E-Jurnal Universitas Kebangsaan
Not a member yet
861 research outputs found
Sort by
PENGELOLAAN KECEMASAN DAN KETIDAKPASTIAN DALAM PROSES KOMUNIKASI ANTARBUDAYA MAHASISWA MUSI RAWAS UTARA DI UNIVERSITAS KEBANGSAAN REPUBLIK INDONESIA
Students who live away from home often face challenges in intercultural communication, when they have to adapt to the norms, values, and customs of their home culture. This is the case for students from Musi Rawas Utara at Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), who experience anxiety and uncertainty in the process of intercultural communication. This study aims to analyze the strategies used by Musi Rawas Utara students to manage anxiety and uncertainty based on the Anxiety/Uncertainty Management (AUM) Theory. The research employed a qualitative method with a descriptive approach and an interpretive paradigm. Data were collected through interviews and observations, then analyzed through reduction, presentation, triangulation, and conclusion drawing. The findings show that Musi Rawas Utara students manage anxiety and uncertainty through seven categories: self-concept, motivation to interact, responses to strangers, social categorization, situational processes, social connections, and ethical interaction. These efforts have proven effective in reducing anxiety levels and enhancing the effectiveness of intercultural communication. The study concludes that the management of anxiety and uncertainty is both a psychological matter and a social process that carries ethical values, thus supporting the achievement of bicultural adaptation among migrant students.Mahasiswa perantau kerap menghadapi tantangan komunikasi antarbudaya, ketika harus beradaptasi dengan norma, nilai, dan kebiasaan yang berbeda dari budaya asal. Seperti yang dialami oleh mahasiswa Musi Rawas Utara di Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) yang mengalami kecemasan dan ketidakpastian dalam proses komunikasi antarbudaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya pengelolaan kecemasan dan ketidakpastian yang dilakukan oleh mahasiswa Musi Rawas Utara berdasarkan Anxiety/ Uncertainty Management Theory (AUM). Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan paradigma interpretif. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi, kemudian dianalisis dengan tahapan reduksi, penyajian, triangulasi, serta penarikan kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Musi Rawas Utara mengelola kecemasan dan ketidakpastian melalui tujuh kategori, yakni: konsep diri, motivasi berinteraksi, respon terhadap orang asing, kategorisasi sosial, proses situasional, koneksi sosial, dan interaksi etis. Upaya ini terbukti mampu menurunkan tingkat kecemasan serta meningkatkan efektivitas komunikasi antarbudaya. Temuan ini menunjukkan bahwa pengelolaan kecemasan dan ketidakpastian merupakan persoalan psikologis, dan proses sosial yang mengandung nilai etika, sehingga mendukung tercapainya tahap bicultural bagi mahasiswa perantau
FENOMOLOGI AMEL YANG MEMAINKAN PERAN SEBAGAI WARIA HETEROSEKSUAL DI KOTA BANDUNG
Gender and sexuality are interesting and very important object of research because it has its own challenges in the social, normative, cultural and religious contexts in Indonesia. One gender expression that often becomes a topic of conversation in society is transwoman. Waria stands for Wanita Pria where men who are and behave, look, and speak like women. The purpose of this study is to identify the experiences, feelings, and meanings of Amel who plays the role of a heterosexual transvestite in Bandung City. A descriptive qualitative approach was used because this research focuses on an in-depth understanding of the subjective experience of a heterosexual waria. By basing on the phenomenological approach developed by Edmund Husserl as the main theory and Alfred Schutz as the supporting theory. This study reveals that Amel's life experiences, feelings, and meanings are the result of constructions that occur through interactions between her subjective awareness, her environment, and the social network that surrounds herGender and sexuality are interesting and very important object of research because it has its own challenges in the social, normative, cultural and religious contexts in Indonesia. One gender expression that often becomes a topic of conversation in society is Waria. Waria stands for Wanita Pria where men who are and behave, look, and speak like women. The purpose of this study is to identify the experiences, feelings, and meanings of Amel who plays the role of a heterosexual transvestite in Bandung City. A descriptive qualitative approach was used because this research focuses on an in-depth understanding of the subjective experience of a heterosexual waria. By basing on the phenomenological approach developed by Edmund Husserl as the main theory and Alfred Schutz as the supporting theory. This study reveals that Amel's life experiences, feelings, and meanings are the result of constructions that occur through interactions between her subjective awareness, her environment, and the social network that surrounds her
