E-Jurnal Universitas Kebangsaan
Not a member yet
    861 research outputs found

    ANALISIS BIBLIOMETRIK PADA MORFOLOGI PERMUKIMAN KOTA

    Get PDF
    Abstract: The bibliometric approach is used as the basis for developing scientific fields obtained from analysis of selected articles / journals from the Web of Science or Scopus. The purpose of using bibliometric analysis is to find out how many journals with the theme of urban settlement morphology are published. The method for measuring the quantity of publications is by taking bibliometric data from Scopus and analyzed using the VOS Viewer. The results of the visualization are explained in detail through theoretical dialogue and the results of bibliometric analysis.Abstrak: Pendekatan bibliometrik digunakan sebagai dasar mengembangkan bidang keilmuan yang diperoleh dari analisis bersumber artikel/jurnal yang dipilih melalui Web of Science atau Scopus. Tujuan menggunakan analisis bibliometrik adalah untuk mengetahui seberapa banyak jurnal dengan tema morfologi permukiman kota dipublikasikan. Metode untuk mengukur kuantitas publikasi dengan mengambil data bibliometric dari Scopus dan dianalisis dengan menggunakan VOS Viewer. Hasil Visualisasi tersebut dijelaskan secara rinci melalui dialog teori dan hasil analisis bibliometrik

    TIPOLOGI GEOMETRI BANGUNAN MEUNASAH DI KECAMATAN INDRAJAYA KABUPATEN PIDIE, ACEH

    Get PDF
    Abstract: The function of the meunasah in the social system of the Acehnese people is a place of worship, a center for religious and cultural education and is also a place to discuss social problems that occur in community life in the village. The search for characters is important to find typology of meuansah, so that the relationship between geometric typology and shape has a broad interpretation. The search for shape characters to find typology of meunasah in Indrajaya District, Pidie Regency, Aceh was carried out in 5 stages, (1) determine the location of the meunasah building sample points in 52 villages in Indrajaya District, (2) literature review, (3) collecting data on the object of research by measuring the meunasah building, (4) redrawing the meunasah measurements that have been carried out at the data collection stage using digital applications to produce data, namely the meunasah floor plans and facades in each village and the last stage is (5) analysis of determining the type with a geometric approach with architectural elements of the meunasah building facades, namely doors, columns, windows, walls, roofs, floors and terrace fences. The findings consist of 16 types of meunasah typology with similarity criteria of typology variable forms.Abstrak: Keberadaan bangunan meunasah dalam sistem sosial masyarakat Aceh berfungsi sebagai tempat ibadah, pusat Pendidikan kegamaan dan kebudayaan dan juga merupakan tempat untuk mendiskusikan berbagai permasalahan sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat di gampong tersebut. Pencarian terhadap karakter menjadi penting untuk menemukan tipologi dari meunasah, sehingga katerkaitan tipologi geometri dengan bentuk memiliki intepretasi yang luas. Pencarian karakter bentuk untuk mememukan tipologi dari meunasah di Kecamatan Indrajaya Kabupaten Pidie, Aceh dilakukan melalui 5 tahap yaitu (1) menentukan lokasi titik sampel bangunan meunasah di 52 gampong di Kecamatan Indrajaya, (2) penguatan referensi, (3) pengumpulan data objek penelitian dengan cara pengukuran bangunan meunasah, (4) menggambar ulang pengukuran meunasah yang telah dilakukan pada tahap pengumpulan data menggunakan aplikasi digital untuk menghasilkan data yaitu gambar denah dan tampak meunasah di setiap gampong dan tahap yang terakhir adalah (5) analisis menentukan tipe dengan pendekatan geometri dengan variabel elemen arsitektural dari fasad bangunan meunasah antara lain pintu, kolom, jendela, dinding, atap, lantai dan pagar teras. Penemuan berupa 16 tipe dari tipologi meunasah dengan kriteria kesamaan dan kemiripan dari bentuk variabel tipologi.Â

