Berugak Jurnal Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram
Not a member yet
    3062 research outputs found

    Sustainable development through the planting of 4,000 mangroves on the Utan coast, Sumbawa

    No full text
    [Bahasa]: Pengabdian ini mengkaji keberhasilan program pengabdian masyarakat melalui penanaman 4000 bibit mangrove di Pesisir Utan, Sumbawa. Program ini menggunakan metode Asset Based Community Development (ABCD) yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat, pemerintah daerah, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya ekosistem mangrove serta mendukung aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan. Adapun mitra dalam pengabidan ini adalah PT. Solusi Masyarakat Mandiri (SMM) dengan Universitas Teknologi Sumbawa, sedangkan 319 partisipan yang turut hadir meliputi perwakilan dari pemerintah daerah (PEMDA), akademisi, praktisi, mahasiswa, siswa SMA/K, dan masyarakat umum. Kegiatan dimulai dengan talkshow yang berhasil meningkatkan pemahaman partisipan bahwa ekosistem mangrove tidak hanya berdampak positif pada aspek lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat signifikan bagi aspek sosial dan ekonomi. Metode penanaman yang diterapkan terbukti efisien, mampu meminimalisir kematian bibit akibat arus laut dan penyakit. Monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkala selama 3 bulan, menunjukkan tingkat keberhasilan penanaman awal sebesar 78,25%. Penyulaman dilakukan untuk menggantikan bibit yang mati, yang meningkatkan tingkat keberhasilan penanaman menjadi 91,3%. Hasil ini menunjukkan bahwa metode ABCD dan pendekatan yang diterapkan sangat efektif dan dapat dijadikan acuan untuk program penanaman mangrove di wilayah lain. Secara keseluruhan, program ini berhasil mencapai tujuannya dengan baik, mendukung pelestarian ekosistem mangrove, dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Kolaborasi antara berbagai pihak terbukti penting dalam menjaga dan mengembangkan ekosistem mangrove yang sehat dan produktif. Kata Kunci: ekonomi, lingkungan, mangrove, Metode ABCD, sosial [English]: This community service project examined the success of a program through the planting of 4000 mangrove seedlings in Pesisir Utan, Sumbawa. The program utilized the Asset Based Community Development (ABCD) method, involving active participation from local communities, regional governments, academics, and other stakeholders. This program aims to increase public awareness about the importance of mangrove ecosystems and support sustainable environmental, social, and economic aspects. The partners of this program were PT. Solusi Masyarakat Mandiri (SMM) and the University of Technology Sumbawa, with 319 participants, including representatives from local government (PEMDA), academics, practitioners, college and high school students, and the coastal communities. The program began with a talk show that successfully enhanced participants\u27 understanding that mangrove ecosystems positively impact the environment and provide significant social and economic benefits. The planting method proved efficient, effectively minimizing seedling mortality due to ocean currents and disease. Monitoring and evaluation were conducted periodically over three months, showing an initial planting success rate of 78.25%. Replanting was done to replace dead seedlings, increasing the planting success rate to 91.3%. These results demonstrate that the ABCD method and the approaches implemented are highly effective and can be used as a reference for mangrove planting programs in other regions. Overall, the program successfully achieved its objectives, supporting the preservation of mangrove ecosystems and contributing to sustainable development. Collaboration among various parties has proven essential in maintaining and developing healthy and productive mangrove ecosystems. Keywords: economy, environment, mangroves, ABCD Method, socia

    Application-based system “SISGANIS” in improving business management of Rengganis coffee SMEs in Jember

