E-Jurnal Universitas Kebangsaan
Not a member yet
    861 research outputs found

    RUMAH TUMBUH SEBAGAI RESPONS TERHADAP PERUBAHAN SIKLUS KEHIDUPAN KELUARGA DALAM KONTEKS PERUMAHAN SUBSIDI: Konseptualisasi Kemampuan Beradaptasi: Peran Rumah Tinggal dalam Memenuhi Kebutuhan Keluarga yang Berkembang

    No full text
    Abstract: This study aims to analyze how the concept of a growing house can be a solution to changing family needs in the context of subsidized housing in Indonesia. Through a case study of the Citra Regency Bojoengoro subsidized housing, this study explores various spatial adaptation strategies carried out by residents in responding to family growth, lifestyle changes, and increasing needs for private space. The research method used is qualitative descriptive with data collection through participatory observation or in-depth interviews. The results of the study indicate that the concept of a growing house has great potential in meeting the needs of dynamic families. Residents of subsidized housing tend to modify their space gradually, either by adding partitions, changing furniture, or expanding the building. Factors that influence spatial adaptation strategies include land size, budget availability, and government policies related to development. This study concludes that the concept of a growing house can be an attractive alternative for the development of subsidized housing in the future. Keyword: subsidized housing, growing housing, family cycle Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana konsep rumah tumbuh dapat menjadi solusi bagi perubahan kebutuhan keluarga dalam konteks perumahan subsidi di Indonesia. Melalui studi kasus pada perumahan subsidi Citra Regency Bojoengoro, penelitian ini mengeksplorasi berbagai strategi adaptasi ruang yang dilakukan oleh penghuni dalam merespons pertumbuhan keluarga, perubahan gaya hidup, dan peningkatan kebutuhan akan ruang privat. Metode penelitian yang digunakan adalah diskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif atau wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep rumah tumbuh memiliki potensi besar dalam memenuhi kebutuhan keluarga yang dinamis. Penghuni perumahan subsidi cenderung melakukan modifikasi ruang secara bertahap, baik melalui penambahan partisi, pergantian furnitur, maupun perluasan bangunan. Faktor-faktor yang mempengaruhi strategi adaptasi ruang antara lain ukuran lahan, ketersediaan anggaran, dan kebijakan pemerintah terkait pembangunan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep rumah tumbuh dapat menjadi alternatif yang menarik bagi pengembangan perumahan subsidi di masa depan. Kata Kunci: perumahan subsidi, rumah tumbuh, siklus keluargaPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana konsep rumah tumbuh dapat menjadi solusi bagi perubahan kebutuhan keluarga dalam konteks perumahan subsidi di Indonesia. Melalui studi kasus pada perumahan subsidi Citra Regency Bojoengoro, penelitian ini mengeksplorasi berbagai strategi adaptasi ruang yang dilakukan oleh penghuni dalam merespons pertumbuhan keluarga, perubahan gaya hidup, dan peningkatan kebutuhan akan ruang privat. Metode penelitian yang digunakan adalah diskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif atau wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep rumah tumbuh memiliki potensi besar dalam memenuhi kebutuhan keluarga yang dinamis. Penghuni perumahan subsidi cenderung melakukan modifikasi ruang secara bertahap, baik melalui penambahan partisi, pergantian furnitur, maupun perluasan bangunan. Faktor-faktor yang mempengaruhi strategi adaptasi ruang antara lain ukuran lahan, ketersediaan anggaran, dan kebijakan pemerintah terkait pembangunan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep rumah tumbuh dapat menjadi alternatif yang menarik bagi pengembangan perumahan subsidi di masa depan

