Jurnal Basataka (JBT)
Not a member yet
    516 research outputs found

    PENILAIAN KINERJA SEBAGAI INSTRUMEN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DALAM MANAJEMEN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

    No full text
    Manajemen pendidik dan tenaga kependidikan merupakan aspek strategis dalam peningkatan mutu pendidikan. Pendidik dan tenaga kependidikan tidak hanya berperan sebagai pelaksana proses belajar mengajar, tetapi juga sebagai penggerak utama dalam pengelolaan administrasi, layanan, serta pengembangan budaya sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep, fungsi, dan implementasi manajemen pendidik dan tenaga kependidikan dalam konteks peningkatan kualitas pendidikan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif-analitis, yang menyoroti perencanaan, rekrutmen, pengembangan profesional, penilaian kinerja, serta pemberdayaan tenaga kependidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa manajemen yang efektif mampu menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, meningkatkan motivasi, serta mendukung pencapaian tujuan pendidikan secara berkelanjutan. Kesimpulannya, manajemen pendidik dan tenaga kependidikan yang terintegrasi dan berbasis kompetensi menjadi kunci dalam mewujudkan sistem pendidikan yang berkualitas, adaptif, dan relevan dengan tuntutan generasi masa depan

    PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI SISWA DI SMA MAWAR INDAH MEDAN

    Full text link
    Penelitian dilakukan sebagai tujuan untuk melihat dan mengukur bagaimana pengaruh penggunaan model pembelajaran berbasis proyek dapat berkontribusi pada pengembangan kemampuan menulis puisi siswa di SMA Mawar Indah Medan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif sebagai pendekatan utama dengan desain eksperimen untuk menginvestigasi pengaruh Pembelajaran Berbasis Proyek terhadap keterampilan menulis puisi siswa menggunakan pre-test dan post-test dengan melibatkan sampel penelitian yang dipilih secara purposive sebanyak 20 siswa. Data dikumpulkan melalui bentuk tes tertulis guna mengukur kompetensi siswa mulai dari sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran berbasis proyek dalam menulis puisi. Analisis data menggunakan uji t berpasangan yang menggambarkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada skor kemampuan menulis puisi siswa, dengan nilai t sebesar 83,93 yang jauh melebihi nilai kritis pada tingkat signifikansi α = 0,05 (df=19). Hasil tersebut menjelaskan bahwa model pembelajaran berbasis proyek sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi, dimana secara statistik, peningkatan tersebut sangat bermakna. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris bahwa pengajaran sastra yang inovatif dan aktif mampu meningkatkan literasi sastra dan kompetensi berkreasi siswa. Disarankan agar model pembelajaran berbasis proyek dapat diadopsi dan dikembangkan secara lebih luas dalam pembelajaran sastra di tingkat pendidikan menengah atas guna memperoleh hasil belajar yang lebih maksimal