KEMAMPUAN MEMAKNAI SIMBOL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI
Communication reaches the broadest aspect of meaning. Its depth can reveal hidden and unexplained meanings. A complete understanding of symbols can explain something. The understanding obtained can point to objects or similar concepts that are easy to refer to. Communication obstacles occur when the concept referred to is given the wrong meaning. So that it becomes an obstacle in improving communication skills. Skills that are very much needed to help improve the capacity of each person. In this regard, this study aims to determine the ability to interpret symbols scattered in the social environment to improve communication skills. The method used is qualitative with a descriptive research type. The results of the study indicate that emotional intelligence is the main prerequisite in improving the ability to interpret symbols that are related to improving communication skills.Komunikasi menjangkau segi terluas dari makna. Kedalamannya dapat mengungkap makna-makna yang tersembunyi dan masih belum dapat diterangkan. Pemahaman yang utuh pada simbol dapat menjelaskan mengenai sesuatu. Pemahaman yang diperoleh dapat menunjuk pada benda atau konsep-konsep sejenis yang mudah mendapat rujukannya. Kendala komunikasi terjadi ketika konsep yang dirujuk salah diberikan makna. Sehingga menjadi penghambat dalam meningkatkan keterampilan komunikasi. Keterampilan yang sangat dibutukan untuk membantu meningkatkan kapasitas diri setiap orang. Berkenaan dengan itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan memaknai simbol yang bertebaran di tengah lingkungan sosial untuk meningkatkaan keterampilan komunikasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional menjadi prasyarat utama dalam meningkatkan kemapuan dalam memaknai simbol yang berelasi untuk meningkatkan keterampilan komunikasi
KARAKTERISTIK ELEMEN FISIK RUANG KORIDOR JALAN HASANUDIN DI KOTA DENPASAR
Abstract: Hasanudin Street corridor is one of the commercial areas with high trade activity in Denpasar City. This road functions as a city transportation route and trade center. As a result of increasing commercial activity, it causes pressure on the physical elements of space, which has the potential to reduce the quality and character of the area. This study aims to analyze the characteristics of the Hasanudin Street corridor based on the physical elements of space with a qualitative approach using the concept of eight urban design elements. The results show that the corridor is dominated by Dutch Architecture-style commercial buildings arranged linearly, parallel to the main road. The corridor is a one-way street with a pedestrian path filled with street vendors (PKL). In addition, the presence of billboards in the form of signage and directions reinforces the identity of the commercial area. However, the pressure of commercialization can threaten the sustainability of historic buildings and colonial-style shophouses along the corridor. Therefore, preservation efforts are made to maintain the architectural value of the buildings amidst the development of economic activities.
Keyword: Characteristics of physical elements of space, physical elements of space, road corridor
Abstrak: Koridor Jalan Hasanudin merupakan salah kawasan komersial dengan aktivitas perdagangan tinggi di Kota Denpasar. Jalan ini berfungsi sebagai jalur transportasi kota dan pusat perdagangan. Akibat meningkatnya aktivitas komersial menyebabkan tekanan terhadap elemen fisik ruang, yang berpotensi menurunkan kualitas dan karakter kawasan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik koridor Jalan Hasanudin berdasarkan elemen fisik ruang dengan pendekatan kualitatif menggunakan konsep delapan elemen desain perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koridor didominasi oleh bangunan komersial bergaya Arsitektur Belanda yang tersusun linier, sejajar dengan jalan utama. Koridor ini merupakan jalan satu arah dengan jalur pejalan kaki yang dipenuhi pedagang kaki lima (PKL). Selain itu, keberadaan reklame dalam bentuk papan nama dan petunjuk arah memperkuat identitas kawasan komersial. Namun, tekanan komersialisasi dapat mengancam keberlanjutan bangunan bersejarah dan ruko bergaya kolonial di sepanjang koridor tersebut. Oleh karena itu, upaya preservasi dilakukan untuk menjaga nilai arsitektural bangunan di tengah perkembangan aktivitas ekonomi.
