Journal STIKES Pemkab Jombang
Not a member yet
1178 research outputs found
Sort by
Hubungan komunikasi orang tua dengan keterlambatan perkembangan bahasa pada anak usia 4-6 tahun: The relationship between parental communication and language delays in children aged 4-6 Years
Perkembangan bahasa merupakan aspek yang sangat penting pada anak usia dini. Bahasa berfungsi sebagai sarana bagi anak untuk menyampaikan pikiran dan berinteraksi dengan orang lain. Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak berperan penting dalam merangsang perkembangan kosakata anak. Variabel independen pada penelitian ini adalah komunikasi orang tua, variabel dependen pada penelitian ini adalah ketelambatan perkembangan bahasa anak usia 4-6 tahun. Desain penelitian ini adalah korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 34 orang tua dan anak usia 4-6 tahun, menggunakan Teknik Simple Radom Sampling didaptkan sebanyak 34 orang tua dan anak usia 4- 6 tahun. Data penelitian ini diambil menggunakan kuesioner. Setelah ditabulasi data dianalisis menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 18 anak mendapatkan komunikasi orang tua yang baik, dan sebanyak 25 anak usia 4-6 tahun perkembangannya sesuai Berdasarkan uji statistik, diperoleh H1 diterima dan Ho ditolak, yang berarti terdapat hubungan antara komunikasi orang tua dengan perkembangan bahasa pada anak usia 4-6 tahun. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan orang tua memberikan komunikasi yang baik kepada anak sesuai usianya, supaya anak bisa mencapai perkembangan bahasa yang sesuai berdasarkan tingkat usia
Hubungan strategi koping dengan nyeri tension type headache pada pasien hipertensi: The relationship between coping strategies and tension type headache pain in hypertensive patients
Hipertensi merupakan faktor risiko utama kematian di Indonesia dan sering menimbulkan nyeri kepala tipe tegang (tension type headache/TTH). Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan strategi koping dengan nyeri TTH pada pasien hipertensi di Puskesmas Palaran Samarinda. Desain penelitian menggunakan pendekatan cross-sectional dengan instrumen Brief COPE dan Numeric Rating Scale. Hasil menunjukkan adanya hubungan signifikan, di mana strategi koping adaptif berkaitan dengan intensitas nyeri yang lebih rendah. Penerapan strategi koping adaptif penting untuk membantu pasien hipertensi mengendalikan stres dan mengurangi gejala nyeri kepala.
Hypertension is a major cause of mortality in Indonesia and often triggers tension-type headache (TTH). This study aimed to examine the relationship between coping strategies and TTH among hypertensive patients at Palaran Health Center, Samarinda. A cross-sectional design was applied using the Brief COPE questionnaire and Numeric Rating Scale. The results indicated a significant relationship, showing that adaptive coping strategies were associated with lower headache intensity. Implementing adaptive coping is essential to help hypertensive patients manage stress and reduce headache symptoms
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA (SUAMI) DENGAN PEMBERIAN ASI EKLUSIF DI WILAYAH PERKOTAAN DAN PEDESAAN : SCOPING REVIEW: The Relationship Between Family Support (Husband) and Exclusive Breastfeeding in Urban and Rural Areas: A Scoping Review
Exclusive breastfeeding for the first six months of a baby's life is the main recommendation of WHO to support optimal infant growth and maternal-child health. However, the success rate still varies, especially between urban and rural areas. One of the main factors influencing the success of exclusive breastfeeding is the husband's support in the form of emotional, informational, and practical support. Research shows that mothers who receive active support from their husbands are more likely to succeed in exclusive breastfeeding. Social, economic, and cultural differences influence the pattern of this support across regions. In addition, factors such as education level, maternal employment status, and cultural norms contribute to the low prevalence of exclusive breastfeeding in developing countries. Mothers who work in the formal sector face greater challenges in maintaining exclusive breastfeeding due to limited maternity leave and lactation facilities. Therefore, the involvement of husbands is not only important in supporting mothers at home, but also in policy advocacy at the workplace. This study aims to analyze the role of husbands in supporting the success of exclusive breastfeeding and the differences in support between urban and rural areas. The results of the study are expected to be the basis for health policies and family-based education programs to increase the success rate of exclusive breastfeeding
Pemberdayaan Remaja Melalui Edukasi Terapi Herbal Dalam Penanganan Gejala Premenstrual Syndrome
Premenstrual Syndrome (PMS) merupakan masalah kesehatan reproduksi yang umum dialami oleh remaja putri, ditandai dengan gejala fisik dan emosional seperti nyeri haid, kelelahan, mudah marah, serta gangguan konsentrasi. Di Kelurahan Kemasan, Krian, Sidoarjo, hasil observasi awal menunjukkan sebagian besar remaja putri mengalami gejala PMS namun belum mengetahui cara penanganan yang tepat dan aman. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja mengenai penanganan PMS melalui terapi herbal.
Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif tentang PMS dan terapi herbal, praktik langsung pembuatan ramuan jamu kunyit asam dan wedang jahe, serta evaluasi melalui pretest dan posttest.
Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta, dari 12% sebelum pelatihan menjadi 85% setelah pelatihan. Seluruh peserta mampu mengikuti praktik pembuatan ramuan herbal dan menyatakan minat untuk menerapkannya secara mandiri. Kegiatan ini mendapat dukungan kader PKK dan perangkat kelurahan yang berencana mengintegrasikan program ke dalam agenda pembinaan remaja.
Edukasi terapi herbal efektif meningkatkan pemahaman dan keterampilan remaja dalam menangani PMS secara alami. Disarankan kegiatan serupa dikembangkan dengan cakupan lebih luas serta pemantauan berkelanjutan untuk mengoptimalkan dampaknya
Pengaruh relaksasi otot progresif terhadap tekanan darah lansia hipertensi: The effect of progressive muscle relaxation on blood pressure in hypertensive elderly
Hipertensi adalah meningkatnya tekanan darah yang mana tekanan darah sistol > 140 mmHg dan tekanan diastol > 90 mmHg. Tingginya hipertensi sejalan dengan bertambahnya usia. Adanya kejadian hipertensi pada lansia mengindikasikan bahwa penyakit ini harus segera ditangani. Salah satu penatalaksanaannya yaitu dengan relaksasi otot progfresif. Prinsip dasar relaksasi otot progresif adalah menegangkan otot tertentu yang dipadukan dengan latihan pernafasan dalam serta melakukan serangkaian kontraksi dan relaksasi otot tertentu. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tekanan darah lansia sebelum dan setelah dilakukan relaksasi otot progresif serta mengetahui pengaruh relaksasi otot progresif terhadap tekanan darah lansia hipertensi. Metode dalam penelitian ini menggunakan Desain Pre-Experimental dengan Pre-test and Post-test Design. Adapun populasi penelitian sebanyak 84 orang. Teknik sampling menggunakan Purposive Sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 29 orang. Alat ukur yang digunakan adalah sphygmomanometer. Analisis data mengunakan Analisis Univariat dan Bivariat. Setelah responden diberikan intervensi relaksasi otot progresif, didapatkan perubahan tekanan darah pada lansia, rata-rata tekanan darah sebelum dilakukan intervensi 150/90 mmHg dan rata-rata perubahan tekanan darah setelah dilakukan intervensi 130/80 mmHg. Dengan Uji Hipotesis Wilcoxon’s Signed Ranks Test didapatkan hasil p value kurang dari alpha. Sehingga, terdapat pengaruh dalam hal ini penurunan tekanan darah setelah diberikan intervensi relaksasi otot progresif.
