E-Jurnal Universitas Kebangsaan
Not a member yet
    861 research outputs found

    PENERAPAN INCLUSIVE ARCHITECTURE PADA YAYASAN PEMBINAAN ANAK CACAT (YPAC) SURABAYA

    Full text link
    Abstract: Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Surabaya is an educational facility for children with cerebral palsy. Cerebral palsy is a permanent disorder that attacks their brain and affects the motor system, causing limited activity and dependence on the help of other individuals. For now, the number of cerebral palsy is increasing, so that standards for educational need to be considered. Therefore, it is necessary to conduct research completeness of facilities and accessibility at YPAC Surabaya. The research was conducted with a qualitative descriptive method, by conducting a literature search, field observations, facility measurements, and interviews with an inclusive architecture. Inclusive architecture’s aspect, involve equality, accessibility, flexibility, measurability, and ease of understanding. The results showed that YPAC Surabaya has several facilities that are suitable and several facilities that require improvement and need to be improved, such as ramps, toilets, signs that aren’t accordance with inclusive architecture standards. This research emphasizes the importance of implementing inclusive architecture to create more inclusive and usable learning environment for people with cerebal palsy. With the results of this evaluation, it is expected to improve the quality of life of children with cerebral palsy, so as to achieve equality, ease of access, comfort, and safety for users. Keyword: Cerebral Palsy, Inclusive Architecture Abstrak: Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Surabaya merupakan fasilitas pendidikan bagi anak-anak penyandang cerebral palsy. Cerebral palsy merupakan gangguan permanen yang menyerang otak dan berpengaruh pada sistem motoriknya sehingga menyebabkan keterbatasan aktivitasnya dan bergantung pada bantuan individu lain. Saat ini, jumlah penyandang cerebral palsy semakin meningkat sehingga standar terhadap kebutuhan pendidikan juga perlu diperhatikan. Maka, perlunya penelitian terhadap fasilitas dan aksesibilitas pada YPAC Surabaya. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif, dengan melakukan pencarian studi litelatur, observasi lapangan, pengukuran fasilitas, dan wawancara terhadap pengajar dan kepala sekolah YPAC Surabaya dengan pendekatan inclusive architecture. Aspek inclusive architecture, yaitu kesetaraan, aksesibilitas, fleksibilitas, keterukuran, dan kemudahan pemahaman. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa YPAC Surabaya memiliki beberapa fasilitas yang sesuai dan memerlukan perbaikan dan perlu ditingkatkan, seperti ramp, toilet, rambu pemandu yang masih belum sesuai dengan standar inclusive architecture. Penelitian ini menekankan pentingnya penerapan inclusive architecture untuk mewujudkan lingkup belajar yang lebih inklusif dan dapat digunakan bagi penyandang cerebal palsy. Dengan hasil evaluasi ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup anak-anak cerebral palsy, sehingga dapat mencapai kesetaran, kemudahan, kenyamanan, dan keamanan. Kata Kunci: Cerebral Palsy, Inclusive ArchitectureYayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Surabaya merupakan fasilitas pendidikan bagi anak-anak penyandang cerebral palsy. Cerebral palsy merupakan gangguan permanen yang menyerang otak dan berpengaruh pada sistem motoriknya sehingga menyebabkan keterbatasan aktivitasnya dan bergantung pada bantuan individu lain. Saat ini, jumlah penyandang cerebral palsy semakin meningkat sehingga standar terhadap kebutuhan pendidikan juga perlu diperhatikan. Maka, perlunya penelitian terhadap fasilitas dan aksesibilitas pada YPAC Surabaya. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif, dengan melakukan pencarian studi litelatur, observasi lapangan, pengukuran fasilitas, dan wawancara terhadap pengajar dan kepala sekolah YPAC Surabaya dengan pendekatan inclusive architecture. Aspek inclusive architecture, yaitu kesetaraan, aksesibilitas, fleksibilitas, keterukuran, dan kemudahan pemahaman. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa YPAC Surabaya memiliki beberapa fasilitas yang sesuai dan memerlukan perbaikan dan perlu ditingkatkan, seperti ramp, toilet, rambu pemandu yang masih belum sesuai dengan standar inclusive architecture. Penelitian ini menekankan pentingnya penerapan inclusive architecture untuk mewujudkan lingkup belajar yang lebih inklusif dan dapat digunakan bagi penyandang cerebal palsy. Dengan hasil evaluasi ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup anak-anak cerebral palsy, sehingga dapat mencapai kesetaran, kemudahan, kenyamanan, dan keamanan