Kata Kunci: Karakteristik elemen fisik ruang, elemen fisik ruang, koridor jalan
Koridor Jalan Hasanudin merupakan salah kawasan komersial dengan aktivitas perdagangan tinggi di Kota Denpasar. Jalan ini berfungsi sebagai jalur transportasi kota dan pusat perdagangan. Akibat meningkatnya aktivitas komersial menyebabkan tekanan terhadap elemen fisik ruang, yang berpotensi menurunkan kualitas dan karakter kawasan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik koridor Jalan Hasanudin berdasarkan elemen fisik ruang dengan pendekatan kualitatif menggunakan konsep delapan elemen desain perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koridor didominasi oleh bangunan komersial bergaya Arsitektur Belanda yang tersusun linier, sejajar dengan jalan utama. Koridor ini merupakan jalan satu arah dengan jalur pejalan kaki yang dipenuhi pedagang kaki lima (PKL). Selain itu, keberadaan reklame dalam bentuk papan nama dan petunjuk arah memperkuat identitas kawasan komersial. Namun, tekanan komersialisasi dapat mengancam keberlanjutan bangunan bersejarah dan ruko bergaya kolonial di sepanjang koridor tersebut. Oleh karena itu, upaya preservasi dilakukan untuk menjaga nilai arsitektural bangunan di tengah perkembangan aktivitas ekonomi
KAJIAN SPASIAL AKSESIBILITAS PADA PERENCANAAN KAWASAN KAMPUS UNIVERSITAS KEBANGSAAN REPUBLIK INDONESIA
Abstract: Accessibility is an important aspect of a comfortable, functional, and supportive environment for human activities. The quality of accessibility of a public space, such as a university area, greatly affects social interaction, mobility, and the efficiency of space use. In the context of spatial planning and development, a deep understanding of the characteristics and performance of accessibility of an area is very important. Improving the quality of the campus environment is an important aspect in supporting academic and non-academic activities in higher education institutions. This study focuses on the spatial study of accessibility in the development of the National University of the Republic of Indonesia campus area in Lingkar Selatan Village, Bandung City, using space syntax analysis. The approach applied in this study is descriptive quantitative and is carried out spatially, where the research method utilizes Space Syntax software. In the analysis of the road network in the development area of the National University of the Republic of Indonesia campus, an R² value of 0.799165 was obtained. With the location of the National University of the Republic of Indonesia Campus development area near the main access road, it can be concluded that the main road network on Jalan Pelajar Pejuang 45 and Jalan Talaga Bodas has a road connectivity value with a high level of spatial integrity. This means that the main road structure located in the development area of the National University of the Republic of Indonesia Campus provides easy access in creating good proximity between various spaces in the area.
Keyword: Space Syntax, accessibility, spatial space, connectivity
Abstrak: Aksesibilitas merupakan hal penting terhadap lingkungan yang nyaman, fungsional, dan mendukung aktivitas manusia. Kualitas aksesibilitas suatu ruang publik, seperti kawasan universitas, sangat mempengaruhi interaksi sosial, mobilitas, serta efisiensi penggunaan ruang. Dalam konteks perencanaan dan pengembangan ruang, pemahaman mendalam mengenai karakteristik dan kinerja aksesibilitas suatu kawasan menjadi sangat penting. Peningkatan kualitas lingkungan kampus merupakan aspek penting dalam mendukung aktivitas akademik dan juga non-akademik pada institusi pendidikan tinggi.
Penelitian ini berfokus pada kajian spasial aksesibilitas dalam pengembangan kawasan kampus Universitas Kebangsaan Republik Indonesia di Kelurahan Lingkar Selatan, Kota Bandung, dengan menggunakan analisis space syntax. Pendekatan yang diterapkan dalam studi ini bersifat deskriptif kuantitatif dan dilakukan secara spasial, di mana metode penelitiannya memanfaatkan perangkat lunak Space Syntax. Dalam analisis jaringan jalan pada kawasan pengembangan kampus Universitas Kebangsaan Republik Indonesia, didapatkan nilai R² sebesar 0,799165. Dengan letaknya kawasan pengembangan Kampus Universtitas Kebangsaan Republik Indonesia ini berada dekat jalan akses utama dapat disimpulkan bahwa jaringan jalan utama pada jalan Pelajar Pejuang 45 dan jalan Talaga Bodas memiliki nilai Konektivitas jalan dengan tingkat integritas ruang yang tinggi. Artinya, struktur jalan utama yang berada pada kawasan pengembangan Kampus Universitas Kebangsaan Republik Indonesia ini memberikan akses kemudahan dalam menciptakan kedetakan yang baik antara berbagai ruang di kawasan.
