Jurnal Basataka (JBT)
Not a member yet
    516 research outputs found

    MAKNA SIMBOLIK KOTA DAN IDENTITAS DALAM SYI‘IR FI AL-QUDS KARYA MAHMOUD DARWISH: KAJIAN SEMIOTIKA FERDINAND DE SAUSSURE

    No full text
    Syi‘ir fī al-Quds karya Mahmoud Darwish merupakan salah satu puisi yang merepresentasikan kota Jerusalem sebagai ruang simbolik yang sarat dengan sejarah, kesakralan, konflik, dan krisis identitas. Puisi ini tidak hanya menghadirkan kota sebagai latar geografis, tetapi juga sebagai sistem tanda yang membentuk makna eksistensial subjek lirik. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna simbolik kota dan identitas dalam syi‘ir fī al-Quds dengan menggunakan kajian semiotika Ferdinand de Saussure. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis semiotik, yaitu mengidentifikasi dan menafsirkan relasi antara penanda (signifier) dan petanda (signified) dalam teks puisi. Data penelitian berupa teks syi‘ir في القدس berbahasa Arab yang dianalisis secara tekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol utama seperti القدس, السور القديم, الضوء, الحجر, serta ungkapan transformasi identitas seperti أصير غيري dan أنا لا أنا membangun makna kota sebagai ruang konflik simbolik dan membentuk identitas subjek lirik yang cair dan terfragmentasi. Kota Jerusalem dalam puisi ini berfungsi sebagai pusat makna yang mengorganisasi relasi antara kesucian dan kekerasan, luka dan harapan, serta individu dan memori kolektif. Melalui pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure, penelitian ini menegaskan bahwa makna dalam puisi Mahmoud Darwish dibangun secara struktural melalui relasi antartanda dalam sistem bahasa, sehingga puisi tidak dapat dipahami secara literal, melainkan sebagai konstruksi simbolik yang kompleks

    ANALISIS MAKNA SIMBOLIK DALAM UMPASA BATAK TOBA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mengkaji makna simbolik dalam umpasa Batak Toba, sastra lisan yang digunakan dalam berbagai ritual adat (seperti pernikahan, manulangi, dan mangokkar holi) sebagai media pewarisan nilai-nilai luhur. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, berlandaskan pada filsafat postpositivisme. Pendekatan ini dipilih karena peneliti bertujuan meneliti kondisi objek yang alamiah, yaitu teks umpasa Batak Toba. Sesuai dengan sifat kualitatifnya, data yang dianalisis adalah data verbal berupa kata-kata dari teks-teks umpasa tersebut.  Dalam penelitian kualitatif ini, peneliti bertindak sebagai instrumen kunci. Analisis data dilakukan secara induktif melalui teknik semantik dan semiotik. Teknik ini krusial untuk mengungkap secara mendalam dan interpretatif arti simbol-simbol budaya yang terkandung dalam umpasa. Hasil analisis menunjukkan umpasa berfungsi sebagai fondasi penanaman nilai kelembutan hati, harmoni, tanggung jawab, dan penghormatan leluhur. Dengan fokus pada metode kualitatif, penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang warisan budaya lisan Batak Toba

