E-Jurnal Universitas Kebangsaan
Not a member yet
861 research outputs found
Sort by
Perancangan Aplikasi EMR (Electronic Medical Record) Dengan Menggunakan Kartu RFID Untuk Mencatat Data Rekam Medis Pasien Pada Puskesmas Sukajadi Bandung
Salah satu penunjang pelayanan kesehatan dituntut utntuk menjadi lebih baik, salah satunya adalah dengan pembuatatan aplikasi EMR (electronic medical record) dengan menggunakan kartu RFID sebagai pengganti kartu rekam medis pasien. Dalam hal ini kartu RFID ini dapat berfungsi sebagai data riwayat pasien, ketika pasien tap kartu RFID, maka kana muncul semua data riwayat seluruhnya. Identifikasi Masalah pada tahap ini penulis mengidentifikasi masalah yang terjadi dan mencari solusi yang diperlukan pada Puskemas Sukajadi kota Bandung dimana membutuhkan sistem aplikasi rekam medik untuk membantu dalam pengolahan data pasien, data rekam medik dan data obat yang ada di Puskemas Sukajadi. Penelitian ini menghasilkan sebuah perancangan aplikasi Rekam Medik pada Puskesmas Sukajadi Kota Bandung dengan menggunakan kartu RFID. b. Dengan adanya aplikasi rekam dapat membatu kegiatan dalam pengelolaan data baik pasien maupun data obat dan lebih efisien dan lebih aman sehingga dokter dapat menambahkan atau melihat riwayat rekam medis pasien
ARAH KOMUNIKASI MASSA DALAM SISTEM MEDIA BERJARINGAN ONLINE
Media changes occurred in a revolutionary way. Its presence packaged in a new type of media replaces the existence and phases of old media which were categorized as conventional. These changes which have fundamental consequences are changing the scientific landscape, especially the branch of mass communication. As an umbrella scientific discipline that studies mass media, mass communication is also developing. The various consequences of these developments ultimately relate to theory and methods which are also developing but are relevant to current trends and directions in mass media. Even though some have been categorized and formulated in theory, along with trends, new theories are needed in accordance with developments that occur. In this regard, this research aims to determine the direction of media which is experiencing fundamental changes towards a more convergent direction that reaches other scientific disciplines. By using qualitative methods with careful observation, several things were discovered regarding the possibility of theoretical postulations by combining other scientific disciplines in their understanding which could touch directly on the scientific dimension.Keywords: Mass Communication, Mass Media, Communication Scienc
STUDI KOMPARASI: PERAN ELEMEN DESAIN INTERIOR DALAM MEMBENTUK SUASANA RUANG PADA BAR & LOUNGE
Abstract: Interior elements are aspects that can shape the atmosphere of a bar & lounge and form the image perceived by its visitors. Bars & lounges have different characteristics from restaurants in general, have different design emphases. The elements of physical and non-physical elements form the atmosphere of space and the perception of visitors. The basic elements forming and filling the space form the atmosphere of a room in a bar & lounge. This research uses a qualitative descriptive method by analyzing through comparisons of data from field observations from 4 different case studies and designer interviews. The building elements in the space are curated through designer interviews to find out the emphasis given in the design, namely shape, texture and lighting, then proceed with analyzing these elements in each case study The results of the study found that the dominant physical elements forming the space were from each of the 4 case studies of bar&loung design. Future research is expected to collect data from visitors to each case study for comparison.Abstrak: Elemen interior merupakan aspek yang dapat membentuk suasana dari sebuah bar & lounge dan membentuk citra yang dipersepsikan oleh pengunjungnya. Bar & lounge memiliki karakteristik yang berbeda dengan restaurant pada umumnya, memiliki penekanan-penekanan desain yang berbeda. Unsur-unsur elemen fisik dan non fisik membentuk suasana ruang dan persepsi dari pengunjung. Elemen dasar pembentuk dan pengisi ruang membentuk suasana ruang pada sebuah bar & lounge Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualititf dengan menganalisis melalui komparasi data hasil observasi lapangan dari 4 studi kasus yang berbeda dan wawancara designer. Elemen pembentuk pada ruang dikurasi melalui wawancara designer untuk mengetahui penekanan-penekanan yang diberikan dalam perancangan yaitu bentuk, tekstur dan pencahyaan untuk selanjutnya dilanjutkan dengan menganalisis elemen-elemen tersebut pada setiap studi kasus. Hasil penelitian dapat elemen fisik pembentuk ruang yang dominan dari masing-masing 4 studi kasus perancangan bar&loung. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat dilakukan pengumpulan data dari pengunjung masing-masing studi kasus untuk dibandingkan
