Journal STIKES Pemkab Jombang
Not a member yet
1178 research outputs found
Sort by
Analisis kesiapan implementasi Kelas Rawat Inap Standart (KRIS) di rumah sakit : Analysis of readiness for implementation of standard inpatient classes in hospitals
Layanan kesehatan di Indonesia terus menghadapi tantangan dalam hal kualitas dan pemerataan aksesibilitas. Salah satu kebijakan yang diimplementasikan oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan adalah Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), yang mengharuskan rumah sakit untuk memenuhi standar tertentu dalam sarana dan prasarana, terutama terkait dengan ruang rawat inap. Meskipun KRIS bertujuan untuk meningkatkan kualitas perawatan kesehatan melalui standarisasi fasilitas rumah sakit, implementasi kebijakan ini menghadapi berbagai tantangan di lapangan, terutama bagi rumah sakit swasta yang terbatas dalam anggaran dan infrastruktur. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesiapan implementasi kebijakan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan. Metode yang digunakan adalah desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitik, menggunakan teknik cross-sectional untuk menggali kesiapan rumah sakit dalam memenuhi 12 kriteria KRIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa kriteria yang belum sepenuhnya dipenuhi, seperti jumlah tempat tidur, ventilasi, dan pengaturan suhu ruangan, yang mengindikasikan bahwa Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan perlu melakukan penyesuaian lebih lanjut. Rumah Sakit telah melakukan perbaikan pada beberapa kriteria, kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan ruang dan biaya renovasi untuk memenuhi standar. Rumah sakit perlu melakukan peningkatan kapasitas dan fasilitas untuk memenuhi seluruh kriteria KRIS, dengan penekanan pada infrastruktur dan pendanaan.
Faktor-faktor resiko serangan infark miokard akut : Risk factors for acute myocardial infarction attack
Infark Miokard Akut (IMA) merupakan kondisi kegawatdaruratan jantung yang dapat mengancam nyawa, dan menjadi salah satu penyebab kematian jika tidak ditangangi segera, riwayat diabetes melitus, hipertensi, kolesterol, merokok dan sebiasaan hidup yang tidak sehat dapat meningkatkan resiko serangan infark miokard akut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor risiko serangan IMA di RS Muhammadiyah Lamongan. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan crossectional pada 40 pasien IMA. Pada pengumpulan data Dm,Ht,Dan Kolesterol dikumpulkan melalui observasi rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan 50% pasien memiliki riwayat hipertensi, 50% memiliki kolesterol total tinggi, dan 52,5% dengan diabetes melitus Dapat disimpulkan bahwa diabetes melitus merupakan faktor tertinggi dalam kasus IMA lalu disusul oleh hipertensi dan kolesterol yang mempunyai prosentase 50%. Perlu adanya peningkatan skrining rutin terhadap faktor resiko kardiovaskular di fasilitas layanan Kesehatan serta penerapan kebijakan pengendalian faktor resiko ditingkat individu dan komunitas. Masyarakat perlu diberi edukasi intensif mengenai pentingnya pengendalian gula darah, tekanan darah dan kolesterol, sebagai bentuk pencegahan primer terhadap serangan jantun
Hubungan peran Pengawas Menelan Obat (pmo) dengan kepatuhan minum obat pada pasien Tuberculosis Paru : The relationship of the role of medication supervisors and medication compliance in pulmonary Tuberculosis patients
Tuberkulosis disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis. Agar pasien menjadi patuh pengobatan dibutuhkan peran PMO yang baik. PMO biasanya dilakukan secara sukarela oleh orang yang dipercayai oleh pasien, seperti anggota keluarga. Kepatuhan pasien diperlukan agar pengobatan tuberculosis selesai, sehingga mencegah resistensi terhadap pengobatan OAT. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi hubungan antara peran PMO dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data dengan Kuisioner MMAS-8 dan Kuisioner PMO, Metode pengambilan sampel secara accidental sampling, analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square 29. Hasil penelitian terdapat hubungan antara PMO dan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru
Effektifitas penerapan modul ratu ceria terhadap pencegahan kejadian anemia pada remaja : Effectiveness of the ratu ceria module in preventing anemia among adolescents