    ANALISIS CAMPUR KODE DAN ALIH KODE PADA NOVEL “SERIBU WAJAH AYAH” KARYA NURUN ALA

    No full text
    Penelitian ini berfokus permasalahan yang diangkat adalah bagaimana terjadinya alih kode dan campur kode dalam novel berjudul Seribu Wajah Ayah karya Nurun Ala. Sejalan dengan permasalahan tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan terjadinya alih kode dan campur kode dalam novel tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup objek alih kode dan campur kode yang meliputi penyerapan elemen berupa kata dan frasa yang muncul dalam konteks cerita. Dalam hal ini, konteks berarti keseluruhan isi dari novel Seribu Wajah Ayah karya Nurun Ala. Sumber data adalah novel tersebut dalam bentuk utuh. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah teknik transkripsi ortografis. Alat yang digunakan dalam penelitian ini berupa tabulasi data. Teknik analisis data yang diterapkan adalah teknik dasar, yakni Teknik Pilah Unsur Penentu yang termasuk dalam metode padan. Untuk memastikan keabsahan temuan, dilakukan pengecekan melalui triangulasi dengan ahli sosiolinguistik, yaitu Ibu Diana Maulida R. , M. Li. Temuan data dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pada alih kode terdapat tiga pola, yaitu pola yang bertujuan untuk menjelaskan sesuatu; pola yang bertujuan untuk memperkuat identitas; dan pola yang bertujuan untuk memberi perintah. Sementara itu, dalam data campur kode, yang melibatkan penyisipan elemen berupa kata dan frasa, ditemukan tiga pola, yaitu pola yang bertujuan untuk mengungkapkan perasaan; pola yang bertujuan untuk menegaskan informasi; dan pola yang bertujuan untuk mendeskripsikan situasi. Di sisi lain, data campur kode dengan penyisipan elemen berupa klausa hanya ditemukan satu pola, yaitu pola yang bertujuan untuk menyampaikan pendapat atau ajakan

    ANALISIS CAMPUR KODE DALAM NOVEL “MAAFKAN TUHAN, SAYA PERNAH PACARAN”

    No full text
    Penelitian ini menitikberatkan pada karya sastra sebagai media penyampai nilai-nilai kehidupan yang signifikan. Campur kode tidak hanya muncul dalam percakapan lisan, tetapi juga muncul komunikasi tertulis, seperti dalam novel “Maafkan Tuhan, Saya Pernah Pacaran” karya Robi Afrizan Saputra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu metode pendekatan ilmiah yang bertujuan memahami fenomena sosial secara mendalam melalui uraian yang sistematis dan sesuai dengan fokus kajian dalam novel tersebut. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan adanya campur kode yang melibatkan bahasa asing seperti Bahasa Arab dan Bahasa Inggris serta bahasa daerah, yaitu Bahasa Jawa dan Bahasa Minangkabau. Dari total temuan, campur kode Bahasa Arab menjadi yang paling dominan dengan 43 kata, yang dapat dimaklumi karena novel ini berkarakter Islami, sehingga banyak menggunakan istilah keagamaan. Campur kode Bahasa Inggris ditemukan sebanyak 16 kata, umumnya berupa kosakata populer. Sementara itu, Bahasa Jawa muncul sebanyak 3 kata, dan Bahasa Minangkabau hanya 1 kata. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa campur kode dalam (inside code-mixing) seperti penyisipan istilah religius taubat, istighfar, dan zina serta campur kode luar (outside code-mixing) seperti penggunaan istilah populer berbahasa Inggris money, drink, dan sex tidak hanya memperkuat pesan moral dalam novel, tetapi juga mencerminkan realitas sosial-budaya masyarakat Indonesia yang bersifat multibahasa dan religius

    PEMEROLEHAN BAHASA ANAK TANTRUM USIA 1–3 TAHUN: BENTUK KALIMAT, MAKNA, DAN STRATEGI TUTUR

    No full text
    Penelitian ini mengkaji pemerolehan kalimat, makna kalimat, dan strategi tuturan pada anak tantrum usia 1–3 tahun. Tantrum adalah perilaku wajar pada anak yang sering kali muncul akibat keterbatasan kemampuan bahasa dalam menyampaikan perasaan atau keinginan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana anak tantrum menghasilkan kalimat, memahami makna kalimat, dan menggunakan strategi tuturan untuk mengekspresikan emosinya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan analisis data berupa tuturan anak yang diambil dari video tantrum yang diunggah di akun Instagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerolehan kalimat anak berkembang seiring usia, dimulai dari kalimat minor berupa tangisan dan gumaman pada usia 1 tahun, menuju kalimat mayor sederhana pada usia 2 tahun, dan kalimat majemuk yang lebih kompleks pada usia 3 tahun. Makna kalimat yang dihasilkan mencakup makna literal, leksikal, dan kontekstual, serta ada perkembangan strategi tuturan yang dimulai dari nonverbal (tangisan) pada usia 1 tahun, menjadi strategi langsung pada usia 2 tahun, dan strategi dengan basa-basi pada usia 3 tahun. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi orang tua dan pendidik dalam memahami perkembangan bahasa anak dan merespons tantrum secara lebih tepat berdasarkan tahap perkembangan bahasa yang dilalui. Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya memahami cara anak-anak usia dini mengembangkan bahasa, terutama dalam konteks tantrum, yang dapat memengaruhi cara orang tua dan pendidik merespons dan menyediakan stimulus yang mendukung perkembangan bahasa anak