KAJIAN ELEMEN CITRA KOTA PADA RUANG TERBUKA HIJAU TAMAN NOSTALGIA KOTA KUPANG
Abstract: Nostalgia Park is a Green open space area located in the center of Kupang City. Its strategic location and equipped with various supporting facilities that are diverse and complete, and the largest open space area when compared to several other open spaces or park in the city of Kupang makes Nostalgia Park a favorite and iconic green open space for the people of Kupang City and tourists who come. As an iconic green open space in the city of Kupang, it is necessary to conduct a study related to image in this area to find out how good its identity and characteristics are. This study aims to explain how the application of “the Image of the City†Concept by Kevin Lynch is applied to the Nostalgia Park area. The method used is descriptive qualitative by connecting existing data with related theories. The results of the analysis are that the Nostalgia Park Green Open Space Kupang City applies the principles of designing elements that form the image of the city Paths (Pedestrian Paths), Edges (Pedestrians Bordering Public Roads), Nodes (Pedestrian Intersections, Plazas, Monument Areas, Amphitheaters), Districts (Green Areas, Plaza Area, Playground Area, Monument Area, Amphitheater) Landmarks (Gong Perdamaian, Giant Signage)Keyword: image of the city, Nostalgia Park, Green Open SpaceAbstrak: Taman Nostalgia Merupakan Sebuah Kawasan RTH yang berada pada Pusat Kota Kupang. Letaknya yang strategis dan dilengkapi berbagai Failitas Pendukung yang beragam dan Lengkap, dan juga memiliki luasan RTH yang terbesar bila dibandingkan beberapa Titik RTH lain di kota kupang menjadikan Taman Nostalgia sebagai RTH favorit dan ikonik bagi masyarakat Kota Kupang maupun para wisatawan yang datang. Sebagai Sebuah RTH yang ikonik di kota kupang perlu dilakukan Studi Terkait Citra pada Kawasan ini guna mengetahui seberapa baik identitas dan Cirikhas yang Dimilikinya. Penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana penerapan Konsep Citra Kota oleh kevin Lynch yang diterapkan pada Kawasan RTH Taman Nostalgia melalui teori 5 elemen Citra Kota yakni Paths, Edge, Districts, Node dan Landmarks. Metode yang digunakan adalah Kualitatif Deskriptif dengan menghubungkan data eksisting dengan teori terkait. Hasil Analisa yakni RTH taman Nostalgia Kota Kupang menerapkan prinsip-prinsip perancangan elemen pembentuk citra kota Paths (Jalur Pedestrian), Edges (Pedestrian yang Berbatasan dengan Jalan Umum), Nodes (Persimpangan Pedestrian, Plaza, Area Monumen, Ampiteater), Districts (Area Hijau, Area Plaza, Area Playground & Olahraga, Area Monumen, Area Ampiteater) Landmarks (Monumen Gong PEdamaian, Signage Raksasa, Monumen Pers) Kata Kunci: Citra Kota, Taman Nostalgia, Ruang Tebuka Hija
UNIVERSAL DESIGN PADA AKSESIBILITAS RUANG TERBUKA PUBLIK DI BANTARAN SUNGAI KOTA BANDUNG
Abstract: Public open space is a facility that can be used by the whole community. So that the development of every public open space should follow the reference to a design that is friendly to everyone regardless of differences so that it can be easily accessed and used. However, what happens in the field is that there are several accesses that are not suitable for children, the elderly and people with special needs. The purpose of this study was to evaluate the application of universal design principles to accessibility in the Teras Cikapundung. The method used in this study is a qualitative descriptive method by collecting data on universal design and conducting field observations to find out facts in the field which will then be compared with universal design principles. Data collection was carried out in two ways, namely primary data collection obtained by direct observation at the Teras Cikapundung and interviews with visitors and the local community, while secondary data collection was obtained from literature studies in the form of journals and books related to what was researched. The results of this study show that there are several inconsistencies in the accessibility of the Teras Cikapundung with universal design principles such as no guide lines, ramp slopes that exceed the standard, ramps and stairs that are not equipped with handrails, and signs that are less informative.Keyword: Universal Design, Accessibility, Public Open SpaceAbstrak: Ruang terbuka publik merupakan fasilitas yang dapat digunakan oleh seluruh masyarakat. Sehingga pengembangan setiap ruang terbuka publik seharusnya mengikuti acuan pada desain yang ramah bagi setiap orang tanpa melihat perbedaan agar dapat mudah diakses dan digunakan. Namun, yang terjadi dilapangan terdapat beberapa akses yang tidak sesuai dengan anak-anak, lansia dan orang-orang yang memiliki kebutuhan khusus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penerapan prinsip universal design pada aksesibilitas di Teras Cikapundung. