E-Jurnal Universitas Kebangsaan
Not a member yet
861 research outputs found
Sort by
PENGGUNAAN KOMPUTASIONAL LINGUISTIK DALAM ETIKA PROFESI BERKEBANGSAAN
The development of information technology has brought significant changes to the dynamics of this nation’s life. Its utilization can transform societal habits, as it not only increases efficiency within work frameworks but also demands the application of professional ethics through more advanced computational linguistics in a digital society. This research aims to analyze the role of information technology in supporting the implementation of professional ethics and to identify the challenges and opportunities arising from the integration of technology in professional practices using computational linguistics. The methods used include literature studies, document analysis, and case reviews related to professional ethics in the digital era. The findings show that information technology contributes to strengthening ethical values such as transparency, accountability, and information openness. However, technology also presents risks, including privacy violations, data misuse, and decreased professional integrity if not accompanied by adequate supervision and digital literacy. These findings affirm that the implementation of professional ethics must progress in tandem with technological development through clear regulations, increased ethical awareness, and secure digital infrastructure support. Overall, this study emphasizes the importance of synergy between information technology and professional ethics to create a work environment that upholds integrity and earns public trust.Perkembangan teknologi informasi membawa perubahan signifikan pada gerak kehidupan bangsa ini. Pemanfaatannya dapat mengubah kebiasaan bangsa ini karena tidak hanya meningkatkan efisiensi dalam kerangka pekerjaan, tetapi juga menuntut penerapan etika profesi melalui komputasional ligustik yang lebih matang di tengah masyarakat digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teknologi informasi dalam mendukung penerapan etika profesi serta mengidentifikasi tantangan dan peluang yang muncul dari integrasi teknologi dalam praktik profesional dengan komputasional linguistik. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, analisis dokumen, dan peninjauan kasus terkait etika profesi di era digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi informasi berkontribusi dalam memperkuat nilai-nilai etis, seperti transparansi, akuntabilitas, dan keterbukaan informasi. Namun, teknologi juga menghadirkan risiko berupa pelanggaran privasi, penyalahgunaan data, dan menurunnya integritas profesional apabila tidak disertai pengawasan dan literasi digital yang memadai. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan etika profesi harus berjalan seiring dengan perkembangan teknologi melalui regulasi yang jelas, peningkatan kesadaran etis, dan dukungan infrastruktur digital yang aman. Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan pentingnya sinergi antara teknologi informasi dan etika profesi untuk menciptakan lingkungan kerja yang berintegritas dan dapat dipercaya masyarakat
Strategi Pengendalian Persediaan Bahan Baku Plastik Dengan Peramalan Permintaan dan Economic Order Quantity: Strategi Pengendalian Persediaan
PT Peka Cipta Kembali is a company engaged in processing plastic waste into recycled plastic pellets, playing an important role in supporting the circular economy and reducing environmental pollution. However, the company faces challenges related to raw material inventory imbalance, where stockouts occur in certain types such as Aqua and BL Hijau, while at the same time overstock is found in other types such as BL Merah. This condition potentially disrupts production continuity, causes warehouse congestion, and reduces the effectiveness of the inventory system. This study aims to analyze inventory control strategies by combining demand forecasting methods with the Economic Order Quantity (EOQ) approach. The data used consist of historical sales records for one year, focusing on six main raw material types, namely Aqua, BL Biru, BL Hijau, BL Merah, BL BN, and BL PK. The exponential smoothing method was employed to estimate future raw material needs, while Economic Order Quantity (EOQ) was applied to determine the optimal