    OPTIMALISASI SELUBUNG BANGUNAN KAMAR HOTEL DI MALANG UNTUK EFISIENSI ENERGI MENGGUNAKAN OTTV : (Overall Thermal Transfer Value)

    Full text link
    Abstract: The tourism sector for Indonesia is an important sector to boost the economy. Tourism must be balanced with the availability of energy-efficient hotels. Buildings are the largest energy consumers compared to other sectors. Most of the energy consumption in buildings is related to building cooling, so there is a great need to improve energy efficiency in buildings by reducing building energy consumption on the hotel room façade. The research stages start from case studies, OTTV calculations and proposals for efficient facade design changes. The case study in this study is the Grand Mercure Hotel Malang with a height of 16 floors. This study is limited to the 14th floor hotel rooms representing all floors of the room. The results of the study showed that the OTTV value in existing buildings was 55.265 W/M2. This value is still above the limit of SNI 6389:2020 of 35W/M2. To reduce the OTTV value, making a design proposal by implementing glass window openings with a WWR of 50%, using double layer glass elements, precast walls with a white paint finish and adding shading devices to the facade can reduce the OTTV value to 34.53W / M2. Keyword: Hotel, Building Envelope, Energy Efficiency, OTTV Abstrak: Sektor pariwisata bagi Indonesia merupakan sektor penting untuk meningkatkan perekonomian. Pariwisata harus diimbangi dengan ketersedian hotel yang efisien terhadap energi. Bangunan merupakan konsumsi energi terbesar dibandingkan dengan sektor lain. Sebagian besar konsumsi energi pada bangunan berhubungan dengan pendinginan bangunan, maka terdapat kebutuhan yang besar untuk meningkatkan efisiensi energi pada bangunan dengan mengurangi konsumsi energi bangunan pada façade kamar hotel. Tahapan penelitian dimulai dari studi kasus, perhitungan OTTV dan usulan perubahan desain fasade yang efisien. Studi kasus pada penelitian ini yaitu hotel grand mercure Malang dengan ketinggian 16 lantai.  Penelitian ini dibatasi pada kamar hotel lantai 14 yang mewakili semua lantai kamar. Hasil penelitian menunjukan nilai OTTV pada bangunan eksisting yakni sebesar 55,265 W/M2. Nilai ini masih diatas batasan dari SNI 6389:2020 sebesar 35W/M2. Untuk menurunkan nilai OTTV, melakukan usulan desain dengan menerapkan bukaan jendela kaca dengan WWR 50%, menggunakan elemen kaca double layer, dinding precast finish cat warna putih serta menambahkan shading device pada fasad dapat menurunkan nilai OTTV menjadi 34,53W/M2. Kata Kunci: Hotel, Selubung Bangunan, Efisiensi Energi, OTT

    “Kajian Bibliometrik Windcatcher untuk Ventilasi Alami dan Efisiensi Energi"