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskrtiptif kualitatif dengan mengumpulkan data mengenai universal design dan melakukan observasi lapangan untuk mengetahui fakta dilapangan yang selanjutnya akan dibandingkan dengan prinsip universal design. Pengumpulan data dilakukan dengan dua cara yaitu pengumpulan data primer yang diperoleh dengan cara observasi langsung di Teras Cikapundung dan wawancara dengan pengunjung maupun masyarakat setempat, sedangkan pengumpulan data sekunder diperoleh dari studi pustaka berupa jurnal dan buku yang terkait dengan apa yang diteliti. Hasil dari penelitian ini terdapat beberapa ketidaksesuaian aksesibilitas Teras Cikapundung dengan prinsip universal design seperti tidak terdapat jalur pemandu, kemiringan ramp yang melebihi standar, ramp dan tangga yang tidak di lengkapi dengan handrail, dan juga rambu yang kurang informatif.Kata Kunci: Universal Design, Aksesibilitas, Ruang Terbuka Publi
EFEK ALIRAN UDARA DENGAN TINGKAT KEBISINGAN PADA RUANG TIDUR RUMAH TINGGAL TIPE KECIL
Abstract: Acoustic comfort become consideration on building planning. Calmness is needed for sleep. The quality of sleep also affects the body's immunity, especially now that we are in a pandemic. Adequate quality sleep will increase productivity. Acoustic comfort needs to be obtained in the bedroom to get a good quality of sleep. The main concern of this study is bedroom of a residential house. Not only acoustic comfort, natural ventilation is also highly encouraged for its application in residential. The air movement helps reduce indoor temperature and improve indoor air quality. This research was conducted to determine the effect of air flow and the noise level in the bedroom. The evaluation indicators are air velocity, indoor temperature, and noise level. The variable is determined by taking measurements when the window is open and when the window is closed. The results of data processing show that the noise level in the bedroom measured with the window open is higher than when the window is closed. This shows that there is an effect of air flow as a medium for sound, and affected the noise level. However, from the research object, it was obtained that the noise level data was still below the tolerance threshold. And it can be concluded that the room still supports its function for resting.Abstrak: Kenyamanan akustik merupakan bagian yang penting untuk diterapkan dalam perencanaan bangunan. Ketenangan dibutuhkan untuk tidur yang berkualitas. Kualitas tidur juga berpengaruh pada imunitas tubuh terutama saat ini kita berada pada masa pandemi. Kualitas tidur yang cukup juga akan membantu produktifitas seseorang. Kenyamanan akustik perlu didapatkan pada ruang tidur untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik. Kenyamanan akustik pada rumah tinggal, yakni ruang tidur menjadi perhatian utama pada penelitian ini. Selain kenyamanan akustik, ventilasi alami juga sangat didorong penerapannya pada rumah tinggal. Pergerakan udara dalam ruang membantu menurunkan suhu dan meningkatkan kualitas udara dalam ruang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana efek aliran udara dengan tingkat kebisingan pada ruang tidur. Indikator evaluasi yang diambil adalah kecepatan udara, temperatur ruang dalam, dan tingkat kebisingan. Variabel ditentukan dengan melakukan pengukuran saat jendela terbuka dan saat jendela tertutup. Hasil dari pengolahan data menunjukkan bahwa tingkat kebisingan pada ruang tidur yang diukud dengan kondisi jendela terbuka lebih tinggi daripada dengan kondisi jendela tertutup. Hal ini menunjukkan bahwa ada efek aliran udara sebagai media perantara bunyi sehingga berpengaruh pada tingkat kebisingan. Namun dari obyek yang diteliti diperoleh data level kebisingan masih berada dalam dibawah ambang batas toleransi. Dan dapat disimpulkan bahwa ruangan tersebut masih mendukung fungsinya untuk berisitirahat
PENGARUH FASAD KACA DENGAN MATERIAL PCM TERHADAP SUHU INDOOR PADA HIGH RISE APARTMENT