Anemia merupakan salah satu dari tiga beban masalah gizi di Indonesia selain malnutrisi dan obesitas. Anemia terjadi akibat kondisi kekurangan zat besi (Fe) yang tidak hanya menjadi masalah bagi Indonesia tetapi juga banyak dialami negara-negara di Asia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganaliasa effektifitas dari penerapan Model Ratu Ceria dengan peningkatan pengetahuan Remaja dalam mencegah kejadian Anemia. Jenis penelitian adalah penelitian Kuantitatif dengan pre-experimental design dengan pendekatan one group pre-test dan post-test design . Populasi dalam penelitian adalah siswa SMP sejumlah 60 siswa. Tehnik yang digunakan purposive sampling. Pengumpulan data di awali dengan pembagian kuesioner untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa terhadap pencegahan kejadian anemia pada remaja , kemudian di nilai tingkat pengetahuannya dan didokumentasikan sebagai data pre-test. Setelah itu dilanjutkan dengan kegiatan penuyuluhan dan simulasi menggunakan Modul Ratu Ceria dan dilakukan penilaian kembali tentang pengetahuan siswa yang terlihat setelah 3 hari pelatihan dan data yang terekam disebut data post-test. Data di analisa dengan uji Wilcoxon. Tingkat pengetahuan terhadap anemia meningkat signifikan setelah dilakukan pelatihan dan simulasi Modul Ratu Ceria terhadap pencegahan kejadian anemia. Modul Ratu Ceria ini kedepannya dapat di terapkan pada siswa di usia remaja pada tatanan pendidikan khususnya di SMP untuk pencegahan anemia 
PENGUATAN KESEHATAN JIWA PADA REMAJA UNTUK MENCEGAH BULLYING
Bullying sering kali terjadi pada anak-anak maupun remaja, baik dilakukan secara individu maupun berkelompok. Remaja yang mengalami bullying memiliki risiko lebih tinggi terhadap gangguan kesehatan, baik fisik maupun mental. Dampak yang mungkin timbul pada korban di antaranya adalah munculnya gangguan psikologis seperti depresi, kecemasan, dan kesulitan tidur yang dapat terbawa hingga dewasa. Penguatan kesehatan mental sekaligus pengembangan keterampilan sosial-emosional bagi remaja perlu dilakukan agar siklus kekerasan tidak terus berlanjut. Menjaga kesehatan mental, khususnya pada remaja yang sedang berada dalam fase perkembangan identitas diri, menjadi hal yang sangat penting. Dengan kondisi mental yang sehat, remaja akan lebih tahan terhadap risiko bullying, baik dalam posisi sebagai korban maupun potensi menjadi pelaku. Keadaan mental yang sehat menjaga agar individu dapat mengatasi stres secara wajar dan dapat menjalin hubungan sosial yang positif dan bermakna. Melalui kegiatan edukasi, pendampingan, dan pembinaan karakter, siswa dapat meningkatkan kesadaran tentang dampak negatif bullying serta menumbuhkan sikap empati, saling menghargai, dan solidaritas antar teman sebaya. Dengan demikian, penguatan kesehatan jiwa bukan hanya berfungsi sebagai sarana pencegahan perilaku menyimpang, tetapi juga sebagai fondasi terciptanya lingkungan sekolah yang aman, suportif, dan kondusif bagi perkembangan remaja secara optimal. Dengan adanya penguatan kesehatan jiwa, remaja diharapkan memiliki kemampuan mengelola emosi, meningkatkan rasa empati, dan membangun hubungan sosial yang sehat sehingga mampu mencegah terjadinya bullying di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Melalui kolaborasi berbagai pihak, tercipta lingkungan yang aman, suportif, dan kondusif bagi tumbuh kembang remaja, sekaligus memperkuat fondasi untuk mencetak generasi muda yang sehat jiwa, berkarakter positif, dan bebas dari perilaku bullyin
Pengaruh pemberian makanan tambahan terhadap status gizi balita: The impact of supplementary feeding on toddler nutritional status
Stunting dapat dicegah dengan berbagai upaya seperti kegiatan Posyandu melalui penimbangan dan pengukuran, skrining ibu hamil, pemberian tablet tambah darah dan memberikan makanan tambahan pada balita. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh pemberian makanan tambahan terhadap status gizi balita. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pre-experimental design dengan pendekatan one group pre post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah balita yang mengikuti posyandu balita di Dusun Jenengan Maguwoharjo sejumlah 29 balita. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Pengumpulan data diawali dengan pembagian kuesioner untuk mengetahui karakteristik balita, kemudian menilai status gizi melalui hasil dokumentasi di buku KIA sebagai pre test. Setelah itu dilanjutkan dengan intervensi penyelenggaraan kegiatan PMT. Kemudian dalam jangka waktu 3 bulan melakukan penilaian status gizi sebagai post test. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon untuk membandingkan status gizi balita. Karakteristik responden mayoritas adalah berjenis kelamin laki-laki, berat badan lahir normal, panjang badan lahir normal dan riwayat menyusu secara ASI eksklusif. Status gizi balita berdasarkan indeks antropometri BB/U sebelum perlakuan dan setelah tidak ada peruahan signifikan. Status gizi balita berdasarkan indeks antropometri PB/U sebelum perlakuan dan setelah perlakuan tidak ada perubahan signifikan secara statistik
Menyikapi cuci darah (hemodialisis) saat berpuasa di bulan ramadhan: perspektif perawat hemodialisa dan pandangan ulama: Responding to hemodialysis during fasting in the month of Ramadhan: The perspective of hemodialysis nurses and the views of Clergy
