Electronic Journal Widyatama University (UTama) / Jurnal Elektronik Universitas Widyatama
Not a member yet
922 research outputs found
Sort by
PENERAPAN ALGORITMA K-MEANS CLUSTERING UNTUK PENGELOMPOKAN TINGKAT KESEJAHTERAAN KELUARGA UNTUK PROGRAM KARTU INDONESIA PINTAR
Poverty in Indonesia occurs almost in various regions, one of them is the Jakarta region. Although Jakarta is a fairly large area and is one of the most developed regions, there are still some families that are still poor and unable to send their children to school, so the government issued the Kartu Indonesia Pintar program to help poor families. Although this program can really help poor families to send their children to school, sometimes there are some families that are classified as poor but do not even get the benefits of this program, but a family that can afford it get the benefits. The purpose of this paper discusses the application of data mining using the algorithm K-Means Clustering in grouping families classified as poor, simple and rich in terms of the amount of monthly income, average monthly expenditures and total assets owned, as well as the number of children who are classified according to elementary level , Junior high and high school to determine the amount of assistance that will be given based on the level. The resulting output will be in the form of a 3-table report in which each table contains data on families classified as poor, simple and rich, where this simple group can later be reviewed whether they are entitled or not to get the assistance of the Kartu Indonesia Pintar program. From the results of testing using 200 family data, the accuracy of the results of the application of K-Means Clustering was 69%.Kemiskinan di Indonesia terjadi hampir diberbagai wilayah salah satunya wilayah Jakarta. Meski Jakarta merupakan wilayah yang cukup luas serta merupakan salah satu wilayah yang sangat berkembang, namun masih terdapat dibeberapa sisi masih ada keluarga yang tergolong miskin dan tidak mampu dalam menyekolahkan anak mereka, sehingga pemerintah mengeluarkan program Kartu Indonesia Pintar untuk membantu keluarga yang miskin. Meski program ini sangat bisa membantu keluarga miskin dalam menyekolahkan anak mereka, terkadang ada beberapa keluarga yang tergolong miskin namun malah tidak mendapatkannya keuntungan dari program ini, melainkan keluarga yang mampu. Tujuan dalam penulisan ini membahas penerapan data mining menggunakan algortima K-Means Clustering dalam pengelompokan keluarga yang tergolong miskin, sederhana dan kaya yang dilihat dari segi jumlah pendapatan perbulan, pengeluaran rata-rata perbulan dan total aset yang dimiliki, serta jumlah anak yang dimiliki yang digolongkan berdasarkan tingkatan SD, SMP, dan SMA untuk menentukan jumlah dana bantuan yang akan diberikan berdasarkan tingkatannya. Output yang dihasilkan akan berupa laporan 3 tabel yang dimana tiap tabel berisi data keluarga yang tergolong miskin, sederhana dan kaya, dimana golongan sederhana ini nantinya bisa ditinjau kembali apakah berhak atau tidak mendapatkan bantuan program Kartu Indonesia Pintar. Dari hasil pengujian dengan menggunakan 200 data keluarga didapatkan tingkat akurasi dari hasil penerapan K-Means Clustering ini sebesar 69%
ANALISIS PERBANDINGAN TINGKAT LIKUIDITAS KOPERASI SEBELUM DAN SESUDAH PENERAPAN SAK ETAP
Sesuai dengan Peraturan Menteri Koperasi No. 12 Tahun 2015 tentang Pelaporan Keuangan Koperasi dan UKM menggunakan SAK ETAP. Sama halnya dengan bentuk usaha lainnya seperti PT dan CV masing-masing memiliki ukuran yang berbeda satu sama lain yaitu besar menengah dan kecil. Demikian pula halnya dengan bentuk usaha Koperasi ada yang besar, sedang dan kecil. Koperasi Inti berdasarkan keputusan pengurus telah melakukan perubahan standar akuntansi dan Standar PSAK ke Standar PSAK ETAP. Hal ini berdampak pada penyajian laporan keuangan Koperasi INTI yang memiliki anak perusahaan salah satunya tidak ada konsolidasi laporan keuangan anak. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian apakah penerapan SAK ETAP menimbulkan perbedaan signifikan atas kinerja keuangan Koperasi Inti. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa tingkat lkuiditas Koperasi Inti (Cash Ratio) sebelum peneerapan SAK ETAP lebih baik dibandingkan setelah penerapan SAK ETAP. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi pengurus Koperasi INTI dalam menetapkan standar akuntansi yang digunakan