    PERUBAHAN TERITORI RUANG PADA RUMAH SUBSIDI TIPE 30 (Studi Kasus : Perumahan Mawar Indah, Kendal)

    Get PDF
    Abstract: The supply of subsidized housing in Indonesia is rising rapidly. One of them is Mawar Indah residence, Kaliwungu, Central Java. The current problem with subsidized houses is in the house planning that does not consider the needs and developments of the occupants of the house. It causes subsidized housing to have low standard quality, as a result, the occupants make spatial development that will involve changes in spatial territory. The purpose of this research is to ascertain changes in space territory and its effects on occupant privacy and comfort. This research applies a qualitative approach and descriptive methods. A purposefully select sampling technique was used to determine 3 samples of houses that had experienced space development. The study results show changes in space territory, making the privacy and comfort of residents not fulfilled. The changing spatial territory is more dominant in the area of semi-public space and private space, this is because residents develop space to accommodate the needs of family social and economic activities. In this case, the living room and family are used for economic activities as a shop. This causes a lack of privacy and comfort for occupants.Abstrak: Penyediaan rumah subsidi di Indonesia saat ini berkembang dengan cepat. Salah satunya adalah di perumahan Mawar Indah, Kaliwungu, Jawa Tengah. Permasalahan yang terjadi saat ini pada rumah subsidi yaitu perencanaan rumah yang tidak melihat kebutuhan dan perkembangan dari penghuni rumah tersebut. Hal ini menyebabkan rumah subsidi memiliki kualitas di bawah standar, akibatnya warga di perumahan tersebut melakukan pengembangan ruang yang akan memengaruhi perubahan teritori ruang. Tujuan dari peneltian ini ialah untuk mengetahui perubahan teritori ruang dan pengaruhnya terhadap privasi dan kenyamanan penghuni. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Teknik sampling purposefully select digunakan untuk menentukan 3 sampel rumah yang telah mengalami pengembangan ruang. Hasil studi menunjukkan perubahan teritori ruang, membuat privasi dan kenyamanan penghuni tidak terpenuhi. Teritori ruang yang berubah lebih dominan pada area ruang semi publik dan ruang privat, hal tersebut karena, warga melakukan pengembangan ruang dalam upaya untuk mengakomodasi kebutuhan aktivitas sosial dan ekonomi keluarga. Dalam hal ini, ruang tamu dan keluarga digunakan untuk aktivitas ekonomi sebagai toko. Hal tersebut menyebabkan kurangnya privasi dan kenyamanan penghuni

    PENGARUH AKTIVITAS MASYARAKAT TERHADAP PEMANFAATAN RUANG TERBUKA, (Studi Kasus Lapangan Minggiran Kota Yogyakarta)

    Get PDF
    Abstract: The existence of open space provides a function of comfort to gather and release saturation with various other communities. The purpose of this research is to determine the influence of community activities in the open space of  Lapangan Minggiran between visitors, sellers and the government officials. This research used rationalistic qualitative research, qualitative analysis with description to analyse the object to the condition in the research field. Data analysis used in the result of interviews from various age group using tables and the result were analysed descriptively. The result showed that through interviews and questionnaires of various age groups it was known that the result of the influence of activity patters, which occurred in open spaces are inadequate and lack arrangement in the area.Abstrak: Keberadaan ruang Terbuka memberikan fungsi kenyamanan untuk berkumpul dan melepas kejenuhan dengan berbagai masyarakat yang lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aktivitas masyarakat di ruang terbuka Lapangan Minggiran antara pengunjung, penjual, petugas pemerintah. Metode digunakan adalah penelitian kualitatif rasionalistik, kualitatif analisis dengan deskriptif untuk menganalisa suatu objek dengan kondisi di lokasi penelitian.Analisis data menggunakan hasil wawancara dari berbagai golongan umur menggunakan tabel kemudian hasilnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan melalui wawancara dan kuisoner berbagai golongan umur diketahui bahwa hasil dari pengaruh pola aktivitas, yang terjadi di ruang terbuka kurang memadai,kurangnya penataan dalam kawasan

