E-Jurnal Universitas Kebangsaan
Not a member yet
    861 research outputs found

    PENGGUNAAN SIMULASI DESKTOP RADIANCE PADA KONFIGURASI BENTUK BUKAAN

    Get PDF
    Abstract: The usage of daylight in a room or building during the day is a wide strategy for illuminating the room naturally without artificial lighting services so that it can reduce the energy consumption of building. In addition, the use of daylight aims to enhance the quality of spatial visualization, vision health, environmental comfort, and increase the performance of user productivity in the room. This research will discourse about the amount of light get into room to identify how much the daylight can be useful and captured by human sight’s perception through a radiance simulation camera which will be translated into realistic images. This simulation is experimental-based that include two phases, namely the configuration of alternative openings and draws light according to the perception of user’s vision, then the set of radiance simulation based on scripting to generate the realistic images. Based on this simulation, the amount of daylight is influenced by source, quantity, position, area of openings and the building orientation or building. The amount of light intensity also affects the visual comfort of users who have activities in the room. The result of this simulation is to identify the room that generates daylight area and non-daylight area to decrease the artificial lighting.Abstrak: Pemanfaatan pencahayaan alami (daylight) pada sebuah ruangan dan bangunan di siang hari merupakan salah satu strategi desain untuk menerangi ruangan secara alami tanpa bantuan cahaya buatan sehingga dapat mengurangi konsumsi energi pada bangunan. Selain itu juga, permanfaatan pencahayaan alami (daylight) bertujuan untuk meningkatkan kualitas visual dalam ruangan, kesehatan indera penglihatan, kenyamanan lingkungan dan meningkatkan produktivitas kinerja pengguna bangunan. Pada penelitian ini akan membahas mengenai besaran cahaya yang masuk ke dalam suatu ruangan untuk melihat seberapa besar pencahayaan alami yang masuk dan ditangkap dalam suatu persepsi indera penglihatan manusia melalui kamera simulasi radiance yang diwujudkan ke dalam foto realistik. Simulasi ini dilakukan dengan metode berbasis eksperimen mandiri (experimental-based) yang terdiri dua tahap, yaitu tahapan konfigurasi bentuk bukaan dan draw light berdasarkan persepsi indera penglihatan peneliti, kemudian dilanjutkan dengan simulasi radiance berbasis scripting untuk menghasilkan foto realistik. Berdasarkan hasil simulasi ini, besarnya cahaya alami yang masuk ke dalam ruangan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu sumber bukaan, jumlah bukaan, posisi bukaan, besaran bukaan, dan orientasi ruangan atau bangunan. Besarnya intensitas cahaya yang masuk juga akan mempengaruhi kenyamanan visual bagi pengguna yang beraktivitas dalam ruangan tersebut. Hasil dari penelitian ini untuk melihat konfigurasi mana yang menghasilkan sebagian area daylight dan area non-daylight yang cukup merata untuk menghindari bantuan cahaya buatan

    KONSEP WATERFRONT KALI MBEROK KOTA LAMA SEMARANG

    Get PDF
     Abstract: Kali Mberok Kota Lama Semarang is a river that has a lot of history during the Dutch colonial era in Central Java. The revitalization of the Kota Lama area is now being carried out by turning old buildings into places for office activities and also for supporting tourism activities in the Old City. The development of the revitalization of the Kota Lama cultural heritage area was hampered by the problem of tidal flooding and street lighting. The waterfront concept for Kali Mberok is one solution to overcome the obstacles to revitalizing the Old City by adding green open spaces on the edge of Kali Mberok. The implementation of a waterfront in Kali mberok Kota Lama will have a positive impact on reducing buildings on the riverbank and also increasing street lighting with the addition of public open spaces. Innovatively, this study will lead and develop the potential of Kali Mberok in the design of Kali Mberok waterfront tourism around Kota Lama with an emphasis on the Waterfront conceptAbstrak: Abstrak Kali Mberok Kota Lama Semarang adalah salah sungai yang memiliki banyak sejarah di masa kolonial Belanda di Jawa Tengah. Revitalisasi kawasan Kota Lama kini dilakukan dengan memfungsikan gedung gedung tua menjadi tempat kegiatan perkantoran dan juga tempat kegiatan penunjang pariwisata di Kota Lama.  Perkembangan revitalisasi kawasan cagar budaya Kota Lama sempat terhambat karena adanya masalah banjir rob dan penerangan  jalan. Konsep waterfront untuk Kali Mberok menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kendala revitalisasi Kota Lama dengan penambahan ruang terbuka hijau di pinggir Kali Mberok. Penerapan waterfront di Kali mberok Kota Lama akan memberikan dampak positif untuk mengurangi bangunan di pinggir sungai dan juga menambah penerangan jalan dengan penambahan ruang terbuka publik. Secara inovatif, kajian ini akan mengarah dan mengembangkan potensi yang dimiliki oleh Kali Mberok pada desain perancangan wisata tepian air Kali Mberok disekitar Kota Lama dengan penekanan konsep Waterfront

