Journal STIKES Pemkab Jombang
Not a member yet
1178 research outputs found
Sort by
Analisis hubungan kepuasan pasien dengan kualitas pelayanan di puskesmas kabupaten Banyumas: Analysis of the relationship between patient satisfaction and service quality at community health centers in banyumas district
Pelayanan Puskesmas dikatakan berkualitas jika memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat. Pelayanan kesehatan yang efisien, terpadu, adil, tepat waktu, berpusat pada masyarakat, dan aman, maka pelayanan yang berkualitas dapat tercapai. Kepuasan pasien merupakan indikator pertama dari standar pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat kepuasan pasien dengan kualitas pelayanan. Penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Responden sebanyak 180 pasien di Puskesmas Purwokerto Selatan dan Baturaden II, dipilih melalui insidental sampling. Variabel independen adalah kualitas pelayanan, sementara variabel dependen adalah kepuasan pasien. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan dengan tingkat kepuasan pasien di Puskesmas. Mayoritas pasien menyatakan bahwa kualitas pelayanan di Puskesmas tergolong baik. Sejalan dengan itu, tingkat kepuasan pasien juga tinggi, responden menyatakan puas terhadap pelayanan yang diterima. Terdapat hubungan signifikan antara kualitas pelayanan dan tingkat kepuasan pasien di Puskesmas. Pasien yang menerima pelayanan dengan kualitas baik cenderung lebih puas dibandingkan mereka yang mendapatkan pelayanan dengan kualitas cukup. Faktor-faktor seperti aksesibilitas, kenyamanan, sikap petugas, dan komunikasi memiliki peran penting dalam membentuk persepsi pasien terhadap pelayanan kesehatan
Analisa diskriptif peran kader malaria terhadap penemuan dini kasus malaria di wilayah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan daerah endemis Kelurahan Sotek: Descriptive analysis the role of malaria cadres on early discovery of malaria cases in the area of National Capital City (IKN) development and endemic areas of Sotek Village
Malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina, masih menjadi masalah kesehatan signifikan di Kabupaten Penajam Paser Utara, khususnya di daerah endemis Kelurahan Sotek. Keberadaan kader diperlukan karena wilayah endemis yang jauh dari sarana prasarana kesehatan dan kegiatan survey migrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran kader malaria di wilayah Pembangunan IKN dan Kelurahan Sotek serta menganalisis kontribusi mereka dalam pengendalian penyakit. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan sampel total dari 40 kader malaria di daerah tersebut. Variabel penelitian adalah peran kader malaria, yang dianalisis secara univariat dengan distribusi frekuensi. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar kegiatan kader dilaksanakan secara optimal, meskipun ada satu kegiatan, yaitu pemberian obat malaria, yang belum sepenuhnya optimal. Secara keseluruhan, peran kader malaria di wilayah Pembangunan IKN dan Kelurahan Sotek adalah baik dan optimal. Untuk selanjutnya dapat direncanakan pelaksanaan pelatihan kader malaria terutama tata cara pemberian obat anti malaria dan penatalaksanaannya pada wilayah Pembangunan IKN
Hubungan peran orang tua dan kesiapan anak dengan Keberhasilan toilet training pada anak usia 3-6 tahun : The relationship between parental role and child readiness with toilet training success in children aged 3-6 Years