Kata Kunci: Space Syntax, aksesibilitas, spasial ruang, konektivita
PERANCANGAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENGELOLAAN SAMPAH FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS JAMBI MENDALO
Permasalahan pengelolaan sampah di lingkungan pendidikan tinggi, khususnya di Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Jambi, menjadi salah satu isu penting dalam mendukung visi kampus hijau. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan sampah guna meningkatkan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi kuantitatif dan kualitatif. Data primer dikumpulkan melalui pengukuran timbulan dan komposisi sampah selama delapan hari serta penyebaran kuesioner kepada mahasiswa, dosen, staf, dan petugas kebersihan. Analisis SWOT diterapkan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam pengelolaan sampah, yang kemudian digunakan untuk merumuskan strategi pengelolaan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata timbulan sampah yang dihasilkan di Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Jambi adalah sebesar 45,93 kg/hari, dengan komposisi sampah sisa makanan 41%, kertas 19%, daun-daun 15%, plastik 16%, sampah B3 3%, Styrofoam dan kaca sebesar 2%. Faktor eksternal menunjukkan peluang melalui mendaur ulang sampah dan komposting, namun terdapat ancaman berupa kurangnya kesadaran civitas akademika terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Strategi yang diusulkan mencakup optimalisasi pemilahan sampah, peningkatan fasilitas penanganan sampah, serta pelibatan aktif civitas akademika dalam kampanye pengelolaan sampah.The problem of waste management in higher education, especially in the Faculty of Science and Technology, University of Jambi, is one of the important issues in supporting the vision of a green campus. This study aims to design a Standard Operating Procedure (SOP) for waste management to improve a more effective, efficient, and sustainable waste management system. This study uses a combination of quantitative and qualitative methods. Primary data were collected through measuring waste generation and composition for eight days and distributing questionnaires to students, lecturers, staff, and cleaning staff. SWOT analysis was applied to identify strengths, weaknesses, opportunities, and threats in waste management, which were then used to formulate management strategies. The results showed that the average waste generation at the Faculty of Science and Technology, University of Jambi was 45.93 kg/day, with a composition of 41% food waste, 19% paper, 15% leaves, 16% plastic, 3% B3 waste, 2% Styrofoam and glass. External factors show opportunities through recycling waste and composting, but there is a threat in the form of a lack of awareness of the academic community regarding the importance of good waste management. The proposed strategies include optimizing waste sorting, improving waste handling facilities, and actively involving academics in waste management campaigns
PENILAIAN KUALITAS AIR TANAH BERDASARKAN ANALISIS HIDROGEOKIMIA DI KECAMATAN CIBIRU, BANDUNG
Penelitian ini berisi tentang analisis kualitas air tanah di Kecamatan Cibiru, Bandung berdasarkan Water Quality Index (WQI). Kebutuhan air tanah terus meningkat berbanding terbalik dengan kondisi permukaan yang semakin mempengaruhi kualitas air tanah. Untuk itu, diperlukan upaya mitigasi agar keberadaan mata air dan air tanah di wilayah tersebut tetap terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air tanah dengan metode Water Quality Index (WQI) untuk menilai kesesuaian air tanah di Kecamatan Cibiru. Karakteristik hidrogeologi daerah penelitian dicirikan oleh keberadaan mata air dan air tanah pada litologi batuan sedimen vulkanik. Hasil analisis laboratorium terhadap sampel mata air dan air sumur menunjukkan kualitas air tanah berada pada kategori baik, hasil Water Quality Index (WQI) sampel air tanah berkisar antara 15,45 sampai dengan 44,21 yang