Pengaruh Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak dan Efektivitas Program Tax Amnesty terhadap Penerimaan Pajak. (Studi Kasus pada Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Jabar 1)
Berdasarkan Undang-Undang nomor 28 Tahun 2017 pasal 4 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan menyebutkan bahwa Wajib Pajak mempunyai kewajiban untuk mengisi dan menyampaikan Surat Pemberitahuan dengan lengkap, jelas, dan menandatanganinya. Walaupun telah dicantumkan sebagai suatu kewajiban , kenyataannya dalam Laporan Tahunan DJP 2016 menjelaskan bahwa tax ratio masih diangap rendah dengan kondisi kurang dari 70%. Hal ini menerangkan bahwa adanya tax gap. Sebagai salah satu sumber penerimaan negara yang dianggap paling berkontribusi maka kepatuhan wajib pajak dianggap paling penting untuk mendongkrak penerimaan negara Indonesia. Maka dari itu salah satu cara pemerintah dengan mengadakan program Tax Amnesty pada tahun 2016 dan di tahun 2017 yang diharapkan mampu meningkatkan penerimaan negara dalam jangka pendek dan dalam jangka panjang.Metode penelitian yang diusulkan adalah menggunakan data sekunder. Metode penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif dengan populasi seluruh data mengenai jumlah wajib pajak dan data tax amnesty yang ada di DJP Jabar 1. Pengujian regresi berganda.dengan analisis determinasi, serta Uji hipotesis secara parsial dan simultan untuk mengetahui keterikatan masing-masing variabel . Tujuan utama dalam penelitian ini adalah mengetahui pengaruh tingkat kepatuhan wajib pajak serta efektifitas program tax amnesty terhadap penerimaan pajak di Indonesia. Program yang digunakan dalam menganalisis data menggunakan Statistical Package for Social Sciences (SPSS) Version 21
RE-EVALUASI PENERAPAN SISTEM PENGUMPULAN TOL ELEKTRONIS DI INDONESIA
In 2007, for the first time, an electronic toll collection system was implemented to overcome queues in toll gate, however its application was only limited for several toll road segments in Indonesia. After that in 2017 the Minister of Public Works and Public Housing issued regulation Number 16 / PRT / M / 2017 concerning Cashless Transactions on Toll Road, in October 31th 2017, to implement an electronic toll collection system in every toll gates in Indonesia. For this reason, it is necessary to evaluate the application of electronic transaction, systems that have been implemented at this time. From the analysis, it is obtained with this electronic system the average period of transaction for GTO is 3 seconds and GSO is 3.6 seconds, so that it meets the Toll Road SPM which is less than 5 seconds. For the results of capacity calculation, free flow booth has the highest capacity compared to the GTO and GSO. As well as for queuing analysis with booth capacity greater than the arrival rate of vehicles in all types of booth transaction, there is no queue at the booth transaction. On the other hand, with the implementation of the electronic toll collection system, currently 86% of respondents feel satisfied and there are several benefits obtained by toll operators such as the lower operating costs of booth. In the future BUJT has made preparations for the implementation of free flow transactions by coordinating between toll operators regarding the technology systems and processes to be implemented.Pada tahun 2007 untuk pertama kalinya diterapkan sistem pengumpulan tol elektronis untuk mengatasi permasalahan antrian panjang pada gerbang tol, akan tetapi penerapannya hanya terbatas pada beberapa ruas tol saja yang ada di Indonesia. Setelah itu tahun 2017 Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengeluarkan peraturan Nomor 16/PRT/M/2017 tentang Transaksi Tol Nontunai di Jalan Tol, tanggal 31 Oktober 2017 untuk menerapkan sistem pengumpulan tol elektronis di seluruh gerbang tol di Indonesia. Untuk itu perlu dilakukan evaluasi terhadap penerapan sistem transaksi elektronis yang telah diterapkan saat ini. Dari analisis didapatkan dengan sistem elektronis ini waktu transaksi rata-rata untuk GTO 3 detik dan GSO 3,6 detik