order quantity to maintain inventory stability. The results show that integrating demand forecasting and EOQ helps minimize the risks of stockouts and overstocks, maintain a balanced inventory according to production requirements, and support the continuity of the company’s operations in a more controlled and sustainable manner.PT Peka Cipta Kembali merupakan perusahaan pengolahan limbah plastik menjadi biji plastik daur ulang yang memiliki peran penting dalam mendukung ekonomi sirkular sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan. Namun, dalam operasionalnya perusahaan menghadapi permasalahan ketidakseimbangan persediaan bahan baku, di mana terjadi stockout pada jenis tertentu seperti Aqua dan BL Hijau, sementara pada saat yang sama ditemukan overstock pada jenis lain seperti BL Merah. Kondisi ini berpotensi menghambat kelancaran produksi, menimbulkan penumpukan bahan di gudang, dan menurunkan efektivitas sistem persediaan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis strategi pengendalian stok bahan baku dengan mengombinasikan metode peramalan permintaan dan Economic Order Quantity (EOQ). Data yang digunakan berupa catatan historis penjualan selama satu tahun dengan fokus pada enam jenis bahan baku utama, yaitu Aqua, BL Biru, BL Hijau, BL Merah, BL Bening, dan BL Putih Kapur. Metode Exponential Smoothing digunakan untuk memperkirakan kebutuhan bahan baku pada periode berikutnya, sementara metode Economic Order Quantity (EOQ) diterapkan untuk menentukan jumlah pemesanan yang ekonomis agar ketersediaan stok tetap stabil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kedua metode tersebut mampu menekan risiko terjadinya stockout maupun overstock, menjaga keseimbangan persediaan sesuai kebutuhan produksi, serta mendukung keberlanjutan proses operasional perusahaan
Pengaruh Hard Skill dan Soft Skill Terhadap Kinerja Karyawan
Introduction: In today’s global competition, companies increasingly recognize that employee performance depends not only on technical expertise but also on interpersonal and self-management abilities. This study investigates the role of hard skills and soft skills in shaping employee performance within the service industry. Background Problems: Despite the growing demand for high-performing employees, many organizations still struggle to balance technical competencies with non-technical capabilities. The central research question is: To what extent do hard skills and soft skills affect employee performance, both individually and simultaneously? Novelty: While previous studies have examined these variables in broader corporate settings, few have empirically tested their combined impact within a fast-growing food and beverage franchise context in Indonesia. This study provides context-specific evidence by focusing on Mixue Ice Cream & Tea employees in Bandung. Research Methods: This research employed a quantitative design with a sample of 30 employees selected through saturated sampling. Data were collected via questionnaires, observations, and interviews, and analyzed using multiple linear regression, including t-tests for partial effects and F-tests for simultaneous effects. Finding/Results: The results indicate that both hard skills and soft skills significantly and positively influence employee performance. Partial tests show that each variable contributes independently, while simultaneous analysis reveals a combined effect explaining 41% of performance variance. Conclusion: The study concludes that enhancing both technical expertise and interpersonal abilities is crucial to improving employee performance. Organizations should therefore prioritize integrated training and development programs that strengthen hard and soft skills to remain competitive in the service sector
ANALYSIS OF RAW MATERIAL INVENTORY USING EOQ METHOD (CASE PT.CIOMAS ADISATWA) BANDUNG: ANALYSIS OF RAW MATERIAL INVENTORY USING THE EOQ METHOD
