Berugak Jurnal Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram
Not a member yet
    3062 research outputs found

    Improving teacher competence in designing minimum competency assessment tasks

    No full text
    [Bahasa]: Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) berfungsi sebagai salah satu indikator untuk menilai kemampuan siswa dalam mencapai tujuan pendidikan. Oleh karenanya, kemampuan menyusun soal berbasis AKM penting dimiliki oleh guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan keterampilan guru dalam menyusun soal AKM. Metode dalam program pengabdian ini adalah lesson study. Lesson study terdiri dari tiga tahapan kegiatan yakni plan (perencanaan), do (pelaksanaan) dan see (merefleksikan). Mitra pengabdian adalah guru-guru yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 8 Kecamatan Lowokwaru. Tahapan pelaksanaan pengabdian adalah perencanaan kolaboratif, pengajaran dan pengamatan, diskusi dan analisis, refleksi dan revisi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pelatihan yang dilaksanakan berhasil meningkatkan kualitas guru dalam menyusun instrumen soal AKM dan selanjutnya menerapkan dalam pembelajaran. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pelatihan yang dilaksanakan berhasil meningkatkan kualitas guru dalam menyusun instrumen soal AKM dan selanjutnya menerapkan dalam pembelajaran. Hal ini dapat diketahui bahwa dari hasil respon peserta pelatihan menyebutkan bahwa 35% peserta memberikan respon sangat puas, 55% puas, dan sisanya cukup puas. Respon peserta terhadap materi program pengabdian menunjukkan bahwa, sebanyak 60% sangat mengerti, 35% mengerti, dan sisanya cukup mengerti. Selain itu, berkaitan dengan tindak lanjut dari kegiatan PkM ini, 12 peserta menyatakan bersedia untuk mengimplementasikan hasil kegiatan PkM, 5 orang sangat bersedia, dan sisanya cukup bersedia. Kegiatan pelethan penyusunan soal AKM terbukti efektif dalam implementasiya sehingga dapat mendukung guru dalam memahami implementasi kurikulum merdeka secara komprehensif. Kata Kunci: asesmen kemampuan minimum, lesson study, kelompok kerja guru [English]: Minimum Competency Assessment (AKM) is an indicator of assessing students\u27 ability to achieve educational goals. Therefore, teachers need to have the ability to develop AKM-based tasks to improve the quality of learning. This community service program aims to improve teachers\u27 skills in designing AKM-based tasks. This program used a lesson study approach consisting of three stages: planning, implementation, and reflection. The participants were teachers of the Teacher Working Group (KKG) Cluster 8 of Lowokwaru District. The stages of implementing service are collaborative planning, teaching, observation, discussion and analysis, reflection, and revision. The results show that the training improved teachers\u27 ability to design and apply AKM-based tasks in the learning process. The measurement of the training participants\u27 responses shows that 35% responded very satisfied, 55% were satisfied, and the rest were quite satisfied. The participants\u27 responses to the program\u27s material showed that as many as 60% understood very well, 35% understood, and the rest understood quite well. Furthermore, regarding the follow-up to this PkM activity, 12 participants stated they were willing to implement the program results, five people were very willing, and the rest were quite willing. The training program for preparing AKM questions has proven to be effective in its implementation so that it can support teachers in comprehensively understanding the implementation of the independent curriculum. Keywords: minimum ability assessment, lesson study, teacher working grou

    Empowerment of Bangah village community group in Sidoarjo district through catfish-based food diversification