    PENGEMBANGAN MENIMBA (MEDIA INTERAKTIF IMBUHAN BAHASA) MATERI IMBUHAN KELAS V SD

    No full text
    Bahasa Indonesia merupakan alat komunikasi utama masyarakat Indonesia yang sebaiknya digunakan sesuai kaidah kebahasaan, termasuk penggunaan imbuhan. Namun, peserta didik masih mengalami kesulitan dalam memahami imbuhan karena menganggap pembelajaran imbuhan tidak menarik dan membosankan. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pemanfaatan media pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran interaktif yang dapat meningkatkan minat dan keterlibatan aktif peserta didik dalam belajar imbuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pengembangan, tingkat kelayakan, dan tingkat kepraktisan MENIMBA di kelas V SD. Metode penelitian yang digunakan yaitu Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Penelitian ini melibatkan 1 pendidik dan 22 peserta didik kelas V A SD Negeri 018 Samarinda Ulu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan angket. Hasil validasi menunjukkan bahwa MENIMBA termasuk dalam kategori “Sangat Layak” dengan tingkat kelayakan 94% dari validasi ahli media dan 92,85% dari validasi ahli materi. Respon peserta didik termasuk dalam kategori “sangat praktis” dengan persentase sebesar 96% dari uji coba skala kecil dan 91,02% dari uji coba skala besar. Selain itu, hasil uji coba guru mendapat persentase sebesar 100%. Dengan demikian MENIMBA dinyatakan layak dan praktis digunakan dalam pembelajaran imbuhan

    STRATEGI PRODUK DAN DISTRIBUSI JASA PENDIDIKAN PADA LEMBAGA PENDIDIKAN SWASTA: ANTARA BRANDING DAN KEBERLANJUTAN

    No full text
    Persaingan antar lembaga pendidikan swasta semakin ketat, terutama dalam menghadapi tantangan era digital dan meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap kualitas layanan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi produk dan distribusi jasa pendidikan yang diterapkan oleh lembaga pendidikan swasta dalam rangka membangun merek (branding) yang kuat dan menciptakan keberlanjutan institusi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi pada beberapa lembaga pendidikan swasta di wilayah perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan branding sangat dipengaruhi oleh diferensiasi produk pendidikan, kualitas layanan, serta pendekatan distribusi yang responsif terhadap kebutuhan siswa dan orang tua. Selain itu, keberlanjutan lembaga pendidikan erat kaitannya dengan konsistensi dalam penyampaian nilai, inovasi kurikulum, serta keterlibatan aktif dalam komunitas lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi strategi produk dan distribusi yang efektif menjadi kunci dalam memperkuat daya saing lembaga pendidikan swasta dan memastikan keberlanjutan jangka panjangnya

    NILAI MORAL DALAM NASKAH DRAMA NENEK TERCINTA KARYA ARIFIN C. NOER

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai moral yang terkandung dalam naskah drama Nenek Tercinta karya Arifin C. Noer, sekaligus menekankan pentingnya telaah moral di tengah situasi krisis moral pada masyarakat kini. Nilai moral merupakan pedoman bagi manusia dalam membedakan perilaku baik dan buruk serta menjadi dasar dalam bertindak sesuai dengan norma sosial dan etika. Gejala menurunnya rasa hormat kepada orang tua, memudarnya rasa empati, serta menguatnya sifat individualis menjadikan karya sastra perlu dikaji sebagai media perenungan dan pembelajaran moral. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Teknik pengumpulan data dilalukan dengan metode simak dan catat, sedangkan analisis data dilakukan melalui analisis isi terhadap naskah drama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai moral dalam naskah drama ini meliputi tiga aspek utama, yaitu (1) hubungan manusia dengan diri sendiri, (2) hubungan manusia dengan manusia lain, dan (3) hubungan manusia dengan tuhan. Dalam hubungan dengan sesama, nilai moral tercermin pada sikap kasih sayang, empati, dan tanggung jawab. Sedangkan nilai moral dalam hubungan dengan tuhan tercermin keyakinan, kesabaran, dan penyesalan atas dosa. Secara keseluruhan, naskah drama Nenek Tercinta menggambarkan potret kehidupan keluarga yang sarat pesan moral tentang rasa hormat terhadap orang tua dan pentingnya rasa syukur