PT. Ciomas Adisatwa merupakan salah satu Supplier bahan baku di Geprek Jade Chicken. Geprek Jade Chicken adalah perusahaan F&B (ayam geprek) yang sudah berdiri dari tahun 2019, dengan menu utama berbahan dasar ayam. Dalam melakukan kegiatan produksinya, sangat berkaitan dengan persediaan bahan baku yang merupakan komponen penting yang harus tersedia untuk kelancaran proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian persediaan bahan baku dalam rangka efisiensi dan juga untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara metode EOQ (Economic Order Quantity) dengan metode yang dilakukan Geprek Jade Chicken selama ini. Pengumpulan data dilakukan mulai dari bulan Februari-Agusutus 2024. Dengan menggunakan metode EOQ hasilnya lebih efisien. Total biaya persediaan bahan baku dapat dibandingkan menurut metode EOQ dan metode perusahaan, juga timbul penghematan selama periode Februari-Agustus. Total biaya ayam menurut perusahaan sebesar Rp. 358.915,00, menurut EOQ Rp. 95.063,00, penghematan sebesar Rp. 263.852,00. Total biaya mie menurut perusahaan sebesar Rp. 134.632,- menurut EOQ sebesar Rp. 59.396,00, penghematan sebesar Rp. 75.235,00. Total biaya tepung menurut perusahaan Rp. 175.974,00, menurut EOQ sebesar Rp. 164.163,00, penghematan Rp. 111.810,00. Penghematan biaya persediaan total yang terjadi sebesar Rp. 450.897,00. Sesuai dengan tujuan penelitian, perusahaan sebaiknya menerapkankan metode EOQCiomas Adisatwa is one of the raw material suppliers at Geprek Jade Chicken. Geprek Jade Chicken is an F&B (geprek chicken) company that has been established in 2019, the main menu is made from chicken. In carrying out production activities, it is closely related to the supply of raw materials which are important components that must be available for the smooth production process. One of the oldest inventory control methods in the world and quite capable and widely used by entrepreneurs is the Economic Order Quantity (EOQ) method. Where the EOQ method can determine the optimal amount of inventory. This research aims to analyze the control of chicken raw material supplies in the context of efficiency and also to find out whether there is a difference between the EOQ method and the method used by Geprek Jade Chicken in providing raw materials. Data collection will be carried out from February-August 2024. The EOQ method in procuring raw materials, it can be concluded that using the EOQ method results are more efficient. The cost savings that can be obtained by the company during the February-August period (currently) are as follows: The total cost of chicken according to the company is IDR. 358,915,00., EOQ it is Rp. 95,063,00., so there is a savings of Rp. 263,852,00. The total cost according to the company is IDR. 134,632,00., EOQ it is Rp. 59,396,00., so there is a savings of Rp. 75,235,00. The total flour cost according to the company is Rp. 175,974,00. EOQ it is Rp. 164,163,00., so there is a savings of Rp. 111,810,00. The total savings according to Rp. 450.897,00. So to achieve research objectives, companies should use the EOQ method
Penerapan Metode Peta Kendali untuk Pengendalian Kualitas Biji Plastik Daur Ulang di PT Peka Cipta Kembali: Penerapan Metode Peta
Quality control is essential to ensure that products meet established standards, including recycled plastic pellets produced by PT Peka Cipta Kembali. However, the company faces challenges in the form of product returns from customers. This study aims to examine the quality control process of recycled plastic pellets at PT Peka Cipta Kembali, evaluate the application of p-control chart methods, and identify the factors causing quality variation. Data were obtained through observation, interviews, and documentation. The results show that quality inspection at the company in on carried out during the production process and not yet on the final product. The application of the p-control chart method to clear PP plastik pellets found color inconsistency defects (0%, capable process), contamination defects (100%, incapable process), curled caut defects with 47 cases (8 points outside the UCL, incapable process), and bubble defects with 2.287 cases (3 points outside the UCl, incapable process). In addition, special patterns within control limits were observed, namely consecutive points on the same side of the center line in curled cut and bubble defects. Factors causing variation include worker inaccurancy, manually controlled cooling water temperature, contaminated raw materials, dirty screen mesh, humidity, and others. Thus, this study recommends improvements in product quality to enchance consistency and standardization.Pengendalian kualitas penting untuk memastikan produk sesuai dengan standar yang