    Full text link
    Abstract: The windcatcher, as a traditional architectural element, is significant for natural ventilation and building energy efficiency in sustainable design. This study aims to map the global research landscape of windcatchers (2015-2025) and their applications in natural ventilation, energy efficiency, and building performance. Using a bibliometric analysis approach on 172 filtered and cleansed Scopus articles, VOSviewer and Scopus analytics were employed to identify trends, sources, geographical distribution, subject areas, and conceptual structure through keyword co-occurrence. The results indicate a dynamic and sustained research interest (peaking in 2017), multidisciplinary in nature (dominated by Engineering & Energy), with major contributors from the UK, Iran, US, and Egypt. Four main thematic clusters were identified: core focus on windcatcher-ventilation-CFD, thermal comfort-sustainability, experimental methodology, and fluid dynamics. These findings highlight the central role of digital tools like CFD and simulation for design optimization, provide a research roadmap, and identify innovation opportunities in Digital Architecture for energy saving. Keywords: Windcatcher, Bibliometric Analysis, Energy Efficiency Abstrak: Windcatcher, sebagai elemen arsitektur tradisional, signifikan untuk ventilasi alami dan efisiensi energi bangunan dalam desain berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan memetakan lanskap riset global windcatcher (2015-2025) dan aplikasinya pada ventilasi alami, efisiensi energi, serta kinerja bangunan. Dengan pendekatan analisis bibliometrik terhadap 172 artikel Scopus yang telah disaring dan dibersihkan, VOSviewer dan analitik Scopus digunakan untuk mengidentifikasi tren, sumber, distribusi geografis, bidang ilmu, dan struktur konseptual melalui ko-okurensi kata kunci. Hasil menunjukkan minat riset dinamis dan berkelanjutan (puncak 2017), bersifat multidisiplin (dominan Teknik & Energi), dengan kontributor utama dari UK, Iran, US, dan Mesir. Empat klaster tema utama teridentifikasi: fokus inti windcatcher-ventilasi-CFD, kenyamanan termal-keberlanjutan, metodologi eksperimental, dan dinamika fluida. Temuan ini menyoroti peran sentral alat digital seperti CFD dan simulasi untuk optimasi desain, menyediakan peta jalan riset, dan mengidentifikasi peluang inovasi di Arsitektur Digital untuk penghematan energi. Kata Kunci: Windcatcher, Analisis Bibliometrik, Efisiensi Energi  Windcatcher, sebagai elemen arsitektur tradisional, signifikan untuk ventilasi alami dan efisiensi energi bangunan dalam desain berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan memetakan lanskap riset global windcatcher (2015-2025) dan aplikasinya pada ventilasi alami, efisiensi energi, serta kinerja bangunan. Dengan pendekatan analisis bibliometrik terhadap 172 artikel Scopus yang telah disaring dan dibersihkan, VOSviewer dan analitik Scopus digunakan untuk mengidentifikasi tren, sumber, distribusi geografis, bidang ilmu, dan struktur konseptual melalui ko-okurensi kata kunci. Hasil menunjukkan minat riset dinamis dan berkelanjutan (puncak 2017), bersifat multidisiplin (dominan Teknik & Energi), dengan kontributor utama dari UK, Iran, US, dan Mesir. Empat klaster tema utama teridentifikasi: fokus inti windcatcher-ventilasi-CFD, kenyamanan termal-keberlanjutan, metodologi eksperimental, dan dinamika fluida. Temuan ini menyoroti peran sentral alat digital seperti CFD dan simulasi untuk optimasi desain, menyediakan peta jalan riset, dan mengidentifikasi peluang inovasi di Arsitektur Digital untuk penghematan energi

    "Riset Panel Akustik Berbahan Limbah: Perspektif Bibliometrik Global 2004-2024”