menunjukkan bahwa semua sampel air tanah termasuk dalam klasifikasi Air Baik dan layak untuk dikonsumsi sebagai air minum.Penelitian ini berisi tentang analisis kualitas air tanah di Kecamatan Cibiru, Bandung berdasarkan Water Quality Index (WQI). Kebutuhan air tanah terus meningkat berbanding terbalik dengan kondisi permukaan yang semakin mempengaruhi kualitas air tanah. Untuk itu, diperlukan upaya mitigasi agar keberadaan mata air dan air tanah di wilayah tersebut tetap terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air tanah dengan metode Water Quality Index (WQI) untuk menilai kesesuaian air tanah di Kecamatan Cibiru. Karakteristik hidrogeologi daerah penelitian dicirikan oleh keberadaan mata air dan air tanah pada litologi batuan sedimen vulkanik. Hasil analisis laboratorium terhadap sampel mata air dan air sumur menunjukkan kualitas air tanah berada pada kategori baik, hasil Water Quality Index (WQI) sampel air tanah berkisar antara 15,45 sampai dengan 44,21 yang menunjukkan bahwa semua sampel air tanah termasuk dalam klasifikasi Air Baik dan layak untuk dikonsumsi sebagai air minum
Optimization of Batik Motif Identification Using Canny Edge Detection
Madura Batik has distinct characteristics in each of its regencies, differing in patterns, colors, and motifs. Therefore, this research employs digital image processing to identify the unique motifs of Madura Batik. The Canny edge detection method is implemented to recognize batik motifs by detecting edges in batik images. The color spaces used are RGB, HSV, and Lab, while the threshold values applied in the Canny operation are (500,500), (300,500), and (100,500). Based on several experiments conducted, the Lab color space with a threshold of (500,500) yields the best edge detection quality
Studi Transformasi Geometri Secara Struktural Dalam Menciptakan Bentuk Arsitektur Simbolik
Abstract: Basic geometric forms such as triangles, squares, and circles are not merely ordinary shapes; they can be transformed into architectural configurations that embody both aesthetic value and symbolic meaning. This study examines the transformation of fundamental geometric forms—triangle, square, and circle—into architectural structures that simultaneously convey symbolic expression and structural efficiency. Utilizing the Rhinoceros-Grasshopper platform and the Kiwi3D plugin, each geometry was modeled and numerically tested under static loading conditions using steel as the structural material. Spatial stress distribution was analyzed through RGB color mapping to evaluate performance characteristics. The simulation results demonstrate that each transformed geometry exhibits distinct structural behaviors and symbolic interpretations. The study concludes that the triangular form performs most optimally, integrating symbolic expression, spatial order, and structural performance effectively within large-span architectural design.
Keywords: Geometry, Rhinoceros, Symbolic Architecture
Abstrak: Geometri dasar seperti segitiga, persegi, lingkaran bukan hanya sebuah bentuk geometri biasa, namun ia bisa bertranformasi menjadi bentuk arsitektur yang membentuk estetika dan makna simbolik. Penelitian ini mengkaji transformasi bentuk geometri dasar (segitiga, persegi, lingkaran) menjadi bentuk arsitektural yang merepresentasikan makna simbolik sekaligus efisien terhadap beban struktural. Dengan memanfaatkan platform Rhinoceros-Grasshopper dan plugin Kiwi3D, setiap geometri dimodelkan dan diuji secara numerik terhadap beban tetap menggunakan material baja, serta dianalisis melalui peta warna RGB untuk mengidentifikasi distribusi tegangan spasial. Hasil simulasi menunjukkan bahwa setiap bentuk geometri yang telah ditransformasikan memiliki karakteristik dan makna yang berbeda-beda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bentuk segitiga memiliki kinerja paling optimal dalam mengintegrasikan ekspresi simbolik, keteraturan spasial, dan kinerja struktural.