    Perancangan Kawasan Kreatif Tekstil Cigondewah Dengan Pendekatan Arsitektur Organik Menggunakan Metode Konstruksi Arsitektur Modular

    Get PDF
    Abstract: Indonesia in 2045 will have a demographic bonus with a population structure of 70% in the productive age group (15-64 years). One of the biggest contributors is the province of West Java. The young generation of West Java is recognized by UNESCO by making the West Java Capital City, Bandung, a creative city. Bandung people's creativity is used as a provision for Bandung's highest export commodity, textiles, to increase its productivity. Textile productivity is poured by accommodating textile players to sell textiles, creating textile ideas, creating textile products, and introducing textile products. The four functions were designed to be designed in the Cigondewah Textile Area. The Cigondewah textile area is listed in the Bandung City RTRW as a textile center. The area is designed along Jalan Cigondewah Kidul with a length of 250 m. The area along Jalan Cigondewah Kidul was designed with output in the form of guidelines for facade improvement and remapping of functions along Jalan Cigondewah Kidul. Along Jalan Cigondewah Kidul, a site of 14,000 m2 of land was chosen to be built for a creative center for textiles consisting of buying and selling functions, collaboration space, exhibition space and workshop space. There are several issues in the design of the Cigondewah Textile Area. that is, the influence of the region to support the City of Bandung as a Creative City, the carrying capacity of the Region to the productivity of textiles, and to create a space that is comfortable to users. The above issue was initiated to be solved using an organic architecture approach that is dynamic and novelty. The nature of organic architecture was conceived to resolve the issue adaptively by using modular construction technology to increase efficiency.Abstrak: Diperkirakan pada tahun 2045 struktur populasi 70% pada kelompok usia produktif antara usia 15 sampai 64 tahun sebagai bonus demografi. Salah satu penyumbang terbanyak adalah provinsi Jawa Barat. Generasi muda Jawa Barat diakui oleh UNESCO dengan menjadikan Ibu Kota Jawa Barat, Bandung, sebagai kota kreatif. Kreatifitas masyarakat Bandung dimanfaatkan sebagai bekal bagi komoditi ekspor tertinggi Kota Bandung, tekstil, untuk meningkatkan produktifitasnya. Produktifitas tekstil dituangkan dengan mengakomodasi pelaku tekstil untuk menjual tekstil, menciptakan ide tekstil, menciptakan produk tekstil, dan mengenalkan produk tekstil. Keempat fungsi digagas untuk dirancang di Kawasan Tekstil Cigondewah. Kawasan tekstil Cigondewah tercantum pada RTRW Kota Bandung sebagai sentra tekstil. Kawasan dirancang sepanjang Jalan Cigondewah Kidul dengan panjang jalan 250 m. Kawasan sepanjang Jalan Cigondewah Kidul di rancang dengan keluaran berupa pedoman perbaikan fasad dan pemetaan ulang fungsi di sepanjang Jalan Cigondewah Kidul. Pada sepanjang Jalan Cigondewah Kidul dipilih satu wilayah tapak seluas 13.000 m2 yang akan dibangun pusat kreatif tekstil yang terdiri dari fungsi jual beli, ruang kolaborasi, ruang pameran dan ruang workshop. Terdapat beberapa isu pada perancangan Kawasan Tekstil Cigondewah. yaitu, pengaruh kawasan untuk mendukung Kota Bandung sebagai Kota Kreatif, Daya dukung Kawasan terhadap produktifitas tekstil, dan menciptakan ruang yang nyaman kepada pengguna. Isu diatas digagas untuk diselesaikan menggunakan pendekatan arsitektur organik yang bersifat dinamis dan kebaruan. Sifat dari arsitektur organik digagas untuk menyelesaikan isu secara adaptif dengan menggunakan teknologi konstruksi modular untuk meningkatkan efisiensi

