E-Jurnal Universitas Kebangsaan
Not a member yet
861 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN KUALITAS TAMAN DENGGUNG DI SLEMAN SEBAGAI TAMAN RAMAH ANAK MELALUI PENGEMBANGAN KECERDASAN ANAK
Abstract: Taman Denggung is the ones of green public space that was located in central government of Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Taman Denggung as public space can be easily accesed by general public. All levels of society with various groups ranging from children until street vendors and those with commercial interests can access Taman Denggung. With the large number of users in Denggung Park, it causes insecurity towards visitors, especially children. Infertility is caused by the commercial activities of street vendors and business people, vehicles and community egos with motorized vehicles that undermine the development of children's intelligence. So that efforts are needed to improve the quality of Denggung Park to become a child-friendly park. This study uses the qualitative method with observation and interviews to get the existing data then completed through theoretical studies related to the development of children's intelligence. From this study, it was found that creating a Denggung Park into a child-friendly park needed an effort to improve zoning, which emphasized the safety of children, then from the zoning it began to be inserted and applied to each element of children's intelligence development.Keyword: child friendly, children's intelligence, green open spaceAbstrak: Taman Denggung merupakan salah satu ruang terbuka hijau yang terletak di pusat pemerintahan Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Taman Denggung sebagai ruang publik dapat secara mudah diakses oleh mesyarakat umum. Seluruh lapisan masyarakat dengan berbagai kalangan mulai dari anak-anak hingga PKL serta yang memiliki kepentingan komersil dapat mengakses Taman Denggung. Dengan banyaknya pengguna pada Taman Denggung menimbulkan ketidak ramahan terhadap pengunjung, terutama anak anak. Ketidak ramahan diakibatkan karena aktifitas komersil PKL dan pembisnis wahana serta ego masyarakat dengan kendaraan bermotornya yang menggagu pengembangan kecerdasan anak. Dengan demikian diperlukan upaya untuk meningkatkan kualitas Taman Denggung menjadi taman ramah anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitastif dengan observasi dan wawancara untuk mendapatkan data kemudian diselesaikan melalui kajian teori berkaitan denngan pengembangan kecerdasan anak. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa dalam membentuk Taman Denggung menjadi taman ramah anak diperlukan usaha pembenahan zonasi yang menitik beratkan terhadap keamanan anak kemudian dari zonasi tersebut mulai disisipkan dan diaplikasian setiap elemen pengebangan kecerdasan anak.Kata Kunci: ramah anak, kecerdasan anak, ruang terbuka hija
ANALISA DAN PERANCANGAN MECHANICAL BAR SCREEN PADA INSTALASI PENGOLAHAN AIR MINUM (Analysis and Design of Mechanical Bar Screen in Drinking Water Treatment Plants)
Abstract: Installation to process raw water into consumable water consists of processing units that have their respective functions. The selection of these units is based on parameters that must be set aside in accordance with the results of water quality checks. The final result of processing must meet the standards set by the government. In addition to technical aspects, which must be considered also in the determination of the unit on the installation of drinking woter is an economic aspect and the availability of human resources.One of the components contained in the installation of drinking water is a mechanical bar screen. Cleaning of garbage on the bar screen is mechanically intended for cleaning to take place effectively and is not limited by time or weather conditions around the drinking water installation. From the design results obtained motor power required 1226.936 watts while the tensile stress of the flexrake results from the design calculation of . in this design also used material stailess stell AISI 304.Keywords: Designing, Mechanical Bar Screen,Abstrak: Instalasi untuk mengolah air