    SOCIAL AND CULTURAL DIMENSIONS IN ENGLISH LANGUAGE LEARNING: THEIR ROLE IN THE DEVELOPMENT OF SECOND LANGUAGE SKILLS

    No full text
    This study investigates the influence of social and cultural factors on the acquisition of English-speaking skills among university students in Indonesia. While previous research has highlighted the importance of cognitive and instructional factors in second language acquisition, relatively few studies have examined the broader sociocultural context of English learning in the Indonesian EFL setting. Using a mixed-methods design, this research involved 33 sixth-semester students of the English Education Program at Universitas HKBP Nommensen, Medan, comprising 8 males and 25 females from Batak Toba and Nias ethnic backgrounds. Data were collected through speaking tests, semi-structured interviews, questionnaires, and classroom observations. The findings reveal that social background factors—including socioeconomic status, access to English courses, and family environment—affect students’ speaking proficiency. Additionally, cultural exposure, including engagement with English media and intercultural experiences, plays a crucial role in enhancing fluency, confidence, and communicative competence. The study concludes that language learning is inseparable from its sociocultural context, emphasizing the need for culturally responsive pedagogy in Indonesian higher education

    ASABIYYAH DAN UMRAN: FONDASI SOSIOLOGI ISLAM DALAM PEMIKIRAN IBNU KHALDUN

    No full text
    Penelitian ini membahas pemikiran Ibnu Khaldun mengenai konsep Asabiyyah dan Umran sebagai fondasi utama dalam memahami dinamika sosial dan perkembangan peradaban dalam tradisi intelektual Islam. Melalui metode studi literatur pustaka, penelitian ini menelaah karya monumental Muqaddimah serta sejumlah kajian kontemporer terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Asabiyyah merupakan kekuatan solidaritas dan kohesi sosial yang menentukan lahir dan bertahannya sebuah kelompok atau dinasti. Faktor-faktor seperti kekerabatan, agama, kepentingan bersama, dan pengalaman kolektif menjadi unsur penting yang membentuk Asabiyyah. Sementara itu, konsep Umran menggambarkan kehidupan sosial manusia yang meliputi aspek politik, ekonomi, budaya, dan moral, serta menjelaskan siklus perkembangan peradaban dari masyarakat badawi hingga hadhari. Ibnu Khaldun memandang bahwa kemajuan dan kemunduran suatu peradaban sangat bergantung pada kekuatan Asabiyyah dan integritas moral masyarakat. Penelitian ini juga menegaskan relevansi pemikiran Ibnu Khaldun dalam konteks pendidikan Islam, terutama dalam penguatan karakter, solidaritas sosial, dan pembentukan masyarakat berperadaban. Dengan demikian, Asabiyyah dan Umran tidak hanya menjadi teori sosial klasik, tetapi juga menawarkan kerangka analitis yang relevan bagi pembangunan peradaban modern

