Jurnal Basataka (JBT)
Not a member yet
516 research outputs found
Sort by
BENTUK DAN FUNGSI MITOS JUK RAMA KAE DI KABUPATEN SITUBONDO
Mitos merupakan bentuk warisan budaya lokal yang perlu diselamatkan. Mitos mengenai cerita kepahlawanan yang berada dipelosok daerah khususnya di Desa Wonokoyo Situbondo merupakan bentuk budaya yang kurang mendapat perhatian. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi mitos Juk Rama Kae di Kabupaten Situbondo. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan rancangan penelitian kualitatif yaitu penelitian yang menghasilkan data-data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan yang terdiri dari perilaku-perilaku yang dapat diamati. Lokasi penelitian ini adalah di Desa Wonokoyo Kecamatan Kapongan Kabupaten Situbondo. Data penelitian ini berupa tuturan lisan atau informasi dari informan yang mengerti cerita mitos Juk Rama Kae , sedangkan sumber data penelitian dari sesepuh Desa Wonokoyo. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, simak, observasi dan catat. Sedangkan teknik analisis data menggunakan (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan dan verifikasi hasil. Hasil penelitian ini berupa 1) bentuk cerita mitos Juk Rama Kae, 2) Fungsi mitos Juk Rama Kae pada masyarakat kolektifnya. Pembaharuan pada penelitian ini dengan penelitian mitos lainnya yaitu terletak pada cara pewarisan mitos Juk Rama Kae pada masyarakat Desa Wonokoyo Situbondo. Kajian ini juga membahas mengenai cara pewarisan mitos agar tidak punah dan tergerus oleh zaman agar dapat dinikmati oleh masyarakat sekitar sampai saat ini. Dapat disimpulkan bahwa dalam mitos Juk Rama Kae disini dapat difungsikan sebagai upaya untuk memapankan tatanan sosial dengan adanya pengukuhan berbagai aturan adat yang bersumber dari mitos Juk rama kae yang ada dalam masyarakat Desa Wonokoyo. Aturan-aturan tersebut diciptakan dengan tujuan membatasi prilaku menyimpang yang dilakukan oleh sebagian masyarakat serta dapat menjadi sumber pola tindakan masyarakat dalam berinteraksi sosial
PERLAWANAN TOKOH PEREMPUAN TERHADAP BUDAYA PATRIARKI DALAM NOVEL TARIAN BUMI KARYA OKA RUSMINI (KAJIAN FEMINISME)
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perjuangan tokoh perempuan dalam melawan budaya patriarki pada novel Tarian Bumi karya Oka Rusmini. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori feminisme sebagai pisau analisismya. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Tarian Bumi karya Oka Rusmini, yang diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama. Langkah-langkah yang ditempuh dalam pengumpulan data sebagai berikut: membaca berulang-ulang secara keseluruhan novel tersebut untuk memahami isinya secara utuh, mencatat kata, kalimat, atau data yang penting yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti, mencatat serta mengumpulkan teori-teori yang relevan yang berhubungan dengan penelitian, melakukan penelitian berdasarkan teori yang sudah ada, dan menarik simpulan. Langkah-langkah dalam pengolahan data sebagai berikut: deskripsi data, klasifikasi data, analisis data, interpretasi data, dan evaluasi. Teknik analisis data yang digunakan yakni: pengolahan dan penyajian data, membaca keseluruhan data, coding data dan interpretasi data. Temuan dalam penelitian ini adalah perempuan dan laki-laki seharusnya memperoleh kesetaraan dalam hak-hak dan kewajibannya, sehingga perempuan bisa mendapatkan kebebasan seperti laki-laki. Tokoh-tokoh perempuan dalam novel Tarian Bumi menentang adat dan budayanya sendiri demi tewujudnya kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan tanpa memandang kelompok sosial tertentu
EKSPLORASI GAYA BELAJAR LITERASI SISWA DALAM MENDUKUNG PROGRAM MERDEKA BELAJAR