baku menjadi air yang dapat dikonsumsi terdiri dari unit-unit pengolahan yang memiliki fungsi masing-masing. Pemilihan unit-unit ini didasarkan pada parameter-parameter yang harus disisihkan sesuai dengan hasil pemeriksaan kualitas air. Hasil akhir dari pengolahan harus memenuhi bakumutu yang ditetapkan oleh pemerintah. Selain dari segi teknis, yang harus diperhatikan juga dalam penentuan unit pada instalasi air minum adalah segi ekonomis dan ketersediaan sumber daya manusia.Salah satu komponen yang terdapat pada instalasi air minum adalah mechanical bar screen. Pembersihan sampah pada bar screen secara mekanik dimaksudkan agar pembersihan dapat berlangsung secara efektif dan tidak dibatasi oleh waktu maupun kondisi cuaca di sekitar instalasi air minum. Dari hasil perancangan didapatkan daya motor yang dibutuhkan 1226.936 watt sedangkan tegangan tarik dari pada flexrake hasil dari perhitungan perancangan sebesar  . pada perancangan ini juga digunakan material stailess stell AISI 304.Kata Kunci : Perancangan, Mechanical Bar Screen
PENGARUH BAHAN MATERIAL DINDING RUMAH HEBEL DAN BATU BATA TERHADAP KONDISI TERMAL RUANG DALAM DI PERMUKIMAN PADAT PENDUDUK
Abstract: The conditions of houses in densely populated areas vary, some use brick and Hebel materials. the high density of an area makes air movement not work properly so that the temperature in the area of the region increases and will have an effect on the inner space of the houses in the settlement. therefore the purpose of this study is to find out the type of material that provides thermal comfort in indoor space in densely populated settlements. used in this study is a quantitative method with direct measurements in the field for 11 hours, to find out the temperature, humidity, and air movement, the results will be compared with the theory of thermal comfort standards of mom and wiesebron.Keyword: Thermal Comfort, House Wall, Densely SettlementAbstrak: Kondisi dari rumah-rumah yang berada di daerah padat penduduk bermacam-macam, ada yang menggunakan bahan material batu bata dan juga hebel. Tingginya kepadatan suatu wilayah membuat pergerakan udara menjadi tidak dapat berjalan dengan baik, sehingga suhu pada wilayah wilayah tersebut meningkat dan akan berefek pada ruang dalam dari rumah-rumah yang ada di permukiman tersebut. Oleh karena itu Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis material yang memberikan kenyaman termal pada ruang dalam rumah di permukiman padat penduduk. Metode yang digunakan didalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan pengukuran langsung di lapangan selama 11 jam untuk mengetahui temperature, kelembaban dan pergerakan udara, hasilnya nanti akan dibandingkan dengan teori standar kenyamanan termal Mom dan Wiesebron.Kata Kunci: kenyamanan Termal, dinding rumah, Permukiman padat
KARAKTERISTIK PERMUKIMAN DAERAH KOTO DI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI, PROVINSI RIAU
Abstract: An area usually has an important area as the center of government activities. as found in every area in Kuantan Singingi Regency. Every region in Kuantan Singingi district has an area that functions as a customary area. the customary area is named as koto. Traditional Koto settlements are one of the traditional settlements in Kuantan Singingi that try to maintain culture amid the development of modernization. In the Koto area, there are buildings that function as customary buildings, namely in the form of the Koto mosque, balai, and Koto house building. These three buildings are a sign that this area is the center of traditional activities in a region. The purpose of this study was to find buildings that functioned as traditional activities and concluded the characteristics of settlements which became the identity of traditional settlements in Kuantan Singingi. The method of descriptive analysis is used as a method of delivering descriptions relating to the traditional settlement of the Koto area by analyzing traditional settlements in the Koto Benai and Koto Sentajo.Keyword: Traditional Settlement, Vernacular Architecture, Kuantan Singingi Traditional House, Koto House.Abstract: Suatu