Puasa Ramadhan merupakan ibadah penting bagi umat Muslim, namun menimbulkan tantangan bagi pasien hemodialisis yang memerlukan pengaturan cairan dan nutrisi secara ketat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perspektif medis dari perawat hemodialisa dan pandangan keagamaan dari ulama terkait pelaksanaan puasa pada pasien hemodialisis di Kabupaten Sumedang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif eksplanatif melalui wawancara mendalam terhadap perawat, ulama, dan pasien, serta kajian literatur untuk mendukung temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara medis, puasa dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti hipotensi dan hipoglikemia pada pasien hemodialisis. Sementara itu, ulama sepakat bahwa hemodialisis membatalkan puasa dan Islam memberikan keringanan (rukhsah) kepada pasien yang sakit. Edukasi yang komprehensif dan kolaborasi antara tenaga medis dan tokoh agama menjadi kunci dalam membantu pasien mengambil keputusan yang seimbang antara kesehatan dan kewajiban ibadah. Pendekatan holistik ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup dan spiritualitas pasien selama bulan Ramadhan
Pola pemberian asi dan makanan pendamping asi terhadap status gizi balita: Breastfeeding and supplementary food patterns on the nutritional status of toddlers
Gizi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan untuk mencapai tumbuh kembang optimal pada masa bayi. Kekurangan gizi pada masa bayi dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola pemberian ASI dan makanan pendamping ASI terhadap status gizi balita. Desain penelitian menggunakan desain analitik kolerasonal dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu dan balita, sampel penelitian menggunakan 20 responden. Lokasi penelitian di Desa Sidobandung, Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Agustus. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan kuesioner. Hasil penelitian didaparkan bahwa sebagian besar responden memberikan ASI Eksklusif dan sebagaian besar dengan pola pemberian makanan makanan pendamping ASI pada balita dengan kategori baik. Status gizi balita didapatkan hasil balita terbanyak dengan gizi kurang. Hasil uji SPSS dengan menggunakan uji chi square didapatkan hasil terdapat hubungan pola pemberian ASI dengan status gizi balita. Variabel hubungan makanan pendamping ASI dengan status gizi balita dengan uji Spearman Rho didapatkan hasil terdapat hubungan makanan pendamping ASI dengan status gizi balita. Untuk mendapatkan status gizi yang optimal sangat penting pemberian ASI secara ekaklusif serta pemberian makanan pendamping ASI secara tepat sesuai kebutuhan dan tahap perkembangan
Pengaruh edukasi menyusui terhadap Keberhasilan tehnik menyusui pada ibu post partum: The effect of breastfeeding education on the success of breastfeeding techniques in Post-Partum Mothers
Menyusui merupakan suatu proses yang terjadi secara alami, namun sering kali ibu tidak berhasil dalam memberikan ASI dengan baik,. Penyebab kegagalan dalam menyusui salah satu diantaranya adalah kurang atau tidak sama sekali mempenyuai pengalaman serta pengetahuan tentang bagaimana cara menyusui yang benar. Oleh karena itu, perlu adanya pemberian pendidikan kesehatan untuk membantu ibu nifas dalam memberikan ASI pada bayi baru lahirnya secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi menyusui terhadap keberhasilan tehnik menyusui pada ibu post partum di RSIA Muslimat Jombang. Penelitian ini menggunakan metode quasi-experimental design dengan pendekatan pre-post test control group design dan pemilihan sample menggunakan purposive sampling sebanyak 60 responden dengan masing-masing 30 responden eksperimen dan 30 responden kontrol. Perilaku menyusui diukur menggunakan lembar observasi sebagai data kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan taraf sidnifikasi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh edukasi menyusui terhadap keberhasilan tehnik menyusui pada ibu post partum dengan (p-value 0,000). Hal ini membuktikan bahwa pemberian pendidikan kesehatan terkait menyusui dapat memberikan dampak yang baik terhadap perilaku menyusui karena semakin tinggi tingkat pengetahuan seseorang akan berdampak pada perubahan perilaku menjadi lebih baik
Manajemen diri sebagai kunci kualitas hidup Lansia penderita hipertensi: Self-care management as the key to quality of life for elderly hypertension sufferers
Kualitas hidup lansia hipertensi sudah banyak menurun, upaya untuk memperbaikinya dengan manajemen perawatan diri manajemen perawatan diri terhadap penyakit dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui hubungan antara manajemen perawatan diri dengan kualitas hidup pada lansia hipertensi Metode Penelitian: Menggunakan metode kuantitatif cross-sectional dengan non-probability sampling pada 74 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Selanjutnya data dianalisis menggunakan uji Chi Square untuk melihat hubungan kedua variabel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat. Pembahasan Manajemen perawatan diri lebih mengacu pada pelaksanaan dan penanganan kehidupan seseorang dengan menggunakan suatu keterampilan yang dipelajari. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara manajemen perawatan diri dengan kualitas hidup pada lansia hipertens