sehingga memenuhi SPM Jalan Tol yaitu kurang dari 5 detik. Untuk hasil perhitungan kapasitas, gardu nirsentuh memiliki kapasitas yang paling besar dibandingkan GTO dan GSO. Serta untuk analisis antrian dengan kapasitas gardu yang lebih besar dibandingkan dengan tingkat kedatangan kendaraan pada seluruh tipe gardu maka tidak terjadi antrian di gardu. Disisi lain dengan diterapkannya sistem pengumpulan tol elektronis saat ini 86% responden merasa puas dan ada beberapa keuntungan yang didapatkan oleh operator tol seperti menurunnya biaya operasi gardu. Kedepannya BUJT telah melakukan persiapan untuk penerapan transaksi berbasis nirsentuh dengan melakukan koordinasi antar operator tol mengenai sistem dan proses teknologi yang akan diterapkan
Shaping the Concept of Mage Through Image Schemas in Dragon Age Origins
Language shapes the human mind and its concept toward things. Using image schemas, in nowadays technology, even AI (artificial intelligence) can concept things in response to their creator negativity or positivity. This is reflected in one of the most selling games around the world in 2012 called Dragon Ag
Pengaruh Kinerja Lingkungan dan Struktur Kepemilikan terhadap Kinerja Keuangan dengan Pengungkapan Lingkungan sebagai Variabel Intervening
Financial performance is the result of management's efforts in managing and carrying out operations using resources effectively in a given period. Financial performance is often used by stakeholders in making decisions, namely Return on Assets. In addition to financial performance, environmental performance is important for the company to preserve nature and prevent risks due to its operational activities. Implementation of good environmental performance requires substantial funds and funding that is often used, namely shares that create ownership structures. In return for investor funds, companies have an obligation to make disclosures, one of which is environmental disclosure. Environmental disclosure is expected to be able to show environmental performance and company ownership and this research environmental disclosure is used as an intervening variable.This study aims to obtain empirical evidence regarding the effect of environmental performance and ownership structure on financial performance with environmental disclosure as an intervening variable. The research population is all companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2015-2017 with purposive sampling, namely non-financial companies that obtain PROPER ratings and publish annual and financial reports on the IDX. This study uses SPSS 23 with secondary data and analyzed using regression analysis and path analysis.The results of his research are environmental performance has a positive effect on environmental disclosure and financial performance; institutional ownership has a negative effect on environmental disclosure and has no effect on financial performance; Managerial ownership has a negative effect on environmental disclosure, but has a positive effect on financial performance; foreign ownership has no effect on environmental disclosure and financial performance; environmental disclosure has no effect on financial performance; and environmental disclosure is not able to mediate environmental performance, institutional ownership, managerial ownership, foreign ownership of financial performance.Kinerja keuangan merupakan hasil usaha manajemen dalam mengelola dan menjalankan operasi dengan menggunakan sumber daya secara efektif pada suatu periode tertentu. Kinerja keuangan sering digunakan stakeholder dalam mengambil keputusan yaitu Return on Assets. Selain kinerja keuangan, kinerja lingkungan penting dilakukan perusahaan untuk memelihara alam dan mencegah risiko akibat kegiatan operasionalnya. Pelaksanaan kinerja lingkungan yang baik memerlukan dana cukup besar dan pendanaan yang sering digunakan yaitu saham yang menimbulkan struktur kepemilikan. Sebagai timbal balik atas dana investor, perusahaan memiliki kewajiban untuk melakukan pengungkapan, salah satunya pengungkapan lingkungan. Pengungkapan lingkungan diharapkan mampu menunjukan kinerja lingkungan serta kepemilikan perusahaan dan penelitian ini pengungkapan lingkungan digunakan sebagai variabel intervening.