    Full text link
    Abstract: Ongoing worldwide awareness regarding waste management has led to creative solutions in the building material sector, such as acoustic panels made from waste-derived components. This paper intends to perform a thorough bibliometric review of the scientific advancements concerning waste-based acoustic panels throughout the last two decades (2004-2024). Utilizing the Scopus database,pertinent documents were methodically chosen via a three-stage screening process, resulting in 98 highly relevant publications for review. The chosen papers included processing with OpenRefine for data cleansing and then analysed using VOSViewer to visualise bibliometric networks and Bibliometrix software for more in-depth analysis.  The findings indicate a notable growth tendency, with an annual publication rise of 16,08 %, notably boosting over the last five years. The geographical distribution reveals a concentration of research in Italy, India, and Spain, with Engineering, Material Science, and Physics and Astronomy identified as the primary contributing fields. Network visualisations depict a sophisticated intellectual framework linking essential concepts within the domain. Well-cited studies confirm that acoustic panels made from waste demonstrate performance comparable tp traditional materials while possesing a reduced environmental footprint; yet, standardisation issues persist, hindering wider adoption in the contruction and inteior design sectors. Keyword: Bibliometric analysis, Waste materials, Acoustic panels Abstrak: Kesadaran dunia yang terus meningkat terkait pengelolaan limbah telah menghasilkan solusi kreatif di sektor bahan bangunan, seperti panel akustik yang terbuat dari komponen yang berasal dari limbah.  Makalah ini bermaksud untuk melakukan tinjauan bibliometrik menyeluruh terhadap kemajuan ilmiah mengenai panel akustik berbasis limbah selama dua dekade terakhir (2004-2024).  Dengan menggunakan database Scopus, dokumen-dokumen terkait dipilih secara metodis melalui proses penyaringan tiga tahap, yang menghasilkan 98 publikasi yang sangat relevan untuk ditinjau.  Makalah yang terpilih kemudian diproses dengan OpenRefine untuk pembersihan data dan kemudian dianalisis menggunakan VOSviewer untuk memvisualisasikan jaringan bibliometrik, dan software Bibliometrix digunakan untuk analisis yang lebih mendalam.  Temuan ini menunjukkan kecenderungan pertumbuhan yang menonjol, dengan peningkatan publikasi tahunan sebesar 16,08%, terutama meningkat selama lima tahun terakhir.  Distribusi geografis menunjukkan konsentrasi penelitian di Italia, India, dan Spanyol, dengan Teknik, Ilmu Material, serta Fisika dan Astronomi diidentifikasi sebagai bidang-bidang yang berkontribusi besar.  Visualisasi jaringan menggambarkan kerangka kerja intelektual yang canggih yang menghubungkan konsep-konsep penting dalam domain tersebut.  Studi yang dikutip dengan baik mengkonfirmasi bahwa panel akustik yang terbuat dari limbah menunjukkan kinerja yang sebanding dengan bahan tradisional sekaligus memiliki jejak lingkungan yang lebih rendah; namun, masalah standarisasi masih ada, sehingga menghambat adopsi yang lebih luas di sektor konstruksi dan desain interior. Kata Kunci: Analisis bibliometrik, Material limbah, Panel akustik  Kesadaran dunia yang terus meningkat terkait pengelolaan limbah telah menghasilkan solusi kreatif di sektor bahan bangunan, seperti panel akustik yang terbuat dari komponen yang berasal dari limbah.  Makalah ini bermaksud untuk melakukan tinjauan bibliometrik menyeluruh terhadap kemajuan ilmiah mengenai panel akustik berbasis limbah selama dua dekade terakhir (2004-2024).  Dengan menggunakan database Scopus, dokumen-dokumen terkait dipilih secara metodis melalui proses penyaringan tiga tahap, yang menghasilkan 98 publikasi yang sangat relevan untuk ditinjau.  Makalah yang terpilih kemudian diproses dengan OpenRefine untuk pembersihan data dan kemudian dianalisis menggunakan VOSviewer untuk memvisualisasikan jaringan bibliometrik, dan software Bibliometrix digunakan untuk analisis yang lebih mendalam.  Temuan ini menunjukkan kecenderungan pertumbuhan yang menonjol, dengan peningkatan publikasi tahunan sebesar 16,08%, terutama meningkat selama lima tahun terakhir.  Distribusi geografis menunjukkan konsentrasi penelitian di Italia, India, dan Spanyol, dengan Teknik, Ilmu Material, serta Fisika dan Astronomi diidentifikasi sebagai bidang-bidang yang berkontribusi besar.  Visualisasi jaringan menggambarkan kerangka kerja intelektual yang canggih yang menghubungkan konsep-konsep penting dalam domain tersebut.  Studi yang dikutip dengan baik mengkonfirmasi bahwa panel akustik yang terbuat dari limbah menunjukkan kinerja yang sebanding dengan bahan tradisional sekaligus memiliki jejak lingkungan yang lebih rendah; namun, masalah standarisasi masih ada, sehingga menghambat adopsi yang lebih luas di sektor konstruksi dan desain interior

    Penerapan Zonasi Vastu Citra Pada Perancangan Pusat Kesenian Wayang Tradisional Di Bali