In recent years, the selection of building envelope designs frequently using fabricated materials. Glass is commonly chosen because it can make the façade of building more aesthetic and also it’s installation is quite fast. On the other hand, glass is a good conductor, so the heat from outside can be transferred directly into the building, causing the increase of indoor temperature. This research try to compare combinations of glass materials and various types of PCM that can decrease indoor temperature on the high rise apartment at Surabaya, Indonesia. The purpose of this research is to propose the impact of the application of PCM material to the apartment's glass facade on the indoor temperature of the building based on thermal properties and window-to-wall ratio (WWR). This research using experiment method with the assistance of DesignBuilder software. This research showed that the value of conductivity and density have the most significant effects on decrease indoor temperature. Adding Bio-PCM to the glass facade can reduce the temperature by 2 to 4 K. Beside that, the most significant temperature decrease at 80% WWR simulation in the coldest month with the building facing east. The temperature decreased by 1.3 K. The difference in temperature that occurs in the western orientation in hottest and coldest month reaches 0.57 K
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG POTENSI KECELAKAAN KERJA DENGAN METODE ECFA DAN FTA DI CHEMICAL LABORATORY DAN MICROBIOLOGY LABORATORY QUALITY ASSURANCE PT PAPANDAYAN COCOA INDUSTRIES
Salah satu area kerja yang memiliki potensi bahaya tinggi dan menyebabkan kecelakaan kerja di perindustrian adalah laboratorium. Salah satu industri yang memiliki laboratorium adalah PT Papandayan Cocoa Industries yang bergerak di bidang produksi cocoa. Laboratorium PT Papandayan Cocoa Industries berada di bagian Quality Assurance (QA) yang terdiri dari Chemical dan Microbiology Laboratory. Untuk menganalisis dan menguraikan kronologi kejadian potensi kecelakaan kerja dilakukan menggunakan metode Events and Causal Factor Analysis (ECFA). Metode tersebut efektif apabila diterapkan bersama metode pendukung seperti metode Fault Tree Analysis (FTA) yang menguraikan faktor penyebab langsung potensi kecelakaan kerja yaitu unsafe action dan unsafe condition. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kejadian potensi kecelakaan kerja dengan metode ECFA, menganalisis hasil metode ECFA dengan metode FTA untuk menentukan unsafe action dan unsafe condition sebagai faktor potensi kecelakaan kerja, selain itu verivikasi unsafe action dan unsafe conditionterhadap potensi kecelakaan kerja di Chemical dan Microbiology Laboratory QA PT Papandayan Cocoa Industries dengan menggunakan uji statistik. Hasil penelitian diperoleh 10 potensi kecelakaan kerja dengan total 17 unsafe action dan 13 unsafe condition, serta tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara unsafe action dan unsafe condition terhadap keseluruhan temuan potensi kecelakaan kerja di Chemical Laboratory dan Microbiology Laboratory QA PT Papandayan Cocoa Industries.Kata Kunci:Events and Causal Factor Analysis, Fault Tree Analysis, Kecelakaan KerjaÂ
EVALUASI DESAIN KANTIN BERDASARKAN PREFERENSI MAHASISWA: SEBUAH ANALISIS ISI
Abstract: In a design process cycle, evaluation activities are important things to do. Design evaluation or also known as post-occupancy evaluation is a testing activity of a building, to see whether the design of the building is effective enough and in accordance with the needs of the user. In this study, researchers wanted to evaluate the condition of the canteen at Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY). The canteen with all its dynamics, is an important building in the campus life. The variety of activities and users causes the canteen to have a flexible and adaptive design. In this case, the design evaluation was carried out based on the student's preferences, the results of which are expected to be used as a recommendation if a redesign will be carried out in the future. This research is a qualitative research with a grounded theory approach. Data was collected by non-random sampling method with accidental sampling technique using online questionnaires. The data obtained were then analyzed using content analysis methods, namely open coding, axial coding, and selective coding to find the tendency of student preferences as the design evaluation stage. From the results of the analysis, it was found that the open canteen design is an advantage that is of interest to students because it can create good air circulation. But on the other hand, the open design turned out to also have an unfavorable impact because the heat and pollution were also felt by students when they were in the canteen. Based on this, it can be concluded that there is a need for design consolidation so that the dominant factors related to the advantages and disadvantages of canteen design at UAJY can synergize with each other to achieve an ideal canteen design in the future.Abstrak: Dalam sebuah siklus proses perancangan, kegiatan evaluasi merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Evaluasi