    No full text
    [Bahasa]: Rengganis Coffee Cup and Roastery merupakan mitra kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang berlokasi di Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember. Mitra kegiatan PKM ini memiliki model bisnis kopi dengan berbagai varian bentuk dan rasa, baik kopi bubuk maupun kopi minuman dalam kemasan. Permasalahan yang dialami oleh mitra adalah tidak adanya sistem yang terintegrasi terkait pencatatan persediaan, pencatatatan transaksi hingga pelaporan keuangan, sehingga mitra kesulitan dalam pengambilan keputusan bisnisnya. Tujuan program PKM ini adalah dengan membangun dan mengimplementasikan sistem informasi manajemen berbasis aplikasi yang diberinama “SISGANIS” (Sistem Informasi dan Manajemen Rengganis), memberikan pelatihan dan pendampingan kepada mitra terkait pengelolaan manajemen usaha meliputi pengelolaan persediaan, manajemen sumber daya manusia, pemasaran digital dan pelaporan keuangan dan mendaftarkan HKI atas aplikasi SISGANIS. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah melakukan observasi masalah dengan mitra, melalui observasi tersebut dibangunlah sistem aplikasi SISGANIS dan diimplementasikan kepada mitra melalui pelatihan. Selain itu diadakan juga pelatihan terkait sistem persediaan, pemasaran dan pelaporan keuangan. Untuk menjamin tercapainya sasaran dari setiap kegiatan pelatihan dan pendampingan diadakan monitoring dan evaluasi untuk mengukur peningkatan kemampuan mitra. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan ini adalah pengimplementasian SISGANIS kepada usaha mitra, terlaksananya pelatihan dan pendampingan dan terdaftarnya HKI atas aplikasi SISGANIS. Implikasi yang diperoleh dari kegiatan ini adalah meningkatnya kapasitas bisnis mitra melalui database informasi keuangan yang terhimpun dalam SISGANIS, sehingga mempermudah mitra dalam pengambilan keputusan terkait bisnisnya. Kata Kunci: aplikasi, kopi, sistem informasi, SISGANIS [English]: Rengganis Coffee Cup and Roastery is a Community Service (PKM) activity partner located in Tanggul District, Jember Regency. This PKM activity partner has a coffee business model with various forms and flavours, both ground coffee and packaged coffee drinks. The problem experienced by partners is the absence of an integrated system related to inventory recording, transaction recording and financial reporting, making it difficult for partners to make business decisions. The objectives of this PKM program are to build and implement an application-based management information system called “SISGANIS” (Rengganis Information and Management System), provide training and assistance to partners related to business management, including inventory management, human resource management, digital marketing and financial reporting and register IPR on the SISGANIS application. The method of implementing this activity is to observe problems with partners. Through these observations the SISGANIS application system is built and implemented to partners through training. In addition, training related to inventory systems, marketing, and financial reporting was also held. To ensure the achievement of the objectives of each training and mentoring activity, monitoring and evaluation were held to measure the improvement of partners\u27 abilities. The results obtained in this activity are the implementation of SISGANIS to partner businesses, the implementation of training and mentoring and the registration of IPR on the SISGANIS application. The implication obtained from this activity is the increased business capacity of partners through the financial information database compiled in SISGANIS, making it easier for partners to make decisions related to their business. Keywords: application, coffee, information system, SISGANI

    Sustainable development through raw material diversification in the Banyumulek pottery industry community on Lombok Island

    No full text
    [Bahasa]: Gerabah merupakan salah satu produk unggulan daerah di Desa Banyumulek Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Industri ini telah berlangsung lebih dari setengah abad, dan menjadi mata pencaharian pokok hampir 80% masyarakat di Desa Banyumulek. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk sosialisasi dan praktek penerapan teknologi material komposit menggunakan bahan alternatif untuk pembuatan gerabah. Bahan alternatif yang digunakan berasal dari limbah abu pembakaran gerabah. Tim pengabdian bermitra dengan KIAT Gerabah Lombok, yang merupakan kelompok pengrajin gerabah beranggotakan 25 orang. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi dampak negatif dari limbah abu dan meningkatkan nilai ekonomisnya. Pengabdian dilakukan dengan metode Participatory Action Research (PAR) dan Focus Group Disscussion (FGD). Penerapan kedua metode dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan para peserta pengabdian tentang diversifikasi dan teknik pembuatan gerabah dengan teknologi komposit sebanyak 30-80%. Sedangkan indeks kepuasan peserta pengabdian menunjukkan sebanyak 76% peserta pengabdian merasa puas dan sangat puas terhadap pelaksanaan kegiatan. Diversifikasi bahan baku dalam pembuatan gerabah, diharapkan dapat menjaga keberlangsungan industri gerabah di Desa Banyumulek sebagai menjadi salah satu warisan budaya dan produk unggulan daerah yang perlu dilestarikan. Kata Kunci: gerabah, diversifikasi, limbah abu pembakaran, Banyumulek, teknologi komposit [English]: Pottery is a leading regional product in Banyumulek Village, West Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province. The industry, which has existed for over half a century, serves as the primary livelihood for nearly 80% of Banyumulek\u27s population. This community service activity aimed to introduce and practice composite material technology using alternative materials derived from pottery firing ash waste. The service partnered with KIAT Gerabah Lombok, a pottery artisans\u27 group with 25 members. The objectives included mitigating the negative impacts of firing ash waste and enhancing its economic value. Employing Participatory Action Research (PAR) and Focus Group Discussion (FGD) methods, the activities improved participants\u27 understanding of diversification and composite technology pottery techniques by 30-80%. The participant satisfaction index revealed that 76% were satisfied or very satisfied with the activity. Diversifying raw materials in pottery making is expected to sustain the pottery industry in Banyumulek Village, preserving it as a cultural heritage and regional hallmark. Keywords: pottery, diversification, firing ash waste, Banyumulek, composite technolog

