E-Jurnal Universitas Kebangsaan
Not a member yet
861 research outputs found
Sort by
KAJIAN RUANG TERBUKA PUBLIK RAMAH ANAK PADA TAMAN SUPERHERO KOTA BANDUNG
Perancangan ruang terbuka publik dengan konsep ramah anak di perkotaan merupakan salah satu strategi pengembangan menuju Kota Layak Anak. Taman Superhero di Kota Bandung juga diarahkan menjadi ruang terbuka publik ramah anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana penerapan konsep desain ramah anak secara optimal pada ruang terbuka publik dalam perancangannya. Metode yang dipakai adalah pendekatan yang bersifat kualitatif dengan teknik pengambilan data observasi secara langsung. Aspek analisis yang merupakan indikator perancangan yaitu aspek Keselamatan, Kesehatan, Kenyamanan, Aksesibilitas, Keamanan dan Keindahan menggunakan beberapa teori terdahulu dan regulasi. Komponen terdiri dari lokasi, tata letak, peralatan permainan, konstruksi dan material. Hasil dari kajian ini didapatkan bahwa sub variabel keselamatan (K1) dan kenyamanan (K3) dikategorikan “Baikâ€. Untuk sub variabel Kesehatan (K2), aksesibilitas (K4), keamanan (K5) dan keindahan (K6) dikategorikan “Sangat Baikâ€. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya pemeliharaan taman secara berkala dan penerapan desain universal untuk memperluas akses bagi difabel
Elemen Arsitektural Fasad Kapel Biara Suster Santo Fransiskus di Jalan Ronggowarsito, Semarang
Sejarah karya Suster Santo Fransiskus di Semarang pada era kolonial dimulai dari kompleks Biara Suster Santo Fransiskus di Jalan Ronggowarsito. Awalnya kompleks biara merupakan rumah sakit milik VOC yang dibeli oleh Romo Scholten karena kebutuhan bagi asrama anak yatim piatu. Di dalamnya, terdapat bangunan kapel yang menjadi pusat aktifitas peribadatan bagi para suster yang tinggal di dalam kompleks. Saat ini, kondisi bangunan kapel mulai memprihatinkan, dimana setiap tahun mengalami banjir rob. Selain itu peninggian dan betonisasi Jalan Ronggowarsito yang berdampak terhadap peninggian pagar kompleks biara, membuat fasad bangunan kapel tidak terlihat dari luar kompleks. Pembahasan ini kemudian diangkat guna menganalisa dan mengidentifikasi elemen arsitektur pada fasad bangunan kapel Biara Suster Santo Fransiskus di Jalan Ronggowarsito. Analisa dan identifikasi dilakukan menggunakan teori fasad bangunan dan teori arsitektur kolonial. Teori fasad bangunan bertujuan untuk mengidentifikasi elemen pembentuk pada fasad bangunan kapel. Sedangkan teori arsitektur kolonial bertujuan untuk menganalisa faktor dari usia bangunan. Metode penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti adalah melalui survei lokasi guna mendapatkan data lapangan melalui pengukuran, dokumentasi gambar, hingga wawancara dengan beberapa pihak terkait yang memahami sejarah perkembangan kolonial di kota Semarang. Data yang didapatkan tersebut kemudian dianalisa dan diidentifikasi menggunakan teori fasad dan teori arsitektur kolonial
ANALISIS JUMLAH KANDUNGAN BAKTERI DI UDARA PADA RUANG KERJA INDUSTRI TEKSTIL
ABSTRAKBakteri adalah pencemar udara yang kehadirannya dipengaruhi suhu, kelembaban udara, cahaya, dan kepadatan hunian kerja. Disuatu ruangan memiliki sistem ventilasi yang berbeda-beda. Sistem ventilasi terbagi atas sistem alami (jendela) dan buatan (penggunaan AC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah bakteri dalam ruang kerja, yang menggunakan AC dan tanpa AC serta hubungannya dengan parameter fisik (suhu, kelembaban, cahaya) dan kepadatan hunian dalam ruangan. Sehingga didapatkan upaya pencegahan dan rekomendasi penanaganan. Parameter fisik tiap ruang kerja tidak memenuhi baku mutu, pengecualian kepadatan hunian pada ruangan ber AC telah memenuhi baku mutu dan hubungan parameter fisik terhadap jumlah bakteri berbeda antar ruangan akibat pengaruh keadaan ventilasi ruangan kerja. Pengukuran jumlah bakteri menggunakan metode settling plate dengan meletakkan Nutrient Agar padat selama 30 menit. Setelah inkubasi 24 jam, koloni bakteri dihitung dan dilanjutkan dengan pengujian pewarnaan gram. Kandungan jumlah bakteri pada ruangan ber AC sebesar 381,5 CFU/m3, dan pada ruangan non-AC sebesar 2988,5 CFU/m3.Kata Kunci: jumlah bakteri, ruang kerja, ventilasiABSTRACTBacteria are air contaminants whose presence is influenced by temperature, humidity, light, and working occupancy density. Each room has a different ventilation system. The ventilation system is divided into natural (windows) and artificial (air- conditioning) systems. This study aims to determine the number of bacteria in the workspace, using air conditioning and without air conditioning and its relationship with physical parameters (temperature, humidity, light) and occupancy density in the room. So that prevention efforts and recommendations for treatment are obtained. The physical parameters of each workspace did not meet the quality standards, the exception being the occupancy density in air-conditioned rooms which met the quality standards and the relationship between physical parameters and the number of bacteria differed between rooms due to the influence of the working room's ventilation conditions. Measurement of the number of bacteria using the settling plate method by placing solid Nutrient Agar for 30 minutes. After 24 hours of incubation, the bacterial colonies were counted and followed by gram staining. The content of the number of bacteria in the air- conditioned room was 381.5 CFU/m3, and in the non-AC room it was 2988.5 CFU/m3.Keywords: bacteria count, work space, ventilatio
IDEOLOGI KEBANGSAAN, IDENTITAS POLITIK, DAN EKONOMI CALON PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO DALAM PROGRAM BEST RESULT FAST 2024-2029
The 2024 Presidential Election has produced three pairs of presidential and vice presidential candidates, namely Anies Rasyid Baswedan-Muhaimin Iskandar, Ganjar Pranowo-Mahfud M.D, and Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, each of whom is supported by a coalition of parliamentary political parties resulting from the 2019 election and non-parliamentary political parties. Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka was promoted and supported by the coalition of 7 parliamentary and non-parliamentary political parties with 261 seats equal to 45.39% proposing the vision and mission of ASTA GITA and the Best Results Fast program, which is the implementation of the national ideology based on Article 33 of the Constitution with the principles of kinship and identity politics based on popular democracy and economic identity with a middle way economic school. This study is to elaborate on Prabowo Subianto's understanding, commitment, thoughts, and actions as stated in his vision, mission, and programs. Explanatory descriptive methods with a qualitative approach and interpretive analysis in a biographical model are used to obtain meaning and connections between national ideology and multidimensional political and economic identities. The results of the study show that ideology, political identity, and economics are interrelated between the figure of the Presidential candidate and the political work of political party machines and community choices which strengthen the legitimacy of identity, or give rise to resistance to different identities as a rejection of various forms of domination and hegemony from social actors in society. Keywords: presidential candidate, ideology, identity, Prabowo Subianto, progra
Smart Greenhouse Untuk Tanaman Cabai Menggunakan Konsep IoT Berbasis Fuzzy Logic
Dalam karya ini, pengarang membuat sesuatu program Aplikasi Smart Greenhouse Buat Tumbuhan Cabe Memakai Rancangan IoT berbasisi Fuzzy Logic, dimana data- data yang paparkan cocok serta bisa dipertanggungjawabkan. Dalam aplikasi ini sesuatu data realtime mengenai kondisi di dalam sesuatu greenhouse yang berkonsep IoT yang pengerjaan informasinya memakai Fuzzy Logic.Buat mengonsep Aplikasi Smart Greenhouse Buat Tumbuhan Cabe Memakai Rancangan IoT berbasisi Fuzzy Logic ini pengarang membuat bentuk dengan cara UML buat mengerjakan data serta data. Program dari Aplikasi ini memakai PHP, MySQL selaku databasenya, program Arduino buat rancangan IoT dan bagian- bagian lain yang mensupport dalam penyajian data yang dibutuhka
ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES PADA PAMERAN "PAKAIAN PENYINTAS KEKERASAN SEKSUAL"
