Jurnal Basataka (JBT)
Not a member yet
516 research outputs found
Sort by
FAKTOR KUNCI KEBERHASILAN IMPLEMENTASI STRATEGI DIGITALISASI ADMINISTRASI DI SEKOLAH DASAR: SEBUAH SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW
Digitalisasi administrasi di sekolah dasar menjadi agenda penting untuk meningkatkan efisiensi kerja, akuntabilitas, dan pengambilan keputusan berbasis data, namun kajian yang secara khusus memetakan faktor kunci keberhasilan implementasinya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mensintesis faktor-faktor tersebut melalui Systematic Literature Review (SLR) berpedoman PRISMA terhadap artikel berbahasa Indonesia dan Inggris yang terindeks di Scopus, ERIC, Google Scholar, dan portal jurnal nasional pada rentang 2019–2025 dengan kata kunci terkait digitalisasi administrasi, kepemimpinan digital, dan strategi implementasi di sekolah dasar. Proses seleksi menghasilkan 30 artikel yang dianalisis secara tematik untuk menggali pola faktor keberhasilan yang berulang. Hasil menunjukkan bahwa keberhasilan strategi digitalisasi administrasi sangat ditentukan oleh kepemimpinan kepala sekolah yang visioner dan suportif, kompetensi serta literasi digital guru dan tenaga administrasi, infrastruktur TIK yang memadai dan andal, budaya organisasi yang kolaboratif serta siap berubah, dan dukungan kebijakan-regulasi yang jelas mengenai tata kelola dan perlindungan data. Temuan ini didiskusikan dengan mengaitkannya pada teori kepemimpinan dan manajemen perubahan, sekaligus menyoroti kesenjangan implementasi di berbagai konteks lokal. SLR ini menyimpulkan bahwa integrasi kelima faktor ke dalam perencanaan strategis, program pelatihan berkelanjutan, dan skema pendampingan merupakan prasyarat bagi transformasi digital administrasi sekolah dasar yang efektif, berkelanjutan, dan adaptif terhadap dinamika kebijakan pendidikan pada level sekolah maupun pemangku kebijakan yang lebih luas
IMPLIKASI PENGGUNAAN AI DALAM PEMBELAJARAN TEKS BAHASA INDONESIA PADA JENJANG SMP: SEBUAH KAJIAN SLR
AI kini digunakan sebagai alat bantu pembelajaran yang mampu menyediakan umpan balik otomatis, memfasilitasi analisis teks, meningkatkan motivasi belajar, serta mendukung proses menulis dan membaca secara lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi penggunaan teknologi AI dalam pembelajaran teks Bahasa Indonesia melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Pengumpulan data dilakukan dengan menelusuri berbagai artikel ilmiah pada Google Scholar, Garuda, dan ResearchGate dengan rentang waktu 2023–2025, menggunakan kata kunci yang relevan dengan pemanfaatan AI dalam pembelajaran teks. Artikel yang ditemukan kemudian diseleksi melalui proses peninjauan judul, abstrak, serta ketersediaan teks lengkap untuk menentukan relevansi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode analisis tematik untuk mengidentifikasi pola, temuan, dan isu-isu yang muncul dari masing-masing penelitian. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa penggunaan AI memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan literasi siswa, terutama dalam hal penyusunan teks, pemahaman struktur teks, serta pengembangan kemampuan berpikir kritis melalui fitur-fitur AI seperti feedback otomatis, koreksi tata bahasa, dan analisis bahasa alami. Namun, terdapat pula tantangan berupa risiko plagiarisme, ketergantungan siswa terhadap teknologi, keterbatasan kompetensi digital guru, serta isu etika dalam penggunaan AI. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pendidik dalam mengoptimalkan pemanfaatan AI secara tepat, etis, dan berkelanjutan dalam pembelajaran teks Bahasa Indonesia
ANALISIS UNSUR NILAI BUDAYA DALAM PANYANDRAN PROSESI TEMU PENGANTIAN ADAT JAWA OLEH KI SAMULYO HADI PRAYITNO DI KECAMATAN KEPENUHAN KABUPATEN ROKAN HULU RIAU
Bahasa yang digunakan dalam upacara panggih pengantin adalah salah satu bentuk bahasa yang indah. Panyandra, atau yang disebut dalam bahasa Indonesia sebagai pencandraan, merupakan ciri khas dari bahasa yang indah. Panyandra digunakan oleh dalang Temu pengantin adat Jawa yang sangat sulit tingkatannya dalam melakukannya. Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan nilai budaya yang terkandung dalam teks Panyandra yang di bawakan oleh Ki Samulya Hadi Samulyo kemasyarakat Kabupaten Rokan Hulu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan objektif yaitu penelitian yang menerangkan sebuah data Temuan dalam bentuk kalimat dengan jelas sehingga dapat di pahami oleh pembaca. Menurut teori Irianti dan Nirmawan nilai budaya dibagi menjadi 6 unsur yaitu, a) unsur agama, b) unsur spiritual c) unsur sosial, d) unsur kasih sayang, e) unsur kebaikan, f) unsur tanggung jawab, maka setelah dilakukan penelitian diperolehlah hasil a) unsur agama 6 data, b) unsur spiritual 12 data c) unsur sosial 4 data, d) unsur kasih sayang 12 data, e) unsur kebaikan 7 data, f) unsur tanggung jawab 11 data. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Panyandra yang di bawakan oleh Ki Samulya Hadi Prayitno mempunyai nilai budaya yang luhur. Bukan sebatas rangkaian kata indah namun terdapat nilai yang begitu luhur yang tersirat dalam setiap kalimatnya