ditetapkan, termasuk pada biji plastik daur ulang yang diproduksi di PT Peka Cipta Kembali. Namun, perusahaan memiliki tantangan berupa retur produk oleh konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengendalian kualitas biji plastik daur ulang di PT Peka Cipta Kembali, mengkaji penerapan metode peta kendali p, dan mengidentifikasi faktor penyebab variasi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa pemeriksaan kualitas di perusahaan hanya dilakukan pada proses produksinya belum pada produk akhir. Penerapan metode peta kendali p pada biji plastik PP Bening ditemukan cacat warna tidak seragam (0%, proses kapabel), cacat adanya kontaminan (100%, proses tidak kapabel), cacat potongan menggulung ditemukan 47 cacat (8 titik diluar UCL, proses tidak kapabel ) dan cacat memiliki gelembung ditemukan 2.287 cacat (3 titik diluar garis UCL dan 1 titik diluar garis LCL, proses tidak kapabel). Selain itu, ditemukan pola khusus didalam batas kendali berupa titik-titik berturut-turut disatu sisi yang sama pada cacat potongan menggulung dan memiliki gelembung. Faktor penyebab variasi meliputi, ketidaktelitian pekerja, suhu air pendingin dikontrol manual, bahan baku terkontaminasi, screen mesh kotor, kelembaban udara, dan lain-lain. Sehingga, penelitian ini merekomendasikan perbaikan kualitas produk untuk meningkatkan konsistensi dan standar kualitas
KAJIAN KOMPARATIF KONFIGURASI RUANG Studi Kasus : Museum Nasional Indonesia, Museum MACAN, ART1:New Museum: Studi Kasus: Museum Nasional Indonesia, Museum MACAN, ART1:New Museum
Abstract: As a key cultural institution, the museum plays a vital role in education and recreation. However, its appeal and engagement among diverse visitor demographics remain uneven. While the fundamental function of museums persists, there is a growing need for advancement in the presentation of collections, spatial organization, and the provision of visitor-oriented facilities. This study seeks to examine the relationships, comparisons, and contrasts in architectural design and spatial organization within museums featuring diverse collection typologies. The primary objective is to assess spatial planning standards through the analysis of form, spatial arrangements, and the interplay between spaces and exhibited collections. A comparative methodology is employed, utilizing an analytical approach to three museums located in Jakarta: Museum Nasional Indonesia, Museum MACAN, and ART1: New Museum. Descriptive analysis focuses on spatial patterns, interrelationships between spaces, and the characteristics of the collections. Data is gathered through literature review and online observations. The findings of this research are anticipated to provide a comprehensive understanding of the similarities and divergences in museum spatial planning and offer architectural design recommendations that can enhance both the visitor experience and the functionality of museum spaces.
Keyword: Museum, Architectural Design, Spatial Organization
Abstrak: Museum sebagai institusi publik memiliki peran penting dalam pendidikan dan rekreasi, namun pemahaman dan daya tariknya terhadap pengunjung, khususnya dari berbagai kalangan usia, masih belum merata. Fungsi utama museum tetap konsisten, namun perkembangan dalam penyajian koleksi, pengaturan ruang, dan fasilitas yang mendukung pengalaman pengunjung sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan, perbandingan, dan perbedaan desain arsitektural dan organisasi ruang pada museum dengan tipologi koleksi yang beragam. Fokus utama penelitian adalah untuk mengevaluasi standar perencanaan tata ruang museum melalui studi bentuk, organisasi ruang, dan interaksi ruang dengan koleksi yang dipamerkan. Studi ini menggunakan metode komparasi dengan pendekatan analitis terhadap tiga museum yang ada di Jakarta, yakni Museum Nasional Indonesia, Museum MACAN, dan ART1: New Museum. Analisis dilakukan secara deskriptif terhadap pola tata ruang, hubungan antar ruang, dan karakteristik koleksi. Data diperoleh melalui studi literatur dan survey lapangan. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan pemahaman yang mendalam tentang perbedaan dan kesamaan dalam perencanaan ruang museum, serta memberikan rekomendasi desain arsitektural yang dapat meningkatkan kualitas pengalaman pengunjung dan fungsionalitas ruang dalam museum.