    Full text link
    Abstract:Traditional Balinese wayang, as a cultural heritage, faces the threat of extinction due to digitalization. This research proposes the design of a Wayang Arts Center in Pantai Lembang, Gianyar, as a medium for preserving the artistic meaning through an architectural metaphor approach, utilizing the natural beach lighting as a visual manifestation of "Suryangkara." The methodology begins with field observation, case studies, and secondary data analysis to identify design needs. Based on these findings, the design concept integrates three core principles: Transfer of Illumination, which transforms the philosophy of the cakra into the Vastu Citra structure; Subjective Perception, which creates a dual-stage interpreted as either Kayon (tree of life) or Ajna Chakra (eye of wisdom) depending on the viewer’s perspective; and Hybridization through QR codes embedded in cultural artifacts. This approach is synthesized with Vastu Citra zoning based on Nawa Sanga, linking deity-chakra associations and prana flows, and placing an open stage at the Brahmasthan as a cosmic axis. The result is a symbolic building serving as a space for the "rebirth" of wayang, where the integration of metaphor and Vastu Citra creates a functional space that also acts as a medium for cultural storytelling. The implication offers a locally rooted and adaptive design model for preserving traditional arts in the digital era. Keyword: Balinese wayang, metaphorical architecture, Vastu Citra, arts center, Suryangkara, chakra.  Abstrak: Wayang tradisional Bali sebagai warisan budaya menghadapi tantangan kepunahan akibat digitalisasi. Penelitian ini merancang Pusat Kesenian Wayang di Pantai Lembang, Gianyar, sebagai sarana pelestarian makna seni melalui pendekatan metafora arsitektur dengan memanfaatkan pencahayaan alami pantai sebagai manifestasi visual "Suryangkara". Metode diawali observasi lapangan, studi kasus, dan analisis data sekunder untuk mengidentifikasi kebutuhan desain. Berdasarkan temuan tersebut, konsep desain mengintegrasikan tiga prinsip kunci: (1) Transfer Keterangan mentransformasikan filosofi cakra ke dalam struktur Vastu Citra; (2) Persepsi Subjektif menciptakan panggung ganda yang dibaca sebagai Kayon (pohon kehidupan) atau Cakra Ajna (mata kebijaksanaan) bergantung perspektif pengamat; (3) Hibriditas melalui QR code pada artefak budaya. Pendekatan ini disinergikan dengan zonasi Vastu Citra berbasis Nawa Sanga yang menghubungkan asosiasi dewa-cakra dan aliran prana, serta menempatkan open stage di Brahmasthan sebagai poros kosmis. Hasilnya adalah bangunan simbolis sebagai ruang "kelahiran kembali" wayang, di mana integrasi metafora-Vastu Citra menciptakan ruang fungsional sekaligus medium narasi budaya. Implikasinya menawarkan model desain berbasis kearifan lokal yang adaptif untuk pelestarian kesenian tradisional di era digital Kata Kunci: wayang Bali, Metafora Arsitektur, Vastu Citra, Pusat Kesenian,  Suryangkara, cakra.  Wayang tradisional Bali sebagai warisan budaya menghadapi tantangan kepunahan akibat digitalisasi. Penelitian ini merancang Pusat Kesenian Wayang di Pantai Lembang, Gianyar, sebagai sarana pelestarian makna seni melalui pendekatan metafora arsitektur dengan memanfaatkan pencahayaan alami pantai sebagai manifestasi visual "Suryangkara". Metode diawali observasi lapangan, studi kasus, dan analisis data sekunder untuk mengidentifikasi kebutuhan desain. Berdasarkan temuan tersebut, konsep desain mengintegrasikan tiga prinsip kunci: (1) Transfer Keterangan mentransformasikan filosofi cakra ke dalam struktur Vastu Citra; (2) Persepsi Subjektif menciptakan panggung ganda yang dibaca sebagai Kayon (pohon kehidupan) atau Cakra Ajna (mata kebijaksanaan) bergantung perspektif pengamat; (3) Hibriditas melalui QR code pada artefak budaya. Pendekatan ini disinergikan dengan zonasi Vastu Citra berbasis Nawa Sanga yang menghubungkan asosiasi dewa-cakra dan aliran prana, serta menempatkan open stage di Brahmasthan sebagai poros kosmis. Hasilnya adalah bangunan simbolis sebagai ruang "kelahiran kembali" wayang, di mana integrasi metafora-Vastu Citra menciptakan ruang fungsional sekaligus medium narasi budaya. Implikasinya menawarkan model desain berbasis kearifan lokal yang adaptif untuk pelestarian kesenian tradisional di era digital    Kata Kunci: wayang Bali, Metafora Arsitektur, Vastu Citra, Pusat Kesenian,  Suryangkara, cakra

    Pengaruh Gaya Hidup urban Terhadap Desain Arsitektur Pusat Perbelanjaan Dalam Aspek Budaya Konsumtif

