Jurnal Basataka (JBT)
Not a member yet
516 research outputs found
Sort by
NARASI KONFLIK PADA NOVEL GRANADA KARYA RADWA ASHOUR (KAJIAN SEMIOTIKA A.J. GREIMAS)
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan struktur aktansial dan struktur fungsional pada konflik dalam novel Granada karya Radwa Ashour berdasarkan pendekatan Semiotika naratif Algirdas Julien Greimas. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriftif. Sumber data utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah novel Granada karya Radwa Ashour dengan tambahan beberapa data sekunder dalam penelitian ini adalah jurnal, website, berita, majalah, dan ensiklopedia. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik kajian pustaka yaitu membaca, mencatat dan mengklasifikasikan. Analisis data dalam penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan pendekatan semiotika A.J. Greimas dengan fokus pada struktur aktansial, dan struktur fungsional. Hasil analisis struktur naratif yang terdapat dalam novel Granada karya Radwa Ashour, terdapat 25 konflik baik berupa konflik makro maupun mikro. Konflik tersebut saling berhubungan satu sama lain dalam membangun cerita pada novel Granada. Untuk menjaga fokus dan kedalaman analisis, penelitian ini hanya membahas beberapa konflik utama yang dianggap paling signifikan dalam perkembangan alur dan karakter yang berpuncak pada tragedi, kehilangan, dan pengorbanan, namun tetap menampilkan keteguhan identitas dan nilai kemanusiaan. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa struktur naratif Greimas efektif untuk mengungkap dinamika makna dan perjalanan konflik dalam karya sastra sejarah. 
ANALISIS NILAI MORAL DALAM CERPEN HUJAN KOTA ARANG SEBAGAI BAHAN AJAR UNTUK PEMBELAJARAN KARAKTER DI MTS ALI IMRON MEDAN
Karya sastra merupakan ungkapan pribadi manusia yang berupa pengalaman, pemikiran, perasaan, ide, semangat, dan keyakinan yang kemudian ia tuangkan menjadi sebuah karya yang indah dan mengandung nilai moral. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui nilai-nilai moral tersebut dapat diterapkan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran karakter di MTs Ali Imron dan membentuk kepribadian dan perilaku melalui pengajaran nilai-nilai moral dan etika. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka dan analisis isi cerpen, studi pustaka dilakukan untuk mengumpulkan inormasi dari sumber yang relevan. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif analisis. Nilai moral dalam cerpen Hujan Kota Arang karya Muram Batu terdiri 3 kategori yang ditemukan yaitu, hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan dirinya sendiri, dan hubungan manusia dengan sesama, dengan adanya nilai moral tersebut saling terkait dengan konteks pembelajaran karakter
HUBUNGAN GAYA BELAJAR SISWA DENGAN KEMAMPUAN MENENTUKAN UNSUR INTRINRIK TEKS FABEL OLEH SISWA KELAS VII SMP NEGERI 36 PEKANBARU
Penelitian ini dimaksudkan guna menganalisis hubungan di antara gaya belajar siswa dengan ketepatan siswa dalam menentukan unsur intrinsik teks fabel. Penelitian ini dilaksanakan pada SMP Negeri 36 Pekanbaru pada siswa kelas VII. Penellitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan tipe riset hubungan. Teknik pengambilan data yang dilakukan melalui tes dan nontes. Instrumen penelitian yang digunakan ialah angket untuk mengetahui gaya belajar siswa dan lembar tes untuk mengetahui keahlian siswa dalam menentukan unsur intrinsik teks fabel. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan statistik berbantuan SPSS 16.0 for Windows. Hasil temuan penelitian ini yakni tak ada korelasi yang signifikan antara gaya belajar siswa dengan keahlian menentukan usnur intrinsik teks fabel oleh siswa kelas VII SMP Negeri 36 Pekanbaru. Hal ini ditunjukkan dengan perolehan nilai Asymp. Sig. memperoleh nilai sebesar 0,684 yang artinya nilai Asymp. Sig. > 0,05. Maka dari itu bisa disimpulkan bahwasanya H0 diterima dan H1 ditolak
ANALISIS NILAI MORAL PADA NOVEL 3726 MDPL KARYA NURWINASARI KAJIAN PRAGMATIK SASTRA
Sastra merupakan sebuah istilah yang sudah tidak asing lagi dan seringkali disebutkan serta banyak diperbincangkan oleh berbagai kalangan seiring berkembangnya zaman. Terdapat berbagai macam jenis karya sastra berupa tulisan, salah satunnya yaitu karya sastra dalam bentuk prosa dapat berupa novel, esai, dan artikel.. Novel sebagai salah satu jenis karya sastra yang mengisahkan suatu alur panjang dan membahas tentang kehidupan bersifat imajinatif. Tujuan penelitian ini adalah pada analisis nilai moral individu, sosial, dan religius dalam novel 3726 MDPL dengan menggunakan pendekatan pragmatik sastra. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yaitu jenis riset yang menekankan pada deskripsi dan analisis mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan prakmatik yang menempatkan karya sastra sebagai sarana komunikasi antara pengarang dan pembaca. Data penelitian ini merujuk pada segala bentuk informasi yang dicatat oleh peneliti, baik dalam bentuk kata-kata, fakta, maupun angka. Terdapat dua sumber data dalam penelitian ini yaitu sumber data primer berupa Novel 3726 MDPL, adapun untuk sumber data sekunder berupa buku-buku teori, jurnal ilmiah, artikel, dan karya ilmiah lainnya. proses analisis data dilakukan melaui empat tahap yaitu (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, dan (4) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 3 macam nilai moral berupa nilai moral sosial, religius, dan individu