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh kinerja lingkungan dan struktur kepemilikan terhadap kinerja keuangan dengan pengungkapan lingkungan sebagai variabel intervening. Populasi penelitian berupa seluruh perusahaan yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia periode 2015-2017 dengan purposive sampling yaitu perusahaan non-keuangan yang memperoleh peringkat PROPER dan mempublikasikan laporan tahunan dan keuangan di BEI. Penelitian ini menggunakan SPSS 23 dengan data sekunder dan dianalisis menggunakan analisis regresi serta analisis jalur.
Hasil penelitiannya adalah kinerja lingkungan berpengaruh positif terhadap pengungkapan lingkungan dan kinerja keuangan; kepemilikan institusional berpengaruh negatif pada pengungkapan lingkungan dan tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan; kepemilikan manajerial berpengaruh negatif pada pengungkapan lingkungan, namun berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan; kepemilikan asing tidak berpengaruh pada pengungkapan lingkungan dan kinerja keuangan; pengungkapan lingkungan tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan; serta pengungkapan lingkungan tidak mampu memediasi kinerja lingkungan, kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, kepemilikan asing terhadap kinerja keuangan
Pengaruh Debt To Equty Ratio dan Earning Per Share Terhadap Return Saham dengan Kebijakan Deviden sebaga Intervening
This study aims to determine the effect of Debt To Equty Ratio dan Earning Per Share on stock returns with dividend policy as competitive. Sempel which was taken in the Main Industry and Kima companies. Data analysis method uses multiple linear regression tests. Der and eps have an influence on dividend policy, and der and eps have an influence on stock returns through dividend policy as intervening
PERANAN ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENGUKUR KINERJA KEUANGAN DALAM PERMOHONAN KREDIT PADA PT. PINDAD (PERSERO) BANDUNG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan diukur dengan menggunakan rasio likuiditas, solvabilitas, profitabilitas dan aktivitas periode 2013-2016. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh modal kerja yang digunakan untuk menutup biaya operasional selama tahun berjalan, kedua, kondisi mesin dan SDM relatif sudah tua sehingga sulit dikembangkan. Penulis menggunakan metode deskriptif dan teknik pengumpulan data yaitu penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan berupa laporan keuangan PT. PINDAD periode 2013-2016. Hasil penelitian menunjukkan kinerja keuangan mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun. Kesimpulan dari penelitian bahwa rasio likuditas dan solvabilitas dalam kondisi baik. Profitabilitas mengalami penurunan karena meningkatnya beban keuangan dan collection period menjadi lambat karena meningkatnya penjualan secara kredit
ANALISIS PENGARUH PAJAK HOTEL DAN RESTORAN TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD)
Locally-generated revanue is the revenue from local taxes, separated regional wealth management and other income. Hotels and restaurants are potential sectors in increasing the effectiveness of hotel and restaurant tax revenues and the contributions provided by hotels and restaurants can spur the economic development of Bandung. The purpose of this study to determine the effect of hotel and restaurant tax on PAD Bandung. The research was conducted at Bandung Revenue Department. The method of analysis used is qualitative research method with descriptive mass formulation approach that is analyzing data of influence of hotel and restaurant tax of year 2011-2016. The data used in this research is secondary data. The statistical test used in this research is doubled linear regression method, and hypothesis test. The results showed that there is influence from hotel tax and restaurant tax to PAD in the year 2011-2016 amounted to 47,511
IMPROVING THE UTILIZATION OF TELLERS USING SIMULATION AT XYZ BANK
Simulation is one of the techniques of operationsresearch and management science that is most usedwidely. The goal of simulation is to estimate theperformance measures of the evaluated system usingcomputers. This paper provides the simulation oftellers to estimate and then improve its performancemeasure which is the utilization. The initial utilizationof XYZ Bank is 24.13% on average. Two scenario areconducted to improve the utilization. Scenario 1improves the utilization by 32.26% on average andscenario 2 improves the utilization by 47.84% onaverage. This paper suggests XYZ Bank to applyscenario 2 that can improve the utilization by 23.72%