Abstrak. Jika mendengar pelecehan seksual banyak orang akan berfikir bahwa korban menggunakan pakaian yang terbuka, hal ini menarik perhatian penulis karena dalam pameran ‘Pakaian Penyintas Kekerasan Seksual’ ini pakaian yang diperlihatkan /dipamerkan merupakan pakaian yang tertutup tetapi mereka tetap mendapatkan pelecehan seksual. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana denotasi, konotasi, dan mitos yang terkandung dalam pakaian terakhir korban pelecehan seksual dalam pameran ‘Pakaian Penyintas Kekerasan Seksual’. Penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pada pameran ‘Pakaian Penyintas Kekerasan Seksual’ terdapat 10 setelan baju. Dari 10 setelan baju tersebut terdapat 7 setelan baju tertutup, 2 setelah baju terbuka, dan 1 setelan baju anak. Maka dapat disimpulkan bahwa pertama, tindakan pelecehan seksual bisa terjadi pada orang-orang yang berpakaian tertutup. Kedua, pakaian terbuka bisa menjadi salah satu penyebab tindakan pelecehan seksual. Ketiga, tidak hanya orang dewasa saja yang dapat menjadi korban, anak dibawah umur pun bisa menjadi korban pelecehan seksual.Kata Kunci : Pelecehan seksual, Semiotika, Teori Roland Barthes
EMERGING TRENDS OF DIGITAL PUBLIC SPACES: A BIBLIOMETRIC ANALYSIS BASED ON VOSVIEWER
Abstract: This paper investigated the emerging trends of research related to digital public spaces through a bibliometric analysis based on the VOSviewer software. Digital public spaces have become a hot topic of conversation lately due to possible influencing factors like the development of advanced Industry 4.0 technologies, the introduction of Society 5.0, the growth of smart city concept, the manifestation of the digital universe as known as metaverse, and the COVID-19 pandemic. A total of 610 publications obtained from the Scopus database were analysed in three different ways including research development trends analysis, publications productivity analysis, and knowledge topic area analysis. The results pointed out that from 2012 to 2021, digital public spaces have attracted the significant attention of researchers in various scientific fields, mostly in western countries. From 7 clusters of knowledge topic areas detected, public space, social media, human-computer interaction, urban planning, and digital technologies have established the research hotspot to date. In addition, as the research focus is enriching, the potential novelty for further digital public spaces research may likely be related to more comprehensive and humane aspects. It is also possible that linking unrelated topics between different clusters is also highly considered to obtain the novelty of future research.Abstrak: Makalah ini menyelidiki tren penelitian yang muncul terkait dengan ruang publik digital melalui analisis bibliometrik berdasarkan perangkat lunak VOSviewer. Ruang publik digital menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini karena faktor-faktor yang berpotensi mempengaruhi seperti perkembangan teknologi maju Industri 4.0, pengenalan Society 5.0, pertumbuhan konsep kota pintar, manifestasi dunia digital yang dikenal sebagai metaverse, dan pandemi COVID-19. Sebanyak 610 publikasi yang diperoleh dari database Scopus dianalisis dengan tiga cara berbeda meliputi analisis tren pengembangan penelitian, analisis produktivitas publikasi, dan analisis area topik pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tahun 2012 hingga 2021, ruang publik digital telah menarik perhatian yang signifikan dari para peneliti di berbagai bidang ilmiah, terutama di negara-negara barat. Dari 7 klaster bidang topik pengetahuan yang terdeteksi, ruang publik, media sosial, interaksi manusia-komputer, perencanaan kota, dan teknologi digital telah menjadi pusat topik penelitian hingga saat ini. Selain itu, seiring dengan bertambahnya fokus penelitian, potensi kebaruan untuk penelitian ruang publik digital lebih lanjut dapat berkaitan dengan aspek yang lebih komprehensif dan manusiawi. Menghubungkan topik-topik yang tidak terkait antar klaster yang berbeda juga dapat dipertimbangkan untuk mendapatkan kebaruan penelitian masa depan
KAMAR PORTABEL PINTAR SEBAGAI RUANG ISOLASI MANDIRI PADA RUMAH TINGGAL
Abstract: The coronavirus pandemic in 2019 has changed the lifestyle of people around the world. The coronavirus pandemic is the outbreak of the COVID-19 virus around the world. In 2021 Indonesia is facing a massive spike in COVID-19 cases. So that patients without symptoms or with mild to moderate symptoms, people who are in contact with COVID-19 patients, and people with a history of traveling from high-risk areas must self-isolate (isoman) at home. This is a problem for people in Indonesia with small-type houses. So research was conducted to make a prototype of a temporary room for self-isolation in a small type of residence. Temporary self-isolation room in the form of a portable room with a base module of 2.3m x 2.7m when unfolded and 2.3m x 0.9m when folded. The self-isolation portable room also applies the