daerah memiliki sebuah kawasan yang penting sebagai pusat kegiatan pemerintahan. Begitu pula yang terdapat pada setiap kenegrian di Kabupaten Kuantan Singingi. Setiap kenegrian di Kuantan Singingi memiliki daerah yang berfungsi sebagai kawasan adat. Kawasan adat tersebut diberi nama dengan sebutan koto. Permukiman tradisional koto menjadi salah satu permukiman tradisional di Kuantan Singingi yang berusaha mempertahankan budaya ditengah perkembangan modernisasi. Pada daerah koto terdapat bangunan yang berfungsi sebagai bangunan adat yaitu berupa bangunan mesjid, bangunan balai adat, dan bangunan rumah adat. Ketiga bangunan ini menjadi pertanda bahwa daerah ini adalah sebagai pusat kegiatan adat istiadat dalam suatu nagori (negri). Tujuan penelitian ini untuk menemukan bangunan yang berfungsi sebagai aktivitas adat dan menyimpulkan karakteristik permukiman yang menjadi identitas permukiman tradisional di Kuantan Singingi. Metode deskripsi analisis, di pakai sebagai cara penyampaian deskripsi mendalam terkait permukiman adat daerah koto dengan menganalisa permukiman tradisional pada daerah Koto Benai dan Koto Sentajo.Kata Kunci : Permukiman Tradisional, Arsitektur Vernakular, Rumah Adat Kuantan Singingi, Rumah koto
ANALISIS KUALITAS AIR UNTUK KONSENTRASI FLUORIDE PADA SISTEM JARINGAN DISTRIBUSI AIR MINUM DENGAN FLUORIDASI
Abstract:. The requirement of consumed drinking water so that it does not create disturbance to public health is that it needs a quality monitoring. Water fluoridation in Tembagapura City aims to reach its concentration level toward certain safe level, and it can provide maximum benefits for dental health. Analysis and simulation methods using EPAnet software. The results of hydrolic simulation and water quality for fluoride concentration of each node and link in the drinking water distribution network system have changed in every time change following the drinking water distribution segment. From hydraulic simulations, especially for head and flow at separate points, it consists of simultaneous solution in flow equivalence for every junction and headloss relationship in every link of network as a result of hydraulic balancing. New segment will be made at the end of each link that receives inflow from a node if the quality of the new node is different from the link in the last segment. Every pipe in network contains singular segment where the water quality is in line with the preliminary quality stated in the preliminary node. With the availability of hydraulic model and water quality for fluoride concentration, a further research can be conducted for chlorine decay, growth of by product i.e. Trihalomethans (THMs) as well as water age simultaneously in drinking water supply systems in Tembagapura City.  Keyword: EPAnet, distribution network, fluoride concentration. Abstrak: Persyaratan kualitas air minum yang dikonsumsi masyarakat agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan, maka penyelenggara air minum perlu melakukan pemantauan kualitasnya. Fluoridasi air di Kota Tembagapura ditujukan untuk mencapai tingkat konsentrasi fluoride pada level tertentu yang aman dan dapat memberikan manfaat maksimal bagi kesehatan gigi. Metode analisis dan simulasi menggunakan perangkat lunak EPAnet. Hasil simulasi hidrolis dan kualitas air untuk konsentrasi fluoride pada setiap node dan link pada sistem jaringan distribusi air minum berubah pada setiap perubahan waktu mengikuti segmen distribusi air minum tersebut. Dari simulasi hidrolis, khusus untuk head dan aliran pada titik yang terpisah meliputi penyelesaian secara simultan dalam persamaan aliran untuk tiap sambungan (junction), dan hubungan headloss pada setiap link pada jaringan sebagai akibat dari hydrolic balancing. Segmen baru terbentuk pada akhir dari setiap link yang menerima inflow dari sebuah node, jika kualitas node baru berbeda dari link pada segmen terakhir. Setiap pipa dalam jaringan mengandung segmen tunggal, di mana kualitas air sebanding dengan kualitas awal yang ditetapkan di node awal. Dengan tersedianya model hidrolis dan kualitas air untuk konsentrasi fluoride, maka dapat dilakukan penelitian lanjutan untuk peluruhan klorin, pertumbuhan by product yaitu trihalomethans (THMs) serta usia air secara simultan pada sistem penyediaan air minum di Kota Tembagapura.Kata Kunci: EPAnet, jaringan distribusi, konsentrasi fluoride