Kata Kunci: Geometri, Rhinoceros, Arsitektur Simbolik
Geometri dasar seperti segitiga, persegi, lingkaran bukan hanya sebuah bentuk geometri biasa, namun ia bisa bertranformasi menjadi bentuk arsitektur yang membentuk estetika dan makna simbolik. Penelitian ini mengkaji transformasi bentuk geometri dasar (segitiga, persegi, lingkaran) menjadi bentuk arsitektural yang merepresentasikan makna simbolik sekaligus efisien terhadap beban struktural. Dengan memanfaatkan platform Rhinoceros-Grasshopper dan plugin Kiwi3D, setiap geometri dimodelkan dan diuji secara numerik terhadap beban tetap menggunakan material baja, serta dianalisis melalui peta warna RGB untuk mengidentifikasi distribusi tegangan spasial. Hasil simulasi menunjukkan bahwa setiap bentuk geometri yang telah ditransformasikan memiliki karakteristik dan makna yang berbeda-beda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bentuk segitiga memiliki kinerja paling optimal dalam mengintegrasikan ekspresi simbolik, keteraturan spasial, dan kinerja struktural
Optimalisasi Pencahayaan Alami pada Ruang Studio Prodi Desain Interior ISI Yogyakarta sebagai Upaya Efisiensi Energi
Abstract: This study aims to optimize the use of natural lighting in the Design Interior studio at the Indonesian Institute of Art Yogyakarta to enhance energy efficiency. The research employed a qualitative descriptive method with a case study approach, involving field observations, light intensity measurements using a lux meter, and user interviews. Measurements revealed that natural light intensity in Studio C2 ranged between 149-281 lux, below the SNI 6197:2011 standard of 750 lux. Dialux simulations confirmed uneven light distribution, with over-lighting near windows (up to 2500 lux) and under-lighting in central and opposite areas. Key obstacles included window orientation, external vegetation, and non-reflective interior materials. Proposed design solutions include spatial rearrangement, use of reflective materials, and window modifications to improve light distribution and reduce reliance on artificial lighting, supporting the green campus initiative
Keyword: Natural Lighting, Energy Efficiency, Studio, Interior Design
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan pencahayaan alami pada ruang studio Prodi Desain Interior Institut Seni Indonesia Yogyakarta guna meningkatkan efisiensi energi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, meliputi observasi lapangan, pengukuran intensitas cahaya menggunakan lux meter, dan wawancara dengan pengguna. Hasil pengukuran menunjukkan intensitas cahaya alami di Studio C2 berkisar antara 149-281 lux, di bawah standar SNI 6197:2011 sebesar 750 lux. Simulasi Dialux memperlihatkan distribusi cahaya tidak merata, dengan area dekat jendela terlalu terang (hingga 2500 lux) dan area tengah serta sisi berlawanan gelap. Hambatan utama meliputi orientasi bukaan, vegetasi luar, dan material interior yang kurang reflektif. Solusi desain yang diusulkan mencakup penataan ulang ruang, penggunaan material reflektif, dan modifikasi bukaan jendela untuk meningkatkan distribusi cahaya dan mengurangi ketergantungan pada pencahayaan buatan, mendukung terwujudnya green campus.
Kata Kunci: Kata Pencahayaan Alami, Efisiensi Energi, Studio, Desain InteriorPenelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan pencahayaan alami pada ruang studio Prodi Desain Interior Institut Seni Indonesia Yogyakarta guna meningkatkan efisiensi energi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, meliputi observasi lapangan, pengukuran intensitas cahaya menggunakan lux meter, dan wawancara dengan pengguna. Hasil pengukuran menunjukkan intensitas cahaya alami di Studio C2 berkisar antara 149-281 lux, di bawah standar SNI 6197:2011 sebesar 750 lux. Simulasi Dialux memperlihatkan distribusi cahaya tidak merata, dengan area dekat jendela terlalu terang (hingga 2500 lux) dan area tengah serta sisi berlawanan gelap. Hambatan utama meliputi orientasi bukaan, vegetasi luar, dan material interior yang kurang reflektif. Solusi desain yang diusulkan mencakup penataan ulang ruang, penggunaan material reflektif, dan modifikasi bukaan jendela untuk meningkatkan distribusi cahaya dan mengurangi ketergantungan pada pencahayaan buatan, mendukung terwujudnya green campus.
Kata Kunci: Kata Pencahayaan Alami, Efisiensi Energi, Studio, Desain Interio