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Kedua pendekatan ini ditempuh karena adanya rumusan masalah yang menekankan pada hasil belajar siswa dan gambaran kualitas pembelajaran dalam program merdeka belajar. Pengumpulan data akan menggunakan data-data yang bersumber dari metode interview, observasi, kuestioner. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang beragam antara literasi, numerasi, administrasi dan adaptasi teknologi yang menjadi kriteria utama kegiatan mahasiswa di sekolah. Hasil tidak semua mencakup semua program kampus mengajar yang dilaksanakan di SMP Pangeran Antasari. Namun pencapaian ini setidaknya memberikan gambaran tentang adan perkembangan gaya belajar literasi siswa pada pelajaran Bahasa Indonesia. Hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti dan guru untuk mengetahui gambaran gaya belajar literasi siswa. Indikator observasi menunjukkan penerapan literasi oleh siswa mencapai 82,69% dan diikuti dengan antusias siswa dalam mengikuti pembelajaran sebesar 82,69%. Hasil ini cukup relevan dengan pencapaian literasi Bahasa Indonesia dalam program kampus mengajar bahwa gaya belajar literasi siswa selama penelitian turut dipengaruhi kegiatan literasi MBKM. Selama penelitian berlangsung, banyak diantara siswa mengalami perubahan perlakuan belajar. Hasil wawancara menunjukkan bahwa adanya peningkatan standar belajar dan inovasi dalam rancangan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru bersama peneliti
ANALISIS PENGGUNAAN MAJAS PERBANDINGAN PADA PUISI SISWA KELAS X SMA AL-HIDAYAH MEDAN TAHUN AJARAN 2022/2023
Penelitian ini bertujuan untuk penggunaan majas perbandingan dalam puisi karya siswa kelas X SMA Al-Hidayah Medan, mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menggunakan majas perbandingan dalam puisi karangannya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, Metode yang digunakan adalah deskriptif analisis artinya data dikumpukan berupa kata-kata bukan angka-angka setelah itu dilakukan analisis. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan noninteraktif simak daln catat karena tidak ada pengaruh antara sumber data dan peneliti. Teknik analisis data menggunakan teknik dasar pilah unsur penentu. Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan majas perbandingan dalam puisi siswa kelas X ditemukan beberapa majas perbandingan yang digunakan antara lain yaitu majas persimie, metafora, personifikasi, dan alegori. Kemampuan penggunaan majas perbandingan siswa cukup baik akan tetapi penggunaanya masih sangat minim
HUBUNGAN ANTARA KEGELISAHAN MEMBACA DENGAN MEMBACA PEMAHAMAN KELAS VII SMPN 7 MEDAN
Penelitian ini akan membandingkan pemahaman dan kesenangan membaca. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan desain hubungan untuk menganalisis antara dua variabel (kegelisahan membaca dan membaca pemahaman). Dalam mengumpulkan data, angket digunakan untuk untuk menyelidiki tingkat dan potensi penyebab kegelisahan membaca. Selain itu, dalam mengumpulkan data, peneliti membuat tes membaca pemahaman. Sumber kegelisahan membaca adalah gelisah ketika menentukan pokok isi teks dalam setiap paragraf dan masih perlu berlatih memahami isi puisi. Temuan penelitian, menggambarkan hubungan negatif antara kegelisahan dan pemahaman yang artinya semakin tinggi tingkat kegelisahan membaca semakin rendah skor membaca pemahaman dan sebaliknya semakin tinggi tingkat skor membaca pemahaman semakin rendah tingkat kegelisahan membaca
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM INTERAKSI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS VII SMP SWASTA BERSUBSIDI BUDI SUKAMAJU