PENGARUH MATERIAL KACA SEBAGAI SELUBUNG BANGUNAN TERHADAP BESAR PERPINDAHAN PANAS PADA GEDUNG DIKLAT PMI PROVINSI JAWA TENGAH
Abstract: Buildings in the tropical area should be able to anticipate the tropical climate well. Buildings with active systems design need to be planned in such a way that energy use in the building becomes effective and efficient, Setyowati (2015). The envelope of the building became the front guard of radiation into the building. With the right building envelope design, the use of energy in the building can be optimally saved. Building envelope as a building element that enclosesit is a wall and translucent roof or non-translucent light where most thermal and light energy moves through the element. The results show that solar radiation contributes the largest amount of heat entering the building. The concept of OTTV calculates the heat transfer from outside into a building that is conduction through infinite walls of light, sun-glass radiation, and heat conduction on glass. Large solar radiation transmitted through the building envelope is influenced by the building facade, the ratio of the glass area and the overall wall of the wall (wall to wall ratio), and the type and thickness of glass used. If the OTTV value of a building is less than or equal to 35 W / m2, then the building is in compliance with the Energy Efficient Building Terms SNI 03-6389-2011. PMI Training Center Central Java Province as the object of study is a modern building dominated by glass material. The glass used is a hot-colored glass. The result of the OTTV calculation on the East wall of the Central Java Education Center was 33.140 W / m2, on the North Wall was 33.577 W / m2, on the West wall was 41.645 W / m2, at the South wall of 30.468 W / m2. From the OTTV calculation, total OTTV value is 35,5991 W / m2, so it is concluded that the building of PMI Training Center in Central Java Province does not meet the requirement of energy-saving building based on SNI 03-6389-2011. To achieve the ideal value of OTTV energy-saving buildings based on SNI 03-6389-2011 at PMI Training Center Central Java Province, it is necessary to reduce the use of glass to 10.5% of the wall area on the western wall. From the simulation result after repairing on West side wall, total OTTV value is 32.9795 W / m2 in order that PMI Training Center of Central Java Province could fulfilled energy saving building requirement based on SNI 03-6389-2011.Keywords: Building Envelope, Glass, OTTVAbstrak: Bangunan di daerah tropis seyogyanya dapat mengantisipasi iklim tropis dengan baik. Bangunan dengan sistem aktif desain perlu direncanakan sedemikian rupa agar pemanfaatan energi didalam bangunan menjadi efisien, efektif dan hemat, Setyowati (2015). Selubung bangunan menjadi garda depan masuknya radiasi ke dalam bangunan. Dengan desain selubung bangunan yang tepat, maka pemakaian energi didalam bangunan dapat dihemat seoptimal mungkin. Selubung Bangunan sebagai elemen bangunan yang menyelubungi yaitu dinding dan atap tembus atau yang tidak tembus cahaya dimana sebagian besar energi termal dan cahaya berpindah melalui elemen tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa radiasi matahari adalah penyumbang jumlah panas terbesar yang masuk ke dalam bangunan. Konsep OTTV menghitung perpindahan panas dari luar ke dalam bangunan yaitu konduksi melalui dinding tak tembus cahaya, radiasi matahari yang melalui kaca, dan konduksi panas pada kaca. Besar radiasi matahari yang ditransmisikan melalui selubung bangunan dipengaruhi oleh fasade bangunan yaitu perbandingan luas kaca dan luas dinding bangunan keseluruhan (wall to wall ratio), serta jenis dan tebal kaca yang digunakan. Bila nilai OTTV suatu bangunan yang dihasilkan kurang/sama dengan 35 W/m2, maka bangunan tersebut sudah sesuai dengan Syarat Bangunan Hemat Energi pada SNI 03-6389-2011. Gedung Diklat PMI Provinsi Jawa Tengah