalah keterampilan yang sangat penting untuk dipelajari karena merupakan salah satu aspek berpikir tingkat tinggi yang perlu dikuasai oleh siswa di abad 21. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan berpikir kritis matematis siswa dalam menyelesaikan soal matematika berdasarkan tipe kepribadian Keirsey. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan Langkah-langkah dalam memberikan angket untuk penggolongan tipe kepribadian Keirsey adalah sebagai berikut: Peneliti memilih empat subjek penelitian, masing-masing mewakili satu dari tipe kepribadian Idealist, Rational, Artisan, dan Guardian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi tes kemampuan berpikir kritis matematis dan pedoman wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif Miles dan Huberman, yang terdiri dari tiga tahapan: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menguji keabsahan data, peneliti menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) subjek dengan tipe kepribadian Guardian hanya mampu memenuhi indikator evaluasi dan inferensi; 2) subjek dengan tipe kepribadian Artisan juga hanya mampu memenuhi indikator evaluasi dan inferensi; 3) subjek dengan tipe kepribadian Rational mampu memenuhi tiga indikator berpikir kritis matematis; dan 4) subjek dengan tipe kepribadian Idealist hanya mampu memenuhi satu indikator berpikir kritis matematis

    558

    full texts

    677

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pendidikan (JP) : Riset dan Konseptual (Universitas Nahdlatul Ulama Blitar)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