Jurnal Basataka (JBT)
Not a member yet
516 research outputs found
Sort by
ANALISIS PENANAMAN KARATER DISIPLIN SISWA SD DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA MASA PANDEMI COVID
Penelitian ini bertujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penanaman karakter disiplin yang dilakukan guru di sekolah selama pembelajaran daring. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya karakter disiplin siswa SDN 006 Sungai Kunjang selama pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan secara daring. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian guru kelas IV dan VI siswa SDN 006 Sungai Kunjang. Adapaun teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, oservasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Uji keabsahan data dalam penelitian ini menggunkan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan penanaman karakter disiplin yang dilakukan guru dalam pelaksanaan pembelajaran daring yaitu (1) Strategi melakukan kegiatan rutin, (2) Strategi melakukan kegiatan spontan. Kesimpulan penelitian dan pembahasan mengenai strategi penanaman karakter disiplin dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas IV SD Negeri 006 Sungai Kunjang pada masa pembelajaran daring sudah terlaksana dengan baik
REPRESENTASI NILAI PENDIDIKAN DALAM TEKS LAGU BAHASA KARO SEBAGAI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI SMA
Fokus masalah dalam penelitian ini berdasarkan pada fenomena berbagai macam kelakuan-kelakuan negatif anak-anak dalam negeri yang menghasilkan pandangan buruk kepada para wisatawan dalam maupun luar negeri. Oleh sebab itu, sebagai usaha untuk memulihkan citra tersebut perlu ditanamkan nilai-nilai karakter terhadap anak-anak dan pelajar. Caranya dengan membahas nilai yang terkandung dalam lagu daerah. Lagu-lagu tersebut tidak sekadar untuk menghibur namun memberikan pesan dan makna yang mendalam di setiap baitnya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memahami maksud dari lagu Karo sebagai upaya memajukan nilai karakter siswa SMA dan memahami bagaimana penerapan lagu daerah Karo terhadap nilai pendidikan karakter. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian interpretatif. Untuk mengetahui penanaman nilai pendidikan karakter di SMA, maka sumber data dalam penelitian ialah lagu daerah Karo. Dalam penelitian ini peneliti mengamati empat dari delapan belas nilai pendidikan kareakter yaitu nilai religius, nilai kejujuran, nilai kepedulian dan yang terakhir nilai tanggungjawab. Dari delapan belas jenis nilai karakter, penelitian ini menekankan pada empat nilai karakter saja yaitu meliputi nilai-nilai religius, jujur, kepedulian (lingkungan sekitar) dan bertanggungjawab. Simpulan dalam penelitian ini ditemukan bahwa dalam lagu daerah sangat banyak ditemukan nilai pendidikan yang dapat dijadikan sebagai upaya perkembangan nilai pemdidikan karakter anak maupun anak didik
KILIR LIDAH PRODUKSI UJARAN ISYANA SARASVATI PADA VIDEO KOMPILASI YOUTUBE TINJAUAN PSIKOLINGUSTIK
Penelitian ini dilatar belakangi oleh sering terjadinya kekeliruan kilir lidah dalam berkomunikasi yang tidak hanya terjadi pada kaum awam, tetapi terjadi pula pada seniman, salah satunya yaitu Isyana Sarasvati. Hal tersebut terjadi karena Isyana Sarasvati sejak kecil tinggal di Eropa mengikuti orang tuanya yang menempuh pendidikan, ketika kembali ke Indonesia Isyana Sarasvati mengalami kesulitan berbahasa Indonesia. Untuk menganalisis kekeliruan kilir lidah tersebut, peneliti menggunakan pendekatan Psikolingustik. Psikolingustik merupakan ilmu yang menjelaskan struktur suatu bahasa, bagaimana struktur tersebut diperoleh, dan bagaimana memahami kalimat dalam suau tuturan. Adapun, tujuan penelitian ini menghasilkan data kualitatif deskriptif. Data yang digunakan berupa kata dalam percakapan yang dituturkan Isyana Sarasvati pada video kompilasi youtube. Sumber data dalam penelitian ini yaitu sumber data primer dan sekunder. Dalam penelitian ini yang menjadi instrumen penelitian adalah peneliti sendiri, yang menjadi pengumpulan data, penganalisis dan pembuat kesimpulan serta peneliti menggunakan instrumen bantuan seperti: buku, pulpen, kartu data, gawai, dan laptop. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik simak dan teknik catat. Selanjutnya, data dalam penelitian ini dianalisis melalui model Miles and Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kekeliruan kilir lidah yang terjadi berjumlah 23 data yang terdiri dari 2 kekeliruan semantik, 5 kekeliruan campur kata, 7 kekeliruan antisipasi, 2 kekeliruan perseverasi, 5 kekeliruan fitur distingtif, 2 kekeliruan suku kata