    RETHINKING SOCIABLE GREEN SPACES AMID THE COVID-19 CRISIS: A CASE STUDY OF BATAM, INDONESIA

    Get PDF
    Abstract: One of the lasting impacts of the COVID-19 crisis undisputedly is changes in the way people use public spaces including green spaces. Some people despite the social isolation rules still often visit public green spaces to maintain their well-being. This study aimed to rethink how green spaces as a sociable place can be more adaptable to fulfill the new needs of people which have arisen due to the pandemic. Direct-structured observation and semi-structured interviews with purposive sampling were conducted in the park located in Batam, Indonesia. It was revealed that the use of this park as a sociable place has prioritized most on ‘relaxation’ behaviours at one time, followed by ‘affiliation’ and ‘interaction’ behaviours after the pandemic strikes. The ‘affiliation’ activities, nevertheless, were interestingly the top reason for people visiting this park more frequently in a week. The proposed post-pandemic concept of the park as a sociable green space was subsequently conceived around the circulation, furniture, and activity settings with several design strategies as a response to the key issues concerning the social behaviours and health protocol system in this park. Abstrak: Salah satu dampak jangka panjang dari krisis COVID-19 yang tidak terbantahkan adalah perubahan cara orang menggunakan ruang publik termasuk ruang terbuka hijau. Walaupun terdapat aturan isolasi sosial, beberapa orang masih sering mengunjungi ruang terbuka hijau untuk menjaga kesehatan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk memikirkan ulang bagaimana ruang terbuka hijau sebagai ruang publik ramah atau tempat bersosialisasi dapat menjadi lebih adaptif untuk memenuhi kebutuhan baru masyarakat yang muncul akibat pandemi. Observasi langsung terstruktur dan wawancara semi terstruktur dengan purposive sampling dilakukan di taman yang terletak di Batam, Indonesia. Studi ini menemukan bahwa penggunaan taman tersebut sebagai ruang publik ramah telah memprioritaskan perilaku 'relaksasi' dalam satu waktu, diikuti oleh perilaku 'afiliasi' dan 'interaksi' setelah pandemi melanda. Namun menariknya, aktivitas yang berkaitan dengan ‘afiliasi’ menjadi alasan utama orang untuk lebih sering mengunjungi taman ini dalam satu minggu. Usulan konsep taman pasca pandemi sebagai ruang terbuka hijau ramah kemudian digagas terkait pengaturan sirkulasi, furnitur, dan aktivitas dengan beberapa strategi desain sebagai respon terhadap isu-isu utama mengenai perilaku sosial dan sistem protokol kesehatan di taman ini