    PEMANFAATAN TEKNOLOGI MACHINE LEARNING DALAM PERENCANAAN DAN REHABILITASI RUMAH LAYAK HUNI: PERSPEKTIF ARSITEKTUR

    Get PDF
    Abstract: This study discusses the application of machine learning, specifically the XGBoost model, in the selection and rehabilitation of uninhabitable houses (RTLH) from an architectural perspective. The RTLH rehabilitation program aims to improve housing quality for low-income communities, yet the main challenge is determining which houses require rehabilitation in an objective and efficient manner. By utilizing machine learning algorithms, this research analyzes architectural and socio-economic factors such as structural conditions, spatial layout, building materials, number of occupants, and economic well-being. This model enables a more accurate selection of aid recipients, reduces subjectivity, and enhances program effectiveness. From an architectural perspective, this study emphasizes the importance of ergonomic house design, natural ventilation, energy efficiency, and the use of sustainable materials. The results show that the XGBoost model provides accurate predictions for housing rehabilitation, supports data-driven decision-making, and can be integrated with GIS technology for mapping uninhabitable houses. This technological integration supports the development of adaptive architecture tailored to the needs of residents and environmental conditions. Keyword: Architecture, RTLH, Housing Planning, Machine learning, XGBoost Abstrak: Penelitian ini membahas penerapan machine learning, khususnya model XGBoost, dalam seleksi dan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) dengan pendekatan arsitektural. Program rehabilitasi RTLH bertujuan meningkatkan kualitas hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah, namun tantangan utama adalah menentukan rumah yang paling membutuhkan rehabilitasi secara objektif dan efisien. Dengan memanfaatkan algoritma machine learning, penelitian ini menganalisis faktor arsitektural dan sosial-ekonomi, seperti kondisi struktural, tata letak ruang, material bangunan, jumlah penghuni, serta kesejahteraan ekonomi. Model ini memungkinkan seleksi penerima bantuan secara lebih akurat, mengurangi subjektivitas, dan meningkatkan efektivitas program. Dari aspek arsitektur, penelitian ini menekankan pentingnya desain rumah ergonomis, ventilasi alami, efisiensi energi, dan penggunaan material yang berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model XGBoost memberikan prediksi akurat dalam rehabilitasi rumah, mendukung pengambilan keputusan berbasis data, serta dapat dikombinasikan dengan teknologi GIS untuk pemetaan rumah tidak layak huni. Integrasi teknologi ini mendukung pengembangan arsitektur yang adaptif terhadap kebutuhan penghuni dan kondisi lingkungan. Kata Kunci: Arsitektur, RTLH, Perencanaan Rumah, Machine learning, XGBoost

    SOSIALISASI KUALITAS PRODUK BAGI UMKM DI KABUPATEN BANDUNG BARAT

    Get PDF
    Perkembangan usaha UMKM saat ini dalam lingkungan industri 4.0, memberikan peluang sekaligus tantangan untuk memajukan diri dengan peningkatan pemasaran. Namun di sisi lain, peningkatan pemasaran tidak terlepas dari tuntutan kualitas yang baik menurut penilaian konsumen di Indonesia atas semuan produk UMKM. Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Universitas Kebangsaan Republik Indonesia, dimaksudkan untuk memberikan pencerahan sekaligus pemahaman bagi pelaku UMKM di Bandung Barat khususnya untuk dapat mengikuti perkembangan tersebut.   Materi sosialisasi kualitas produk diberikan kepada para pelaku UMKM dan siswa Program Paket C di PKBM Bina Bangsa Berkarakter Bandung Barat. Sosialisasi dilaksanakan dalam satu hari berupa ceramah dan tanya jawab. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 26 orang peserta pelaku UMKM, 7 orang dosen dan 3 orang mahasiswa Teknik Industri. Sosialisasi berlangsung dengan metode ceramah dan tanya jawab yang berhubungan dengan kualitas produk yang diperlukan konsumen dan penerapan pada aneka produk UMKM di Indonesia khususnya. Hasil evaluasi setelah sosialisasi menunjukkan bahwa peserta pelaku UMKM dan warga belajar PKBM Bina Bangsa merasakan pengetahuan dan wawasannya tentang kualitas meningkat