sebagai objek studi adalah bangunan berlanggam modern dengan dominasi bukaan dinding bermaterial kaca. Kaca yang digunakan adalah kaca berwarna jenis Panasap. Hasil perhitungan OTTV pada dinding Timur Gedung Diklat PMI Provinsi Jawa Tengah sebesar 33,140 W/m2, pada dinding Utara sebesar 33,577 W/m2, pada dinding Barat sebesar 41,645 W/m2, pada dinding Selatan sebesar 30,468 W/m2. Dari hasil perhitungan OTTV didapatkan nilai Total OTTV sebesar 35,5991 W/m2, sehingga disimpulkan bangunan Gedung Diklat PMI Provinsi Jawa Tengah tidak memenuhi syarat bangunan hemat energi berdasarkan SNI 03-6389-2011. Untuk mencapai nilai ideal OTTV bangunan hemat energi berdasar SNI 03-6389-2011 pada Gedung Diklat PMI Provinsi Jawa Tengah, maka perlu dilakukan pengurangan pemakaian kaca menjadi 10,5% dari luas dinding pada dinding sisi Barat. Dari hasil simulasi setelah dilakukan perbaikan pada dinding sisi Barat, didapatkan nilai Total OTTV sebesar 32,9795 W/m2 sehingga Gedung Diklat PMI Provinsi Jawa Tengah memenuhi syarat bangunan hemat energi berdasarkan SNI 03-6389-2011.Kata Kunci: Selubung Bangunan, Kaca, OTT
DAMPAK PEMBANGUNAN FLYOVER MANAHAN SOLO DITINJAU DARI AKSESIBILITAS PENGGUNA JALAN
Abstract: The junction between the roads Jl. Adi Sucipto, Jl. MT Haryono, Jl. and Dr. Moewardi is one point of congestion that occurred in the city of Solo. The junction of these roads is the third in the area of education, sport, offices, commerce, and settlements, so that congestion can occur at any time. Solo City Government decided to build a flyover, which was given the name Flyover Manahan Solo, which connects the road to address the congestion problem that occurred. By using descriptive qualitative approach method, the author does observation and research on the impact posed Manahan Solo Flyover, in terms of how aksesibilitasnya against road users. Based on observation and the research that has been done, the results show that the road of third accessibility less well after compared with factors that affect accessibility, specifically time and distance.Keyword: Impact, Manahan Solo Flyover, Accessibility of Road UsersAbstrak: Persimpangan antara ruas Jl. Adi Sucipto, Jl. MT Haryono, dan Jl. Dr. Moewardi merupakan salah satu titik kemacetan yang terjadi di Kota Solo. Persimpangan ketiga ruas jalan tersebut berada di kawasan pendidikan, olah raga, perkantoran, perniagaan, dan permukiman, sehingga kemacetan bisa terjadi kapan pun. Pemerintah Kota Solo memutuskan untuk membangun sebuah jalan layang, yang diberi nama Flyover Manahan Solo, yang menghubungkan ketiga ruas jalan tersebut untuk mengatasi masalah kemacetan yang terjadi. Dengan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, penulis melakukan observasi dan penelitian terhadap dampak yang ditimbulkan Flyover Manahan Solo, ditinjau dari bagaimana aksesibilitasnya terhadap pengguna jalan. Berdasarkan observasi dan penelitian yang telah dilakukan, hasilnya menunjukkan bahwa aksesibilitas ketiga ruas jalan tersebut kurang baik setelah dikaitkan dengan faktor yang mempengaruhi aksesibilitas, yaitu waktu dan jarak tempuh.Kata Kunci: Dampak, Flyover Manahan Solo, Aksesibilitas Pengguna Jala
PERUBAHAN BUNYI BAHASA PADA PENDERITA AFASIA WERNICKE (KAJIAN PADA PASIEN MR. D)
Abstract: Aphasic patient generally shows deficiency in language production, of course in phonologic, morphologic and sintaksis aspects. Phonologic aspect refers to different pronouncement which produced. This article discuss about phonologic aspect of language production of Wernicke aphasia patient Mr. D. The method used is case study with data collected using method of observation, interview, record and written data. The result shows that patient produces several deviations phonologic of vocals and consonants according to elimination, addition, and replacement of phrases, words and sentences in Indonesian language. The differences occurred like the alphabethic r is not so clear spoken, preposition, numeric word or numbers difficult to be spoken, objects and personal naming are not accuratelay spoken.  