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KALISA (FLIPBOOK KEARIFAN LOKAL SAMARINDA) PADA TEKS DESKRIPSI KELAS V SEKOLAH DASAR
Adanya perubahan dalam pendidikan di Indonesia dengan diterapkannya Kurikulum Merdeka menuntut pengembangan bahan ajar yang lebih relevan dengan lingkungan peserta didik. Namun, bahan ajar yang tersedia masih bersifat umum dan kurang mengenalkan kearifan lokal. Oleh sebab itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tahapan pengembangan dan menelaah kelayakan Kalisa (Flipbook Kearifan Lokal Samarinda) sebagai bahan ajar interaktif dalam pembelajaran teks deskripsi untuk siswa kelas V Sekolah Dasar. Pengembangan bahan ajar ini dilakukan dengan metode Research and Development (RnD) menggunakan model ADDIE yang mencakup lima tahap, yaitu analisis, perancangan, pengembangan, penerapan, dan evaluasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara, serta penyebaran angket. Produk dari penelitian pengembangan ini berupa bahan ajar yang dapat dimanfaatkan oleh peserta didik dan guru dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Kelayakan bahan ajar diuji melalui dua aspek, yaitu kevalidan dan kepraktisan. Hasil penilaian kevalidan oleh ahli media, materi, dan bahasa menunjukkan skor rata-rata sebesar 95,67%, sedangkan penilaian kepraktisan berdasarkan tanggapan pengguna memperoleh skor rata-rata 97,63%. Kedua hasil tersebut berada pada rentang nilai 81–100%, yang termasuk dalam kategori sangat layak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Kalisa memiliki tingkat kelayakan yang tinggi untuk digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran teks deskripsi di Sekolah Dasar
ANALISIS KESALAHAN EJAAN DALAM TEKS NEGOSIASI SISWA KELAS X SMK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kesalahan ejaan dari segi penggunaan huruf kapital, kata depan, dan tanda baca dalam dalam teks negosiasi yang ditulis oleh siswa kelas X SMK N 2 Indramayu. Teks negosiasi dari kelas X SMK N 2 Indramayu yang mengandung kesalahan ejaan menjadi subjek penelitian ini, yang dilakukan dengan metodologi deskriptif kualitatif. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik simak dan catat. Untuk memastikan bahwa data benar dan konsisten, ini membandingkan data dari berbagai sumber. Selain itu, untuk memastikan keabsahan data, penelitian ini menggunakan metode triangulasi dokumen. Data yang disajikan menggunakan model analisis interaktif. Termasuk dalam 397 kesalahan ejaan, penelitian tersebut menemukan 158 tanda baca, 13 kata depan, dan 224 huruf kapital. Ada 49 kesalahan dalam penggunaan tanda titik (.), 14 kesalahan dalam penggunaan tanda koma (.), dan 95 kesalahan dalam penggunaan tanda petik dua ("..."). Kesalahan dalam penggunaan huruf kapital sering kali terjadi karena siswa belum sepenuhnya memahami kaidah penulisann sesuai dengan ejaan yang berlaku. Kurangnya pemahaman membuat siswa kurang cermat saat menulis, sehingga terjadi kesalahan pada penulisan nama, sapaan, dan kata pertama dalam kalimat langsung
LEGENDA TELAGA NGEBEL SEBAGAI MEDIA LITERASI BUDAYA DAN KEWARGAAN GENERASI MUDA
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui persamaan dan perbedaan dalam kedua legenda tersebut, melalui struktur, fungsi dan nilai budayanya. Adapun tujuan jangka panjang dalam penelitian ini yaitu, untuk memberikan pengetahuan mengenai penelitian sastra lisan terutama terhadap mahasiswa sastra yang dapat dijadikan acuan untuk kedepannya. Upaya melestarikan warisan budaya berupa legenda dan dalam rangka mencari identitas bangsa serta keberagaman suku bangsa yang ada di Indonesia, salah satu cara yang perlu dilakukan adalah mengumpulkan dan memelihara folklor. Penelitian ini sebagai sarana untuk memelihara foklor berupa legenda Telaga Ngebel. Selain itu penelitian ini juga dapat memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat umum mengenai jalan cerita, nilai-nilai budaya dan kewargaan pada legenda Telaga Ngebel. Jenis penelitian yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data analisis deskriptif dan content analisys. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat ditarik sebuah kesimpulan, yaitu: Legenda Telaga Ngebel tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagi alat pendidikan dan sarana melestarikan nilai-nilai kebudayaan lokal. Literasi Budaya yang terdapat pada legenda Telaga Ngebel meliputi nilai budaya (nilai didaktik, nilai etik, nilai religiusitas), dan fungsi nilai budaya. Sedangkan untuk literasi kewargaan terdapat hak dan kewajiban, serta tanggung jawab sosial. Legenda Telaga Ngebel dapat sebagai media literasi budaya dan kewargaan bagi generasi muda melalui sumber pembelajaran penting tentang keadilan sosial, kepedulian terhadap sesama, dan tanggung jawab sosial