    EFEKTIFITAS RANSAC DAN OUTLIER DETECTION DALAM MENDETEKSI KEASILIAN PADA GAMBAR FOTO PRODUK DIGITAL HAMAKO ECO BABYWEAR: EFEKTIFITAS RANSAC DAN OUTLIER DETECTION DALAM MENDETEKSI KEASILIAN PADA GAMBAR FOTO PRODUK DIGITAL HAMAKO ECO BABYWEAR

    No full text
    This study addresses the increasing risk of digital crimes, particularly image forgery, as a result of advancements in information and communication technology. The research focuses on comparing two methods, RANSAC and Outlier Detection, for analyzing the authenticity of digital images related to Hamako Eco Baby Wear products, which potentially violate Intellectual Property Rights (IPR). The case involves the misuse of product logos and attributes. The Integrated Digital Forensic Investigation Framework (IDFIF) is employed as the main framework, supplemented by tools such as the Image Hash Generator and RANSAC Detection. This study also examines metadata from sample and suspect images, providing crucial information about the time and tools used for capturing or editing the images. The findings reveal that the Outlier Detection method is effective in quickly identifying image anomalies, while RANSAC generates a mathematical model that is robust against outliers, enabling deeper analysis. These two methods complement each other in proving image forgery or misuse. This research contributes significantly to the development of digital forensic techniques, particularly in analyzing the authenticity of digital images in the modern era. Keywords : Digital Image Forgery, Cybercrime, Digital Forensics, RANSAC, Outlier DetectionPenelitian ini membahas peningkatan risiko kejahatan digital, khususnya pemalsuan gambar, akibat perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Studi ini fokus membandingkan dua metode, yaitu RANSAC dan Outlier Detection, dalam menganalisis keaslian gambar digital terkait produk fashion Hamako Eco Baby Wear, yang berpotensi melanggar Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Kasus yang diteliti melibatkan penyalahgunaan logo dan atribut produk. Framework Integrated Digital Forensic Investigation Framework (IDFIF) digunakan sebagai kerangka kerja, dilengkapi dengan alat bantu seperti Image Hash Generator dan RANSAC Detection. Penelitian ini juga menganalisis metadata dari gambar sampel dan gambar tersangka, yang memberikan informasi penting terkait waktu pengambilan serta alat yang digunakan untuk mengambil atau mengedit gambar. Hasil menunjukkan bahwa metode Outlier Detection efektif dalam mengidentifikasi anomali gambar secara cepat, sementara RANSAC mampu menghasilkan model matematis yang lebih tahan terhadap outlier, memungkinkan analisis yang lebih mendalam. Kedua metode ini saling melengkapi dalam membuktikan pemalsuan atau penyalahgunaan gambar produk. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan teknik forensik digital, khususnya dalam menganalisis keaslian gambar digital di era modern. Kata Kunci : Pemalsuan Gambar Digital, Cybercrime, Digital Forensic, RANSAC, Outlier Detectio

    IMPLEMENTASI LOAD BALANCING PADA METODE PCC DAN FAILOVER RECURSIVE GATEAWAY DI LINGKUNGAN JARINGAN KOMPUTER SMK ALMUNAWAROH CIANJUR