    Full text link
    Abstract: The impact of urban lifestyles on the architectural design of shopping centers in Semarang, focusing on consumerist cultural patterns through case studies of Uptown Mall, Paragon Mall, The Park Mall, and Queen City Mall. In the context of a fast-paced and consumption-oriented urban society, shopping malls have evolved beyond their commercial function to become social, recreational, and lifestyle spaces. Architectural design is therefore required to be adaptive, integrating aesthetics, comfort, and functionality to meet diverse user needs. Elements such as modern interiors, communal spaces, and entertainment facilities are essential in attracting visitors and shaping urban social identity. The findings highlight that urban lifestyles significantly influence consumer preferences, with architectural quality playing a vital role in both the appeal and sustainability of malls. This research offers a valuable reference for future shopping center development, particularly in rapidly urbanizing cities. Keyword: Urban Lifestyle, Shoping Center, architecture,consumerism Abstrak: Pengaruh gaya hidup urban terhadap desain arsitektur pusat perbelanjaan di Kota Semarang lalu di kaji dalam budaya konsumtif pada gaya hidup urban  melalui studi kasus empat mall: Uptown Mall, Paragon Mall, The Park Mall, dan Queen City Mall. Dalam masyarakat urban yang konsumtif dan dinamis, Pusat perbelanjaan kini berperan tidak hanya sebagai lokasi transaksi ekonomi, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial, sarana hiburan, serta representasi gaya hidup. Oleh karena itu, desain arsitektur mall harus bersifat fleksibel, memadukan estetika, kenyamanan, dan fungsi yang mendukung beragam aktivitas pengunjung.. Desain interior yang modern, ruang komunal yang nyaman, serta fasilitas hiburan yang lengkap menjadi faktor penting dalam menarik minat masyarakat. Mall juga menjadi bagian dari identitas sosial masyarakat urban, sehingga peran desain sangat penting dalam menciptakan pengalaman ruang yang berkesan. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa gaya hidup urban sangat memengaruhi preferensi masyarakat terhadap pusat perbelanjaan, dan keberhasilan desain arsitektur berkontribusi besar terhadap daya tarik serta keberlanjutan mall. Studi ini diharapkan menjadi referensi bagi pengembangan desain pusat perbelanjaan di masa depan, terutama di kota-kota dengan tingkat urbanisasi tinggi. Kata Kunci: Gaya Hidup Urban; Pusat perbelanjaan; Arsitektur; Konsumtifpengaruh gaya hidup urban terhadap desain arsitektur pusat perbelanjaan di Kota Semarang lalu di kaji dalam budaya konsumtif pada gaya hidup urban  melalui studi kasus empat mall: Uptown Mall, Paragon Mall, The Park Mall, dan Queen City Mall. Dalam masyarakat urban yang konsumtif dan dinamis, Pusat perbelanjaan kini berperan tidak hanya sebagai lokasi transaksi ekonomi, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial, sarana hiburan, serta representasi gaya hidup. Oleh karena itu, desain arsitektur mall harus bersifat fleksibel, memadukan estetika, kenyamanan, dan fungsi yang mendukung beragam aktivitas pengunjung.. Desain interior yang modern, ruang komunal yang nyaman, serta fasilitas hiburan yang lengkap menjadi faktor penting dalam menarik minat masyarakat. Mall juga menjadi bagian dari identitas sosial masyarakat urban, sehingga peran desain sangat penting dalam menciptakan pengalaman ruang yang berkesan. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa gaya hidup urban sangat memengaruhi preferensi masyarakat terhadap pusat perbelanjaan, dan keberhasilan desain arsitektur berkontribusi besar terhadap daya tarik serta keberlanjutan mall. Studi ini diharapkan menjadi referensi bagi pengembangan desain pusat perbelanjaan di masa depan, terutama di kota-kota dengan tingkat urbanisasi tinggi