self-isolation protocol requirements for COVID-19 patients. Research using Quantitative Research Methods with an Experimental Approach. Quantitative Research Methods by designing a self-isolation room with a portable system equipped with health protocol facilities for COVID-19 patients. An experimental approach by prototyping a portable system self-isolation room and using a smart system for automation of electronic equipment. The main outputs are Smart Portable Room Prototypes as Independent Isolation Rooms in Residential Houses, Model/design of MBKM activities for Budi Luhur University students, and Sinta-indexed National Journal Publications. Additional outputs are simple HKI patents for Portable Rooms and Automatic Control of Electronic Equipment, Videos of MBKM Lectures and Research, as well as publications of Portable Room electronic mass media.Abstrak: Pandemi virus corona yang dialami sejak tahun 2019 telah merubah cara hidup dan kondisi masyarakat dunia. Pandemi virus corona adalah peristiwa menyebarnya penyakit virus corona 2019 di seluruh dunia. Pandemi virus corona disebabkan oleh virus COVID-19, yaitu virus corona jenis baru SARS-CoV-2. Tahun 2021 Indonesia menghadapi lonjakan kasus COVID-19 secara besar-besaran. Sehingga pasien tanpa bergejala atau bergejala ringan-sedang, masyarakat yang melakukan kontak erat dengan pasien COVID-19, serta masyarakat dengan riwayat bepergian dari daerah berisiko tinggi harus melakukan isolasi mandiri (isoman) bagi pasien COVID-19 di rumah. Hal ini menjadi permasalahan bagi sebagian masyarakat di Indonesia yang tidak memiliki ruang lebih di rumah, terutama yang memiliki rumah tinggal dengan tipe kecil. Berdasarkan permasalah kebutuhan ruang isolasi mandiri bagi pasien COVID-19 pada rumah tinggal, maka diadakan penelitian untuk membuat prototipe ruang sementara sebagai tempat isolasi mandiri pada rumah tinggal dengan tipe kecil. Ruang isolasi mandiri sementara tersebut dalam bentuk kamar portabel dengan modul dasar berukuran 2,3m x 2,7m saat dibuka dan 2,3m x 0,9m saat dilipat, dengan tujuan agar lebih mudah disesuaikan dengan kondisi masing-masing rumah tinggal. Kamar portabel isolasi mandiri juga menerapkan sistem sesuai dengan persyaratan protokol isolasi mandiri bagi pasien COVID-19.Penelitian menggunakan Metode Penelitian Kuanitatif dengan Pendekatan Eksperimen. Penerapan Metode Penelitian Kuanitatif yaitu dengan membuat desain kamar isolasi mandiri dengan sistem portabel yang dilengkapi dengan fasilitas protokol kesehatan pasien COVID-19. Sedangkan penerapan pendekatan eksperimen dilakukan dengan membuat prototipe kamar isolasi mandiri dengan sistem portabel menggunakan ukuran modul yang fleksibel diletakkan pada rumah tinggal tipe kecil serta sistem pintar untuk sistem otomatis peralatan elektronik pada kamar portabel.Luaran utama pada penelitian adalah Prototipe Kamar Portabel Pintar Sebagai Ruang Isolasi Mandiri Pada Rumah Tinggal, Model/rancangan kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka bagi mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Budi Luhur, dan Publikasi pada Jurnal Nasional terindeks Sinta. Sedangkan luaran tambahan pada penelitian adalah HKI paten sederhana dengan judul “Kamar Portabel Untuk Ruang Isolasi Mandiri Pasien Terdampak Penyakit Menular†dan “Pengatur Otomatis Peralatan Eletronikâ€, Video pelaksanaan Penelitian, Video perkuliahan Merdeka Belajar Kampus Merdeka model perkuliahan Riset/Penelitian, dan publikasi media elektronik Kamar Portabel
ANALISA KESIAPAN INFRASTRUKTUR KOTA DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN INOVASI TRANSPORTASI PUBLIK BERTENAGA LISTRIK (Studi Kasus Kota Bekasi)
Abstract: Public transportation has a very important role in supporting urban mobility. So this factor can also be used as an indicator of the progress of a city. However, it is regrettable that the concept of conventional public transportation has many shortcomings that must be corrected immediately. At this time research that discusses the development of electric-powered public transportation innovations is not widely known. This study aims to analyze the readiness of infrastructure for modernizing public transportation in a city to determine the characteristics and impacts that will occur using quantitative research methods, so that it can be realized that public transportation modes can be developed into electric transportation modes with centralized charging in a place. Carbon monoxide