    No full text
    [Bahasa]: Salah satu desa di Kabupaten Sidoarjo yaitu Desa Bangah sebagai wilayah penghasil ikan lele dengan kapasitas produksi kurang lebih 10 ton per tahun. Namun demikian, kelompok masyarakat desa tersebut masih menghadapi kendala pengembangan produk olahan berbasis ikan lele. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan masyarakat peternak lele di Desa Bangah, Sidoarjo dalam menciptakan produk olahan pangan berbasis ikan lele yang beragam menggunakan teknologi makanan beku. Program ini juga memberikan pelatihan dan penyuluhan tentang penggunaan situs web e-commerce, media sosial, dan marketplace yang ada untuk meningkatkan pemasaran produk. Metode yang digunakan adalah berbentuk pelatihan terkait pembuatan berbagai macam produk olahan berbasis ikan lele seperti pempek, nugget, dan aneka dimsum berbasis ikan lele. Selain itu komunitas juga didampingi dalam pembuatan kemasan produk serta pendaftaran di e-commerce untuk proses marketing. Hasil program ini menunjukkan bahwa sebanyak 92% dari total peserta dapat membuat produk diversifikasi pangan yang berbasis ikan lele dengan berbagai resep standar. Produk olahan ikan lele yang dihasilkan memiliki kriteria kualitas dan ciratasa yang disukai oleh masyarakat. Program ini dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatnya keterampilan masyarakat dalam memproduksi pangan yang berbasis ikan lele sehingga akan berdampak positif pada tingkat pendapatan masyarakat. Kata Kunci: diversifikasi pangan, pemberdayaan masyarakat, produk olahan ikan lele [English]: Bangah Village, Sidoarjo Regency, is one of the largest catfish-producing areas in Sidoarjo Regency, with catfish production of more than 5 tons to 10 tons annually. However, the catfish farmer community groups in the village still face challenges in developing catfish-based food products. This community service program aims to strengthen the ability of catfish farmers in Bangah Village, Sidoarjo, to produce diverse catfish-based food products using frozen food technology. This program also provides training and outreach on using existing e-commerce websites, social media, and marketplaces to increase product marketing. The method used was training in producing various catfish-based processed products such as pempek, nuggets, and various catfish-based dimsum. In addition, the community was also assisted in designing product packaging and registration in e-commerce for the marketing process. The program results show that 92% of the participants could create diversified catfish-based food products with various standard recipes. Through this program, the community can produce catfish-based food products that are of good quality and taste. This program can be one of the efforts to increase community skills in producing catfish-based food that positively impacts community income levels. Keywords: food diversification, community empowerment, catfish-based food product

    Enhancing children\u27s awareness of disaster mitigation through innovative educational media in Rambipuji village