Kata Kunci: Museum, Desain Arsitektural, Organisasi Ruang
Museum sebagai institusi publik memiliki peran penting dalam pendidikan dan rekreasi, namun pemahaman dan daya tariknya terhadap pengunjung, khususnya dari berbagai kalangan usia, masih belum merata. Fungsi utama museum tetap konsisten, namun perkembangan dalam penyajian koleksi, pengaturan ruang, dan fasilitas yang mendukung pengalaman pengunjung sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan, perbandingan, dan perbedaan desain arsitektural dan organisasi ruang pada museum dengan tipologi koleksi yang beragam. Fokus utama penelitian adalah untuk mengevaluasi standar perencanaan tata ruang museum melalui studi bentuk, organisasi ruang, dan interaksi ruang dengan koleksi yang dipamerkan. Studi ini menggunakan metode komparasi dengan pendekatan analitis terhadap tiga museum yang ada di Jakarta, yakni Museum Nasional Indonesia, Museum MACAN, dan ART1: New Museum. Analisis dilakukan secara deskriptif terhadap pola tata ruang, hubungan antar ruang, dan karakteristik koleksi. Data diperoleh melalui studi literatur dan survey lapangan. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan pemahaman yang mendalam tentang perbedaan dan kesamaan dalam perencanaan ruang museum, serta memberikan rekomendasi desain arsitektural yang dapat meningkatkan kualitas pengalaman pengunjung dan fungsionalitas ruang dalam museum
KARAKTER VISUAL ARSITEKTUR JALAN MARGA UTAMA YOGYAKARTA DALAM PERSPEKTIF DESAIN INDIS DAN CINA
Abstract: Urban development in various aspects, including in Yogyakarta, has highlighted numerous changes in the era of modernization, particularly regarding colonial and Chinese buildings that have become an integral part of the city's history. This study aims to identify and analyze the visual architectural character along Jalan Marga Utama, Yogyakarta, with a focus on the influence and manifestation of façade elements from Indische and Chinese design. As one of the historical corridors in the city center of Yogyakarta, Jalan Marga Utama houses various heritage and commercial buildings that reflect cultural acculturation through architectural forms. This research employs a descriptive-analytic method, with data collected through direct observation, visual documentation, and literature study. The analysis focuses on façade elements such as roof forms, doors, windows, and ornamentation. The results show that the architecture in this area displays a blend of colonial-style Indische design and preserved Chinese design elements. These findings indicate an aesthetic and cultural value integration within the area's architecture, while also reflecting the historical and social dynamics of Yogyakarta's society. This research is expected to contribute to efforts in preserving the city's visual identity and to serve as a reference for urban design based on local wisdom.
Keyword: Building facade, Indische architecture, Chinese architecture
Abstrak: Pembangunan kota dalam berbagai aspek termasuk di Yogyakarta telah menyoroti berbagai perubahan beberapa dalam era modernisasi, khususnya bangunan-bangunan kolonial dan Cina yang sudah menjadi bagian dari sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis karakter visual arsitektur yang terdapat di sepanjang Jalan Marga Utama Yogyakarta dengan fokus pada pengaruh dan perwujudan elemen-elemen fasad desain Indis dan Cina. Jalan Marga Utama sebagai salah satu koridor historis di pusat kota Yogyakarta menyimpan berbagai bangunan bersejarah dan komersial yang mencerminkan akulturasi budaya dalam bentuk arsitektural. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik, dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, dokumentasi visual, dan studi literatur. Analisis dilakukan terhadap fasad seperti bentuk atap, pintu, jendela, dan ornamen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsitektur di kawasan tersebut memperlihatkan perpaduan antara desain Indis yang berciri kolonial dan desain Cina yang masih dipertahankan. Temuan ini menunjukkan adanya integrasi estetika dan nilai budaya dalam arsitektur kawasan tersebut, sekaligus mencerminkan dinamika sejarah dan sosial masyarakat Yogyakarta. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi dalam upaya pelestarian identitas visual kawasan kota serta sebagai referensi dalam perancangan kota berbasis kearifan lokal.