desain atau juga dikenal dengan istilah evaluasi purna huni merupakan kegiatan pengujian suatu bangunan, untuk melihat apakah desain bangunan tersebut sudah cukup efektif dan sesuai dengan kebutuhan pemakai. Dalam penelitian ini, peneliti hendak melakukan evaluasi terhadap kondisi kantin kantin di Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY). Kantin dengan segala dinamikanya, merupakan bangunan yang cukup penting di lingkungan kampus. Beragamnya aktivitas dan pelaku, menyebabkan kantin harus memiliki desain yang fleksibel dan adaptif. Pada kasus ini, evaluasi desain dilakukan berdasarkan preferensi mahasiswa yang kemudian hasilnya diharapkan dapat digunakan sebagai rekomendasi apabila akan dilakukan perancangan ulang di masa yang akan datang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan grounded theory. Pengumpulan data dilakukan dengan metode non-random sampling dengan teknik accidental sampling menggunakan kuisioner online. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode analisis isi yaitu open coding, axial coding, dan selective coding untuk menemukan kecenderungan preferensi mahasiswa sebagai tahap evaluasi desain. Dari hasil analisis ditemukan bahwa desain kantin yang terbuka merupakan keunggulan yang diminati oleh mahasiswa karena dapat menciptakan sirkulasi udara yang baik. Namun di sisi lain, desain terbuka ternyata juga memberi dampak yang kurang baik karena hawa panas dan polusi juga dirasakan oleh mahasiswa ketika berada di dalam kantin. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa perlu adanya konsolidasi desain agar faktor dominan terkait keunggulan dan kekurangan desain kantin di UAJY dapat saling bersinergi untuk mencapai desain kantin yang ideal di masa yang akan datang
KONDISI KENYAMANAN THERMAL PADA DESAIN BANGUNAN PERUMAHAN BUKIT VIOLAN JAYA SEMARANG
Abstract: Many housing hills are developed in Semarang, this location is far from urban areas, there is still a lot of green land, making this location quite attractive to many city people. Although in terms of accessibility it is far from the city center, but the environmental conditions still tend to be comfortable to live in. With a fairly steep slope of the land, there are many impacts on the quality of the building. There were many discrepancies in the planning process which later became a residential environment whose climatic conditions were still very comfortable, but then had to use a lot of energy to create cooler air conditioning. This practical effort is not in line with the architectural design of the building which makes researchers intend to see the condition of thermal comfort in the residential area of Violan Jay Aini Hill.With measurements taken directly at 10 houses with types 36, 45 and 65 the time range from 05.00 to 22.00 for several days in several houses by looking at 3 points on the part of the house, namely the terrace, family room, and bedroom.From research conducted on 10 residential houses in hilly areas that are comfortable to live in, looking at the thermal comfort of climatic factors as measured by Wind Speed, Air Humidity, Air Temperature and Radiation in December 2019, it can be seen that on the terrace of the house, bedroom, and family rooms tend to be optimally comfortable.Abstrak: perumahan perbukitan banyak dikembangkan di semarang, lokasinya yang cuku jauh dari perkotaan, masih banyaknya lahan hijau, menjadikan lokasi ini cukup diminati oleh banyak masyarakat kota. Meski dari sisi aksesibilitias jauh dari pusat kota, namun kondisi iklim perumahan masih cenderung nyaman untuk ditinggali. Dengan kemiringan lahan yang cukup curam, banyak dampak yang terjadi pada kualitas bangunan. Banyak ketidak sesuaian dalam proses perancangan pemukiman yang kemudian menjadi lingkungan perumahan yang kondisi iklimnya masih sangat nyaman, namun justru kemudian harus banyak menggunakan energi untuk menciptakan pengkondisian udara yang lebih sejuk. Upaya praktis ini yang tidak sejalan dengan desain arsitektural bangunan yang membuat peneliti bermaksud untuk melihat kondisi kenyamanan termal pada daerah perumahan bukit violan jay aini.Dengan pengukuran yang diambil langsung pada 10 rumah dengan tipe 36, 45 dan 65 rentang waktu pukul 05.00 hingga 22.00 selama beberapa hari di beberapa rumah dengan melihat 3 titik pada bagian rumah yaitu teras, ruang keluarga dan juga ruang tidur.Dari penelitian yang dilakukan pada 10 rumah perumahan di daerah perbukitan nyaman untuk ditinggali, melihat kenyamanan thermal dari faktor iklim yang diukur melalui Kecepatan Angin, Kelembapan Udara, Suhu Udara dan Suhu Radiasi pada bulan Desember 2019 lalu dapat dilihat bahwa di teras rumah, ruang tidur, dan ruang keluarga cenderung nyaman optimal