    ANALISIS KRITIK SOSIAL DENGAN PENDEKATAN EKSPRESIF PADA ANTALOGI PUISI SELAMAT MALAM KAWAN KARYA MUHAIMIN NURRIZQY

    No full text
    Fenomena ketimpangan sosial, kemiskinan, dan kemunafikan moral yang masih marak dalam masyarakat modern mendorong lahirnya karya sastra yang berfungsi sebagai medium refleksi dan kritik sosial. Antologi Selamat Malam Kawan karya Muhaimin Nurrizqy merepresentasikan suara kaum pinggiran melalui bahasa yang lugas, sarkastik, dan penuh humor gelap. Namun, penelitian yang menelaah karya ini dari perspektif ekspresif masih terbatas, sehingga penting dilakukan kajian yang menyoroti hubungan antara ekspresi batin penyair dan realitas sosial yang melingkupinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pembacaan mendalam dan analisis kontekstual terhadap empat puisi terpilih: Tak Ada Waktu, Liang Telinga, Sakit Perut, dan Ulang Tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muhaimin Nurrizqy menyalurkan keresahan dan empatinya terhadap ketimpangan sosial melalui bahasa yang tegas, vulgar, namun humanistik. Kritik sosial yang dihadirkan tidak bersifat revolusioner, melainkan reflektif dan emosional, memperlihatkan bagaimana pengalaman batin penyair menjadi sarana kesadaran sosial. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan ekspresif dalam memahami puisi sebagai cerminan pergulatan psikologis dan realitas sosial penyair

    MODALITAS TUTURAN MASYARAKAT PESISIR PULAU AY KECAMATAN BANDA

    No full text
    Pesisir pulau Ay adalah daerah yang memiliki ciri khas yang berbeda dengan daerah lainnya. Kehidupan masyarakat di pesisir pulau Ay erat kaitannya dengan laut, sehingga terdapat banyak aspek budaya yang berkaitan dengan laut, seperti nelayan, perikanan, dan budaya makanan laut. Dalam tuturan masyarakat pesisir pulau Ay, terdapat penggunaan modalitas yang khas dan berbeda dengan tuturan masyarakat di daerah lain. Penelitian tentang penggunaan modalitas dalam tuturan masyarakat pesisir Pulau Ay dilakukan dengan tujuan untuk memahami bagaimana masyarakat pesisir menggunakan modalitas atau gaya bahasa non-literal dalam komunikasi sehari-hari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Prosedur yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menyiapkan alat bantu penelitian berupa telepon genggam yang digunakan untuk merekam percakapan atau tuturan masyarakat pesisir Pulau Ay dan buku catatan lapangan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model alir yang meliputi tiga komponen, yaitu 1) reduksi data; 2) penyajian data; dan 3) penarikan simpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan modalitas probabilitas dalam tuturan masyarakat pesisir Pulau Ay sering kali mencerminkan cara mereka mengungkapkan keyakinan, kemungkinan, dan harapan terhadap berbagai aspek kehidupan, seperti hasil tangkapan ikan, cuaca, dan interaksi sosial. Penggunaan ungkapan yang menandakan ketidakpastian menunjukkan bagaimana mereka menghadapi lingkungan yang dinamis dan tidak terduga, serta mencerminkan adaptasi mereka terhadap kondisi yang sering berubah. Di sisi lain, modalitas usualitas menyoroti kebiasaan dan tradisi yang terinternalisasi dalam masyarakat. Tuturan yang menunjukkan kebiasaan atau norma sosial mencerminkan nilai-nilai yang dijunjung tinggi, seperti gotong royong, kearifan lokal, dan interaksi komunitas. Penggunaan modalitas ini tidak hanya berfungsi untuk menggambarkan tindakan yang biasa dilakukan, tetapi juga berfungsi sebagai penguat identitas dan solidaritas antaranggota masyarakat