levels of 241.19 g/km, Hydrocarbon of 0.63 g/km and Carbon dioxide of 11,555.35 g/km can be reduced to 0% by electrifying transportation modes. In addition, the Fuel cost or energy consumption can also be reduced by 70% when compared to conventional modes of transportation. The transportation infrastructure in Bekasi city has the potential to be developed to a more modern electrification stage and can overcome problems such as high operating costs, greenhouse gas emissions generated and congestion.Keyword: Electrification, Emissions, Infrastructure, Urban, Transportation.Abstrak: Moda Transportasi publik memiliki peran yang sangat penting dalam menunjang mobilitas perkotaan. Sehingga faktor ini juga bisa dijadikan sebagai indikator dari kemajuan sebuah kota. Namun sangat disanyangkan Konsep transportasi publik konvensional memiliki banyak kekurangan yang harus segera diperbaiki. Pada saat ini penelitian yang membahas pengembangan inovasi transportrasi publik bertenaga listrik belum banyak diketahui. Penelitian ini bertujuan menganalisa kesiapan infrastruktur untuk modernisasi transportrasi publik di sebuah kota untuk mengetahui karakteristik dan dampak yang akan terjadi dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif, Sehingga dapat disadari bahwa moda transportasi publik dapat dikembangkan ke moda transportasi elektrik dengan pengisian daya yang terpusat pada suatu tempat. Kadar karbon monoksida sebesar 241,19 g/km, Hidro karbon sebesar 0,63 g/km dan Karbon dioksida sebesar 11.555,35 g/km dapat dikurangi sampai 0% dengan elektrifikasi moda transportasi. Selain itu biaya konsumsi bahan bakar atau energi juga dapat dikurangi sebesar 70% bila dibandingkan dengan moda transportasi konvensional. Infrastruktur transportasi di kota bekasi sangat potensial untuk dikembangkan ke tahap elektrifikasi yang lebih modern dan dapat menanggulangi permasalahan seperti biaya operasional yang tinggi, emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dan kemacetan.Kata Kunci: Elektrifikasi, Emisi, Infrastruktur, Perkotaan, Transportasi
PEMANFAATAN RUANG TERBUKA HIJAU, STUDI KASUS PERUMAHAN PONDOK CIKUNIR INDAH, BEKASI
Abstract: Green open space (GOS) can guarantee the sustainability of the urban development of settlements. The use of green open space, among others, is to accommodate children's play activities and community gatherings and maintain the ecosystem in the region. However, along with its growth, the function of the GOS is often misused by residents, one of which is as a car park, business activities (grocery stores) and the indifference of residents in managing greening land (parks) that are left abandoned. This research is located in the city of Bekasi which is one of the satellite cities of Jakarta and has a fairly high population density. The object of observation is located in jatibening village, pondok cikunir indah housing complex. This study aims to determine the utilization and role of GOS in community settlement areas and identify the type and characteristics as well as the quality and quantity of GOS. Data collection in addition to literature studies is also through interviews / interviews with respondents (housing residents) and direct documentation on the object of observation.Keyword: green open space, the residential of pondok cikunir indahAbstrak: Ruang terbuka ‘hijau (‘RTH) dapat menjamin keberlanjutan perkembangan perkotaan permukiman. Pemanfaatan ruang terbuka ‘hijau antara lain adalah untuk menampung aktivitas bermain anak dan temu warga serta menjaga ekosistem di wilayah tersebut. Namun seiring pertumbuhannya, fungsi dari ‘RTH sering disalahgunakan warga salah satunya sebagai tempat parkir mobil, aktifitas bisnis (toko kelontong) serta ketidakpedulian warga dalam mengurus lahan penghijauan (taman) yang dibiarkan terbengkalai. Penelitian ini berlokasi di kota Bekasi sebagai kota satelit Jakarta yang memiliki kepadatan masyarakat tinggi. Objek pengamatan terletak di kelurahan Jatibening, kompleks perumahan Pondok Cikunir Indah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan dan peranan ‘RTH di kawasan permukiman masyarakat serta melakukan identifikasi tipe dan karakteristik serta kualitas dan kuantitas ‘RTH. Pengumpulan data selain melalui studi literatur juga melalui wawancara/interview dengan narasumber (penghuni/pengurus perumahan) serta dokumentasi langsung pada objek pengamatan.Kata Kunci: ruang terbuka ‘hijau, perumahan pondok cikunir inda