Jurnal Basataka (JBT)
Not a member yet
516 research outputs found
Sort by
DEIKSIS SOSIAL PADA FILM PARIBAN: IDOLA DARI TANAH JAWA
Film Pariban: Idola dari Tanah Jawa merefleksikan perbenturan budaya urban (Jakarta) dan adat (Batak) melalui pilihan bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) bentuk dan (2) fungsi deiksis sosial yang digunakan para tokoh dalam film tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data berupa 276 tuturan deiksis sosial (berdasarkan skripsimu) dianalisis menggunakan kerangka analisis bentuk dan fungsi. Hasil penelitian menemukan enam bentuk deiksis sosial: (1) Relasional Sapaan Hormat, (2) Relasional Honorifik Adat (3) Relasional Gelar, (4) Relasional Pronomina Persona, (5) Relasional Tingkat Formalitas, dan (6) Bentuk Absolut. Selanjutnya, ditemukan tiga fungsi utama dari bentuk-bentuk tersebut, yaitu: (1) Fungsi Perbedaan Status Sosial, (2) Fungsi Mengatur Kesopanan dan Formalitas, dan (3) Fungsi Sikap Sosial Sesuai Norma Budaya. Temuan ini menyimpulkan bahwa deiksis sosial (seperti "Gue/Lo" vs. "Tulang/Pariban") adalah elemen naratif kunci yang digunakan untuk merefleksikan konflik, identitas sosial, dan adaptasi budaya dalam film
ANALISIS IMPLEMENTASI LITERASI ICT DALAM PEMBELAJARAN SISWA KELAS TINGGI DI SD IT MUSH’AB BIN UMAIR PADA ERA DIGITAL
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan literasi ICT dalam pembelajaran siswa kelas tinggi di SD IT Mush’ab Bin Umair Palembang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan angket. Hasil penelitian menujukkan bahwa literasi ICT telah diterapkan dan terintegrasi dalam Kurikulum Merdeka. Guru memiliki pemahaman yang baik mengenai literasi digital serta mampu mengintegrasikan berbagai media seperti Chromebook, PowerPoint, Word, dan Canva dalam proses pembelajaran. Sementara itu, hasil angket menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada pada kategori “kadang-kadang” (57,14%), yang menandakan bahwa pemanfaatan teknologi dalam belajar masih belum optimal. Kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan perangkat dan jaringan internet yang kurang stabil. Meskipun demikian, guru terus berupaya mengoptimalkan fasilitas yang ada serta membimbing siswa untuk menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. Secara keseluruhan, penerapan literasi ICT di SD IT Mush’ab Bin Umair sudah berjalan baik, namun masih memerlukan peningkatan fasilitas dan pendampingan agar lebih efektif mendukung pembelajaran abad ke-21
ANALISIS BENTUK PERUBAHAN MAKNA DALAM TAKARIR INSTAGRAM WAMENDIKTISAINTEK STELLA CHRISTIE AGUSTUS 2025
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis perubahan makna yang terjadi dalam takarir Instagram Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, Stella Christie, beserta faktor penyebab terjadinya perubahan makna tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif. Metode deskriptif adalah metode penelitian yang mengacu pada kegiatan menggambarkan suatu objek dalam rangka menjawab suatu permasalahan penelitian. Penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang bukan hanya berfokus pada hasil atau produk, tetapi juga menekankan proses. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC) dan teknik dokumentasi. Langkah-langkah analisis data antara lain: mengidentifikasi kata maupun frasa yang mengacu pada aspek perubahan makna; mencatat hasil identifikasi; melakukan pengumpulan dan pengolahan data; dan menarik kesimpulan. Berdasarkan penelitian ini, ditemukan 27 kata yang mengalami perubahan makna. Bentuk perubahan makna yang terjadi yaitu generalisasi berjumlah 12 kata, spesialisasi berjumlah 2 kata, eufemia berjumlah 1 kata, asosiasi berjumlah 4 kata, dan perubahan total berjumlah 8 kata. Penyebab terjadinya perubahan makna tersebut ialah karena perkembangan sosial dan budaya, perbedaan bidang pemakaian, adanya asosiasi, proses gramatikal, serta pengembangan istilah
TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM DRAMA AUDITIF RADIO REPUBLIK INDONESIA PURWOKERTO KAJIAN PRAGMATIK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya penelitian pragmatik yang menelaah drama radio sebagai media komunikasi berbasis audio tanpa dukungan visual, khususnya produksi Lembaga Penyiaran Publik Republik Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk tindak tutur ilokusi dalam dialog drama radio “Kampung Guyub” RRI Purwokerto. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa tuturan dalam empat seri drama radio “Kampung Guyub”. Data dikumpulkan melalui teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat, kemudian dianalisis menggunakan metode padan dengan teknik pilah unsur penentu. Hasil penelitian menunjukkan adanya lima bentuk tindak tutur ilokusi, yaitu asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif. Tindak tutur asertif digunakan untuk mengeluh dan memberitahu, direktif untuk meminta dan menasihati, komisif untuk berjanji dan menolak, ekspresif untuk mengungkapkan terima kasih dan permintaan maaf, serta deklaratif untuk menjatuhkan hukuman atau memberikan peringatan. Temuan ini menunjukkan bahwa tindak tutur ilokusi tidak hanya berfungsi sebagai sarana antartokoh, tetapi juga merepresentasikan realitas sosial, nilai moral, serta dinamika kehidupan masyarakat yang disampaikan melalui media audio. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam kajian pragmatik, khusunya mengenai tindak tutur ilokusi dalam dunia penyiaran radio
KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA IAN WATT UNTUK MENGANALISIS REPRESENTASI KRITIK SOSIAL DALAM ANTOLOGI PUISI SELAMAT MALAM KAWAN KARYA MUHAIMIN NURRIZQY
Secara terang-terangan, melalui sinopsis buku antologi puisinya, yakni “Selamat Malam Kawan” Muhaimin Nurrizqy menuliskan bahwa bukunya tersebut sebagai wahana untuk menyampaikan kritik atas kondisi sosial kiwari. Atas alasan tersebut, tim penulis berusaha menelaah buku “Selamat Malam Kawan” karya Muhaimin Nurrizqy dengan tujuan mengangkat kritik sosial yang dibungkus dengan larik-larik tertentu oleh penulis di dalam buku tersebut melalui pendekatan teori sosiologi sastra Ian Watt bagian sastra sebagai refleksi sosial. Penelitian dilangsungkan secara kualitatif dengan pendekatan analitis-deskriptif untuk menerapkan cara pandang yang induktif dan rinci dalam menginterpretasikan kompleksitas suatu permasalahan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kumpulan puisi tersebut merekam empat bentuk kritik sosial utama, yakni birokrasi pemerintah yang bobrok, kerusakan lingkungan akibat regulasi yang lemah, kekerasan aparat terhadap warga sipil, serta kemiskinan struktural yang menjerat masyarakat kelas bawah. Temuan ini menegaskan pandangan Ian Watt bahwa karya sastra lahir dari kondisi sosial masanya dan berfungsi sebagai sarana refleksi serta kritik terhadap struktur sosial yang tidak berpihak
IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM VIDEO ANIMASI EHLIJA