    No full text
    ABSTRACT The A stable and efficient internet network is crucial to support the teaching and learning activities in educational institutions such as SMK Almunawwarah. However, challenges such as limited bandwidth and reliance on a single Internet Service Provider (ISP) often lead to network instability. This study implements load balancing using the Per Connection Classifier (PCC) method and a Failover Recursive Gateway system on a Mikrotik router to address these issues. The PCC method is used to evenly distribute network traffic across multiple ISP connections based on IP addresses, ports, and other parameters. Meanwhile, the failover recursive gateway ensures continuous connectivity by automatically switching traffic to a backup ISP when one ISP experiences downtime. This implementation successfully improves network stability, maximizes bandwidth utilization, and minimizes downtime. The results of the study indicate that with the integration of PCC load balancing and failover recursive, the network performance at SMK Almunawwarah becomes more optimal, thereby better supporting teaching and learning activities. Keywords : Load Balancing, PCC, Failover Recursive Gateway, Mikrotik, School NetworkJaringan internet yang stabil dan efisien sangat penting dalam mendukung kegiatan belajar mengajar di institusi pendidikan seperti SMK Almunawwarah. Namun, tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan bandwidth dan ketergantungan pada satu penyedia layanan internet (ISP), yang sering kali menyebabkan ketidakstabilan jaringan. Penelitian ini mengimplementasikan load balancing menggunakan metode Per Connection Classifier (PCC) dan sistem Failover Recursive Gateway pada router Mikrotik untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode PCC digunakan untuk mendistribusikan trafik jaringan secara merata di antara beberapa koneksi ISP berdasarkan alamat IP, port, dan parameter lainnya. Sementara itu, failover recursive gateway memastikan koneksi tetap aktif saat salah satu ISP mengalami gangguan, dengan mengalihkan trafik secara otomatis ke jalur ISP yang masih aktif. Implementasi ini berhasil meningkatkan stabilitas jaringan, memaksimalkan penggunaan bandwidth, dan meminimalkan downtime. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya load balancing PCC dan failover recursive, performa jaringan di SMK Almunawwarah menjadi lebih optimal, sehingga dapat mendukung kegiatan belajar mengajar dengan lebih baik.   Kata Kunci : Load Balancing,PCC, Failover Recursive Gateaway, Mikrotik Jaringan Sekola

    PSIKOLOGI MEDIA: UNTUK MEMBENTUK KOMUNIKASI POSITIF DI JARINGAN ONLINE

    Get PDF
    The digital era divides communication entities into two types. First, the type of real communication that occurs in the real world and second, the type of virtual communication that takes place on online networks. If analyzed, there are significant differences between the two types of communication. The difference lies in its dimensions. Communication in the real world emphasizes more on relationships and in the virtual world emphasizes more on the content dimension. Although technology continues to be developed so that the content dimension can resemble the type of communication in the real world, communication through media will not be able to exactly replace communication in the real world. There is a psychological dimension that underlies it and often cannot be expressed in real terms into the media world. However, both play a very important role in forming a positive communication ecosystem. Therefore, to understand the differences between the two, this study was conducted with the aim of understanding the psychological dimensions that cannot be expressed through media methods. The research approach used is a qualitative method to precisely reveal the elements that form media communication with a positive psychological basis. The results of the study prove that communication actions in online networks can lead to positive situations with awareness of the effects that will be caused.Era digital membagi entitas komunikasi ke dalam dua jenis. Pertama jenis komunikasi riil yang terjadi di dunia nyata dan kedua jenis komunikasi maya yang berlangsung di jaringan online. Jika dianalisis terdapat perbedaan signifikan di antara dua jenis komunikasi tersebut. Perbedaan terdapat pada dimensinya. Komunikasi di dunia nyata lebih menekankan pada hubungan dan di dunia maya lebih menekankan pada dimensi isi. Meskipun teknologi terus dikembangkan agar dimensi isi dapat menyerupai jenis komunikasi di dunia nyata namun komunikasi dengan perantaraan media tidak akan bisa secara persis menggantikan komunikasi di dunia nyata. Terdapat dimensi psikologis yang melatarinya dan kerap tidak dapat terungkapkan secara riil kedalam dunia media. Akan tetapi, keduanya sangat berperan dalam membentuk ekosistem komunikasi positif. Karena itu, untuk memahami perbedaan di antara keduanya, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memahami dimensi piskologis yang tidak dapat terungkapkan melalui cara-cara media. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif untuk mengungkap secara tepat unsur yang membentuk komunikasi bermedia dengan landasan piskologi positif. Hasil penelitian membuktikan, aksi komunikasi di jaringan online dapat mengarah pada situasi positif dengan kesadaran pada efek yang akan ditimbulkan

    INTEGRASI ELEMEN BIOFILIK: STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS DESAIN DAN PENGALAMAN PENGUNJUNG KEDAI KOPI (Studi Kasus: Tanatap Ring Garden, Tanatap Frame Garden dan Tanatap Wall Garden): (Studi Kasus: Tanatap Ring Garden, Tanatap Frame Garden dan Tanatap Wall Garden)