    IDENTIFIKASI DESIGN ANTROPOLOGI PADA KAWASAN DESA WISATA MELIKAN

    Get PDF
    Abstract: Melikan Village as a tourist village for pottery craftsmen is the only one in the world with an oblique rotation technique. This village is unique in its anthropological design. This study will discuss how the design anthropology in Melikan Village, which can be seen from the regional design pattern, its composition, the designation function so as to form a relationship of form-function-meaning in the region. The method used is descriptive with journals and books that discuss the anthropology of the Melikan Village area, accompanied by direct observation and study of the state of the Melikan tourist village. Some of the theories used are: figure ground theory, linkage, form and symbols, as well as the forming elements of urban planning which are used to analyze the macro and micro (building) as form-function-meaning relation (region). From the research carried out, it can be concluded that there is a correlation between the form-function-meaning of anthropology found in the Melikan Tourism Village Area. In macro: such as the existence of figure ground theory, Linkage, shapes and symbols, as well as elements of urban planning, In micro (residents' houses,showrooms and Sunan Pandanaran’s mosque) there are several similarities in the shape of the building (Adjusting the state of the room), Building structures that use structures and roofs to adjust the shape of the house, Facades are made of woven bamboo and some of the bricks and ornaments, some of which use earthenware columns, as well as in mosque buildings found in the form of buildings that are symmetrical and taller than the surrounding area, the canopy roof structure containing the crown as a symbol of Allah's power, simple facades and windows made of wood, and ornaments on the door with plant motifs symbolizing closeness to nature. There is integration between residents' houses as a center for pottery craftsmen, a showroom and the Sunan Pandanaran mosque. Abstrak: Desa Melikan sebagai desa wisata pengrajin gerabah satu-satunya di dunia dengan teknik Putaran Miring, desa ini memiliki kekhasan dalam hal desain antropologinya. Kajian ini akan membahas bagaimana antropologi design yang ada di Desa Melikan, yang dapat dilihat dari pola desain wilayah, komposisinya, fungsi peruntukan sehingga membentuk hubungan dari bentuk-fungsi-makna di wilayah tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan jurnal dan buku yang membahas antropologi kawasan Desa Melikan ini, disertai dengan observasi dan studi langsung keadaan Desa Wisata Melikan. Beberapa teori yang digunakan seperti: teori figure ground, linkage, form dan symbol, serta elemen pembentuk tata kota yang digunakan untuk menganalisis relasi bentuk-fungsi-makna ruang secara makro (Wilayah) dan mikro (Bangunan). Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa ada korelasi antara bentuk–fungsi–makna antropologi yang terdapat di Kawasan Desa Wisata Melikan: seperti adanya teori figure ground, keterkaitan (Linkage), bentuk dan simbol, serta elemen pembentuk tata kota, pada bangunan rumah warga dan showroom terdapat beberapa kesamaan pada bentuk bangunan (Menyesuaikan keadaan ruang), Struktur bangunan yang menggunakaan struktur dan atap menyesuaikan bentuk rumah, Fasad terbuat dari anyaman bambu dan beberapa dari bata serta ornamen ditemui pada rumah tinggal ada yang menggunakan kolom dari gerabah, serta pada bangunan masjid ditemui berupa bentuk bangunan yang simetris dan lebih tinggi dari daerah di sekitarnya, struktur atap tajuk yang terdapat mahkota sebagai simbol kekuasaan Allah, fasad yang sederhana dan jendela yang terbuat dari kayu, serta ornamen pada pintu yang bermotif tanaman melambangkan kedekatan dengan alam. Adanya integrasi antara rumah warga sebagai sentra pengrajin gerabah, showroom dan Masjid Sunan Pandanaran

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MASYARAKAT DALAM PENGGUNAAN TAMAN PUBLIK SEBAGAI FUNGSI SOSIAL DI TAMAN KECAMATAN NGALIYAN BERDASARKAN PREFERENSI MASYARAKAT