    Innovative artificial intelligence (AI) technology learning support for Indonesian language teachers at a junior high school in Tuban

    No full text
    [Bahasa]: Kemajuan pesat Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia pendidikan menawarkan potensi yang signifikan untuk meningkatkan pengalaman belajar. Namun, guru-guru bahasa Indonesia di sekolah menengah pertama, khususnya di Tuban, menghadapi tantangan kritis dalam mengintegrasikan AI, termasuk pelatihan yang terbatas, penguasaan teknis, dan masalah etika. Hambatan-hambatan ini menghambat adopsi alat AI yang efektif untuk pembelajaran yang dipersonalisasi, adaptif, dan fleksibel. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi guru dalam integrasi AI melalui program pengabdian masyarakat yang terstruktur. Secara khusus, program ini menargetkan 30 guru bahasa Indonesia, melibatkan mereka dalam lokakarya dan sesi pendampingan berkelanjutan. Dengan menggunakan pendekatan partisipatif, program ini dilaksanakan dalam tiga tahap: persiapan, implementasi, dan evaluasi. Pre-test dan post-test dilakukan untuk menilai pemahaman awal para guru dan kemajuan selanjutnya. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan 85% peserta mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang konsep-konsep terkait AI dan 90% menunjukkan kemampuan untuk menggabungkan alat berbasis AI ke dalam kelas mereka. Terlepas dari pencapaian ini, masih ada tantangan yang dihadapi, terutama terkait keterampilan teknis dan pertimbangan etika. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya pelatihan dan dukungan berkelanjutan untuk mencapai integrasi AI yang berkelanjutan dalam pendidikan bahasa Indonesia. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang dari adopsi AI dalam praktik pengajaran dan mendorong kolaborasi antara pendidik dan pengembang AI. Kata Kunci: kecerdasan buatan, inovasi pendidikan, pembelajaran bahasa Indonesia, pelatihan guru, pengabdian masyarakat. [English]: The rapid advancement of Artificial Intelligence (AI) in education offers significant potential for enhancing learning experiences. However, Indonesian language teachers in junior high schools, particularly in Tuban, face critical challenges in integrating AI, including limited training, technical mastery, and ethical concerns. These barriers hinder the effective adoption of AI tools for personalized, adaptive, and flexible learning. Addressing this issue, this study aimed to improve teachers\u27 knowledge and competencies in AI integration through a structured community service program. Specifically, the program targeted 30 Indonesian language teachers, engaging them in workshops and continuous mentoring sessions. Adopting a participatory approach, the program was implemented in three stages: preparation, implementation, and evaluation. Pre- and post-tests were conducted to assess teachers’ initial understanding and subsequent progress. Results revealed significant improvements, with 85% of participants gaining a deeper understanding of AI-related concepts and 90% demonstrating the ability to incorporate AI-based tools into their classrooms. Despite these achievements, challenges remained, particularly regarding technical skills and ethical considerations. This study underscores the necessity of sustained training and support to achieve sustainable AI integration in Indonesian language education. Further research is recommended to explore the long-term impacts of AI adoption in teaching practices and foster collaboration between educators and AI developers. Keywords: artificial intelligence, educational innovation, Indonesian language learning, teacher training, community service

    The PHILOSOPHICAL REVIEW OF MATERIALISM AND IDEALISM MARRIED AGE LIMITS IN INDONESIA: Study of Article 7 Paragraph (1) of Law 16 of 2019 jo. Law 1 of 1974 concerning Marriage

    No full text
    This research departs from a juridical confusion regarding the ideal of a person going to get married, where the age of marriage with other provisions regarding age, namely in terms of the philosophical Materialism and Idealism of Marriage Age in Indonesia. Whereas in Indonesian Law on Marriage Marriage is only permitted if men and women have reached the age of 19 (nineteen) years. The purpose of this study is to find out the philosophical review of materialism and idealism of marriage age in Indonesia, with the article 7 paragraph (1) for 16 of 2019 jo. u 1 year 1974 regarding marriage). The conclusion of this study is the philosophical value of materialism and idealism of marriage age is the concept of historical materialism of humans who will choose the readiness of themselves in the face of marriage, this is because one\u27s age is not a reference, which is the basis for people to get married including self-readiness to face material livelihood, readiness self and material. Likewise in Indonesia, the ideal age in society in Indonesia if it is connected with Karl Mark\u27s theory, then the readiness of oneself in the material (economic elements) is as a reference for people to get married