    No full text
    Abstract: The current popularity of coffee shops has piqued public interest, attracting patrons who come specifically to immerse themselves in the store's atmosphere. Integrating natural elements in coffee shop design provides a biophilic ambiance, enhancing spatial quality by fostering an environment that feels natural, supports comfort, and promotes positive visitor experiences. Architects as actors who create space need to know what natural elements can be applied to coffee shop designs to attract more visitors. This study explores the ambiance created by integrating biophilic elements into the design of Tanatap Ring Garden, Tanatap Wall Garden, and Tanatap Frame Garden. Using a qualitative place-centered mapping approach, observations identify sensory-based biophilic ambiances affecting visitor behavior. Results reveal that vegetation, diffused lighting, water features, and elements of mystery influence visitor interest. This study aims to offer practical recommendations for architects and business owners to implement effective biophilic ambiances that enhance spatial quality and attract coffee shop consumers Keyword: design quality, biophilic atmosphere, coffee shop, visit motivation Abstrak: Fenomena meningkatnya popularitas kedai kopi telah memicu perhatian publik tidak hanya pada menu yang disajikan, gaya dan tema yang diusung, namun juga atmosfer atau atmosfer ruang yang dihadirkan. Mengintegrasikan elemen alami dalam desain kedai kopi tidak hanya menghadirkan ambiens biofilik namun sekaligus menciptakan kualitas desain ruang yang dapat memberi suasana lingkungan alamiah serta mendukung kenyamanan, kepuasan, dan pengalaman positif pengunjung. Arsitek sebagai aktor yang menciptakan ruang, perlu mengetahui elemen-elemen alami apa saja yang dapat diaplikasikan pada desain kedai kopi agar dapat lebih menarik minat pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi ambiens yang dihadirkan dari integrasi elemen biofilik pada desain ruang kedai kopi yang diterapkan di Tanatap Ring Garden, Tanatap Wall Garden, dan Tanatap Frame Garden. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik place-centered mapping melalui obeservasi fisik untuk mengidentifikasi ambiens biofilik yang dapat dinikmati dengan berbagai sensori yang mempengaruhi pengunjung dalam berperilaku. Hasil menunjukkan bahwa keberadaan vegetasi, cahaya difus, fitur air, elemen kejutan/misteri, dan lainnya mempengaruhi minat kunjungan ke kedai-kedai kopi tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan strategi bagi arsitek dan pemilik usaha dalam mengintegrasikan ambiens biofilik yang efektif dalam meningkatkan kualitas desain ruang dan mampu memotivasi kunjungan konsumen ke kedai kopi. Kata Kunci: kualitas desain, ambiens biofilik, kedai kopi, motivasi kunjungan  Fenomena meningkatnya popularitas kedai kopi telah memicu perhatian publik tidak hanya pada menu yang disajikan, gaya dan tema yang diusung, namun juga atmosfer atau atmosfer ruang yang dihadirkan. Mengintegrasikan elemen alami dalam desain kedai kopi tidak hanya menghadirkan ambiens biofilik namun sekaligus menciptakan kualitas desain ruang yang dapat memberi suasana lingkungan alamiah serta mendukung kenyamanan, kepuasan, dan pengalaman positif pengunjung. Arsitek sebagai aktor yang menciptakan ruang, perlu mengetahui elemen-elemen alami apa saja yang dapat diaplikasikan pada desain kedai kopi agar dapat lebih menarik minat pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi ambiens yang dihadirkan dari integrasi elemen biofilik pada desain ruang kedai kopi yang diterapkan di Tanatap Ring Garden, Tanatap Wall Garden, dan Tanatap Frame Garden. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik place-centered mapping melalui obeservasi fisik untuk mengidentifikasi ambiens biofilik yang dapat dinikmati dengan berbagai sensori yang mempengaruhi pengunjung dalam berperilaku. Hasil menunjukkan bahwa keberadaan vegetasi, cahaya difus, fitur air, elemen kejutan/misteri, dan lainnya mempengaruhi minat kunjungan ke kedai-kedai kopi tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan strategi bagi arsitek dan pemilik usaha dalam mengintegrasikan ambiens biofilik yang efektif dalam meningkatkan kualitas desain ruang dan mampu memotivasi kunjungan konsumen ke kedai kopi