    Get PDF
    Abstract: Ngaliyan District Park is public park in the city of Semarang which designed a social function. The social function of the Ngaliyan District Park is not fully optimal. This research talked about conducted to determine the factors influence the community in using public parks such as social function based on community preferences. The research uses qualitative and quantitative approach with the analysis to take achieve these objectives including the characteristics of public parks.  The results of this research indicate that the factors that influence the use of public parks as a social function are in accordance with community preferences, comfort, security and accessibility.Abstrak: Taman Kecamatan Ngaliyan adalah taman publik di Kota Semarang yang dirancang dengan fungsi sosial. Namun, fungsi sosial pada Taman Kecamatan Ngaliyan belum optimal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam pemanfaatan taman publik sebagai fungsi sosial, berdasarkan preferensi publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan Tahap analisis yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut memberikan definisi tentang karakteristik taman publik. Selanjutnya, penganalisisan faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat lokal dalam pemanfaatan taman publik di Taman Kecamatan Ngaliyan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan taman umum sebagai fungsi sosial sesuai dengan preferensi masyarakat, seperti kenyamanan, keamanan dan aksesibilitas

    KENYAMANAN DAN PRIVASI SEBAGAI FAKTOR UTAMA DI KAFE MACARIUS CIREBON

    Get PDF
    Abstract: The spreading of café in Cirebon is already increased significantly, one of them is Macarius Café that often used as a place for gathering, discussion or working. Guest as the main user, responded to the space and environment arrangement in defining comfort and privacy. This study is intended to understand the privacy and comfortness of Macarius café based on the guest behavior pattern. The method used in this study is rasionalistic qualitative through behavorial mapping with person centered map. Comfort and privacy in Macarius café become the main factor that affect the seating choice for the guest. Layout 2, 3 and 4 are the area that had the most comfort and privacy, while layout 1 are the area that had the least comfort and privacy.Abstrak: Merebaknya kafe meningkat signifikan salah satunya Kafe Macarius Cirebon yang seringkali digunakan sebagai tempat berkumpul, berdiskusi, mengerjakan tugas dan pekerjaan. Pengunjung kafe sebagai pengguna utama merespon pengaturan ruang dan lingkungan dalam menentukan kenyamanan dan privasinya. Aspek pengguna dan lingkungannya menuntut bangunan untuk dapat memberikan kenyamanan dan privasi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kenyamanan dan privasi setting kafe Macarius berdasarkan pola perilaku pengunjung. Metode penelitian yang digunakan kualitatif rasionalistik melalui peta perilaku (Behavioral Mapping) dengan person centered map. Kenyamanan dan privasi pada kafe Macarius menjadi faktor utama yang paling mempengaruhi dalam pemilihan tempat duduk. Area yang memiliki kenyamanan dan privasi tertinggi berada di layout II, III dan IV sedangkan area yang memiliki kenyamanan dan privasi rendah berada di layout I.Â