    LEGALITAS PERMOHONAN HAK ASUH ANAK OLEH SELAIN PIHAK KELUARGA MELALUI PENGADILAN AGAMA

    No full text
    Lingkungan hak asuh anak yang tidak kondusif dapat menghambat perkembangan anak, karena tidak terpenuhinya hak-hak anak dengan baik. Di dalam suasana lingkungan keluarga yang tidak kondusif (broken home), kewenangan hak asuh anak sering menjadi perdebatan dan bahkan tidak jelas. Selain terganggunya lingkungan hak asuh anak sebagai akibat dari lingkungan yang tidak kondusif, tidak jarang orangtua anak memilih untuk mangalihkan hak asuh anaknya untuk diasuh oleh pihak selain dari keluarga, atau bahkan dititipkan di lembaga panti asuhan. Di dalam pengalihan lingkungan hak asuh anak kepada orang lain selain pihak keluarga ataupun kepada panti asuhan perlu adanya legalitas  dari pengadilan sebagai dasar sahnya suatu pengasuhan yang memiliki berbagai dampak hukum sebagai konsekuensi dari pengalihan lingkungan hak asuh anak. Di satu sisi, Pengadilan Agama yang merupakan salah satu lembaga pelaksana kekuasaan kehakiman di Indonesia tidak memiliki dasar legalitas yang secara jelas dalam memeriksa, memutus, dan menyelesaikan perkara permohonan hak asuh yang diajukan oleh selain pihak keluarga. Sehingga eksistensi lembaga Pengadilan Agama dalam memeriksa, memutus dan menyelesaikan perkara permohonan hak asuh anak ini menjadi penting untuk dikaji, karena mengingat tidak adanya regulasi yang mengatur kewenangan secara jelas bagi Pengadilan Agama untuk menyidangkan perkara permohonan pengasuhan anak atau hak asuh anak yang diajukan oleh selain dari pihak keluarga. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang tergolong dalam penelitian kualitatif yang memadukan antara teori dan praktek di lapangan yang menghasilkan jawaban yang bukan berupa angka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengadilan agama dapat memeriksa, memutus dan menyelesaikan perkara permohonan hak asuh anak yang diajukan oleh selain pihak keluarga dengan mengacu kepada dua landasan secara umum yaitu landasan yuridis dan landasan filosofis. Keyword: Legalitas, Hak Asuh, Pengadilan Agama

    PESAN-PESAN FILOSOFIS PUASA PERSPEKTIF ALI SABUNI

    No full text
    Tulisan ini bertujuan menjelaskan pesan-pesan filosofis puasa perspektif Ali Sabuni, pesan filosofis dalam puasa menjadi sangat urgen untuk diungkap secara komprehensif sehingga dapat dijadikan acuan dalam menjalankan perintah agama khususnya puasa, Ibadah puasa sejatinya tidak sekedar kekuatan menahan lapar dan haus, akan tetapi menghindari gibah, khianat dan berdusta adalah bagian daripada berpuasa, sebab dengan berpuasa akan lahir insan-insan arif bijaksana, toleran dan humanis. Maka Pandangan filosofis Ali Sabuni mengenai puasa menjadi salah satu pilihan tepat dan refresentatif dalam ikhtiar membentuk insan bijaksana, toleran dan humanis. Empat utama pesan filosofis puasa menurut Ali Sabuni yaitu: Penghambaan sejati kepada Alloh, mengedukasi diri, menumbuhkan rasa cinta dan empati, dan pembersihan jiwa semuanya dibahas secara mendetail dalam tulisan ini. Di samping itu tulisan ini dilengkapi dengan pembahasan mengenai puasa-puasa yang diharamkan  dalam fiqih Islam yang musti diketahui oleh ummat islam agar tidak terjerumus mengerjakan suatu ibadah yang dilarang. &nbsp

    PROBLEMATIKA PEMBAGIAN TUGAS SUAMI ISTRI DALAM KELUARGA DUAL INCOME (DUA PENDAPATAN) PADA ASN DI DESA NISA, KECAMATAN WOHA, KABUPATEN BIMA