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, yaitu mengumpulkan, menganalisis, dan mengajukan data secara objektif mengenai objek penelitian, yaitu analisis kesalahan berbahasa Indonesia. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Swasta Bersubsidi Budi Sukamaju. Sedangkan objek penelitiannya adalah berupa kesalahan penggunaan bahasa Indonesia dalam interaksi pembelajaran bahasa Indonesia yang digunakan oleh siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Swasta Bersubsidi Budi Sukamaju, sedangkan objek penelitian berupa kesalahan penggunaan bahasa Indonesia dalam interaksi pembelajaran bahasa Indonesia yang digunakan oleh siswa. Hasil penelitian diperoleh 1) Kesalahan lafal dalam diskusi kelompok siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia kelas VII SMP Swasta Bersubsidi Budi Sukamaju terdapat 34 kesalahan yang disebabkan perubahan fonem, penghilangan fonem, dan penambahan fonem, 2) Kesalahan diksi (pemilihan kata) dalam diskusi kelompok siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia kelas VII SMP Swasta Bersubsidi Budi Sukamaju terdapat 7 kesalahan yang disebabkan pemilihan kata yang kurang tepat dan 3) Kesalahan struktur kalimat dalam diskusi kelompok siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia kelas VII SMP Swasta Bersubsidi Budi Sukamaju
KEARIFAN LOKAL RITUAL MARARI SABTU PADA KEPERCAYAAN PARMALIM DI DESA KAMPUNG MUDIK KECAMATAN BARUS KABUPATEN TAPANULI TENGAH
Penelitian ini berjudul Kearifan Lokal Ritual Marari Sabtu Pada Kepercayaan Parmalim di Desa Kampung Mudik Kecamatan Barus Tapanuli Tengah. Metode yang digunakan ialah metode observasi, metode wawancara dan metode kepustakaan. Metode untuk analisi data digunakan imetode ipeneIitian deskriptif iyang ibersifat ikuaIitatif. Lokasi pengambilan data penelitian terletak di desa Kampung Mudik, Kecamatan Baru, Kabupaten Tapanuli Tengah. Tujuan dalam penelitian ini untuk menguraikan bagaimana tahap-tahap ritual marari sabtu,fungsi ritual marari sabtu dan kearifan lokal yang terdapat dalam ritual marari sabtu. Teori yang digunakan dalam penelitian ini ialah Kearifan Lokal Sibarani (2014). Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh penulis yaitu ugamo malim di wajibkan untuk berkumpul setiap hari sabtu di bale parsantian. Dengan persembahan berupa timpul ni daupa dan pangurason sebagai ucapan terima kasih ruas kepada Debata MuIajadi Nabolon, Debata Natolu, Siboru Deak Parujar, Naga Padohaniajji, Boru Saniangnaga, Patuan Raja Uti, Tuhan SiarimbuIubosi, Raja NaopatpuIuopat, Raja Sisingamangaraja, Raja Nasiak bagi yang di wariskan secara turun temurun. Adapun jumIah isi patik yaitu dua puIuh tiga (23) patik dan terbagi Lima bagian poda hamalimon. Ada 5 macam fungsi bahasa daIam rituaI marari sabtu yaitu: (1) fungsi informatif, (2) fungsi eksresif, (3) fungsi direktif, (4) fungsi estetik, (5) fungsi fatis. Adapun jenis-jenis kearifan iokai yang terdapat rituai upacara marari sabtu pada masyarakat parmaiim di desa kampung mudik, yaitu: (1) kesopansantunan, (2) kejujuran, (3) kesetiakawanan sosial kerukukan, (4) dan penyeiesaian konfiik (5) komitmen, (6) rasa syukur, (7) kerja keras, (8) disiplin, (9) pendidikan, (10) pelestarian dan kreativitas budaya
KAJIAN STILISTIKA PADA KUMPULAN CERITA ANAK OLEH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK REPUBLIK INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan diksi, gaya bahasa, dan citraan cerita anak. Anak adalah pribadi yang masih bersih dan peka terhadap lingkungan di sekitarnya. Anak-anak pada usia dini biasanya mempunyai perilaku-perilaku yang sesuai dengan apa yang diajarkan oleh orang tuanya, bahkan perilaku yang diajarkan oleh lingkungan sekitarnya. Fabel merupakan cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia yang pelakunya diperankan oleh binatang yang mengandung nilai-nilai pendidikan moral dan budi pekerti. Kumpulan cerita anak Direktorat Pajak ini berisi tiga cerita fabel yang