    No full text
    [Bahasa]: Desa Rambipuji merupakan daerah rawan bencana di Kabupaten Jember yang berpotensi mengancam individu khsusunya anak-anak sebagai kelompok yang rentan terhadap bencana. Namun, hingga saat ini belum ada program intervensi yang secara khusus menyasar anak-anak sebagai upaya untuk mengedukasi mereka terkait mitigasi bencana. Oleh karena itu, pengabdian ini dilakukan dengan mengacu pada pedoman SPAB (Satuan Pendidikan Aman Bencana) yang disusun Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Pengabdian ini dikemas dalam Gerakan Edukasi Mengerti Bencana Rambipuji (GEMBIRA) dengan tujuan memberikan edukasi pada anak-anak sehingga memiliki kesadaran mitigasi bencana yang baik. Target program pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman mitigasi bencana pada anak melalui edukasi berbasis media edukasi inovatif dan mini simulasi bencana. Pengabdian ini juga menetapkan target pendukung dalam upaya mewujudkan kesadaran mitigasi bencana melalui pembentukan konsep program dan penguatan kelembagaan sebagai nilai keberlanjutan program. Program pengabdian ini melibatkan Pemerintah Desa Rambipuji dan Desa Tangguh Bencana (Destana) Rambipuji sebagai mitra, serta SDN 3 Rambipuji dan MI Miftahul Ulum sebagai sasaran program. Implementasi program dilaksanakan melalui Focus Group Discussion (FGD) untuk membentuk konsep program dan penguatan kelembagaan. Hasil program ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap kesadaran mitigasi bencana. Melalui program ini juga terbentuk konsep program yang dapat diaplikasikan oleh stakeholder terkait dan secara kelembagaan melahirkan fasilitator dan kader anak yang berperan dalam keberlanjutan program. Secara keseluruhan, program ini mencapai target yang ditetapkan dan mendapat respon positif dari mitra program pengabdian dan stakeholeder terkait. Kata Kunci: rawan bencana, mitigasi bencana, edukasi bencana, media edukasi inovatif [English]: Rambipuji Village is a disaster-prone region in Jember Regency that can potentially threaten individuals, particularly children, as a vulnerable group to disasters. However, no intervention programme has been specifically aimed at educating children regarding disaster mitigation. Therefore, this service was carried out following the Disaster Safe Education Unit (SPAB) principles developed by the National Agency for Disaster Management (BNPB). This service was organised in the Gerakan Edukasi Mengerti Bencana Rambipuji (GEMBIRA) to educate children and develop awareness of disaster mitigation. This service programme aims to increase children\u27s understanding of disaster mitigation through education based on innovative educational media and mini-disaster simulations. The programme has also set supporting targets to generate disaster mitigation awareness by establishing a programme concept and institutional strengthening as the programme\u27s sustainability value. This service programme involved the Rambipuji Village Government, the Desa Tangguh Bencana (Destana) and the Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Rambipuji and Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Ulum as programme partners. The programme was implemented through Focus Group Discussions (FGDs) to establish the programme concept and institutional strengthening. The results show an increase in students\u27 understanding of disaster mitigation awareness. This program also developed a programme concept that other related stakeholders could apply and institutionally created facilitators and child cadres who play a role in the programme\u27s sustainability. This programme achieved the goal and received a positive response from the participants and related stakeholders. Keywords: disaster-prone, disaster mitigation, disaster education, innovative educational medi

    KONSEP DIVERSI DALAM PENYELESAIAN PERKARA PIDANA ANAK

    No full text
    Perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Terkait dengan hal tersebut, dalam menyelesaikan perkara pidana anak, maka dalam Undang-undang Peradilan Pidana Anak (UUPPA) menegaskan bahwa harus digunakan konsep Restorativ Justice atau Diversi, yaitu Yaitu pengalihan atau pemindahan dari proses peradilan ke dalam proses alternative penyelesaian perkara, yakni melalui musyawarah atau  mediasi.Adapun yang menjadi tujuan upaya diversi adalah untuk menghindari anak dari penahanan, menghindari cap/label anak sebagai penjahat, mencegah pengulangan tindak pidana yang dilakukan oleh anak, agar anak bertanggung jawab atas perbuatannya, melakukan intervensi-intervensi yang diperlukan bagi korban dan anak tanpa harus melalui proses formal Menghindari anak mengikuti proses sistem peradilan,dan menjauhkan anak dari pengaruh dan implikasi negatif dari proses peradilan. Pelaksanaan atau penerapan diversi dalam sistem peradilan pidana anak dilakukan pada tingkat penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan perkara di pengadilan negeri. Proses diversi dilakukan melalui musyawarah dengan melibatkan anak dan orang tua/walinya, pembimbing kemasyarakatan dan pekerja sosial profesional berdasarkan pendekatan keadilan restorative. Hasil kesepakatan Diversi dapat berbentuk, antara lain; perdamaian dengan atau tanpa ganti kerugian, pengembalian kerugian dalam hal ada korban, rehabilitasi medis dan psikososial, keikutsertaan dalam pendidikan atau pelatihan di lembaga pendidikan atau LPKS paling lama 3 (tiga) bulan; atau pelayanan masyarakat paling lama 3 (tiga) bulan

    Effectiveness of the Bright Moon Age Quran Learning Programme at Alif Iqra Makassar: Evaluation Based on Context, Input, Process, and Product