Keywords: Wernicke aphasia, phonology, phonologic defficiency  Abstrak: Penderita afasia pada umumnya akan menunjukkan kekurangan dalam produksi bahasa, baik dalam aspek fonologi, morfologi maupun sintaksis. Aspek fonologi ditunjukkan dengan adanya perbedaan bunyi ujaran yang dikeluarkannya. Artikel ini membahas keluaran bunyi pada ujaran penderita afasia Wernicke pada pasien Mr.D. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pengumpulan data secara libat, cakap, rekam, catat. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pada pasien terjadi kekeliruan fonologi pada beberapa vocal maupun konsonansesuai dengan bentuk penghilangan, penambahan, perubahan frasa, kata dan kalimat dalam bahasa Indonesia. Perbedaan atau kekeliruan yang terjadi adalah misalnya huruf r tidak jelas diucapkan, kata depan penunjuk tempat, bergitu juga pasien sulit untuk menyatakan bilangan, menghapal atau menyebutkan nama-nama orang atau benda di sekelilingnya. Kata kunci: afasia Wernicke, fonologi, penyimpangan fonologi
ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI PENGELOLAAN DATA TENAGA KERJA ASING (STUDI KASUS: PT COSMO TECHNOLOGY CIBADAK)
Abstract: PT Cosmo Technology is a foreign investment company from Taiwan engaged in the incandescent light bulb industry. Where in the activity the company employs foreign nationals. The foreign workforce data management system that runs on PT Cosmo Technology has been computerized using the Microsoft Excel application. With the system running there are still some obstacles experienced by the user, among others, the manufacturing process still needs time and has not been automated, the data has not been integrated with the existing system. This study aims to produce Web-based Foreign Workers Data Management Application software with PHP and MySQL that are able to manage data on foreign workers namely work permits, foreign work leave and reporting.In this study the authors used software development methods using the Waterfall Model. Software testing is done through white-box and black-box testing, as well as through alpha and beta testing by a number of users. Data collection techniques in research using interviews. The data analysis technique uses quantitative descriptive analysis.The results showed that the web-based application of foreign labor data management using php mysql was able to manage data on foreign workers namely work permits, foreign work leave and reporting. Assessment by users shows that this software is very feasible in terms of correctness, reliability, and integrity, while in terms of usability is feasible. Keywords: Application, Data Management, Foreign Workers Abstrak: PT Cosmo Technology adalah perusahaan penanaman modal asing dari Taiwan yang bergerak di bidang industri bola lampu pijar. Dimana dalam aktifitas perusahaannya mempekerjakan warga negara asing. Sistem pengelolaan data tenaga kerja asing yang berjalan di PT Cosmo Technology sudah terkomputerisasi dengan menggunakan aplikasi microsoft excel. Dengan sistem yang berjalan masih ada beberapa kendala yang dialami oleh user, antara lain proses pembuatan masih perlu waktu dan belum terotomatis, data belum terintergrasi dengan sistem yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat lunak Aplikasi Pengelolaan Data Tenaga Kerja Asing Berbasis Web dengan PHP dan MySQL yang mampu mengelola data tenaga kerja asing yaitu izin kerja, cuti tenaga kerja asing dan pelaporan.Pada penelitian ini penulis menggunakan metode pengembangan perangkat lunak menggunakan Waterfall Model. Pengujian perangkat lunak dilakukan melalui pengujian white-box dan black-box, serta melalui pengujian alpha dan beta oleh sejumlah pengguna. Teknik pengumpulan data pada penelitian menggunakan wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pengelolaan data tenaga kerja asing berbasis web menggunakan php mysql ini mampu mengelola data tenaga kerja asing yaitu izin kerja, cuti tenaga kerja asing dan pelaporan. Penilaian oleh user menunjukkan bahwa perangkat lunak ini sangat layak dari segi correctness, reliability, dan integrity, sedangkan dari segi usability adalah layak.Kata Kunci: Aplikasi, Pengelolaan Data, Tenaga Kerja Asin
KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI ANTARA ANAK TUNAGRAHITA DAN ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CINTA ASIH SOREANG
Abstract: This study departs from the curiosity of the author relating to the interaction of two people who have physical or mental deficiencies in this case namely deaf children and mentally retarded children. The purpose of this study are: 1. To find out how social interactions between mentally retarded and deaf children 2. To find out how social interactions between mentally retarded children and deaf children with their classroom teachers. 3. To find out what efforts are made by classroom teachers to increase social interaction with mentally retarded and deaf children. In general, this study aims to analyze or examine the causes of the lack of interaction of deaf students with mentally retarded students at SLBN Cinta Asih Soreang. Supporting factors Interpersonal communication between mentally retarded children and deaf children is a state of the environment and daily needs. They can communicate through symbols and oral or movements in the mouth as well as self-taught gestures. Although mentally retarded children have an IQ below the average, they can use sign language to communicate with deaf children. Besides they were taught by their class teachers to sign language they also learned to adjust their circumstances and needs so that they could use self-taught sign language or mutually agreed upon but incompatible languages in a large dictionary of sign language. As what Herbert Blumer said, the 3 main principles in the theory of symbolic interaction are meaning, which means the meanings are formed and modified through interpretative processes carried out by humans. Then language or related to language, Mead stated that in social life and communication between humans it is only possible to occur if we understand and use a common language. And finally, the basic thought of thinking is language, namely a mental process of converting meaning, names, and symbol.Keywords: Interpersonal Communication, Deafness and Deafness, SLBAbstrak: Penelitian ini berangkat dari keingintahuan penulis berkaitan dengan interaksi dua orang yang mempunyai kekurangan secara fisik maupun secara mental dalam hal ini yaitu anak tunarungu dan anak tunagrahita. Tujuan penelitian ini adalah:1.Untuk mengetahui bagaiamana interaksi sosial antara anak tunagrahita dan tunarungu 2. Untuk mengetahui Bagaimana Interaksi sosial antara anak tunagrahita dengan anak tunarungu dengan guru kelasnya. 3. Untuk mengetahui Apa Upaya yang dilakukan Guru kelas untuk meningkatkan interaksi sosial dengan anak tunagrahita dan tunarungu. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk menganalisis atau meneliti penyebab kurangnya interaksi siswa tunarungu dengan siswa tunagrahita di SLBN Cinta Asih Soreang. Faktor pendukung Komunikasi antar pribadi antara anak tunagrahita dengan anak tunarungu adalah keadaan lingkungan dan kebutuhan sehari – hari. Mereka dapat berkomunikasi melalui simbol – simbol dan oral atau gerakan pada mulut juga gerak tubuh secara otodidak. Meskipun anak tunagrahita memiliki IQ dibawah rata – rata namun mereka bisa menggunakan bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan anak tunarungu. Selain mereka diajarkan oleh guru kelasnya untuk berbahasa isyarat mereka juga belajar menyesuaikan keadaan dan kebutuhannya sehigga mereka bisa menggunakan bahasa isyarat secara otodidak atau bahasa yang disepakati bersama namun tidak sesuai dalam kamus besar bahasa isyarat. Seperti apa yang diucapkan Herbert blumer bahwa 3 prinsip utama dalam teori interaksi simbolik adalah meaning yang artinya Makna dibentuk dan dimodifikasi melalui proses interpretatif yang dilakukan oleh manusia. Kemudian language atau Terkait dengan bahasa, Mead menyatakan bahwa dalam kehidupan sosial dan komunikasi antar manusia hanya mungkin dapat terjadi jika kita memahami dan menggunakan sebuah bahasa yang sama.dan terakhir yaitu thought dasar dari pemikiran adalah bahasa yaitu suatu proses mental mengkonversi makna, nama, dan simbol.Kata Kunci: Komunikasi  Antarpribadi, Tunagrahita dan Tunarungu, SL