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN E-LEARNING DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI SEKOLAH
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model pembelajaran e-learning di Provinsi Kalimantan Timur serta dampaknya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi di beberapa sekolah yang telah menerapkan e-learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan e-learning memberikan kontribusi positif dalam proses belajar mengajar, terutama dalam meningkatkan akses terhadap materi pembelajaran, interaksi antara guru dan siswa, serta efektivitas waktu dan fleksibilitas belajar. Namun, beberapa tantangan juga ditemukan, seperti keterbatasan infrastruktur, kesiapan guru dan siswa, serta dukungan kebijakan yang bervariasi antar daerah. Secara keseluruhan, implementasi e-learning di Kalimantan Timur memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan jika didukung oleh perencanaan yang matang dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia
RESPON SISWA TERHADAP PENGGUNAAN MEDIA CLASSPOINT DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS ARGUMENTASI
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan respon siswa terhadap penggunaan media ClassPoint dalam pembelajaran menulis teks argumentasi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya media interaktif yang mampu meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa dalam pembelajaran menulis. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa angket yang diberikan kepada 30 siswa kelas XI di SMA Negeri 2 Tambang. Instrumen angket disusun berdasarkan lima aspek, yaitu motivasi belajar, keterlibatan aktif, pemahaman materi, kenyamanan, dan efektivitas media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memberikan tanggapan positif terhadap penggunaan media pembelajaran berbasis ClassPoint. Aspek kenyamanan dan efektivitas media memperoleh skor tertinggi (masing-masing 82%), diikuti oleh pemahaman materi (80%), motivasi belajar (78,7%), dan keterlibatan aktif (76%). Temuan ini menunjukkan bahwa media interaktif seperti ClassPoint mampu meningkatkan kualitas pembelajaran menulis teks argumentasi melalui peningkatan motivasi, kenyamanan, pemahaman, partisipasi siswa, dan efektivitas media
ANALISIS UNSUR-UNSUR INTRINSIK DAN EKSTRINSIK PADA NOVEL DAUN YANG JATUH TAK PERNAH MEMBENCI ANGIN KARYA TERE LIYE
Penelitian tujuannya ialah menganalisis unsur intrinsik serta ekstrinsik didalam novel Daun yang Jatuh tak Pernah Membenci Angin karyanya Tere Liye. Unsur intrinsik yang dikaji mencakup tokoh, tema, alur, sudut pandang, gaya bahasa, latar serta amanat, dan unsur ekstrinsik mencakup latar sosial, budaya, moral, serta latar belakang pengarang. Metode yang dipakai ialah kualitatif deskriptif dengan pendekatan kepustakaan. Hasil riset menjelaskan bahwasannya unsur-unsur tersebut saling mendukung dalam membentuk makna cerita yang kuat, menyentuh, dan sarat nilai kehidupan. Novel ini menyampaikan pesan moral tentang keikhlasan, pengorbanan, dan cinta yang tidak harus memiliki
PERAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 18 MEDAN
Urgensi studi kasus ini ialah guna menyelidiki bagaimana Model Pembelajaran Cooperative Learning membantu siswa kelas VIII di SMP Negeri 18 Medan meningkatkan kemampuan pemahaman bacaan mereka. Kemampuan pemahaman teks tertulis yang rendah merupakan hambatan utama bagi kesuksesan siswa dalam mempelajari bahasa Indonesia. Pengamatan di kelas, wawancara dengan guru dan siswa, serta pencatatan hasil belajar merupakan bagian dari proses pengumpulan data dalam studi kualitatif deskriptif ini. Siswa berpartisipasi dalam percakapan kelompok kecil, bergantian memerankan peran, serta membaca secara bergiliran sebagai kelas guna menerapkan pendekatan Copperative Learning. Berdasarkan temuan, metode ini berhasil meningkatkan minat siswa dalam belajar, memperdalam pemahaman mereka terhadap materi, serta mendorong interaksi positif antar teman sekelas. Temuan ujian pemahaman membaca juga meningkat, serta motivasi siswa guna belajar pun bertambah. Dengan demikian, peningkatan pemahaman membaca siswa dalam kelas bahasa Indonesia melalui penerapan model Cooperative Learning telah terbukti berhasil dan bermanfaat