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perhatian peneliti terhadap problematika pembagian tugas suami istri dalam keluarga dual income yang terjadi pada ASN di Desa Nisa, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Dalam praktiknya istrinyalah yang lebih dominan dalam mengelola kepengurusan anak, sehingga mengakibatkan ketidakoptimalan dalam pemenuhan kebutuhan dan perkembangan anak, kurangnya keterlibatan sang ayah menyebabkan anak-anaknya mengalami kesulitan dalam meraih prestasi akademis. Faktor yang dikaji yaitu bagaimana pembagian tugas suami istri dalam keluarga dual income pada ASN di Desa Nisa, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima dan apa saja problematika yang terjadi dalam pembagian tugas suami istri dalam keluarga dual income pada ASN di Desa Nisa, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Jenis metode yang digunakan ialah metode kualitatif dengan pendekatan empiris. Metode pengumpulan data yang digunakan ialah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Pertama, pembagian tugas suami istri dalam keluarga dual income pada ASN yaitu : pembagian tugas pada Pendidikan anak, pembagian tugas pada pengasuhan anak, dan pembagian tugas pengelolaan keuangan. Kedua, problematika yang dihadapi dalam pembagian tugas suami istri dalam keluarga dual income pada ASN dapat dilihat dari beberapa kriteria, yaitu : Tantangan dalam pendidikan anak yaitu kurangnya waktu yang cukup untuk bersama-sama dengan anak karena kesibukan orang tua di tempat kerja dan dampak padatnya jadwal kerja orangtua membuat tidak ada yang menjeput anak ketika pulang sekolah. Tantangan dalam pengasuhan anak yaitu orang tua dalam keluarga dual income tidak memiliki waktu yang cukup untuk memberikan perhatian dan pengawasan yang optimal kepada anak-anak sehingga melibatkan kakek nenek untuk mengasuh anak-anaknya. Dan tantangan dalam pengelolaan keuangan yaitu perencanaan keuangan kurang matang menyebabkan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak

    IMPLEMENTASI SEMA NO.1 TAHUN 2022 PLENO KAMAR AGAMA TENTANG PERKAWINAN DALAM MENGURANGI TINGGINYA ANGKA PERCERAIAN (STUDI KASUS DI PENGADILAN AGAMA MATARAM KELAS 1A)

    No full text
    Dalam undang-undang perkawinan No.1 tahun 1974 perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan ketuhanan Yang Maha Esa dengan demikian undang-undang ini menganut asas mempersukar terjadinya perceraian. Namun angka perceraian di Indonesia masih terbilang tinggi yang didominasi alasan perselisihan terus menerus. Mahkamah Agung yang berwenang sebagai pengawas peradilan di bawahnya mengeluarkan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) No.1 Tahun 2022 Tentang Pemberlakuan Rumusan Hasil Rapat Pleno Kamar Mahkamah Agung Tahun 2022 Sebagai Pedoman Pelaksanaan Tugas Bagi Pengadilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi SEMA No.1 Tahun 2022 kamar agama hukum perkawinan poin b serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan Implementasi SEMA No.1 Tahun 2022 kamar agama hukum perkawinan poin b efektif dalam mempersukar terjadinya perceraian dengan alasan perselisihan terus menerus saja, dan tidak efektif menurunkan angka perceraian, meskipun angka perceraian turun dibandingkan tahun sebelumnya, namun meningkatnya perceraian dengan alasan perselisihan terus menerus adalah indikator menurunnya angka perceraian bukan karena  kebijakan  SEMA No.1 Tahun 2022 dalam kamar agama hukum perkawinan huruf b . Faktor pendukung dalam implementasi  adalah :1).Isi Kebijakan yang jelas dan dimengerti oleh pelaksana kebijakan; 2). Terlibatnya lini PTSP dan POSBAKUM; 3).Para hakim dan pegawai  lini PTSP dan POSBAKUM bersama-sama menaati sesuai porsi tugas mereka;4).Penggugat mematuhi nasihat PTSP agar lebih baik tidak mendaftarkan perkara yang belum memenuhi persyaratan berdasarkan SEMA No.1 Tahun 2022, faktor penghambatnya adalah 1). Penggugat enggan mendengarkan nasihat PTSP dan tidak jujur terkait  jangka waktu pisah rumah. 2). SEMA No.1 Tahun 2022 kamar hukum agama tentang perkawinan huruf b terbatas hanya mengatur perceraian dengan alasan perselisihan terus menerus tidak bisa memperketat perceraian dengan alasan lain

    THE PERFORMANCE OF VILLAGE-OWNED ENTERPRISES (BUMDES) IN IMPROVING THE COMMUNITY ECONOMY

    No full text
    Institutional performance of BUMDES in running an internal business by serving the needs ofcommunity members such as basic needs, rental of goods, managing tourist parks, selling localproducts, and others, with low risk so that it can run smoothly and sustainably as expected.BUMDES which grows from social solidarity and local wisdom is quite strong and sustainablethis is due to local wisdom that is full of local products, which is a factor that greatly affects thedurability and sustainability of BUMDE

    1,592

    full texts

    3,062

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Berugak Jurnal Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