Penelitian ini mengkaji implikatur percakapan dalam video animasi EhLija episode “My Circle My Second Home” sebagai sumber data utama (unggah 15 Mei 2023, durasi ±61 menit). Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi jenis-jenis implikatur percakapan dan menganalisis pematuhan serta pelanggaran prinsip kerja sama Grice dalam dialog tokoh. Metode penelitian bersifat kualitatif deskriptif dengan pendekatan pragmatis; data dikumpulkan melalui teknik simak, catat, dan transkripsi, lalu dianalisis menggunakan model interaktif Miles & Huberman (reduksi, penyajian, penarikan kesimpulan). Temuan utama menunjukkan dominasi pematuhan terhadap maksim kualitas dan relevansi sehingga tutur berfungsi memelihara kohesi dan solidaritas kelompok remaja. Pelanggaran maksim muncul namun bersifat fungsional mis. ejekan, ironi, dan pengurangan informasi yang dipakai sebagai strategi pengelolaan konflik, proteksi interpersonal, dan penguatan solidaritas internal. Implikatur muncul dalam variasi umum, khusus, kuat, dan lemah, masing-masing memiliki fungsi pragmatis dalam pengaturan afektif dan koordinasi praktis. Penelitian menegaskan peran bahasa remaja sebagai alat manajemen sosial-afektif dan merekomendasikan pemanfaatan temuan untuk pengembangan literasi komunikasi dalam pendidikan serta intervensi konseling
NOMINA DEVERBAL DALAM BUKU "BICARA ITU ADA SENINYA" KARYA OH SU HYANG
Nomina deverbal sebagai hasil proses afiksasi memiliki peran penting dalam pembentukan makna gramatikal dan penyampaian gagasan dalam bahasa Indonesia. Dalam buku Bicara itu Ada Seninya karya Oh Su Hyang, penggunaan nomina deverbal mencerminkan realisasi afiksasi dalam konteks wacana nonfiksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan bentuk serta makna afiks pembentuk nomina deverbal dalam buku Bicara itu Ada Seninya karya Oh Su Hyang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode padan intralingual. Data dikumpulkan melalui metode simak bebas libat cakap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prefiks {pe-}, {peN-}, {pen-}, dan {peng-} merupakan afiks paling produktif dan umumnya membentuk nomina bermakna ‘pelaku’ atau ‘profesi’. Prefiks {per-} muncul dalam jumlah terbatas dan membentuk nomina yang berkaitan dengan ‘tindakan’. Sufiks {-an} produktif membentuk nomina bermakna ‘hasil, cara, tempat, atau bentuk abstrak’, sedangkan konfiks {per-/-an}, {pe-/-an}, dan {pel-/-an} membentuk nomina yang menyatakan ‘hal, proses, atau hasil’. Secara keseluruhan, afiks-afiks tersebut membentuk pola pembentukan nomina deverbal dan menunjukkan variasi makna sesuai konteks penggunaannya, sehingga memperjelas fungsi afiksasi dalam pembentukan makna pada teks nonfiksi
LANDASAN FILOSOFIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJERIAL MENUJU PENGEMBANGAN TEORI MANAJEMEN PENDIDIKAN YANG BERKEADILAN DI SMK BALIKPAPAN
Pengambilan keputusan manajerial dalam sistem pendidikan, khususnya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), menuntut landasan etis yang kokoh, terutama saat menghadapi isu ketidakadilan struktural. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran landasan filosofis (Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi) dalam membentuk keputusan manajerial dan merumuskan proposisi teoretis untuk Manajemen Pendidikan yang Berkeadilan (MPB) di Kota Balikpapan. Balikpapan dipilih sebagai konteks kritis mengingat adanya krisis daya tampung sekolah negeri, di mana hanya sekitar 51 hingga 67 persen lulusan SMP yang dapat ditampung di SMA/SMK negeri, menciptakan kesenjangan akses yang parah. Penelitian menggunakan desain studi kasus konseptual kualitatif dengan teknik analisis data Miles & Huberman. Hasil analisis menunjukkan bahwa krisis ini berakar pada kegagalan aksiologis