    TERRITORIALITY IN TOURISM KAMPUNG ALLEY AS A SHARED PUBLIC SPACE

    Get PDF
    Abstract: Kampung alley is a street network that perceived as a social space due to its function for community. One problematic thing that occur in tourism kampung alley is a significant change from activities taken place in the alley that have commercial-tourism functions and open for public. This change leads to the requirement of kampung alley to have high accessibility and openness to outsider. In this term, it will change the territoriality pattern as well as its meaning for residents. Territoriality is one kind of environmental behavior study about spatial usage of built environment. Territoriality has strong engagement with cultural and social context. This paper analyze that there are some changes and ambiguity of territoriality in the context of tourism kampung. Some personal and private activities have occur in the alley that are considered as a public space. This additional personal space is due to the lack of housing unit space. Strong bind of neighborhood connection is also taking a role so the residents can freely use alley for their personal need.Abstrak: Gang kampung merupakan jaringan jalan yang dipersepsikan sebagai ruang sosial oleh masyarakat yang tinggal di dalamnya. Salah satu permasalahan yang terjadi pada gang kampung wisata adalah adanya perubahan aktifitas yang signifikan dan memiliki fungsi komersial sebagai area pariwisata yang terbuka untuk umum. Perubahan ini menyebabkan gang kampung harus memiliki keterbukaan dan aksesibilitas tinggi terhadap pihak luar. Hal ini akan mengubah pola teritorialitas serta makna gang kampung bagi warganya. Teritori adalah salah satu jenis kajian perilaku lingkungan tentang pemanfaatan ruang lingkungan binaan. Teritori memiliki keterikatan yang kuat dengan konteks budaya dan sosial. Makalah ini menganalisis terdapat beberapa perubahan dan ambiguitas teritori dalam konteks kampung pariwisata. Beberapa aktivitas pribadi dan privat dapat terjadi di gang yang dianggap sebagai ruang publik. Tambahan personal space ini disebabkan keterbatasan ruang rumah kampung. Ikatan yang kuat antar tetangga juga turut berperan agar warga bisa leluasa menggunakan gang untuk kebutuhan pribadinya.Â

    STUDI PENERAPAN DESAIN UNIVERSAL TERHADAP AKSESIBILITAS PASIEN DENGAN KETERBATASAN FISIK DI RSUD DR ISKAK

    Get PDF
    The accessibility of the hospital building design in Indonesia has not been accommodated optimally. The guidelines regarding the universal design standards arranged by the government have not been implemented as a full assemble, considering hospitals are places where the patients may experience various physical conditions. Patients might need assistive aids such as canes, crutches, walkers, wheelchairs, and gurney to support their mobility, along with the helper. The existing elements of hospital buildings are supposed to be part of the accessibility standards thus the patients and their helpers could access facilities and circulations conveniently. The universal designs are vitals, especially at the Outpatient Installation. It requires comprehensive accessibility due to the various backgrounds of the outpatients. The objective is to investigate the accessibility level of patients according to the existing implementation of the universal design guidelines in the hospitals. The case study is conducted at the Instalasi Rawat Jalan zone of RSUD dr. Iskak. This research is performed by using the quantitative descriptive method while the questionnaires are analyzed by using the statistic descriptive analysis approach. The result suggested that the hospital has not implemented the universal design guidelines as a whole while most parameters are part of the accessibility standards.Ketersediaan aksesibilitas pada desain bangunan gedung rumah sakit di Indonesia masih belum terakomodasi optimal. Kebijakan mengenai standar desain universal yang ditetapkan oleh pemerintah belum tegas diterapkan secara menyeluruh. Apalagi jika terkait dengan rumah sakit yang memiliki karakter berbeda dari bangunan publik yang lainnya, mengingat bahwa pengguna adalah orang yang memiliki bermacam-macam keterbatasan fisik, kemudian membutuhkan alat bantu seperti tongkat, kruk, walker, kursi roda dan brankart untuk mendukung mobilitasnya, beserta dengan orang lain yang mendampingi. Elemen bangunan rumah sakit yang ada harusnya masuk parameter aksesibilitas standar agar pasien dan pendampingnya tidak menemui hambatan sirkulasi dan fasilitas. Desain universal sangat penting diaplikasikan, apalagi di instalasi rawat jalan karena banyaknya ragam pasien yang berobat jalan sehingga aksibilitas yang menyeluruh sangat dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat aksesibilitas pasien berdasarkan pada penerapan prinsip desain universal di rumah sakit. Lokasi studi dilakukan pada zona Instalasi Rawat Jalan RSUD dr. Iskak. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Data kuesioner dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan data observasi menggunakan analisis deskriptif. Hasil analisis menyatakan bahwa rumah sakit belum menerapkan prinsip desain universal secara menyeluruh dan sebagian besar masuk dalam parameter aksesibilitas sebagian standar

    759

    full texts

    861

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal Universitas Kebangsaan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