TINDAK TUTUR BEHABITIF DALAM FILM BATAK “RONGKAPHU DI TANO NIAS” KARYA PONTI GEA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tipe dan fungsi tindak tutur behabitif dalam film Batak Rongkaphu di Tano Nias karya Ponti Gea. Subjek penelitian ini adalah semua tuturan yang dalam film Batak RongkapHU di Tano Nias. Objek penelitian ini adalah semua tuturan behabitif yang terdapat dalam film Batak RongkapHU di Tano Nias tersebut beserta konteksnya. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak dan teknik catat. Setelah itupeneliti menganalisis tipe dan fungsi tindak tutur behabitif dengan menggunakan metode padan referensial dengan PARLANT sebagai referensi. Validitas didasarkan pada validitas semantik, sedangkan reliabilitas diperiksa oleh seorang ahli. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasilnya terbagi menjadi 5 tipe tindak tutur behabitif dalam film Batak RongkapHU di Tano Nias yang berupa (1) tipe meminta maaf, (2) tipe berterima kasih, (3) tipe bersimpati, (4) tipe bersikap, (5) tipe berharap
ANALISIS PEMBELAJARAN DARING BAHASA INDONESIA MELALUI PEMBERIAN TUGAS PADA SISWA KELAS TINGGI SDN 024 SAMARINDA UTARA
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya proses pembelajaran daring bahasa Indonesia pada siswa kelas tinggi di sekolah dasar. Dalam prosesnya semua penjelasan baik berupa materi serta video pembelajaran dilakukan dengan menggunakan media aplikasi whatsapp. Hal ini mengharuskan para siswa mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru secara mandiri di rumah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembelajaran daring Bahasa Indonesia melelui pemberian tugas pada siswa kelas IV di SDN 024 Samarinda Utara tahun pembelajaran 2020/2021. Adapun teknik penentuan subjek yang digunakan dalam penelitan ini adalah purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, pemilihan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Jenis triangulasi yang digunakan adalah triangulasi sumber. Hasil penelitian di lapangan ditemukan bahwa pembelajaran daring bahasa Indonesia dilakukan melalui aplikasi whatsapp. Semua materi serta video pembelajaran bahasa Indonesia diberikan oleh guru kepada siswa melalui pemberian tugas mandiri. Siswa mengumpulkan tugas mandiri yang telah diberikan ke sekolah dengan jadwal yang sudah ditentukan. Masih ditemukannya siswa yang belum memahami sepenuhnya materi-materi yang diberikan oleh guru. Hal ini tergantung dari tingkat kesulitan materi pembelajaran Bahasa Indonesia yang diberikan secara daring. Namun, para siswa tetap berusaha untuk memahami materi tersebut dengan cara bertanya melalui whatsapp atau datang ke sekolah secara langsung dengan menerapkan protokol kesehatan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran daring bahasa Indonesia melalui pemberian tugas yang diberikan oleh guru selama proses pembelajaran pada siswa kelas IVB di SDN 024 Samarinda Utara berjalan dengan cukup baik
EKSPLORASI LEGENDA TUNGKOT TUNGGAL PANALUAN SUKU BATAK TOBA SEBAGAI BAHAN AJAR BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasikan legenda “Tungkot Tunggal Panaluan” sebagai bahan ajar bahasa dan sastra indonesia. Metode yang digunakan peneliti dalam penelitian adalah metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan secara sistematis, aktual, dan faktual dengan menggunakan kata-kata dan kalimat. Penelitian mulai dilaksanakan mulai bulan November 2020 sampai Oktober 2021. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak. Data dalam penelitian ini adalah data lisan berupa legenda “Tungkot Tunggal Panaluan” Sumber data penelitian ini secara langsung melalui informan dari masyarakat Desa Tomok, kecamatan Simanindo, kabupaten Samosir. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif, yaitu reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Strategi penelititan meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan penyusunan laporan. Hasil penelitian dari legenda “Tungkot Tunggal Panaluan” terbentuk karena adanya unsur mistis pada tongkat tersebut, tongkat tersebut terdapat ukiran wajah dari tujuh orang manusia dan beberapa ukiran hewan, tongkat tersebut biasanya digunakan oleh para datu-datu, anjang tongkat tersebut sekitar 150-200 cm. Simpulan penelitian ini ditemukan bahwa Eksplorasi Legenda Tungkot Tunggal Panaluan mempermudah untuk memperkenalkan sastra lisan kepada masyarakat luas dalam menambah wawasan serta pengetahuan
IDENTIFIKASI KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK AUTIS USIA 10 TAHUN