    ANALISIS MAKNA DAN NILAI LAGU ANAKKON HI DO HAMORAON DI AU SEBAGAI MEDIA PELESTARIAN BUDAYA BATAK TOBA

    No full text
    Penelitian ini melihat arti filosofis dan nilai-nilai budaya yang ada dalam lagu Batak Toba berjudul Anakkon Hi Do Hamoraon Di Au (Anakku adalah Kekayaan Bagiku). Masalah utama yang dibahas adalah perubahan nilai dalam masyarakat Batak Toba saat ini, di mana kekayaan fisik lebih dihargai dibandingkan dengan nilai-nilai dalam keluarga, serta perlunya cara yang baik untuk melestarikan budaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan arti dari lirik lagu serta nilai-nilai penting yang terkandung di dalamnya, lalu menganalisis bagaimana lagu ini bisa menjadi alat pendidikan dan pelestarian budaya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan hermeneutika untuk memahami lirik lagu dan analisis konten untuk menemukan nilai-nilai budaya. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa lagu ini tidak hanya mengandung nilai Holong (Kasih Sayang) dan Hagabeon (Keberhasilan Keturunan), tetapi juga menegaskan kembali pandangan Batak Toba bahwa anak adalah harta yang sangat berharga dan investasi untuk masa depan (Hamoraon). Kontribusi penelitian ini adalah memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang kekuatan seni musik (lagu) sebagai cara untuk menyampaikan nilai-nilai budaya yang masih relevan di tengah tantangan modernisasi dan materialisme

    TINJAUAN FILOSOFIS DAN SISTEMATIS KEPEMIMPINAN AFILIASI DALAM MEMBENTUK PERILAKU INOVATIF PENDIDIK DI INDONESIA

    No full text
    Di tengah disrupsi Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0, pendidikan Indonesia dituntut berinovasi melalui Kurikulum Merdeka yang menekankan peran guru sebagai Guru Penggerak dengan Perilaku Kerja Inovatif (IWB). Namun, realitas budaya hierarkis, paternalistik (bapakisme), dan norma ewuh pakewuh sering menjadi hambatan. Penelitian ini menggunakan desain Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA terhadap 10 artikel kunci (5 nasional, 5 internasional) dan literatur pendukung. Hasil menunjukkan bahwa Kepemimpinan Afiliasi tidak sekadar bermakna ramah, melainkan berfungsi sebagai mekanisme psychological safety yang meningkatkan IWB melalui mediasi job engagement dan psychological capital. Literatur internasional menekankan risiko “harmoni semu” bila gaya ini tidak dipadukan dengan visi strategis. Analisis berbasis Social Exchange Theory dan Self-Determination Theory menyimpulkan bahwa Kepemimpinan Afiliasi memenuhi kebutuhan dasar relatedness guru, namun perlu dikombinasikan dengan kepemimpinan transformasional. Disarankan agar pelatihan kepala sekolah mengintegrasikan kecerdasan emosional sebagai fondasi inovasi pendidikan

    PENGEMBANGAN MEDIA PATEGAKA UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SISWA KELAS 3 SEKOLAH DASAR

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berupa Papan Tebak Gambar & Kata guna mendukung peningkatan kemampuan literasi siswa kelas III Sekolah Dasar. Media ini dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang aktif, menyenangkan, dan kondusif, serta mendorong partisipasi siswa dalam memahami materi secara lebih mendalam. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan pendekatan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap, yaitu Analyze, Design, Develompent, Implementation, dan Evaluate. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini adalah 25 siswa kelas 3 di SD Muhammadiyah 13 Palembang. Pendekatan penelitian menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, penyebaran angket, serta dokumentasi. Instrumen yang digunakan terdiri dari angket validasi oleh ahli materi dan media, serta angket respon siswa terhadap media yang dikembangkan. Hasil validasi menunjukkan bahwa media layak untuk digunakan dengan tingkat kelayakan sebesar 88% menurut ahli media dan 87,5% menurut ahli materi. Hasil uji coba di lapangan mengindikasikan tingkat keterterapan dan daya tarik media sangat tinggi dengan persentase 95%, masuk dalam kategori “sangat baik”. Dengan demikian, media Papan Tebak Gambar & Kata dinilai efektif dalam menunjang kegiatan literasi siswa di sekolah dasar

    363

    full texts

    516

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Basataka (JBT)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