inspiratif, yaitu kisah Raja Lebah dan Satu Sendok Madu, Kisah Anjing dan Kelinci, dan Kisah Semut dan Jangkrik. Dalam cerita tersebut terdapat nilai-nilai moral yang ingin disampaikan seperti kejujuran, keteladanan, kedisiplinan, tanggung jawab, ketekunan, kerja keras, kepatuhan, ketertiban, keadilan, loyalitas, ketulusan, dan sebagainya. Menggunakan metode analisis deskriptif dengan memperhatikan elemen yang diperiksa adalah diksi, kata konkret gaya bahasa, dan citraan. Diksi sebagai pilihan kata-kata yang dilakukan oleh pengarang dalam karyanya guna menciptakan efek makna tertentu
TINDAK TUTUR DI LINGKUNGAN KELUARGA MASYARAKAT DESA NUSANTARA KECAMATAN BANDA KABUPATEN MALUKU TENGAH
Penelitian ini dilaksanakan dari bulan April sampai dengan bulan Mei Tahun 2021 yang berlokasi di desa Nusantara Kecamatan Banda Kabupaten Maluku Tengah. Jumlah data keseluruhan dalam hasil penelitian ini adalah 7 data tuturan, yang dimana memiliki 36 kutipan terdiri lokusi 22 kutipan, ilokusi 8 kutipan dan perlokusi 6 kutipan. Penelitian ini bertujuan untuk “mendeskripsikan tindak tutur di lingkungan keluarga masyarakat Desa Nusantara Kecamatan Banda Kabupaten Maluku Tengah”. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu keluarga masyarakat Desa Nusantara RT 03. Data dalam penelitian ini yaitu tuturan yang mengandung lokusi, ilokusi dan perlokusi yang terjadi dalam interaksi sehari-hari, sumber data yaitu keluarga masyarakat Desa Nusantara RT03. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik simak libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Analisis data yang digunakan adalah teknik alir yaitu reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifiksi. Hasil penelitian dapat menunjukan bahwa tindak tutur yang terjadi yaitu tindak tutur lokusi di lingkungan keluarga masyarakat desa nusantara kebanyakan menggunakan tindak tutur lokusi pertanyaan. Tindak tutur ilokusi di lingkungan keluarga masyarakat desa nusantara kebanyakan menggunakan tindak tutur ilokusi bentuk kalimat perintah. kemudian tindak tutur perlokusi di lingkungan keluarga masyarakat desa nusantara kebanyakan menggunakan kalimat membujuk yang menimbulkan efek tindakan atau perbuatan dari lawan tutur. Saran yang dapat diberikan yaitu bagi Mahasiswa Program studi Pendidikan Bahasa Indonesia dapat menambah pengetahuan dalam bidang kebahasaan dan bidang pragmatik
ARKETIPE PAHLAWAN SEBAGAI REPRESENTASI FANTASI REMAJA DALAM NOVEL PERCY JACKSON SEA OF MONSTERS KARYA RICK RIORDAN
Penelitian ini menunjukkan keterkaitan fiksi fantasi, arketipe pahlawan, dan representasi fantasi remaja dalam satu di antara karya sastra fantasi, yaitu novel Percy Jackson, Sea of Monsters karya Rick Riordan. Fiksi fantasi dengan stereotip sebagai fiksi dianggap hanya memberikan tempat untuk melarikan diri dari kenyataan dan nilai-nilai realitas, aehingga kurang mendapat apresiasi yang cukup. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan arketipe dengan metode penelitian secara deskriptif-analisis dengan pendekatan objektif. Penelitian karya sastra ini menggunakan novel sebagai bahan kajian sehingga metode pengumpulan data dan bahan yang digunakan adalah penelitian kepustakaan. Studi ini menggunakan teori arketipe dari Northrop Frye. Berdasarkan dari analisis yang dilakukan dalam novel ini, peneliti menjelaskan fase-fase dialami oleh arketipe pahlawan, yaitu 1) Hal tidak bersalah yang sempurna, 2) Kepolosan muda kurang berpengalaman, 3) Penyelesaian dari sebuah cita-cita, 4) Kesalahan-kesalahan individu, 5) Hukum alam, dan 6) Dunia dalam goncangan dan menakutkan sedangkan hasil dari arketipe pahlawan sebagai representasi fantasi bagi remaja yaitu perlawanan antara baik dan jahat, pelarian dari kenyataan, serta penyelesaian kekerasan dan permusuhan