    CAHAYA DARI FEZ: KONTRIBUSI FATIMAH AL-FIHRI DALAM EVOLUSI PENDIDIKAN DUNIA

    No full text
    Artikel ini bertujuan untuk Menganalisis perkembangan Fez sebagai pusat pendidikan Islam pada masa Dinasti Idrisiyah dan dampaknya terhadap peradaban Islam. Fez merupakan salah satu kota pusat pengembangan pendidikan Islam pada masa keemasan peradaban Islam yang terletak di Negara Maroko saat ini. Artikel ini juga mengkaji kontribusi Fatimah al-Fihri dalam pendirian Universitas al-Qarawiyyin di Fez, Maroko, sebagai bentuk partisipasi perempuan dalam sejarah pendidikan Islam. Dengan pendekatan historiografis dan analisis gender, tulisan ini menyoroti bagaimana institusi yang didirikan oleh al-Fihri menjadi model pendidikan tinggi dunia dan merefleksikan dinamika sosial-politik Dinasti Idrisiyyah. Dengan menggunakan metode analisis pustaka dan studi literatur, artikel ini menelusuri sumber-sumber primer dan sekunder yang membahas sejarah pendidikan Islam, peran perempuan dalam institusi keilmuan, serta dinamika sosial-politik Afrika Utara abad ke-9 M. Hasil kajian menunjukkan bahwa Fatimah al-Fihri bukan hanya pelopor pendidikan tinggi di dunia Islam, tetapi juga representasi penting dari partisipasi perempuan dalam pembangunan peradaban. Universitas al-Qarawiyyin yang ia dirikan menjadi model kelembagaan yang memengaruhi struktur universitas di Eropa. Penelitian ini juga mengidentifikasi kesenjangan dalam historiografi pendidikan Islam yang masih minim mengangkat tokoh perempuan secara komprehensif. Dengan demikian, artikel ini berkontribusi untuk menjadi tolak ukur pengembangan sistem pendidikan di Indonesia khususnya untuk perempuan yang mengukir karya di tanah Nusantara

    KECEMASAN DAN PENCARIAN MAKNA HIDUP DALAM PUISI PUISI DEA ANUGRAH: SEBUAH KAJIAN EKSISTENSIALISME

    No full text
    Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Bentuk-bentuk kecemasan dan pencarian makna hidup terefleksi dalam karya sastra, terutama dalam puisi, merupakan manifestasi dari pergulatan batin manusia dalam menghadapi realitas kehidupan yang penuh ketidakpastian. Sedangkan konsep eksistensialisme dalam karya-karya Dea Anugrah tampak kuat melalui penggambaran tokoh dan suasana batin yang berpusat pada pengalaman manusia dalam menghadapi makna hidup, kebebasan, dan absurditas dalam puisi-puisi Dea Anugrah, kebebasan sering kali hadir sebagai bentuk perlawanan terhadap norma sosial, agama, dan nilai-nilai yang dianggap mengikat

    PELESTARIAN BAHASA BATAK TOBA DI ERA GLOBALISASI : KAJIAN ANTROPOLINGUISTIK

    No full text
    Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh globalisasi terhadap penggunaan bahasa Batak Toba, mengidentifikasi faktor sosial-budaya yang memengaruhi vitalitasnya, dan merumuskan strategi pelestarian yang efektif. Menggunakan pendekatan etnografi dengan observasi partisipatif dan studi dokumentasi, penelitian menemukan adanya pergeseran bahasa yang signifikan.Globalisasi melalui media digital dan pendidikan formal mendorong dominasi Bahasa Indonesia di kalangan generasi muda, terutama di wilayah urban. Anak muda cenderung melihat bahasa daerah "kurang praktis," dan hanya menggunakannya dalam konteks informal atau adat. Fenomena ini menunjukkan adanya diglossia dan penurunan penggunaan lisan yang kontras dengan kekuatan bahasa dalam dokumentasi tradisional (adat dan gereja).Faktor kunci pelestarian meliputi peran keluarga sebagai ruang transmisi bahasa, dan sikap positif terhadap identitas etnis. Strategi pelestarian yang paling efektif adalah pendekatan hibrid, menggabungkan digitalisasi (aplikasi, kamus digital, gamifikasi, konten kreatif) dan revitalisasi tradisi (penggunaan bahasa dalam upacara adat dan kurikulum lokal), didukung oleh kolaborasi komunitas dan kebijakan pemerintah. Penelitian ini berkontribusi pada literatur antropolinguistik dan menawarkan rekomendasi praktis untuk menjaga kesinambungan bahasa Batak Toba sebagai warisan budaya di era modern

    363

    full texts

    516

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Basataka (JBT)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