SIMBOL DAN MAKNA FILOSOFIS DALAM ARSITEKTUR RUMAH BOLON ETNIK BATAK SIMALUNGUN: KAJIAN SEMIOTIKA
Arsitektur tradisional merupakan warisan budaya yang menyimpan nilai filosofis, simbolis, dan sosial suatu masyarakat. Rumah Bolon etnik Batak Simalungun tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai representasi identitas, kosmologi, serta pandangan hidup masyarakat pendukungnya. Penelitian ini bertujuan mengungkap simbol dan makna filosofis dalam arsitektur Rumah Bolon dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh adat dan masyarakat, serta studi pustaka. Data dianalisis melalui model semiotika Barthes yang membedakan makna denotatif, konotatif, dan mitos. Triangulasi sumber dan metode digunakan untuk menjamin keabsahan data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap elemen Rumah Bolon memiliki simbolisme yang kuat. Bentuk atap menyerupai perahu melambangkan perjalanan hidup, tiang penyangga menandakan keteguhan dan prinsip habonaron do bona, tangga dan pintu masuk kecil mengajarkan kerendahan hati, sementara ukiran serta warna melambangkan kesuburan, keberanian, dan kekuatan spiritual. Tata ruang rumah mencerminkan solidaritas sosial, keterbukaan, dan kebersamaan. Selain itu, Rumah Bolon merepresentasikan kosmologi tiga dunia: dunia atas (spiritual), dunia tengah (manusia), dan dunia bawah (alam hewan dan roh pelindung).
Kesimpulannya, Rumah Bolon merupakan teks budaya yang menyimpan nilai-nilai filosofis penting, seperti harmoni dengan alam, solidaritas sosial, dan penghormatan terhadap leluhur. Nilai tersebut masih relevan di era modern, sehingga pelestarian tidak hanya menekankan aspek fisik, tetapi juga makna simbolisnya. Revitalisasi makna Rumah Bolon dapat memperkuat identitas budaya masyarakat Simalungun sekaligus menjadi inspirasi dalam pengembangan arsitektur kontemporer berbasis kearifan lokal
ANALISIS MAKNA ORNAMEN PINAR RUMAH ADAT SIMALUNGUN (KAJIAN SEMIOTIKA)
Penelitian ini mengkaji ukiran pinar pada Rumah Bolon Simalungun sebagai warisan budaya Simalungun di Sumatera Utara, yang rentan tergerus modernisasi. Konteks historis dan kultural ornamen ini memerlukan pemahaman mendalam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi, mengklasifikasikan bentuk dan motif pinar melalui pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure, serta memahami maknanya dalam konteks masyarakat Simalungun. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian berfokus pada analisis makna simbolik dan fungsi budaya ornamen. Lokasi penelitian meliputi Museum Simalungun (Pematangsiantar) dan Rumah Bolon Pematang Purba (Simalungun). Hasil penelitian menunjukkan pinar adalah sistem tanda Saussurean, di mana bentuk visual (signifier) merepresentasikan makna filosofis (signified) nilai-nilai luhur masyarakat Simalungun, seperti perlindungan, keseimbangan, kekuatan, dan hubungan spiritual. Variasi bentuk yang muncul diyakini tidak menggeser makna simbolik intinya. Penelitian ini merekomendasikan pelestarian melalui edukasi budaya dan pemberdayaan seniman agar filosofi Rumah Bolon Simalungun tetap lestari
MAKNA KULTURAL MOTIF BATIK KHAS SEMARANG: KAJIAN ETNOLINGUISTIK
Batik khas Semarang merupakan salah satu artefak budaya lokal yang tidak hanya berfungsi sebagai karya estetis, tetapi juga mengandung makna kultural yang merefleksikan nilai, pandangan hidup, sejarah, serta identitas kelompok masyarakat. Setiap motif batik menjadi simbol budaya yang lahir dari perpaduan bahasa dan budaya dalam kehidupan sosial masyarakat itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan dan mengelompokkan makna kultural yang dimiliki batik khas Semarang. Makna kultural sendiri merupakan makna yang lahir dari keterkaitan antara bahasa dan budaya suatu kelompok masyarakat, mencakup nilai-nilai, pandangan hidup, fungsi sosial, sejarah, dan pengetahuan suatu masyarakat. Pendekatan yang digunakan mencakup dua pendekatan, yakni pendekatan metodologis berupa deskriptif kualitatif dan pendekatan teoretis berupa etnolinguistik. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan delapan motif batik, masing-masing memiliki makna kultural yang berbeda. Salah satu motif tersebut ialah batik dengan kategori fauna, yaitu "Warak Ngendhog", yang memiliki makna harapan agar di bulan suci Ramadan orang mampu menjaga hawa nafsu, sehingga dapat menelurkan hal-hal baik. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah memberikan informasi yang akurat dan menjadi arsip kebudayaan atau pengetahuan tentang makna kultural motif batik khas Semarang