Kata Kunci: Fasad bangunan, Arsitektur Indis, Arsitektur Cina
Pembangunan kota dalam berbagai aspek termasuk di Yogyakarta telah menyoroti berbagai perubahan beberapa dalam era modernisasi, khususnya bangunan-bangunan kolonial dan Cina yang sudah menjadi bagian dari sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis karakter visual arsitektur yang terdapat di sepanjang Jalan Marga Utama Yogyakarta dengan fokus pada pengaruh dan perwujudan elemen-elemen fasad desain Indis dan Cina. Jalan Marga Utama sebagai salah satu koridor historis di pusat kota Yogyakarta menyimpan berbagai bangunan bersejarah dan komersial yang mencerminkan akulturasi budaya dalam bentuk arsitektural. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik, dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, dokumentasi visual, dan studi literatur. Analisis dilakukan terhadap fasad seperti bentuk atap, pintu, jendela, dan ornamen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsitektur di kawasan tersebut memperlihatkan perpaduan antara desain Indis yang berciri kolonial dan desain Cina yang masih dipertahankan. Temuan ini menunjukkan adanya integrasi estetika dan nilai budaya dalam arsitektur kawasan tersebut, sekaligus mencerminkan dinamika sejarah dan sosial masyarakat Yogyakarta. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi dalam upaya pelestarian identitas visual kawasan kota serta sebagai referensi dalam perancangan kota berbasis kearifan lokal
ELEMEN - ELEMEN SEMIOTIKA PELINGGIH GEDONG DI PURA PANTHI DEWA, DESA MENGWI, BALI
Abstract: Puri Ageng Mengwi (Mengwi Kingdom) holds significant historical heritage. Unfortunately, there are few scientific writings that explore this topic. One of its legacies is Pura Panthi Dewa, which houses Pelinggih Gedong, a structure closely linked to the royal palace. This study aims to analyze the architectural elements of Pelinggih Gedong using Peirce’s semiotic theory, which consists of representamen (physical form), object (what is referenced), and interpretant (the meaning produced). A qualitative descriptive method was employed, with data collected through field observations, in-depth interviews with selected informants, and literature review. Data analysis followed the Miles and Huberman model, with validity ensured through triangulation techniques. The findings reveal that each part of Pelinggih Gedong, from the roof (palih Sari), body (palih Batur Sari), to the base (palih Bebaturan Sor), carries profound meanings related to Hindu cosmology, including the power of Vishnu, Brahma, and Iswara, as well as values such as humility and devotion in worship. The structure also reflects the Tri Angga concept (Uttama, Madya, Nista), representing the hierarchical levels of the universe. Additionally, this study uncovers the influence of Puri Ageng Mengwi in the form and ornaments of Pelinggih Gedong, reflecting historical social hierarchy and power.
Keyword: Peirce’s Semiotics, Pelinggih Gedong, Tri Angga
Abstrak: Abstrak Puri Ageng Mengwi (Kerajaan Mengwi) memiliki banyak peninggalan sejarah. Sayangnya, tidak banyak tulisan ilmiah yang mengeksplor hal tersebut. Salah satu peninggalannya yaitu Pura Panthi Dewa yang didalamnya terdapat Pelinggih Gedong yang sangat erat kaitannya dengan pihak puri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis elemen-elemen arsitektur Pelinggih Gedong menggunakan teori semiotika Peirce, yang terdiri dari representamen (bentuk fisik), objek (yang dirujuk), dan interpretan (makna yang dihasilkan) secara mendalam. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan informan terpilih, dan studi literatur. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman, validitasnya dipastikan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap bagian Pelinggih Gedong, sejak dari atap (palih Sari), badan (palih Batur Sari), hingga bagian kaki (palih Bebaturan Sor), memiliki makna mendalam yang terkait dengan konsep kosmologi Hindu, seperti kekuatan Dewa Wisnu, Dewa Brahma, dan Dewa Iswara, serta nilai-nilai seperti kerendahan hati dan keteguhan dalam memuja kebesaranNya. Struktur bangunan ini, juga mencerminkan konsep Tri Angga (Uttama, Madya, Nista) yang menggambarkan tingkatan hierarki alam semesta. Penelitian ini, juga mengungkap pengaruh Puri Ageng Mengwi dalam wujud dan ornamen Pelinggih Gedong, yang mencerminkan hierarki sosial serta kekuasaan pada masa lalu.