Vaksinasi tetanus toxoid: Tinjauan dalam perspektif islam, medis, dan wanita: Tetanus toxoid vaccination: A review from islamic, medical, and women's perspectives
Vaksinasi Tetanus Toxoid (TT) merupakan langkah preventif penting melindungi ibu dan bayi dari infeksi tetanus, khususnya di Indonesia. Penelitian ini mengeksplorasi penerimaan vaksin TT pada wanita dari perspektif Islam dan medis. Metode kualitatif deskriptif digunakan melalui wawancara mendalam dengan enam partisipan (dua ulama, dua bidan, dan dua masyarakat) di Jawa Barat. Hasil menunjukkan persepsi masyarakat dipengaruhi aspek keagamaan, pemahaman medis, dan komunikasi tenaga kesehatan dengan tokoh agama. Isu kehalalan, efek samping, dan minimnya edukasi menjadi faktor penolakan utama. Ulama menyatakan vaksinasi diperbolehkan dalam Islam berdasarkan prinsip darurat dan kemaslahatan ketika manfaat lebih besar dari risiko. Tenaga kesehatan menekankan pentingnya edukasi empati untuk membangun kepercayaan. Penelitian menyimpulkan perlunya strategi promosi multidimensi melalui kolaborasi pemerintah, tokoh agama, dan tenaga medis. Edukasi berbasis agama dan bukti ilmiah menjadi kunci peningkatan cakupan vaksinasi TT
Pengaruh play pretend terhadap perkembangan sosial dan emosional anak: The effect of play pretend to children's social and emotional development
Keluarga menjadi tempat belajar dan sumber ilmu anak karena keluarga adalah lingkungan sosial pertama dan terdekat bagi anak. Desain penelitian ini adalah one group pra-post test design, yang diakukan dengan cara peneliti menilai perkembangan sosial dan emosional sebelum play pretend. Kemudian melakukan play pretend dan selanjutnya menilai lagi perkembangan sosial dan emosional anak. Populasi penelitian ini adalah semua Ibu dan anak usia 18-60 bulan di Desa Dukuhmojo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang sebanyak 30 anak. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling. Sampel penelitian ini adalah semua Ibu dan anak usia 18-60 bulan di Desa Dukuhmojo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang sebanyak 30 anak. Instrument dalam penelitian ini adalah kuesioner. Penelitian ini dilakukan di Desa Dukuhmojo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang pada Oktober 2024. Pengolahan data dilakukan dengan editing, coding, scoring, tabulating, dan analisis data dengan tabel silang. Kemudian menyajikan hasil penelitian yang diinterpretasikan dengan prosentase. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan responden yang memiliki perkembangan sosial dan emosional positif setelah melakukan play pretend. Play pretend dapat meningkatkan perkembangan sosial dan emosional dangan cara melakukan interaksi sehingga mampu mengenali bahwa orang lain memiliki keyakinan, niat, pikiran, dan perasaan yang berbeda. Anak juga dapat mengetahui, mengatur, dan mengendalikan emosinya dengan lebih baik
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengolahan Produk Holistik Nugget Nabati: Inovasi Nugget Tempe Dengan Sayuran Sebagai Makanan Alternatif Yang Kaya Protein Nabati
Perubahan gaya hidup yang memiliki pola makan yang kurang sehat. Serta gemarnya masyarakat mengkonsumsi produk siap saji diperlukan modifikasi produk pangan bahan ekonomis yang sering di konsumsi mitra yaitu produk nabati untuk di olah menyerupai produk siap saji seperti nuget. Tujuan kegiatan ini untuk memberdayakan serta meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam pengolahan makanan lokal (tempe dan sayur) sebagai makanan alternatif yang kaya protein nabati. Metode yang digunakan Participatory Learning and Action (PLA). Metode PLA merupakan proses pembelajaran dengan melibatkan komunitas (masyarakat) agar berpartisipasi secara aktif dalam proses kegiatan. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 2 September 2024 , yang diikuti oleh 6 orang dosen 6 orang mahasiswa. Mitra kegiatan ini adalah ibu-ibu PKK Lingkungan cungking Kelurahan Mojototo Banyuwangi, terdapat 15 orang ibu yang mengikuti kegiatan ini. Hasil kegiatan ini sebelum dilakukan edukasi dilakukan pre-test tentang pengetahuan gizi, pola makan sehat, pengolahan makanan lokal dan sayuran lokal, dari hasil pre-test menunjukkan sebagaian besar mitra yaitu 9 orang (60%) memiliki pengetahuan kurang tentang pengetahuan gizi, pola makan sehat, pengolahan makanan lokal dan sayuran lokal. Setelah dilakukan pre-test mitra diberikan edukasi tentang pengenalan gizi dan pola makan sehat yang dan pengolahan tempe dan sayuran lokal dalam pemenuhan gizi. Setelah diberikan materi mitra dilakukan post-test dengan hasil sebagian besar mitra memiliki pengetahuan tentang pengetahuan gizi, pola makan sehat, pengolahan makanan lokal dan sayuran lokal baik 13 orang (87%). Mitra memahami pengenalan gizi dan pola makan dan pengolahan tempe dan sayuran lokal dalam pemenuhan gizi. Dengan adanya edukasi ini pengetahuan dan pengalaman mitra meningkat
Hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian overweight pada anak dan remaja : Relationship between diet patterns and physical activity with overweight incidents in children and adolescents
Overweight saat ini menjadi permasalahan gizi di Indonesia hingga dunia bahkan WHO mendeklarasikan sebagai epidemik global. Hal ini dapat terjadi karena mereka sering mengalami pola makan yang abnormal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian Overweight pada Anak dan Remaja. Desain penelitian menggunakan metode observasional analitik. Sampel sebanyak 39 responden dengan teknik purposive sampling. Variabel independen adalah pola makan dan aktivitas fisik sedangkan variabel dependen adalah overweight. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi, lembar kuesioner pola makan dan Pasichal Activity Question for Adolescest, timbangan digital, dan microtoice. Analisis data menggunakan Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak dan remaja memiliki pola makan tidak teratur dan memiliki aktivitas fisik ringan. Hasil analisis data didapatkan hasil p value kurang dari alpha sehingga ada hubungan yang signifikan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian overweight pada anak dan remaja. Pola makan yang tidak teratur dan kurangya aktivitas fisik dapat menyebabkan terjadinya overweight. Perawat dapat berperan dalam mengidentifikasi masalah yang beresiko mengalami overweight serta mengedukasi anak dan remaja tentang menjaga pola makan yang benar dengan mengkonsumsi makan yang mengandung tinggi protein, serat, dan vitamin serta mengedukasi terkait aktivitas fisik yang baik dan bena
The impact of witnessing cardiopulmonary resuscitation on nursing students: A review
This review analyses the psychological effects of observing cardiopulmonary resuscitation (CPR) on nursing students, highlighting a significant disparity between technical training and emotional readiness within nursing education. Despite thorough procedural guidance, students often encounter anxiety, helplessness, and trauma during resuscitation events, especially in cases with unfavourable outcomes or the presence of distressed family members. Such experiences can elicit somatic symptoms, feelings of guilt, and enduring professional self-doubt. Challenges encompass gaps in knowledge regarding current CPR protocols, difficulties in interprofessional communication, and personal trauma histories that may exacerbate psychological distress. The result showed there are 3 themes: Psychological and emotional Impact; CPR performance and clinical competence; Students-teachers relationship. Educational interventions must focus on enhancing technical competence and psychological resilience through pre-exposure preparation, structured debriefing, and the integration of coping strategies. Nursing programs can enhance student wellbeing and improve clinical performance and patient outcomes by implementing a comprehensive approach to resuscitation education that recognises the multifaceted effects of these experiences