    KINERJA FASILITAS KOMERSIAL STASIUN KERETA API : PERSEPSI VS HARAPAN

    Get PDF
    Abstract: The operation of railway station facilities prioritizes comfort, security and safety. In addition, the station also has high commercial value with commercial facilities. The role of users in commercial facilities as visitors to commercial facilities is very important. This relates to the level of comfort and satisfaction felt by visitors. This research will discuss about the performance of commercial facilities in order to get a railway station commercial facility arrangement that can adjust the level of comfort and user satisfaction. The level of comfort is indicated by the value of the visitor's perception, while the level of satisfaction is indicated by the value of visitor expectations of the railway station commercial facilities. Quantitative analysis was performed using the quadrant analysis method. The selected case studies are Bandung Station and Kiaracondong Station. The results of the analysis show that there are two important elements in the arrangement of commercial facilities for the railway station, namely disability facilities and family facilities. The results of this analysis are expected to be the basis for the planning of the railway station commercial facilities.Abstrak: Penyelenggaraan sarana transportasi kereta api sangat memprioritaskan kenyamanan, keamanan dan keselamatan operasional. Selain dari sisi pelayanan transportasi, stasiun juga memiliki nilai komersial yang tinggi dengan adanya fasilitas komersial. Peran pengguna fasilitas komersial yaitu pengunjung fasilitas komersial sangatlah penting. Hal ini berkaitan dengan tingkat kenyamanan dan kepuasan yang dirasakan oleh pengguna fasilitas komersial. Pada penelitian ini akan membahas mengenai tingkat kinerja fasilitas komersial stasiun kereta api guna mendapatkan penataan fasilitas komersial stasiun kereta api yang dapat memenuhi tingkat kenyamanan dan kepuasan pengguna. Tingkat kenyamanan ditunjukkan dengan nilai persepsi pengunjung, sedangkan tingkat kepentingan ditunjukkan mencari nilai harapan pengunjung terhadap fasilitas komersial stasiun kereta api. Analisis dilakukan secara kuantitatif dengan metode analisis kuadran important performance analysis. Studi kasus yang dipilih adalah Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat dua elemen penting dalam penataan ini, yaitu fasilitas disabilitas dan fasilitas ibu dan anak.  Hasil analisis ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam rencana penataan fasilitas komersial stasiun kereta api

    STRATEGI PERANCANGAN KAWASAN PERUMAHAN BERKELANJUTAN DENGAN PENDEKATAN WATER SENSITIVE URBAN DESIGN DI KAWASAN BANDUNG UTARA

    Get PDF
    Abstract: The rapid growth of settlement in the northern part of Bandung, as well as known KBU, increases slightly as an impact of the economy growth in the capital city of West Java. These influences strongly has some effects, such as the changing of land use and the decreasing of water absorption. For instance, the agricultural land area, the conservation area and the green area become settlement area and commercial area, therefore this area is a lack of absorption area due to the declining the green area. These evidences are following checked according to the WALHI’s data, around 70% of green area, such as protected forest, agricultural land, and plantation area leads to be settlement area, residential area and commercial area. Mostly Bandung Raya, included Cimahi, South Bandung, and Kabupaten Bandung get flood as the effect of these issues, especially when rain season. Based on the issues explanation and evidences, this research aims to have problem solving in the development of environmental friendly settlement and residential area that will lead to sustainable residences and conservation area. This research purpose is to conduct experimental-based and explorative-based the development model of sustainable residences in the Kelurahan Citeureup, one of sub-district in the North Bandung, through Water Sensitive Urban Design (WSUD) approach. This approach is not only study from architectural aspect, but also study from landscape and the utilities aspects. Meanwhile, this method of this study is to conduct morphology analysis to recognize the pattern and urban structure, also the water flow patterns in this area. The result then will be used to elaborate the strategic developing for environmental friendly settlement and residential area (sustainable residences, especially in water well-disposed so that to reduce the flood impact when rain season, the shortage rainfall when dry season, and to fulfill further the sustainability of water needs.Abstrak: Pertumbuhan pemukiman di Kawasan Bandung Utara (KBU) terus meningkat seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi Kota Bandung sebagai Ibu Kota Jawa Barat. Dampak dari pertumbuhan ini adalah terjadinya alih fungsi lahan, yang sebelumnya merupakan lahan pertanian dan perkebunan, menjadi kawasan pemukiman. Sebagai Kawasan yang diandalkan menjadi daerah resapan air, kondisi KBU saat ini cukup mengkhawatirkan. Berdasarkan data yang dihimpun oleh WALHI, sekitar 70% lahan hijau yang berupa hutan lindung, lahan pertanian dan perkebunan telah beralih fungsi menjadi kawasan permukiman dan komersial. Dampaknya, dapat dilihat saat musim penghujan, dimana banjir terjadi hampir di sebagian wilayah Bandung Raya, mencakup Wilayah Cimahi, Bandung Selatan, Kabupaten Bandung, dan sekitarnya. Berdasarkan isu tersebut, diperlukan solusi terkait model pengembangan kawasan perumahan ramah lingkungan (perumahan berkelanjutan) yang mampu berperan sebagai kawasan konservasi air, selain sebagai tempat bermukim.Melalui pendekatan Water Sensitive Urban Design (WSUD), penelitian ini mencoba mengeksplorasi model pengembangan perumahan berkelanjutan di Kelurahan Citeureup, salah satu kelurahan di Kawasan Bandung Utara,  tidak hanya dari segi arsitektur bangunan, namun juga terkait lansekap dan utilitas kawasan. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan analisis morfologi kawasan untuk memahami pola dan struktur ruang kawasan dan pola pergerakan aliran air. Hasil dari analisis tersebut selanjutnya digunakan untuk merumuskan strategi pengembangan kawasan perumahan yang ramah lingkungan (perumahan berkelanjutan) khususnya dalam hal ini ramah air, sehingga dapat turut mengurangi dampak banjir ketika musim penghujan, kekeringan di musim kemarau, serta untuk memenuhi kebutuhan air berkelanjutan di masa depan