Kata Kunci: Semiotika Peirce, Pelinggih Gedong, Tri AnggaAbstrak: Abstrak Puri Ageng Mengwi (Kerajaan Mengwi) memiliki banyak peninggalan sejarah. Sayangnya, tidak banyak tulisan ilmiah yang mengeksplor hal tersebut. Salah satu peninggalannya yaitu Pura Panthi Dewa yang didalamnya terdapat Pelinggih Gedong yang sangat erat kaitannya dengan pihak puri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis elemen-elemen arsitektur Pelinggih Gedong menggunakan teori semiotika Peirce, yang terdiri dari representamen (bentuk fisik), objek (yang dirujuk), dan interpretan (makna yang dihasilkan) secara mendalam. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan informan terpilih, dan studi literatur. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman, validitasnya dipastikan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap bagian Pelinggih Gedong, sejak dari atap (palih Sari), badan (palih Batur Sari), hingga bagian kaki (palih Bebaturan Sor), memiliki makna mendalam yang terkait dengan konsep kosmologi Hindu, seperti kekuatan Dewa Wisnu, Dewa Brahma, dan Dewa Iswara, serta nilai-nilai seperti kerendahan hati dan keteguhan dalam memuja kebesaranNya. Struktur bangunan ini, juga mencerminkan konsep Tri Angga (Uttama, Madya, Nista) yang menggambarkan tingkatan hierarki alam semesta. Penelitian ini, juga mengungkap pengaruh Puri Ageng Mengwi dalam wujud dan ornamen Pelinggih Gedong, yang mencerminkan hierarki sosial serta kekuasaan pada masa lalu.
Kata Kunci: Semiotika Peirce, Pelinggih Gedong, Tri Angg
Student Attendance Information System at SMKN with Web-Based QR Code
SMKN Kakuluk Mesak is a vocational high school located in Dua Laus Village, Kakuluk Mesak District, Belu Regency, East Nusa Tenggara Province, which prepares students to work in specific fields. Students can continue their education at SMK after completing their education at the junior high school level. The study period for SMK students is carried out for three to four years of learning, which is divided into three years of study at school and one year in the related industry department. SMKN Kakuluk Mesak has five majors: APAT, NKPI, WBE, TKPI, and APHPI. One of the problems at SMKN Kakuluk Mesak in terms of technology is the manual attendance and grading of students. Attendance and grades are recorded using books. Therefore, a web-based student attendance information system with QR code is needed to facilitate the student attendance process. This system is built using the waterfall method, which is a systematic and directed approach to developing software in which it is used step by step until it runs in order. This research resulted in a website-based student attendance information system with QR code that helps the school manage attendance data and students can view grades and attendance records anytime and anywhere.