    “Kajian Bibliometrik Windcatcher untuk Ventilasi Alami dan Efisiensi Energi"

    No full text
    Abstract: The rapid development of artificial intelligence (AI) has revolutionized architectural practice, particularly in the early planning stages. Autodesk Forma, an AI-driven planning platform, has emerged as a transformative tool offering significant advantages in design decision-making. This case study review analyzes formally published case studies in indexed journals to identify and categorize the AI-based advantages of Autodesk Forma, supported by quantitative benchmarks. The review methodology involves a systematic analysis of indexed literature, focusing on studies that directly implement Autodesk Forma and report measurable outcomes. Findings indicate that Autodesk Forma significantly enhances design efficiency through rapid generation of alternatives, accelerates real-time environmental performance analysis, and improves user experience, despite limitations in network performance and file size. This article compiles quantitative insights from existing case studies, highlighting the crucial role of Autodesk Forma in driving more sustainable and efficient design outcomes across the architecture industry. Keywords: Autodesk Forma, Artificial Intelligence, Architectural Planning. Abstrak: Perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI) telah merevolusi praktik arsitektur, khususnya dalam fase perencanaan tahap awal. Autodesk Forma, platform perencanaan berbasis AI, muncul sebagai alat transformatif yang menawarkan keunggulan signifikan dalam pengambilan keputusan desain. Tinjauan studi kasus ini menganalisis studi kasus yang diterbitkan secara formal dalam jurnal-jurnal terindeks untuk mengidentifikasi dan mengkategorikan keunggulan berbasis AI dari Autodesk Forma, yang didukung oleh tolok ukur kuantitatif. Metodologi tinjauan melibatkan analisis sistematis literatur terindeks, dengan fokus pada studi yang secara langsung menerapkan Autodesk Forma dan melaporkan hasil yang dapat diukur. Temuan menunjukkan bahwa Autodesk Forma secara signifikan meningkatkan efisiensi desain melalui generasi alternatif yang cepat, mempercepat analisis kinerja lingkungan secara real-time, dan meningkatkan pengalaman pengguna, meskipun ada batasan dalam kinerja jaringan dan ukuran file. Artikel ini mengkompilasi wawasan kuantitatif dari studi kasus yang ada, menyoroti peran penting Autodesk Forma dalam mendorong hasil desain yang lebih berkelanjutan dan efisien di seluruh industri arsitektur. Kata Kunci: Autodesk Forma, Kecerdasan Buatan, Perencanaan Arsitektur.  Perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI) telah merevolusi praktik arsitektur, khususnya dalam fase perencanaan tahap awal. Autodesk Forma, platform perencanaan berbasis AI, muncul sebagai alat transformatif yang menawarkan keunggulan signifikan dalam pengambilan keputusan desain. Tinjauan studi kasus ini menganalisis studi kasus yang diterbitkan secara formal dalam jurnal-jurnal terindeks untuk mengidentifikasi dan mengkategorikan keunggulan berbasis AI dari Autodesk Forma, yang didukung oleh tolok ukur kuantitatif. Metodologi tinjauan melibatkan analisis sistematis literatur terindeks, dengan fokus pada studi yang secara langsung menerapkan Autodesk Forma dan melaporkan hasil yang dapat diukur. Temuan menunjukkan bahwa Autodesk Forma secara signifikan meningkatkan efisiensi desain melalui generasi alternatif yang cepat, mempercepat analisis kinerja lingkungan secara real-time, dan meningkatkan pengalaman pengguna, meskipun ada batasan dalam kinerja jaringan dan ukuran file. Artikel ini mengkompilasi wawasan kuantitatif dari studi kasus yang ada, menyoroti peran penting Autodesk Forma dalam mendorong hasil desain yang lebih berkelanjutan dan efisien di seluruh industri arsitektur. Kata Kunci: Autodesk Forma, Kecerdasan Buatan, Perencanaan Arsitektur. &nbsp