    KESADARAN TRANSENDENTAL AKAN IKATAN KELUARGA SEBAGAI PENJAGA KEBERADAAN DAN KEBERLANJUTAN ELEMEN INTI TATA RUANG PERMUKIMAN DI KAWASAN PATHOK NEGARA DONGKELAN

    Get PDF
    Abstract: This paper explains that one building can affect strongly to the settlement as long as it has strong uniqueness that attached to local peoples’ minds. As one of the traditional settement in Yogyakarta, Dongkelan Kauman known as the District of Pathok Negara, has spesifis spatial system. That phenomenon was explored deeper by inductive-phenomenological research to reveal that its social systems and value is strongly bonded to its spatial systems. In the end, the ideology of Dongkelan Family was found as transcendental consciousness that has several values attached. The specificity of their social system makes the uniqueness of spatial systems can exist until now and reinforce the status of Dongkelan Kauman as the agglomeration boundary of YogyakartaAbstrak: Paper ini memaparkan bahwa sebuah permukiman dapat terpengaruh oleh satu bangunan jika bangunan tersebut memiliki keunikan yang cukup kuat di pikiran masyarakatnya. Sebagai salah satu dari permukiman lama yang memiliki sejarah panjang di Yogyakarta, Kawasan Pathok Negara Dongkelan, yang lazim disebut Dongkelan Kauman, memiliki keunikan sistem ruang. Indikasi keunikan ruang kawasan ini, digali lebih dalam melalui sebuah penelitian induktif-kualitatif-fenomenologi, yang menemukan bahwa selain sistem ruangnya, Dongkelan Kauman juga memiliki sistem dan nilai sosial yang unik dan spesifik. Nilai sosial tersebut terwujud dalam sebuah kesadaran transendental akan ikatan keluarga. Dalam kesadaran yang melintas waktu dan ruang ini, melekat nilai-nilai spesifik yang hidup dalam sistem sosial masyarakat. Tidak hanya hidup dalam masyarakat, nilai-nilai ini juga menjaga sistem ruang unik Dongkelan Kauman dan memperkuat status kawasan ini sebagai batas aglomerasi perkotaan Yogyakarta.Â

    KAJIAN PENGARUH DAUR HIDUP BANGUNAN TERHADAP MENINGKATNYA PEMAKAIAN ENERGI DI DALAM BANGUNAN

    Get PDF
    Abstract: The increased of energy used on building operational is impacted by many factors, specially impacted by building delivering process. Delivering process is starting from design stage, construction stage until operational (occupacion) stage. If one of this staging is worst, would be affecting to the other staging (bad or good). Design stage is the crutial process on building delivering process, because on this stage the building criterias are setted and inputted to the drawing and specification documents. One of the example is energy used of the building, which should be setted on the design process and applied on the drawing and construction processes. This research is conducted with literature study and coparing with some datas about energy used of building in general about energy used of buildings.Abstrak: Meningkatnya pemakaian energi pada tahap operasional (pemakaian) tidak terlepas dari pengaruh tahap-tahap sebelumnya dari bangunan tersebut. Tahap desain, tahap konstruksi, dan tahap operasional dan maintenance merupakan suatu rangkaian kegiatan yang saling mempengaruhi yang sering diistilahkan sebagai daur hidup bangunan. Jika satu tahapan buruk maka akan memberikan dampak bagi tahapan berikutnya. Salah satu dampak negatif dari tidak baiknya daur hidup bangunan adalah meningkatnya pemakaian energi, yang dapat disebabkan oleh tahap desain yang tidak mempertimbangkan desain hemat energi, atau tahap konstruksi yang tidak baik sehingga menyebabkan pemakaian energi meningkat. Makalah ini merupakan studi kajian pustaka dari berbagai sumber terkait berbagai faktor yang mempengaruhi meningkatnya pemakaian energi pada tahap operasional di dalam bangunan yang dikaitkan dengan daur hidup bangunan