Toilet Training merupakan perkembangan untuk membentuk kemandirian anak tidak hanya dari kesiapan anak tetapi pola asuh orang tua dalam membimbing dan meluangkan waktu dalam proses toilet training. Metode: menggunakan korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan kepada 65 orang tua menggunakan teknik Random sampling pada bulan Februari 2024 dengan kuesioner tertutup, dianalisis menggunakan uji koefisien kontingensi. Hasil menunjukkan hampir sebagian besar orang tua (53,8%) yang memiliki peran kurang baik 41,5% anaknya mengalami keterlambatan toilet training sebagian besar anak (66,2%) kurang siap 49,3% anak terlambat toilet training sedangakn dari uji statistic diperoleh nilai r =0,300 p=0,011(p<0,05) artinya ada hubungan peran orang tua dengan keberhasilan toilet training dan diperoleh nilai r =0,312 p=0,008 (p<0,05) artinya ada hubungan kesiapan anak dengan keberhasilan toilet training. Peran orang tua perlu ditingkatkan dalam mengajarkan toilet training pada anak dengan mengenali berbagai kesiapan anak dalam toilet training seperti kesiapan fisik, kesiapan mental, kesiapan psikologis, dan kesiapan parental
Peran berpikir kritis perawat dalam menghadapi dilema etik pada pasien penyakit menular HIV/AIDS: The role of critical thinking of nurses in facing ethical dilemmas in HIV/AIDS infectious disease patients
Perawat kerap dihadapkan pada persoalan etik dalam merawat pasien HIV/AIDS, terutama dalam menjaga rahasia medis pasien sembari mempertimbangkan keselamatan pihak lain dari kemungkinan penularan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengulas bagaimana kemampuan berpikir kritis mendukung perawat dalam menangani dilema etik tersebut. Kajian ini menggunakan metode literature review dengan menelusuri artikel ilmiah nasional dan internasional yang terbit dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Artikel diseleksi berdasarkan kesesuaian topik, lalu dianalisis menggunakan pendekatan tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa berpikir kritis memampukan perawat untuk menilai persoalan etik secara mendalam, menerapkan prinsip-prinsip etika seperti otonomi, keadilan, tidak merugikan, dan berbuat baik, serta mengambil keputusan yang tepat dan profesional. Empat aspek utama dari berpikir kritis yang teridentifikasi meliputi peningkatan keselamatan pasien, efisiensi layanan keperawatan, peningkatan mutu pelayanan, dan penerapan praktik keperawatan berbasis bukti ilmiah. Kesimpulannya, keterampilan berpikir kritis sangat penting bagi perawat dalam menyikapi dilema etik pada perawatan HIV/AIDS, sehingga perlu ditanamkan sejak pendidikan keperawatan dan terus dikembangkan melalui pelatihan berkelanjutan
Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pengobatan TB paru di Puskesmas Kemayoran: Factors influencing treatment adherence among pulmonary tuberculosis patients at Kemayoran Community Health Center
Kepatuhan merupakan faktor kunci dalam keberhasilan pengobatan Tuberkulosis (TB). Meskipun program dan pedoman pencegahan TB telah diterapkan sesuai standar nasional, tingkat ketidakpatuhan pengobatan masih tergolong tinggi. Oleh karena itu, penting untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan guna mengendalikan angka kejadian TB.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan pasien dalam mengonsumsi Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah pasien TB Paru yang menjalani pengobatan di Puskesmas Kemayoran. Sampel diambil secara purposive sebanyak 88 responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji Independent t-test untuk menilai hubungan antara faktor-faktor seperti pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, efikasi diri, motivasi, dan stigma dengan kepatuhan pengobatan. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri dan kepatuhan pengobatan (t = 2,290; p = 0,007). Sedangkan efikasi diri memiliki hubungan dengan pengetahuan, sikap, motivasi, dukungan keluarga, dan stigma diri. Efikasi diri berperan penting dalam kepatuhan pasien menjalani pengobatan TB. Kesimpulan: Dari beberapa faktor yang dikaji, hanya efikasi diri yang menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kepatuhan pengobatan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan efikasi diri melalui intervensi terarah—seperti pendidikan kesehatan, keterlibatan keluarga, dan pengurangan stigma—merupakan strategi penting untuk meningkatkan kepatuhan dalam pengobatan TB
Peningkatan Pengetahuan Lansia Tentang Kesiapsiagaan Bencana
Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudra serta di pertemuan tiga lempeng tektonik (Indo-Australia, Eurasia, Pasifik). Kondisi ini memungkinkan indonesia sangat rentan terhadap bencana alam, terutama banjir. Kota Surakarta merupakan salah satu wilayah yang sering terdampak banjir, disebabkan oleh curah hujan tinggi, topografi wilayah yang datar, tata ruang yang kurang baik, kerusakan lingkungan, dan perubahan iklim. Kejadian banjir menimbulkan dampak signifikan, termasuk risiko kesehatan (diare, demam berdarah) dan kerugian ekonomi. Kelompok lansia merupakan kelompok rentan terhadap dampak bencana karena proses degeneratif fisik dan psikologis, seperti penurunan fungsi organ, respons gerak lambat, dan penurunan kemampuan kognitif yang mempengaruhi adaptasi informasi baru. Oleh karena itu, diperlukan upaya mitigasi dan adaptasi yang komprehensif, termasuk edukasi yang ditargetkan untuk lansia, guna meningkatkan kapasitas mereka dalam merespons, merawat diri, dan menyelamatkan diri selama bencana, sehingga dapat menekan angka korban.Tujuan: Meningkatkan pengethuan lansia tentang kesiapsiagaa bencana. Metode : penyuluhan kesehatan dengan menggunakan power point dan role play peragaan. Hasil : terdapat peningkatan pengetahuan lansia tentang kesiapsiagaan bencana dari tingkat pengetahuan baik dan kurang menjadi baik dan sangat baik sekali. Kesimpulan : Terdapat perubahan skor tingkat pengetahuan tentang kesiapsiagaan bencana pada lansia setelah dilakukan penyuluhan. Rekomendasi: melakuakn edukasi kesiapsiagaan pada kelompok rentan lansia sebagai upaya untuk menngkatkan kapasitas lansia dalam menhadapi becana
Perawatan Tuberculosis paru berulang: Studi kasus: Nursing care for recurrent lung Tuberculosis: A case study
Adanya tren peningkatan tuberkulosis (TB) paru berulang menjadi masalah kesehatan yang memerlukan perhatian serius di Indonesia. Pada tahun 2023 tercatat 1.060.000 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas asuhan keperawatan pada pasien tuberkulosis (TB) paru berulang melalui metode studi kasus proses keperawatan berdasarkan observasi, pemeriksaan fisik, wawancara, dan rekam medis. Asuhan dilakukan selama 5 hari pada Ny. D (35 tahun) dengan diagnosa tuberculosis (TB) paru berulang sejak 16 hingga 20 Desember 2024. Hasil pengkajian menunjukkan suara ronkhi, kesulitan mengeluarkan sputum, dan nyeri dada (skala 6/10). Pasien tinggal di lingkungan padat, tidak patuh minum obat antituberkulosis (OAT) sejak sebulan sebelum dirawat, serta memiliki riwayat kontak dengan penderita tuberkulosis (TB). Temuan masalah keperawatan nyeri akut, bersihan jalan napas tidak efektif, dan gangguan pola tidur. Intervensi dan implementasi keperawatan meliputi observasi berkala, kompres hangat, posisi prone, aromaterapi, imajinasi terbimbing, serta kolaborasi terapi farmakologis dan edukasi pencegahan pada hari ketiga. Evaluasi menunjukkan masalah teratasi pada hari kelima dengan nyeri menurun, sputum berkurang, dan pola tidur membaik. Perhatian pada pasien tuberkulosis (TB) paru antara lain kontrol rutin pengobatan dan pentingnya keterlibatan keluarga sebagai Pengawas Minum Obat (PMO) untuk meningkatkan kepatuhan dan mencegah kekambuha
Hubungan shift kerja dan aktivitas fisik dengan gangguan ritme sirkadian pada perawat: Relationship between work shifts and physical activity with circadian rhythm disturbances in nurses
Seorang perawat yang bekerja secara shift biasanya mengalami gangguan ritme sirkardian, hal ini menjadi masalah ketika perawat tidak bisa mengatur jadwal kerja dengan teratur dan menjaga aktivitas fisik secara optimal Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengidentifikasi hubungan shift kerja dan aktivitas fisik dengan gangguan Ritme Sirkadian pada perawat. Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Cross Secttional. Sampel penelitian ini sebanyak 117 perawat yang diambil dengan teknik Clusster Random Sampling, data diambil menggunakan lembar kuisioner. Analisis data menggunakan Uji Spearman Rho dengan shoftware SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa perawat dengan shift kerja tidak teratur mengalami gangguan ritme sirkadian kategori berat dengan nilai signifikan p value kurang dari alpha maka ada hubungan shift kerja dengan gangguan ritme sirkadian pada perawat, perawat dengan aktivitas fisik rendah mengalami gangguan ritme sirkadian kategori berat dengan nilai signifikan p value kurang dari alpha maka ada hubungan aktivitas fisik dengan gangguan ritme sirkadian pada perawat. Berdasarkan temuan penelitian mengenai hubungan shift kerja dan aktivitas fisik dengan gangguan ritme sirkadian pada perawat diharapkan perawat bisa menerapkan jadwal kerja yang tepat dan meningkatkan aktivitas fisik dapat menjaga keseimbangan ritme sirkadian guna mengoptimalkan kinerja perawat di lingkungan rumah sakit
Hubungan dukungan orang tua dengan tingkat kecerdasan emosional pada remaja: The relationship between parental support and emotional intelligence levels among adolescents
Gejolak emosi yang diakibatkan oleh perubahan pada diri remaja apabila tidak dikendalikan akan menjadi penghambat pembentukan kecerdasan emosionalnya. masyarakat hanya mengutamakan kecerdasan otak intelektual. Anak hanya didorong untuk mengasah otaknya, kecerdasan emosinya diabaikan. Dukungan orang tua sangat dibutuhkan dalam masa remaja terutama untuk perkembangan kecerdasan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan orang tua dengan tingkat kecerdasan emosional pada remaja di kelas XI SMA. Desain penelitian ini menggunakan korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada siswa kelas XI SMA. Populasi sebanyak 65 siswa dengan menggunakan teknik total sampling. Dilakukan pada bulan Februari 2025. Data penelitian diambil menggunakan kuesioner yang kemudian ditabulasi dan dianalisis menggunakan Uji Spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki dukungan orang tua tinggi dan sebagian besar responden memiliki kecemasan emosional tinggi. Hasil uji menunjukkan terdapat hubungan antara dukungan orang tua dengan tingkat kecerdasan emosional pada remaja di kelas XI SMA. Dengan demikian peneliti mengharapkan remaja memiliki kederdasan emosional yang tinggi
Efektivitas edukasi menggunakan booklet terhadap pengetahuan “periksa payudara sendiri” untuk deteksi dini kanker payudararemaja putri: The effectiveness of education using booklets on knowledge of breast self-examination for early detection of breast cancer in adolescent girls
Kanker menjadi salah satu penyebab kematian utama secara global. Jenis kanker yang sering ditemukan pada perempuan adalah kanker payudara yang mulai ditemukan pada kelompok usia remaja putri. Langkah promotif untuk mencegah peningkatan kasus dan angka kematian akibat kanker payudara sangat dibutuhkan. Salah satu bentuk upaya pencegahan dini secara mandiri dan tanpa alat medis adalah Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Penelitian ini dilakukan untuk menilai efektifitas pemberian edukasi kesehatan SADARI dengan menggunakan media booklet dalam meningkatkan pemahaman remaja putri mengenai pentingnya deteksi dini kanker payudara. Desain penelitian kuantitatif pra-eksperimental one-group pretest-posttest design. Populasi adalah 178 siswi kelas XII, dan 30 siswi dijadikan sampel berdasarkan teknik quota sampling yang disesuaikan dengan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Pengetahuan partisipan sebelum dan sesudah intervensi diukur menggunakan instrumen kuesioner. Diperoleh hasil 83,3% responden mengalami peningkatan dan tingkat pengetahuan yang baik, sehingga penelitian ini membuktikan terdapat pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap pengetahuan remaja putri dalam deteksi dini kanker payudara SADARI. Berdasarkan analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon didapatkan hasil bahwa edukasi SADARI dengan media booklet efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang SADARI untuk mendeteksi kanker payudara secara dini