    Full text link
    This study evaluates the effectiveness of the Bright Moon Age Quran Learning Programme at Alif Iqra Makassar using the CIPP model (Context, Input, Process, Product). The research employs a descriptive evaluation method with a qualitative approach. The findings indicate that the programme has been well-implemented at each stage. In terms of context, the programme aligns with needs identified through a needs assessment, with relevant objectives and sufficient resources, including teacher training. The input evaluation shows that the programme is appropriately targeted, with qualified instructors and adequate facilities. In the process, although the programme has followed the planned procedures, improvements are needed in time management and classroom atmosphere to optimise learning. The product evaluation reveals significant progress in students\u27 understanding of the Arabic alphabet (hijaiyyah) and Islamic beliefs. Overall, the programme proves effective in providing quality Quranic education at an early age, though further improvements in process are necessary for greater effectiveness. Abstrak: Penelitian ini mengevaluasi efektivitas program mengaji usia Bright Moon di Alif Iqra Makassar dengan model CIPP (Context, Input, Process, Product). Metode yang digunakan adalah evaluasi deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa program ini berjalan baik di setiap tahap. Pada konteks, program ini sesuai dengan kebutuhan yang teridentifikasi melalui needs assessment, dengan tujuan yang relevan dan sumber daya yang memadai, termasuk pelatihan pengajar. Evaluasi input menunjukkan bahwa program tepat sasaran, dengan pengajar berkualifikasi dan fasilitas yang mendukung. Pada proses, meski program berjalan sesuai perencanaan, terdapat kebutuhan untuk meningkatkan kedisiplinan waktu dan pengelolaan suasana pembelajaran. Evaluasi produk menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam pemahaman huruf hijaiyyah dan akidah Islam. Secara keseluruhan, program ini efektif dalam memberikan pendidikan Al-Qur’an berkualitas pada usia dini, meskipun perbaikan pada proses masih diperluka

    ANALYSIS OF TEACHER DIFFICULTIES IN COMPILING TEACHING MODULES BASED ON THE INDEPENDENT LEARNING CURRICULUM

    Full text link
    The implementation of an independent curriculum in schools is closely related to the teacher\u27s ability to compile teaching modules. Teachers are required to have the skills to structure teaching modules effectively. This study aims to answer the formulation of the problem about the Analysis of Teacher Difficulties in Compiling Teaching Modules Based on the Independent Learning Curriculum at SDN 2 Cakranegara Mataram City. This study used a descriptive qualitative approach. Based on the results of the study, various difficulties faced by teachers were found when compiling teaching modules. There are three difficulty criteria identified in this study, namely: (1) as many as 35% of teachers understand teaching modules and their components; (2) as many as 15% of teachers understand the teaching module but do not understand its components, and (3) as many as 50% of teachers do not understand teaching modules and their components. Faced with conditions like this, every teacher who has difficulty understanding teaching modules is the responsibility of the school to provide guidance and assistance, because the quality of teachers has a significant impact on the implementation of the independent learning curriculum

    DEVELOPMENT OF INTERACTIVE MULTIMEDIA BASED ON ISPRING SUITE 9 IN THEMATIC LEARNING IN BASIC EDUCATION

    Full text link
    This research aims to develop interactive multimedia learning media based on iSpring Suite 9 in thematic learning in class III at SDN Kalideres 12 Pagi. This research uses the Borg and Gall development model. Research subjects in class III of SDN Kalideres 12 Pagi with 32 students. The objectives in developing this media include: 1) to produce interactive multimedia learning media based on Ispring Suite 9 in class III thematic learning, 2) to determine the level of feasibility of interactive multimedia learning in class III thematic learning, and 3) to determine the effectiveness of interactive multimedia learning on the learning outcomes of class III. The results of this research are products in the form of interactive multimedia based on iSpring Suite 9 with validation results from media design experts of 90.27%, material experts of 96.25% in the "very feasible" category, and positive response results in students with a percentage of 93%. Student learning outcomes through the pre-test and post-test showed an increase where the average post-test score was 88.1, higher than the pre-test average score of only 68.1, with an N-gain of 0.63 which is included in the medium categories. Based on these data, it can be concluded that interactive multimedia learning media based on Ispring Suite 9 is feasible and effective for use in class III thematic learning at SDN Kalideres 12 Pagi