    IMPLEMENTASI PRINSIP-PRINSIP BIOFILIK PADA BANGUNAN HIJAU

    Get PDF
    Abstract: Biophilic design is a concept aimed at reintegrating the presence of nature into building environments, allowing users to reconnect with their natural surroundings. By incorporating natural elements and materials within the building, biophilic design offers a solution to help users feel closer to nature. Given the contemporary lifestyle, society has gradually distanced itself from healthy environments and natural building designs. The case study focuses on a café building in Yogyakarta, aiming to identify biophilic applications in green building design. This research employs a descriptive qualitative method and explores relevant literature on biophilic design. The study emphasizes the significant role of biophilic design principles in green buildings and examines the building’s natural connections. Based on the identification of 14 biophilic principles across both case studies, the use of natural materials, openings, and vegetation within the building shows positive effects, enabling users to feel reconnected with nature. Keyword: Biophilic, Environments, Green Budilding Abstrak: Biofilik adalah konsep yang menjadi solusi dalam desain bangunan agar penggunanya dapat merasakan kembali kehadiran alam di sekitarnya. Dengan menerapkan elemen natural dan material alami pada bangunan, dapat menjadi solusi agar penggunanya kembali terhubung dengan lingkungan alami.  Dikarenakan gaya hidup kontemporer saat ini,  masyarakat mulai menjauh dari lingkungan dan bangunan yang sehat. Studi kasus yang diambil adalah bangunan café yang berada di yogyakarta, dengan Tujuan mengidentifikasi penerapan biofilik di dalam bangunan hijau. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dan mencari kajian literatur yang berkaitan dengan biofilik. Fokus penelitian ini membahas bagaimana peranan penting konsep desain biofilik dalam bangunan hijau dan menjelaskan keterkaitan bangunan dengan alam.  Berdasarkan hasil identifikasi 14 prinsip-prinsip biofilik dari kedua kasus bangunan, ditemukan penggunaan material, bukaan dan vegetasi pada bangunan dapat memberi dampak positif bagi penggunanya sehingga merasakan kembali dekat dengan alam. Kata Kunci: Bangunan Hijau, Biofilik, Lingkungan.  Biofilik adalah konsep yang menjadi solusi dalam desain bangunan agar penggunanya dapat merasakan kembali kehadiran alam di sekitarnya. Dengan menerapkan elemen natural dan material alami pada bangunan, dapat menjadi solusi agar penggunanya kembali terhubung dengan lingkungan alami.  Dikarenakan gaya hidup kontemporer saat ini,  masyarakat mulai menjauh dari lingkungan dan bangunan yang sehat. Studi kasus yang diambil adalah bangunan café yang berada di yogyakarta, dengan Tujuan mengidentifikasi penerapan biofilik di dalam bangunan hijau. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dan mencari kajian literatur yang berkaitan dengan biofilik. Fokus penelitian ini membahas bagaimana peranan penting konsep desain biofilik dalam bangunan hijau dan menjelaskan keterkaitan bangunan dengan alam.  Berdasarkan hasil identifikasi 14 prinsip-prinsip biofilik dari kedua kasus bangunan, ditemukan penggunaan material, bukaan dan vegetasi pada bangunan dapat memberi dampak positif bagi penggunanya sehingga merasakan kembali dekat dengan alam

    Menjembatani Presisi Olfaktori Tunanetra sebagai Basis Konseptual Pengembangan Desain Ruang Perfumery