Penelitian ini mendeskripsikan kemampuan berbahasa yang aktif atau ekspresif pada anak autis usia 10 tahun dan upaya peningkatannya dilakukan oleh Guru Pembimbing Kelas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang menggunakan subjek penelitian anak autis di kelas 4A. Teknik untuk mengumpulkan data yang digunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menguji keabsahan data maka digunakan uji kredibilitas dengan triangulasi teknik, triangulasi sumber, bahan referensi, dan member check. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan berbahasa aktif atau ekspresif Ray masih mengalami kendala pada kelancaran, artikulasi kurang jelas pada kata dan akhiran l, n, m, r, t, ng, berbicara dengan kata-kata pendek, belum dapat berdialog atau berkomunikasi, belum dapat menyampaikan informasi, mengucapkan keinginannya saat frustasi dengan kalimat yang tidak utuh, belum dapat menulis secara mandiri, dan belum dapat membuat karangan
ANALISIS LEGENDA LAU UMANG DESA DOKAN KECAMATAN MEREK KABUPATEN KARO: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur unsur intrinsik, nilai – nilai sosiologi sastra, serta pandangan masyarakat terhadap Legenda Lau Umang. Manfaat penelitian ini adalah untuk menambah aspek kajian sosiologi sastra pada etnis Batak Karo, menambah pemahaman kepada pembaca dan etnis Batak Karo mengenai unsur – unsur intrinsik, nilai – nilai sosiologi sastra, serta pandangan masyarakat terhadap Legenda Lau Umang. Pada penelitian ini penulis menggunakan teori struktural yang mengkaji unsur – unsur intrinsik dalam legenda tersebut, dan teori sosiologi sastra yang mengacu pada buku Damono yang berjudul Sosiologi Sastra. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif yaitu dengan Teknik penelitian lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 unsur – unsur intrinsik, yaitu: 1) Tema, 2) Alur/Plot, 3) Latar/Setting, 4) Penokohan dan Perwatakan, serta 3 nilai – nilai sosiologi sastra menurut Zubaedi, yaitu: 1) Kasih Sayang, 2) Tanggung Jawab, 3) Keserasian Hidup yang terkandung di dalam cerita Legenda Lau Umang ini, juga pandangan masyarakat di Desa Dokan terhadap Legenda Lau Umang ini
ANALISIS NILAI-NILAI BUDAYA DAN KARAKTER DALAM NOVEL “ACEK BOTAK” KARYA IDRIS PASARIBU
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan unsur budaya dan karakter dalam novel Acek Botak karya Idris Pasaribu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan tergolong penelitian deskriptif. Objek penelitian ini adalah unsur budaya dan karakter dalam novel Acek Botak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh unsur budaya dalam novel Acek Botak. Antaranya, 1) Bahasa, 2) Kesenian, 3) Pengetahuan, 4) Kepercayaan/Religi, 5) Sosial, 6) Mata Pencaharian, dan 7) Peralatan Hidup/Teknologi. Penelitian ini juga menunjukkan nilai karakter dalam novel Acek Botak yaitu 1) Jujur, 2) Optimis, 3) Nasionalisme, 4) Tolong-menolong, 5) Disiplin, 6) Toleransi, 7) Religius, 8) Kerja Keras. Karena banyak berkaitan dengan nilai budaya dan nilai karakter, nilai-nilai tersebut dapat menumbuhkan keutuhan generasi muda. Simpulan penelitian ini ditemukan bahwa terdapat tujuh sistem kebudayaan antara lain sistem bahasa, sistem kesenian, sistem pengetahuan, sistem kepercayan/religi, sistem kekerabatan, sistem mata pencaharian, sistem peralatan hidup/ teknologi serta terdapat delapan karakter dalam novel Acek Botak karya Idris Pasaribu antara lain jujur, optimis, nasionalisme, tolong-menolong, disiplin, toleransi, religius, dan kerja keras
BENTUK SATUAN KEBAHASAAN DAN MAKNA TOPONIMI NAMA DESA DI WILAYAH KABUPATEN TABALONG
Kajian mengenai toponimi penamaan tempat bagi masyarakat awam masih dianggap tidak urgen, tetapi kajian sebenarnya ini dapat mendeskripsikan karakteristik masyarakat di masa lalu baik dari segi filosofi, sejarah, sosial, maupun kondisi geografis. Penelitian ini mengkaji toponimi di wilayah Kabupaten Tabalong dari segi bentuk satuan kebahasaan dan makna. Wilayah ini menarik karena letak geografisnya berada di antara tiga provinsi, yakni Kalimantan Selatan, Tengah, dan Timur sehingga menjadi tempat pertemuan beberapa budaya yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sumber data diambil dari 33 desa di wilayah selatan Kabupaten Tabalong, yaitu kecamatan Kelua, Banua Lawas, Pugaan, dan Muara Harus. Objek penelitian dibatasi pada nama desa yang telah lama ada bukan nama desa baru yang berasal dari pemekaran. Teknik analisis data terdiri dari pengumpulan data, pengurangan data, pengelompokkan data, penginterpretasian, dan kesimpulan. Penelitian ini menemukan bahwa berdasarkan bentuk satuan kebahasaan, nama desa di wilayah Tabalong terbagi menjadi empat klasifikasi, yaitu kata dasar, berafiks, jamak, dan akronim. Berdasarkan makna, nama desa dapat diklasifikasikan menjadi Flora, Fauna, Wujud Air, Rupabumi, Benda Alam, Tokoh, Folklor, dan Alat