    EVALUASI PENGELOLAAN SAMPAH DI TINGKAT RUMAH TANGGA KABUPATEN NIAS UTARA

    Full text link
    Salah satu masalah yang dihadapi di Kabupaten Nias Utara dalam pengelolaan sampah pemukiman adalah masih minimnya tingkat pelayanan. Sistem pengelolaan sampah yang dilakukan khususnya sampah rumah tangga selama ini belum ada penanganan lebih lanjut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengamatan atau evaluasi terkait kondisi eksisting pengelolaan persampahan di Nias Utara khususnya sampah rumah tangga dan solusi untuk mengatasi hal tersebut. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara, observasi, serta dokumentasi (catatan ataupun arsip). Wawancara dilakukan kepada pihak DLH Kabupaten Nias Utara dan masyarakat. Dokumentasi data yang diperoleh terkait sarana prasarana serta kegiatan masayarakat terkait pengelolaan sampah, dituangkan ke dalam bentuk grafik. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pengelolaan sampah rumah tangga yang ada di Kabupaten Nias Utara saat ini ditangani oleh pemerintah daerah. Pengelolaan sampah rumah tangga dimulai dari pemindahan, pengangkutan, hingga ke TPS. Sebanyak 5% masyarakat mengumpulkan sampah ke pengumpul, 4% membuang sampah ke Sungai, 30% membakar sampah dan 61% sampah tidak dikelola. Bank sampah merupakan rekomendasi yang diberikan untuk mengatasi permasalahan dalam pemgelolaan sampah rumah tangga. Adanya bank sampah diharapkan mampu memberikan upaya pemberdayaan masyarakat dalam hal pengelolaan sampah rumah tangga di Kabupaten Nias Utara.Salah satu masalah yang dihadapi di Kabupaten Nias Utara dalam pengelolaan sampah pemukiman adalah masih minimnya tingkat pelayanan. Sistem pengelolaan sampah yang dilakukan khususnya sampah rumah tangga selama ini belum ada penanganan lebih lanjut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengamatan atau evaluasi terkait kondisi eksisting pengelolaan persampahan di Nias Utara khususnya sampah rumah tangga dan solusi untuk mengatasi hal tersebut. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara, observasi, serta dokumentasi (catatan ataupun arsip). Wawancara dilakukan kepada pihak DLH Kabupaten Nias Utara dan masyarakat. Dokumentasi data yang diperoleh terkait sarana prasarana serta kegiatan masayarakat terkait pengelolaan sampah, dituangkan ke dalam bentuk grafik. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pengelolaan sampah rumah tangga yang ada di Kabupaten Nias Utara saat ini ditangani oleh pemerintah daerah. Pengelolaan sampah rumah tangga dimulai dari pemindahan, pengangkutan, hingga ke TPS. Sebanyak 5% masyarakat mengumpulkan sampah ke pengumpul, 4% membuang sampah ke Sungai, 30% membakar sampah dan 61% sampah tidak dikelola. Bank sampah merupakan rekomendasi yang diberikan untuk mengatasi permasalahan dalam pemgelolaan sampah rumah tangga. Adanya bank sampah diharapkan mampu memberikan upaya pemberdayaan masyarakat dalam hal pengelolaan sampah rumah tangga di Kabupaten Nias Utara

    Pemanfaatan Sistem Informasi Digital Menggunakan Kerangka Kerja People Process Technology

    No full text
    This study examines the utilization of digital information systems in Indonesia from a national perspective using a descriptive quantitative approach and national digital indicators interpreted through the People–Process–Technology framework. The findings indicate that digital information systems in Indonesia demonstrate strong utilization in terms of user participation and technology adoption, particularly through mobile-based access. These results confirm that digital technologies have become an essential part of daily activities and function as mainstream infrastructures at the national level. However, the analysis also reveals that infrastructure readiness and supporting processes have developed at a slower pace compared to user adoption and technological access. This imbalance may limit the effectiveness and consistency of digital information system utilization, despite high levels of access. From a People–Process–Technology perspective, the people and technology dimensions appear relatively strong, while the process dimension represents the primary constraint. Overall, the study concludes that effective utilization of digital information systems requires balanced development across people, process, and technology dimensions to fully maximize the benefits of widespread digital adoption in Indonesia.Studi ini mengkaji pemanfaatan sistem informasi digital di Indonesia dari perspektif nasional menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan indikator digital nasional yang diinterpretasikan melalui kerangka Kerja Manusia–Proses–Teknologi. Temuan ini menunjukkan bahwa sistem informasi digital di Indonesia menunjukkan pemanfaatan yang kuat dalam hal partisipasi pengguna dan adopsi teknologi, khususnya melalui akses berbasis seluler. Hasil ini mengkonfirmasi bahwa teknologi digital telah menjadi bagian penting dari aktivitas sehari-hari dan berfungsi sebagai infrastruktur utama di tingkat nasional. Namun, analisis tersebut juga mengungkapkan bahwa kesiapan infrastruktur dan proses pendukung berkembang lebih lambat dibandingkan dengan adopsi pengguna dan akses teknologi. Ketidakseimbangan ini dapat membatasi efektivitas dan konsistensi pemanfaatan sistem informasi digital, meskipun tingkat aksesnya tinggi. Dari perspektif Manusia–Proses–Teknologi, dimensi manusia dan teknologi tampak relatif kuat, sementara dimensi proses merupakan kendala utama. Secara keseluruhan, studi ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan sistem informasi digital yang efektif memerlukan pengembangan yang seimbang di seluruh dimensi manusia, proses, dan teknologi untuk memaksimalkan manfaat dari adopsi digital yang luas di Indonesia

    PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN MELALUI PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) BAGI SISWA SMKN 15 BANDUNG

    Full text link
    Perkembangan teknologi digital, khususnya Artificial Intelligence (AI), telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan. Namun, pemanfaatannya di tingkat sekolah menengah kejuruan masih menghadapi berbagai keterbatasan, baik dari sisi pemahaman guru maupun siswa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SMKN 15 Bandung dengan tujuan untuk meningkatkan literasi digital, keterampilan praktis, serta motivasi belajar siswa melalui pemanfaatan teknologi AI. Metode kegiatan meliputi observasi kebutuhan, penyusunan materi, pelatihan interaktif, praktik langsung, serta pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai konsep dasar AI, keterampilan penggunaan aplikasi berbasis AI (seperti ChatGPT, Grammarly, Canva AI, dan Quillbot), serta motivasi belajar yang lebih tinggi. Kendala berupa keterbatasan perangkat dan akses internet diatasi dengan penggunaan perangkat secara berkelompok dan memanfaatkan fasilitas sekolah. Program ini terbukti memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran serta kesiapan siswa menghadapi era industri 4.0.The development of digital technology, particularly Artificial Intelligence (AI), has brought significant changes to the field of education. However, its utilization at the vocational high school level still faces various limitations, both from the perspective of teachers' and students' understanding. This community service activity was conducted at SMKN 15 Bandung with the aim of improving digital literacy, practical skills, and students' learning motivation through the use of AI technology. The activity methods included needs observation, material preparation, interactive training, hands-on practice, and mentoring. The results of the activity showed an increase in students' knowledge of basic AI concepts, skills in using AI-based applications (such as ChatGPT, Grammarly, Canva AI, and Quillbot), as well as higher learning motivation. The obstacles in the form of limited devices and internet access were addressed by using devices in groups and utilizing school facilities. This program has proven to provide a tangible contribution to improving the quality of learning and preparing students to face the Industry 4.0 era

    OPTIMALISASI PEMANFAATAN SUMBER DAYA AIR DALAM WAWASAN KETAHANAN BANGSA: SEBUAH ULASAN: SEBUAH ULASAN

    No full text
    Water plays many important roles in various sectors of life. The concept of water security is a form of social security that can guarantee access to water for communities and individuals. Therefore, this study aims to review journals, articles, and scientific papers that discuss water resource management and conservation and their relationship to national awareness and security. The research was conducted using a literature review method with a narrative approach. The results of the study show that sustainable development requires the integration of water resource conservation and policies that support effective and equitable management. The concept of Smart Water Management (SWM) based on local wisdom can be used as a method of water resource management. One of the steps to achieve national resilience is by securing water resilience. The results of the evaluation of water resource conservation development show that the implementation of water resource conservation in Indonesia has not been running well.Air memainkan banyak peran penting di berbagai sektor kehidupan. Konsep ketahanan air merupakan salah satu konsep jaminan sosial,yang dapat menjamin akses masyarakat dan individu terhadap air. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan ulasan terhadap jurnal, artikel dan makalah ilmiah yang membahas mengenai pengelolaan dan konservasi sumber daya air serta kaitannya terhadap wawasan kebangsaan dan ketahanan bangsa. Penelitian dilakukan melalui metode literature review dengan pendekatan naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan berkelanjutan membutuhkan integrasi antara konservasi sumber daya air dan kebijakan yang mendukung pengelolaan yang efektif dan adil. Konsep Smart Water Management (SWM) berbasis kearifan lokal dapat dijadikan metode pengelolaan sumber daya air. Salah satu langkah untuk mencapai ketahanan nasional adalah dengan cara mengamankan aspek ketahanan air. Hasil evaluasi pembangunan konservasi sumber daya air menunjukkan bahwa perwujudan konservasi sumber daya air di Indonesia belum dapat berjalan dengan baik

    759

    full texts

    861

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal Universitas Kebangsaan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