    Get PDF
    Abstract: This study examines the relationship between the olfactory precision of individuals with visual impairment and the spatial conditions that influence odor clarity in perfumery work environments. A systematic literature review was conducted to synthesize findings from neuroscience, behavioral olfaction studies, and research on odor dynamics in architectural space. The review shows that olfactory precision in visually impaired individuals emerges through neural reorganization that enhances cortical processing of smell. However, the accuracy of odor evaluation is strongly influenced by environmental factors, particularly airflow stability, material neutrality, spatial configuration, and the separation of activities that generate varying odor intensities. The study also identifies a disciplinary gap between olfactory research and architectural studies, resulting in the absence of an integrated design framework for perfumery spaces. Based on these findings, the research proposes conceptual principles for treating perfumery space as a sensory system that precisely manages odor stimuli. These principles highlight the importance of atmospheric control, neutral materials, regulated odor distribution, and clear activity zoning to support evaluative performance, including for visually impaired individuals with enhanced olfactory potential. Keyword: Olfactory; blindness; perfumery workspace design Abstrak: Penelitian ini mengkaji hubungan antara presisi olfaktori penyandang tunanetra dan kondisi ruang yang memengaruhi kejernihan aroma dalam lingkungan kerja perfumery. Systematic literature review dilakukan untuk mensintesis temuan dari neurosains, studi olfaktori perilaku, dan penelitian mengenai dinamika aroma dalam ruang. Hasil kajian menunjukkan bahwa presisi penciuman tunanetra terbentuk melalui reorganisasi neural yang memperluas pemrosesan bau pada tingkat kortikal. Meskipun demikian, ketelitian evaluasi aroma sangat dipengaruhi oleh kualitas ruang, khususnya stabilitas aliran udara, netralitas material, konfigurasi geometris ruang, serta jarak antaraktivitas yang menghasilkan intensitas aroma berbeda. Kajian ini juga mengidentifikasi adanya pemisahan disipliner antara penelitian olfaktori dan arsitektur, sehingga belum tersedia kerangka desain terpadu untuk ruang kerja perfumery. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merumuskan prinsip konseptual bagi ruang yang diperlakukan sebagai sistem sensoris yang mengelola stimulus aroma secara presisi. Prinsip ini menekankan pentingnya kontrol atmosferik, material netral, distribusi aroma yang teratur, dan zonasi aktivitas yang jelas untuk mendukung performa evaluatif, termasuk bagi penyandang tunanetra yang memiliki potensi olfaktori tinggi. Kata Kunci: Olfaktori, Tunanetra, Desain ruang perfumery Keyword: Olfactory; blindness; perfumery workspace designPenelitian ini mengkaji hubungan antara presisi olfaktori penyandang tunanetra dan kondisi ruang yang memengaruhi kejernihan aroma dalam lingkungan kerja perfumery. Systematic literature review dilakukan untuk mensintesis temuan dari neurosains, studi olfaktori perilaku, dan penelitian mengenai dinamika aroma dalam ruang. Hasil kajian menunjukkan bahwa presisi penciuman tunanetra terbentuk melalui reorganisasi neural yang memperluas pemrosesan bau pada tingkat kortikal. Meskipun demikian, ketelitian evaluasi aroma sangat dipengaruhi oleh kualitas ruang, khususnya stabilitas aliran udara, netralitas material, konfigurasi geometris ruang, serta jarak antaraktivitas yang menghasilkan intensitas aroma berbeda. Kajian ini juga mengidentifikasi adanya pemisahan disipliner antara penelitian olfaktori dan arsitektur, sehingga belum tersedia kerangka desain terpadu untuk ruang kerja perfumery. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merumuskan prinsip konseptual bagi ruang yang diperlakukan sebagai sistem sensoris yang mengelola stimulus aroma secara presisi. Prinsip ini menekankan pentingnya kontrol atmosferik, material netral, distribusi aroma yang teratur, dan zonasi aktivitas yang jelas untuk mendukung performa evaluatif, termasuk bagi penyandang tunanetra yang memiliki potensi olfaktori tinggi. Kata Kunci: Olfaktori, Tunanetra, Desain ruang perfumery &nbsp

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal Universitas Kebangsaan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