Keywords: Website; QR Code; Attendance; Waterfall
SMKN Kakuluk Mesak merupakan sekolah menengah kejuruan yang terletak di Desa Dua Laus, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang mempersiapkan siswa untuk bekerja di bidang tertentu. Siswa dapat melanjutkan pendidikan di SMK setelah menyelesaikan pendidikan di tingkat SMP. Masa studi siswa SMK dilaksanakan selama tiga sampai empat tahun pembelajaran, yang mencakup tiga tahun belajar di sekolah dan satu tahun di jurusan industri terkait. SMKN Kakuluk Mesak memiliki lima jurusan: APAT, NKPI, WBE, TKPI, dan APHPI. Salah satu masalah di SMKN Kakuluk Mesak dalam hal teknologi adalah absensi dan penilaian siswa yang masih manual. Absensi dan nilai siswa dicatat dengan menggunakan buku. Oleh karena itu, diperlukan sistem informasi absensi siswa berbasis web dengan QR code untuk memudahkan proses absensi siswa. Sistem ini dibangun dengan menggunakan metode air terjun, yaitu suatu pendekatan yang sistematis dan terarah dalam mengembangkan perangkat lunak yang digunakan secara bertahap hingga berjalan secara urut. Penelitian ini menghasilkan sebuah sistem informasi absensi siswa berbasis website dengan QR code yang membantu pihak sekolah dalam mengelola data absensi dan siswa dapat melihat nilai dan catatan kehadiran kapanpun dan dimanapun.
Kata Kunci: Situs Web; Kode QR; Kehadiran; Air Terju
PENGARUH KONSUMSI BERITA DAN KOMUNIKASI POLITIK TERHADAP KETERLIBATAN WARGA NEGARA PADA MAHASISWA KOTA BANDUNG
This study aims to examine the effect of news consumption on citizen engagement through political communication mediation, using a quantitative approach and explanatory design. The main variables studied include news consumption (KBE), political communication (consisting of political issue concern/KIP and frequency of political communication/FKP), and citizen engagement as measured by citizen self-confidence (KDW), future involvement interest (MKM), and actions to promote important issues (MIP). Data were collected through an online survey involving 103 students in Bandung City. The analysis was conducted using Structural Equation Modeling based on Partial Least Squares (PLS-SEM) to evaluate direct and indirect relationships between variables. The results of the study showed that news consumption had a positive and significant effect on political issue concern (β = 0.460, p < 0.001) and frequency of political communication (β = 0.212, p = 0.007). Furthermore, political communication proved to be a significant mediator in bridging the influence of news consumption on citizen involvement. FKP had a positive effect on KDW (β = 0.382, p < 0.001) and MIP (β = 0.308, p < 0.001), while KDW was an important predictor for MKM (β = 0.522, p < 0.001) and MIP (β = 0.199, p = 0.007). Various indirect effect pathways also showed statistical significance, confirming the important role of political communication as a mediating mechanism. These findings underscore the importance of media literacy in increasing student political participation in the digital era.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh konsumsi berita terhadap keterlibatan warganegara melalui mediasi komunikasi politik, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain eksplanatori. Variabel utama yang dikaji meliputi konsumsi berita (KBE), komunikasi politik (yang terdiri dari kepedulian isu politik/KIP dan frekuensi komunikasi politik/FKP), serta keterlibatan warganegara yang diukur melalui kepercayaan diri warganegara (KDW), minat keterlibatan masa depan (MKM), dan tindakan mempromosikan isu penting (MIP). Data dikumpulkan melalui survei daring yang melibatkan 103 mahasiswa di Kota Bandung. Analisis dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM) untuk mengevaluasi hubungan langsung maupun tidak langsung antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi berita berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepedulian isu politik (β = 0.460, p < 0.001) dan frekuensi komunikasi politik (β = 0.212, p = 0.007). Selanjutnya, komunikasi politik terbukti menjadi mediator yang signifikan dalam menjembatani pengaruh konsumsi berita terhadap keterlibatan warganegara. FKP berpengaruh positif terhadap KDW (β = 0.382, p < 0.001) dan MIP (β = 0.308, p < 0.001), sedangkan KDW menjadi prediktor penting bagi MKM (β = 0.522, p < 0.001) dan MIP (β = 0.199, p = 0.007). Berbagai jalur efek tidak langsung juga menunjukkan signifikansi statistik, mengonfirmasi peran penting komunikasi politik sebagai mekanisme mediasi. Temuan ini menegaskan pentingnya literasi media dalam meningkatkan partisipasi politik mahasiswa di era digital.