    PENGARUH ELEMEN INTERIOR STUDIO ANIMAXX TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN

    Get PDF
    Abstract: Dynamic education must be able to follow the progress of the times that continue to develop. The demands of 21st century skills have an impact on improving the quality of vocational education through innovation of educational facilities and infrastructure that are in line with sustainable development goals in realizing quality education. To achieve this goal, the school seeks to improve the quality of learning through structuring the interior elements of the learning space. The purpose of this study was to describe the interior elements of Animaxx studio in terms of lighting, color, shape, and material aspects and to determine the effect of interior elements on the learning process in terms of motifs, affective, and learning achievement. Combined research methods (mix methods) were used in this study, quantitative methods were used to collect data about user perceptions of interior elements and responses to motives, affective, and learning achievement through questionnaire collection. Strengthened by qualitative methods with data collection techniques through interviews, literature studies and direct observation to the object of research. The data collected were analyzed descriptively and hypothesis testing through regression analysis. From this research, it was found that the effect of user perception on Animaxx studio interior elements had an effect on motive and affective. While the motive and affective simultaneously affect the achievement of learning. So it can be concluded that there is a significant influence between Animaxx studio interior elements on the learning process.Abstrak: Pendidikan yang dinamis harus dapat mengikuti kemajuan zaman yang terus berkembang. Tuntutan keterampilan abad 21 berdampak pada peningkatan mutu pendidikan kejuruan melalui inovasi sarana dan prasarana pendidikan yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan dalam mewujudkan pendidikan berkualitas. Maka dari itu sekolah berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penataan elemen interior ruang pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan elemen interior studio Animaxx ditinjau dari aspek pencahayaan, warna, bentuk, dan material dan mengetahui pengaruh elemen interior terhadap proses pembelajaran yang dilihat dari motif, afektif, dan ketercapaian pembelajaran. Metode penelitian kombinasi (mix methods) digunakan dalam penelitian ini, metode kuantitatif digunakan untuk mengumpulkan data tentang persepsi pengguna terhadap elemen interior dan respon tentang motif, afektif, dan ketercapaian pembelajaran melalui pengumpulan kuesioner. Dikuatkan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, studi literatur dan observasi langsung ke obyek penelitian. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif dan uji hipotesis melalui analisis regresi. Dari penelitian ini diperoleh hasil penelitian adanya pengaruh persepsi pengguna terhadap elemen interior studio Animaxx berpengaruh terhadap motif dan afektif. Sedangkan motif dan afektif secara simultan berpengaruh terhadap ketercapaian pembelajaran. Sehingga disimpulkan ada pengaruh signifikan antara elemen interior studio Animaxx terhadap proses pembelajaran

    KOMPARASI PERPINDAHAN PANAS (HEAT TRANSFER) MATERIAL DINDING DENGAN SIMULASI THERM

    Get PDF
    Abstract: Understanding materials heat transfer ease designers to make decisions in design stages, related to materials, costs and comfort to be achieved. Nowadays, understanding heat transfer does not have to be done by performing complex calculations, many simulation software have been created to perform heat transfer analysis with a friendly user interface. Moreover, the output of heat transfer simulation and analysis produces images that are easier to understand visually, such as flux vector displays, temperature boundaries to infrared color grading that make it easier for users to read the simulation results. THERM is a heat transfer simulation software developed by the Lawrence Berkeley National Laboratory, University of California in collaboration with the US Department of Energy. With the license-free usage, this software has the potential to be used optimally by designers and academics who have an interest in heat transfer analysis. This research is expected to provide an overview of the potential use of THERM software for modeling and analysis of heat transfer. The THERM software can be a good alternative for conducting research for academics and practitioners alike, given its ease of use, free licensing and accuracy. THERM produces simulation output with detailed and easy-to-understand visualizations. In testing with simulation, it is found that the material with the lowest density and thermal conductivity has the highest heat insulation power. Walls with light brick material show a significant effect in heat insulation compared to walls with concrete brick and red brick (fire-brick) material.Abstrak: Memahami perpindahan panas pada material mempermudah perancang untuk mengambil sebuah keputusan dalam perancangan, terkait dengan material, biaya dan kenyamanan yang akan dicapai. Dewasa ini, pemahaman terhadap perpindahan panas tidak harus dilakukan dengan melakukan perhitungan yang kompleks, banyak perangkat lunak simulasi telah diciptakan untuk melakukan analisis terhadap perpindahan panas dengan antar muka pengguna (user interface) yang bersahabat. Lebih dari itu output dari simulasi dan analisis perpindahan panas menghasilkan citra yang lebih mudah dipahami secara visual, seperti tampilan vector flux, garis batasan temperatur hingga infrared color grading yang mempermudah pengguna dalam membaca hasil simulasi. THERM adalah salah satu perangkat lunak simulasi perpindahan panas yang dikembangkan oleh Lawrence Berkeley National Laboratory, University of California bekerja sama dengan US Department of Energy. Dengan penggunaan bebas lisensi (tidak berbayar), perangkat lunak ini berpotensi untuk digunakan secara maksimal oleh perancang maupun akademisi yang memiliki minat terhadap analisis perpindahan panas. Penelitian ini diharapkan memberikan gambaran potensi penggunaan perangkat lunak THERM untuk melakukan pemodelan dan analisis perpindahan panas. Perangkat lunak THERM dapat menjadi alternatif yang baik untuk melakukan penelitian bagi akademisi maupun praktisi, mengingat kemudahan pemakaian, lisensi tidak berbayar dan keakuratan yang diberikan. THERM menghasilkan output simulasi dengan visualisasi yang detail dan mudah dipahami. Dalam pengujian dengan simulasi, didapat bahwa material dengan berat jenis dan nilai konduktivitas termal terendah memiliki daya insulasi panas tertinggi. Dinding dengan material bata ringan menunjukkan efek signifikan dalam menginsulasi panas dibandingkan dengan dinding dengan material batako maupun bata merah