dalam keputusan manajerial, yang cenderung terjebak dalam pendekatan inkremental atau berbasis rasionalitas sempit. Model MPB yang diusulkan mensintesis etika manajerial dengan Teori Keadilan Kapabilitas (Capability Approach) dari Amartya Sen. Pendekatan Sen, yang berfokus pada perluasan kebebasan fungsional individu (kapabilitas) daripada sekadar distribusi sumber daya (Rawls), dinilai lebih relevan untuk mengembangkan kurikulum berbasis lokalitas dan menjamin pemerataan kualitas. Kontribusi utama penelitian ini adalah merumuskan model Keputusan Manajerial Berkeadilan yang mengutamakan mitigasi unconscious bias dan perencanaan restoratif sebagai solusi struktural terhadap ketimpangan di SMK Balikpapan
ANALISIS STRUKTURAL DAN MOTIF NARATIF LEGENDA ASAL-USUL NAMA BALIKPAPAN (VERSI PAPAN KEMBALI DAN PUTRI PETUNG) KAJIAN FOLKLOR KAMPARATIF
Cerita rakyat adalah salah satu budaya popular di Masyarakat, dengan membawakan cerita kepada anak, dapat memberi stimulus bermanfaat untuk mengolah rasa, emosi dan bahasa. Namun seiring perkembangan zaman cerita rakyat mulai menghilang oleh karena itu penelitian ini bertujuan menganalisis secara komparatif struktur dan motif naratif dua versi utama legenda asal-usul nama Kota Balikpapan, yaitu versi Papan Kembali dan versi Putri Petung. Analisis struktural menggunakan pendekatan strukturalisme Claude Lévi-Strauss untuk mengungkap oposisi biner mendasar, sementara analisis motif naratif menggunakan taksonomi Stith Thompson untuk mengidentifikasi unsur-unsur cerita yang berulang. Hasil kajian menunjukkan adanya perbedaan skema naratif yang signifikan antara kedua legenda tersebut, meskipun keduanya berfungsi sebagai mitos etiologi yang menjelaskan penamaan suatu tempat. Versi Papan Kembali berfokus pada dinamika hubungan Raja/Pusat Kekuasaan dengan Rakyat/Periferi dan unsur benda (papan) sebagai subjek, sedangkan versi Putri Petung menyoroti nasib tragis tokoh perempuan (Putri) dan oposisi biner Alam/Budaya (Lautan/Peradaban). Kajian komparatif ini menyimpulkan bahwa keragaman legenda mencerminkan kompleksitas dan multikulturalitas historis masyarakat awal Balikpapan yang terkait dengan pengaruh Kerajaan Kutai dan Paser
NILAI SOSIAL DAN BUDAYA DALAM CERITA RAKYAT ANUGERAH YANG TERINDAH DARI KUTAI KALIMANTAN TIMUR
Cerita rakyat merupakan bagian dari folklor lisan. Setiap kebudayaan yang terdapat pada kolektif tertentu harus dilestarikan. Oleh karena itu, Kajian terhadap nilai sosial dan budaya dalam cerita rakyat ini penting dilakukan untuk memperkuat pemahaman terhadap identitas budaya lokal serta memperkaya khazanah kesusastraan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan nilai-nilai sosial dan budaya yang terdapat dalam cerita rakyat Anugerah yang Terindah dari Kutai, Kalimantan Timur. Cerita rakyat sebagai warisan budaya mengandung ajaran moral, sosial, serta nilai-nilai luhur yang dapat dijadikan pedoman hidup masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat Anugerah yang Terindah mengandung nilai sosial seperti gotong royong dan kerja sama, kepedulian terhadap sesama, keadilan dan persamaan derajat, dan kasih saying dan kekeluargaan, serta nilai budaya seperti penghormatan terhadap leluhur, spiritualitas dan rasa syukur kepada tuhan, dan pentingnya menjaga keharmonisan sosial. Nilai-nilai tersebut mencerminkan identitas masyarakat Kutai yang menjunjung tinggi solidaritas dan kearifan lokal. Penelitian ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman generasi muda terhadap pentingnya pelestarian nilai-nilai budaya dalam cerita rakyat