PROMOSI, MUTASI, DAN ROTASI GURU DI INDONESIA
Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) merupakan aset strategis dalam pembangunan sumber daya manusia nasional. Secara normatif, manajemen karier guru diatur dalam kerangka Sistem Merit yang diamanatkan oleh Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN), yang mensyaratkan bahwa promosi, mutasi, dan rotasi harus didasarkan murni pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja. Namun, makalah ini mengidentifikasi adanya kesenjangan fundamental antara idealitas regulasi dan realitas implementasi. Penelitian kualitatif berbasis telaah dokumen kebijakan dan literatur ini menemukan bahwa efektivitas Sistem Merit dalam manajemen guru terdistorsi secara sistemik oleh tiga kekuatan utama. Pertama, intervensi politik dari Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di daerah yang mengedepankan Spoiled System di atas Sistem Merit. Kedua, distorsi pasar talenta yang dipicu oleh disparitas ekstrem Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) antar-daerah. Ketiga, tantangan struktural berupa "Paradoks Promosi Jalur Ganda" yang memisahkan secara tajam jalur karier guru ASN dan Non-ASN. Makalah ini berargumen bahwa interaksi dari ketiga pilar yang terdistorsi ini—di mana promosi tidak merata, mutasi didorong oleh politik dan ekonomi, serta rotasi disalahgunakan sebagai sanksi—telah menciptakan erosi sistemik terhadap motivasi guru dan mendelegitimasi tujuan pemerataan kualitas pendidikan nasional. Rekomendasi kebijakan difokuskan pada penguatan sanksi pengawasan, harmonisasi kompensasi, dan standardisasi penilaian kinerja non-ASN
TINDAK TUTUR EKSPRESIF DALAM KOLOM KOMENTAR POSTINGAN AKUN INSTAGRAM @PKUCITY
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dan kritik terhadap kebijakan publik melalui media sosial. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini tindak tutur ekspresif dalam kolom komentar postingan akun instagram @pkucity. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengelaborasi fungsi tindak tutur ekspresif dalam kolom komentar postingan akun Instagram @pkucity yang diunggah pada tanggal 21 Februari 2025. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah tindak tutur ekspresif yang dikemukakan oleh Pratama & Utomo (2020). Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan menerapkan metode analisis isi. Data dalam penelitian ini adalah komentar-komentar yang memuat tindak tutur ekspresif. Sumber data dalam penelitian ini adalah aktivitas berbahasa yang terdapat dalam kolom komentar. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yakni teknik dokumentasi, teknik baca, dan teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teori sugiono (2009) yang meliputi: teknik pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini terdapat 116 fungsi tindak tutur ekspresif. Simpulan dari penelitian ini fungsi tindak tutur ekspresif yang paling dominan digunakan warganet dalam kolom komentar unggahan @pkucity adalah fungsi mengeluh berjumlah 80 data, fungsi menyalahkan sebanyak 21 data. Sementara itu, fungsi yang paling sedikit muncul adalah fungsi memuji sejumlah 3 data. Dalam hasil penelitian penulis menemukan dua fungsi tindak tutur ekspresif yaitu; fungsi menyindir sebanyak 10 dan fungsi mencaci sebanyak 3 data. Hal ini menunjukkan bahwa warganet secara aktif menggunakan berbagai fungsi tindak tutur ekspresif untuk menyampaikan pendapat, kritik, dan harapan terhadap kebijakan yang dianggap berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat
KRITIK SOSIAL DALAM TIKET MASUK BIOSKOP AUTOBIOGRAFI KARYA AFRIZAL MALNA: ANALISIS LIMA PUISI PILIHAN
Penelitian ini mengkaji kritik sosial dalam puisi Afrizal Malna dengan menerapkan pendekatan sosiologis sastra. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai bentuk kritik sosial dalam lima puisi terpilih. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologis, melalui teknik membaca dan mencatat untuk mengumpulkan data, yang kemudian dianalisis dengan menginterpretasikan kata-kata yang mengandung kritik sosial. Hasil penelitian menunjukkan lima bentuk utama kritik sosial, yaitu: pertama kritik sosial terhadap konsumerisme dan krisis iklim pada puisi; kedua kritik urban dan alienasi; ketiga kritik budaya dan kematian nilai; keempat kritik ekonomi dan kelas sosial; dan kelima kritik kolonialisme dan rasisme. Kesimpulan dari penelitian ini adalah puisi-puisi Afrizal Malna berfungsi sebagai refleksi mendalam terhadap berbagai isu sosial kontemporer, mulai dari kerusakan lingkungan hingga ketidakadilan struktural dalam kehidupan masyarakat modern