    EVALUASI KENYAMANAN VISUAL PADA PENCAHAYAAN RUANG KELAS MELALUI SIMULASI KOMPUTANSI ARSITEKTUR DIGITAL

    Get PDF
    Abstract: Visual comfort through adequate lighting in the room is important in designing a sustainable building. In the classroom, the lighting layout and light source are very important for the comfort of student vision because they can provide the maximum distribution of lighting. Good lighting conditions are very important for students, especially at night where there is no natural sun light, while poor lighting conditions often affect the quality of learning and cause visual disturbances. As many as 90% of universities in Batam City implement night classes according to the student portfolio owned by Batam City, the same thing is also carried out by Batam International University as the largest university in Batam City which carries out 95% of lectures at night. Therefore, designing classroom lighting in accordance with the assessment of visual comfort becomes an important issue. This study will analyze visual comfort through analysis of the lighting in the Batam International University classroom using a digital architectural computing simulation. The purpose of this study is to obtain the right lighting design in the classroom in order to get the best light distribution so as to provide visual comfort for students at night using the Relux digital computing simulation.Keyword: Lighting, Visual comfort, ReluxAbstrak: Kenyaman visual melalui pencahayaan yang cukup pada ruangan merupakan hal penting pada perancangan sebuah bangunan yang berkelanjutan. Pada ruang kelas, tata letak pencahayaan dan pemilihan sumber cahaya yang tepat sangat penting untuk kenyamanan penglihatan mahasiswa karena dapat memberikan sebaran pencahayaan secara maksimal. Kondisi pencahayaan yang baik sangat penting bagi mahasiswa yang berada di kelas khususnya pada malam hari dimana tidak mendapatkan sumber pencahayaan alami dari matahari, sementara kondisi pencahayaan yang buruk sering kali memengaruhi kualitas pembelajaran dan menyebabkan gangguan penglihatan. Sebanyak 90% perguruan tinggi di Kota Batam menerapkan kelas malam sesuai dengan portfolio mahasiswa yang dimiliki Kota Batam, hal serupa juga dilaksanakan oleh Universitas Internasional Batam sebagai Universitas terbesar di Kota Batam yang melaksanakan 95% perkulihaan di malam hari. Oleh sebab itu, perancangan pencahayaan ruang kelas yang sesuai dengan penilaian kenyamanan visual menjadi isu yang penting. Penelitian ini akan menganalisis kenyamanan visual melalui analisis pencahayaan yang dimiliki pada ruangan kelas Universitas Internasional Batam menggunakan simulasi komputansi arsitektur digital. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh perancangan pencahayaan yang tepat pada ruang kelas dalam mendapatkan penyebaran cahaya terbaik sehingga memberikan kenyamanan visual bagi mahasiswa pada malam hari dengan menggunakan simulasi komputansi digital Relux.Â

    759

    full texts

    861

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal Universitas Kebangsaan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