    PERAN MEDIA INSTAGRAM DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN SKINCARE RA LUXURY DI KABUPATEN DOMPU

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran media sosial instagram dalam meningkatkan penjualan pedagang online skincare RA Luxury di Kabupaten Dompu. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk mendapatkan data. Sedangkan untuk analisis data yang digunakan terdiri dari reduksi data, penyajian data, analisis konten dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui skincare RA Luxury mempromosikan dagangan melalui media sosial yaitu media sosial instagram. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan media sosial instagram bagi pedagang skincare RA Luxury dinilai sangat berperan dalam meningkatkan penjualan, membantu mempromosikan dan mengiklankan barang atau produk dan untuk transaksi pemesanan yang dilakukan melalui fitur DM. Sehingga dari hal-hal tersebut dapat dikatakan instagram sangat berperan dalam meningkatkan penjualan serta strategi pemasaran atau cara yang digunakan pada aplikasi instagram dapat dikatakan efektif

    STRATEGI MENINGKATKAN PENJUALAN PRODUK GULA MERAH DI DESA PUSUK LESTARI KECAMATAN BATU LAYAR KABUPATEN LOMBOK BARAT

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penjualan produk gula merah di Desa Pusuk Lestari Kecamatan Batu Layar Kabupaten Lombok Barat, untuk mengetahui apa saja kendala-kendala dalam meningkatkan penjualan produk gula merah, dan untuk mengetahui bagaimana strategi yang tepat untuk meningkatkan penjualan produk gula merah di Desa Pusuk Lestari Kecamatan Batu Layar Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif, dimana dalam penelitian ini menggunakan tiga teknik yaitu, teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan dalam teknik analisis data di susun melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan temuan penelitian dilapangan menunjukkan bahwa penjualan produk gula merah di Desa Pusuk Lestari dilakukan secara langsung pada lapak-lapak dan penjualan secara online juga dilakukan oleh sebagian masyarakat di Desa Pusuk Lestari. Dalam penelitian ini juga terdapat kendala-kendala dalam melakukan penjualan produk gula merah seperti adanya masyarakat yang belum melakukan pembukuan baik dalam mengetahui keluar atau masuknya keuangan serta dalam penelitian ini mengetahui strategi yang tepat dalam meningkatkan penjualan produk gula merah yaitu meningkatkan kualitas barang, mengemas kemasan semenarik mungkin dan menambah jaringan pasar.   Kata kunci: strategi penjualan, produk gula mera

    EFFECTIVENESS OF USING SYSTEM APPLICATIONS INFORMATION ON BAZNAS MANAGEMENT (SIMBA) IN ZAKAT MANAGEMENT IN BAZNAS WEST LOMBOK DISTRICT

    No full text
    This study aims to determine effectiveness of using the Baznas Management Information System (SIMBA) application as well as supporting and inhibiting factors for using the Baznas Management Information System (SIMBA) application. This type of research is qualitative using a descriptive qualitative approach. The research results show that BAZNAS West Lombok Regency is able to increase the effectiveness of zakat management . However, it cannot be said to be fully effective because the timeliness when collecting reports does not match the time determined by the central BAZNAS. Supporting factors namely office facilities in the form of computers and an adequate internet network, apart from that support from central BAZNAS to continue to provide outreach and technical guidance for Admins in each region. Meanwhile, the inhibiting factor in using the SIMBA application is limited human resources or a lack of specialized personnel who are competent in the IT field so that reports cannot be completed according to the predetermined schedul

    1,592

    full texts

    3,062

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Berugak Jurnal Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